Khotbah Rabu Mei - Juni 2008

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 14 Mei 2008

MEMBERI DARI KEKURANGAN

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita membuka kembali Injil Lukas 

21:1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
21:3 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

Sangat indah sekali perikop ini. Pada sore hari ini kita mau renungkan ajaran dari Tuhan Yesus, penilaian dari pada Tuhan Yesus yang sangat berbeda dengan penilaian kita. Kita selalu mengagumi apa yang dikagumi manusia tetapi Tuhan itu lain. Tuhan malah mempunyai penilaian yang 180 derajat berbeda dengan penilaian kita.

Kita mau melihat kalimat yang pertama sampai di koma ini, inilah kuncinya. Coba kita baca: Ketika Yesus mengangkat muka-Nya. Ini dasar dari pengenalan kita kepada ajaran Tuhan Yesus. Sekali lagi, penilaian Tuhan Yesus berbeda dengan penilaian kita. Kalau Yesus mengangkat muka berarti Dia ada di mana, saudara? Dia ada di mana? Ada di bawah. Kalau Dia ada berdiri seperti saya sekarang ini, saya tidak usah mengangkat muka, saudara musti angkat muka, karena ada di tempat yang rendah.

Demikian juga Yesus. Yesus itu duduk di tempat yang rendah. Ia sengaja duduk di depan peti persembahan. Zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang, di Amerika juga ada perbedaan. Jadi ada banyak jemaat ikut cara yang dulu, cara orang Belanda termasuk gereja kita ya, memakai cara Belanda; "kolekte," itu dari bahasa Belanda, dikolek ... dikumpulin. Jadi kantong persembahan dikolek dikumpulkan dari jemaat ya, dan tidak dipaksa. Yang tidak punya tidak usah memberi.

Tetapi zaman dulu, waktu zaman Yesus, orang membawa persembahan. Ada beberapa gereja di Jawa Timur yang jemaatnya membawa persembahan ke depan, ke peti. Ketika saya di Australia di Melbourne, saya lihat di setiap sudut itu ada tiang, itu ada peti persembahan, ada peti persembahan, ada peti persembahan dan ada loud speaker, ada mic. Kita tidak bisa tiru itu karena kalau ada seorang yang mau bernubuat, ia akan jalan ke mic itu dan dia mulai bernubuat. Orang-orang Australia lebih terbuka lebih modern, dia bernubuat: Inilah suara Tuhan yang saya rasa, dia bicara untuk jemaat, jemaat cuma bilang amin, amin.

Kita kembali kepada soal Tuhan Yesus mengangkat muka. Dia mengangkat muka-Nya, Dia duduk di bawah. Jadi kalau saudara sedang ada di tempat yang rendah, saudara  sedang direndahkan orang, saudara sedang ada di bawah, puji Tuhan, sebab Yesus juga di bawah, ada haleluyah?

Ia juga berkata dalam pelajaran-Nya kalau kamu masuk di satu pesta jangan kamu duduk di atas, tapi duduk di bawah. Kalau kamu duduk di atas, nanti ada orang yang lebih penting kamu disuruh turun, malu nanti. Lebih baik kamu di bawah duduk dan nanti orang itu lihat kamu ayo silahkan bapak atau ibu naik ke atas, jadi enak lebih terhormat, ya.

Nah, Guru kita sudah ngomong begitu. Jadi Dia kasih contoh, Dia duduk di bawah. Dia lihat, Dia mengangkat muka-Nya, Ia melihat ... apa saudara Dia lihat? Bukan satu orang Dia lihat. Banyak orang-orang berarti lebih dari satu orang. Orang-orang kaya. Nampaknya pada zaman dulu, kalau di kebaktian di di sinagoga, yang maju ke depan itu orang kaya. Orang kaya, dia suka memberi persembahan. Orang kaya. Dan tidak salah, memberi persembahan itu tidak salah, orang kaya memberi tidak salah. Tapi ini penilaian Yesus, orang kaya lebih banyak, ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka. Kata mereka lebih dari satu orang, ya, ke dalam satu peti persembahan. Di dalam bahasa Inggris, treasury atau perbedaharaan.

Jadi memang soal uang ini mesti hati-hati ya kita ini, musti bersih, musti betul-betul bening soal uang, ya, sebab Yudas justru jatuh karena dia jaga peti persembahan. Dia jaga peti persembahan, nggak tahan godaan, ia jatuh. Hanya karena duit dua ratus ribu, 30 keping perak itu 200 ribu. Masa Yesus dijual cuma 200 ribu. Itu orang gila kali ya, gak punya perasaan. Tapi kalau orang udah gelap, 200 ribu juga dia makan juga, Yesus aja dia jual. Ayat kedua,

21:2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.

Tiba-tiba Yesus melihat seorang. Namanya saja seorang.  ia juga melihat seorang, aduh... saudara,  namanya aja seorang, ia ada teman atau tidak? Tidak ada teman; ia datang sendirian. Seorang. Sudah sendirian dia janda. Dan kalau firman Allah berkata janda, itu bukan janda kembang, bukan janda yang umurnya 28 tahun, umur 35 tahun. Di Jakarta ada satu ibu janda umur 35 tahun, begitu meninggal waduh suaminya kasih tinggal uang berapa milyar, waduh mukanya dioperasi, dibikin kencang semuanya. Janda. Memang sampai sekarang dia nggak kawin lagi, bagusnya itu. Tapi bukan janda yang begitu yang dimaksud oleh Tuhan.

Dia juga janda, tapi pake Mercy, rumahnya berapa M. Kalau dia ke salon yang sekali cukur gope ceng. Kita gopeceng kan carinya sebulan, dia mah cukur gope ceng, saudara. Luar biasa. Orang kaya. Tapi ini seorang janda. Janda itu nggak ada suami, nggak ada anak, janda ini. Heran kalau saya ngomong janda banyak yang batuk. Coba, apa saya harus ngomong duda supaya batuknya berhenti.

Kalau kita cinta seseorang, kita tidak lihat kekurangan dia. Tuhan cinta kita, dia tidak lihat kekurangan kita. Maka kita mau belajar kalau kita mengasihi sesama kita, sesama bapak, mengasihi sesama ibu, saling mengasihi, ingat, pakai kasih. Jangan menyelidiki kekurangan, jangan ngomongin kekurangan, biarin semua orang ada kekurangan. Tapi biar Tuhan yang beresin.

Begitu Dia melihat janda, seorang janda miskin, seorang, sendirian, memasukkan dua peser. Dia mau memasukkan dua peser. Itu pernah ada di Indonesia, uang peser itu ada. Siapa yang tau peser itu berapa rupiah? Kan ada peribahasa, urang mah teu boga duit sapeser acan. Pake peser. Masih berharga benggol, benggol mah buat ngerok. Kalau orang masuk angin dikerik, masih ada berharga benggol ditaruh. Ini peser, urang teu boga duit sapeser-peser acan. Teu boga, tuh euweuh. Sambil dibuka dompetnya.

Di dalam bahasa Inggris, kata peser itu dipakai kata "two mites". Mites itu mata uang yang paling kecil, mata uang yang paling kecil yang ada, mungkin untuk kembalian-kembalian aja ya, kalau kurang, ditambah-tambah. Kita suka liat kalau di Amerika, di Eropa dikasih saya juga nggak tau, ini berapa sen. Ini saya nggak tau ini buat kamu parkir, buat beli bensin, saya nggak tau berapa ini? Itu mites.

Dua peser dibandingkan. Nah, ini hebatnya Lukas dia membandingkan orang kaya dan janda yang miskin; dia membandingkan persembahan orang kaya yang berlebih-lebih, dia bandingkan dengan persembahan janda yang miskin. Ada satu pendeta, dia ngomong begini sama saya: Aduh, di jemaat saya mah semuanya adalah jemaat saya ini semuanya kalau saya liat jemaat semuanya ini ayat 1 orang-orang kaya. Tapi begitu giliran saya hitung kolekte, katanya, giliran ayat ke-2 yang saya hitung peser-peser semua. Tapi itu di tempat lain, di sini mah nggak.

Jadi saudara-saudara, ketika yang kaya memberi dari kelebihan, terus si peser ini memberikan dua peser, udah murid-murid juga nggak tau. Tapi kan Yesus mahatahu, Dia bilang begini - ayat 3:

21:3 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.

Semua orang kaya tadi yang memberi, dibanding dengan janda miskin yang kasih 2 peser ini, masih lebih besar ini.  

Nah, di sini kita belajar penilaian Tuhan itu lain. Dia menilai persembahan bukan berapa banyak yang saudara persembahkan tapi yang Dia nilai berapa banyak sisa yang ada di dalam kita, yang kita tidak persembahkan. Dulu saya anggap uang itu dunia, dosa. Tap Tuhan buka mata rohani saya. Dia bilang, uang itu rohani. Gimana Tuhan uang itu rohani? Uang itu hidupmu. Ada orang jual beli cincin. Ngobrol 1 jam, jadi. Dia untung dari jual cincin itu 5 juta dalam 1 jam. Umpama dia kasih 2 juta setengah kepada Tuhan, dia memberi hidupnya, 1/2 jam hidupnya, kepada Tuhan.

Ada sekarang janda, dia kuli cuci pakaian. 1 jam dikasih uang 5 ribu, hanya cuci pakaian aja 1 jam 5 ribu, 2 jam 10 ribu. Dia ke gereja, dia kasih 5 ribu. Nah, itu yang dimaksud. Yang ngasih 5 ribu lebih besar dari yang ngasih 2 juta setengah. Kenapa? Sebab yang 2 juta setengah dia dapatnya 1 jam, satu jam ia dapat untung 5 juta. Tapi janda ini mesti dua jam kerja nyuci, baru dapat 10 ribu. 5 juta dengan 10 ribu? Besar 5 juta, besar orang-orang kaya. Tapi Tuhan tidak nilai 5 jutanya, Dia nilai berapa sisanya yang ada pada kita.

Janda ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu sebab ayat 4,

Mereka, orang-orang kaya tadi, semua memberi persembahannya dari kelimpahannya. Oh Tuhan, terima kasih, hidup saya, hidup berlimpah-limpah. Terima kasih, Tuhan. Saudara mau tutup toko, saudara hitung uang ratusan ribu, saudara rapi-rapiin berapa juta, terus ada sisa yang 5000, yang 1000an - saudara kumpul buat kolekte. Memberi dari kelebihan saudara. Yang hebat-hebatnya udah saudara simpan, yang lebihnya yang herang-herang yang masih lempeng-lempeng, yang masih bau pabrik duit, simpan buat aku, kalau bau tengik bau oncom, bau tarasi, bau kelek, tah itu dibawa untuk Tuhan. Memberi dari kelebihannya.

Dia memberi lebih banyak dari kalau ada janda di gereja ya memberi ala kadarnya dari kekurangan dia. Tuhan lihat sisanya berapa, Tuhan tahu susahnya berapa, Tuhan tahu sulitnya kaya apa dia cari duit. Di situlah pertimbangan dari Tuhan berbeda dengan kita.

Kalau diumumkan dalam lelang-lelang, kita akan menyumbang untuk pembangunan gereja, yang menyumbang besar itulah yang dapat nama tapi Yesus menilai berapa sisa dari yang kita sumbang.

Waktu Cho Yong Gie, Cho Yong Gie itu punya gereja di Korea, saudara, paling gede di dunia. Jemaatnya 1 juta. Yang datang kebaktian hari ini nggak boleh datang minggu depan karena tidak kebagian tempat. Satu hari kebaktian 7 kali. Dan saya pernah ikut kebaktian cuma 1 jam, puji-pujian 20 menit, khotbah 30 menit, pengumuman-pengumuman langsung keluar. Begitu keluar, sepuluh ribu ini, keluar sepuluh ribu, ini masuk sepuluh ribu lagi. Jam ke dua. 7 kali kebaktian dalam satu hari minggu. Itu dalam tingkat 1, di atas ada lagi 10 ribu. Ada 7 tingkat sepuluh ribu. Di sebelah ada gedung melalui televisi, eh resep kebaktian di situ teh.

Pada waktu dia masih di gubuk, dia umumkan sama jemaatnya: Saya mau bangun gereja, disuruh Tuhan membangun gereja. Siapa yang memberi datang kepada Tuhan, bawa sumbangan saudara. Banyak barang dibawa, bawa emas, bawa apa. Terus ada satu ibu, dia bawa mangkok sama sumpit. Mangkok. Pas di depannya Cho Yong Gie. Dia taruh mangkok sama sumpit. Cho Yong Gie bilang: Stop, kenapa kamu kasih mangkok sama sumpit? Kaget Cho Yong Gie, ini ibu dia bilang: Cuma ini yang saya punya. Dengan tersenyum. Betul? Betul. Kalau begitu jangan dikasih, bawa pulang. Saya kasih bukan untuk pendeta, saya kasih untuk Yesus. Terpukul Cho Yong Gie, dia ambil itu mangkok, dia umumkan sama jemaat: Saudara-saudara, saya menganggap remeh pemberian ini. Saya terpukul. Saya ditegor sama Tuhan. Pemberian seorang janda - mangkok dan sumpit - saya anggap remeh, saya minta maaf, minta ampun sama Tuhan, minta maaf sama ibu ini. Dilelang saudara, siapa yang mau beli ini  mangkok. Ada yang beli 50 ribu US$, 450 juta.

Jadi ternyata persembahan yang kecil itu menghasilkan lebih besar dari yang disangka oleh Cho Yong Gie. Demikian juga yang dikatakan Yesus, mereka semua memberi dari kelebihan. Saudara boleh memberi dari kelebihan. Memang gampang memberi dari kelebihan. Tapi yang susah waktu saudara butuh, saudara butuh itu uang tapi saudara beri juga sama Tuhan ... itu yang berat sekali, ya. Saya kenal, nanti saya kasih tahu siapa dia, saya kenal seorang bapak. Dia anggota GPdI ketapang. Dia bersaksi sama saya, suatu kali perusahaannya, udah kaya mau bangkrut, udah habis. Duit di bank tinggal 6 juta. Anak 3 istri 1. Dia datang ke gereja. Eh, di gereja diumumkan, kita mau bangun gereja, kita lagi kumpul dana. Siapa yang mau memberi silakan beri.

Dia nengok. Uang 6 juta saya pakai modal nggak bisa. Saya kasih semuanya dah. Dia keluarin cek, dia tulis 6 juta, sudah masukin di kantong kolekte. Sudah. Heran kalau kita kan susah, dia begitu beri itu plong, hatinya itu senang sukacita. Kalau saudara-saudara ke Hotel Yasmin, ini dia ini sekarang itu. Yasmin dia punya. Waktu kita GPdI Jawa Barat mau bikin musyawarah daerah, kita cuma telepon sama dia, saya mau bicara sama bapak ini. Di telepon, eh ko Yoyo gimana? Gini gini. Nggak bisa ko Yoyo, harga paling murah 165 juta. Jadi MD punya berapa? Kita tanya, kalau bisa yang murah berapa tuh, bisa nggak 100 satu orang satu malam? Nggak bisa. Nanti kita ditegur sama perhotelan. Begini saja, saya kasih, dia bilang nyumbang 42 juta, sisanya MD yang bayar. Aduh, puji Tuhan, haleluyah, padahal saya belum jadi ketua waktu itu, saya masih sekretaris. Nggak ketemu dia, boro mau ketemu, mau kamsiah nggak ketemu. Tapi bawahannya udah bilang, ini kata pak Rudi, kamarnya bagus-bagus semua dibeset semua dengan harga yang sangat murah.

Pada waktu pertama dia beri, dia beri dari kekurangan. Ketika dia jadi pemilik hotel itu, dia bangun lagi di Irian Jaya hotel ... dia beri dari kelebihan.

Siapa yang berani memberi dalam kekurangan, dia pasti akan satu kali memberi dari kelebihan. Maka firman Yesus itu saya bilang cenglinya luar biasa. Dia nggak ngomong memberi banyak, tidak. Ini yang kecil ini dia memberi lebih banyak sebab dia memberi seluruh hidupnya dan apa yang ada padanya. Di dalam ayat ke 4 dikatakan,

21:4 ..., tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

Livelihood. Kalau saudara piara ayam, ada 10, bebek ada 5, itu livelihood. Kalau ayam ya kita masih nggak potong juga, masih bisa bertelor, kita ambil telornya, itu livelihood saudara, itu nafkah saudara. Kalau saudara punya sapi, yang betina, saudara kawinkan punya anak, anaknya disuruh makan, susunya saudara dapat, itu livelihood saudara, nafkah saudara. Bayangkan Tuhan Yesus bilang, ini perempuan, ini janda, dia memberi semua nafkahnya. Semua livelihoodnya dia beri.

Coba kita maju dulu ke dalam lukas 16. Dalam Lukas 16, kita membaca ayatnya yang ke-10: "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Janda ini sudah benar dalam soal-soal yang kecil dalam hal kekurangannya, itu mah udah lebih dari nekat. Tapi dia mau, dia menghargai Tuhan, dia tidak kenal Yesus, dia menghargai Allah, Elohim. Dia mau memberi, aku tidak punya apa-apa, ini yang terakhir aku punya, dua peser, aku beri kepada Tuhan. Maka saudara tidak percaya, saya sering kali makan, yang makanan yang saudara kirim, keluar air mata saya makan. Saya teringat kepada jemaat Galatia memperlakukan hamba Tuhan. Kita lihat Galatia

4:12 Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu.
4:13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku.
4:14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri.
4:15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku.
 

Sampai begitu besar cinta jemaat Galatia kepada Paulus. Mungkin saudara bertanya, apa maksudnya sampai dia mau cungkil, seolah-olah orang Galatia mau cungkil mata untuk kasih sama Paulus? Sebab Paulus sejak dia melihat Yesus, dia jadi buta 3 hari, dia punya kekurangan itu matanya tidak bisa lihat, tidak bisa lihat jelas. Itu sebabnya surat-suratnya banyak ditulis oleh orang lain; dia cuma dikte, dia ngomong, dia ngomong, tulis, dia tulis. Jadi cintanya dari jemaat Galatia kepada Paulus itu, dia rasa. Aku ini sakit, tetapi engkau tidak menganggap aku ini orang yang menjijikkan. Engkau tidak pernah menghina kepadaku. Dia bersaksi. Ini Paulus bersaksi: Aku tidak pernah menerima yang tidak baik dari padamu.

Lalu saya pikir-pikir, jemaat Galatia ini, ya kita ini GPdI Cianjur mirip-miriplah sedikit ya, mirip dengan jemaat Galatia. Bedanya saya nggak buta, itu aja. Saya belum bisa seperti Paulus bilang gini, jemaat Galatia itu luar biasa mata aja mau diganti,  

4:16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?
4:17 Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka.
4:18 Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu.
4:19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.
4:20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu.

Jemaat yang manis ini ada yang ngeracunin. Guru-guru Taurat.  Paulus kirim surat dari penjara, ingat waktu kamu mulai permulaan, ingat waktu aku sakit, ingat perlakuanmu kepadaku, engkau sangat mengasihi aku, sangat menyayangi aku.

Sekarang saya mau tanya saudara. Kalau saudara harus jadi salah satu dari cerita ini, saudara mau pilih jadi orang kaya atau jadi janda. Sebab teori. Nggak apa-apa, kita memang janda, saya juga mau pilih janda. Nantinya diberkati Tuhan, kita sedang kekurangan kita memberi tapi Tuhan bilang dia memberi lebih banyak dari orang kaya. Berarti dia memberi besar. Susah kita praktekkan dalam diri kita ini sangat sulit. Sekarang kita mau belajar dari jemaat di Filipi. Fiipi 4:10, ini Paulus juga, dia yang bangun jemaat Filipi

4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Apa, kenapa Paulus bicara ini? Sebab di dalam ayatnya yang ke-16,

4:16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
4:17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.

Salah satu jemaat di Jakarta waktu saya kenal dia, mereka baru suami istri, mungkin baru punya anak 1. Mereka buka salon di rumah mereka di Green Garden. Saya masih ingat, rambut gondrong. Kalau sama Tuhan berani, Tuhan juga berani sama orang begitu. Dia itu orang berani saudara, berani sama Tuhan berani memberi. Sama seperti janda ini - dari kekurangan. Sedikit, sedikit, sedikit dia beli rumah. Sekarang rumahnya besar sekali, ada kolam renang, anaknya semua ada di Amerika sekolah.

Baru-baru ini dia beli tanah di Ciloto dan dia sedang bangun rumah yang sangat besar dan dia bilang: Ko Yoyo kalau mau pakai, jemaat mau pakai, untuk doa, untuk puasa, silahkan pakai. Dia yang bangun Pasar Cianjur. Dia bangun banyak pasar. Dan tadi malam saya makan di restoran yang dia buka di Jakarta. Waktu saya dipanggil Gus Dur sama-sama dia. Berani sama Tuhan, Tuhan juga berani sama kita. Barang siapa yang malu mengaku Aku, Akupun malu mengaku dia. Siapa memberi akan diberi, siapa mengampuni akan diampuni. Ceng li, dong.

Kalau kita penuh penyerahan kepada Tuhan, Tuhan akan penuh dengan segenap penyerahan-Nya Dia berikan kepada saudara, segala kepercayaan. Kebanyakan dari kita baru berhasil punya ... aduh, udah belagunya udah sombongnya. Gereja kebaktian sudah nggak dikunjungi. Banyak ribuan orang yang jauh lebih kaya tapi rendah hati, saya kenal banyak. Jangan lupa Tuhan.

Dia bikinku jadi kaya. Siapa yang memberi kekayaan? Dia. Ingat itu, saudara. Yang memberi kita hoki, yang memberi kita kekayaan, yang membuat kita berhasil, membuat kita sukses, yang membuat kita jadi dokter, jadi insinyur, yang membuat kita berhasil dari tidak ada menjadi ada, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mampu menjadi mampu, itu hanya Tuhan Yesus Kristus saja. Bagi Dialah segala kemuliaan. Bagi Dialah segala pujian. 

-- o -- 

Rabu, 28 Mei 2008

BAIT ALLAH

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita membuka kembali Injil Lukas   

21:5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
21:6 "Apa yang kamu lihat di situ--akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."

Saudara, di seluruh dunia ada satu tanah yang dipilih oleh Tuhan. Bukan benua Eropa, bukan Australia, bukan Amerika, bukan Afrika. Tetapi Dia pilih benua Asia. Asia ini ada banyak negara, tetapi Tuhan memilih satu negara, yaitu Israel. Di Israel ada satu kota yang dicintai oleh orang Israel, Yerusalem. Di Yerusalem banyak bangunan tapi yang paling dicintai oleh orang Israel adalah Bait Allah. Bait Allah ini adalah hal yang paling penting untuk orang Yahudi, untuk orang Israel karena diperas dari dunia yang besar ke Asia. Dari Asia ke satu negara yang kecil, Israel. Di Israel kepada satu kota Yerusalem. Di Yerusalem ada Bait Allah.

Bait Allah ini belum pernah ada di dunia yang bangunan yang seindah Bait Allah. Saudara boleh bayangkan, dibangunnya tidak boleh kedengaran suara palu. Kalau saudara baca dalam kitab Raja-raja, tidak boleh kedengaran suara palu. Jadi mereka bawa bata - kalau di kita batu bata merah kecil-kecil - ada satu batu dari gunung itu panjangnya 13 meter. Saudara bayangkan. Dan lebarnya sekitar 80 meter. Dan itu diambil, dipahat dari gunung. Di gunung boleh dipahat tapi masuk ke Yerusalem dengan roda. Roda, dibawa batu itu sampai di Yerusalem. Angkat, berat sekali. Tidak boleh ada suara palu.

Luar biasa bangunan ini. Bangunannya, kapan-kapan nanti saya cari gambarnya, taruh di overhead, seperti apa itu bangunannya. Di dalam ayat ke 5, 

21:5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:

Bait Allah itu - bangunan ini mah nggak ada artinya . Bangunan yang paling modern di Jakarta, nggak ada artinya dibandingkan dengan Bait Allah. - Lalu orang yang datang ke situ daripada berbakti kepada Allah, ngobrolin indahnya Bait Allah. Ngobrol tentang bagusnya Bait Allah, mengagumi bangunan itu. Batunya yang dipakai batu-batu yang mahal. Kalau saudara nanti minta sama Tuhan. Saya yakin Tuhan bisa beri kepada saudara. Diberi kesempatan untuk lihat Yerusalem yang di dunia ini.

Pada waktu sore kena sinar matahari, Yerusalem itu warnanya keemas-emasan. Sebab tidak boleh membangun Yerusalem dengan bata merah. Tidak boleh membangun rumah dengan batu hitam. Harus dengan batu yang seperti marmer itu, batunya berwarna agak kuning. Kalau kita masuk ke Yerusalem ketika senja, kita lihat, tidak ada kota seindah Yerusalem. Sekarang di dalam Yerusalem itu ada bait Allah. Semua yang datang ke situ tidak mengagumi Tuhan lagi. Nggak bicara tentang Tuhan. Bicara tentang Bait Allah, bicara tentang keindahannya.

Dihiasi dengan batu-batu yang mahal, dengan batu ukir-ukiran yang mahal. Kalau saudara lihat di televisi bahwa ada orang Yahudi sedang berdoa, itu baru sepertiga dari bangunan yang ada. Sepertiga yang lain tenggelam karena sudah roboh. Sepertiga yang lain dirobohkan. Jadi yang sedang mereka hadapi itu hanya tinggal sepotong, sepertiga dari bangunan yang dulu pernah ada. Ini menjadi pelajaran bagi kita. Di gereja jangan saudara mengagumi bangunannya.

Kalau di Amerika - memang saya kagum sih - gereja dari kaca, dari kristal. Semua, nggak ada tembok begini. Semua dari kaca, sampai diatas. Nggak pakai lagi lampu. Matahari terang. Kalau panas, terbuka, udara masuk. Kalau kedinginan, ditutup. Semua kaca. Kristal Katedral. Tapi dibanding Yerusalem, nggak ada apa-apanya, dibanding Bait Allah di Yerusalem. Kesalahan orang-orang ini sedang bicara, mengagumi. Jadi waktu Yesus masuk ke Bait Allah, mereka sedang mengagumi. Wah hebat yah, batunya, ukirannya, pintunya dengan hiasan, dengan berbagai-bagai barang persembahan.

Kata persembahan dalam bahasa Inggris diapaki kata donation, sumbangan. Sumbangan dari orang-orang, dari bangsa-bangsa itu menyumbang untuk menghias Bait Allah di Yerusalem. Pelajaran yang pertama: Jangan mengagumi bangunannya. Waktu Oom Mandey meresmikan STT, dia bilang: Ini STT paling bagus di Indonesia. Dalam hati saya: Tuhan tolong, jangan sampai orang melihat STT ini bangunannya. Tolong. Banyak orang yang masuk ke gereja yang bangunannya udah gede, bagus, megah. Dia mau jadi anggota gereja itu.

Kita harus memuji Tuhan ada gereja besar, ada gereja indah. Tapi kita harus hati-hati bukan yang dikagumi itu bangunannya, gerejanya, batunya, sound systemnya, cahayanya, modelnya, keindahannya. Tidak. Jadi Yesus itu, Dia kaya punya cemburu rohani. Orang-orang datang ke Bait Allah bukan menyembah Bapa di Sorga, bukan menyembah Allah yang hidup. Mereka malah menyembah bangunan, Bait Allah. Lalu Dia bilang begini:

21:6 "Apa yang kamu lihat di situ--akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."

Bayangkan saudara, orang Israel bisa marah. Kok Yesus ngomong sembarangan gitu. Tapi itu terjadi pada tahun 70 masehi. Jenderal Titus, tenteara Roma, dia menghancurkan Yerusalem, menghancurkan Bait Allah sampai rata dengan tanah. TIdak ada lagi Yerusalem. Semua hancur. Itu sebabnya sampai sekarang orang Israel itu menangisi di dinding sisanya itu. Sampai mereka bilang itu hanyalah dinding ratapan. Mereka meratap disitu. Mengingat itu Bait Allah yang dulu hebat sekarang hanya dinding sepotong ini. Itu menjadi tempat suci bagi orang Israel.

Mereka menangis, meratap di situ menunggu Mesias. Padahal Yesus sudah datang, mereka tidak tahu. Menunggu disitu, meretap sampai sekarang. Lalu kita lihat yang satu ini, Bait Allah ini hasil dari sumbangan, donasi. Kita mau buka satu ayat dalam I Petrus 2:1-10,

2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

Di situ Petrus berbicara mengenai pertumbuhan dengan adanya bayi yang bertumbuh sebagai anak sampai menjadi dewasa. Tetapi dalam ayat ke 4,

2:4. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani - Jadi Yesus sekarang sedang membangun Bait Allah Rohani. -, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Dulu Bait Allah, orang membawa domba yang jasmani, domba betulan. Darah domba bener-bener. Tetapi sekarang Yesus sedang membangun Bait Allah, yaitu kita membawa persembahan yang rohani. Siapa? Anak Domba Allah, Yesus, Kristus, kita bawa kehadapan Tuhan. Itu sebabnya kalau kita sembahyang jangan lupa berkata: Tuhan, ampuni dosa saya demi darah-Mu yang kudus. Artinya kita membawa persembahan rohani kepada Tuhan. Tuhan, mungkin hari ini saya sudah bersalah yang sengaja atau tidak disengaja, yang saya sadar atau tidak sadar, dirasa atau tidak dirasa, tapi Tuhan mohon ampuni saya dengan demi darah-Mu yang kudus.

Kita tidak lihat darah-Nya. Dua ribu tahun yang lalu Yesus sudah mati. Disebutlah itu persembahan yang rohani. Dombanya kita tidak lihat. Disebut Anak Domba Allah Tuhan Yesus. Berikutnya, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Kalau bukan persembahan Yesus Kristus, tidak berkenan kepada Allah. Saya mengagumi apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita dari agama Budha. Mereka tanpa disuruh kumpulkan uang untuk orang-orang susah, menolong. Tapi tanpa Yesus, tanpa Yesus Kristus. Saya juga mengagumi agama Hindu. Tidur diatas paku, telanjang dada. Dia pakai sorban, pakai cawat, tidur diatas paku. Hampir-hampir tiap hari puasa untuk mencapai nirwana, dia korbankan dirinya.

Kalau di Singapur, orang India di Singapur, ambil kaitan dari besi masukkan di dahi. Tambah sakit, tambah dia berkorban untuk Tuhan. Lidah ditusuk-tusuk, potong-potong lidah, keluar darah. Tapi tanpa Yesus Kristus. Agama Kong Hu Cu bukan agama yang tidak baik. Agama yang baik. Dia mau uhauw sama orang tua. Dia memasang tiga hio. Tanpa sadar tiga hio itu lambang Bapa, Putra, Roh Kudus. Dia nggak tahu. Dia sembahyang, dia berdoa, sungguh-sungguh cari Tuhan. Tapi tanpa Yesus Kristus.

Sama dengan satu orang dalam Kisah Rasul 10. Namanya Kornelius. Dia nggak kenal Allah, cuma dia tahu ada Allah. Maka tiap hari dia berdoa. Semua keluarganya takut akan Allah. Tapi dia tidak tahu seperti apa itu Allah. Saking tulusnya dia, dia korban untuk pekerjaan Tuhan. Tulusnya dia,   Yesus menampakkan diri yang suruh dia ketemu sama Petrus. Sebab nanti dia akan kasih tahu sama kamu yang mana agama yang betul itu yang mana. Ketemulah dia dengan Petrus. Petrus memberitakan Injil tentang Yesus Kristus. Dia langsung terima.

Kalau saudara ingat dalam Kisah 8ada sida-sida. Sida-sida dari Etiopia ke Yerusalem naik kereta. Berapa ribu kilometer dari Afrika? Dan dia sedang pulang, dia baca kitab Nabi Yesaya tentang domba yang kelu. Tentang domba yang tidak melawan ketika mau dipotong, digundulin, dicukurin. Dia tidak melawan. Filipus diutus oleh Roh Kudus. Dan Filipus tanya: Mengerti nggak apa yang dibaca? Dia bilang, bagaimana saya bisa mengerti kalau tidak ada yang menerangkan. Ini dia bicara tentang dirinya atau tentang siapa? Mulailah Filipus bersaksi tentang Yesus Kristus. Stop dia ditengah jalan. Saya ingin dibaptis. Langsung terima. Kita lihat lagi I Petrus 2:5,

2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani  bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Kalau tidak karena Yesus Kristus, tidak akan berkenan. Karena Yesus Kristus, kita diperkenan oleh Allah. Itu sebabnya kalau sembahyang selalu harus berdoa: Saya alaskan doa ini didalam nama Tuhan Yesus Kristus. Berkenan doa itu. Tuhan menjawab, Tuhan mendengar doa itu. Karena dengan memakai Tuhan Yesus Kristus. Masih disini. Saudara harus dijadikan, digunakan sebagai batu yang hidup. Tadi saya ngomong tiga belas meter batu untuk Bait Allah yang di Israel, batu yang mati. Sekarang Tuhan mau membangun Bait Allah yang hidup dengan batu yang rohani, saudara dan saya. Dibangun.

Kalau kita baca di Lukas, orang nyumbang, donasi. Sekarang kita membawa persembahan. Kalau doa atau apa juga, kita persembahkan hanya untuk Tuhan. Itu bedanya dulu dan sekarang. Dulu orang mengagumi bangunannya. Sekarang kita mengagumi Tuhannya. Saudara datang ke gereja ini jangan mengagumi apa-apa selain kagumi Yesus saja. Yesuslah yang harus dikagumi. Jangan mengagumi kerajinan orang. Jangan mengagumi si itu hebat. Jangan mengagumi pendeta ini hebat. Jangan mengagumi bangunannya mewah, habta. Tidak ada gunanya.

Sampai Yesus bilang, ini sebentar lagi ambruk. Nggak ada satu batu diatas batu. Rata. Betul. Tahun 70 Jendral Titus datang, meratakan Yerusalem. Kita baca ayatnya yang ke 6,

2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Ini salah satu penghiburan dari Tuhan buat saya. Saya juga selalu mempercayai ini. Siapa yang percaya sama Yesus, tidak akan dipermalukan. Sekarang barang-barang naik, semu mahal, demo dimana-mana. Ada delapan kota demo besar-besaran, beberapa mahasiswa ditangkap. Dan kalau ada mahasiswa ditangkap, demo biasanya nggak akan berhenti. Kenapa selalu bulan Mei? Dulu Cianjur, 19 Mei ribut. Sepuluh tahun yang lalu Jakarta, kok bulan Mei. Yang kemaren 24 Mei ribut Jakarta.

Waktu saya lihat di televisi, nggak polisi, nggak mahasiswa. Polisi satu orang dikeroyok, ditendang mukanya sama orang tinggi besar, nggak tahu siapa itu. Tapi disisi yang lain mahasisiwa dipukulin sama polisi sampai berdarah-darah badannya. Tapi ini janji Tuhan, siapa yang percaya kepada batu itu tidak akan dipermalukan. Saudara percaya apa tidak? Kalau percaya tenang saja. Saudara tidak akan dipermalukan. Berikutnya ayat 7,

2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia - ia itu siapa? Tuhan Yesus - mahal - Maka janganlah Bait Allah yang dari dunia yang kita kagumi. Bangunan gereja, waduh itu gereja besar bisa menampung delapan ribu, sepuluh ribu orang. Mengagumi bangunan. Kita tidak mengagumi Tuhan yang kita sembah dalam Yesus Kristus -, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
2:8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Saya dan saudara memerlukan belas kasihan Tuhan. Sejak saya baca ayat ini, saya nggak mau menghakimi orang. Orang itu berbuat ini, orang itu berbuat itu. Hari minggu ada pendeta yang kurang ajar, ngelawan, bandel. Minta maaf sama saya. Ya sudah, saya kasih uang empat ratus ribu karena saya tahu dia banyak keperluan. Ada satu orang lagi hidupnya nggak karu-karuan, begini begitu, aduh, minta-minta. Yah akhirnya saya kasih juga dua ratus ribu.

Ayat itu bilang, yang tidak percaya, tidak taat kepada firman, Tuhan sudah menyediakan juga. Ada juga, apa yang akan mereka terima Tuhan punya juga. Tapi bagi kita yang percaya Yesus itu mahal. Bangga kita punya Yesus. Bangga saya kenal Yesus. Bangga kita dipilih oleh Tuhan. Banggalah saudara. Coba kita renungkan, kita hidup di dunia untuk apa? Sekolah tinggi jadi profesor? Jadi insinyur? Mau apa kita hidup di dunia? Untuk dipilih menjadi batu-batu yang hidup. Haleluyah?

Tidak boleh ada suara palu waktu diturunkan dari gunung. Maka saudara juga tidak ada suara palu, tidak dengan kekerasan. Barangsiapa mau percaya, dia tidak binasa. Kita baca dulu satu ayat dalam Yohanes 3: 16,

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ini tujuan hidup kita, hidup kekal. Bukan yang didunia. Hidup setelah didunia itu hidup kekal sampai selama-lamanya. Lalu ayat 18,

3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Hanya dua: Percaya atau tidak percaya. Percaya dapat hidup yang kekal. Tidak percaya dihukum. Satu ayat lagi. Markus 16:15-16,

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Hanya dua: Percaya, dibaptis, selamat. Tidak percaya - tidak ditulis lagi tidak dibaptis. Sebab orang tidak percaya pasti tidak mau dibaptis. Dia tidak selamat. Kalau saudara sudah percaya kepada Yesus dan dibaptis, sudah tenang. Jalani hidup yang benar, ikut Tuhan sampai diujung jalan hidup kita. Kita akan bertemu dengan Dia dalam dunia kekekalan. Jangan mengagumi bangunan, jangan mengagumi hiasan, jangan mengagumi manusia. Jangan mengagumi apa. Tapi haruslah kita mengagumi hanya Tuhan saja. Haleluyah? Mari kita lihat ayat terakhir. Wahyu 19:9-10,

19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
19:10 Maka tersungkurlah aku - Ini Yohanes - di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."

Ada haleluyah? Sembahlah apa katanya? Allah atau sembahlah Tuhan karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat. Wahyu 22:6-9, Itu sudah salah Yohanes. Eh salah lagi dia.

22:6. Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi."
22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"
22:8 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.
22:9 Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!"

Dua kali dalam kitab Wahyu. Jangan sembah saya. Saya ini malaikat, saya ini hamba sama seperti kamu. Jangan mengagumi manusia karena sia-sia. Jangan mengagumi bangunan. Bangunan akan rusak. Jangan mengagumi hiasan. Hiasan akan layu. Kagumilah Tuhanmu. Tuhan Yesus yang menebus dari segala dosa. Barangsiapa percaya kepada Dia tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Saya kembalikan kepada yang bertugas.

-- o -- 

Rabu,18 Juni 2008

AKHIR ZAMAN

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mari kita buka Alkitab kita dalam injil Lukas

21:7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"
21:8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
21:9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
21:10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
21:11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
21:12 Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.

Ayat 7 murid-murid Tuhan Yesus bertanya: "Guru, kapan itu akan terjadi?

Apa yang ditanyakan, kapan akan terjadi? Adalah ayatnya yang ke-6, apa yang kamu lihat di situ, akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.

Mari kita renungkan beberapa rabu yang lalu, bahwa bangunan yang paling dicintai oleh orang Israel adalah bait Allah. Dari seluruh dunia Tuhan memilih satu benua, yaitu Asia. Dari benua Asia, Tuhan pilih satu negara ... Israel. Dari negara Israel, Tuhan pilih satu kota ... Yerusalem. Dan di Yerusalem, Tuhan pilih satu tempat yang menjadi kekasih dari orang Israel, yaitu bait Allah.

Tetapi Tuhan Yesus bernubuat, tidak ada batu yang akan terletak di atas batu yang lain. Mari kita renungkan.

Kalau bait Allah saja yang belum ada tandingannya sampai sekarang, bangunan yang luar biasa ini diizinkan oleh Tuhan hancur, sampai tidak ada batu di atas batu. Sebab bukan bata merah, mereka bikin batu panjangnya 13 meter, 80 cm, tinggi dan lebarnya sama. Saya ulangi. Kalau bangunan bait Allah yang mahal, yang besar ... Tuhan izinkan hancur, apalagi bangunan zaman sekarang, apalagi bangunan hotel-hotel tinggi yang segala rupa itu juga akan hancur.

Dalam ayat ke-8,  jawab-Nya: Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.

Sebelum kehancuran terjadi, Tuhan bilang waspada, supaya kamu jangan ditipu, jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku. Jadi orang akan memakai nama Yesus untuk menyembah dia tapi dia pakai nama Yesus, dengan nama Yesus. Makanya Tuhan Yesus berkata, bukannya yang berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan akan diselamatkan tetapi yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Banyak orang datang dengan memakai nama-Ku dan berkata akulah Dia, dan saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.

Kekuatan tipuan ini sangat kuat sehingga kalau kita tidak jeli, kalau kita tidak waspada, kalau kita tidak penuh dengan Firman Tuhan, kita akan tertipu. Saya akan berikan 2 ayat dulu bahwa Yohanes pernah tertipu, pernah mengagumi yang bukan Tuhan Yesus. Dan itu ditulis di dalam Alkitab. Kita lihat dulu kitab Wahyu

22:8 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.
22:9 Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!"

Ini yang tertipu justru murid Yesus yang paling dicintai. Ketika dia melihat penglihatan itu dan melihat malaikat dengan segala kemuliaannya, dia tersungkur mau menyembah dia. Tetapi saudara-saudara, malaikat itu tahu diri dan berkata: Jangan menyembah aku karena aku ini hamba sama seperti engkau. Jadi saudara lihat, kita ini, rasul saja tertipu, kita ini manusia biasa. Kita sering mengidolakan justru bukan Tuhan tetapi orang. Satu lagi saya tadi bilang 2 ayat, Wahyu

19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah." - Ini yang ngomong malaikat -
19:10 Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."

Dua kali Yohanes tertipu. Dia kagum tidak kepada Yesus, dia mengagumi yang bukan Tuhan. Itu pernah terjadi kepada Petrus. Petrus ini hampir disembah, dianggap seperti malaikat karena mengadakan mujizat yang luar biasa. Kisah Rasul

3:12 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

Jadi ketika orang lumpuh berjalan, waduh, semua orang melihat Petrus itu kaya malaikat, kaya Tuhan. Sampai Petrus bilang, kami ini bukan dengan kekuatan kami tetapi dengan kekuatan dari nama Tuhan itu, kata Petrus kepada mereka. Nah, Rasul Paulus memberikan satu warning kepada jemaat Galatia. Galatia

1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Saya rasa sudah cukup sampai di situ mengenai kewaspadaan supaya jangan sampai kita tertipu. Saudara sudah dapat pesan dari Tuhan Yesus.

Kembali lagi kepada Lukas 21:8 bagian akhir: Saatnya sudah dekat. Jangan kamu mengikuti mereka.

Berarti orangnya lebih dari 1, yang mengajarkan pelajaran sesat, yang mengaku-ngaku hamba Tuhan, itu lebih dari satu. Banyak. Tapi Yesus bilang, jangan ikuti mereka.

21:9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."

Nah, saya tidak akan pakai beberapa negara terlalu banyak. Tetapi supaya saudara tahu ya, bahwa di mana-mana sekarang peperangan terjadi. Di mana-mana. Di Israel sudah tidak aneh lagi tertulis di Alkitab, tidak akan berhenti perang, terus perang, hampir tiap hari perang. Di Irak baru tadi pagi 51 orang di mesjid mati karena diledakkan sama bom; orang islam sendiri bunuh orang islam. Sekitar 3.000 tentara Amerika sudah mati di Irak oleh karena peperangan. Tidak berhenti ini, terus di sana-sini ada peperangan.

Di Afrika ada sekitar 200 ribu orang kristen yang mati dibunuh oleh pemerintahan yang mayoritasnya islam. Ditutupi tetapi banyak orang sudah tahu. Sekarang kita juga banyak negara-negara itu anak-anak kecil umur 14 tahun sudah dilatih untuk bunuh orang. Di sekolah-sekolah kelas 6 SD sudah dilatih untuk membenci Amerika, membenci orang kristen, membenci orang kaya. Di Afghanistan anak-anak perempuan tidak boleh sekolah. Kalau kemarin saya lihat filmnya mereka dibangunkan sekolah. Orang kaya di Amerika dia bangun sekolah untuk anak-anak islam perempuan, yang tidak boleh lihat laki-laki, harus tutup mukanya dari kecil. Sekarang mereka bisa sekolah dan mereka bisa mendapat pendidikan.

Sebaliknya ada orang dari Bahrain, orang islam, orang kaya, dia kirim 100 juta dollar untuk membangun sekolah di Amerika, yaitu di Iowa yang kena badai Katrina dan banjir baru-baru ini.

Jadi kesulitan bukan cuma di Indonesia. Di Amerika, kota yang canggih kita yang hebat, tidak berdaya. Nanti hari minggu saya akan bicara mengenai hubungan kita dengan Allah. Badai di mana-mana. Kita belum pernah ngalami badai seperti itu, tetapi badai itu luar biasa. Banyak orang yang mati, mereka makan kayu-kayu yang busuk untuk makan untuk mengisi laparnya. Dan pemerintah bilang, tidak ada apa-apa. Itu yang disebut keributan. Selain peperangan, ada keributan yang besar.

Nah disebutkan, janganlah kamu terkejut. Wahai anak-anak Tuhan, orang-orang kristen, murid-murid Yesus, jangan terkejut, jangan kaget, ketika ada banyak peperangan. Sebab semuanya itu harus terjadi dulu. Tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera. Kita masih ingat tahun 63, di Cianjur saudara, rasanya kiamat, rasanya kiamat sudah. Satu hari minggu 19 Mei, seluruh kota Cianjur dibakar, khususnya rumah-rumah orang Tionghoa, toko-toko orang Tionghoa. 

Peperangan bertambah. Keributan di mana-mana. Kekacauan di mana-mana. Tapi Tuhan bilang, harus terjadi dulu. Satu ayat di Mazmur berkata begini: Tuhan, peliharalah aku, seperti biji mata-Mu.

Saudara dan saya adalah biji matanya Tuhan. Tubuh kita yang paling kita lindungi adalah mata. Ketika ada kelilipan, langsung ditutup, melindungi mata kita. Ada kilat saja langsung tertutup. Ada kaget saja langsung tertutup. Seperti itu Tuhan mau melindungi kita.

Saya lagi pikir, bagaimana Tuhan lindungi kita seperti biji mata Tuhan? Kita lihat tapi tiba-tiba Tuhan tutup mata. Nggak kelihatan. Orang lain merasa, anak Tuhan nggak merasa. Saudara tidak akan lihat kegelapan, saudara akan lihat terang. Saudara tidak akan lihat musibah katak, saudara tidak akan lihat maut. Ayat 10, Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan."

Saya paling senang melihat film-film sejarah. Bangsa Tiongkok besar seperti ini sekarang, itu setelah melewati ratusan peperangan ... antar kerajaan 1 dengan kerajaan kedua. Itu difilmkan jenis sejarah. Sampai ada nomor 1 nya bisa mempersatukan Tiongkok. Tetapi Tiongkok sekarang terganggu dengan adanya gempa di Yunnan, sangat mengerikan. Sampai 2 pemain tenis Tiongkok juara, dia dapat uang, dia tidak pakai, dia kirim ke Yunnan. Tidak butuh bantuan seluruh RRT bersatu kirimkan uang. Tapi belum dibangun sudah ada lagi gempa. Jadi sekarang di mana-mana ini kekacauan.

Lalu ada bangkit bangsa melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan.

Saya tidak usah terangkan ini. Saudara sudah lihat sekarang, ya. Keributan-keributan. Malaysia saja sama Indonesia nggak cocok sekarang. Singapura sekarang sama Malaysia sudah tidak cocok. Rebutan hanya satu pulau yang kecil saja tapi buat Singapura itu sangat penting buat Malaysia itu juga dianggap penting. Ribut. Tidak sampai perang tapi ribut.

Satu jemaat kami di Jakarta dia punya teman Marsekal Udara, Cepi Hakim, yang sekarang sudah menjadi mantan. Ngobrol-ngobrol waktu Amerika mengalahkan Irak dalam 21 hari Irak jatuh oleh Amerika. Bagaimana ya kalau kita?, kata jemaat saya ini sama temannya itu, pak Cepi Hakim. Dia bilang, kalau Indonesia ... 1 hari saja jatuh. 

Kita nggak punya apa-apa sekarang. Makanya kita dilecehin. Sama Malaysia dilecehin, sama Australia dilecehkan. Ribut sedikit saja Timor Timur lepas, ribut sedikit saja satu pulau di Kalimantan lepas. Kita nggak punya kekuatan. Itulah keributan.  

Kemarin ada satu jemaat saya dia kasih keterangan bahwa dia ingin menanam 150 ribu kayu meranti baru di Kalimantan. Sebab dari Palangkaraya satu daerah kiri kanan sudah tidak ada hutan. Dan itu selalu dieskpor ke Singapura secara menyelundup. Singapura tidak punya hutan tapi bisa ekspor kayu, kan aneh?

Nah, orang Indonesia ini memang mata duitan. Dari hulu ke hilir mata duitan. Kalau lihat uang, sudah. Babat hutan. Mau banjir, mau apa Tsunami, itu urusan belakang. Ayat 11, 

21:11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

Bukan gempa yang cuma 4.5 skala Richter, 5 skala Richter. Di Jepang baru setelah Yunnan Jepang itu 7.9 skala Richer. Di Yunnan 7.2 skala Richter. Ada dua gedung sekolah. Yang satu roboh total. Jadi tentara diturunkan menggali itu tanah roboh. Sekian puluh kilometer, tanah longsor harus digali. Jadi hitungan korban itu sedikit-sedikit. Sekian ribu, sekian ratus, sekian tambah lagi, tambah lagi. Ada bapa kehilangan anak, ada orang tua kehilangan anak sekolah. Satu sekolah tidak roboh. Satu sekolah roboh total, hancur. Ketika dilihat dari udara, aduh sedih sekali. Siapa pernah pikir di Yunnan akan ada gempa?

Tapi bagi jemaat Tuhan, itu harus jadi tanda. Ada gempa bumi bukan yang kecil - yang dahsyat! Dulu gempa di Mexico dianggap paling besar, 3.000 orang meninggal. Dianggap paling besar. Sekarang sudah ratusan ribu orang meninggal. Kehilangan rumah. Tadi pagi saja saya sudah dengar lagi 500 rumah di Jakarta habis terbakar. Yang saya mikirin, itu rumah orang-orang yang rumahnya terbakar, tinggal di mana hari ini, malam ini dia mau makan apa? Dan bukan orang kaya mereka orang biasa.

Kita itu saudara musti tahu ada gempa bumi yang dahsyat, di mana coba saudara baca? Ayat 11, di berbagai tempat. Bahasa Indonesia lama, di sana sini. Di sana ada gempa, di sini juga ada gempa. Di Mexico ada gempa, di RRT ada gempa, di Jepang ada gempa. Bahkan di Jepang gempa pertahun 600 kali, lebih dari jumlah harinya. Satu tahun cuma 365 hari tapi di Jepang gempa kecil sama besar itu 600 kali. Mereka sudah biasa dengan gempa-gempa. Maka bangunan mereka dibangun dari alat-alat yang ringan.

Akan ada penyakit sampar dan kelaparan.

Kita ingat Flu Burung, kita ingat penyaki yang Avian. Sampai di Singapura pernah satu tahun tidak ada turis masuk karena ada dokter dari RRC dia datang ke Singapura untuk ikut seminar tetapi dia sendiri kena, dia bawa virus itu. Nggak tahu dari mana. Dan tersebar ke seluruh Singapura. Nol besar turis tidak ada yang datang ke Singapura waktu itu. Karena seluruh dunia tahu Singapura kena bala sampar, penyakit.

Sama dengan Indonesia ada Flu Burung, ada ini, ada itu, ada HIV Aids, itu termasuk bala sampar. Lalu yang kedua, kelaparan.    

Boleh saya cerita sedikit ya bahwa seluruh kekayaan Indonesia cuma dinikmati oleh 2.000 orang. Nah, 2.000 orang inilah yang menguasai kekuatan ekonomi duit Indonesia. Tidak menghiraukan yang 250 juta rakyat Indonesia yang susah. Kita tidak akan ketemu lagi orang seperti Bung Karno, kita tidak akan ketemu lagi orang seperti Bung Hatta, tidak akan ketemu lagi orang seperti Pak Harto. Walaupun banyak salah tapi pak Harto aman, 32 tahun tidak ada ribut seperti sekarang, tiada hari tanpa unjuk rasa, maunya demo terus. Kita tidak akan ketemu lagi orang-orang yang baik. Seperti Ali Sadikin yang lurus hatinya tidak bisa dibengkokkan. Sekarang ini kita dalam keadaan yang sangat susah.

Nah, ada 2 pilihan kita: Mau ikut arus kebawa ikut mereka atau kita mau melawan arus. Melawan arus saudara tidak akan terkenal saja. Saudara akan dibenci tetapi saudara ikut Firman Allah. Atau ikut arus mereka? Terserah kita. Tapi Firman Allah bilang, harus melawan arus ... jangan ikuti mereka.

Dan akan terjadi gempa yang dahsyat di berbagai tempat, akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan. Ini yang kita harus waspada. Yang mengejutkan pertama dulu ... Tsunami. 260 ribu orang mati. Di Indonesia saja 130 ribu. Maaf saudara, itu mayat sepanjang 3 km ditumpuk karena terlambat pertolongan. Sudah pada bengkak. Biar saudara pakai minyak wangi apa lewat situ, pulang, orang di rumah bisa tahu, kamu bau mayat.

Satu pendeta lewat situ nangis. Dia nangis bukan lihat mayatnya. Dia bilang, orang-orang ini mati tanpa kenal Yesus. Itu mengejutkan kita. Ini yang kita harus waspada, ada tanda dahsyat dari langit. Ini belum terjadi. Kalau hujan es mah tidak terlalu dahsyat, saya sudah alami ini. Berikut.

21:12 Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.

Saya ingat beberapa tahun lalu ada orang di Pasirnangka dari islam dia jadi kristen. Sebelum Yohanes Siahaan, sebelum Edi Budiawan, orang itu. Saya lupa namanya. Ketangkap, ditangkap, dia bawa kaset-kaset, dia punya kesaksian di gereja, dia punya puji-pujian di gereja direkam sama dia. Ditangkap. Kamu masuk kristen, kamu harus mati, harus kembali lagi ke islam apa mati. Ini orang Pasirnangka yang sederhana, orang Sunda dia, dia diam, dia tidak ngomong apa-apa. Dilaporkan kepada guru yang lebih tinggi. Diputar kasetnya, nggak ada bunyi, nggak ada suara. Tadi saya dengar ngomong begini. Mana buktinya mana, saya mau dengar. Diputar balik playback, tidak ada suara. Sampai gurunya bilang, ya sudah lepaskan saja, bagaimana dia. Dan dia bersaksi sama saya. Saya selamat oleh Tuhan Yesus, orang mau cari bukti tapi tiba-tiba jadi hilang.

Saudara, jangan takut sebab ini terjadi pada saat orang-orang kristen dianiaya dulu di Yerusalem tapi Tuhan pakai keadaan aniaya itu berubah menjadi bersaksi di depan raja dan penguasa. Paulus bersaksi di depan raja dan penguasa, di depan Agrippa. Petrus bersaksi juga. Semua pada bersaksi. Rasul-rasul bersaksi di depan pembesar-pembesar bahwa Yesus adalah Tuhan.

Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.

Saya suka begini, kenapa kita bersaksi itu tunggu sempit dulu. Pada waktu kita mengalami kesempitan baru kita mau bersaksi. Ada kesempatan bersaksi. Justru waktu kita sedang sempat-sempatnya bersaksi kita tidak mau bersaksi. Salah satu cita-cita saya adalah punya jemaat yang bersaksi.

Sedikit banyak sudah dapatlah 30%, jemaat sudah bertambah, tidak seperti dulu. Tapi mari kesempatan yang tinggal sedikit lagi ini kita mau buka mulut, mau bersaksi tentang Tuhan Yesus. Mulai di rumah kita, mulai di lingkungan kita, kita bersaksi. Jangan senang-senang. Sebab ini masa adalah masa yang susah, katanya Timotius. Masa yang sulit. Memang bagi kita baik tetapi secara umum secara global kita sedang dalam masa yang susah. Ayat 14,

21:14 Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
21:15 Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.

Saya mau tanya, saudara percaya ayat ini? Kalau saudara dipanggil, seperti kemarin kita punya Yayasan diminta sama departemen keuangan, pajak 2 tahun belum bayar, harus bayar 22 juta. Menurut aturan bahwa fasilitas umum, fasum itu bebas pajak bangunan, bebas pajak tanah, kita tidak usah bayar pajak karena fasilitas umum, untuk sekolah, untuk yayasan, untuk segala rupa tetapi tidak tahu Cianjur ini.

Kalau saudara dalam kasus kebenaran ditangkap, musti ngomong, jangan mikir mau ngomong apa, ya? Jangan. Tuhan akan kasih kata-kata. Saya mau beri kesaksian satu eks pengerja saya namanya Edi Kawulu. Dia menikah dengan sesama pengerja juga, jadi gembala sekarang.

Waktu itu dia buka jemaat di Bekasi, dipanggil sama Lurah: Itu kamu ada acara apa di rumah? Edi Kawulu saudara ngomongnya lahak-lehek, senyum terus mukanya, orangnya ganteng: Ya pak, kita ini mau melayani orang yang beribadah kepada Tuhan. Mau ngomong lagi si Lurah, dia ngomong lagi, kita kalah kok sama bapak, kita belum bisa seperti bapak. Bapak kan berbakti sama Tuhan sehari 5 kali, kami ini baru seminggu baru 1 kali, pak. Sambil ketawa-ketawa. Terpukul ini Lurah. Lima kali satu hari kalau kami ini cuma seminggu sekali, itu juga kalau ada orang 2-3 orang kalau kumpul ayo kita berdoa sama Tuhan. 

Sampai akhirnya RT, Lurah, ya sudah kalau begitu silahkan saja. Satu hari dia tidak punya makanan. Ada istri ada anak. Dan pesan saya, jangan kamu minta-minta, jangan jalan ke sana, jangan jalan  ke sini. Diam di tempat. Di seberang ini rumah Haji: Pak Edi ada sedikit makanan. 

Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita setia. Setia dengan yang kecil akhirnya Tuhan kasih yang besar. Tuhan akan memberikan kata-kata kepada pembelaannya. Ayat 16,

21:16 Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh

Siapa yang menyerahkan? Sesama kristen. Saudara. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tua. Saudara-saudaramu. Saudara seiman yang menyerahkan kita, kaum keluargamu, sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan di benci dan di bunuh.

Yang melarang pembangunan gereja Pantekosta di Ambon bukan orang islam ... orang kristen Ambon. Di sini sudah ada gereja, kenapa mau bangun gereja lagi? Tuh.

Dan kamu akan dibenci semua orang, ayat 17, oleh karena Nama-Ku. Kenapa kita jadi kristen jadi dibenci? Nah, itu Tuhan Yesus sudah ngomong. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang, amin? Saudara boleh dibenci tetapi tidak sehelai rambutpun akan hilang. Kalau kita hilang, itu memang sudah kehendak Tuhan. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu. By your patience, ... dengan kesabaranmu, engkau akan memperoleh jiwamu; kehidupanmu akan diperoleh. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________