Khotbah Minggu Sore September - Oktober 2007

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 09 September 2007

 KARAKTER

Filipi

2:19 Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu.
2:20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;
2:21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.
2:22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.
2:23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku;
2:24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang.

Katakan kiri kanan, utamakanlah karakter.

Ayat 19, Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu,

Lihat segi tiga di depan. Segi tiga ini terbalik. Ini yang di bawah adalah jemaat Filipi, sudut ini adalah Paulus, dan ini adalah Timotius. Ketiga bagian ini terikat dengan cinta kasih Tuhan Yesus yang sangat luar biasa. Timotius yang berusia baru enam belas, tujuh belas tahun, belum tahu pacar ... dengan Paulus yang berusia sama dengan presiden SBY, lima puluh delapan tahun. Bayangkan, satu Paulus yang di dalam penjara umur lima puluh delapan tahun memikirkan sudut ini, sudut yang di bawah ini, yaitu jemaat Filipi: Siapa kiranya yang boleh menghibur jemaat Filipi?

Bayangkan, Paulus sendiri perlu penghiburan. Paulus sendiri sedang di penjara. Paulus sendiri memerlukan pertolongan. Paulus sendiri membutuhkan kebutuhan dari orang-orang percaya. Tapi terbalik, dia memikirkan orang yang ada di luar penjara, yaitu jemaat di Filipi. Tetapi kesulitan yang lain adalah dia tidak punya orang yang bisa menyampaikan isi hatinya, yang bisa menyampaikan bebannya, yang bisa menyampaikan rasa kasihnya kepada jemaat di Filipi. Kecuali seorang yang bernama Timotius yang baru enam belas tahun.

Pelajaran pertama, jangan menganggap seseorang itu remeh karena dia masih muda. Banyak remaja dan pemuda - yang masih remaja seperti Timotius ini - dipercaya oleh orang setaraf Paulus, sekaliber Paulus. Dipercaya.

Kita baca: Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku - Heran. Orang di penjara memikirkan jemaat Filipi supaya hatinya tenang. Supaya hati dia tenang memikirkan bagaimana keadaan jemaat -  oleh kabar tentang hal ihwalmu.

Ada kabar yang dia ingin dengar dari jemaat Filipi. Tapi tidak ada orang yang dia percaya kecuali Timotius. Maka di dalam kata ayat 19, kuharap. Berarti Timotius ini harapannya dari Paulus. Saya punya hati berharap anak-anak pemuda-pemudi, remaja ini bisa dijadikan Timotius-timotius. Memang nama mereka kaum muda Timotius. Saya beri nama dulu. Jadi biar muda tapi tidak dianggap remeh soal Alkitab. Biar remaja tidak dianggap remeh soal doa. Biar muda dan remaja tidak dianggap remeh soal puasa, tidak dianggap remeh soal pengetahun firman Tuhan. Hebat.

Ayat 20, Karena tak ada seorang padaku.

For I have no one. Yang sehati dan sepikir. Pikirannya sama. Bayangkan itu, Paulus punya teman Barnabas. Paulus punya teman Efraproditus. Paulus punya teman Efraphas. Paulus punya teman banyak. Titus itu anaknya juga. Tetapi dia bilang, tidak ada seorangpun yang sepikiran dengan aku - dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;

Kita mendapatkan kata sepikiran, like minded. Jadi apa yang dipikirkan Paulus, dipikirkan oleh Timotius. Timotius mengerti apa yang dipikirkan Paulus. Paulus tahu apa yang dipikirkan oleh Timotius. Dia ini bergerak bersama-sama. Dia naik, naik. Dia ke kanan, selalu ada kesamaan.

Wah, saya senang sekali kalau di dalam jemaat ini ada satu saja yang tahu pikiran saya. Yang bisa sepikiran dengan saya. Saya sangat terhibur. Karena saya belum mengucapkan apa-apa, dia mengetahui isi hati saya.

Saya sedih tadi pagi. Lagu saya dinyanyikan oleh jemaat dan murid sekolah alkitab, bahkan yang sudah tahu itu salah, dinyanyikan lagi.

Saya bilang, kapan mau bertobatnya jemaat? Nyanyi El Shaddai saja salah alias ngaco. Sudah kata pak gembala, itu teh salah. Tidak sepikiran sama gembala. Baru nyanyi saja, satu ka kulon satu ka wetan. Tapi lihat ini Timotius. Dia sepikiran dengan Paulus. Tidak ada di antaraku, tidak ada yang sepikiran, satu pikiran. Coba saja waktu family camp yang lalu, nggak semua ikut. Nggak sepikiran. Saya suka lihat burung pipit. Banyak itu ya, dia bergerombol, terbangnya sama-sama. Turun naik sama-sama.

Kalau sepikiran, sampai kata Daud saja, dia nyanyi  Oh, betapa indahnya .. Dan betapa eloknya .. Bila saudara iman .. Hidup dalam kesatuan. Nggak mungkin bersatu kalau belum sepikir. Sepikiran dengan aku.

Dikatakan lebih jauh, dan yang bersungguh-sungguh.

Sembahyang musti sungguh-sungguh, bukan panjangnya. Tapi sungguh-sungguhnya. Bersaksi juga bukan panjangnya tapi bersungguh-sungguhnya. Kalau bersaksi, saya kasih tipsnya. Ceritakan yang penting. Muliakan Yesus. Baik doa maupun apa, saudara harus bersungguh-sungguh. Ibrani

11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Amin? Satu kata saja ini saya berikan. Tuhan saja lihat yang sungguh-sungguh mencari Dia. Yang sungguh-sungguh betul mencari Tuhan. Baru Tuhan jawab, baru Tuhan berikan upah. Dia katakan, upah itu karena kita bersungguh-sungguh kepada Tuhan. Kembali kepada Filipi.

Ayat 20, tak ada seorang padaku yang sepikiran dengan aku dan yang begitu bersungguh-sungguh.

Bahasa Inggrisnya, sincerely. Sincerely, dengan sungguh-sungguh. Saya perhatikan jemaat. Ada yang rajin berdoa tapi nggak pernah bersaksi. Ada yang bersaksi terus, nggak pernah berdoa.

Saya bilang, ya Tuhan, biarlah hati mereka bersungguh-sungguh mencari Tuhan. Jangan lagi susah, lagi kejepit, minta bantuan doa, nangis di kaki Tuhan. Tapi lagi senang, lagi tidak ada percobaan, Tuhan dilupakan. Sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu, kepentingan jemaat.

Ayat 21, sebab semuanya - orang yang lain - mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.

Saya salin dalam bahasa Inggris, lebih tepat. Karena semuanya mencari kepentingan mereka sendiri, bukan perkara-perkara dari Kristus Yesus.

Jadi ada orang-orang, jemaat di Filipi, ada hamba-hamba Tuhan - teman-teman Paulus - yang cuma memperhatikan keperluan mereka. Bukan perkara-perkara rohani yang dari sorga.

Minggu depan saya akan berbicara bahwa doa juga bisa jadi berhala kalau kita salah berdoa. Kita kembali ke ayat 21. Sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri - perhatikan - bukan perkara-perkara yang dari Kristus. Not the things which are of Christ Jesus, bukan hal-hal yang dari Kristus Yesus. Saya kasih sedikit saja highlightnya.

Kita datang ke gereja kepada Tuhan. Kita cari Tuhan ke gereja. Tetapi waktu kita berdoa, kita tidak mencari perkara-perkara yang dari Kristus tetapi kita mencari kepentingan kita sendiri.

Contoh: Tuhan, tolonglah usaha saya. Tuhan, tolong berkati saya. Ya Tuhan, anak saya juga tolongi. Toko saya, peternakan saya, pedaging dan petelor. Tuhan tolong kesehatan saya, supaya saya ini yang sakit jadi sembuh. Dan itu tidak dilarang oleh Tuhan. Silakan minta, kata Tuhan, nggak salah. Tapi cuma itu yang kita minta.

Bukan the things, perkara-perkara, hal-hal yang ada dalam Kristus Yesus: Tuhan, saya ini kalau ngomong kasar. Tuhan robah kata-kata saya. Tuhan saya ini judes, Tuhan tolong supaya saya tidak judes. Tuhan, saya kurang sabar, Tuhan beri kesabaran. Tuhan, saya ingin memiliki damai dari Engkau. Buang dunia .. ambil Yesus. Itu kata lagu zaman dulu, zaman oom Rompas. Buang dunia, ambil Yesus. Kalau kita mah Ambil dunia, ambil Yesus. Yesusnya mah nggak terlalu dipikirin, yang penting mah dunianya.

Waktu saya di Amerika, ada orang yang dapat lotere 330 juta dolar. Itu teh berapa kalau dirupiahkan, hitunglah sendiri? Kali 9.500.

Saya mau katakan, kebahagiaan bukan dari situ. Kita adalah anak Raja segala raja yang mempunyai langit dan bumi, yang memberkati kita, yang memelihara dan menjaga kita. Apa yang kita takutkan? Jangan kita kuatir. Cari dulu Kerajaan Sorga dengan segala kebenarannya, maka segala sesuatu ditambahkan kepadamu. Haleluyah? Saya yakin kalau saudara dapat kekayaan 330 juta dolar, nggak bisa tidur. Amin? Sudahlah, lupakan yang 330 juta dolar.

Ayat 22, - ini isi dari khotbah saya - Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji.

Bahasa Inggris tidak memakai kesetiaan. But you know he is proven. Karakter. Tetapi engkau sudah tahu karakternya yang sudah teruji. Karakternya Timotius sudah teruji oleh jemaat Filipi. Kamu sudah tahu, kata Paulus - melalui surat -. Bahwa karakter dia sudah teruji. Dalam bahasa Inggris ada peribahasa bilang, knowledge is a power but character is more. Pengetahuan itu adalah satu kekuatan tapi karakter itu lebih dari ilmu pengetahuan. Di dalam karakter ada kesabaran. Di dalam karakter ada kesetiaan. Di dalam karakter ada tahan uji. Di dalam karakter ada lemah lembut. Pokoknya karakternya sudah teruji. Dia merangkum banyak hal.

Nah, problem kita dan problem banyak pendeta, problem jemaat, problem saya dan saudara semua sama adalah karakter. Kita sudah diselamatkan tetapi kenapa Tuhan masih percaya kita hidup? Tuhan sedang merubah karakter kita. Lihat Petrus. Petrus tetap murid Yesus, tapi karakternya belum dirubah. Dia sombong, dia kasar, dia kalau ngomong tinggi terus. Biarpun Engkau mati di mana, aku, Petrus, akan mati bersama-Mu. Kata Yesus: Petrus, sebelum ayam berkokok satu kali, kamu sudah menyangkal Aku tiga kali. Oh, tidak Tuhan. Orang lain boleh begitu tapi aku tidak akan berbuat seperti itu. Tapi ketika dia kejadian, dia nangis. Tiga kali dia menyangkal Yesus.

Tapi waktu Yesus sudah dibangkitkan, Dia datang khusus ketemu Petrus berdua: Apakah engkau mengasihi Aku? Nangis Petrus. Saya cuma bisa mengasihi Engkau di posisi kedua bukan posisi pertama. Karakternya mulai berubah. Tidak sombong lagi. Tetapi mulai rendah hati. Tidak lagi sombong tapi merendahkan diri. Sampai waktu dia mati di salib, dia bilang, saya nggak layak di salib kepala di atas, kepala saya biar di bawah. Karakternya sudah berubah.

Paulus ketika dipanggil oleh Yesus, karakternya dari pembunuh dari pemburu orang kristen sekarang diburu sebagai orang kristen; dari pembunuh sekarang mau dibunuh karena Kristus. Karakternya dirubah. Sampai dia katakan, aku mengasihi jemaat Tesalonika seperti ayah dan seperti ibu. Luar biasa. Tuhan sedang merubah karakter kita. Tuhan mau merubah karakter kita asal kita berdoa meminta perkara-perkara yang dari Kristus, Tuhan rubah karakter saya. Rubah saya. Saudara mau karakter saudara dibentuk oleh Tuhan?  

Saudara mungkin tahu berlian, ya. Berlian itu tidak ada bentuknya. Berlian adalah yang paling keras dari antara batu semua. Dia punya kekerasannya 10. Blue Safir itu 9, Cat Eye itu 8. Yang lain ada yang 6, ada yang 5, itu lembek semua. Tapi yang paling keras ini justru berlian. Bagaimana ahli berlian mmbentuk berlian sampai jadi bagus sampai berbentuk? Digosok sama bubuk berlian. Bubuk berlian yang tidak terpakai, itu dipakai untuk menggosok berlian, membentuk.

Jadi kadang-kadang Tuhan izinkan saudara-saudara digosok oleh sesama kita. Ada persinggungan. Dan kita tidak suka itu. Kita tersinggung, kita marah. Kita tidak sadar bahwa itu Tuhan sedang menggosok kita. Dia mau jadikan kita berlian yang brillian. Aminnya enak ngalaminya tidak enak.

Digosok terus. Lihat mesinnya saja. Saya ke pabrik berliannya justru ke tempat jualnya tingkat 40 barangkali di Tel Aviv, dibawa saudara, buka pintu masuk udah tutup .. brek, kunci lagi. Masuk pintu .. brek, tutup. Saya dikasih lihat berlian 12 karat, besar sekali. Cuma dikasih lihat, nggak dikasih. Kalau dikasih mah, ya enak saudara. Entah berapa sekarang harganya.

Demikian juga anak Tuhan kalau sudah jadi berlian, di pemandangan Tuhan mahal harganya.

Ada satu pendeta GBI, istrinya dan dia ikut sama saya ke Israel. Dia panggil sama saya ko Yoyo. Ketika sampai Israel: Tolong ko Yoyo, saya itu suka beli macam-macam berlian. Suaminya pendeta tapi kaya, dari orang bank jadi pendeta. Lalu saya ngomong sama teman saya di Israel ini: Tolong dong cari berlian buat dia. Kebetulan ada. Bawalah berlian 2 karat tapi kebiru-biruan. Bagus sekali. Dan mahal. Mahalnya luar biasa. Sampai dia punya kartu kredit dia telepon banknya di Indonesia, tolong tambah ini saya punya kartu kredit nomor ini tambah, tolong izinkan karena saya punya istri mau beli berlian. Dibelilah berlian itu. Dia bilang, saya puas dengan berlian ini. Bagaimana saya punya hati sepuas ini, terima kasih saya bisa menemukan ini. Kapan lagi seumur-umur saya bisa dapat ini. Pasang, bagus sekali.

Tapi saya ngomong sama tukang berliannya: Bagaimana sejarahnya itu berlian? Wah, itu berlian asalnya 3 karat. Dan asalnya 3 karat tidak ada bagusnya. Nggak kelihatan. Bahkan ada satu titik hitam, jadi harganya lebih murah dari setelah dia jadi 2 karat. Jadi rapat dulu mereka saudara. Pemimpin ahli-ahli berlian, ini yang hitam ini boleh dipotong apa nggak? Kalau dipotong dia akan hilang beratnya. Dipikir, dipikir sampai 2-3 hari mereka rapat. Akhirnya harus dikecilin. Kecilin saja, potong yang hitam itu buang. Karena kalau hitam itu buang, ini berlian tidak ada cacat. Dipotong saudara.

Ketika dipotong dari 3 karat yang besar 3.5 karat, itu sampai jadi 2 karat. Ketika jadi 2 karat, dikasih lihat saudara-saudara, itu kepuasan tukang berlian. Walaupun dia nggak jual berlian dia cuma kerja tapi kepuasannya dia senang dengan berlian itu. Jadi saya cerita sama istri pendeta ini. Itu berlian sejarahnya asalnya gede tetapi waktu gede tidak terlalu mahal. Ketika dikecilin dibuang hitamnya, dia jadi keluar itu lasernya. Banyak anak Tuhan kaya berlian ...

Dari dalam kitab Maleakhi, Dari dalam lumpur ku diangkatnya .. Dari dosa ku ditebusnya .. Menjadi intan permata bagi Tuhan.

Intan dalam bahasa Inggrisnya diamond, berlian. Menjadi intan permata bagi Tuhan. Dari dalam lumpur loh, saudara. Menjadi intan permata bagi Tuhan. Itu melewati banyak-banyak proses. Saudara nggak mau digosok tetap dari dalam lumpur. Belum dikerjain. Berlian sih berlian tapi belum dikerjain. Kasar masih. Ya gelap nggak kelihatan bagusnya. Kalau saudara menyerah sama Tuhan, saya mau dibentuk. Saudara yang besar jadi kecil. Patutlah Yesus makin bertambah dan aku ini makin kurang. Tapi ketika kita makin kurang justru kita makin menjadi seperti berlian. Filipi       

2:22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji ...

Segala hal harus diuji dulu. Pabrik susu di Amerika juga diuji. Taruh di ban berjalan, masukkan dalam air. Kalau dia diam lulus ujian. Langung dilap dikeringkan, dikasih label. Tetapi kalau susu itu yang masuk dalam air dia ada bocor ... diambil. Apkir.

Banyak orang kristen ketika masuk dalam percobaan ngomel: Tuhan, kenapa saya ini begini? Saya sudah rajin, saya sudah bawa perpuluhan, kenapa begini, Tuhan?

Kita ini seringkali imannya iman ngaco sama Tuhan. Tuhan disuruh tunduk sama kehendak kita. Tuhan bikin begini ya .. Tuhan bikin begini ya. Seharusnya kita menyerah kepada Tuhan baru karakter kita terbentuk. Apa yang wajib saya perbuat?  

 ... dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.

Tidak begitu. Tapi dalam bahasa Inggris, dia berkata, sama seperti anak dengan ayahnya, ia melayani dengan aku dalam Injil. Jadi saya melayani anak saya melayani ... dengan aku dalam Injil.

Dulu pada zaman waktu saya masih kecil, saya suka nonton tukang obat. Ada tukang obat dari orang Sunda, ada tukang obat dari orang Tionghoa yang jualan koyo, saudara. Dia jualan koyo. Tapi ada anaknya. Anaknya juga jadi jualan koyo tapi dia menjadi pembantu ayahnya. Kalau ayahnya perlu tongkat, toya, dia kasih toya. Kalau ayahnya perlu koyo, dia kasih koyo. Keduanya ayah dan anak ini sama ditonton oleh orang bersama dalam penjualan koyo.  

Nah sekarang dalam Injil, Paulus dengan Timotius ini seperti anak dengan ayah melayani bersama untuk Injil. Seperti ayah dengan anak. Apa yang Paulus perlukan, ini Timotius beri. Apa yang diperlukan oleh Timotius, Paulus beri. Luar biasa. Sepikiran. 

Saudara-saudara, mari kita bersama-sama melayani Tuhan dalam Injil. Saya ada tempatnya, saudara juga ada tempatnya. Tidak ada yang bebas di jemaat. Kaya penonton. Biasanya kalau penonton saudara, tukang kritik. Kalau kita ikut kerja sama-sama, tidak akan pernah kita kritik. Karena kita tahu, waduh yang dikerjakan dia itu berat, yang dikerjakan itu susah. Kalau orang mengerti ini, dia akan tutup mulut, karena dia ada tempatnya. Susah, cape.

Kalau orang mengerti, dia bisa menghargai. Maka saudara harus tahu tempat saudara di mana. Apa ya yang saya bisa bantu di dalam pekerjaan Tuhan? Saudara ada tempatnya. Enak jadi penonton mah nggak ada kerjanya. Ngritik ... ngritik aja.

Dulu saya di Semarang nonton habis kebaktian pulang, udah makan, ... waduh Lim Swie King lagi main sama Han Jian, saudara. Lim Swie King kalah, sudah 13 Han Jian. Saya duduk di kursi. Di belakang saya ada siapa yang merokok, tetangga: Salah Swie King ... salah. Mustinya smash kiri kanan, cep ke depan. Lob ke belakang, smash kiri kanan kiri kanan, cep ke depan, lob ke belakang, pasti kalah Han Jian.

Oom, punya klub badminton? Oh nggak, pegang raket aja belum pernah. Pegang raket belum pernah loh, bisa ngomong dengan ngerokok: Salah. Dia nggak tahu bahwa merokok itu yang salah! Bukan si Lim Swie King. Lim Swie King sudah ngos-ngosan. Salah. Banyak pendeta yang sudah cape bekerja, jemaatnya bilang: Salah.  

Saudara mau melayani bersama-sama gembala dalam pelayanan Injil? Pelayanan Injil itu bukan khotbah saja. Bezoek, saudara berdoa, itu pelayanan. Tuhan itu lihat. Nanti dampaknya itu ke bisnis saudara, dampaknya ke umur saudara, dampaknya ke kesehatan saudara, dampaknya ke pekerjaan saudara, dampaknya kepada anak cucu kita. Dampaknya luar biasa, saudara-saudara, dalam pelayanan Injil ini. Jangan meremehkan!

Kalau paskah itu suka panita anak sekolah minggu: Siapa orang tua yang bisa meminjamkan mobil? Itu sebetulnya harus segera, pakai mobil saya, pakai mobil saya. Dampaknya luar biasa. Kalau Tuhan lihat mobil saudara tidak sayang untuk pekerjaan Tuhan, untuk bawa sekolah minggu, nanti Tuhan tambah mobil.   

2:23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku; 

Segi tiga tadi - jemaat Filipi, Paulus dan Timotius. Urusan jemaat itu di hatinya Paulus. Dia bilang, aku akan kirimkan Timotius segera. Ini dalam pemikiran saya, Timotius ini ngunjungi dulu Paulus di penjara bezoek sama Paulus, Paulus akan bilang: Timotius kamu lekas kunjungi jemaat Filipi. Lihat keadaannya. Aku kirim kamu segera. Lekas.  

2:23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku;

Coba saudara lihat. Dia kirimkan dulu Timotius cepat, aku kirim engkau kasih tahu sama aku bagaimana keadaan jemaat Filipi. Soal jemaat nomor satukan. Ayo, lihat dia. Nanti aku belakangan karena perkara saya belum selesai.

Paulus ini ada di penjara. Paulus nggak salah, dia hanya beritakan Injil karena itulah dia di penjara. 

2:24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang.

Sebagai ayat terakhir, kita buka Ibrani

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. - Dia seharusnya mendapatkan sukacita, justru dia ganti sukacita itu dengan salib -
12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
12:4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang - Atau anak-anak haram -.

II Timotius

2:10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, ...

Saudara mau sabar? Jodoh belum datang ... sabar. Toko saya belum maju-maju ... sabar. Susah kalau sabar itu. Pahit sabar tapi buahnya manis. Sabar menanggung. Karakter kita lagi dibentuk. Sabar kita. Orang sabar kasihan Tuhan. Tuhan belum berkati saya ... sabar. Tuhan belum memberi ini, belum memberi itu ... sabar. Haleluyah. Satu kali kelak, haleluyah, Dia pasti memberikan kepada kita. Lukas 

11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Belum dapat, oom ... sabar. Mama papa belum dapat saya, sabar. Sabar.

Sabar dalam s'gala langkahmu ... Sabar Tuhan ada sertamu ... Sabar sabar ... Sampai Tuhan Yesus datang.
 

-- o -- 

Minggu, 16 September 2007

JANGAN MEMBERHALAKAN DOA

Sore ini kita akan berbicara mengenai orang kristen yang memberhalakan doa.

Seorang kristen tidak bisa jauh dari doanya. Kekristenan seseorang, kerohanian seseorang tidak bisa melebihi doanya. Dan saudara, kita harus berhati-hati dalam doa karena lebih baik sedikit kata-kata tapi dengan hati dari pada banyak kata-kata tetapi tanpa hati.

Nah saudara, ada beberapa hal yang bukan doa yang dimaksud oleh Tuhan. Yesus berkata, pada waktu engkau di dalam keadaan susah engkau berdoa, dan sebagainya, tetapi ada orang yang salah menggunakan doa.

Ada satu kaum yang bernama kaum Ulitilirianisme yang menggunakan doa untuk sarana. Jadi dia berdoa untuk mencapai dia punya cita-cita dia kepada Tuhan. Nah, orang kristen sedemikian adalah orang kristen golongan ulitirianisme. Jadi dia menggunakan doa untuk sarana untuk alat sehingga maksud dari doanya itu sendiri kabur.

Siapa yang di antara saudara memakai doa menjadi alat? Memperalat doa sehingga doa kita bukan menjadi berkat bagi kita tetapi seperti Amsal bilang, doa orang fasik Tuhan membencinya. Tuhan membenci doa orang fasik.

Jangan sampai kita berdoa tanpa sadar Tuhan tidak suka. Sebab dalam Matius berkata, bukannya yang berseru kepada-Ku Tuhan Tuhan ... nah, itu berdoa, yang bisa masuk ke dalam kerajaan sorga tetapi yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Yang melakukan. Saudara masih ingat bahwa ada satu orang Farisi, dia masuk ke dalam rumah Tuhan dan dia berdoa, dan dia berdoa kepada Tuhan dalam hatinya, tidak terdengar orang tapi dia berdoa penuh dengan keakuan: Ya Bapa, aku bersyukur kepada-Mu karena aku bukanlah orang lalim, aku bukan penjahat, aku buka pezinah, aku bukan pemungut cukai, aku berpuasa 2 kali satu minggu, aku membayar persepuluhan.

Apa kata Tuhan Yesus? Orang itu pulang tidak dapat apa-apa. Karena dia pakai doa sebagai sarana, dia memperalat doa untuk meninggikan diri. 

Tetapi berdoalah karena Tuhan menyuruh kita berdoa, amin? Berdoa karena Tuhan yang suruh. Bukan berdoa untuk saya dipuji, bukan berdoa untuk supaya saya dapat piala. Wah, kalau dia berdoa itu bagus.

Coba kita bandingkan doa nabi Baal dengan doa Elia. Doa nabi Baal dan nabi hutan-hutan, 850 nabi Baal dari pagi sampai petang mereka berteriak-teriak seperti orang histeris, minta supaya allah turunkan api tetapi tidak ada api yang turun. Mereka menusuk-nusuk diri, menari-nari tetapi api tidak turun. Sampai Elia itu memberikan ejekan: Coba panggil lebih keras, mungkin allahmu itu sedang tidur, mungkin allahmu sedang bepergian. Dalam bahasa asli, mungkin allahmu sedang ke belakang. Mungkin allahmu sedang piknik. Mereka menusuk-nusuk diri. Setelah selesai.

Saya baca Elia punya doa tidak sampai 1 menit: Ya Tuhan, buktikan kepada orang ini bahwa Engkau adalah Allah yang benar, turunkanlah api. Dan apa yang terjadi? Api turun.

Nah saudara, apa bedanya seharian berdoa tidak ada jawaban, tidak sampai 1 menit berdoa Tuhan jawab?

Karena yang pertama dia memperalat doa, dia memberhalakan doa, dia salah berdoa. Coba kita buka Yakobus dulu        

4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, - Orang ini kristen, saudara, berdoa juga - tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Ini orang yang memperalat doa. Yang menganggap doa itu, pokoknya doa lah, pokoknya doa  doa. Sedangkan kita menghampiri Tuhan dengan doa tapi Tuhan juga lihat doa kita ini doa apa. Dalam bahasa Yunani, doa itu disebut parakaleo. Parakaleo itu memanggil seseorang untuk datang membantu. Umpamanya saudara ke pasar bawa belanjaan banyak, sampai di depan rumah saudara panggil pembantu: Tolong sini, bantuin bawa ini barang.

Jadi berdoa itu memanggil kepada Tuhan. Jangan kita berdoa ini dengan alasan lain. Berdoa untuk memanggil Tuhan. Berdoa menyebut nama Tuhan, memanggil nama Tuhan. Nama Tuhan adalah nama di atas segala nama. Kalau saudara panggil nama Tuhan untuk menolong, kebutuhan, pertolongan menolong apa yang saudara tidak kuat, angkat, doa saudara pasti dikabulkan. Jangan berdoa untuk memuaskan hawa nafsu.  

Kalau saudara baca ayat berikutnya,

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Berdoa tapi bersahabat dengan dunia. Berdoa tapi memfitnah orang. Berdoa tapi membenci orang. Berdoa tapi punya kepahitan. Berdoa tapi hidup tidak bisa diatur oleh firman Tuhan. Berdoa tapi sombongnya luar biasa. Berdoa tapi tinggi hati. Saudara berdoa tapi Tuhan tidak dengar. Ayat 5

4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Kesombongan itu bisa nggak kelihatan. Bisa kelihatan tampilan luarnya rendah hati tapi tampilan dalamnya itu sombong. Ada tampilan luar kelihatan sombong tapi sebetulnya tampilan dalamnya itu rendah hati. Dari buahnya engkau akan tahu pohonnya. Kalau kita sombong, kalau kita keras hati, kita bisa berdoa, kepala di bawah kaki di atas, berdoa berdoa berdoa tapi Tuhan tidak akan dengar. Doa terus doa terus tapi Tuhan tidak pernah dengar. Makanya sambungan dari family camp, hati-hati jangan sampai doa itu jadi berhala. Saudara berdoa untuk kepentingan diri. Tuhan tolong saya, Tuhan berkati saya, Tuhan bantu saya. Tuhan, saya punya ini tolong ... saya, saya, saya. Bukan Tuhan.

Guru ayah saya, Pdt WW Patterson dari Amerika, dia cerita satu kesaksian bagaimana dia naik mobil. Dia setir mobil di Oklahoma ke Seattle itu pas awal musim salju. Dan salju tipis di atas jalan dia tidak tahu ada tikungan yang melengkung telapak kuda, dia rem mobil itu mobil licin di atas es, dia licin menuju jurang. Semua orang menjerit. Tapi dia berkata: Yesus! ... itu mobil berhenti di pinggir jurang. 

Kalau dia waktu mau celaka itu dia berkata: Bapa kami di dalam sorga, dipermuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu ... wah, sudah masuk jurang dulu, saudara. Jadi saudara, doa bukan untuk dihafal. Tuhan tidak mau kita menghafal doa. Lebih baik ada hati di dalam doa kita. Walaupun kita sederhana berdoa, kita tidak berpendidikan, kita berdoa tidak sehebat orang lain tapi punya hati. Hati yang sungguh, hati yang menjerit, hati yang berseru kepada Tuhan. Roma    

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Rasul Paulus berkata, mengenai persembahan. Bukankah doa adalah sebuah persembahan? Dalam Matius 5, Tuhan Yesus berkata, jikalau kamu mau mempersembahkan korban di mezbah, sebab Yesus hidup dulu zaman Taurat, walaupun zaman perjanjian baru Dia di akhir Taurat - kamu teringat kepada seorang yang disakiti olehmu, tinggalkan itu korban, ketemu dulu itu orang dan perbaiki dulu hubungan itu. Baru kamu kembali lagi kepada persembahan itu dan kamu boleh berdoa.

Apa artinya persembahan? Kenapa orang Israel membawa persembahan? Karena dia minta ampun dosa. Kalau ada dosa, dia harus membawa kepada imam, binatang yang kaya domba, yang miskin merpati ... untuk disembelih dibakar, darahnya dipercik, dosanya orang itu diampuni.

Pada waktu kita berdoa dengan penuh kebencian, kita berdoa dengan penuh kemarahan, kita berdoa dengan penuh kesombongan, kita sudah tahu itu doa tidak akan dijawab oleh Tuhan, tidak akan didengar oleh Tuhan. Karena seharusnya kita tidak boleh lupa, kita harus mengampuni sesama dulu baru kita bisa berdoa.

Maka Paulus berkata, dia umpamakan dengan persembahan yang hidup. Sebab Perjanjian Lama, persembahan itu mati semua disembelih. Tetapi kita di dalam Zaman Perjanjian Baru, yaitu gereja, kita harus menjadi persembahan yang hidup. Disakiti, aduh sakit, tapi kita tetap hidup, kita tidak boleh dendam kalau kita mau tetap berdoa. Difitnah, dikata-katai, kita dengar. Saudara, saya mau kasih tips sama saudara: Belajar cuek kepada percobaan. Yang kita tidak boleh cuek itu Tuhan. Tuhan harus kita perhatikan. Ya, orang ngomong macam-macam ya sudahlah jangan ditaruh di hati, jangan sampai hati kita ...

Saudara tahu bahwa orang Manado itu suka saguer, nira. Waktu jam 7 pagi saya minum nira di Kupang. Orang naik jam 7 pagi. Nira itu manis, saguer itu. Nanti lagi jam 11 siang, manis tapi sudah kurang. Orang sudah simpan 1 hari, 2 hari, manisnya sudah tidak ada. Sudah 3 hari, dia agak asam. Simpan 7 hari, dia jadi cuka.

Saudara, kalau saudara sakit hati saudara simpan, simpan dalam hati, mula-mula nggak ada apa-apa. Orang menyakiti saudara ... tapi tersimpan di hati, lalu apa akhirnya? Jadi akar pahit. Kalau sudah jadi akar pahit, sudah. Nyanyi nyanyi tapi hati tidak ada sukacita. Doa doa tidak ada sukacita. Berbakti berbakti, tidak ada sukacita. Kita lihat orang seperti musuh semua, seperti memusuhi saudara. Karena saudara memusuhi diri saudara sendiri. Saudara mengizinkan racun bunuh diri ada di dalam hidup saudara. Karena saudara mengizinkan yang manis tadi, racun yang manis sudah menjadi cuka. Itu sebabnya hati-hati. Roma 

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Lihat Perjanjian Lama. Disembelih, mati itu sakit. Bergetar tapi saudara tubuhmu ini dipersembahkan. Kalau nyumbang gereja gampang, bisa. Tapi korban perasaan, korban tubuh, itu susah.

Yang kedua, kudus.

Cabut kata kudus dari alkitab, kekristenan hilang. Cabut kata suci dari Alkitab, nggak ada lagi agama kristen. Kitabnya disebut Kitab Suci. Perjamuannya disebut perjamuan kudus. Pernikahannya disebut pernikahan kudus. Maka kata-katanya juga harus kudus. Kita orang kristen dalam Alkitab disebut the saint, orang-orang kudus. Maka jangan lupa dalam hidup dalam doa itu selalu Tuhan, izinkan sucikan saya dengan darah-Mu. Ampuni saya dari segala dosa. Kuduskan saya.

Tiap bangun pagi: Tuhan sucikan saya. Mau tidur: Tuhan, mungkin satu hari tadi saya ada salah, Tuhan ampuni saya. Sucikan. Biarlah tubuh kita selalu menjadi satu korban yang hidup dan kudus di hadapan Tuhan. Kudus.

Kehidupan rohani yang tertinggi itu adalah ketika kita hidup kudus. Kehidupan kesucian bisa kita capai karena Tuhan menyuruh kita untuk hidup kudus. Sebab Tuhan yang kita sembah sendiri adalah Kudus. I Petrus    

1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Firman Tuhan, kita harus hidup suci. Dalam keuangan, dalam kejujuran, dalam pekerjaan di kantor, kepada induk semang, kepada majikan ... kita diminta untuk hidup suci, hidup kudus; dengan segenap hati, kita hidup kudus.

Satu kali saya KKR di Tondano. Dan di lapangan 45.000 orang kumpul seluruh gereja. Saya khotbah: Orang kristen tidak jadi rentenir, orang kristen tidak boleh jadi rentenir.

Setelah kebaktian, ada satu ibu lari. Dia orang dari Tapanuli tapi suaminya dari Manado, tentara. Dia lari dan di padang rumput itu di depan orang banyak dia berlutut di depan saya dan dia berkata: Bapa pendeta, itulah saya, itulah saya rentenir tadi, itulah saya!

Saya tanya sama jemaat: Beranikah saudara berbuat seperti ibu itu? Banyak orang menyembunyikan dosa. Tidak mau mengaku dosa tapi ini ibu itu: Itulah saya, itulah saya. Dan kami doakan, saudara. Dia minta dilepaskan. Dan setelah saya doa, dia bersaksi. Ternyata dia pakai ilmu. Dia punya pekerjaan di Ancol. Di Ancol itu ada perjudian. Dia cuma tunggu saja di depan pintu, saudara. Kalau ada yang keluar itu dia sudah tahu itu orang yang kalah judi, lalu ilmunya dipasang ... ehm, begitu ... itu orang datang sama dia. Mau pinjam duit. Pinjam 1 juta, dalam 1 jam, 1.100.000. 10% dalam 1 jam. Kalau dia judi lagi sampai 4-5 jam, dia sudah dapat 1.5 juta. Enak katanya hidupnya, hidup seperti itu. Satu malam dia bisa dapat puluhan juta dengan rentenir seperti itu. Tapi hatinya tidak ada damai.  

Nah, pada waktu dia ikut KKR, dia ditempelak oleh Sabda Tuhan, dia berubah dia bilang: Saya mau tinggalkan ini, saya mau lepaskan ini ilmu, saya mau menjadi orang kristen yang sejati. Dan apa yang terjadi, saudara? Tuhan lepaskan dia. Kedua kali saya ketemu di Jakarta, dia sudah bawa anak satu: Pak, tolong doakan anak saya supaya dia jadi hamba Tuhan. Ada haleluyah, saudara?

Saya yakin di sini tidak ada rentenir. Rentenir itu bahasa Ibraninya, lintah darat. Jangan! Kalau mau pinjam uang, pinjam baik-baik sama bank. Bahkan kalau mau kita saudara seiman, kalau ya tidak terlalu besar, pinjamlah. Dan jangan minta-minta! Kesana kesini pinjam, kesana kesini pinjam. Bikin malu nama Tuhan. Sehingga kita tidak harap sama Tuhan, akhirnya kita harap sama manusia, kita harap sama orang kaya, kita harap sama orang yang berpangkat, kita harap sama orang yang berduit, kita berharap sama orang yang pintar. Tidak, kita berharap sama Tuhan.

Apa kata firman Allah? Terkutuklah orang yang berharap kepada manusia, yang kepada orang yang ada nafas dalam hidupnya. Diberkatilah orang yang berharap kepada Tuhan. Haleluyah. Hidupnya akan diberkati kalau kita berharap kepada Tuhan, amin saudara? Lagunya lagu kuno tapi saya tidak bisa lupa Harap saja pada Tuhan .. Harap saja pada Tuhan .. Biar susah dan sengsara .. Harap saja s'lamanya.

Saudara mau harap sama Tuhan? Harap sama Tuhan. Berharap sama Tuhan. Saya tanya lagi, saudara mau berharap sama Tuhan? Harap kepada Tuhan. Berikut, masih di dalam surat I Petrus,

1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
1:20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.
1:21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. - Bukan manusia, bukan orang kaya, bukan orang pintar, bukan orang berpangkat. Kepada Allah! Haleluyah -
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Nggak boleh ada benci, nggak boleh ada dendam, nggak boleh ada friksi-friksi. Kita harus menjadi orang kristen yang sejati dalam hati kita. Kembali kepada Roma

12:1 ... yaitu yang berkenan kepada Allah.

Kita sudah tahu yang berkenan, acceptable, bisa diterima oleh Tuhan. Itu adalah ibadahmu yang sejati. Apa yang berkenan kepada Allah? Dalam Keluaran 12, kalau orang mau membuat paskah, dia harus memilih satu anak domba jantan, setahun umurnya, tidak boleh ada cacat. Diperiksa oleh imam, matanya, kupingnya semua, kukunya kakinya tidak boleh bengkok. Yang terbaik, yang mulus, gemuk pas, bagus, kakinya semua bagus ... itu dipersembahkan kepada Tuhan. Ini acceptable.

Dulu, ini dulu. Saya pernah terima persembahan uang seribu rupiah. Itu uang sudah bolong-bolong, bau. Oh, beginilah anak Tuhan mempersembahkan kepada Tuhan, Yang Pencipta langit dan bumi. Dia kasih yang bau. Saya sudah bilang sama saudara, kalau saudara kolekte seratus ribu tapi hati saudara tidak ikhlas, jangan masukkan. Masukkan satu juta tapi hati ikhlas dari pada seratus ribu saudara tidak ikhlas. Karena Tuhan tidak suka orang yang memberi tidak ikhlas. Acceptable. Coba kita buka Maleakhi 

1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
1:7 Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"
1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
1:9 Maka sekarang: "Cobalah melunakkan hati Allah, supaya Ia mengasihani kita!" Oleh tangan kamulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang dari padamu dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Ini bicara tentang doa juga. Kalau kita doa tapi memberi persembahan yang cacat, memberi persembahan yang buta, memberi persembahan yang tidak baik. Orang Israel diperiksa dulu itu domba yang terbaik harus beri untuk Tuhan, yang paling baik, yang terbaik itu untuk Tuhan. Tidak boleh yang tidak baik. Tuhan seleranya tinggi Tuhan. Dia tidak mau kasih yang nomor dua, dia mau yang nomor satu, the first born, anak sulung itu Dia punya Tuhan punya. Ada ayatnya, yang pertama yang terbaik yang umur satu tahun, tidak ada cacat, beri kepada-Ku untuk paskah.

Coba kalau saudara kolekte, cari uang yang paling kecil. Selalu. Bukan cari uang yang paling baik. Bukan cari yang paling baik yang bersih yang bagus, tidak. Kita anggap itu memberi sama gereja, kita anggap memberi sama manusia. Tidak. Menganggap kita memberi pada Tuhan.

Makanya doa kita diremehkan sama Tuhan. Coba bawa sama Bupati domba Garut itu bawa. Bupati bilang, kenapa ini domba kok matanya picak begini dikasih sama saya? Diusir. Bupati aja mengusir apalagi Aku Penciptamu yang memelihara kamu. Kamu bawa korban yang cacat, yang tidak sempurna. Kalau saudara sekolah, sekolah yang baik untuk Tuhan. Saudara jadi insinyur, jadi insinyur yang baik untuk Tuhan. Kalau saudara mau jadi dokter, jadi dokter yang baik demi Tuhan. Kalau saudara jadi mahasiswa, jadi mahasiswa yang berhasil karena Tuhan. Kalau saudara mau belajar musik, belajar musik sebaik-baiknya untuk Tuhan. Kalau mau jadi orang, jadi orang sebaik-baiknya untuk Tuhan. Kecuali jadi orang-orangan, di sawah saja saudara.  Kembali kepada Roma  

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, - Coba, serupa saja sudah tidak boleh -  tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Jadi jangan kita serupa tapi kita harus berubah. Saudara tahu ulat? Jadi kepompong. Pada waktunya yang tepat, dia berubah menjadi kupu-kupu. Warnanya berwarna-warna. Asalnya dia ulat, dia menjijikkan. Tapi setelah dia jadi kupu-kupu, orang tangkap kupu-kupu itu. Ada orang punya kebun pakai kawat semua, isinya kupu-kupu. Luar biasa. Tahulah kupu-kupu itu dari ulat. Kita harus ditransformasi. Waktu kita belum di dalam Kristus, kita ulat. Menjijikkan. Penuh kejelekan. Tapi ketika kita masuk di dalam Yesus, kita ditransormasi. Dari kepompong yang sama, dari ulat yang sama, Tuhan rubah jadi kupu-kupu.

Dari kata itulah kata transform. Di dalam bahasa Indonesia, pembaharuan budi. Dalam bahasa Inggris, pembaharuan pikiran. Pikiran dan hati itu bahasa Yunaninya sama, kardia. Maka kalau orang banyak pikir, sakit jantung. Kalau orang sakit jantung, banyak pikiran. Itu saling terikat. 

Saudara sudah ditentukan oleh Tuhan, engkau jadi kepala, bukan menjadi ekor. Engkau akan naik dan bukan turun, kata Tuhan. Engkau sukses berhasil dan engkau tidak akan gagal. Bukan Dia tak pernah gagal kar'na Dia Allah. Kita juga tidak akan pernah gagal karena kita anak Allah. Kalau domba anaknya domba. Kalau Allah, anaknya anak Allah. Pembaharuan pikiran.

Maaf saudara, banyak kali kita ini orang kristen seperti pakaian sudah disetrika. Rapi tapi belum dicuci. Rapinya rapi. Saya diajar sama papa saya atur kursi musti rapi. Pakai benang. Diatur persis supaya rapi. Papa saya kalau dia periksa mimbar, dia colek saja. Kotor ... berarti mimbar tidak dilap. Tuhan memberkati kita asal kita hati-hati berdoa. Jangan jadikan doa berhala. Tapi jadikan doa way of life, jadikan doa menjadi saudara punya kehidupan. Ada berkat nggak ada berkat, saudara berdoa. Waktu senang waktu susah, saudara berdoa. Bukan hanya waktu susah .. aku datang pada Yesus .. Bukan hanya waktu sakit aku datang kepada-Nya .. Tapi juga waktu senang menyembah Dia .. Di segala waktu aku perlu Tuhan.

Tahukah kita bahwa kita akan bersama Dia selama-lamanya. Kenapa kita tidak mulai kontak dengan Dia selama kita hidup? Jangan pakai jangan peralat doa. Tapi jadikan dia way of life, jadikan dia cara hidup kita. Sama seperti Ayub, dia berdoa. Ketika problem datang percobaan datang, dia jadi miskin, dia tetap berdoa. Dia tidak salahkan si A, dia tidak salahkan si B, dia tetap berdoa. Dia tidak pernah berdosa dengan mulutnya.

Kornelius bukan kristen tapi dia tahu berdoa. Dalam hatinya ada kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan. Saudara, saya hanya ingin mengatakan satu kalimat: Saya mengasihi saudara. Saudara harus tahu, tidak ada seorangpun yang saya pilih kasih. Semua yang ada dalam jemaat ini saya kasihi dengan segenap hati saya. Apalagi Tuhan kita. Dia mengasihi saudara. Kenapa kita tidak konsentrasi kepada Dia? Kenapa kita tidak mendahulukan Tuhan sehingga kamu tahu membedakan mana kehendak Allah.

Jadi doa untuk kita mengetahui mana kehendak Allah. Satu kali Abraham berdoa kepada Tuhan: Tuhan, kalau di Sodom Gomora ini ada 50 orang benar, apa Engkau masih tetap juga menghukum? Tuhan bilang, kalau ada 50 orang, Aku tidak hukum tapi karena tidak ada, Aku akan hukum. Tuhan, mohon maaf, jangan marah, kalau 40, Tuhan? Kalau ada 40 orang benar, Aku tidak akan hukum tapi karena tidak ada. Kalau 30, Tuhan, jangan marah? Kalau ada 30 tapi karena tidak ada. Sampai akhirnya bilang, Tuhan mohon sabar, kalau ada 10 orang benar, Tuhan kasih hukum tidak Sodom Gomora? Tuhan bilang, kalau ada, Aku tidak hukum.

Lihat isi hatinya Tuhan. Kalau ada 10 orang benar, ribuan orang jahat Dia ampuni. Asal ada 10. Tapi karena tidak ada, Aku harus hukum. Abraham tahu kehendaknya Tuhan, dia tidak lagi minta banyak. Dia tahu hukuman harus turun, itu kehendak Tuhan. Tidak ada 10.

Saudara, Tuhan yang kita sembah itu ada di tengah-tengah kita. Dua tiga orang berkumpul karena nama-Nya, Aku hadir di tengah-tengah. Dan apa yang menjadi kebutuhan saudara, apa yang menjadi keperluan saudara, apa yang menjadi kesusahan saudara, apa yang menjadi beban saudara, berdoa bukan untuk memperalat doa tapi untuk mengenal kehendak-Nya. Nanti Dia akan menunjuk kepada saudara kemana saudara pergi.

Abraham, keluar dari rumah bapamu, ke tempat yang akan Kutunjuk. Belum tahu Abraham. Tapi Tuhan bilang: Pergi saja, nanti akan Kutunjuk.

Ada di antara saudara yang tidak punya tempat tinggal, ada di antara saudara yang tidak punya tempat pelayanan, jangan takut, Tuhan nanti akan menunjuk. Glori buat Yesus. Dia akan menunjuk tempat. Pergi saja. Jangan ngomel.

Tuhan ada di tengah-tengah kita. Kita berdiri bersama-sama.  

-- o -- 

Minggu, 23 September 2007

ROH TIDAK MAU

Kita akan mendengar Firman Tuhan dari Matius

23:37 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Sore hari ini saya ingin berbicara mengenai 'roh tidak mau.'

Roh tidak mau ini sudah ada mulai dari kitab Kejadian. Ketika Adam dan Hawa tidak mau menurut perintah Tuhan. Roh tidak mau ini adalah akar dari roh antikristus. Sebelum menjadi pohon dan ada buahnya, sebuah pohon itu ada akarnya. Akar dari segala kejahatan adalah ingin akan uang. Tetapi akar dari roh dari antikristus itu roh tidak mau.

Tidak mau ini juga dikerjakan oleh seorang nabi yang bernama Balhum atau Bileam yang disuruh oleh Tuhan beberapa kali tetapi dia tidak mau. Dan tidak mau ini juga dilakukan oleh nabi Yunus ketika Tuhan suruh dia pergi ke Niniwe untuk mengabarkan kabar keselamatan tetapi dia justru pergi ke Yafo; dia tidak mau.

Roh tidak mau ini menghinggapi banyak-banyak beberapa nabi dan beberapa umat Tuhan, beberapa banyak orang Israel yang memberontak kepada Tuhan dengan perkataan mereka: Tidak mau!

Dua kali Tuhan Yesus berkata:

23:37 "Yerusalem, Yerusalem, - Maksudnya penduduknya - engkau yang membunuh nabi-nabi - Yerusalem itu artinya kota damai tapi suka membunuh nabi - dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali - Bukan sekali - Aku - Sang Firman, Tuhan Yesus, - rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Tuhan tidak bisa berusaha lagi, Tuhan tidak bisa berkata-kata lagi kepada orang yang tidak mau. Layani Tuhan, layani pekerjaan Tuhan ... tidak mau. Tapi minta berkat dari Tuhan terus. Makan Sabda Tuhan ... tidak mau. Rajinkan dirimu mencari kehendak Tuhan ... tidak mau.

Nyanyian berkata Ada banyak kerja .. Buat Tuhan Yesus .. Ada banyak kerja .. Kalau mau.

Kalau mau. Kalau saudara mau, banyak pekerjaan di dalam pekerjaan Tuhan. Kalau kita punya hati terbuka kepada Tuhan, kita ingin kerja, kita ingin membalas cinta Tuhan, kita ingin berkarya ... kalau mau. Tetapi kalau kamu tidak mau, apa yang bisa dikatakan diusahakan oleh Tuhan?

Di dalam ayat berikutnya

23:38 Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.
23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

Apa konsekwensinya kalau kita menjawab kepada Tuhan, tidak mau? Rumah kita akan ditinggal, rumahmu akan menjadi sunyi. Saudara akan merasa sebuah kesepian, saudara tidak akan merasakan damai sejahtera, saudara tidak akan merasakan nikmatnya firman Tuhan, saudara tidak akan bisa menikmati damainya Tuhan.

Saudara, berbakti dan menikmati Tuhan itu lain.

Berbakti, saudara datang kebaktian itu adalah saudara datang dengan keberadaan saudara yang luar. Dan saya sangat lelah berkhotbah kepada jemaat yang datang dalam keadaan yang luar. Sebab Tuhan ingin berbicara kepada kita kepada keadaan kita yang sebenarnya yang di dalam. Kita ini apa, bagaimana kita ini seharusnya.  

Ini saya ingin berbicara kepada saudara sebagai gembala jemaat yang memimpin saudara: Mari kita memposisikan diri. Kalau umpamanya saya tidak duduk lurus ke sana tidak enak, kita rubah, kita memposisikan diri lurus ke depan. Coba kita upgrade apa yang tidak lurus di depan Tuhan, apa yang tidak baik di dalam diri kita masing-masing. Apakah kita begitu sombong sehingga kita berani berkata sama Tuhan: Saya tidak mau. Berarti dia lebih hebat dari Tuhan. Coba belajarlah, ini pekerjaan Tuhan ... tidak mau. Coba bekerja ... tidak mau.

Nah, hidup kita terbagi dua, saudara. Dari kita lahir sampai sekarang. Bagian kedua, dari sekarang sampai kita mati. Mari kita perbaiki hidup kita bagian kedua ini. Dari kita sekarang hidup sampai kita meninggal itu, mari kita perbaiki. Mau saudara perbaiki hidup?

Dan Aku berkata, mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi. Orang yang berkata tidak mau sama Tuhan, dia tidak akan melihat Tuhan. Kebaktian,  kebaktian tetapi dia tidak akan melihat Tuhan. Ini yang bikin hati saya sedih. Saudara berbakti, berbakti tapi saudara tidak melihat Tuhan. Saudara tidak melihat Tuhan dalam kasih-Nya, saudara tidak melihat Tuhan di dalam keagungan kemuliaan-Nya. Kita tidak melihat Tuhan. Kita cuma nyanyi. Ya kita datang kebaktian, kita rajin, kita nyanyi, apa itu cukup? Sampai Tuhan bilang, bukan yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan yang masuk ke dalam sorga tetapi siapa? Yang melakukan. Apa arti melakukan? Berarti kita mau. Berarti kalau Tuhan suruh, kita mau. Melakukan. Pergi ke kiri. Ya, Tuhan. Lakukan. Pergi ke kanan. Ya Tuhan. Melakukan. Belajar mengampuni. Ya Tuhan, saya mengampuni. 

Melakukan dan mau itu, wah, dua hal yang berbeda. Ini roh tidak mau. Tuhan bilang begini tapi kita tidak mau. Mari kita buka Matius 

21:28 "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
21:29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
21:30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
21:32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Dia tegur orang Israel orang Yahudi yang merasa dirinya beragama, merasa dirinya cukup. Maka Yesus bercerita tentang 2 orang anak yang pertama disuruh pergi bekerja di ladang. Dia berkata: Ya Bapa ... tapi dia tidak berbuat. Anak yang kedua dia bilang dengan tegas: Aku tidak mau kerja ... tapi akhirnya dia menyesal lalu dia pergi juga. Kata Yesus: Yang mana yang lebih baik? Mereka sendiri jawab: Yang kedua.

Anak yang pertama ini orang Israel, yang dulu mau melakukan kehendak Bapa tapi dia tidak pergi. Yang kedua ini orang-orang non-Yahudi, orang-orang kafir - saudara dan saya, yang dulu menurut Yesus tidak mau tetapi hati kita menyesal. Ketika Injil diberitakan, Firman Allah diberitakan, Roh Kudus bekerja, dosa ditempelak, hati kita menyesal lalu kita pergi dan bekerja.

Roh anak kedua inilah yang harus ada malam hari ini di dalam diri kita. Roh penyesalan. Saya mau memperbaiki, Bapa. Dulu saya ngomong tidak mau tapi sekarang saya mau mengerjakan pekerjaan lalu pergi ke ladang dan bekerja. Ladang itu pekerjaan Tuhan. Saya ini tidak sakit, hanya kelelahan. Terlalu lelah. Maka saya mempunyai pembantu gembala-gembala kecil. Saya ingin mempunyai pegawai yang kelebihan pegawai dari pada kekurangan pegawai. Tetapi Tuhan Yesus berkata, ladangnya luas, penuainya sedikit. Berdoalah supaya penuai Tuhan kirimkan penuai-penuai.

Saudara, sekolah alkitab kita sudah masuk angkatan ke-20. Sudah 20 tahun. Jadi kekuatan saya sudah berkurang 20 tahun, tidak seperti 20 tahun yang lalu. Sudah 1.800 hamba Tuhan termasuk yang sedang belajar sekarang. Tapi Tuhan Yesus berkata, ladang masih luas, pegawainya kurang, penuainya sedikit. Siapa yang akan Aku suruhkan? Siapa yang akan menjadi utusan-Ku? Apa kita mau jadi anak yang pertama? Ya Bapa, saya pergi ... tapi tidak bekerja. Atau kita menjawab pertama tidak mau tapi hati menyesal: Tuhan, betapa besar cinta-Mu. 

Saya selalu berdoa supaya saudara menjadi lebih baik dalam segala hal. Lebih baik dalam hal ekonomi saudara, lebih baik dalam hal rohani saudara, keluarga saudara lebih damai sejahtera. Dalam segala hal saja. Saya tidak usah bicara. Tapi kenapa banyak yang tidak menikmati? Karena kita harus memposisikan diri. Kalau saya mandi di pancuran, air pancuran itu jatuh di samping saya. Saya ada di sini. Saya bisa basahi tangan saya tapi tidak kena badan saya. Saya harus memposisikan diri. Saya harus berbalik, kepala saya harus tetap ke pancuran supaya dapat berkat ini. Tapi kalau kita mau diatur umpamanya ada juru rawat mau mengatur, bapa saya gotong untuk ke sana. Saya tidak mau. Bukan salah pancuran, bukan salah juru rawat, salahnya ada sama kita.

Juru rawat itu hamba Tuhan, pancuran itu berkat Tuhan. Kalau kita sebagai jemaat mau diatur sama hamba Tuhan, saya geser ya kamu supaya kamu mendapat berkat dari Tuhan, saudara dengan ketus berkata: Saya tidak mau. Umpama tidak ngomong juga tapi hati ngomong: Saya tidak mau. Bukan salah berkat Tuhan, bukan salah juru rawat hamba Tuhan - tapi kita sebagai pasien, sebagai anak-anak Tuhan tidak mau diatur. Saya tidak mau.

Aduh, roh ini sekarang saudara, terngiang-ngiang di mana-mana, di seluruh gereja-gereja, roh tidak mau. Roh memberontak, roh antikristus. Tidak mau, saya tidak mau. Di dalam Efesus    

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Paulus berkata, perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup. Dalam bahasa Inggris, ... perhatikanlah kamu berjalan seperti orang yang sudah bersunat. Jadi sebagai orang kudus. Kita sunat, sunat hati kita. Jadi kita nggak perhatikan orang lain. Perhatikan jalan kita supaya jalan kita ini tidak salah.

Bayangkan saudara orang di Eskimo. Itu hanya es saja bikin rumah yang namanya igloo. Kalau mereka pergi tidak ada jalan, tidak ada utara tidak ada selatan, bagaimana mereka bisa kembali? Setiap mereka melangkah 7 langkah, mereka ke kanan 1 langkah. Lalu pulang. Terus begitu baru bisa menemukan rumahnya. Kenapa? Saya tidak tahu. Kalau mereka terus jalan lurus, tidak memposisikan dirinya, mereka tidak akan ketemu rumah. Tiap 7 langkah, ke kanan 1 langkah. Berjalan seperti orang yang sudah bersunat. Kolose

2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.

Jadi saudara, penanggalan tubuh yang berdosa, yaitu penanggalan kelakuan kita tingkah laku kita yang lama. Ingat saya punya khotbah tadi, kita punya hidup 2 bagian. Dari lahir sampai hari ini dan dari hari ini sampai mati. Yang dari lahir sampai hari ini nggak akan kembali lagi. Waktu saudara berkata tidak mau, kepada kehendak Tuhan, itu waktu tidak akan kembali lagi, tidak akan dikembalikan sama Tuhan; kesempatan itu lenyap. Tidak kembali lagi. Yang ada sekarang waktu yang di hadapan kita. Bagian kedua dari hidup kita, dari hari ini sampai kita meninggal. Itu Tuhan beri waktu kepada saudara. Kalau Tuhan memanggil saudara untuk melayani pekerjaan Tuhan, jangan sekali-kali saudara ngomong, tidak mau.

Kembali kepada Efesus ayat 15, karena itu berjalanlah sebagai orang yang bersunat, jangan seperti orang bebal, tetapi sebagai orang arif,

5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Kata pergunakan itu dalam bahasa Inggris, redeeming the time ... tebus. Waktu yang lewat kita sudah nggak bisa. Dulu kita tolak Tuhan. Disuruh pimpin pujian nggak mau, disuruh bersaksi nggak mau, disuruh melayani Tuhan menyanyi nggak mau, disuruh berkarya dalam pekerjaan Tuhan nggak mau, disuruh pegang ini nggak mau, disuruh ini nggak mau ... dan itu tidak kembali lagi.

Tetapi hari depan kita, kita bisa menebus. Menebus yang sudah lewat itu kita tebus di hari yang akan datang ini, amin? Kita tebus: Tuhan, saya mau menebus waktu ini, saya mau bekerja double porsi dua kali ganda lebih dari yang lalu; saya mau menebus waktu ini. Redeeming the time. Karena hari-hari ini hari-hari yang jahat.  

Saudara tidak tahu apa yang dilakukan oleh anak saudara dengan handphonenya. Handphone itu bisa menjadi alat penginjilan tetapi bisa juga menjadi alat dosa. Bisa menjadi berkat, bisa menjadi memfitnah orang melalui SMS, melalui handphone. Dan banyak anak muda remaja sekarang lebih dekat dengan handphone dari pada dengan Alkitab.

Kalau ditegur oleh hamba Tuhan ... tidak mau. Tidak mau ditegur. Maunya senang, maunya enjoy. Disuruh setia rajin ... tidak mau. Ini roh tidak mau ini luar biasa. Pernah datang kepada Maria. Gabriel datang kepada Maria: Maria, engkau dapat berkat anugerah Tuhan, engkau akan mengandung dan beranak seorang anak laki-laki, namakan Dia Yesus. Protes Maria: Bagaimana hal itu bisa terjadi, saya belum bersuami? Kandunganmu akan datang dari Roh Kudus. Sadarlah Maria bahwa dengan siapa dia berhadapan ... dengan Tuhan Serwa sekalian alam. Dengan Allah yang menciptakan yang tidak ada menjadi ada. Saudara tidak tahu kita berbakti kepada Tuhan yang menciptakan yang tidak ada menjadi ada. Tidak ada pekerjaan jadi ada pekerjaan. Tidak ada gaji jadi ada gaji. Tidak ada harapan jadi ada harapan. Tidak ada kesembuhan, ada kesembuhan. Jadi rubah dong posisi kita di hadapan Tuhan.

Menjawablah Maria: Aku ini hamba-Mu. Jadilah kepadaku sebagaimana kehendak-Mu. Baru Gabriel pergi. Sebelum pergi, Gabriel berkata: Karena satupun tidak ada yang mustahil kepada Tuhan.

Kalau saudara berkata: Ya Tuhan, saya mau ... tidak ada yang mustahil buat saudara, kalau kita mau melayani Tuhan, kalau kita mau bekerja buat Tuhan.     

5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah  supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Dalam Matius 7 ada orang yang bodoh bikin rumah di atas pasir. Ada orang bijak mendirikan rumah di atas batu karang. Sama-sama rumah berdiri. Rumah itu kualitasnya baru ketahuan setelah ada hujan, angin dan banjir. Hujan menyerang atap rumah, angin menyerang dinding rumah, banjir menyerang fondasi rumah. Orang yang bijak yang mendirikan rumahnya di atas batu, rumahnya tidak goyah. Hujan deras mungkin bocor, angin mungkin kena kedinginan tapi tidak hancur rumahnya karena fondasinya dari batu. Tapi yang bodoh membangun rumah begitu angin datang meniup hujan datang banjir, roboh dan Alkitab berkata, besarlah kerusakkannya.

Nah, kita bertanya siapa yang pandai dan siapa yang bodoh? Firman Allah katakan yang pandai itu yang mendengar firman Tuhan serta yang mau. Bukan yang tidak mau. 

Ada 5 perawan bijak dan 5 perawan bodoh. Yang bawa minyak terang lampunya. Yang bodoh tidak ada minyak, tidak bisa pasang lampu. Kenapa? Karena tidak mau bersedia, tidak mau menyediakan minyak sebelum datang mempelai itu. Apa akhirnya? Ketuk pintu. Bukakan kami pintu. Jawaban datang: Sesungguhnya, amin, sesungguhnya, Aku tidak pernah mengenal kamu. Wai, wai, wai, bagaimana kalau kita nanti sampai di sorga, Yesus bilang: Aku tidak pernah mengenal kamu. Sebab itu waspadalah.

Nah, kata waspada itulah yang dikatakan di dalam ayat 17, ... usahakanlah. Bahasa Inggris, mengertilah. Supaya mengerti kehendak Tuhan.

5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Anggur, saudara, kita mau buka lebih dahulu Wahyu

17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

Ini dunia dilihat oleh Yohanes seperti perempuan membawa cawan. Di dalam Efesus 5:18, dikatakan jangan kamu mabuk oleh anggur. Dalam Wahyu itu kalau saudara baca terus, raja-raja di bumi mabuk oleh anggurnya, mabuk oleh cawan yang dimainkan oleh perempuan ini, oleh roh dunia ini sehingga mereka penuh dengan hujat; kata-katanya hujat.

Saudara tahu nggak, waktu kita bilang tidak mau, sama Tuhan, itu sama dengan kita menghujat Tuhan. Tuhan itu maha, Dia bisa paksa kita. Tapi Tuhan tidak mau mempunyai umat yang terpaksa melayani Tuhan. Terpaksa berbuat baik untuk Tuhan. Terpaksa memuji Tuhan. Itu sebabnya hati-hati dengan roh anggur dunia ini, yaitu roh godaan.

Ini hari-hari jahat, saudara. Bukan saya yang ngomong ... Firman Allah! Hari-hari ini jahat. Baru melahirkan anak, anak dimasukkan ke lubang wc. Bayi. Baru melahirkan anak, anak dikubur. Di Bandung. Seorang ibu bilang, lagi apa neng? Ngubur kucing, kucing mati. Anak sendiri dibunuh. Sudah tega. Ibu. Takut hubangan gelapnya ketahuan. Akhirnya ketahuan, akhirnya berdosa. Anak umur 2 bulan dijual 2.5 juta. Untung ketangkap sama polisi. Bapanya bilang, mau bagaimana saya makan apa sekarang?  

Saya ingin supaya saudara menikmati berkat Tuhan. Menikmati limpahnya berkat Tuhan, menikmati kekayaan kemuliaan dari pada Tuhan. Tapi itu tidak tergantung saya. Tidak tergantung Tuhan. Tidak tergantung Roh Kudus. Tergantung saudara! Mau atau tidak mau. Mau bekerja untuk Tuhan, mau melayani Tuhan atau tidak mau.  

5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

Saudara lagi memimpin pujian dan saudara yang menyanyi dan saudara yang singer, itu sedang berkata-kata di dalam berkata seorang kepada yang lain dalam Mazmur. Yang singer itu menyanyi kepada jemaat dalam nyanyian yang sama. Jemaat nyanyi untuk Tuhan. Tetapi kepada pemimpin, pemimpin nyanyi memimpin tetapi sedang menyanyi kepada jemaat. Saling bermazmur.  

Saudara, waktu saudara bersaksi ini, saudara sedang memberikan kidung puji-pujian dan nyanyian rohani, berkata-kata. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Nyanyi itu dengan segenap hati. Jangan mau mau nggak nggak, nyanyi. Apalagi yang memimpin. Segenap hati. Orang yang segenap hati pasti segenap suara dia nyanyi.   

5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.

Ucapkanlah syukur. Ini rahasia, ini anak kunci untuk berkat sorga. Anak kuncinya mengucap syukur. Mengucap syukur. Bukan doa. Mengucap syukur. Mengucap syukur itu membawa pertolongan yang besar. Kita buka kitab nabi Yunus 2. Ini doa dia di dalam perut ikan.

2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
2:2 katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. - Tuhan sudah jawab belum? Belum! -
2:3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. - Tuhan sudah jawab belum? Belum! -
2:4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?
2:5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku
2:6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku. - Tuhan sudah jawab belum? Belum! -
2:7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.
2:8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. - Tuhan sudah jawab belum? Belum! -
2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!" - Baru ayat 10 Tuhan jawab -
2:10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat. 

Saya tidak percaya sebetulnya ayat ini pertama dulu. Tapi begitu saya lihat film anjing laut dimakan sama ikan paus. Ikan paus itu siripnya dia radar dia cari di mana anjing laut itu. Dia serang dengan cepat luar biasa anjing laut itu sampai di pinggir pantai, didapat lalu mundur, mundur, mundur dia dapat, dimakan. Kemungkinan saudaraku ikan yang besar ini dia pandai dan memuntahkan Yunus lalu Yunuspun keluar dan sampai di Niniwe. Oleh apa? Mengucap syukur.

Sekarang saudara masih mau berkata tidak mau kepada Tuhan? Atau mau berkata mau? Mari pemain musik. 

-- o -- 

Minggu, 30 September 2007

BERITAHU KEKUATIRAN KITA PADA TUHAN

Filipi

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. - Bahasa Inggris bukan pikir, tapi meditasi ... renungkanlah.  

Kalau saudara ingat 10 perintah Tuhan, satu, jangan padamu ada ilah lain; dua, hormati ayah ibumu; tiga, jangan membunuh, jangan berzinah, jangan ini ... Jadi ini pun kata jangan; jadi ini adalah perintah Tuhan Yesus. 

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Kan Tuhan maha tahu tapi Dia ingin tahu dari kita, apa yang kita inginkan. Jadi ternyata kekuatiran itu datang dari pada apa yang kita inginkan. Kekuatiran datang dari pada apa yang menjadi keinginan kita, apa yang menjadi kerinduan kita yang belum kita dapatkan, itu menjadikan kita kuatir. Biarlah Tuhan tahu. Tuhan pasti menolong saudara, asal diketahui apa persoalan saudara.

Boleh ngomong sama pendeta tapi kan terbatas. Ada hal-hal yang saudara tidak berani ngomong sama gembala. Ada hal-hal yang saudara simpan sendiri tapi Tuhan tahu. Tuhan tahu tapi Tuhan nggak akan bertindak sebelum saudara beritahu sama Dia kekuatiran saudara. Apa yang bikin saudara kuatir, apa yang bikin saudara resah, apa yang bikin saudara gelisah, apa yang membuat saudara susah.

Bayangkan manusia di dunia lebih dari 6 milyar sekarang, Tuhan bisa tahu satu persatu permasalahan kita, itu hebatnya Tuhan. Maka kasih tahu sama Tuhan. Jangan kasih tahu sama orang nanti diomongin ke orang lain. Tahu-tahu ada di radio amatir. Berkatalah sama Tuhan.

Katakan keinginan saudara melalui doa. Jadi doa selain mencari Tuhan, doa juga untuk menyatakan keinginan saudara, kerinduan saudara. Tuhan saya lagi kuatir ini, melalui doa saudara nyatakan kepada Tuhan dan permohonan. Tuhan, saya kuatir mohon kekuatan. Dan ucapan syukur. Jadi kalau saudara mohon sama Tuhan, harus ada ucapan syukur.

Kita ada 10 motor sudah dibagi 3, besok 3 lagi datang pendeta. Tapi 3 yang pertama, pendeta yang pertama, begitu saya bilang: Ini terima sepeda motor. Biar bekas tapi adalah lumayan buat pekerjaan Tuhan, dia ngomong begini: Oom, kok nggak ada kaca spionnya?

Saya kesal saudara sama orang begitu. Sudah dikasih saja bagus. Emang nggak ada kaca spionnya. Saya bilang begini: Saya beliin kamu kaca spion 4 dah, motornya nggak, mau nggak? Kamu pakai kaca spion jalan kembali ke rumah pakai kaca spion, motornya nggak. Akhirnya dia ketawa. Iya deh, nggak apa-apa deh, saya beli sendiri. Dari 3 yang dapat motor, tidak ada satupun yang bilang terima kasih, sampaikan sama yang memberi terima kasih. Nggak ada.

Nah saudara, kita ini kurang terima kasih sama Tuhan. Maka Paulus berkata, dari pada kamu cemas, dari pada kamu kuatir, ayo melalui doa sampaikanlah keinginanmu, kecapeanmu, kegelisahanmu, kuatirmu, kesulitanmu, permasalahanmu dengan permohonan kepada Tuhan sambil mengucap syukur. Jangan lupa itu ucap syukur. Jangan lupa, orang kristen yang berkemenangan selalu mengucap syukur. Ada haleluyah, saudara?

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Nah, kalau saudara menyampaikan kekuatiran saudara, persoalan saudara kepada Tuhan, permohonan saudara sambil mengucap syukur, sambil tahu berterima kasih, Tuhan terima kasih saya masih hidup. Hidup kita kan saya bilang terbagi dua, dari kita lahir sampai sekarang; yang kedua, dari sekarang sampai kita mati. Yang kemarin sudah jangan diingat-ingat. Yang kita harus jaga hidup kita sekarang sampai kita mati. Kita hidup menyerah sama Tuhan nggak? Hidup kita kudus nggak di hadapan Tuhan, hidup kita benar nggak dalam pemandangan manusia dalam pemandangan Tuhan? Hidup kita masuk akal nggak? Hidup kita sebagai orang kristen cocok nggak cara hidup kita sebagai orang kristen? Itu yang kita harus tanya kepada Tuhan selain kita serahkan kekuatiran kita serahkan permohonan kita, kita mengucap syukur kepada Tuhan, kita minta kepada Tuhan.

Lalu kata Tuhan, kalau kamu tahu doa, minta permohonan kepada-Ku, memohon kepada-Ku sambil engkau mengucap syukur. Artinya kita jadi orang kristen tahu diri! Sampai ada ayat dalam firman Allah, jangan terlalu sering mengunjungi rumah temanmu supaya jangan temanmu itu bosan, maneh deui maneh deui ... kamu lagi, kamu lagi. Jadi jangan terlalu sering. Artinya, kita musti tahu diri.

Thanksgiving, memberi terima kasih. Bahasa Inggrisnya ucapan syukur itu thanksgiving, memberikan terima kasih sama Tuhan. Itu omongan terima kasih itu saudara, omongan yang mempunyai kekuatan luar biasa. Pelayan kan di bawah kita. Kita kan pesan teh. Selalu kalau pelayan sudah tuangkan teh biar dia cemberut gimana, kita bilang terima kasih, ya. Nuhun kalau orang Sunda. Itu buat dia satu berkat. Ucapan terima kasih. Tahu berterima kasih.

Ajarku Tuhan ... Berterima kasih ... Ajarku bersyukur ... Kepada-Mu ... keberadaanku .. Semua berkat Tuhan ... Ajarku Tuhan ... Berterima kasih ...

Nggak berat, nggak susah. Terima kasih. Suami-suami, sukakah berterima kasih kepada istri? Mih, terima kasih, ya. Bagi istri, bisa bukan terharu lagi wah, bisa karena punya suami selain baik tahu berterima kasih. Terima kasih ya mih, melahirkan anak sampai 12. Itu melahirkan anak itu antara hidup dan mati. Tahukah kita suami-suami berterima kasih kepada istri sebelum kepada Tuhan? Namanya saja perempuan, datang dari bahasa Sansekerta ... empu; empu itu hormat. Perempuan, yang harus dihormati. Itu cara saudara berterima kasih kepada Tuhan. Karena dia sama waris menurut surat I Petrus 3:7 jadi warisan tidak akan diturunkan kalau suami kasar sama istri atau istri tidak tunduk sama suami, warisan nggak akan diturunkan. Betapa hebatnya itu kata terima kasih. Tuhanpun sungguh menunggu orang-orang berterima kasih. Setelah terima kasih ini dinaikkan, damai sejahtera. Dikatakan ayatnya yang ke-7,

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Damai yang Dia b'rikan ... Sangat besar ... Damai yang jadikan ... hati gemar ...

Apa hari ini hati saudara damai? Apa hati saudara sekarang sedang gemar? Apa saudara punya hati sedang tertekan? Apa hati saudara sedang susah? Apa hati saudara sedang sukar sulit? Apa hati saudara sedang dalam beban? Saudara perlu damai dari Tuhan dan damai sejahtera Allah dikatakan ... yang melampaui segala pikiran yang melampaui segala akal. Artinya akal kita nggak bisa mikir ini damai seperti ini, nggak bisa mikir.

Damai sejahtera Allah. Bahasa Ibraninya, shalom. Bahasa Yunaninya, eirene. Yohanes 14:27, Yesus berkata 

14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Kalau orang kristen nggak pernah rasa damai, ini bukan salahnya Tuhan. Tuhan sudah tinggalkan warisan ini, Tuhan tinggalkan di dunia. Dia naik ke sorga tapi Yesus tinggalkan damai di dalam dunia yang harus kita nikmati. Nikmati damai. Paling enak hidup di dalam perdamaian. 

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati

Bahasa Inggris bukan memelihara, ... menjaga, mengawal. Siapa dalam pikiran saudara, begitu saudara ngomong mengawal, apa yang ada sama saudara? Yang ada pengawal. Yang ada penjaga. Mungkin ada yang bilang ronda malam, mungkin ada yang bilang hansip, mungkin ada yang bilang satpam, mungkin ada yang bilang tentara, mungkin ada yang bilang polisi tapi pengawal.

Hari sabtu saya diajak oleh kepolisian Bogor: Coba bertemu pak sudah lama kami tidak bertemu dengan bapak. Ketemu di satu restoran di Bogor. Bawalah sepeda motor bapak. Akan dijemput dari Bandung. Waduh, saya bilang saya kurang sehat ini badan. Coba aja pelan-pelan aja. Jadi ada polisi yang mengawal. Saya mah naik motor jalan saja orang macet di pinggir, kita mah ada yang ngawal. Sirine. Di depan saya juga ada satu tentara bekas RPKAD, di belakang juga. Saya mah nggak cape kalau begini mah. Pulangnya begitu juga dikawal saudara.

Demikian juga kita. Kalau dikawal oleh damai sejahtera, banyak kemacetan persoalan-persoalan yang mau memacetkan bikin pusing kita tapi karena dikawal, nyingray kabeh ... ke pinggir semua. Menyingkir, saya mau lewat. Sebab apa? Ada pengawal, ada damai. Damai itu yang mengawal hati kita. Tidak ada yang bisa benci sama kita, mau marah sama kita, nggak bisa. Kamu marah tidak apa saya mah tetap mencintai anda.

Apa yang kita katakan akan kembali kepada kita. Kalau kita menabur kasih, kasih akan tumbuh dan buahnyapun akan menjadi buah kasih, ada haleluyah saudara? Tapi kalau kita menabur kebencian, menabur kemarahan, menabur emosi, menabur kekerasan, menabur hal-hal yang tidak baik, apa yang akan kembali kepada kita? Tidak ada pengawalan dari Tuhan. Tidak perlu kaya. Firman Allah bilang, biar dia makan cuma dengan sayur tetapi asal dengan Tuhan, jauh lebih baik dari pada makan dengan pesta dengan makanan yang tambun-tambun tapi tidak ada damai. Damai itu indah. Damai yang mengawal menjaga kita. Saya mau berbicara beberapa kalimat mengenai menjaga, ya. Tuhan mengelilingi kita. Zakharia

2:5 Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya."

Ada haleluyah? Tuhan bukan hanya mengelilingi saudaraku dengan damai tapi tembok api. Orang mau berbuat macam-macam sama kita terbakar oleh api ini, oleh api Tuhan. Yang kedua, kitab Ayub. Tuhan membanggakan Ayub sama Setan

1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
1:9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?
1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya?

Tuhan membuat pagar di sekeliling rumah Ayub. Harta Ayub, keluarga Ayub itu Iblis ngakuin, aku nggak bisa ganggu sama Ayub habis Engkau bikin pagar, katanya. Jadi kita sudah punya 3 pagar. Satu, pagar dari Tuhan yang dipasang. Saya tidak tahu pagar apa. Tapi Zakharia bilang, aku taruh pagar berapi. Dan rasul Paulus berkata, damai dari Tuhan juga memagari mengawal menjaga kita.

Kita kembali kepada Filipi

4:8 Jadi akhirnya, - Bahasa Inggris, yang terakhir, finally - saudara-saudara, - Ingat saudara, kita ini saudara-saudara. Kalau saudara, suami istri disebut apa? Kalau sesama jemaat saja disebut saudara, suami istri disebut apa? Lebih dari saudara. - semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Dalam hidup saya yang baru 59 tahun lebih berapa bulan, saya angkat topi kepada seorang suami. Suami ini punya wajah, suami ini tidak jelek tetapi dia mengambil - maaf ya, dia mengambil seorang istri justru yang cacat, yang tidak mungkin ada orang yang mau sama dia tapi dia menikahi wanita yang cacat fisik. Dia tidak merasa minder menggandeng istrinya yang cacat itu berjalan pelan-pelan. Mereka anggota gereja pantekosta.

Sampai sekarang saya tidak pernah hilang hormat saya sama suami ini. Kagum saya sama dia. Kalau suami yang beuger pakokolot mah banyak. Kawin bukannya dengan yang seimbang, yang sebabat. Coba saja saudara, umpamanya di sini ada ibu umur 60 tahun menikah dengan pemuda umur 25 tahun, saya mau tanya, sedap didengar nggak? Tidak dosa. Tapi pantas apa nggak? Kalau ada oma umur 70 tahun pake bluejeans pusar dikasih lihat ... sedap didengar apa tidak saudara? Tidak dosa. Tapi aduh, nggak sedap didengar. Oma udah 70 tahun masa pake bluejeans kaya begitu, pakai sepatu hak tinggi, oma teh mau kemana? Tidak dosa tapi pantas apa nggak.

Nah, ini kita sudah jarang bicara tentang kesucian. Kalau anak Tuhan dapat damai sejahtera dari Tuhan, dia demen sama kesucian, dia nggak bakalan cerai, dia nggak bakalan mengerjakan perkara-perkara yang tidak diperkenan Tuhan, tidak mungkin. Dia senang kesucian karena Allah yang dia cinta suci makanya Tuhan tolong saya supaya saya hidup suci, supaya di kamar tidur saya tidak ada perempuan yang bukan istri saya yang masuk di kamar tidur saya. Itu orang cinta Tuhan, dia cinta kesucian. Ibrani  

13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Hormat sama perkawinan. Pemerintah saja menghormati gereja, mereka tidak akan menikahkan orang kalau belum ada surat pernikahan dari gereja. Mereka takut ketika baca ini. Pemerintah saja ada undang-undang perkawinan. Persahabatan tidak ada undang-undangnya, berteman tidak ada undang-undangnya tapi perkawinan ada undang-undangnya. Nggak boleh sembarangan cerai. Nyanyi, aku mengasihi engkau Tuhan, tapi hidup dalam perceraian. Mau didamaikan, khotbah saya minggu lalu, tidak mau! Aku mau mendekap engkau seperti induk ayam mendekap anak-anaknya ... tidak mau. Apa saja yang suci ... I Petrus   

1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Apakah kita hidup kudus di hadapan Tuhan? Apakah perkataan kita ini benar bisa dipercaya? Apakah kira-kira tindakan saya ini tidak menimbulkan gejolak di masyarakat? Apakah tindakan saya tidak akan mempermalukan nama Tuhan? Katanya kristen, tapi kok begitu kelakuannya? Banyak orang ingin tahu pelajaran yang terdalam apa. Yang sekolah-sekolah tinggi STT itu pelajaran apa? Hidup kudus! Kalau kita hidup suci, sudah tidak masalah, saudara. Kecuali kalau mata kita sudah digelapkan oleh si Setan. Susah dikasih nasehat.

Satu bapa setir mobil di Canada ini. Eh, ada bangkai anjing. Bapanya bilang, aduh ada bangkai anjing. Itu bukan anjing, pa, kucing. Anjing, nak. Kucing. Anjing. Kucing. Bapanya balikkin lagi mobilnya, jalan ke tempat itu. Kamu lihat, anjing atau kucing? Anjing.

Kita itu kaya begitu sama Tuhan. Keras kepala. Tuhan bilang itu dosa, kita bilang nggak. Dosa. Nggak. Salah. Keliru. Itu yang disebut firman Allah, kebenaran diri sendiri. Pantas kalau Tuhan Yesus bilang, kalau Aku datang kembali kali yang kedua, apa Aku bisa jumpai iman? Apa artinya iman? Iman itu menurut firman Allah. Hidup kudus. Hidup suci.  

Saudara jadi orang kristen, pengetahuan alkitab kurang, tidak tahu apa-apa. Tapi kalau hidup suci, cukup. Hidup kudus. Tidak mau yang nggak benar-benar, nggak mau. Mulai dari rumah tangga kita. Mulai dari istri, mulai dari suami, mulai dari anak-anak, mulai dari orang tua. Hidup kudus. Saling hormat, saling sayang, saling memiliki, saling mengampuni, saling memaafkan, saling mengasihi.

Saya mau tutup dengan satu ayat dalam Roma   

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

Hukum Taurat mempunyai 400 lebih undang-undang, kita nggak hafal. Tapi kalau saudara saling mengasihi, saudara sudah memenuhi hukum Taurat.

13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Diberkatilah saudara yang mendengar firman Allah serta berkata kepada Tuhan: Tuhan, saya mau melakukan firman-Mu. Jangan kuatir, bawa segala perkara kepada Tuhan. Pemain musik.

-- o -- 

Minggu, 07 Oktober 2007

TUHAN BERJALAN DI DEPAN

Siapakah di antara kita yang pernah merasa takut akan sesuatu, takut apa saja? Yang nggak angkat tangan, bohong. Kita semua pasti pernah merasa takut - takut nggak punya jodoh, takut nggak naik kelas.

Apa sih sebabnya takut ini? Tetapi takut Tuhan izinkan rasa takut itu sebetulnya demi kebaikan kita supaya melalui rasa takut, kita akan lebih bersandar kepada Tuhan. Dan rasa takut itu tidak boleh menguasai kita tetapi rasa takut itu kita harus kalahkan dan diperintah.

Itu sebabnya dunia ini sekarang dirundung oleh rasa takut, takut ini takut itu, dan sebagainya. Ulangan

1:19 "Kemudian kita berangkat dari Horeb dan berjalan melalui segenap padang gurun yang besar dan dahsyat yang telah kamu lihat itu, ke arah pegunungan orang Amori, seperti yang diperintahkan kepada kita oleh TUHAN, Allah kita; lalu kita sampai ke Kadesh-Barnea.
1:20 Ketika itu aku berkata kepadamu: Kamu sudah sampai ke pegunungan orang Amori, yang diberikan kepada kita oleh TUHAN, Allah kita.
1:21 Ketahuilah, TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah, seperti yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati. 

Apa kata firman Allah? Musa, dia berkata, flashback ke belakang: Dulu kita dijajah di Mesir sekarang kita berjalan, kemudian kita berangkat, ayat 19. Padang gurun yang besar dan dahsyat menjadi lambang percobaan persoalan-persoalan. Di padang gurun ada banyak binatang buas, di padang gurun ada panas waktu siang dan dingin sekali pada waktu malam. Dulu belum ada lampu petromak, belum ada listrik, mereka berjalan lewat padang gurun ... selama hampir 40 tahun lamanya. Dan dari kejadian satu kepada kejadian yang lain, Tuhan sudah tolong, amin saudara? Lalu dikatakan, 

1:19 "Kemudian kita berangkat dari Horeb dan berjalan melalui segenap padang gurun yang besar dan dahsyat yang telah kamu lihat itu, ke arah pegunungan orang Amori, seperti yang diperintahkan kepada kita oleh TUHAN, Allah kita; lalu kita sampai ke Kadesh-Barnea.

Mari kita anggap Kadesh-Barnea itu adalah hari ini. Kita sudah sampai di Kadesh-Barnea. Haleluyah. Coba kita flashback ke belakang. Kita sudah lewat banyak persoalan, banyak air mata, banyak tangisan, banyak keberatan. Naik turun bukit ... kelaparan, kehausan di padang gurun menghadapi ancaman. Tetapi sekarang, kata Musa, kita sampai ke Kadesh-Barnea. Itu sebabnya kita harus syukuri hari ini: Terima kasih Tuhan, saya sudah sampai di Kadesh-Barnea.

Bagaimana nanti. Amin, saudara? Nanti bagaimana? Bagaimana nanti! Pokoknya Tuhan janji kita sudah lewat gurun yang besar itu dan sampailah kita ke Kadesh-Barnea. Saudara syukuri hari ini? Tuhan memberikan Kadesh-Barnea bagi kita. Ayat 20.

1:20 Ketika itu aku berkata kepadamu: Kamu sudah sampai ke pegunungan orang Amori, yang diberikan kepada kita oleh TUHAN, Allah kita.

Eh, sekarang kita sudah sampai waktu dulu kita ngomong saya ngomong, kita akan mendapatkan satu pegunungan orang Amori. Orang Amori itu musuhnya orang Israel. Tapi Tuhan sudah berfirman, pegunungan orang Amori, Aku serahkan kepadamu. Itu janji Tuhan, Aku serahkan itu kepadamu. Sekarang kita sudah sampai ke pegunungan orang Amori yang diberikan kepada kita oleh Tuhan Allah kita.

Saudara, pegunungan orang Amori adalah hari depan kita. Tidak ada seorangpun yang mengetahui hari depannya apa. Itu sebabnya bintang meramal laku keras karena orang ingin tahu ada apa besok. Saya tidak tahu besok ada apa. Yang saya tahu besok itu hari senin. Tapi saudara, orang ingin tahu besok ada apa.

Firman Allah sore hari ini berkata, pegunungan itu, hari depan itu sudah diberikan kepadamu. Jadi hari depan kita adalah milik kita, amin saudara? Hari depan itu milik saudara. Siapa yang bilang? Tuhan janji kepada kita. Dan kalau Tuhan janji bukan angin sorga. Ada banyak orang janji pakai angin sorga. Manis depannya, pahit belakangnya. Contohnya bank. Kalau bank mau memberikan kredit, janjinya manis. Bunganya hanya begini. Gampang diatur. Begitu kita telat bayar, waduh, ditagih sama debt-collector. Kalau nggak, bapak dijinjing sama saya ke pasar, mau dilelang di pasar. Takut kita. Karena apa? Karena janjinya janji palsu, janjinya janji angin sorga.

Tetapi Tuhan yang berjanji - ya dan amin! Menurt II Korintus 1, semua janji Allah di dalam Yesus adalah ya dan amin.

Apa saudara percaya bahwa hari depan, Tuhan sudah berikan bagi saudara? Ya dan amin. Apakah saudara percaya hari depan diberikan kepada saudara? Ya dan amin.    

1:21 Ketahuilah, TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu - Tuh, sudah diserahkan hari depan itu kepada kita - Majulah, dudukilah, seperti yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati. 

Ini Tuhan yang ngomong. Duduki. Duduki. Aku sudah kasih untuk engkau. Hari depanmu Aku sudah beri kepadamu. Duduki saja. Yeremia

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Saudara jawab, ya dan amin. Itu janji Tuhan. Hari depanmu penuh dengan harapan. Jadi siswa juga tidak boleh takut. Hari depanmu penuh dengan harapan. Pasti akan terjadi apa yang dijanjikan oleh Tuhan.

Kemenangan juga yang diberikan kepada orang Israel sudah direncanakan oleh Tuhan.

Jadi saudara dan saya sudah diformat, kalau di komputer, untuk menang. Saudara bukan diformat untuk jadi kalah, saudara tidak diformat untuk mundur, saudara tidak diformat menjadi orang ketinggalan. Saudara tidak diformat menjadi orang yang miskin, saudara tidak diformat menjadi orang yang susah, saudara tidak diformat menjadi orang yang sedih tapi saudara diformat untuk menjadi orang yang menang dan selalu menang sampai kepada kemenangan yang sempurna. Itu adalah format rencana rancang bangun dari Tuhan.

Dia akan menemui pegunungan Amori, hari depan. Pegunungan itu naik ke atas. Perang. Amori itu musuh. Tapi Aku sudah memberikan tanah itu kepadamu. Duduki! Syaratnya cuma satu, jangan takut! Maju dan jangan takut. Dan janganlah patah hati. Jangan takut atau jangan patah semangat, itu maksudnya. Kita sambung ayat 22.    

1:22 Lalu kamu sekalian mendekati aku dan berkata: Marilah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk menyelidiki negeri itu bagi kita dan membawa kabar kepada kita tentang jalan yang akan kita lalui, dan tentang kota-kota yang akan kita datangi.
1:23 Hal itu kupandang baik. Jadi aku memilih dari padamu dua belas orang, dari tiap-tiap suku seorang.
1:24 Mereka pergi dan berjalan ke arah pegunungan, lalu sampai ke lembah Eskol, kemudian menyelidiki negeri itu.
1:25 Maka mereka mengambil buah-buahan negeri itu dan membawanya kepada kita. Pula mereka membawa kabar kepada kita, demikian: Negeri yang diberikan TUHAN, Allah kita, kepada kita itu baik.
1:26 Tetapi kamu tidak mau berjalan ke sana, kamu menentang titah TUHAN, Allahmu.
1:27 Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan.
1:28 Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.
1:29 Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka;

Saudara, Musa berkata, ingat nggak aku memilih 12 mata-mata. Tiap suku, satu orang. Waktu itu 2 orang - Yosua dan Kaleb, pulang dengan kabar baik. Kabar baiknya begini: Negeri ini yang Tuhan berikan kepada kita adalah negeri yang baik. Dia bawa tandan anggur dari Eskol, Yosua dan Kaleb. Yosua di depan, Kaleb di belakang, memikul tandan anggur begitu banyak dari lembah Eskol, dibawa. Sampai sekarang gambar-gambar tentang travel di Israel gambarnya 2 orang sedang membawa tandan anggur, yaitu lambang kabar yang baik.

Saudara-saudara, tetapi 10 dari 12 membawa kabar tidak baik. Saudara bisa bayangkan, 2 berbanding 10. Kalau pemilu, menang 2 menang yang 10? Menang yang 10. Dan ketakutan ini satu musuh yang menghancurkan, yang membuat kita lumpuh, yang membuat rohani kita mandul, yang membuat kita stagnan, yang membuat kita tidak maju adalah ketakutan.

Bayangkan 10 orang ini ngomongnya lain. Ngomongnya: Orang yang kita selidiki itu, orangnya raksasa-raksasa, bani Enak itu tinggi-tinggi. Memang tinggi tetapi kan tidak semua tinggi. Seperti orang Amerika tinggi-tinggi tapi kan di Amerika ada yang pendek juga. Kaya orang Indonesia pendek-pendek tapi ada yang tinggi juga. Orang Jepang pendek-pendek tapi ada yang tinggi juga. Orang Tionghoa tidak terlalu tinggi tapi ada pemain basket yang 2.30 meter tingginya. Ada juga. Jadi kalau kita ngomong di Tiongkok itu orangnya tinggi-tinggi - saudara belum pernah ke sana -, saudara bayangkan orang Tiongkok tingginya 2.30 meter semua. Tidak saudara, ada juga yang pendek. 

Demikian juga ini. Beritanya ngomongnya, waduh, di sana negara itu raksasa-raksasa. Orangnya gede-gede. Apa yang terjadi, saudara? Semua orang bilang, wah, Tuhan membenci kita. Coba, saudara. Kamu tidak percaya, katanya Musa, kamu menggerutu, ayat 27 ...  

1:27 Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan.

Akibatnya apa, akibat dari berita yang menakutkan itu? Nah saudara, sekarang saya melihat tambah lama acara di televisi ini tambah kacau, apalagi acara di televisi Indonesia. Tidak ada yang bagus. Dan jangan saudara mengizinkan terlalu sering. Saya punya jemaat di Jakarta, dari hari senin sampai hari jumat, TV tidak boleh dinyalakan oleh puterinya. Puterinya sudah SMA kelas 3. Boleh dinyalakan bersama dengan orang tua hari sabtu saja dan minggu. Karena dia tahu bahayanya. Sebab apa? Yang didengar berita-berita yang menakutkan. Yang di film, berita tentang orang di kuburan, orang bangkit dari kubur, orang mati. Kuntilanak, Sundel Bolong, Genderowo. Semua cerita yang tidak bagus.

Ada lagi Extravaganza ceritanya dibikin-bikin. Yang tidak lucu, dilucu-lucuin. Orang yang tepuk tangan, yang ketawa direkam. Seolah-olah lucu pahadal nggak. Acaranya kacau di situ-situ juga. Bagaimana kita mau maju? Orang lain sudah ke bulan. Bahkan sekarang Rusia mau menyelidiki Mars, jaraknya 560 juta kilometer ke Mars. Nah, mereka mau kirim manusia ke Mars. Ini Rusia sekarang. 4 bulan ke bulan dikirim. Bulan paling dekat 330 ribu kilometer. Tetapi yang ke Mars, 560 juta kilometer. Berapa tahun baru sampai. Disiapkan makanan.

Dan itu sebabnya, hati-hati apa yang kita dengar, hati-hati dengan psy-war, perang dingin. Tiongkok akan menghancurkan Taiwan tapi nggak diserang-serang. Dari tahun 50 tuh sampai sekarang tahun 2007, sudah 57 tahun yang lalu, Tiongkok bilang, aku akan serang Taiwan. Itu namanya perang dingin. Nah, Iblis sekarang kasih perang dingin ... bikin saudara takut, bikin saudara nggak berani keluar.

Kemarin ada pendeta: Wah, bagaimana oom ya, ada desas-desus habis lebaran gereja akan digencet habis-habisan. Akan banyak yang akan ditutup. Silahkan, Tuhan saya lebih besar dari yang ngancam-ngancam itu. Amin, saudara? Kalau Tuhan bilang, dipencet aja hidungnya, check out ... check out. Tuhan bisa saudara.

Karena tidak percaya, kamu mengerutu. Itu yang menghalangi kita dari pada menikmati berkat. Suka mengerutu di kemah. Wah, ini Tuhan Dia membenci kita, Dia keluarkan kita dari Mesir supaya kita dijajah orang Amori. Ayat 28. 

1:28 Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.

Di Manado ada cerita. 2 orang ngobrol. Yang satu bilang, waduh kalau kangkung di Jawa kecil-kecil, ya. Kangkung Sukabumi juga kecil, ya. Enak tapi kecil. Oh, kalau kangkung di Manado dia punya batang kangkung batangnya aja tikus bisa masuk. Tikus seperti apa saya nggak tahu. Tikus di sana besar-besar. Jadi temannya bilang, kemarin saya baru pulang dari Manado, saya lihat kuali besar sekali. Ah, aku nggak percaya, buat apa kuali segede itu? Buat masak kangkung kamu yang gede-gede batangnya itu. Musti pakai kuali yang sebesar itu.

Ceritanya seperti betul tapi bohong. Cerita kecil digede-gedein. Seperti tukang martabak telor. Dikasih bumbu macam-macam. Digoreng terus dibakar. Seperti itu kita dengar berita yang menakutkan.

Kalau saudara titip uang, berkurang. Tapi kalau saudara titip omongan, bertambah.

Ada satu pendeta. Oma saya dari Manado titip halua kanari, kue kenari. Ini kesukaan Yoyo. Titip. Baik. Di pesawat terbang, lapar kali ini pendeta. Dia lihat plastik huala kanari. Ah, dia bilang, brur Yoyo nggak akan marah kalau saya ambil 1. Jadi dia ambil 1. Enak Halua Kanari itu, saudara. Sudah satu teh pengen dua. Brur Yoyo nggak akan marah kalau sampai 2. Sampai Surabaya, habis saudara. Belum sampai Cianjur. Nanti sudah 3 bulan, dia bilang: Brur Yoyo, kita mau mengaku dosa. Dosa apa? Sebetulnya ada titipan buat brur Yoyo dari oma di Manado. Itu Halua Kanari. Mana, itu kesukaan saya, mana sekarang? Habis.

Kalau titip makanan, titip uang, berkurang. Tapi kalau titip omongan, bertambah.   

Ada satu potret, saudara. Ini terjadi di Amerika. Potret itu satu orang kulit hitam dadanya bidang dan satu orang kulit putih dadanya bidang. Dipotret berdua. Sahabat. Taruh saja di satu ruang. Ada orang lihat foto itu. Dia cerita sama teman kesatu kedua ketiga sampai akhirnya teman yang kesepuluh. Waktu sampai kepada teman yang keempat, ceritanya sudah lain: Di sana katanya ada foto orang negro, orang hitam mengancam orang kulit putih. Sampai kepada orang kedelapan, sudah bertambah omongan: Di sana, katanya, ada foto orang negro menusuk orang kulit putih sampai mati. Coba. Padahal yang difoto mah lagi tersenyum. Nggak nusuk, nggak mukul. Tapi omongan yang bikin. Hati-hati.    

1:29 Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka;
1:30 TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,
1:31 dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini.
1:32 Tetapi walaupun demikian, kamu tidak percaya kepada TUHAN, Allahmu,
1:33 yang berjalan di depanmu di perjalanan untuk mencari tempat bagimu, di mana kamu dapat berkemah: dengan api pada waktu malam dan dengan awan pada waktu siang, untuk memperlihatkan kepadamu jalan yang harus kamu tempuh."

Anehnya, mujizatnya besar tapi orang Israel itu nggak percaya. Di padang pasir itu saudara, kalau siang panasnya luar biasa. Panas. Jadi Tuhan itu baik, Dia kasih awan kalau siang. Di atas orang Israel. Bangsa Israel yang 3 juta itu dikasih awan. Jadi nggak kepanasan sepanjang jalan. Selama 40 tahun. Kalau malam, dikasih tiang api. Sebab waktu malam padang pasir berubah jadi dingin. Maka selain untuk menjadi penerang, Tuhan kasih terang api ini untuk menjadi penghangat sepanjang jalan. Supaya kamu bisa lihat ke mana kamu pergi. Tidur juga hangat. Betapa baiknya Tuhan. Tetapi Musa berkata: Kamu tidak percaya.

Orang yang tidak percaya itu orang yang takut. Orang yang takut, dia tidak percaya. Lihat itu berita yang baik oleh Yosua dan Kaleb: Negeri yang kita kunjungi itu baik. Nggak percaya mereka, Mereka percaya yang 10, yang cerita bohong. Maka mayoritas belum tentu betul. Yesus disalib oleh karena mayoritas. Tidak ada yang bela Dia. Pilatus bisa bela Dia tapi tidak mampu karena rakyat sudah minta bunuh Yesus. Kenapa saudara? Mayoritas tidak pernah, belum tentu benar. Apa yang terjadi?

Hal itu saudaraku, membuat kita harus periksa diri, berapa banyak dari kita yang suka nggak percaya kepada firman Tuhan, nggak percaya kepada perlindungan Tuhan. Lihat, Tuhan akan jalan di depanmu. Tuhan akan jalan duluan.

Kenapa tadi saya katakan hari depan ada milik kita? Karena Tuhan sudah jalan di depan kita. Ada haleluyah? Kalau Tuhan jalan di depan kita, saudaraku, senang. Beberapa waktu yang lalu saya diajak naik motor ke Puncak, ke RM Raffles. Saya bilang, aduh macet. Nggak, ada polisi. Polisi di depan ngawal. Pakai sirine. Kita yang di belakang nggak usah susah karena polisi yang di depan, semua halangan yang macet-macet pinggir ... pinggir. Kita yang jalan terus sampai macet hilang.

Demikian juga kalau Tuhan di depan kita ngikut di belakang, Tuhan yang hadapi yang macet-macet, saudara yang di belakang tidak akan kena macet. Karena Tuhan berjalan di depan, ada haleluyah? Jadi janganlah takut. Coba pemain musik maju ke depan.

-- o --   

Minggu, 14 Oktober 2007

taNAH AIR SORGA

Ibrani

11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.
11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.
11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.
 

Kalau setelah di tempat tanah perjanjian ini Abraham ingat kepada tanah asal, Urkasdim yang dia tinggalkan, mereka sekeluarga bisa balik untuk lihat tanah leluhur, tanah kelahiran. Karena gampang masih di bumi. Dan mereka bisa balik lagi.  

Saya ketemu orang di Australia, di Belanda, di Jerman, di Swiss sampai di Kanada di Amerika, selalu ngomong begini: Aduh pak, sudah 20 tahun saya nggak pulang. Walaupun sudah warga negara Kanada, walaupun sudah warga negara Belanda, walaupun sudah warga negara Australia, mereka bilang, Indonesia tetap tanah kelahiran ... saya belum bisa pulang ke Indonesia.

Tetapi ketika Abraham dari Urkasdim sudah sampai kepada tanah perjanjian, ia tidak ingat-ingat lagi tanahnya yang lahir itu, tetapi ayat 15
11:15  ..., yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

Kalau mau pulang bisa. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air sorgawi.

Tanah air sorgawi. Heavenly country, negara sorga.

Abraham sudah tinggal di tanah yang berkelimpahan air susu dan madu, dengan Yakub dengan Ishak. Sudah tinggal. Beranak pinak sudah. Tetapi dia tidak ingat-ingat tanah kelahiran, dia tidak mau pulang ke sana tapi dia ingat satu tanah air sorgawi. Jadi mereka tinggal di tanah perjanjian ini sebagai orang asing. Ini pelajaran bagi kita.   

11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu,

Apakah kira-kira kita mati nanti dalam iman? Waktu kita meninggal dunia menghembuskan nafas yang terakhir, kita orang kristen? Atau, kita disebut orang fasik ... kristen tapi tidak bertobat, kristen tapi tidak berubah, kristen tetapi hanya memikirkan dunia, kristen tetapi menganggap dunia ini tempat tanah air, cuma bisa nyanyi doang Dunia ini bukan Firdaus .. Dunia ini bukan Firdaus?

Sudah tahu dunia bukan Firdaus, nggak berhenti-berhentinya ngebangun, nggak berhenti-hentinya berjual beli, nggak berhenti-hentinya kawin mengawinkan, nggak berhenti-hentinya orang pesta, nggak berhenti-hentinya orang cari uang main saham. Seperti mau hidup lebih dari 100 tahun.

Ini hebatnya dari orang-orang ini, mereka mati dalam iman tanpa mendapat apa yang sudah dijanjikan. Tuhan sudah janji loh, saudara. Aku akan memberi ini kepadamu, Aku akan memberi ini kepadamu. Tapi ditunggu-tunggu keburu mati. Kalau kita lihat seolah-olah Tuhan bohong, padahal tidak. Tuhan tidak bohong. Kita baca terus,

11:13  ... tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

Melambai-lambai. Menurut bahasa Inggris, bukan melambai-lambai, embrace ... memeluk. 

Dia terima itu kebenaran walaupun sekarang di sini perjanjian tidak saya nikmati. Saya umpamanya tidak dikasih sama Tuhan, umpamanya minta anak nggak dikasih tapi nanti Tuhan akan kasih di tanah air sorga. Heavenly country. 

Nak, sekarang di tempat kita diberkati, di tempat kita menerima air susu dan madu, menerima berkat dari Tuhan, menerima kecukupan kelimpahan damai sejahtera dari Tuhan, inilah air susu dan madu yang di dalam tanah perjanjian tapi kita jangan diam di sini. Hati kita harus tertarik kepada tanah air sorga, ada haleluyah?

Kalau mau balik ke Urkasdim, pulang ke tanah air yang lama, gampang. Untanya banyak, keledainya banyak, kudanya banyak, pulang saja. Paling 1 tahun sampai, balik lagi. Tapi saudaraku, dia tidak lagi ingat-ingat tanah  yang lama, dia ingat tanah air di sana.

Jadi iman itu ada 3 dimensi: Rumah yang lama, rumah yang dijanjikan oleh Tuhan di bumi, dan rumah yang dijanjikan Tuhan di sorga. 

Kenapa kita ribut dengan soal rumah yang dijanjikan Tuhan di bumi? Kenapa kita ribut tentang kelimpahan materi di bumi? Si anu sudah punya pabrik, si anu sudah punya ... si ini hebat, kenapa? Kenapa kita ribut dengan berkat Tuhan yang di dunia yang sementara ini? Kenapa hati kita tidak tertarik oleh magnet kepada tanah air sorga. Dalam bahasa Inggris, itu disebut heavenly country atau tanah air sorga. Dan saudara ayat 14,

11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

Kan Abraham lahir di Urkasdim, disuruh keluar oleh Tuhan ke satu tempat yang Aku akan tunjuk kepadamu. Dia sampai di Kanaan. Sudah. Tapi kenapa dia masih merindu satu tanah air. Dipakai kata homeland.

Ada satu pendeta di Amerika dari gereja pantekosta GPdI ditahan karena dia sudah boleh ke Indonesia, minta izin ke Indonesia, dari CIA sudah, dari FBI sudah ada izin tapi belum, lupa minta izin dari Homeland Security, keamanan. Jadi begitu pulang dari Indonesia, langsung diborgol masuk penjara. Kamu pergi tidak bilang-bilang. Karena Amerika rasa tersinggung. Kamu ngaku negara Amerika adalah tanah airmu tapi pergi tidak bilang-bilang.

Nah, apa kira-kira Tuhan tidak tersinggung kalau orang kristen di dunia nganggap dunia tanah airnya, tidak ada ingatan mau ke sorga?

Lagu-lagu lama itu enak saudara .. Sana sorga yang mulia .. Ramai dan gembiralah .. Pikulan dan tangisan hilanglah .. Sana sorga yang mulia .. Sini dunia yang fana .. Minyak tanah naiklah .. Pikulan dan tangisan banyaklah ... Sini dunia yang fana.

Kalau saya nyanyi itu direkam, nggak laku saudara. Tapi ini benar. Di sana sorga yang mulia, ada amin? Di sini cuma air mata nangis melulu, saudara. Mari kita lihat kepada tanah air di sorga. Belum kita ke sana tapi kita pasti ke sana, kita akan ke sana.

Saya punya perkutut banyak. Kalau saudara mau minta, saya kasih. Banyak pendeta minta, saya kasih. Mereka mau ternak saya kasih dan mereka jual untuk hidup mereka, mereka jual 100 ribu, 150 ribu, 250 ribu.

Ada satu penyakit perkutut, di sini ada siswi namanya ada orang Manado, Langitan. Fam Langitan. Ini penyakit perkutut namanya Langitan. Dia selalu lihat ke atas. Saya musti bengkokkan kepalanya ini perkutut ... diurut pakai minyak tawon supaya dia nggak ke langit terus.

Orang kristen sekarang terbalik, musti urut lehernya supaya dia nenggak ke atas, supaya dia ingat ke atas. Saudara terlalu nengok ke bawah. Kalau itu perkutut penyakitnya langitan, saudara penyakitnya daratan ... lihatnya ke tanah. Kita nggak bisa pakai minyak tawon untuk ngurut leher saudara, kita perlu minyak Roh Kudus supaya saudara melihat ke sorga. Jangan lihat dunia yang fana. Dunia ini akan lewat. Tempat parkir saja sudah susah. Ayo. Mau ke Jakarta jam 7 berangkat, jam 11 baru sampai. Di sini macet, di sana macet. Mau ke Bandung macet. Mau ke dokter. sudah sampai dokter, dokternya belum sampai ... macet. Macet sana, macet sini.

Hanya Roh Kudus yang membuat mata kita terangkat memandang ke atas. Harta di dunia mah bisa diperebutkan, harta dunia mah bisa dicuri, harta dunia bisa digarong, harta dunia bisa ditipu orang. Tapi harta di sana tersimpan bagi kita. Tidak akan rusak. Dan ini Abraham tahu, walaupun aku sudah ada di tanah perjanjian saya mau melihat sana, katanya, ... tanah air sorgawi, homeland. Tanah kelahiran kita. Puji Tuhan.        

11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik, yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Saudara merindukan tanah air yang lebih baik? Di sana nggak ada macet. Karena di sana nggak ada mobil. Nggak ada bus way. Gara-gara bus way jadi no way, nggak ada jalan. Macet semua. Hatiku rindu .. Mau ke sanalah .. Bukan bertamu .. Tapi tinggal s'lamanya .. Di sana rumah Bapa ... Di tanah airku .. Di Eden Taman Puspa .. Berkumpul serta-Hu. Nggak ada ingat.

Saudara rindu ke sana? Itu waktu saya sekolah minggu, lagu itu sudah ada. Filipi

3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Sorga yang mulia tentu ada lawannya, neraka. Ada satu pendeta di Amerika, dia berkhotbah. Betul memang ada khotbah itu di dalam Alkitab: Saudara-saudara yang tidak percaya kepada Tuhan, yang menolak Tuhan Yesus, saudara akan diusir keluar dan dimasukkan ke dalam neraka, di mana di sana ada sengsara dan kertak gigi. Sampai gigi itu kertak karena panasnya nggak tahan. Satu ibu sudah tua, dia bilang: Pak pendeta, saya punya gigi sudah ompong semua. Pendeta nggak kalah: Gigi nanti disediakan, katanya.

Jadi orang nanti begitu menderita sampai berkertak gigi. Saking sakitnya. Maka orang kalau dioperasi mau dipotong apa saja, disuruh gigit sesuatu. Menahan sakit. Kaya begitu di neraka. Neraka itu yang hidupnya ongkoh kristen tapi pikirannya pikiran dunia, bukan yang ke langit. Mikirin dunia aja. Tanah air kita ada di sorga. Apa sih yang ada di sorga? I Petrus  

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. - Saya ini baru nemuin ayat ini saudara. Saya kira di sorga itu cuma nyanyi, sembahyang, nyanyi, nyembah Yesus. Nggak. Ada harta di sorga - 
1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
1:6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Ini akan terjadi. Yang kita baru baca akan terjadi. Itu sebabnya kalau berdoa jangan mengharapkan pasti dikasih ... itu bukan iman. Iman itu, dikasih atau tidak dikasih, tetap percaya Tuhan. Didengar atau tidak didengar, dikabulkan atau tidak dikabulkan, saya tetap kebaktian. Kecewa atau tidak, saya setia kepada Yesus. Itu iman. Jangan sembahyang begini: Tuhan, berilah kepada saya ini, ini, ini; kalau tidak, awas! Oh, jangan. Memangnya kita siapa ngomong sama Tuhan, ngancam. Nggak boleh. Tetapi saudara berdoalah, kehendak Tuhan jadi. Minta.

Salomo minta yang sederhana, Tuhan kasih yang luar biasa. Contoh. Salomo, kamu ingin apa? Apapun yang kamu minta, Aku kasih. Salomo bisa minta kekayaan, dia nggak minta. Dia bilang: Tuhan, beri saya hati yang berbudi, hati yang berhikmat. Tuhan bilang: Aku kasih hati yang berhikmat tapi walaupun kamu tidak minta kekayaan, Aku kasih kekayaan. Tapi Salomo hatinya tidak di kekayaan,  hatinya ada pada hikmat Tuhan.

Hana mandul. Tuhan saya minta anak. Lelaki perempuan sama saja, bagaimana Tuhan. Anak biasa. Kalau Tuhan kasih anak, saya mau kembalikan sama Tuhan. Tuhan kasih Samuel, anak luar biasa. Dan dia nabi. Begitu sudah umur 13 tahun yaladim, maka dibawalah anak itu kepada Eli, menjadi anak Taurat, menjadi anak di rumah Tuhan. Itu percaya.

Ada yang minta sama Tuhan begitu dikasih nggak percaya, ada juga. Lukas

1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."

Saya yakin firman Tuhan ya dan amin. Pasti akan terjadi pada waktunya. Zakharia dari muda dari umur 20 tahun melayani sampai usia lanjut, hati kecil ingin punya anak. Istrinya Elisabetpun mandul. Hati kecil ingin punya anak. Eh, Tuhan kabulkan pada usia tua, tidak percaya.

Jadi hatinya bukan sama Tuhan, hatinya melihat dirinya. Masa saya sudah tua begini, istri saya sudah tua juga bakal punya anak. Karena tidak percaya, kamu bisu. Maka banyak orang kristen bisu, nggak bisa bersaksi buat orang lain. Bisanya di gereja bersaksi. Sama orang lain, sama orang dunia belum bisa bersaksi. Belum bisa ngajak orang lain. Yu, kita ikut kebaktian, kita ikut Yesus. Dalam Yesus ada sehat, dalam Yesus ada kekuatan, dalam Yesus ada damai ... tertutup mukanya. Kalau ngomong berlian, pintar. Kalau ngomong Yesus, bisu. Kalau ngomongin salah orang, pintar. Tapi kalau disuruh bersaksi, bisu. Gabriel dianggap remeh, oleh karena tidak percaya. 

Maka kata Tuhan, dosa paling besar itu tidak percaya. Kenapa Hawa makan itu buah, sudah dibilang jangan? Karena nggak percaya. Nggak percaya kalau makan buah itu akan mati, dia nggak percaya. Coba dia percaya Firman Allah, kita semua ada di Taman Eden. Tapi karena dia nggak percaya, kita ada di taman edan. Sekarang kita di sana sini susah, aduh pusing sana sini. Ada janji Tuhan maka kita harus kepada tanah air yang di sorga.

Para pemain musik.  

-- o --

Minggu, 21 Oktober 2007

godaan

Haleluyah. Kita masih menyambung Injil Matius 6.

Kita akan teruskan pelajaran mengenai doa. Bagaimana doa yang benar, bagaimana doa yang salah.

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Perhatikan ayat ke-13, saudara. 

6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Kata 'yang' di situ kurang tepat. Yang tepat adalah dari kata 'si jahat.'

Mari kita baca ayatnya yang ke-13. Dalam bahasa Inggris, janganlah membawa kami ke dalam godaan. Dan saya yakin Tuhan tidak membawa saudara kepada godaan, kepada pencobaan.

Tapi lepaskanlah kami dari pada si jahat. Yang dimaksud adalah Iblis.

Nampaknya ada hubungan antara godaan dengan si Iblis. Tidak ada saudaraku, Tuhan menggoda saudara. Nggak pernah! Tidak akan pernah saudara digoda untuk berbuat dosa oleh Tuhan, tidak pernah saudara akan digoda untuk menyeleweng oleh karena Tuhan, tidak pernah. Jadi setiap orang akan digoda oleh si Iblis. Si Iblis itu disebut the evil one, si jahat. Jangan saudara-saudara kasih tempat kepada Iblis. Efesus 4:26 berkata, jangan beri tempat kepada Iblis. Sebab Iblis ini jahat.

Lagu sekolah minggu zaman dulu  Awas Iblis musuh kita .. Awaslah Iblis musuh kita .. Dia jalan sini sana .. Dia buka suaranya .. Awas Iblis musuh kita.

Bagaimana saya bisa tahu Iblis itu musuh, bagaimana saya bisa lihat dia punya pekerjaan? Itu dalam godaan. Saya mau beritahu Iblis tidak akan pernah datang kepada saudara muka dengan muka dan menantang begini, tidak; dia selalu akan datang dengan godaan.  

Pernah Tuhan Yesus dibawa oleh Iblis dan selalu digoda: Kalau betul kamu Anak Allah, coba jadikan batu ini roti. Yesus tidak peduli, Dia bilang: Ada tersurat bahwa manusia tidak hidup dari roti saja tetapi oleh setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Digoda lagi: Menurut Alkitab, bahwa kalau Engkau jatuh, malaikat akan menatang tubuh-Mu. Coba jatuhkan diri-Mu dari bumbung bait Allah. Sebab ada tersurat, katanya, malaikat akan menatang kamu. Yesus bilang: Ada tersurat, jangan mencobai Allah Tuhan. Eh, digoda lagi: Aku akan berikan semua kekayaan dunia ini, langit dan bumi ini, aku akan berikan, asal Kamu menyembah kepadaku sekali saja. Ada tersurat, kata Yesus, bahwa hanya Tuhanlah yang patut engkau sembah. Kalah.

Ingat, Iblis akan datang dengan apa saudara? Godaan. Godaan kekayaan, godaan kecantikan, godaan kegantengan, godaan penyelewengan, godaan selingkuh, godaan tidak jujur, godaan mencuri, godaan korupsi. Bermacam-macam godaan. Yang kelihatannya baik. Di dalam Amsal Salomo dikatakan selingkuh itu dikatakan seperti air curian itu manis rasanya. Tapi di akhirnya akan dipagut seperti ular berbisa akan memagut engkau. Ketika engkau meraung-raung, kulitmu melepuh dan engkau tidak berdaya dan engkau akan berkata mengaku dosamu bahwa aku sudah berbuat dosa, aku tidak mendengar nasehat orang tuaku, aku tidak pernah mendengar nasehat orang yang menasehati aku. Belakangan.

Saudaraku, narkoba itu adalah alat Iblis di akhir zaman untuk menghancurkan saudara. Dan narkoba ini sudah melanda ke seluruh dunia sampai di SD pun sekarang narkoba sudah ada. Sekali orang dikasih rasa narkoba, menggiurkan, dia akan terikat. Sekali dia kena narkoba, satu antara dua, sembuh atau mati. Sampai di gedung-gedung olah raga, sampai di pusat pelatihan, saudara. Kalau kamu coba minum ini, kalau kamu coba pil ini, kamu akan melihat yang manis-manis, kamu akan melihat bidadari. Tetapi kalau sudah terkena itu istilah 'sakau', dia ketagihan ingin tapi tidak ada, dia minta sama bandarnya minta sedikit tidak ada harus beli, dia curi yang di rumah. Semua yang di rumah, dia jual. Ada televisi, dia jual. Hanya untuk dapat narkoba. Apapun dia jual; semua dia jual. Akhirnya tidak ada yang dijual, dirinya dia jual. Jahatnya narkoba. Mulainya dengan apa? Dengan godaan.

Jadi saya sebagai gembala saudara dari mimbar ini bilang, jangan sampai saudara terkena godaan narkoba, jangan sampai kita terkena. Wah saudara, orang tua itu mimpi apa kalau sampai anaknya terkena godaan narkoba. Banyak teman saya, jauh lebih muda dari saya di Cianjur sudah meninggal karena terkena narkoba, karena overdosis.

Itu sebabnya dikatakan, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Bahasa asli lebih enak dengarnya: Jangan biarkan kami dalam godaan.  

Tuhan tidak akan membiarkan saudara jatuh, tidak, kecuali kitanya memang mau jatuh. Tuhan tidak akan membiarkan saudara berdosa kecuali memang kitanya yang memang mau berdosa. Tetapi doa yang Yesus ajarkan begitu indah: Lepaskanlah kami dari pada si jahat. Lepaskanlah kami. Berarti apa? Bukan hanya godaan dari si Iblis itu tetapi juga ikatan.

Ada orang yang terikat dengan rokok. Kalau tidak merokok 1 hari tidak ada semangat, katanya. Dia terikat ... Iblis mengikat dia dengan rokok. Ada yang terikat dengan kopi. Kalau tidak ngopi satu kali saja satu hari, wah saudara, rasanya morang-maring. Ada yang terikat dengan kecap. Kalau makan apa saja, makan sayur apa saja harus pakai kecap. Ada yang terikat dengan gambar-gambar pornografi. Dia beli gambar-gambar pornografi. Dia beli buku-buku pornografi, dia senang SMS-SMS pornografi, dia senang ngomong-ngomong jorang, cabul; dia terikat.

Maka doa ini bilang: Jangan biarkan kami dalam pencobaan, dalam godaan. Lepaskan kami. Itu berarti terikat. Yang belum terikat jangan biarkan kami digoda, ada haleluyah? Yang sudah terikat, ngomong begini: Lepaskanlah kami dari si jahat, ada amin saudara?

Jadi ada 2 macam kristen. Ada tidak terikat dan memang jangan sampai terikat. Ada yang sudah terikat. Yang belum terikat duh Tuhan, jangan biarkan saya di dalam godaan. Yang sudah terikat: Tuhan, lepaskan saya!

Kalau saya hubungkan dengan ayat sebelumnya, ayat sebelumnya ini saudara, ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Lalu setelah ayat 13, ada lagi ayat 14, karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Coba saudara lihat ini godaan dan si jahat ayat ini, diapit oleh 2 ayat atas dan bawah mengenai pengampunan.

Puji Tuhan, di hadapan Tuhan dan di hadapan jemaat, saya mau mengaku tidak ada seorangpun baik pendeta atau jemaat di Cianjur, di luar kota, di dunia yang saya benci. Bahkan yang jatuhpun, saya usahakan jalan keluarnya. Tidak ada yang saya benci. Itu supaya apa? Supaya Tuhan saya mau mengampuni saya juga. Supaya jalur pengampunan Tuhan kepada saya tidak terhalang karena saya tidak mengampuni sesama saya. Jadi dia bilang, ini ikatan.

Nah, Iblis ini menggoda, dia goda kita dengan iri hati. Waktu tetangga beli mobil baru, nyonya rumah iri hati. Mulai marah-marah di rumah sama suami: Kerja itu yang bagus, tuh lihat tetangga sudah punya mobil. Kita dari dulu sepeda saja. Motor-motor atuh kumaha. Lihat godaan. Suami digituin marah. Langsung ada kepahitan. Dia lihat muka istrinya jengkel sekali. Dia tidak mau mengampuni, dia tidak mau memaafkan. Ketika dia tidak mau mengampuni, dia terikat oleh roh kepahitan, oleh roh kebencian, oleh roh permusuhan, oleh roh yang memang maunya setan kita marah, maunya setan kita jadi iri hati, maunya setan kita jadi ingin barang orang, iri hati sama orang. Itu maunya setan.

Maka lepaskanlah kami dari si jahat ini. Sebab ayat 14,   
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Apa senjata Iblis di akhir zaman, apa saudara? Godaan.

Antara Manado dengan Tinohor itu jalan berbelok-belok, saudara. Melewati kebun cengkeh dan suka banyak restoran di sana. Ada seorang pastor muda. Zaman dulu tahun 60-an itu, busnya masih pakai yang jalan kalau nanjak nggg .. nggg .. nggg. Anak sekarang sudah nggak tahu. Jendelanya bukan dari kaca, dari terpal.

Nah, ini ada pastor duduk dari Manado dia mau ke Tomohon. Karena Tomohon pusatnya katolik. ketika dia duduk, datang dua gadis jadi penumpang, cantik-cantik, wangi-wangi. Yang satu duduk di sebelah kanan pastor, yang satu duduk di sebelah kiri pastor. Pastor itu langsung tutup mata dan berdoa kepada Tuhan: Ya Tuhan, lepaskanlah hambamu dari segala jenis percobaan.

Naiklah bus nggg .. nggg .. nggg. Lewat Tomohon, angin sepoi-sepoi basah. Kalau belok kiri, gadis yang di sebelah kiri nyender ngantuk ke kanan ke pastor ini. Pastor tambah keras doa: Tuhan, lepaskanlah hambamu dari segala jenis percobaan. Begitu ada anak nyeberang, ini bus rem mendadak dan dua gadis ini jatuh di pangkuan ini pastor. Angkat tangan itu pastor: Ya Tuhan, kehendak-Mu jadilah!   

Pastor itu seperti kita. Sudah tahu ini salah. Kan pastor itu haram ke hal seperti ini. Mustinya kan: Zus bangun, zus bangun. Mustinya begitu. Sudah tahu dia salah itu. Begitu gabrug jatuh, lain dibangunin ... jadilah kehendak-Mu.

Banyak orang-orang kristen begitu menghadapi godaan dari daging. Aduh, godaan dari daging ini enak sekali, nikmat sekali. Tapi belakangannya dia memagut seperti ular berbisa, kata Amsal Salomo. Yakobus 

1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Kata pencobaan di sini berbeda dengan yang di Matius. Yang di Matius itu dipakai kata temptation, godaan. Tetapi yang di dalam ayatnya ini, pencobaan dipakai kata trial. Trial itu problem. Kata trial juga dipakai kata pengadilan. Orang yang sedang diadili, dia harus berulang-ulang datang ke pengadilan. Itu istilahnya trial. Nggak enak, kita jadi sorotan. Trial. Tetapi anggap saja satu kebahagiaan. Bahasa Inggris, anggap saja satu kesukaan.

Saya mau tanya saudara, apa saudara senang jatuh ke dalam berbagai pencobaaan? Tidak ada yang senang. Tapi firman Allah suruh kita bersuka kalau kita ada di dalam problem, ada di dalam trial percobaan, sukacita. Hitunglah itu hitung-hitung seperti satu sukacita kalau kamu menghadapi berbagai pencobaan. Kita harus bersukacita walaupun di dalam berbagai pencobaan. Ayat 12, Yakobus

1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Nah, kata pencobaan di sini sama dengan injil Matius, godaan. Yang tidak tergoda. Seperti Yusuf, seperti Yesus. Tidak tergoda oleh perempuan. Tidak tergoda.

Yang dua berlawanan dalam perjanjian lama adalah Yusuf dan Simson. Simson punya kekuatan luar biasa tapi dia tergoda perempuan. Yusuf tidak mempunyai kekuatan yang luar biasa tapi dia mempunyai kekuatan rohani yang kuat; dia tidak tergoda oleh kebencian, dia tidak tergoda oleh perempuan, dia tidak tergoda oleh kemarahan, dia tidak tergoda oleh dendam. Maka dikatakan oleh firman Allah, berbahagialah orang yang bertahan di dalam pencobaan.

Kata 'dalam' itu tidak ada sebetulnya. Sebetulnya harus dibacanya begini: Berbahagialah orang yang menahan godaan. Menantang, melawan godaan. Tidak mau diserang tapi serang balik. Tidak mau menerima. Tahan. Sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia. Ada haleluyah? Saya mau balik ayat ini. Orang yang mengasihi Tuhan, pasti dia bertahan di dalam godaan. Ada amin? Dia tidak akan jatuh, dia tidak akan dikalahkan oleh perempuan atau laki-laki, dia tidak akan dikalahkan oleh uang atau pangkat kedudukan, dia tidak akan dikalahkan oleh benci, kemarahan atau dendam. Dia tahan; dia tidak tergoda untuk marah, dia tidak tergoda untuk balas dendam, dia tidak tergoda untuk jatuh ke dalam dosa wanita, dosa laki-laki, dia tidak jatuh ke dalam perkara-perkara yang najis karena dia cinta Tuhan.     

Ada 2 macam orang kristen. Yang satu kristen dia tidak berdosa karena dia takut sama Tuhan. Tapi ada yang kedua, ini yang bagus, dia tidak mau berdosa karena dia cinta kepada Tuhan. Saya tidak mau berdosa karena saya cinta Tuhan. Yesus itu lihat, nanti Yesus balas kesetiaan saudara, kecintaan saudara. Yakobus

1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
1:16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Saudara, banyak anak-anak Tuhan yang terbaik. Saya katakan terbaik di gereja. Dari sekolah minggu dia tidak lepas. Dari tidak ada menjadi ada, dari tidak punya menjadi berkelimpahan. Seharusnya secara rohani dia juga bertambah. Dari sekolah minggu dia bertambah firman, dari kaum muda bertambah firman, pemuda remaja bertambah firman. Waktu menikah bertambah firman. Waktu punya anak bertambah firman di usia tua. Tetapi banyak anak Tuhan yang terbaik dari muda dia baik sekali, maju di dalam Tuhan, sangat terpuji. Kita harus angkat topi dan kita memuji Tuhan dengan kerohanian anak Tuhan ini. Tetapi di tengah jalan dia tergoda. Firman Allah bilang bukan Allah yang menggoda tapi dia tergoda oleh keinginannya sendiri. Kalau saya pakai bahasa Indonesia lama, lebih keras dia bicaranya sebab lebih jelas. Yakobus    

1:13 Seorangpun jangan apabila ia terkena pencobaan, bahwa aku terkena pencobaan Allah. Karena Allah tidak tercoba dengan kejahatan, dan Ia sendiri tidak mencoba seorang juga.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang terkena pencobaannya apabila ia ditarik dan diperdayakan - Memakai bahasa Yunani deleaso, disesatkan - oleh hawa nafsunya sendiri.
1:15 Kemudian hawa nafsu itu setelah mengandung lalu memperanakkan dosa. Dan dosa setelah sudah cukup besarnya akan memperanakkan maut. - Ayat 16 mendukung ayat 14.
1:16 Janganlah kamu sesat!

Sebab ayat 14 ada kata diperdayakan atau deleaso, disesatkan. Jangan kamu sesat, hai saudaraku yang kukasihi.

Ketika masih ada waktu, ketika kita masih mampu melepaskan diri, lepaskan diri saudara. Tinggalkan dosa itu. Jangan bermain-main dengan dosa.

Ada satu pemain sirkus. Dia seorang pelatih ular. Main lagu ular. Ular melilit. Melilit terus, naik ke atas. Taruh kepalanya di atas. Orang tepuk tangan, saudara. Tiap hari begitu. Bagian dia bagian ular saja. Itu ular ngerti, saudara. Dia dapat gajinya tinggi. Orang sorak.

Tapi satu kali begitu ular sudah ada di atas kepala, ada yang mengagetkan ini ular, dia cekik ... mati dia. Dosa seperti itu saudara. Nggak apa-apa, itu mah kecil. Ularnya juga lagi naik, cuma geli sedikit. Ke gereja mah ke gereja, dosa mah dosa. Bedston mah bedston, merokok mah merokok. Perjamuan kudus perjamuan kudus, whisky na whisky, mabuk na mabuk. Hati-hati. Satu waktu kaget dan bintang sirkus ini mati di depan penontonnya karena dicekik oleh ular. Ular itu harus ditembak, baru bisa lepas. Dia tidak mati oleh orang lain, dia mati oleh yang dia pelihara, yaitu ular sendiri.   

Kalau saudara memelihara dosa, dosa akan menghancurkan saudara. Kalau saudara membuang dosa, Tuhan akan memelihara saudara. Itu sebabnya mari sementara kita mampu tinggalkan dosa, tinggalkan.

Maukah saudara berubah? Berubah untuk berbuah. Tuhan Yesus tidak berubah tapi kita harus berubah dari tidak baik menjadi baik, dari baik menjadi lebih baik. Dari lebih menjadi sangat baik. Kita tidak digoda oleh Tuhan. Tuhan justru melindungi, Tuhan justru menolong kita. Kita digoda oleh keinginan sendiri. 

Di Amerika ada seorang penyanyi paduan suara. Penuh Roh Kudus. Wanita. Tidak kebaktian 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan. Satu kali pendeta sedang jalan, eh lewat satu apartemen, dari rumah itu tingkat dua turun. Waktu dia tengok, eh ini jemaatnya: Hei, apa kabar? Eh, pastor. Sudah ketawa-ketawa begini, dia terus diam. Dingin. Ayo kembali ke gereja, yu. Dia mau jawab, iya mau, eh ada yang jawab dari atas: Siapa itu, sayang? Bukan lelaki, perempuan. Lesbian. Inilah oom, ini pasangan saya. Itu pendeta berlutut di pinggir jalan dan berkata, demi nama Yesus, kembali sama Tuhan. Tinggalkan dosa ini. Dia pegang itu gadis punya tangan. Kembali sama Tuhan. Kembali ke gereja, Dia akan terima engkau. Tidak oom, saya sudah tidak bisa kembali. Langsung dia naik ke rumahnya.

Saya baru pulang dari New York ke Singapura non-stop, 18 jam terbang. Tidak berhenti. Pada waktu berangkat, bahan bakar sudah dihitung akan cukup sampai di Singapura. Tetapi ketika ini pesawat terbang berangkat lalu ada satu titik di mana pesawat ini nggak bisa pulang lagi karena bahan bakar tidak cukup ... pasti akan celaka. Jadi dia harus terpaksa bagaimanapun juga harus meneruskan perjalanan karena bahan bakar sudah tidak cukup. Kalau pesawat terbang ini berjalan satu jam saja, dia masih bisa balik lagi. Terbang taruh kata 9 jam, dia masih bisa balik lagi. Tetapi ketika dia sudah terbang 3/4 perjalanan, sudah 15 jam, tidak cukup bahan bakar untuk balik lagi. Itu yang membuat perempuan ini tidak bisa balik lagi sama Tuhan. Tidak cukup kekuatan, tidak cukup bahan bakar.

Maka tadi dengan segera saya bilang, lekas tinggalkan dosa. Sebelum itu keinginan melahirkan dosa, dosa melahirkan maut. Menjadi maut, menjadi hal yang memalukan, lekas tinggalkan. Kebiasaan itu buang dan ikut jalan Tuhan. Saudara, keuntungannya besar dan rugi tidak ada. Buang dosa, ganti Yesus!

Malam hari ini, jangan mau atau pelihara godaan. Lepaskanlah aku dari si jahat. Karena bagi Engkaulah segala kemuliaan sampai selama-lamanya.

Saya mau tutup dengan 1 ayat, I Petrus     

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Guru saya oom Brodland dia bilang begini: Kalau kamu bekerja di ladang Tuhan tidak ada percobaan, tidak ada problem, tidak ada trial, tanya sama Tuhan, apa kamu hidup benar di hadapan Tuhan? Karena semua orang yang hidup mau benar di hadapan Tuhan selalu kena ujian. Bukan godaan. Tuhan membiarkan kita di dalam percobaan untuk menguji kita. Tapi I Korintus 10:13 Dia tidak akan pernah menguji kita lebih dari kekuatan kita.

Mari pemain musik.   

 -- o --

Minggu, 28 Oktober 2007

PENGAMPUNAN DOSA

Mazmur

103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Kalau kita baca dari ayat 1,

103:1 Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
103:2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Ada 3 kali kata 'pujilah Tuhan.' Dalam bahasa Ibrani, dipakai kata halel, memuji Tuhan atau barukh hashem, memuji menyanyi kepada Tuhan.

Kalau saudara menjadi jemaat yang suka menyanyi, jemaat yang suka maju ke depan, menyanyi memuji kepada Tuhan, saudara-saudara akan menyenangkan hatinya Tuhan. Karena kita datang kepada Tuhan untuk menyenangkan hatinya Tuhan, 

Dalam bahasa Inggris, dia yang mengampuni segala kejahatanmu. Berarti umat Tuhan ini, sebelum dia kenal Tuhan, itu sering berbuat jahat, sering berdosa. Dan karena berdosa, jiwa dan batinnya akan menjadi tersiksa. Seorang yang berdosa, dia tidak hanya menyiksa orang lain, merugikan orang lain tetapi dia merugikan dirinya sendiri, dia membuat jiwanya dan batinnya tertekan, dia membuat ingatannya menjadi pendek.

Itu sebabnya dalam ayatnya yang kedua, ... janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Bahasa Inggris, janganlah lupa segala keuntungan-keuntungannya.

Kalau kita mengenal mengikut Yesus, kita akan mendapat keuntungan-keuntungannya. Sama orang menawarkan satu kredit. Kalau bapak memakai kartu kredit ini, makan di rumah makan ini, rumah makan ini, keuntungannya adalah dapat diskon 30%. Bank ini dia keluarkan kartu kredit. Kalau bapak makan di restoran ini, tidur di hotel ini, bapak memiliki keuntungan dapat korting diskon sekian persen ... sekian persen.

Tetapi di dalam bahasa Inggris, siapa yang memuji Tuhan, itu hatinya memiliki keuntungan dari pada Tuhan. Banyak keuntungan yang dia dapat.

Tetapi sore hari ini saya tidak berbicara tentang keuntungan, saya ingin berbicara tentang pengampunan dosa.

Pada suatu hari, saudara, Daud berdoa. Daud in menurut Kisah Rasul 13:22, hati Tuhan senang kepada Daud. Tetapi saudara, Daud ini pernah terjerat dengan dua dosa sekaligus, yaitu dosa berzinah dan dosa pembunuhan. Dosa zinah dan dosa pembunuhan itu dilakukan yang tidak boleh melakukan oleh seorang raja sekelas Daud. Tetapi Daud yang hatinya sebetulnya cinta Tuhan, dia terjerembab dalam dosa ini, dia berbuat dosa dengan istri orang, dengan satu istri tentara. Namanya tentara itu Uria.

Dan ketika dia sudah berbuat dosa - Uria sedang perang di luar kota -, dia berbuat dosa dengan Batsyeba, istri dari Uria itu. Dan ketika tidak sadar, tiba-tiba Batsyeba datang dan berkata: Saya hamil.

Dan ketika saya hamil, seorang Daud mulai memutar pikirannya. Dan dia panggil cepat-cepat Uria. Sedang perang Uria dipanggil cepat, Uria kamu balik. Silahkan kamu istirahat sama istrimu, balik ke rumahmu. Tetapi Uria tidak mau masuk rumah. Uria duduk di luar. Dan ditanya sama Daud: Kenapa? Saya sudah kasih izin kamu pulang ke rumah, kamu boleh ketemu istrimu, kamu malah nggak ketemu istrimu? Malah tidur di luar.

Dia bilang: Saya tidak enak, Baginda. Teman-teman saya perang menghadap musuh, menghadang musuh, mempertaruhkan nyawa, saya sendiri pulang ke rumah.

Besok malam kamu harus pulang ke rumah. Tidur di rumah. Saya kasih izin, saya raja Daud. Tapi Uria tidak pulang ke rumah, dia tidur di luar rumah, dia tidur di pinggir jalan, dia  tidak pernah masuk.      

Wah, Daud bilang, tidak bisa ini. Lalu dipanggil Jenderal Yoab. Yoab, begini. Saudara perhatikan, ya. Coba kamu suruh Uria itu perang paling depan supaya kalau dia kena panah, dia kena panah duluan. Kalau dia kena pedang, dia kena pedang duluan. Kalau dia mati, dia mati duluan. Yoab itu jenderal yang punya integrasi, jenderal yang jujur. Tetapi dalam kasus ini dia korupsi; dia membela Daud. Dia bilang: Baik, Baginda. Dia jadi tidak jujur. Dia taruh Uria di garis depan. Dan kena anak panah dia. Mati Uria. Lapor Yoab: Uria sudah mati. Senang Daud. Langsung Batsyeba dipanggil dan dinikahi.  Karena sudah tidak bisa dinilai oleh orang lain, sudah tidak ada yang tahu. Rencananya matang. Batsyeba jadi ratu.

Tiba-tiba Tuhan itu mengutus satu nabi, nabi Natan. Natan datang sama Daud dan Natan mengadu: Saya ingin mengadu satu persoalan. Ada satu orang kaya punya domba banyak dan ada satu orang miskin. Anak dombanya cuma satu-satunya itu, dia nggak punya yang lain. Itu orang kaya merampas itu anak domba. Wah, marah Daud. Dan Daud bilang: Demi Tuhan yang hidup, saya akan hukum orang itu, siapa orang yang jahat seperti itu?

Natan itu, saudara, tunjuk Daud dengan jarinya: Bagindalah orang itu! Disampaikan firman Allah: Engkau berbuat dosa dengan bersembunyi. Aku akan membuat istri-istrimu diperkosa oleh orang lain di tempat terbuka. Mulai hari ini rumahmu tidak akan sepi dari kematian. Anakmu akan mati. Tidak akan sepi dari pemberontakan. Anak sama anak sampai ribut terus. Karena engkau sudah melanggar perintah Allah. Karena engkau sudah berdosa kepada Tuhan.

Nah, kita mau baca pengakuan dari Daud. Di dalam Mazmur   

51:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, 
51:2 ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.                                                                                                                             51:3 Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!                                                         51:4 Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
51:5 Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
 

Di sini Daud mengaku 4 hal kepada Tuhan. Nah, saudara perhatikan. Yang pertama adalah pelanggaranku, ayat 3. Yang kedua, ayat ke-4, bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku. Yang ketiga, tahirkanlah aku dari dosaku. Ayat ke-5, sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Dia mengakui 4 hal ini kepada Tuhan. Tuhan tidak akan mengampuni dosa yang kita tidak akui. Tetapi Tuhan tidak bisa mengingat dosa yang Dia ampuni.

Jadi, dari pada kita menyimpan dosa, lebih baik kita mengaku dosa. Sebab kalau kita mengaku dosa, baru Tuhan mengampuni kita. Kalau Tuhan mengampuni dosa kita, Dia tidak akan mengingat dosa kita lagi. Lain dengan kita. Walaupun dosa sudah diampuni, kita tidak akan lupa dosa kita. Tapi Tuhan lain. Begitu Dia ampuni dosa kita, Dia tidak bisa ingat dosa kita. Hebatnya Tuhan. Dia bisa mengingat dengan tepat tetapi Dia tidak bisa mengingat apa yang Dia sudah ampuni. Dia sanggup melupakan, itu kita yang kalah dari Tuhan. 

51:6 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Di sini kita melihat kerendahan hati dari Daud. Dia raja tapi dia mengakui dia ini manusia biasa, penuh dengan kekurangan; dia terbatas. Allah tidak terbatas dan dia terbatas. Allah suci, dia bilang, dari kandungan ibuku dari sejak kecil aku sudah berlumuran dosa.

51:8 Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
51:9 Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
51:10 Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!

Nampaknya dosa sudah jarang dikhotbahkan di gereja-gereja. Penempelakan dosa sudah jarang diberitakan. Tidak pernah lagi orang itu diajar harus menjauhi dosa. Sekarang khotbah tentang dosa tidak terkenal. Padahal pengampunan dosa inilah yang membuat kita bisa jalan masuk ke dalam kerajaan sorga. Mulai dari pengampunan dosa. 

Siapa di antara kita yang merasa tidak berdosa? Dia belum tahu firman Allah. Firman Allah katakan bahwa tidak ada seorangpun yang benar di dunia. Tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan. Roma  

3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.
3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal; 
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Semua orang. Kalau saudara-saudara merasa tidak berbuat dosa, itu artinya saudara bukan orang; manusia setengah dewa. Tetapi kalau kita manusia, kita tidak bebas dari ini arti kata dosa. Dosa artinya missing the mark, tidak kena sasaran. Sasarannya mustinya sorga tetapi nyeleweng, itu artinya berdosa. Pelanggaran. Kejahatan. Di dalam Mazmur

51:11 Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! - Dia sudah mengakui dia banyak kesalahan.

51:12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Satu motor macet. Rusak mesinnya. Mesin mobil tidak bisa diperbaiki lagi. Perbaiki semua, ini ahli-ahli mobil, montir-montir perbaiki tidak bisa. Ini musti satu blok mesinnya musti diganti. Yang rusak ini dicabut, diganti dengan mesin yang baru. Mobilnya itu-itu juga. Ketika sudah diganti, mesin yang baru dinyalakan, nyala itu mobil, mesinnya halus karena mesinnya baru.

Dari kata itulah ayat ini. Dia punya batin dosa, dia punya hati yang sudah berdosa ini, yang sudah dirusak oleh kejahatan oleh kesalahan. Tidur nggak bisa tidur. Bisa tidur karena memang manusia harus tidur. Tidur tapi bangun dihantui oleh kesalahan. Selalu ada jari yang tunjuk dia punya salah: Kamu berdosa, kamu salah. Tertuduh terus. Tertuduh terus.

Makanya Daud berkata, perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh. Roh yang kokoh, yang teguh, yang nggak bisa jatuh, yang tidak gampang tergoda. Berikanlah saya Roh Kudus itu, yang nggak gampang ngebohong, yang nggak gampang berdosa terhadap Tuhan. Lalu dikatakan lebih jauh, 

51:13 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Ketika kita berdosa, Roh Kudus meninggalkan kita. Dia tidak mau tinggal di satu rumah yang kotor. Ketika kita tidak mau meminta ampun dosa, kita tidak mau mengakui dosa kita, Roh Kudus yang melayang-layang ini tinggal sebab tubuh kita adalah rumah Allah. Ketika kita berdosa, Roh Kudus diambil.

Nah saudara tahu, kalau Roh Kudus diambil, hati kita tidak akan ada damai. Walaupun uang saudara bermilyar-milyar, tidak akan ada damai. Walaupun rumah saudara banyak, tidak akan ada damai. Karena ada dosa di dalam hati kita. 

Saya ingat selalu pendeta yang selalu berkata begini: Doa menjauhkan manusia dari dosa. Orang yang berdoa tidak berdosa. Orang yang berdosa, jauh dari doa; dia tidak akan berdoa. Tetapi kalau dia mau mengaku dosa, dia kembali kepada doa.

Jangan ambil, katanya, Roh-Mu yang kudus. Kenapa? Karena dia sudah tidak ada Roh Kudus lagi. Main-main dengan dosa kecil ya nggak apa-apalah. Justru anak Tuhan banyak kalah oleh dosa yang kecil, bukan dosa yang besar.    

Banyak orang kristen kita tidak dikalahkan oleh dosa zinah. Masa orang kristen masih berzinah? Malu. Kita tidak dikalahkan oleh dosa membunuh. Masa orang kristen membunuh, malu dong. Kita tidak dikalahkan oleh dosa yang besar-besar, korupsi, tidak. Tapi dosa yang kelihatannya kecil: Nggak senang sama seseorang, marah kepada seseorang, iri hati. Kecil. Kesal. Kecil. Tapi itu cukup membunuh. Soal kecil.      

Saya baru pulang dari Makasar. Dari hari rabu sampai hari jumat KKR. Dan di sana ada satu teman saya punya rumah di Australia. Di Australia itu ada semacam kutu namanya kutu kerbau, itu berwarna merah. Kecil sekali. Seperti anak tumila kecilnya. Dia kalau gigit di kulit, dia masuk. Kalau kita pukul gini, dia memancarkan satu racun di dalam kulit kita dan orang itu 5 menit mati. Jadi ketika satu orang tua melihat satu anak dimasuki itu kutu, dokter jauh 20 kilometer, dia telepon dokter, apa yang harus saya lakukan, ini ada kutu begini? Ambil pinset, jepit itu kutu dan hati-hati keluarkan. Jangan bikin kaget kutu itu supaya jangan kaget dia memancarkan satu racun, mati kita.

Dosa itu seperti itu, dia kecil. Tapi kalau dia pancarkan racun kebencian, itu kecil tapi dia pancarkan racun membunuh. Maka Yohanes berkata: Barang siapa membenci saudaranya, dia seorang pembunuh. Jadi kita memelihara roh pembunuh, kalau kita membenci seseorang. Saya tidak tahu apa soalnya tapi kalau kita sampai membenci, itu kita ada roh membunuh.

Saya pakai ilustrasi yang lain. Ada benjolan ini. Diperiksa kanker. Tidak ada lagi, cepat ibu ini kanker ganas dan dia belum merambat harus dipotong. Tidak ada obat yang lain, itu pakai PPO? Tidak. Tidak ada. Harus dipotong. Mau nggak mau. Kanker sebelum ganas harus dipotong. Kalau sudah ganas dipotong, dia jadi lagi. Dan kebanyakan orang mati. Karena akarnya sudah masuk di dalam. Jangan sampai dosa masuk di dalam kita sebab dia akan beranak-pinak, beranak-pinak. Cepat sekali. Itu sebabnya jangan sampai kita berbuat dosa berpikiran dosa. Mazmur  

51:14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! 

Roh yang bagaimana yang rela? Tetapi bahasa Inggris, the generous spirit. Kalau saudara minta 1, dikasih 5, itu artinya generous. Saudara minta 5 dikasih 10, itu generous. Bukan royal karena teu puguh. Tapi orang itu kaya. Kita butuh 1 dikasih 5, kita butuh 3 dikasih 10, kita butuh 10 dikasih 30, itu generous. Roh Kudus itu geneorus. Saudara minta ampun, dia kasih lebih dari pengampunan: Dia kasih kekuatan, Dia kasih penghiburan, Dia kasih damai. Dikatakan,

51:14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Dia tidak bilang, kembalikanlah keselamatanmu, tidak. Saudara bisa kehilangan kegirangan. Kegirangan waktu saudara selamat itu bisa hilang, waktu kita berdosa. Waktu kita berdosa, itu joy hilang, tidak ada. Jadi kita orang kristen seharusnya senyum, tidak bisa senyum. Kita masuk ke gereja kaya kuda terus mukanya panjang, nggak bisa ketawa, karena apa? Karena tidak ada joy, tidak ada sukacita. Kenapa? Karena ada dosa tersembunyi.   

51:15 Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Itu yang hebat. Kalau Engkau mengampuni saya Tuhan, saya akan ajarkan jalan-jalan ini kepada orang lain supaya orang lain tidak berdosa. Siapa yang ingat itu lagu Maka perkataan-Mu telah .. Kutaruh dalam hatiku .. Supaya jangan .. Supaya jangan .. Aku berdosa pada-Mu ..

itu ciptaan raja Daud. Oh Tuhan, kalau saya dengar firman-Mu itu, saya mau masukkan ke dalam hati saya, saya tidak mau main-main dengan Engkau Tuhan, saya mau masukkan dalam hati saya, saya mau simpan baik-baik supaya aku tidak berdosa kepada-Mu. Kalau saya diampuni oleh Engkau, Tuhan, saya akan ajarkan kepada orang lain supaya mereka berhati-hati, jangan berbuat seperti yang saya perbuat. Supaya mereka tidak kehilangan sukacita. Ini hati yang baik di hadapan Tuhan. Berikutnya.   

51:16 Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
51:17 Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
51:18 Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
51:19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Amin, saudara? Seringkali kita malu menangis di hadapan Tuhan, malu minta ampun di hadapan Tuhan. Padahal kata Tuhan, hati yang hancur, hati yang remuk, itu korban yang Tuhan tunggu-tunggu. Itu pesembahan yang Dia tunggu. Bukan kolekte, bukan persembahan domba dipotong. Walaupun aku sanggup memberikan korban persembahan yang terbaik, kata Daud, itu tidak menyenangkan hati-Mu. Tapi hati yang remuk, hati yang mau diajar, hati yang mau berbalik dari kejahatan, hati yang mau kembali kepada Tuhan, itulah korban yang terbaik bagi Tuhan.

51:20 Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
51:21 Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Dia bilang, Tuhan bikinlah tembok mengelilingi Yerusalem. Orang yang berdosa, itu seperti kota Yerusalem tidak ada temboknya. Yerusalem itu kota yang dikelilingi tembok. Bahkan itu tembok seperti benteng. Daud berkata, kelilingilah Yerusalem dengan tembok. Dia bicara tentang dirinya sendiri sebagai Yerusalem. Saudara dan saya adalah Yerusalem. Kita disebut Yerusalem. Kita buka Ibrani    

12:20 sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: "Bahkan jika binatangpun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu."
12:21 Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar."
12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

Saudara dan saya disebut Yerusalem dari sorga, satu kumpulan yang meriah. Itu sebabnya kita nyanyi tepuk tangan. Itu sebabnya kita nyanyi keras-keras sebab disuruh oleh Alkitab. Kita pakai musik, kita pakai tamborin, kita pakai tarian. Bagaimana kita bisa meriah kalau ada dosa? Bagaimana kita bisa menyanyi kepada Tuhan kalau ada dosa? Daud berkata dalam Mazmur 51, sudah tidak ada sukacita lagi, kembalikan Tuhan sukacita itu. Saya tidak ada sukacita lagi, saya di rumah tidak bisa menyanyi lagi. Dia biasa main kecapi. Tidak ada sukacita. Karena dia berdosa, karena dia berbuat dosa, dia menyembunyikan dosa. Pengakuan yang lain dari Daud kita baca dalam Mazmur    

32:1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!

Bahasa ini indah sekali. Dan Mazmur ini hanya terdiri dari 10-11 ayat. Kata pertama, berbahagialah orang. Kata kedua, berbahagialah. Kata yang terakhir dalam ayat 11, 

32:11 Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Pertama, dia minta pengampunan. Sekarang dia katakan, berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutup. Inilah pengampunan dari Tuhan. Ini kita, ditutup oleh saputangan ini. Saudara tidak kelihatan lagi. Yang ada selimut pengampunan dari Tuhan. Sama dengan saudara pakai selimut, kalau nyamuk mau gigit saudara, dia gigit selimut, tidak bisa tembus. Karena badan saudara tertutup dengan selimut.

Jadi matanya Allah, Dia tidak melihat kekurangan kita, Dia melihat pengorbanan Yesus di atas Golgota yang menutupi kesalahan kita. Saudara senang? Semua kesalahan kita ditutup.

Bagaimana ini untuk bayar hutang ini kurang. Saya mau bayar hutang ini tapi tidak bisa bayar semua. Sudahlah, nggak apa-apa. Tidak diperhitungkan. Saya mau berusaha bayar tapi uang saya tidak ada. Sudah, sudah, berapa yang ada? Cukup. Nggak apa-apa. Sudah Jangan dipikirkan. Itu yang tidak diperhitungkan. Mazmur

103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Penyakit bukan datang dari Tuhan. Tuhan nggak mencobai saudara dengan penyakit. Penyakit itu datang, satu, karena memang kita punya usia sudah tua. Sudah 40 tahun lebih dia menurun. Dari umur 0 sampai umur 40 tahun, kekuatan memuncak. Kalau sudah 40 tahun musti jaga makan, karena menurun dia. Jadi usia, menurun. Bukan penyakit itu. Usia tua. Ini kulit jadi berkerut. Di bawah mata ada kantongnya dan ini rambut mulai ada lapangan golf di atas kepala saya. Itu memang udah mustinya. Itu memang reaksi biasa manusia. Kalau udah tua makan nggak bisa banyak saudara.

Penyakit datang dari kelelahan. Kerja terus. Terus kerja. Nggak tidur-tidur. Kerja terus. Saya umur 30 tahun nggak apa-apa, asal cepat kaya. Nggak tidur-tidur. Seminggu baru dia bisa tidur. Tidurnya 2 minggu. Jadi saudara harus istirahat. 

Yang ketiga, penyakit yang datang dari Setan. Badan luar sehat tapi tiba-tiba sakit. Sakitnya aneh. Kalau dosa saudara sudah diampuni, yakin penyakit saudara disembuhkan. Ini janji Tuhan. Berbahagialah kamu kalau dosamu diampuni.  

Ada penyakit yang karena narkoba. Dari Setan. Karena salah sendiri. Ini Tuhan bikin badan kita itu seimbang. Kita untung tidak seperti kingkong. Coba kalau saudara dibikin kaya kingkong; saudara datang ke gereja, tangan saudara sampai ke ubin jalan. Maka Tuhan bikin kita seimbang. Hidung kita itu lubang menghadap ke bawah, itu rencana Tuhan. Coba kalau menghadap ke atas musim hujan begini, becek saudara.

Malam hari ini perjamuan Tuhan, mempersiapkan menyediakan kepada saudara, jalan keluar. Oh, kalau saya berdosa Tuhan, saya minta ampun. Saudara mengaku pribadi kepada Tuhan. Saya minta ampun dosa ini, dosa ini, dosa ini Tuhan. Ketika saudara berdosa dan meninggalkan dosa, tidak lagi berbuat ... meninggalkan, berbalik dari yang jahat, penyakitmu disembuhkan, semua dipulihkan kembali kepada Tuhan.  

Mari pelayan perjamuan kudus maju ke depan.

 -- o --

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________