Khotbah Minggu Sore November - Desember 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 02 November 2003   

KECEWA

Filipi

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Saya mau perbaiki salinan ini karena salinan bahasa Indonesia ini rasanya semau-maunya. Dalam bahasa inggris di katakan, Dia yang memulai pekerjaan yang baik didalam kamu akan menyelesaikannya, mengakhirinya pada akhirnya, pada hari Kristus Yesus ... sampai pada akhirnya. 

Saudara-saudara, di sana kita menemukan kata meneruskannya dalam bahasa indonesia. Di dalam bahasa Inggris, bahasa Yunani dipakai kata epitileo. Epitileo berarti membangunkan, membangkitkan dan menyelesaikan dengan baik. Jadi kalau saya salin ini dalam salinan yang seharusnya, dia berbunyi “akan hal ini aku yakin penuh yaitu Ia yang memulai, mengawali pekerjaan yang baik didalam kamu, akan mengakhirinya, menyelesaikannya sampai pada akhirnya.” 

Saudara, Dia Tuhan yang membuat sesuatu, mengawali sesuatu yang baik di dalam diri kita, akan menyelesaikan semuanya dengan baik. Tuhan yang mengawali, memulai satu pekerjaan yang baik didalam kita, akan menyelesaikan akan menyempurnakan sampai selesai sampai pada hari Kristus Yesus. Saya akan terangkan ayat ini dari belakang ke depan. 

Di dalam ayat yang terakhir, yaitu ada hari Kristus. Sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau, rela atau tidak rela, membenci atau mengasihi - kita semua akan berhadapan dengan satu pribadi yang bernama Yesus. Saudara senang atau tidak senang, percaya atau tidak percaya, bisa mengejek atau bisa yakin - saudara akan bertemu dengan hari dimana kita berhadapan dengan Yesus Kristus. Dan tidak ada satupun yang kita bisa sembunyi di hadapan Dia, tidak ada satupun yang kita bisa ngomong basa-basi, kita tidak bisa ngomong untuk menyembunyikan tingkah laku badan kita karena Dia mengetahui sebelum kita mengatakan doa kita, Dia sudah tahu apa yang akan kita doakan sebab segala perbuatan segala kelakuan yang tersembunyi tidak kelihatan mata manusia dihadapan Tuhan itu telanjang, nampak. 

Siapkah kita berhadapan dengan Dia pada hari itu? Saudara-saudara, hari-hari ini banyak hamba Tuhan meninggal. Dimulai dengan hamba Tuhan di antara kita yang kita tahu saja. Ada hamba Tuhan GPdI di Bogor umur dibawah lima puluh tahun meninggal. Yang kedua pendeta Harun yang biasa khotbah di sini, umur empat puluh dua meninggal. Ini kita tahu ini. Tiga, bapak pendeta Ishak Lew, Gereja Pantekosta pusat Surabaya umur hampir sembilan puluh tahun, berdoa setiap hari lima jam. Saya kaget saya dapat e-mail dari menantu saya, saya biasa ikut seminar setiap bulan November tapi bulan ini saya tidak bisa pergi kesana. Salah satu pembicara adalah pendeta Bouwer masih umur empat puluh dua tahun. Doa semalam suntuk tidak sakit ... tidak sadar, dibawa ke rumah sakit dua hari kemudian meninggal. Satu ibu tua umur sembilan puluh lima tahun baru meninggal, kita kehilangan jemaat Cianjur. Umur saudara-saudara tidak pilih tingkat, bisa tiga puluh tahun bisa empat puluh tahun bisa lima puluh tahun bisa enam puluh tahun, bisa sembilan puluh tahun, sembilan puluh lima tahun. Tapi semua berhadapan dengan yang bernama  Kristus Yesus. Kalau saya boleh jujur sama saudara saya itu menggigil, pertahankan untuk melihat jaga hidup saya supaya nanti pada akhir waktu saya meninggal saya ada di dalamnya. 

Saudara, dengan tali alkitab saudara pegang Filipi, lalu saudara-saudara bersama dengan saya maju ke depan dengan II Korintus 

5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Mari kita membaca ayat-9 ayat yang aneh. Dalam kata ayat-9 itu, saya berusaha, kata Paulus untuk baik di dalam tubuh maupun diam diluar tubuh supaya kami berkenan kepada-Nya. Kalau di dalam tubuh kita mengerti tapi kalau sudah diluar tubuh bukankah itu artinya mati? Apakah dengan mati itu saudara, kita masih bisa berusaha untuk berkenan? Jauh panggang dari api - saudara tidak bisa. Sudah mati nggak bisa didoakan, bohong dah kalau ada yang ngomong orang sudah mati kita doakan supaya arwah itu lempeng dapat jalan yang lurus diterima sama Tuhan, kita doakan dari dunia, kita kirim doa, nggak. Doa mah lagi hidup. Tetapi ini apa maksudnya Paulus berkata, aku di luar tubuh aku berusaha untuk hidup berkenan kepada-Mu, berkenan kepada Tuhan ya saudara. Manusia bisa salah tapi Tuhan nggak bisa salah. 

Maksudnya mungkin begini. Didalam tubuh kita hidup di dalam tubuh, kita ada dengan tubuh kita. Tetapi kadang-kadang kita ada di luar tubuh, pikiran kita keluar dari badan. Badan ada di gereja tapi pikiran bisa keluar, pikiran bisa ada di Jakarta, pikiran bisa ada di tempat orang. Kita duduk di kursi tapi pikiran bisa kebelakang, pikiran bisa ke depan, pikiran ... pikiran. Dengan pikiran orang melayang kesana kemari, dengan pikiran kita sering kali memikirkan perkara-perkara yang tidak baik. Membayangkan, memikirkan, mengangan-angan hal-hal yang berdosa. Nah, sampai Tuhan Yesus tuh berbicara dalam Matius 5.

Matius 5 : 28.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Jadi ada orang yang berjinah dengan perbuatan didalam tubuh, ada orang berjinah dengan pikiran didalam hati diluar tubuh. Ada orang berjinah dengan kelakuan yang jelas, ada orang berjinah dia dengan pikiran, dengan melamun. Itu yang di pikirkan oleh Paulus. Nanti di sorga kita akan ditanya bukan hanya perbuatan badan kita tetapi apa juga yang dipikirkan oleh pikiran kita. Itu sebabnya saya katakan saya itu gemetar, saya itu menggigil untuk menjaga bagaimana seharusnya kita hidup, karena tantangan terlalu berat. Hidup ini sangat rapuh, hidup ini sangat rapuh. Saudara tidak akan menghargai safety belt di mobil, di mobil kan ada safety belt. Saudara nggak akan hargai sampai saudara lihat orang tidak ada lagi kepalanya dalam kecelakaan karena dia tidak pakai safety belt. Badan tertinggal di mobil, kepala sudah di luar karena kecelakaan. Baru saudara mengerti apa artinya safety belt. Kenapa harus pakai safety belt? Karena badan kita ini rapuh, hidup kita ini rapuh. Kita mau masuk hotel, apa kira-kira di hotel ini ada bom apa tidak ? 

Teman saya di Semarang saudara-saudara mau menikahkan anak perempuannya dengan orang Prancis. Saya pemberkatannya nanti 8 April 2004, dia bilang saya ada di hotel Marriot. Kalau kita naik mobil apa mobil ini tidak akan meledak, kalau kita jalan di mobil kita pakai HP apa nanti tidak akan ada kapak merah? Rapuh hidup ini. Belum godaannya. Apalagi anak-anak muda sekarang sangat rapuh dikelilingi dengan seribu satu macam godaan. Dulu hal-hal yang berbaur seks tabu dibicarakan sekarang anak kecil anak SD bisa beli empat ribu rupiah. Saya ngomong ini jangan ada yang protes. Rapuh hidup ini. Nggak istri nggak suami, rapuh. Bisnis nggak bisa nggak percaya ... orang dagang sama kita bisa menipu kita. Banyak orang saudaraku yang tidak membayar. Bukan orang kecil, orang besar konglomerat, dia minta dari bank dari BPPN minta uang triliunan supaya Banknya lancar, dia bawa kabur, dia bikin gedung di luar negeri datang disini dia pasang badan, nggak bisa apa-apa lagi. Kita lihat I Korintus

1:4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
1:5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,
1:6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
1:7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
1:8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Inilah maksudnya kita datang di gereja, inilah maksudnya kita datang memuji kepada Tuhan Yesus karena hanya Pribadi ini satu, Tuhan Yesus sajalah yang sanggup membuat kita berhasil sukses hidup tanpa cacat didalam kehidupan yang rapuh ini. Gereja manapun nggak ada yang jagoan. Masuk gereja Pantekosta nggak ada yang jagoan. Tanpa Yesus kita saudara-saudaraku. Ada guru datang bilang sama saya, kok itu anak ada di sekolah alkitab ... itu anak pelarian hati-hati, itu anak itu penjahat! Sekarang kok ada di sekolah Alkitab? Dia itu mantan nggak baik ... di kejar-kejar polisi, dia mantan penjahat. Rapuh. Asal jangan ada orang, mantan pendeta jadi penjahat. Mantan penjahat jadi pendeta ... ada haleluYah saudara-saudara? Oh, dia dikejar-kejar, ya Paulus juga dikejar-kejar. Yesus yang sama yang memulai, Yesus yang sama akan menyelesaikan semua perjalanan kita dengan sempurna. Dia berjanji Dia selalu memberkati kita. 

Jadi saudara, dalam hidup kita yang rapuh, janganlah kita melihat terus kedalam. Karena kalau kita lihat terus kepada ketidak-mampuan kita, kapan kita, saudara-saudara, akan bisa berhasil, kita akan bisa sukses. Kalau kita hanya mengeluh dengan apa yang sedang terjadi, kita mengeluh dengan ketidak-bisaan kita, kita mengeluh dengan ketidak-berdayaan kita, kita mengeluh, kita benci kepada perkara-perkara yang ... saudara-saudara.

Yang pertama kita bisa kecewa kepada Tuhan, kok orang lain minta dikasih kok saya nggak, kok orang lain disembuhkan kok saya tidak, kok orang lain maju saya tidak, kenapa anak saya di panggil, kenapa anak saya sakit, kenapa begini, kenapa begitu? Karena menyalahkan Tuhan. Seperti istri Ayub, dia bilang sama suaminya, apa kamu masih mau setia terus sedikit-sedikit Tuhan, sedikit-sedikit Tuhan. Tuhan mana Tuhan anak sepuluh mati, bisnis empat macam bangkrut, kamu sendiri bisul, sudah kutuk sajalah Tuhan lalu mati!

Istri Ayub ngomong begitu karena dia marah sama Tuhan. Yunus pernah marah sama Tuhan. Banyak beberapa murid Yesus marah sama Tuhan. Bukan beberapa, banyak. Yohanes 6:66, banyak murid Yesus meninggalkan Yesus karena dia marah sama Tuhan. Kecewa. Lalu Yesus bilang, apakah kata-kata-Ku menggoncangkan imanmu? Apa kita kira-kira sampai di sorga begitu berhadapan dengan Yesus masih kita penuh dengan kemarahan?

Yang kedua, kita seringkali kecewa sama manusia. Saudara bisa kecewa sama pendeta, bisa kecewa sama saya. Saya bisa kecewa kepada saudara, bisa kecewa kepada orang tua. Pada tahun tujuh puluh dua pendeta Ray Jackson khotbah disini gereja lama. Dia bersaksi waktu itu. Selama sepuluh tahun dia duduk pandang satu meja dengan papanya tapi dia nggak ngomong sama papanya. Sepuluh tahun satu rumah. Dapat duit jajan dari papa tapi dia nggak ngomong sama papanya, kecewa saudara. Anak yang sulung ketika anak terhilang pulang, ketika si bungsu pulang diampuni, dia kecewa dia marah sama bapanya. Esau, dia kecewa karena berkatnya sudah tidak ada lagi. Banyak yang kecewa oleh ayah, banyak yang kecewa oleh pendeta, banyak yang kecewa oleh sesama orang kristen. Namanya saja manusia. Apa kita mau hidup terus dengan kekecewaan? Kalau kita memikirkan perkara-perkara yang mengecewakan ktia terus dan kita hidup di hari yang sudah lewat sementara matahari terbit pagi hari setiap hari baru. Tetapi kita hidup terus dikuasai dengan pikiran yang lalu, dikuasai dengan segala macam tabiat karakter yang sudah lewat.  

Yang ketiga, kita kecewa kepada diri kita sendiri.

Saudara mempunyai keinginan, kerinduan yang murni untuk maju, hidup kudus, hidup suci tapi kita jatuh lagi. Saudara datang gereja saudara berdoa sungguh-sungguh dengar Firman Allah saudara bertobat, saudara berdoa lagi Tuhan ampuni dosa saya. Setiap kali saudara minta ampun, Dia ampuni, tapi kenapa kita jatuh lagi, jatuh lagi, jatuh lagi, salah lagi, salah lagi - sampai dalam satu tingkat saudara itu marah sama diri saudara sendiri. Pribadi saudara itu ada dua: yang positif dan yang negatif. Yang positif ini marah, kecewa dengan negatifnya yang didalam diri kita. Maka Paulus berkata dalam Roma 7, apa yang aku ingin perbuat aku tidak buat, apa yang aku benci, itu yang aku lakukan. Wai, aku ini ada dalam tubuh maut ini. siapa yang bisa melepaskan aku dari tubuh maut ini. Aku melihat ada dua, katanya, hukum: ketika aku ingin berbuat baik, yang jahat ada padaku. Kita kecewa kepada diri kita sendiri.

Ayo mau jujur, kita sering kali kecewa sama Tuhan, kecewa sama manusia, kecewa sama diri kita sendiri. Itu tidak akan ada habis-habisnya. Lebih baik kita bangkit, lebih baik kita memandang kepada Yesus, yang mengadakan iman dan yang menyempurnakan iman kita. Dia yang berjanji Dia akan memelihara kita, Ia juga akan meneguhkan kamu - meneguhkan kamu. Berarti kita sempat letoi, sempat mau roboh, sempat kita kecewa, sempat mau berhenti ... engkau akan diteguhkan dan Ia juga akan meneguhkan kamu sampai pada kesudahannya, haleluYah. Dikatakan until the end, to the end ... akhir hidup, sampai kita selesai hidup didunia, itu Tuhan akan meneguhkan kita, amin saudara-saudara? Bapak pendeta Kotheis di Belanda meninggal. Sebelum dia meninggal, kalimat yang terakhir yang keluar dari mulutnya di tempat ini, dia berkata "gereja mempelai tanpa cacat". Pendeta Harun sebelum meninggal dia bilang sama istrinya: 'Mami, saya sudah di jemput sama Tuhan Yesus.' Nggak mungkin Yesus menjemput orang yang banyak cacat yang banyak celanya. 

Kembali lagi kepada Filipi 
1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Disini sekarang kita melihat satu kata saudara-saudara, yaitu kata 'diantara kamu.' Didalam bahasa Inggris dikatakan didalam kamu. Jadi Tuhan memulai sesuatu yang baik didalam kita. Dikebaktian digereja kita sedang ditanam dengan sesuatu yang baik. Lalu pada waktu saudara berdoa, saudara sedang ditabur ditangan sesuatu yang baik.  Kemarin pagi saya masih sempat dianterin makanan oleh ibu Lili; dia cuma bawa nasi uduk empat sama sambel oncom dan dua empal. Itu saya makan ... enak. Apa perbuatan kita yang baik kasih kepada Tuhan, apa saja yang baik dari kita kasih kepada Tuhan. Filipi 

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Tanpa saudara sadar, ah saya mau ke gereja ... siapa itu yang menanam keinginan? Will. Ada kemauan ke gereja. Sudah tahu hujan, sudah tahu becek ... siapa itu yang kasih yang baik itu di dalam hati saudara? Nggak mungkin Tuhan akan ngomong begini, 'jangan, jangan ke gereja, geus hujan, becek lah.' Seimbang antara di dalam tubuh dengan di luar tubuh. Dengan tubuh kita datang di kebaktian badan kita ke gereja berlutut kui sembahyang angkat tangan, nyanyi tepuk tangan, itu dengan tubuh, mulut menyanyi dan sebagainya. Di luar tubuh apa? Pikiran kita, memikirkan pikiran-pikiran yang ada diatas, memikirkan kehedak Tuhan, memikirkan hal yang baik untuk Kristus, apa yang kita bisa kerjakan untuk Tuhan. 

Jadi baik didalam tubuh maupun diluar tubuh kita berkenan kepada Tuhan, ini yang saya anggap seimbang. Saudara tahu bahwa Tuhan kita ini seimbang? Saudara nggak akan pernah lihat ada gambar Yesus disalibnya miring, nggak ada. Saya paling bangga saudara-saudara dengan lambang negara kita “Garuda Pancasila”. Mungkin saudara tidak perhatikan. Kalau saudara perhatikan Burung Garuda ini sayapnya kiri kanan 17, ekornya yang ke bawah ada 8, bulu di leher ada 45 - 17 ... 8 ... 45. Itu untungnya kita merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Untung kita tidak merdeka tanggal dua Januari. Kalau kita merdekanya 2 Januari saudara, sayap 2, buntut 1 dan 45 bulu-bulu, maka lambangnya capung gondrong. 

Saudara senang Tuhan seimbang? Malam hari ini Dia mencintai saudara dengan luar biasa. Apa keseimbangannya? Dia bukan cuma memulai yang baik tapi Dia juga menyempurnakannya. Seimbang awal dan akhir, alfa dan omega, yang awal dan yang terakhir. HaleluYah. 

-- o --   

Minggu sore, 16 Nopember 2003

Roh Penyesat 

I Timotius 

4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

Yang berbicara ini bukan rasul, bukan nabi tetapi Roh Kudus. Roh Kudus dengan tegas, bahas inggris expressly mengatakan in the later times some will depart from the faith - bahwa di waktu-waktu kemudian ada orang yang akan murtad. Murtad dalam bahasa inggris 'depart from the faith', keluar dari iman. Contohnya begini. Kalau orang meninggal itu di dalam iklan-iklan surat kabar inggris itu dikatakan depart, dia pergi, meninggalkan jasad tubuhnya. Dia pergi, sudah pergi ke alam baka, dia tinggalkan jasad tubuhnya. Kata depart juga dipakai dalam ayat ini untuk orang yang murtad. Jadi orang murtad itu dulunya beriman, dulunya hamba Tuhan, dulunya murid sekolah alkitab, dulunya anggota gereja, dulunya sudah dibaptis, tetapi dia depart from the faith. 

Ini tanda yang pertama dari akhir zaman. Ingat baik-baik! Ada tanda untuk akhir zaman adalah orang depart from the faith meninggalkan imannya - murtad. Dulu berhadapan kepada Tuhan sekarang murtad, dia tinggalin, belakangin Tuhan dan dia berjalan ke arah yang lain. Agama tidak diperhatikan. Murtad depart from the faith, keluar dari iman. Saudara-saudara berkata saya masih di gereja! Ya, orang ada banyak masih di gereja, kristen masih digereja tapi sudah keluar dari iman. Contohnya, Adam dan Hawa jatuh bukan di luar Taman Eden tapi didalam Taman Eden. Masih badannya di dalam Taman Eden tapi imannya sudah tidak ada, depart from the faith. 

Nah, ini salah satu tanda bahwa orang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan. Jangan saudara anggap tidak ada roh penyesat. Ada roh penyesat, ada roh dengan setan-setan yang berusaha menyesatkan kita, ada! Nah, karena hari-hari ini sedang rame-ramenya Pondok Nabi, lalu televisi berlomba-lomba mengadakan wawancara A dengan wawancara B semuanya ngawur, yang satu ngomong ke sana yang satu ngomong ke sini. Di tanya dari pendeta ini, ngomong ke sana, tanya pendeta ini ngomong ke sini, nggak karu-karuan. Saya mau pakai kesempatan sore hari ini untuk menerangkan apa dan bagaimana, siapa dan apa itu Pondok Nabi ini. 

Pemimpinnya namanya Mangapin Sibuea. Waktu di sekolah alkitab, dia angkatan ke dua belas, tahun enam puluh enam di Beji, kelas dua dia. Orangnya santun, orangnya sopan, orangnya baik, ganteng kasep. Saya kenal dia baik karena dia pendeta dari gereja kita, Gereja Pantekosta di Indonesia. Sopan, santun! Tapi oom Rompas ketua MD, dia pernah ngomong begini sama saya. Begitu saya lihat orang ini, saya tidak percaya. Pertama kali saya ketemu dia, saya tidak percaya orang ini. Tuhan punya karunia lain-lain. 

Nah, bapak pendeta ini dia sebelum menikah dia praktek di Lengkong Kecil, Bandung, dan dia mulai mencoba membuka di sana. Ada kebiasaan-kebiasaan yang sekarang saya mengerti itu tidak baik. Lalu pada tahun delapan puluh tujuh, tiba-tiba dia nyeleweng kepada ajaran yang lain. Ajarannya apa? Bayangkan dari Dayeuhkolot, jalan kaki ke Sukabumi sembilan puluh kilometer. Jalan kaki. Tiap berhenti, di Padalarang dia berhenti, ada gereja Pantekosta dia berhenti: Berjaga-jagalah karena Tuhan Yesus tidak lama lagi akan datang. 

Di Cimahi dia berhenti, berjaga-jagalah Tuhan Yesus tidak lama lagi akan datang. Di Ciranjang, pak Paulus, dia bilang: Berjaga-jagalah, ya, tidak lama lagi Yesus akan datang. Hanya Cianjur yang dia nggak mampir karena pendetanya memang lain dari yang lain. Mungkin dia takut. Jadi dia langsung saja ke ketua MD. Dan ke ketua MD dia tunjuk-tunjuk: Oom Rompas ingat Yesus tidak lama lagi akan datang. Oom Rompas bilang saya sudah tahu. Kata alkitab memang Tuhan Yesus tidak lama lagi akan datang. Wah, betul-betul Tuhan berkata sama saya oom Rompas tidak akan percaya. Dia jalan kaki dengan satu nabinya, nabinya itu namanya Wawan. Dan saudara boleh cari di dalam alkitab dari Kejadian sampai Maleakhi, saya tidak pernah membaca ada yang seorang nabi bernama Wawan. Sopir saya namanya Wawan tetapi dia bukan berarti seorang nabi, saudara-saudara. Dan satu kali oom Rompas suruh satu hamba Tuhan, bapak Hendrik Saerang untuk memata-matai bagaimana caranya kebaktian mereka. Bedstone dipadamkan lampu dan ketika berdoa nabi ini berjalan oh .. . haleluYah .. haleluYah. Nabinya yang berjalan oh .. Wawan nya ini oh haleluYah .. 

Bapak Hendrik Saerang, dia buka mata, dia buka mata, ... gelap, jadi dia buka mata. Ada apa ini? Eh, nabi itu berkata: Tutup mata, tutup mata! Tidak mau! Tutup mata! Tidak mau. Tutup mata ! Mau di colok ini, tutup mata, kalau tidak tutup mata kamu buta! Saya tidak buta. Kamu buta! Saya tidak buta. Tuhan bilang kamu buta! Saya tidak buta. Tapi karena nyoloknya udah mau dekat mata, oom Hendrik Saerang ini dulunya Permesta, jadi tahu perang, tahu berkelahi. Dia pegang itu jari, dia putar kebelakang, menjeritlah nabi Wawan ini dan dia menjerit: Tolong, ada pendeta emosi! Saya rasa emosi itu perlu juga menghadapi pelajaran sesat. 

Nah saudaraku, kebiasaan ini terus. Dia datangi bupati, dia datangi walikota, dia datangi camat semuanya dan bilang di Dayeuhkolot itulah Yesus akan datang. Dan di Dayeuhkolot akan memancar air dan semua Dayeuhkolot akan terendam air, Bandung dulu lautan api sekarang menjadi lautan air asal bertobat bapak bupati. Saudara-saudara bayangkan mereka kebaktian jam dua belas malam di tengah sawah. Ini tahun delapan puluh tujuh. Nasehat datang - nasehat datang ... di tolak, nasehat dari atasan gereja di tolak, dia tidak mau di nasehati. Menurut dia penglihatan, visi lebih tinggi dari alkitab. Kita harus ingat terbalik Alkitab lah, Firman Allah lah yang lebih tinggi dari penglihatan. Ada amin, saudara-saudara? 

Nah, di katakan saudara-saudara dia tidak mau bertobat lalu dapat sanksi gereja. Gereja Pantekosta di Indonesia menurunkan surat pemecatan, pemecatan pendeta Mangapin Sibuea tidak lagi di akui menjadi pendeta Gereja Pantekosta. Dia ngomong di wartawan dia keluar dari GPdI tahun sembilan puluh sembilan - bohong ... delapan tujuh. Setelah delapan tujuh di pecat dia masuk di gereja lain, saya lupa gerejanya apa namanya, di pecat lagi karena begini nggak berobah, nggak berobah. Yang terakhir ini 283 orang sampe anak-anak jemaatnya tidak boleh punya mobil, buat apa punya mobil Yesus sudah mau datang tapi dia pakai mobil, jemaatnya nggak boleh pakai mobil. Rumah-rumah di jual, tanah di jual nggak tahu untuk apa? Dan mereka sedang berpuasa sudah katanya sudah empat hari. 

Ya, saudara-saudaraku seolah-olah memang eunyaan, heu-euh, sudah heu-euh tetapi sebetulnya dia sesat dan di sesatkan. Nah, itu sebabnya saya ingin kasih tahu salah satu tanda adalah ... Tahun delapan puluh tujuh dia bilang 5 Oktober Yesus akan datang. Dua ribu tiga, 10 Nopember, yang di pilih itu hari pahlawan, hari angkatan bersenjata. Gurunya dulu dari Pematang Siantar, gurunya bilang tahun enam puluh enam Yesus datang. Begitu Yesus tidak datang gurunya sampai pulang ke Amerika karena malu. Yesus sendiri berkata di dalam Firman Allah, tidak ada yang tahu, Anak pun tidak kecuali Bapak. I Timotius 

6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Hari itu di tentukan oleh Penguasa yang satu-satunya. Cuma Dia yang tahu, cuma Yang Satu-satu nya itu yang akan menentukan kapan Dia akan datang. Nah, saudara sebagai orang Pantekosta kita harus tahu sebelum kedatangan Yesus yang ke dua kali, sebelum kedatangan Yesus tiga setengah tahu sebelumnya antikris akan muncul. Sebelum antikris muncul saudara-saudaraku, gereja akan di sempurnakan, saudara dan saya akan diangkat ke padang gurun. Sekarang saya tanya, antikris sudah muncul belum? Belum, dia sudah ada tapi belum muncul, berarti Yesus tidak akan datang. Ini antikris akan muncul dulu, baru akhir zaman akan datang, baru kedatangan Yesus akan datang yang kedua kali. II Tesalonika 

2:1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
2:2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! 2:1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
2:2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

Sebetulnya walaupun yang punya rumah itu teman kita, sahabat kita hati-hati masuk kamar orang. Tapi pendeta Sibuea itu main nyelonong aja masuk kamar orang. Saya masih ingat tahun enam puluh delapan, saya masih ingat. Dan kecuali memang keluarga itu memang mau sembunyiin orang itu, pendeta itu mau disembunyiin di kamar itu, saya lain perkara. Tetapi sebagai hamba Tuhan yang baik tidak boleh kita nyelonong ke rumah orang tanpa ijin gembala sidang apalagi menyelonong ke kamar orang, di situ ada perempuan kita nyelonong kita belum kawin lagi, itu tidak baik. 

Dan peraturan sekolah alkitab sekarang akan lebih keras lagi nanti, bukan saja yang mengajar sesat. Tadi pagi bapak pendeta Tampi sudah berbicara, itu tukang menyelidiki. Ia menemukan banyak yang sesat-sesat di Manado. Nah, yang sesat ternyata bukan hanya di dalam pengajaran tapi dalam tindakan juga sudah kacau-bilau. Masuk ke rumah orang nyelonong, itu di tulis di Timotius juga. Banyaklah pencuri masuk, katanya, pada perempuan-perempuan bodoh masuklah, perempuan-perempuan bodoh itu di curi dan sebagainya. Terus-terusan, hati-hati. Apa saya perlu mengeluarkan surat, belum pernah saya bikin, belum pernah. Apa saya perlu mengeluarkan surat bahwa murid ini kami tidak akui lagi sebagai murid di sekolah alkitab gereja Pantekosta di Indonesia, Sekolah Alkitab Cianjur tidak mengakui murid ini sebagai lulusannya dan kami kirimkan ke seluruh sekolah alkitab untuk jangan terima murid ini. Apa harus begitu? Sekarang banyak yang selonong boy dan jemaat mesti peka, jemaat mesti pintar jangan mau di inapin oleh selonong boy. Karena biasanya yang selonong boy itu nggak bagus. Harus permisi. Datang kelihatan dahi, pulang kelihatan belakang, jangan nyelonong boy, sok kenal sok tahu main selonong boy aja. Memang basa-basi. Silahkan mau duduk, mau nginap oom! Mmm, kebetulan ini. Tidak. Jangan saudara, saya aja nggak pernah nginap di rumah saudara. Kenapa saudara mau nawarin nginap orang lain? Selonong boy! Ayat 3b,

2:3 ...  Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad ...

Di sini murtad bukan dipakai kata 'depart from the faith' tetapi 'falling away,' jatuh. Saudara-saudara, dengar baik-baik, dengar baik-baik. Kalau kita sore hari ini ada di gereja saya dan saudara, ini adalah anugerah kasih sayang dari Tuhan. Terima kasih sama Tuhan kita masih boleh punya iman kepada Tuhan Yesus karena falling away itu adalah jatuh tapi jatuhnya itu jauh seperti Etikhus jatuhnya itu keluar. Dia duduk di jendela, dia dengar khotbah rasul Paulus, kenapa jatuhnya nggak ke dalam ruangan dia jatuhnya keluar, falling away. Hati-hati! Sebelum Yesus datang akan ada yang falling away, jatuh keluar. 

Saya rasa banyak pendeta, banyak jemaat tahu nama pendeta Larry Lee. Saya sangat kagum sama Larry Lee. Dia punya buku luar biasa tentang doa. Luar biasa bukunya saya dapat berkat baca. Tapi waktu saya ke Amerika saya kaget dia mengaku di televisi bahwa dia jatuh, dia seorang homo, dia gay, ... falling away. Kok bisa ya? Pengarang buku begitu bagus kok bisa ... Dia yang ciptakan lagu “Bersyukur Bersyukurlah ... Bersyukur karena kasih ...”. Saudara mesti bantu doa, dia teman saya. Sekarang dia kesusahan karena bercerai dengan istrinya. Nggak gampang kita ikut Yesus, kan tadi saya bilang kalau kita masih bisa di gereja, masih bisa setia Tuhan, masih ada di jalannya Tuhan, masih ada di dalam pengajaran yang benar ... 

Upahmu besar di sorga .. Mahkota yang tak layu .. Asal kau tinggal setia .. Sampai di ujung jalanmu. Ini permintaan saya sama Tuhan, Tuhan biarlah saya setia sampai ujung nafas ujung jalan saya, saya jadi hamba Tuhan yang baik, nggak usah yang besar nggak usah, nggak usah yang di puji-puji orang - asal jadi hamba Tuhan yang setia sampai di ujung jalan. Cukup bagi saya. Banyak rekan-rekan saya yang sedang di dalam problem: ini anaknya menjadi pengedar narkotik, banyak macam .. ada yang ditinggalkan istri, ditinggalkan keluarga. Maka itu saudara-saudara,  sebelum kedatangan Yesus akan ada murtad dulu.

Ayat 4, “yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang di sebut atau yang di sembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” 

Saudara lihat ke depan, ini alkitab ini Firman Allah, amin saudara-saudara? Ada dua bahaya pada akhir zaman ini. Bahaya yang pertama, saudara tidak mau kena kepada standardnya alkitab. Alkitab bilang baptis, saudara tidak mau dibaptis; Alkitab bilang setia, saudara tidak mau setia; Alkitab bilang belajar berdoa, saudara tidak mau berdoa; belajar berpuasa, saudara tidak mau belajar berpuasa - saudara hidup di bawah standard, itu yang keliru yang salah. Saudara jadi jemaat yang salon. Kalau saudara jadi jemaat salon biasa lama-lama jadi jemaat selot, jemaat yang nekat ya, tidak sampai kepada hakekat menurut surat Ibrani 5, nggak sampai. Senantiasa belajar tapi nggak sampai kepada dasar, hakekat saja nggak sampai - nggak sampai. 

Bahaya yang kedua adalah saudara melebihi ukuran alkitab. Lucifer itu lima kali dia berkata: aku akan naik - aku akan naik, padahal dia sudah bersama dengan Tuhan. Aku akan naik - aku akan naik, dan ini yang membuat Hawa jatuh karena dia sama seperti Allah, dia di gambar dalam peta dan teladan Allah tapi iblis bilang kamu akan naik, kamu akan jadi sama seperti Allah, aku akan naik - aku akan naik, dia ingin melebihi. 

Inilah yang terjadi dengan pendeta Sibuea, ingin melebihi apa di katakan Alkitab. Alkitab bilang tidak ada yang tahu, dia mau melebihi. Dengar baik-baik, apa di Alkitab saudaraku ada baptisan anak kecil? Nggak ada, tapi manusia mau melebihi, dibikin baptisan anak kecil, bayi di baptis. Apa di Alkitab ada perjamuan kudus di kuburan? Nggak ada - tapi di Jakarta ada. Apa di Alkitab saudaraku minyak urapan di bawa-bawa di botol kecil? Lalu kalau kita pusing gosok-gosok? Tapi sekarang ada. Melebihi Alkitab. Saya mau tanya sama saudara, Tuhan dengan kita kuat mana saudara? Kuat Tuhan. Itu teorinya tapi prakteknya kuat kita. Tuhan mah kerja enam hari, hari ke tujuh Dia istrahat. Manusia, minggu aja buka toko.

Tetapi apa yang terjadi? Manusia tidak tahu pause. Terus saudaraku, dari hari pay i, pay al, pay san, pay se, pay u, pay liu, li pay .. masih mapay terus. Terus, tidak mau pause. Berarti manusia lebih kuat daripada Tuhan. Mau melebihi Tuhan. Tuhan bilang, udah 6 hari sudah dapat berkat, hari ke tujuh sudah tenang. Di Tiongkok saudaraku, ada orang tua sedang kipas-kipasan. Tiba-tiba ada orang peminta-minta. Aduh, orang tua itu kasihan. Kebetulan dia ada 7 keping uang. Dia kasihan lihat peminta-minta ini. Dia ambil 6, nih buat kamu. Yang satu itu dikantongin lagi sama orang tua ini. Ini peminta-minta udah dapat 6, dicopet juga yang satu itu. 

Nah, peminta-minta itu kita. Yang orang tua itu Tuhan. Udah dikasih 6 hari untuk kerja, untuk cari uang hari ketujuh nyopet juga untuk mau kerja. Kita lebih kuat dari Tuhan. II Tesalonika 

2:5 Tidakkah kamu ingat bahwa hal itu telah kerap kali kukatakan kepadamu ketika aku masih bersama dengan kamu dan sekarang kamu tahu bahwa apa yang menahan dia - dia ini antikris - sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja. 

Jadi antikris itu secara rahasia sudah bekerja tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, telah diangkat, namanya Roh Kudus, pada waktu itulah si pendurhaka, antikris, baru akan menyatakan dirinya. Tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya kalau ia datang kembali. Jadi waktu Yesus datang kembali untuk memusnahkan antikris ini. Sekarang, antikrisnya saja belum keluar. Bagaimana orang bisa ngomong 10 November akan diangkat. Kasihan saya sama 283 orang itu. Kasihan. Rumah mereka di Papua dijual, rumah mereka tanah mereka dijual semua. Sekolah berhenti karena percaya yakin jam 12 malam mereka akan diangkat ke langit katanya. Dan memang betul diangkat mereka ke kantor polisi dibawa melalui truk. Kasihan. 

Saudara berkata, kok sekolahnya sama dengan ko Yoyo kenapa sekolahnya sama di Beji kenapa sesat ya? Saya jawabnya begini. Yudas juga sekolahnya sama. Yudas sekolah sama sama Petrus sama sama Yohanes sama sama Markus sama 12 murid yang lain sama, tapi kenapa Yudas ini jadi malah menjual Yesus? Sudah tahu Yesus itu baik sudah tahu Yesus itu hau, kenapa ditinggalkan? Makanya saudara, kata Firman Allah, kita harus memelihara iman itu betul-betul. Jaga baik-baik. Rasul Paulus berkata dalam Galatia 

1:6 Aku heran bahwa kamu begitu lekas berbalik daripada Dia yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu dan mengikuti satu injil lain 7 yang sebenarnya bukan Injil hanya ada orang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutar balikkan Injil Kristus. 8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kapada kamu satu injil yang berbeda dengan injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah ia. 9 Seperti yang telah kami katakan dulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu satu injil yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.  

Banyak sekarang macam pelajaran yang kacau. Ada pendeta yang pakai internet dia menginjil bahwa dia mengaku dia sudah menginjil ke neraka dan di neraka dia sudah membuat tobat 400.000 orang. Saya jadi bingung, kalau bertobatnya di neraka 400.000 orang saya bingung, kok kenapa tetap di neraka. Dulu ada pelajaran kelepasan, orang didoakan harus pake saputangan begini. Dalam nama Tuhan Yesus terlepas .. lepas dia. Kalau nggak bawa saputangan nggak bisa. Pelajaran muntah-muntah, didorong-dorong untuk jatuh. II Korintus 

11:12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan.
11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

Iblispun menyamar. Ada satu hamba Tuhan di Bandung dia berpuasa kalau tidak salah 3 hari apa 7 hari, saya lupa. Pada waktu dia mau buka puasa, dia masuk ke kamar, dia kunci kamar, dia gelapkan lampu, dia berdoa. Pada waktu berdoa, ada yang datang saudaraku, pegang pundak dia: Hei, anakku, ... ngomong begitu, kamar dikunci ... Akulah Yesus. kalau kita dapat begitu wah udah senang kali. Tapi ini hamba Tuhan dia pegang lekas tangan yang pegang. Dia cari tangan itu ada lubang pakunya apa nggak. Yesus yang asli ada lubang pakunya. Dipegang-pegang, nggak ada lubang pakunya. Demi nama Yesus, hei setan pergi. Hilang .., sembari ketawa hilang. Kalau kita ngak tahu barangkali lagi sembahyang terus ada yang bilang: hei anakku, inilah Aku Yesus. Heu-euh ... heu-euh. Kita bisa salah saudara. Itu sebabnya kita harus kenal siapa Tuhan kita, amin saudara? Matius

24:23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
24:26 Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya.
24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."
 

Jangan percaya, kalau ada yang bilang lihat Ia ada disini, lihat ada di Dayeuhkolot, jangan percaya. Nah, saya rasa angkatan ke 16 ini dapat berkat luar biasa karena banyak guru-guru yang datang, yang saya tak pernah duga akan datang kesini. Membawa pelajaran-pelajaran yang baik. Dan salah satunya adalah dari Finlandia dari Manado ... guru yang tahu menyelidik yang tahu Firman. Dia membagikan berkat kepada murid-murid. Dan saya senang murid-murid saya dapat makanan yang sehat, makanan yang baik, makanan yang lurus, makanan yang benar. 

Hati-hati di akhir jaman ini. Salah satu tandanya: Akan ada murtad. Itu secara umum. Sekarang ada tanda yang kedua. Tanda yang kedua itu didalam gereja. Didalam gereja ini apa? Tadi mungkin ada urusan ada hubungan dengan luar. Sekarang kita lihat 2 Timotius 3:1, maksud saya didalam jemaat didalam diri kita: Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Kata masa ini bukan seminggu bukan sehari bukan sebulan. Saya selalu ingat apa kata kitab Wahyu 1 masa, 2 masa, dan setengah masa untuk menceritakan tentang 3.5 tahun. Jadi masa ini paling sedikit bicara tentang tahun. 

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.  Tapi inilah, pada waktu kita sekolah minggu, nyanyian ini Eee lihat saya, ... mencintai diri sendiri. Egosentris. Tapi tanpa sadar kita sudah mulai belajar egosentris. Waktu kita difoto sama-sama 6-7 orang difoto, cret jadi, siapa foto yang dilihat pertama? Muka siapa? Muka kita. Egosentris. Dasarnya kita sudah gitu. Tetapi yang dimaksud mengasihi diri sendiri disini, ini lebih spesifik, lebih serius. Orang itu lebih cinta diri sendiri, dia nggak peduliin itu papa, dia nggak peduliin itu ibu, pokoknya diri sendiri nomor satu. 

Hari kamis saya di Pamanukan, hari jumat saya di Krawang, dan saya bermain golf sama satu hakim. Hakim Hutauruk. Setelah main golf berdua kita makan. Baru bapak Hutauruk dia bercerita. Pak, saya ada satu kasus. Kasusnya kecil. TKW dari Arab pulang dia kirim uang kirim uang kirim uang sama anaknya tapi uang yang dikirim sama anak perempuannya ini dipake sama suaminya. Janji mau kembalikan. Nggak sampe kembali, sang ibu sudah pulang. Anak perempuannya ini ngaduin papanya sendiri, papa kandung diadukan ke pengadilan .. minta dihukum. Ini hakim orang kristen. Dia cerita sama saya. Saya tanya ini anak. Mau dihukum berat mau dihukum ringan ini papamu? Anaknya ngomong apa? Kalau uang saya dikembalikan, hukum ringan. Kalau uang tidak dikembalikan, cuma 2 juta, hukum berat. Anak lho sama papa. Nggak ingat itu papa yang membesarkan dia sekolah dari kecil jadi besar, kehujanan ditolong apa sakit dibawa ke dokter, dia nggak ingat. Dia nggak ingat bahwa yang dituduh itu papanya, yang disuruh masukkan penjara itu papanya. Jadi uang lebih tinggi dari cinta kepada orang tua. 

Orang menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah. Membual, omong besar. Amsal 25:14. Omong besar. Itu tanda akhir jaman, orang omong besar. 

Di Krawang ada satu anak kristen mau pukul papanya sendiri. Papanya cerita sama saya aduh kenapa dia begitu, padahal papanya tokoh gereja, anaknya mau pukul sama papanya. Sampe ngomong, gua bunuh lu, sama papa sendiri. Ini sudah akhir jaman. Tidak tahu berterima kasih. Tidak mempedulikan agama. Kata tidak mempedulikan agama dalam bahasa Inggris, unholy, nggak suci. Ternyata kesucian ini sangat dipentingkan sangat diperlukan oleh Tuhan. Saya kurung ayat 3 ini, dengan tidak punya kasih. Karena tidak punya kasih, dia tidak mau berdamai; karena tidak punya kasih, dia suka menjelekkan orang; karena tidak punya kasih, dia tidak dapat mengekang diri; karena tidak punya kasih, dia garang; karena tidak punya kasih, dia tidak suka akan yang baik. 

-- o -- 

Minggu sore, 23 Nopember 2003

Teguran

Amsal 

1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.  

Dimana-mana sekarang di seluruh dunia gereja kecil gereja besar di Eropa di Amerika, saya mulai merasakan adanya kehausan dari umat Tuhan kepada di curahkanNya Roh Kudus seperti jaman dahulu ... diturunkanNya Roh Kudus seperti jaman dahulu. Ingin ada pencurahan Roh Kudus, tetapi tidak terjadi atau hanya terjadi pada gereja-gereja lokal saja. Saya baru dapat berita dari Malang, teman saya yang mengundang saya ke sana, itu bedstonenya saja, bedston saudara, bedstone - bedstone, doa bedstone itu empat ratus orang. Bedstone. Hari sabtu kemarin saya hitung yang bedstone delapan puluh lima orang, kita seperempatnya juga nggak. Dan tidak heran Tuhan memberkati, Tuhan menolong, memberkati jemaat itu, karena apa? Karena mereka ada di rumah doa. 

Kita nggak bisa main sulap di dalam gereja lalu dengan tata cara ibadah yang dimodernisasi, kita mengharapkan Roh Kudus turun - tidak bisa. Maka ayat ini di mulai dengan kata berpalinglah kamu kepada teguranKu. Kenapa Roh Kudus tidak kerja, kenapa Roh Kudus tidak di curahkan? Hanya sedikit-sedikit saja, hanya beberapa orang yang menerima Roh Kudus, kenapa? Karena kita nggak mau di tegur. Karena kita tidak mau dinasehati, kita tidak mau di tegur. 

Pendeta Mangapin Sibuea yang di Bandung itu, orangnya baik, orangnya sopan cuma nggak mau dinasehati. Jadi dari Mangapin Sibuea namanya terbalik jadi sibuaya mangap ... karena tidak mau dinasehati, tidak mau ditegur. Oo ... jemaat yang tidak mau ditegur oleh firman Allah, jemaat yang tipis telinga tidak mau di tegur, tidak mau di nasehati, dia hanya selangkah lagi kepada kerusakan, dia hanya selangkah lagi kepada kesesatan. Karena apa? Justru teguran Tuhan akan membawa kita kepada Roh-Nya, ada amin saudara-saudara? Dan di dalam bahasa indonesia di katakan my spirit itu dikatakan isi hatiKU. Jadi tanpa Roh Kudus kita tidak bisa mendapatkan isi hatiNya Tuhan. 

Bagaimana kita supaya tahu isi hatiNya Tuhan, anak terhilang saja musti balik sama bapaknya, baru dia bisa tahu isi hati bapaknya itu penuh dengan sayang, penuh dengan cinta, penuh dengan kasih sayang, mengembalikan semua yang hilang. Kalau selama dia masih jauh diluar, diluar rumah bapaknya ... dia tetap saja terhilang compang-camping menderita saudaraku. Biarpun dia punya bapak tetapi hidupnya seperti pengemis, hidupnya seperti kere, karena apa? Karena tidak mau di nasehati. Siapa saja. Nabi Yunus pun tidak mau di nasehati, hanya selangkah lagi kepada kehancuran. 

Itu sebabnya saudara-saudaraku, ayat pertama dalam keluarga itu Efesus 6, justru dia bicara kepada anak-anak. Hei anak-anak, dengarkanlah nasehat orang tuamu, ayat 2: supaya umurmu panjang. Itu sebabnya kita mau mendengar nasehat daripada firman Tuhan. Mendengar nasehat dari sabda Tuhan supaya kita diberkati oleh Tuhan, supaya aduh soal berkat itu saudara supaya kita diberkati oleh Tuhan. Saya sembahyang, apa sih yang menghalangi Engkau untuk memberkati umat Tuhan, yang menghalangi Engkau memberkati anak Tuhan ya, yang menghalangi Engkau memberkati umat Tuhan? 

Yang pertama itulah, tidak mau di nasehati, tidak mau dinasehati, tidak mau ditegur. Amsal bilang orang yang tidak mau ditegur itu orang yang dikatakan orang yang bodoh. Teguran dari Tuhan itu ada dua macam. Yang pertama adalah nasehat, yang kedua adalah hajaran. Kita tidak mau bicara tentang hajaran, kita bicara tentang nasehat saja. Tuhan itu kasih nasehat kadang-kadang melalui firman Tuhan, kadang-kadang melalui orang tua, kadang-kadang melalui nasehat guru, kadang-kadang melalui situasi dan kondisi. 

Dan inilah yang menjadi penghalang antara kita dengan berkat dari Tuhan, yaitu karena kita tidak mau di nasehati. Kenapa? Karena ayat berikutnya 

1:24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, 
1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, 
1:26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, 
1:27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. 
1:28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku. 
1:29 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN, 
1:30 tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku, 
1:31 maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. 
1:32 Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. 
1:33 Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."

Bahasa inggris, kedashyatan tanpa ketakutan akan kejahatan. Lihat saudaraku. Orang tak mau dengar nasehat itu, Tuhan, biar dia berdoa, biar nanti dia teriak-teriak minta tolong nangis-nangis - Tuhan tidak mau dengar. Maka jangan cari Tuhan setelah kita kerepotan. Carilah Tuhan ketika ada kesempatan. Dan sekarang kesempatan dibuka, cari Tuhan, cari Tuhan! Kembali kepada teguran Tuhan, kembali memperhatikan. Sampai tiga empat kali karena mereka tidak memperhatikan teguran. Maka berkat itu jauh mereka, rejeki itu jauh dari kita.  

Yang kedua. Kenapa kita tidak mendapatkan berkat Tuhan, tidak mendapatkan kelimpahan dari Tuhan, tidak mengalami berkat Tuhan? Karena kita tidak memuji Tuhan. Kita buka Mazmur 

114:1 Pada waktu Israel keluar dari Mesir, kaum keturunan Yakub dari bangsa yang asing bahasanya, 
114:2 maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya, Israel wilayah kekuasaan-Nya.

Ayat yang kedua berkata bahwa Yehuda menjadi tempat kudusNya. Tuhan berfirman Yehuda akan menjadi tempat kudus Tuhan. Maksudnya, Tuhan itu akan berdiam pada Yehuda. Arti nama Yehuda itu pujian, terpuji. Dan kata pujian di dalam bahasa ibrani yang lucu itu juga namanya yada, jadi dekat dengan yuda. Yehuda atau Yudah bahasa inggris Judah menjadi tempat kediamanNya.

Kalau kita mau dijadikan tempat kediaman oleh Tuhan, kita musti memuji Dia. Saya tidak dengar haleluyah. Kita harus memuji Tuhan, memuji Dia. Yang saya maksud memuji Tuhan, kebanyakan kita memuji Tuhan itu sangat enteng. Beberapa waktu yang lalu waktu saya sembahyang, saya dapat bisikan dari Roh Kudus, suruh pemimpin pujian, setiap pemimpin pujian di jemaat kamu, meningkatkan, meningkatkan cara mereka memuji Tuhan. Pemimpinnya yang di tegur. Kenapa? Karena kita memuji Tuhan itu cemplang, nyanyi kita itu cemplang, kenapa? Cuman keluar dari mulut ... tidak keluar dari hati. 

Saudara tidak tahu tapi saya beberapa kali, sendirian. Kadang-kadang di gereja sendirian, kadang di kamar di rumah sendirian. Tidak ada musik tapi saya bilang sama Tuhan, Tuhan saya mau memuji Engkau. Ketika percobaan ada, ketika problem ada, ketika senang ada pokoknya senang atau tidak senang, Tuhan saya mau memuji Engkau. Dan saya mulai menyanyi, menari, saya mulai menyanyi - menari - menari sendiri di kamar, sampai keluar bahasa roh sampai menangis sampai memuji, sampai bebanku terlepas sampai saya nyanyi memuji kepada ... tidak ada musik. Kenapa? Karena didalam alkitab ada tulisan Making melody ini your heart. Gitar bisa putus senarnya, drum bisa bobol, stick bisa patah, pemain drum bisa sakit. Tetapi kalau saudara punya melody di dalam hati saudara, ada alat musik tidak ada alat musik, saudara akan memuji kepada Tuhan. Ada haleluya saudara? 

Dan inilah yang menjadi rahasia kita ketika kita memuji kepada Tuhan, Dia tinggal di bait kudusNya. Bait kudusNya itu Yehuda, pujian. Dan saya akan buktikan melalui firman Allah. Saya tidak akan buktikan dengan teori mulut - tidak, dengan firman Allah. Bahwa orang yang memuji Tuhan itu, dilimpahi berkat rohani dan materi.

Mazmur 

67:5 Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela 
67:6 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 
67:7 Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. 
67:8 Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!

Dari mana Tuhan memberkati kita? Ketika kita memuji Tuhan. Dua kali. Ayat ke-6 berkata kiranya bangsa-bangsa bersyukur ... bahasa inggris let the people praise you ... biarlah umat-Mu memuji-Mu Tuhan. Dua kali dikatakan 'Biarlah umat-Mu memuji-Mu.' Ketika kita memuji Tuhan eh, haleluyah, Tuhan punya dua ayat juga tentang berkat.  Bahasa inggris berkata God shall bless us ... Allah akan memberkati kita, Tuhan akan memberkati kita, kiranya Allah memberkati kita, dua kali. Kenapa kita tidak di berkati? Kita tidak memuji. Kenapa kita sudah memuji kita tidak diberkati? Nggak keluar dari hati keluarnya cuma dari mulut. Nyanyi aja nggak mau tepuk tangan, gimana saudara mau di berkati, yang kita puji ini bukan raja saudara - Tuhan, yang bikin kita, yang bisa bikin kita mati yang bisa bikin kita hidup!

Ini sekarang saya sepertinya bagaimana ini terbagi tiga ini badan ... nggak bisa terbagi empat. Ibu Sri Otto di Bandung Lengkong Kecil sudah meninggal besok di kubur jam sepuluh. Suaminya Shin saudara Wie Cong yang di Cipanas meninggal juga ... tadi telepon, yang biasa kebaktian di sini kena stroke, meninggal juga. Besok harus ... gimana ini saya apa masuk disekolah dulu, kasih pelajaran, gimana? Kasih pelajaran dulu gabungan, jam tujuh sampai setengah sembilan, lalu setengah sembilan cepat-cepat ke Bandung sampai jam sepuluh. Karena saya anggota majelis daerah sekretaris, mau tidak mau harus ada harus hadir. Bagaimana ini? Nggak ada jalan lain, memuji aja sama Tuhan, Tuhan yang ngatur. Ada haleluyah, saudara? 

Menyanyi, memuji kepada Tuhan, Tuhan yang ngatur. Aduh, saudara kita ini nggak tahu rahasia yang besar dari berkat Tuhan itu menyanyi - memuji Tuhan. Memuji nama Tuhan - memuji nama Tuhan - memuji nama Tuhan - memuji nama Tuhan sekarang besok dan selamanya. Gereja ini bisa lenyap nanti, langit dan bumi akan lenyap, gereja paling besar paling mewah juga lenyap tapi puji-pujian sama Tuhan nggak akan lenyap sampai di sorga nggak lenyap.

Kenapa kita tidak latihan dari sekarang memuji Tuhan, sesuatu yang akan kita lakukan di sorga. Di sorga kita nggak akan belanja ke pasar, di sorga kita saudaraku nggak akan buka toko tutup toko, di sorga saudaraku kita nggak akan fitness, di sorga nggak akan jalan pagi, di sorga saudaraku kita nggak akan dipijit dan memijit, ngurut - nggak. Di sorga kita nggak kerja lagi tapi ada satu hal lagi yang kita terus kerja di sorga, yaitu memuji Tuhan. Dan saya baru dapat rahasia dari Wahyu 4, ternyata saudaraku waktu kita memuji Tuhan itu, ada pujian Tuhan yang kekal. Dimana kita tidak cape. Sekarang kita memuji dengan kekuatan kita ya biar sekuat-kuatnya cape juga, lemas juga, ya. Ada satu gereja di Selandia Baru kalau menyanyi memuji Tuhan nggak duduk berdiri terus, tapi toh akhirnya duduk juga, cape juga. 

Tapi nanti di sorga kita akan memuji Tuhan dengan tidak cape. Tuhan memberikan kekuatan untuk kita memuji Dia, tapi kenapa kita tidak dari sekarang? Kita menikmati sorga sepanjang jalan ke sorga dengan memuji nama Tuhan. Dan urusan-urusan yang di bawah, urusan apa yang kita makan apa yang kita minum, apa yang kita pakai - nanti Tuhan berkati kita dua kali lipat ... asal kita tahu memuji Tuhan, memuji Tuhan! Kita akan dapat dua berkat. Saya katakan tadi berkat jasmani dan berkat rohani. Berkat jasmaninya Tuhan memberkati kita, double kan? Allah kita memberkati kita rohani, Allah kita memberkati kita jasmani. Nah, yang rohaninya apa? Dia duduk di tengah-tengah puji-pujian, Dia bersemayam di atas puji-pujian ya. Nggak usah kita menarik hadirat Allah, saya suka dengar itu  siswa-siswa. Mari kita tarik hadirat Allah, nggak usah di tarik-tarik! Kalau kita memuji Tuhan, hadirat Allah turun dengan sendirinya. Amin saudara-saudaraku? Asal kita dengan segenap hati menyanyi, memuji kepada Tuhan, oh, hadirat Allah turun dengan sendirinya. Lepaskan diri saudara, lepaskan hati saudara, nggak usah perhatikan kiri-kanan bagaimana kata dia, bagaimana kata dia, dia bagaimana si itu bagaimana - nggak usah. Memuji Tuhan antara saudara dengan Dia. 

Nah, saudara saya mau kasih satu rahasia dan saya tidak akan khotbah lagi ini dan lain-lain kebaktian saya tidak akan ngomong lagi ... saya cuma mau ngomong sekarang. Tempat di depan ini, itu tempat hadirat Allah waktu kebaktian. Setelah kebaktian dia jadi biasa lagi. Tapi waktu kebaktian ditempat ini adalah tempat hadirat Allah. Siapa yang menghalangi saudara duduk didepan, itu kuasa iblis, dia angkat rasa malu kita dia angkat rasa ... kita dan dia suruh kita duduk di belakang. Saya ini waktu bikin gereja ini, ini balkon kiri-kanan ini saudara-saudara, sebetulnya tidak ada di gambar. Tapi karena saya ingat bahwa hadirat Allah itu ada di depan boleh nggak saya bilang itu balkon yang ini saya tambah kiri-kanan supaya bisa menampung jiwa-jiwa - boleh. Tapi saudara lihat saja sekarang balkon kiri-kanan tidak ada yang duduk. Nanti duduk kalau ada siswa karena di suruh saya. 

Waktu saya dulu di sekolah alkitab, saya duduk paling depan dari meja saya langsung guru, nah saya tahu disitu hadirat Allah. Kenapa orang-orang  yang ada keperluan maju ke depan kenapa? Sudah, saya nggak akan ngomong lagi, Kembali lagi kepada khotbah. Jadi pada waktu kita memuji Tuhan, memuji Tuhan itu saudara-saudara kita cuma tahu tepuk tangan, haleluyah-haleluyah-haleluyah. Di Alkitab, tepuk tangan itu cuma satu ayat di mazmur, bertepuk tangan cuma satu ayat. Tapi mengangkat tangan lebih dari sepuluh ayat. Tapi heran digereja kita jarang ngangkat tangan, kita lebih senang tepuk tangan apalagi lipat tangan. Oh, ... paling reuseup, kita nggak suka angkat tangan. Boleh saya saksi ya bersaksi nih.

Sekarang saya duduk di majelis pusat saudara-saudara, diangkat di majelis pusat. Saya nggak ngerti kenapa saya di dudukkan dengan tugas untuk mengatur musik diseluruh Indonesia, mengatur departemen musik di gereja-gereja. Karena gereja-gereja Pantekosta sekarang musiknya sudah rada liar, udah ngaco, udah kaya musik rock, udah tiru-tiru. Jadi saya diminta untuk membenahi, kira-kira begitu. Saya ingin ceritera sama saudara. Saya bilang Tuhan pada waktu angkat tangan ini, saya juga orang kritis, saya juga banyak nanya, saya tidak percaya begitu aja saya juga orang kritis. Tapi waktu saya bilang mengenai angkat tangan ini, Tuhan bilang begini. Seperti cucumu angkat tangan. 

Saya ingat kalau cucu saya dia mulai angkat tangan, opa - opa, ya saya otomatis angkat dia, saya gendong karena dia mau digendong. Tapi Tuhan kasih mimpi lain. Bayangkan saudara, anak saya yang pertama  meninggal tahun tujuh puluh empat, umur lima belas bulan. Saya dikasih mimpi saya ketemu anak saya yang pertama masih kecil. Aduh, sekarang kalau dia ada sudah umur tiga puluh tahun. Tapi dalam mimpi itu saya lihat, maka saya berteriak sama istri saya, aduh, saya lihat si Melvin lagi. Melvin itu anak saya, dia datang angkat tangan. Dan saya sebagai bapanya dan sampai hari ini saya masih rasa kehilangan dia. Dalam mimpi itu saya mau ... hilang. Apa yang terjadi ketika saudara dan saya mengangkat tangan di hadapan Tuhan? Ketika kita mengangkat tangan dihadapan Tuhan, Dia Bapa kita,  akan mengangkat kita. Dia akan mengangkat kita dan memeluk kita. Begitu banyak rahasia didalam memuji Tuhan, menyembah Tuhan. Tapi kita tidak suka ditegur, tidak suka dikasih tahu. Maksudnya ditegur itu bukannya karena kita selalu ... 

Waktu kita mengangkat tangan yang ayatnya lebih dari sepuluh itu saudara lalu kita jalani. Nggak usah sebetulnya pendeta di mimbar mari saudara angkat tangan menyanyi - nggak usah. Uh, kita kalau angkat tangan di depan Dia seperti satu anak minta di gendong oleh ayahnya. Dan nama salah satu nama dari Yesus adalah Abba ya Bapa. Dia mau mengangkat kita, menggendong kita. Kalau sudah digendong gimana saudara? Dipeluk, dicium, disayang. Jadi hubungan kita sama Tuhan itu kaya anak sama bapak, tidak lebih tidak kurang. Dan Dia sayang sama kita begitu luar biasa, sehingga kalau kita mau saja angkat tangan. Tahu saudara angkat tangan artinya juga menyerah. Tentara-tentara yang ditodong menyerah oleh musuhnya angkat tangan - angkat tangan menyerah ... dilucuti semua, menyerah. Biarlah kita menyerah kalau saudara problem terlalu banyak, kita menyerah kepada Tuhan dan nanti Tuhan yang turun tangan menggantikan segala urusan. Yang terakhir dalam Yohanes 

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." 
4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." 

Dalam kejadian-kejadian yang lain lebih empat lima kali Yesus berkata sama orang yang disembuhkan, orang yang ditolong: Jangan bilang Aku  Mesias, jangan. Bilang sama murid-muridNya wanti-wanti jangan kasih tahu Aku Mesias - jangan, jangan kasih tahu. Kenapa kepada perempuan Samaria Dia bilang Akulah Mesias, kenapa? Ini orang perempuan Samaria kalau udah bilang ngomong dosa, udah paling berdosa dah saudara paling bejat. Lima kali kawin. Begini aja saudara kalau mau membayangkan. Kalau di gereja kita ada satu ibu udah lima kali kawin. Dan yang keenamnya ini dia lagi masih kumpul kebo. Bagaimana penilaian saudara kepada wanita ini, begitu saja. 

Tetapi begitu Yesus datang dan menegur dia dan memberitahu kesalahannya, wanita ini gampang diberitahu. Dia berbalik kepada kebenaran, dia gampang dikasih tahu, dinasehatinya gampang mengerti. Langsung dia berkata mengenai menyembah Tuhan. Akulah Mesias. Lalu dia lari ke Sikhar. Dalam satu hari seluruh kota Sikhar bisa percaya kepada satu perempuan bejat bahwa ada Mesias. Kenapa? Karena orang ini terbuka, gampang diajar.

Saudara, kalau saudara punya hati mudah diajar, aduh saya mau kasih tahu saudara, dimana-mana rejeki gampang. Tapi kalau saudara punya hati, hati yang sukar dikasih tahu, cepat tersinggung, gampang marah - dimanapun saudara bekerja, saudara kalau bahasa sunda bilang 'teu kaopan,' saudara nggak akan tahan disana, nggak akan tahan disana ... tidak ada berkat!

Lihat perempuan Samaria ini. Yesus sampai buka diri: Akulah Mesias, karena dia begitu sederhana, begitu membuka hati - membuka. Begitu juga dengan hubungan suami-istri. Kkalau dikasih tahu jangan cepat tersinggung, cepat marah. Istri teriak sama suami, suami teriak sama istri, semua marah-marah, ribut-ribut. Iya dah kalau ribut cuma semenit dua menit. Teriak. Suami bilang, gua nggak mau ngomong-ngomong lagi sama lu. Istrinya bilang, oke, gua juga nggak mau ngomong sama lu. Awas lu, gua ngga mau ngomong. Sekarang kita nggak mau omong-omongan - ya udah diam, ya udah, diam. Sehari dua hari, dua hari, tiga hari si suami mau keluar kota, pesawat jam delapan pagi minta dibangunkan jam lima. Akhirnya dia tulis surat di kertas, di dapur bangunin gua jam lima pagi. Besok dia bangun jam sembilan. Dia marah, kenapa istri gua nggak mau bangunin gua, dia ngamuk-ngamuk, istrinya sudah pergi kerja. Kenapa istri saya nggak bangunin gua, betul-betul dia nggak cinta. Dia lari ke dapur, emang ada surat itu. Dia tulis bangunin gua jam lima, eh di bawahnya ada tulisan juga: Udah jam lima, bangun! Rugi nggak ...

Tapi malam hari ini kita mau memuji menyembah Tuhan. Dia yang menebus dosa kita, Dia yang mengadakan kita sebagaimana kita ada. Dia yang ada di tengah-tengah kita pada sore hari ini, Dia siap sedia memberkati kita. Saya mau tanya, saudara siap menyembah, memuji Dia? 

-- o -- 

Minggu sore, 30 Nopember 2003

Perjamuan Kudus & Persepuluhan

Pada malam hari ini ada perjamuan kudus dan saudara adalah jemaat dewasa bukan jemaat anak kecil. Perjamuan Kudus selalu bergabung dengan Persepuluhan. Saya ingin berbicara mengenai dua hal ini supaya saudara-saudara mengerti apa perjamuan kudus dan apa persepuluhan. Kejadian 

14:1 Pada zaman Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim, terjadilah, 
14:2 bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar. 
14:3 Raja-raja yang disebut terakhir ini semuanya bersekutu dan datang ke lembah Sidim, yakni Laut Asin. 
14:4 Dua belas tahun lamanya mereka takluk kepada Kedorlaomer, tetapi dalam tahun yang ketiga belas mereka memberontak. 
14:5 Dalam tahun yang keempat belas datanglah Kedorlaomer serta raja-raja yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengalahkan orang Refaim di Asyterot-Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim 
14:6 dan orang Hori di pegunungan mereka yang bernama Seir, sampai ke El-Paran di tepi padang gurun. 
14:7 Sesudah itu baliklah mereka dan sampai ke En-Mispat, yakni Kadesh, dan mengalahkan seluruh daerah orang Amalek, dan juga orang Amori, yang diam di Hazezon-Tamar. 
14:8 Lalu keluarlah raja negeri Sodom, raja negeri Gomora, raja negeri Adma, raja negeri Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar, dan mengatur barisan perangnya melawan mereka di lembah Sidim, 
14:9 melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima. 
14:10 Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan. 
14:11 Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi. 
14:12 Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi--sebab Lot itu diam di Sodom. 
14:13 Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram. 
14:14 Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. 
14:15 Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik. 
14:16 Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya. 
14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 
14:18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 
14:19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, 
14:20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 
14:21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 
14:22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: 
14:23 Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya. 
14:24 Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing."

Dalam ceritera ini ada peperangan, saya kira kita tidak perlu tahu raja ini apa, raja itu perangnya bagaimana. Didalam setiap peperangan selalu ada alasan ekonomi. Ternyata raja yang kalah melarikan diri sampai Sodom, harta bendanya diboyong, harta benda dan orang-orang. Pada waktu Abraham menang kembali perang dengan hanya tiga ratus delapan belas orang, saudara baca kembali tadi, dirampasnya kembali harta benda itu dan orang-orangnya yang tertawan termasuk waktu itu kembali. 

Jadi dalam setiap peperangan selalu ada alasan ekonomi. Kenapa Amerika menyerang Irak? Selain Irak berbahaya juga Irak ini adalah penghasil minyak. Jadi Amerika ini sampai dua belas tahun ke depan masih akan memimpin dunia. Ya, saudara-saudara, Amerika ini memang luar biasa, memimpin disegala bidang. Saudara jangan kira Jepang sekarang. Jepang boleh mengeluarkan komputer tetapi dia harus bayar pajak penemuan komputer itu ke Amerika. Ya, RRT menemukan ini, bikin malu RRT karena RRT mencuri rahasia dari ruang angkasa, bikin malu ini, ya. Tetapi selalu ada dari saudara-saudara soal ekonomi. Siapa saudara pernah makan Kentucky Fried Chicken, ada pernah, saya pernah. 

Mana lebih enak sama Ayam Mbok Suharti? Lebih enak Ayam Mbok Suharti, jauh saudara Kentucky Fried Chicken. Tapi kenapa Mbok Suharti nggak laku? Dimana-mana sekarang Kentucky Fried Chicken. Karena Amerika menguasai pemasaran. Dia cari tahu ini anak muda sukanya apa? Dia cari tahu. Oh, suka musik ... di Kentucky Fried Chicken dibikin musik, dibikin warna-warni yang cerah. Musiknya musik Inul, musik goyang, musik ini. Jadi anak-anak muda datang ke Kentucky Fried Chicken, hai man ... hai man, dia makan Kentucky Fried Chicken. Sedangkan di Mbok Suharti dan Ayam Mbok Berek tetap aja wayang, nggak laku. 

Jadi pemasaran dikuasai Amerika sekarang ini. Saudara rela atau nggak rela sadar nggak sadar, marah, ya. Indonesia marah-marah, demonstrasi ... Go to hell Amerika, katanya. Yang go to hell itu siapa? Ini hanya untuk perbandingan karena kita bicara ekonomi. Biaya Angkatan Bersenjata Amerika pertahun, biayanya itu sepuluh kali lebih besar dari APBN-nya Indonesia. Jadi APBN Indonesia untuk satu tahun, biayanya itu hanya sepersepuluh Angkatan Bersenjatanya Amerika, mau coba kita lawan. 

Nah, kita ngomong ribut go to hell - go to hell, siapa yang go to hell? Go to hell itu artinya pergi ke neraka, siapa? Kalau Amerika stop aja bantuannya, kita yang go to hell! India itu pintar saudara, kita bicara ekonomi. India ini mungkin tidak setuju sama Amerika tapi waktu Amerika memerangi Irak, dia bilang saya setuju, kami akan kirim tentara - senang Amerika, dibebaskan utangnya. Pakistan negara islam saudara, dia juga tahu, dia juga tidak suka Amerika tapi karena lagi perlu maka dia bilang Musharaf bilang, saya pro Amerika, kita kirim tentara, hancurkan Al-Qaeda, betul-betul dia bilang. George W Bush bilang, good ... good - hutangnya dibebaskan! Indonesia go to hell Amerika - go to hell Amerika, kita yang go to hell saudara, hutangnya diteruskan ... nggak di bebaskan! Makanya kita mesti pakai ilmu kudu, ilmu kudu ngerti. Amerika nggak bisa di lawan.

Nah, kembali kepada peperangan ini. Mereka ini marah sama Kedorlaomer karena uang upeti tiap tahun kepada Kedorlaomer. Ini uang mestinya buat kita ini, dikirim kepada Kedorlaomer. Wah, berontak kita. Malah kalah perang. Kalah perang semua harta benda di boyong habis, orang-orangnya termasuk familynya dari Abraham ini, bawa. 

Mari kita perhatikan dua hal saja perjamuan kudus dan persepuluhan nanti kita terima. Pada saat itu Abram tidak pikir A, tidak pikir B langsung dia kerahkan tiga ratus delapan belas pembantunya. Ternyata karyawan di sana dididik, saudara-saudara. Dididik juga dalam perang. Langsung berangkat pendek ceritera menang perang, di boyong kembali itu harta. Ya, ini harta, ini harta dibawa ke Kedorlaomer sekarang setelah menang boyong lagi sama Abraham dibawa lagi kedaerah kanaan. Muncul raja Sodom yang ngumpet itu: Hidup Abraham, hidup Abraham, hidup Abraham, waduh. Abraham nggak minta di hidup-hidupin memang dia hidup nggak mati, hidup Abraham gagah. 

Tetapi ketika raja Sodom mengeluh-ngeluhkan, ada satu raja nggak tahu dari mana disebutnya Melkisedek raja Salem - Melkisedek raja Salem. Dia juga disebut imam. Jaman dulu,  jaman perjanjian lama raja nggak bisa jadi imam. Imam ini urusannya bikin persembahan kepada Tuhan, raja urusannya memerintah. Raja nggak bisa jadi imam, imam nggak bisa jadi raja. Melkisedek ini aneh, dia raja tetapi juga imam. Ayat ke-18,

14:18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Luar biasa saudara, ya. Saya katakan raja nggak bisa jadi imam, imam nggak bisa jadi raja. Tapi Melkisedek, dia raja sekaligus imam. Nah, siapa Melkisedek itu? Hanya satu keterangan didalam surat Ibrani 7, kita membaca siapakah yang disebut Melkisedek yang menemui Ibrahim atau Abraham itu? Ibrani 

7:1 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. 
7:2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. 
7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. 

Jadi siapa Melkisedek ini? Tidak lain tidak bukan adalah Yesus. Saya ceritera ini karena satu bulan lagi kita merayakan natal. Waktu merayakan natal kita menyebut Yesus ini dilahirkan oleh Maria dan Alkitab juga katakan Maria disebut ibu Yesus karena dia yang melahirkan. Tetapi kalau saudara baca ayat 3, Ia tidak berbapa. Bisa berkata haleluyah? Ia tidak beribu, Dia tidak bersilsilah. Kita baca dalam Matius 1, inilah silsilah Yesus Kristus tapi didalam rohani, Ia tidak punya silsilah - hariNya tidak berawal, hidupNya tidak berkesudahan. Dan karena Ia dijadikan sama dengan anak Allah, Ia tetap menjadi imam selama-lamanya. 

Jadi Yesus-lah yang menemui Abraham dengan bentuk Melkisedek raja! Dia membawa roti dan anggur. Dia tidak bawa air, air dingin untuk minum karena lelah ... Dia bawa roti dan anggur. Bayangkan tentara tiga ratus delapan belas nggak pernah perang saudara sekarang tahu-tahu perang, untungnya nggak ada yang mati - menang, capenya kayak apa? Raja Sodom cuma hidup Abraham - hidup Abraham - hidup Abraham. Tapi raja Melkisedek raja Salem ini, imam Allah ta Allah, Dia membawa roti dan membawa anggur dan memberkati Abraham.

Dengar baik-baik. Sodom selalu bicara dari dunia. Raja dunia akan mengelu-elukan saudara, dia akan mau kenal sama saudara kalau saudara punya duit. Ketika saudara nggak punya duit ketika saudara jatuh dunia nggak mau kenal saudara. Kita tanya saja kalau Abraham kalah perang, apa raja Sodom menyambut dia? Tidak. Raja Sodom menyambut karena senang perang menang, istrinya di kembalikan, rakyatnya dikembalikan. Harta benda sih buat kamu aja, ini keluarga, rakyat buat saya. Melkisedek tahu, Dia menyambut Abraham, Dia tahu kelelahan Abraham, cape. Maka Dia datang dengan roti dan anggur dan memberkatinya. 

Saudara, dunia manis sungguh manis tapi Yesus termanis, dunia indah sungguh indah tapi Yesus terindah. Banyak orang pacaran ketika pacarnya sudah kena madunya sudah didapat ditinggalin pacarnya. Ini jaman sekarang begini. Dan dia rasa tidak bersalah dengan menikahi wanita lain, dia rasa tidak bersalah dengan menikahi pria lain. Inilah Sodom. Dia mau pacaran karena kau masih gadis. Setelah kegadisanmu dia rampas dia campakkan kamu seperti binatang tidak ada harga. Ini raja Sodom. Hidup Abraham ... karena aku masih perlu, disana ada orangnya. Tapi Yesus, Melkisedek kita, Dia datang, Dia tahu kelemahan kita, Dia tahu kekurangan kita, Dia bawa roti dan anggur. 

Nanti di akhir zaman, dua ribu tahun yang lalu, roti adalah bayangan tubuh-Nya, anggur lambang darah-Nya. Saudara-saudaraku, tidak ada hidangan di dalam dunia ini yang bisa menandingi bisa melawan bisa memper, hidangan yang dibawa Melkisedek roti dan anggur. Di katakan di sana di dalam Kejadian 14. Kita lihat dulu Ibrani

7:2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Kalau raja ini menemui Abraham, tentu Dia ingin memberikan kebenaran kepada Abraham. Yang kedua dikatakan, Dia adalah raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Kalau Dia mau menemui kita karena Dia ingin memberikan damai sejahtera, bukan damai dari Sodom, bukan damai dari hawa nafsu daging tapi damai sejahtera yang ada didalam hati manusia, damai yang dari Tuhan diberikan.

7:4 Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik. 

Jadi Abraham membawa persepuluhan dari yang terbaik. Yang jelek dia nggak mau kasih persepuluhannya, yang baik yang terbaik. Disini kita belajar bahwa Abraham tahu memberi yang terbaik kepada Tuhan. Karena apa? Karena Tuhan memberi yang terbaik kepada manusia. Ayo! Saya mau tanya, apa pemberian Tuhan yang melebihi Yesus? Tidak ada, tidak ada! 

Yesus adalah pemberian yang terbaik, terindah dan sampai kekal selama-lamanya tidak akan pernah ada pemberian yang lain yang akan diberikan Allah yang bisa melampaui pemberian-Nya, yaitu Yesus. Itu sebabnya kita rasanya terhutang untuk memberikan yang terbaik. Dalam ukuran Abraham, dia tidak bisa pikir panjang dia memberi sepersepuluh ... dari apa yang terbaik yang dia hasilkan. Tanpa sadar, dia sudah melakukan sesuatu yang memang Tuhan punya kunci untuk berkat itu, yaitu ini, Dia. Oke, kita satu-satu. Kita terangkan roti dan anggur. 

Roti dan anggur menjadi lambang bayangan kasih Allah, tubuh dan darah Yesus. Dia dilambangkan dengan dua garis vertikal dan horizontal. Vertikal, kasihilah Allahmu dengan segenap hati segenap kuat dengan segenap akal budi. Dan garis horizontal, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Nampaknya tidak ada kesulitan buat kita mengasih Tuhan bukan? Karena Tuhan belum kelihatan. Yang sukar bagi kita adalah mengasih sesama kita. Tetapi saudaraku, Tuhan akan tahu kita ini, cinta kepada Tuhan ... kalau ada buktinya kita mengasihi sesama. 

Saudara bisa ngomong teori angin sorga, jadi pendeta seperti saya bisa khotbah macam-macam tentang mengasihi Tuhan tetapi kalau saudara tidak ada kasih kepada sesama ... tong kosong berbunyi nyaring, jauh panggang dari api, buang garam di laut, nggak ada guna. Kenapa? Karena orang yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dia akan kelihatan dari mengasihi sesama. Justru kedalamannya kekristenan itu saudaraku bukan tingginya dalamnya kita mencintai Tuhan. Memang itu. Tapi justru nampaknya pada tingginya dan dalamnya kita mengasihi sesama. 

Kalau kita saudaraku berteman hanya untuk habis manis sepah di buang, habis uang kita tinggalkan - kita sama saja dengan orang dunia. Bisakah kita mempunyai kasih dari bapaknya anak terhilang? Ketika anak terhilang itu sudah potol, sudah tidak punya apa-apa, dia kembali lalu saudara-saudaraku bapaknya tidak banyak teori tidak banyak omong, tidak banyak bicara, dia tidak jawab, dia cuma peluk anaknya, dia cium, dia bilang sama pengerjanya pelayannya, ambil pakaian jubah yang terbaik, ambil cincin pada jarinya, dan ambil kasut yang baru karena anakku yang hilang sudah ketemu, anakku sudah didapatkan kembali. 

Kita ini terlalu ngaong-ngaong, ngawang-ngawang ngambang. Cinta Tuhan, cinta Tuhan, cinta Yesus tapi tidak ada bukti dengan sesama. Kita sama sesama itu waduh seperti singa sama domba, main robek aja. Teruskan apa jangan? Teruskan apa jangan? Nah, kita itu jangan perjamuan kudus kita nggak ngerti! Apa artinya Yesus bilang makanlah seberapa kali kamu makan, untuk mengingat kematian-Ku. Dia mati buat siapa? Buat manusia. Bisakah kita hidup untuk sesama kita? Saya mau nyanyi, saya cinta Tuhan Yesus, .... gampang. Malam hari ini Melkisedek ini Dia datang juga kepada kita. Kita baca dulu ayat ini, Ibrani 

7:5 Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham. 
7:6 Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji. 
7:7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi. 
7:8 Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.

Bahasa Inggris berkata begini: di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan tetapi di sana Ia menerima perpuluhan itu. Siapa yang di maksud dengan Ia? Melkisedek, yaitu Kristus Yesus. Sayang bahasa Indonesia kurang jelas. Salinan bahasa Inggris dan bahasa Tionghoa itu jelas. Di sini kita memberi persepuluhan kepada manusia, manusia yang terima. Kami hamba-hamba Tuhan juga memberi persepuluhan. Bahkan saya dan istri saya sudah memberi tiga puluh persen. Kami sudah tidak menghitung lagi sepuluh persen, dan selalu Tuhan itu luar biasa. Pada bulan kemarin saja pengeluaran kami untuk membantu hamba Tuhan itu dua puluh juta. Secara daging, saya bilang, aduh Tuhan berat amat ya, secara daging. 

Tapi waktu saya di Karawang, ada orang Jakarta mau bawa keluarganya mau minta di baptis. Dia sedang hancur hatinya, betul-betul hancur hatinya. Tapi untung dia lari kepada jalan yang benar, kalau nggak dia bisa bunuh diri. Dia lari kepada Tuhan. Saudaranya jemaat kami dia bawa. Mau terima Yesus, oke, kita baptis di kolam renang hanya satu jiwa saya baptis. Padahal saya khotbah dari Pamanukan lari-lari untuk baptis ini. Yang bawa ini, yang bawa video ini, dia bawa bungkusan, oom ini persepuluhan saya. Tuhan sungguh luar biasa. Dia ngasih persepuluhan dua puluh lima juta. 

Biar saya kasih kesaksian supaya saudara mengerti. Biasa dia kasih persepuluhan satu setengah juta-dua juta. Supaya saudara mau tahu dialah yang mempunyai nomor 0818885758, itu dia. Dia taruh itu disatu internet sehingga semua yang minta ayat dari Firman Allah kepada nomor itu, langsung dikirim. Jadi dia yang bayar, saya tidak lagi, dia yang bayar. Dia bilang begini, oom kalau lebih dari tiga juta saya minta oom bayar. Kekuatan saya cuma tiga juta, oke. Bayangkan saudara, dia janji kalau lebih dari tiga juta, saya mau minta bantuan dari oom. Oke, saya bantu. Bulan pertama jalan, bulan ke dua jalan, bulan ke tiga jalan. Saya tanya, apa ada kekurangan? Tidak! Tuhan luar biasa. Bulan ke empat, bulan ke lima sampai sekarang dia tidak pernah minta bantuan satu peser pun dari saya bahkan dia membawa persepuluhan dua puluh lima juta. Berarti berkat dia dua ratus lima puluh juta. Tuhan tidak bisa berdusta, ada haleluyah saudara? Tepuk tangan untuk Tuhan kita, haleluyah! 

Itu sebabnya saya katakan bahwa perjamuan kudus, tubuh dan darah Kristus tidak bisa di pisahkan dari persepuluhan. Karena apa? Ini garis yang vertikal, mengasihi Tuhan dengan sesungguhnya dengan segenap hati, segenap jiwa dan mengasihi sesama. Utusan ke Mubes tiga puluh satu orang minta bantuan dari saya, saya bilang ada kas MD, kurang. Minta bantuan, saya bantu. Saya nggak tahu dari mana uangnya, saya bantu. Jadi lihat, kalau kita tidak hitungan sama Tuhan, Tuhan nggak pernah hitungan sama kita. Tapi kalau kita mau coba-coba medit, skaker, pelit, berhitungan sama Tuhan, ya ampun. 

Sekarang kita akan bicara mengenai persepuluhan. Saya harus berdiri dari satu ayat ... I Timotius 

6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 

Mari saudara lihat ke depan. Anggaplah mimbar ini adalah dunia. Ketika kita dilahirkan masuk kedalam dunia, kita tidak bawa apa-apa. Saya tidak pernah mendengar ada bayi yang dilahirkan ditangannya menggenggam sepuluh gram emas atau berlian satu karat - nggak. Hanya berlumuran darah, untuk menjadi lambang manusia berdosa. Lalu ketika mati, dia tidak membawa apa-apa, nggak bisa bawa apa-apa walaupun dia punya uang, kekayaan yang luar biasa. Jadi waktu dia lahir ke dalam dunia, dia tidak bawa apa-apa; waktu dia mati pun tidak bisa dia bawa apa-apa. 

Jadi sebetulnya manusia dengan uang, dengan harta itu tidak ada hubungan. Tetapi Tuhan itu Mahatahu Mahabaik. Selama kita hidup di dunia yang enam puluh tahun, tujuh puluh tahun, delapan puluh tahun. Saya kaget saya dengar teman saya satu sekolah, saudara Ciong Hwa Liong di Pusaka itu, meninggal karena gagal di operasi. Saya jadi bingung kalau kita pandang dia umur lima puluh sembilan, saya umur lima puluh lima beda empat tahun memang dia kakak kelas, sudah meninggal. Dia punya bioskop Pusaka tapi dia pulang dia tidak bawa apa-apa. 

Ini saya kasih tahu saudara, saudara baru beli sepatu baru harganya tiga juta sepatu bagus, merknya Artriolit atau apa pokoknya sepatu bagus, eh tiba-tiba saudara mati, eh itu sepatu nggak di bawa saudara, nggak! Dia di kasih untuk yang hidup. Saudara mah tetap aja sepatu tenis. Apa sudah dipasangin anting yang sudah beli dulu? Itu anting mah buat anaknya, buat cucunya, buat orang lain. Saudara mah nggak dipakein anting. Kembang juga kembang plastik, pakai bedak juga yang murah, pakai juga lipen stip. Giginya palsu, ada masnya nggak dimasukin, ganti sama gigi kuda makin menarik. 

Oh, saudara pernahkah kita sadar bahwa kita masuk tidak bawa apa-apa kedalam dunia ini dan kita waktu matipun kita tidak bisa bawa apa-apa. Nah, ini Abraham luar biasa. Ketika raja Sodom berkata, buat engkau ini harta benda, dia bilang nggak mau. Oh, aku nggak mau supaya kamu jangan anggap kamu yang bikin aku kaya, tidak! Ada lagu Dia bikin ku jadi kaya, Tuhan yang bikin kita jadi kaya. Ada haleluyah, saudara? Kalau Tuhan percayakan kita masuk ke dalam dunia dan akan meninggal pada usia tujuh puluh, delapan puluh tahun kita harus percaya bahwa antara umur nol sampai umur delapan puluh tahun itu, Tuhan akan memberkati kita untuk hidup dengan layak. 

Tetapi hidup dengan layak dan hidup dengan layak di bawah berkat Tuhan - itu lain! Dan salah satu Tuhan punya tips, Tuhan punya cara untuk memberkati umat-Nya nggak bisa cara lain, nggak bisa, itu persepuluhan! Nggak bisa lho saudara, nggak bisa cara lain. Mau di berkati? Persepuluhan dari yang terbaik! Kenapa kita nggak di berkati? Bawa persepuluhan. Kemarin doa malam, amin jam dua, jabat tangan - jabat tangan ada satu gadis pemudi masih remaja, kasih tangan sama saya. Saya nggak kenal namanya siapa? Tapi hati saya bersukacita, masih remaja dia sudah mau ikut doa malam sampai jam dua pagi. Boleh saya katakan dia seolah-olah memberi persepuluhan lebih dulu dari hidupnya untuk hidup yang akan datang, untuk berkeluarga nanti, ia sudah awali dengan ikut doa malam. Tuhan akan bayar dengan berlipat kali ganda. 

Adakah di antara saudara yang kesulitan secara ekonomi, kesulitan hidup secara uang - mulai bawa persepuluhan! Apa yang dimaksud persepuluhan? Itu sepersepuluh dari untung ... bukan dari pendapatan tetapi dari untung. Contoh: saudara punya modal seratus juta. Dalam satu bulan untung saudara, untungnya saudara sepuluh juta. Satu juta itu saudara bawa persepuluhan, kembalikan sama Tuhan. Berarti saudara berkata, Tuhan saya yakin Engkau memberkati saya dengan sembilan juta keuntungan plus Tuhan. Lebih baik sembilan juta plus Tuhan daripada sepuluh juta saudara pakai minus Tuhan. 

Disatu gereja ada tiga laba-laba. Laba-laba yang pertama tinggal di langit-langit gereja, laba-laba yang ke dua tinggal di satu tempat yang lain, laba-laba yang ke tiga tinggal di bawah mimbar satu lagi tinggal di peti persepuluhan, tiga laba-laba. Satu kali mereka bertemu, karena laba-laba saudaraku sama she-nya she la ... laba-laba. Ada yang satu lagi she lan ... saja juga lancah, ngobrol. Aduh, lagi gini aja yang satu. Kenapa kamu? Aku pusing. Pusing kenapa? Aduh rumahku di gusur tiap minggu. Kenapa kamu tinggal di mana? Aku tinggal di langit-langit gereja pantekosta. Asal udah hari minggu siang, habis sekolah minggu pengerja dia bersihin rumahku, digusur terus, aku bikin di gusur lagi. 

Yang satu lagi ngomong, aku kena serangan jantung. Kenapa? Aku tinggal di bawah mimbar gereja pantekosta. Tahu aja pendeta pantekosta, kalau khotbah sedikit-sedikit ada haleluyah ... pukul mimbar ... jadi aku kena serangan jantung. Lagi tidur enak-enak ... ada haleluyah ... pukul mimbar. Kaget, kena jantung kita. Lalu laba-laba yang ketiga, kalau begitu aku yang paling damai, pindah saja ke tempatku, di mana kamu tinggal? Aku tinggal di peti perpuluhan. Aduh, bukankah itu hampir tiap minggu orang memasukkan korban persepuluhan. Oh, di gerejaku ini nggak ada yang masukin peti persepuluhan. Saudara setuju dengan laba-laba yang mana, tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang. 

Kenapa kita tidak di berkati Tuhan? Karena kita tidak melangkah, kita tidak membawa persepuluhan untuk Tuhan. Saya berani berkata ini mengajar ini karena saya di berkati Tuhan, sangat di berkati Tuhan. Dengan berkat itu saya bisa bantu hamba-hamba Tuhan, saya bisa tolong banyak hamba Tuhan, saya bisa tolong banyak orang lain, saya bisa tolong banyak kesulitan-kesulitan orang. Nanti saya selesai ngomong di sini, apa yang saya bantu? Saya bisa bantu oom! Dan biasanya seperti gembalanya, jemaatnya pun begitu. Jadi jemaat tidak akan melebihi gembala. Itu sebabnya saya ingin semua jemaat saya mengikuti jejak saya supaya saudara diberkati oleh Tuhan, diberkati dengan luar biasa. 

Kalau anak gadis kecil, anak gadis sekolah minggu kecil, dia sudah bisa bawa pesepuluhan enam ratus ribu. Itu pengusaha-pengusaha nggak pernah kasih persepuluhan. Gadis kecil sekolah minggu sudah bawa persepuluhan enam ratus ribu. Waktu doa malam bapak Onesimus titip ada satu amplop dari keluarganya yang kerja baru dapat gaji delapan ratus lima puluh ribu dengan catatan ini persepuluhan plus THR. Dengan THR dia begitu rapi dia ngasih persepuluhan. Uang itu begitu suci sehingga kita harus menggunakan untuk hal-hal yang suci. 

Saya ke Ujung Pandang masuk di toko. Supaya saudara tahu ya, supaya saudara tahu untuk apa itu? Lihat ini overhead, berapa ini? Tiga belas juta setengah, oom. Tapi kalau buat oom, ya sudahlah saya kasih dua belas juta. Oke, saya bayar. Saya nggak pakai bayar apa-apa, dengan iman bisik-bisik, sampai seolah-olah minta dikasih, nggak! Oke, Tuhan memberkat. Saya bayar. Oke, ini uangnya dua belas juta, oke. Nanti oom, saya kirim di Jakarta. Awalnya saya KKR terakhir, itu bapak dia bilang oom ambil di Jakarta, oom bayar saja ini dua belas juta tapi ini empat juta saya sumbang. Ini orang Ujung Pandang yang sumbang empat juta. Yang bisa naik-turun, turun naik, ini dia. Si tiauw, kalau yang sicap tiauw itu bisa pasang saudara-saudara, ini naik turun. Nanti kalau gereja kita udah lebih besar lagi, saudara yang duduk di belakang di sana bisa lihat. Nanti saudara Roy cari-cari alatnya bisa lihat khotbah, muka saya ada di sini. Jadi yang di belakang nggak usah begini akan ada di sini. Semua itu dari orang yang memberi. 

Nah, pendeta Natan Sore saudara-saudaraku, ternyata dia menolong Pondok Nabi yang kelewatan itu. Pondok Nabi itu nggak mandi saudara, dua ratus delapan puluh tiga itu baunya luar biasa, dia bilang. Karena tidak mandi, karena menurut pendeta roh kudus berbisik, mereka hanya boleh mandi dengan tiga gayung air sehari. Dan mereka lakukan itu. Dengar saudara. Mereka lakukan ajaran sesat. Mereka lakukan pengajaran sesat tidak mandi tiga gayung sehari, baunya luar biasa. Bikin mereka sadar itu susah. Tapi akhirnya ada satu keluarga yang sadar dari Kalimantan, nangis suami-istri ini. Kami sadar kami sudah tertipu, kami sadar kami sudah salah, kami sadar kami sudah berdosa, kami sadar kami mau kembali tapi bagaimana saya mau kembali, kami sudah tidak ada uang, semua-semua sudah di jual. Heran kalau bagi orang yang sadar, bagi orang yang mau kembali, bagi orang yang mau menurut firman. 

Eh, ada ibu dari Jakarta sumbang uang tujuh juta, keluarga ini bisa pulang, heran saudara. Saya mau tetap percaya Firman Allah karena Dia Pencipta saya. Sebelum saya dilahirkan oleh ibu saya, Dia sudah ada, Alkitab ini sudah ada, Alkitabnya lebih tua dari saya. Dua ribu tahun yang lalu Melkisedek sudah ceritera dengan Abraham. Ceritera ini sudah hampir lima ribu tahun yang lalu, empat ribu tahun yang lalu, tapi ini tidak pernah berubah. 

Maka pada malam hari ini, kembali lagi. Kita bawa perpuluhan tapi hubungan kita sama sesama nggak baik .... ini harus sama. Harus sama. Dia bawa roti dan anggur itu bicara dari hidup untuk orang lain. Dia mati di atas Golgota untuk menebus dosa manusia. Saudara, kita yang berdosa, yang tidak berlayak dijadikanlah layak oleh Tuhan. Masa sekarang urusan persepuluhan kita hitungnya lebih-lebih dari orang Yahudi! 

Mari belajar malakukan ini, mari belajar melaksanakan. Bapak yang dulu suruh saya pindah ke Jakarta untuk jadi pendeta di Jakarta, sekarang persepuluhannya empat koma delapan miliar per tahun. Tapi dia bukan jemaat saya. Dia bilang saya bagi untuk membuat Fakultas Kristen membuat, menolong pendeta dan sebagainya. Lulusan SAC yang bangun gereja dan sukses, dia sumbang lima juta satu pendeta. Dan dia tidak pernah jadi miskin, dia di berkati Tuhan sampai sekarang dia diberkati Tuhan. Dialah yang tolong saya di rumah sakit. Saya nggak minta dia bayar, dia yang cover semua. Lihat. Orang yang tahu berkorban, orang yang tahu memberi kepada Tuhan, Tuhan tidak akan pernah tinggalkan. Oke? Nah, sebagai ayat yang terakhir, kita akan melihat saudara-saudaraku satu ayat, yaitu II Korintus

9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 
9:9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 
9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 
9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 
9:12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. 
9:13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, 
9:14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu. 
9:15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

Ternyata memberi ini satu karunia. Karunia ini disebut karunia yang tak terkatakan. Saya mau menjadi orang itu -  yang memiliki karunia yang tidak terkatakan! Saudara yang sudah bisa cari uang sendiri, kalau masih dibantu papa dibantu mama. Ada juga jemaat yang uang jajannya diambil sepersepuluh, dia bawa kepada Tuhan. Tapi saudara yang sudah bisa cari uang sendiri, punya hasil sendiri, toko sendiri, ada hasil sendiri, gaji sendiri ... mulai, mulai, jangan tunggu matahari terbit dari barat. Mulai membawa persepuluhan, mulai membawa persepuluhan. 

Yang saya didik membawa persepuluhan tahun-tahun yang lalu, sekarang saya lihat mereka hidup stabil, mereka melakukan mereka hidup stabil, mereka ada didalam Tuhan, diberkati anak-anak semua sehat dan stabil. Saya ingin supaya saudara mengalami berkat dari Tuhan.  

-- o --   

Minggu sore, 07 Desember 2003

TUHAN ADALAH SUMBER SEGALA SESUATU


Natal itu ada bahaya. Bahayanya ini, yaitu kita merayakan natal tanpa Yesus. Kita latihan kaum muda, remaja latihan - latihan tanpa Yesus. Latihan nyanyi, latihan paduan suara hanya untuk satu hari itu tanpa Yesus. Kenapa? Karena kita belum kenal Yesus. Jadi sebelum kita mengajak orang lain kenal Yesus, kita sendiri orang kristen mesti kenal siapa Yesus kita ini. 

Bagaimana kita mau mengajak orang lain mengenal Yesus kalau kita sendiri belum kenal kepada Dia. Sore hari ini kita ada minggu-minggu berikutnya, setiap khotbah selalu ada tema kepada natal. Nanti natalnya belum tahu tanggal berapa, diambil putusan oleh gembala-gembala kecil ya, tetapi jangan sampai natal itu ribut. Ribut si A sama si ini, ribut karena ini ribut karena itu ribut karena ini, maka kita merayakan natal yang tanpa Tuhan.

Yohanes 3, kita mulai dengan ayat ini, minggu ini. Nanti minggu depan lain lagi tapi semuanya bertemakan NATAL. Supaya nanti pada tanggal 25 nya kita cuma memperingati saja tetapi kita sudah mengerti siapa Yesus itu. Yohanes 

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 

Dengar baik-baik! Setiap orang kristen punya ayat emas, tapi nampaknya ayat ini adalah ayat emas setiap orang kristan. Setiap orang kristen punya ayat emas, seperti saya punya ayat emas 1 Korintus 2:4. Saudara punya ayat emas mungkin Filipi 4:6. Ada yang punya ayat emas Zakaria 4:6. Mungkin ada yang punya ayat emas Maleakhi 3:10, mungkin ada yang punya ayat mas Mazmur 1:3 dan macam-macam. Setiap orang kristen punya ayat emas, tapi Yohanes 3:16 nampaknya ayat emas setiap orang kristen. Satu pendeta berkata, Yohanes 3:16 ini "Little Gospel" injil kecil, injil miniatur. Nah, pada sore hari ini duduk dengan tenang ikat pinggang baik-baik jangan tidur, kita akan mempelajari 7 hal dari ayat ini. Kita tidak akan kemana-mana sebab saya terangkan dengan cara tekstual.

Pertama. Di dalam bahasa Inggris dikatakan "For God so loves the world". Jadi Allah itu disebut pertama. Bahasa Indonesia kasih disebut pertama. Tapi dalam bahasa Inggris disebut Allah. Karena begitu Allah cinta kepada dunia ini. Yang pertama akan kita lihat adalah Allah. Allah ini Sang Causa Prima, Allah ini inisiator, Allah ini yang mengulurkan tangan kepada kita. 

Keselamatan itu bukan man-made buatan manusia tetapi "God-made," buatan Allah. Efesus 2:8-10 menulis dengan jelas bahwa keselamatan itu bukanlah usahamu, bukanlah kerajinanmu ke gereja, bukanlah doamu, bukanlah puasamu, bukanlah persepuluhanmu, bukanlah kerajinanmu, bukan usaha kita, bukan karena kita cia cay duduk di atas paku berbantalkan duren, tusuk giginya paku, tidak! Tetapi saudara-saudaraku keselamatan itu adalah God made, buatan Tuhan. Tuhan yang mengulurkan tangan, Tuhan yang mengulurkan hatinya, Dia yang merendahkan diri, Dia yang mencari manusia, kita yang berdosa dicari oleh Tuhan. 

Jadi yang pertama kita harus belajar bahwa Tuhan adalah awal segala sesuatu. Dia awal dari berkat, Dia awal dari kebahagiaan, Dia sumber dari segala damai sejahtera, Dia sumber dari kekayaan, Dia sumber dari keuntungan, Dia sumber dari panjang umur, Dia sumber dari segala sesuatu, itu Tuhan sumbernya.

Maka kalau saudara pada malam hari ini datang di gereja, saudara datang pada tempat yang tepat, saudara mencari Tuhan karena Tuhan itu sumber. Ada amin, saudara- saudara? Nah, Allah ini adalah sang causa prima, penyebab. 

Minggu yang lalu ada satu saudara yang tulis surat sama saya, memohon pekerjaan karena kesulitan-kesulitannya, ya. Mungkin dia belum tahu bahwa ada tiga belas gembala kecil yang dia harus menghubungi. Ya, jadi saudara tanya saja yang mana gembala kecil, kepada mereka telah saudara itu harus mengadu, jangan sama saya, urusan sudah terlalu banyak ya, urusan sudah terlalu banyak. Sekarang saya terima proposal banyak, orang-orang mau natal minta sumbangan, aneh ya. Bukannya memberi dalam natal tapi minta sumbangan. 

Nah, inilah. Kita kembali lagi, Allah itu sumber, sumber itu Allah. Allah itu sang causa prima, Dia inisiatornya. Bahasa Latin berkata "Deus es ergosum" Allah ada, itulah sebabnya Aku ada. Jadi kalau ada manusia berkata Allah tidak ada, dia bodohnya luar biasa. Karena kita ada ini karena Allah itu ada. Allah sang causa prima, Dialah Tuhan dia atas sekalian tuan, Dialah yang awal dan yang akhir, Dialah pemulanya. Sebelum kita ada Dia sudah ada, sebelum kita dilahirkan, kata Daud, hari-hariku sudah di tulis. Sejarah saya sebelum saya lahir sudah ditulis dibukuNya Tuhan: Lahir tanggal sekian bulan sekian dari ayah ini, ibu ini, kamu punya hidup akan menikah dengan ini punya anak, punya anak pertama meninggal, sudah tahu, Dia sudah periksa. Mana kita mau bercakap dengan Tuhan, terlalu picik pikiranku kata Daud, aku tidak bisa mencapai pikiranMu. Ini yang pertama.

Yang kedua, Allah itu mengasih "For God so loves." God itu mengasihi. Didalam Alkitab secara teori ada lima kata kasih. Saya suka ajar di Sekolah Alkitab dengan kata PESTA …
P (Pileo) ~ Kasih persaudaraan. Kita ini Saudara bersaudara di dalam Tuhan saling mengasihi. Pileo.
E (Eros) ~ Hawa nafsu seks, tidur, dan makan.
S (Storgeo) ~ Kasih diantara kaum keluarga. Ayah kepada anak, kakak kepada adik, paman kepada  keponakan, dan sebaliknya.
Telo ~ Kasih kepada diri sendiri. Ini yang paling jelek. Tapi
A (Agape = Agapao) ~ Kasih Allah kepada kita, bisa juga di buat kasih kita kepada sesama dengan kasih Allah itu.

Ini teorinya. Tetapi banyak kasih di dalam alkitab yang saya tidak bisa terangkan dengan mulut saya itu macam apa. Contoh: Daud mengasihi Yonatan. Ketika Daud melihat Yonatan, Alkitab katakan Yonatan itu lelaki anak Saul, Daud juga lelaki. Ketika Daud melihat Yonatan, jiwanya menurut Alkitab ... jiwa mereka bersatu. Dikatakan dalam Alkitab, kasih Daud kepada Yonatan melebihi kasih seorang wanita. Tapi bukan homo seks, bukan homo. Kasih apa ini? Wo pu ce tau .. saya tidak tahu. Tapi kasih ini saudaraku tidak bisa dibatasi dengan lima kata tadi.

Contoh yang kedua kasih itu. Begitu Yusuf tahu Maria itu hamil setahun sebelum menikah mereka harus bertunangan. Setelah setahun bertunangan baru menikah. Tapi hamil, kecewa Yusuf ini. Tetapi dia tidak ceraikan begitu saja, dia tidak tinggalkan begitu saja. Didalam Alkitab Matius 1 dikatakan dia mau menceraikan Maria diam-diam. Maksudnya apa? Dia mau kawin dulu itu Maria, setelah anak lahir, baru dia ceraikan. Supaya semua aib, semua kotoran, semua ejekan, semua celaan, semua jengekan dari orang-orang di Betlehem kena sama Yusuf ... bukan sama Maria. Maria selamat dari rajaman batu, karena jaman dulu kalau orang hamil tidak tahu ayahnya siapa, dirajam sampai mati, itu hukum Taurat. Jadi karena cintanya Yusuf kepada Maria, dia lindungi Maria dia mau kawin dulu baru dia cerai.

Sekarang kan lain, habis manis sepah dibuang, pacaran dulu, saya sudah dapat manisnya ditinggalin di buang. Itu jaman sekarang. Kasih apa ini? Kasih Yesus? Yesus belum lahir, saya tidak mengerti. Maka di katakan kalau Allah mengasihi, ini saya punya bibir ini terbatas. Tidak ada satu bahasa manusia bisa terangkan seperti apa kasih Allah itu, dalamnya tingginya lebarnya. Kita menyanyi, kasih Yesus lebih dari semua lebih dalam dari lautan dan lebih lebar dari samudra. Di dunia ini ada tujuh samudra, tidak ada manusia pernah mengarungi semua samudra, nggak ada! Tiap jengkal tidak ada. Kasih Yesus lebih dari semua, itu nggak bisa mengerti kita. 

Maka didalam peribahasa, didalam setiap sentuhan kasih semua orang menjadi pujangga. Orang lagi pacaran saudaraku, waduh ngomongnya selangit, ngomongnya angin surga. Dia SMS, sekarang kan nggak pakai surat kalau pacaran. Kalau nanti kamu jadi menerima pinanganku, kita akan menembus istana gading diatas awan, kita akan berjalan diawan, petik bintang-bintang ... aku akan taruh diatas rambutmu yang ikal mayang itu. Waduh senang, perempuan itu senang dapat begitu, padahal utang di warung kopi belum di bayar. Senangnya luar biasa. Dalam setiap sentuhan kasih saudaraku semua orang jadi pujangga.

Mazmur 23:1 Tuhan itu gembalaku. Matius 1:23 Immanuel Tuhan beserta kita. Tapi ada satu lagi ... gugur bunga karena angin, gugur cinta karena miskin. Saya pernah naik sepeda motor di Cipanas, didepan saya ada truk karena pakai helm saya ketawa nggak ada yang lihat, saya lihat tulisan di belakang truk mentertawakan, 'jikalau cinta di tolak dukun bertindak.' Itu saudara-saudaraku orang kalau sudah bicara tentang cinta, tentang kasih semua orang menjadi pujangga. Orang Kalimantan bilang kalau orang sudah jatuh cinta, kotoran ayam rasanya coklat, itulah saudara-saudaraku kalau orang sudah ada rasa cinta. 

Dan inilah, tetapi lihat Allah kalau Allah mengasihi, mencintai, mengasihi, kita tidak bisa bilang dengan seperti apa cintaNya Tuhan itu. Saya kasih gambaran saja satu atau dua. Rasul Paulus, sebelum  jadi rasul dia namanya Saulus, kerjaannya penjarain orang kristen. Asal ada orang kristen ditangkap dipenjarakan. Asal ada orang kristen ditangkap di penjara. Stefanus dibunuh dengan tidak berkedip matanya. Ia lihat Stefanus dilempari batu sampai mati. Stefanus itu hamba Tuhan, dia senang bunuhi orang kristen. Tiba-tiba Tuhan panggil jadi rasul. Lho, kita tanya, Tuhan apa hebatnya rasul, apa hebatnya Paulus sampai diangkat jadi rasul? Apa dia magna cumlaude, lulusan dari hukum taurat, doktor hukum taurat? Tidak! Apa yang hebat dari dia? Tidak!

Bahkan Paulus mengaku didalam Roma 7, di dalam diriku tidak ada yang baik, didalam diriku sebagai manusia tidak ada yang baik. Nah, di dalam diri kita tidak ada yang baik, kok Tuhan mau pilih Paulus jadi rasul, kenapa? Itulah, harganya kasihNya Tuhan. Itu kasihNya Tuhan itu di situ. Ada nyanyian I don't know why Jesus loves me, aku tidak tahu kenapa Dia mencintai aku, I don't … aku tidak tahu kenapa Dia peduli! Saya sudah lima belas kali ke Israel tapi yang paling saya berkesan ke Israel ketika dirombongan saya ada suami-istri haji GAM ... Gerakan Aceh Merdeka, Bapak H. Zulkifli, mukanya nggak ada ketawanya, dari masuk di pesawat sampai, sampai saya bilang sama tour guide, gimana kita kan rombongan orang kristen? Saya omongkan takut tersinggung, gimana? Eh, istrinya itu ternyata orang Manado, dia dikawin, nggak apa-apa pak pendeta, saya suka dengar khotbah bapak di Medan, jadi nggak apa-apa, biar bapak nanti di Yerusalem ke Yerusalem ke Betlehem, saya sama suami ke mesjid Al-Aqsa. Ya, sudah. 

Sampai di Bahrain, sampai di Dubai nggak ada ketawa. Begitu sampai di Yordania begitu mulai masuk di bus dia pengen duduk paling depan suami-istri ... GAM. Tapi begitu masuk di Betlehem, dia tanya, bolehkah saya masuk? Silahkan, pak! Dia mau lihat tempat nabi Isa dilahirkan. Begitu dia masuk saya nggak memperhatikan dia, saya bawa rombongan ini ketempat Yesus lahir. Ketika keluar, dua-dua suami-istri meleleh air mata. Kenapa? Saya yakin hati kecilnya mengaku, lebih besar kasih Allah kepada anakNya. Biar Dia digelar nabi, mau datang dikandang domba di Betlehem yang hina ini karena kasihNya.

Saudara tahu bahwa karena kasih, kejelekan itu tidak terlihat; karena kasih, kebaikan seseorang terlihat. Maka ketika Yesus mungkin melihat Paulus, dia jahat kaya begitu, Dia tidak sambar geledek. Maka saudara, kalau kita bisa duduk didalam gereja pada sore hari ini, itu semua karena kasih Tuhan. Dia rubah hati kita, Dia beri kerinduan kepada kita untuk kebaktian. Apa saudara kira saya bisa narik saudara ke gereja? Nggak bisa! Roh Kudus yang menarik saudara, Firman Allah, Yesus, Tuhan yang menarik dengan kasihNya. Ada nyanyian dulu, Tarikku kembali Juru S'lamat, tarik daku ke jalan kasihMu. Itu ditarik oleh Tuhan.

Yang ketiga, kasih itu punya target ... kasih Allah itu. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.  Bahasa Indonesia Lama, akan isi dunia ini. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Saya baca Bahasa Indonesia lama, ini alkitab saya pakai terakhir tahun 1982. Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini. Dia begitu mengasihi isi dunia. Kan ada nyanyian, langit dan bumi akan lenyap tapi isinya itu disayang sama Tuhan. Tadi saya katakan kalau orang sudah mengasihi, yang jelek tidak kelihatan. 

Ada satu pelukis, di sini banyak pelukis, pak Sambas pelukis, saya juga pelukis. Pak Sambas pelukis lebih bagus sedikit dari saya, saya melukis itu bagus lebih banyak dari dia. Kita pelukis sama-sama, saya paling nggak bisa melukis ayam, dia pintar melukis ayam. Lukisannya ada di kamar saya, pelukis. 

Ini pelukis dari SMA nya udah jago pelukis. Salah satu temannya ini kurang beruntung hidupnya, dia cuma buruh biasa, dia kerja dipercetakan. Satu kali, dia udah umur lima puluh tahun, temannya bilang bilang aduh kamu ini pelukis hebat, udah punya lukisan jutaan laku. Boleh nggak aku minta kenang-kenangan dari kamu? Lukis dong saya, tapi saya nggak punya duit. Ah itu cing cai .. cing cai, kata pelukis kita ini. Cing cai ... cing cai, beli cap cai aja sudah cukup, duduk ... duduk nggak usah bayar. Dia ingin dilukis dari depan, kaya Bung Karno. Baru lima menit, mikir ini pelukis, gagah miring. Begini, duduknya begini. Kalau gua lukis kamu dari depan, tompel kamu itu kelihatan, wajah kamu yang ganteng itu ketutup sama tompel yang gede. Aku mesti gambar tompel. Coba kalau kamu miring tompelnya nggak kelihatan. Jadi yang aku gambar yang bagus, begitu kamu kempot aku gambar, tompel tidak aku gambar. 

Tuhan Yesus juga begitu saudara. Kita banya tompel yang jelek tapi karena kasihnya kepada kita, tompelnya ditutupi kempotnya dikasih lihat. Ada haleluyah, saudara-saudara? Yang cakapnya dikasih lihat, itu Tuhan punya sayang, Tuhan punya kasih kepada kita. Dia mengasihi isi dunia. Bahkan cinta itu harus ada target. Kasih itu mempunyai tujuan. Targetnya saudara dan saya, saudara adalah target keselamatan. 

Saudara dan saya itu dituju, diarah, saya pakai bahasa Sunda, diarah dicecer sama Tuhan, targetnya itu kita. Maka semua manusia itu menjadi target keselamatan. Kalau ada orang belum diselamatkan, itu targetNya Tuhan, kasihNya Tuhan itu cari orang yang belum diselamatkan. Dan di Indonesia ini saudaraku lebih kurang hampir dua ratus juta yang belum diselamatkan. Yang hanya beragama tetapi belum kenal siapakah Yesus. Dia itu target dari kasih. Maka kalau saudara punya kehidupan tidak ada target, nah sekarang saya mau balik ... kalau kasih Allah itu targetnya kita, maka kita punya hidup targetnya mesti Tuhan. Ayo target kita hidup apa di dunia? Mau jadi apa di dunia? Minggu lalu saya sudah katakan, lahir kita nggak bawa apa-apa, mati kita nggak bawa apa-apa. Jadi kita mau apa? Jadi Sarjana Hukum kita mati, jadi Pendeta kita mati, jadi Jenderal kita mati, jadi Buruh kita mati, jadi Presiden kita mati, jadi orang kaya raya kita mati, jadi konglomerat mati, yang di kolong melarat lebih-lebih mati - sama. Orang kaya mati, Lazarus mati. Waktu mati tidak membawa apa-apa. Nah, targetnya apa? 

Begitu dibalik kematian, kok Lazarus di pangku Abraham, kok orang kaya di neraka? Jadi targetnya kita apa sekarang kita hidup ini? Mau cari uang untuk apa? Untuk kaya! Kalau sudah kaya mau apa? Mau punya bank? Kalau sudah punya bank? Mau punya pabrik. Kalau sudah punya pabrik? Mau bikin perusahaan di Singapura. Kalau sudah punya di Singapura mau apa? Umur tambah terus, terus ... 

Saya pengen jadi dokter. Kalau sudah jadi dokter? Ya, praktek. Kalau sudah jadi praktek? Ya, tentu saya menikah. Kalau sudah menikah? Ya, terus punya anak. Kalau sudah punya anak? Ya, saya sekolahin. Terus? Anak saya kalau bisa jadi dokter. Terus? Dia sudah jadi dokter? Tua, terus ... mati. Targetnya apa?

Maka biarlah hidup kita ini target kita mengasihi adalah Tuhan, adalah Tuhan! Tetapi kita belajar dari Bapa kita, Dia mangasihi isi dunia sesama manusia. Kita juga harus punya target sama seperti Bapa kita, kita mengasihi sesama. Nah, cinta Tuhan itu gampang. Saya cinta Tuhan Yesus, Yesus Juru Slamatku, gampang. Saya cinta Yesus, saya cinta Yesus, saya cinta Yesus sebab Yesus cinta saya, gampang. Oh, I love Yesus, gampang. 

Yang susah itu mencintai sesama. Buktinya kita cinta Tuhan apa? Dengan mencintai sesama! Bohonglah saya ngomong nih, pendeta ... cinta Tuhan cinta Tuhan lalu saya benci istri saya. Bohonglah kalau ada istri bilang cinta Tuhan cinta Tuhan haleluyah sembahyang guguikan keluar air mata berlian, kalau dia nggak cinta suaminya. Bohonglah kalau satu keluarga bilang dia cinta Tuhan tapi dia nggak peduli sama anak-anaknya. Bohonglah anak-anak kalau nyanyi angkat tangan jungkir balik saya cinta Tuhan Yesus tapi ngelawan sama orang tua, bohong! Bukti kita cinta Tuhan itu kita cinta sesama, itu buktinya. Wah, dia itu cinta Tuhan. Tahu, kok bisa tahu dia cinta Tuhan? Karena dia cinta sesama. Ini Yesus berkata, siapa sesama? Manusia, orang yang menolong yang jatuh yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, sesama manusia, mencintai sesama. Kasih adalah .... 


Mulai dari rumah aja! Mulai dari suami-istri, mulai dari keluarga. Ada yang suka diselang-seling. Saya cinta Yesus - saya cinta Yesus, tapi kalau kebaktian selang-seling, minggu ini suaminya kebaktian istrinya jaga toko, mingu depan istrinya kebaktian suaminya jaga toko. Targetnya apa? Minta berkat dari Tuhan tapi nggak percaya Tuhan berkati. Bukannya duduk suami-istri di gereja kebaktian menikmati berkat Tuhan, nggak! Tapi jadi kiper di rumah, urus laci, satu urus Tuhan. Itulah nanti problem mulainya tuh dari situ problemnya. Entar suami ke gereja istri urus laci, itu problemnya disitu nanti. Targetnya apa? Duit apa Tuhan? Tuhan mah bisa bikin saudara-saudara diberkati luar biasa, bisa! Cuma Dia mau lihat target kita apa? Target kita ini entar-entar kaget, serangan jantung kaget, sudah dikasih enam hari buat bisnis, hari ke tujuh udah buat kebaktian, masih buka toko masih dagang. 

Targetnya apa? Ukuran kasih kita ini sama Tuhan bagaimana? Target kita Tuhan! Kita percaya Tuhan akan berkati kita, Tuhan akan berkati semua mata pencaharian kita. Dia juga tahu itu istilah rapel, dibayar belakangan, Tuhan tahu. Saudara tutup hari minggu, saudara kebaktian, itu jam-jam saudara dikebaktian Tuhan bayar hari senin, Tuhan bayar hari selasa. Jangan nggak percaya. Tapi kalau saudara takut ... takut  ... buka toko selang-seling, istri di toko atau suami di toko ... selang-seling, disitu nanti problem. Saya bukan bernubuat tapi kebanyakan begitu.

Yang ke empat. Mercy, Allah mengasihi isi dunia ini sehingga dikaruniakanNya. Yang ke empat, memberi. Istilah lain, berkorban. Makanya Yesus itu bukan diberi begitu saja, diberi untuk mati ... dikorbankan. Sehingga diberikanNya. Peribahasa Amerika berkata, engkau bisa memberi tanpa cinta tapi engkau tidak bisa mencintai tanpa memberi. Kita bisa beri tanpa cinta, saudara bisa nyumbang natal tanpa cinta, pekerjaan Tuhan. Kita bisa nyumbang natal tapi kita nggak bisa mencintai Tuhan tanpa kita memberi. Selalu kita memberi, selalu kita memberi. Sore hari ini saya ingin memberikan satu ilustrasi tentang memberi. Kita buka dulu Lukas 6 kembali kepada Yohanes 3. Lukas 

6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." 

Saya rasa semua disini jemaat tahu Lukas 6:38, berilah dan kamu akan diberi. Tapi kita lupa ayat terakhir. Ayat terakhir: Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu! Coba ini baca yang terakhir bersama-sama: Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. Mari ! Saudara memberi kepada Tuhan dengan ukuran ini ... tidak dilarang sah-sah saja. Mau memberi kepada Tuhan ukuran tutup botol Aqua, sah, tidak ada yang larang tidak dosa, tidak ada yang ngelarang. Tapi karena saudara memakai ukuran tutup botol ini, nanti akan diberikan juga kepada kita berkatNya dengan ukuran tutup botol. Nggak berani ngomong haleluyah, saudara? 

Saudara memakai ukuran lebih besar, beri kepada Tuhan. Tidak dosa tidak salah tapi Tuhan akan beri kepada saudara dengan ukuran yang saudara pakai untuk mengukur datang kepada saudara. Saudara memberi dengan ukuran yang lebih besar lagi, beri kepada Tuhan: uang, waktu, tenaga, pikiran dan sebagainya, beri aja pokoknya. Tuhan akan lihat ukuran apa yang dia pakai untuk memberi kepadaKU, Aku akan kembalikan kepadanya dengan ukuran yang sama. 

Saudara pakai ukuran memberi dengan ukuran botol, sah tidak dosa, Tuhan lihat ukuran apa dia memberi, dengan ukuran botol. Aku akan kembalikan kepada dia dengan ukuran botol. Nah, salahnya kita apa? Kita memberi dengan ukuran tutup botol, kita minta dan suruh Tuhan berkati kita dengan limpah ukuran botol Aqua. Nggak bisa pak, nggak bisa ci! Saudara memberi dengan ukuran tutup botol tetap aja tutup botol yang saudara terima. Ukuran yang kamu pakai untuk memberi akan diukurkan kepadamu. 

Makanya kalau saudara nyanyi, roh tercurah dari sorga ... saudara itu dapatnya saudara, dikepret-kepret. Salahnya kita ingin memberi sama Tuhan begitu kecil ukuran cangkir perjamuan kudus tapi kita minta berkat drum dari Tuhan, nggak bisa! Nggak bisa! Ukuran yang kita pakai. Maka saudara kalau kolekte go pe terserah ... terserah, tapi jangan marah kalau Tuhan juga memberi kepada saudara dengan ukuran itu. Kalau saudara hitungan sama Tuhan, Tuhan juga hitungan sama saudara. Saudara nggak boleh iri, nggak boleh marah, uh, dimana duitna ... dimana duitna ... dimana saya dapat mobil Lexus? Nggak boleh! 

Saya memberi mobil sama orang. Di jauhkan Tuhan dari membanggakan diri, sudah lima mobil saya kasih, lebih dari sepuluh sepeda motor saya kasih, beri saya! Nggak usah kan saya ngomong sama saudara. Bukan mobil jelek BMW saya kasih, Toyota Land Cruiser saya kasih, saya kasih, coba! Honda baru, Honda Accord baru, baru tiga - empat ratus kilometer dikasih untuk tolong orang, orang mau mati. Tuhan ganti. Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur. Kan Tuhan memberi ini yang terbaik, Dia beri, karuniakan. Dia beri, Dia beri, Dia beri, Dia beri, Dia beri, Dia beri, Dia beri, Dia beri. Dia beri yang the Best, tertinggi. 

Nggak ada yang lebih mahal dari Yesus di sorga, nggak ada! Udahlah Yesus yang paling the Best, Dia kasih sama manusia yang paling berdosa, dikasih pemberian yang paling mahal - Yesus! Masa kita memberi yang sisa, memberi yang jelek, memberi yang borokan, memberi yang cacat. Ukuran yang kita pakai untuk memberi, akan diukurkan kepada kita. Kita kembali lagi kepada Yohanes 

3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 

Yohanes 3:5, Dia memberi anakNya yang tunggal. AnakNya yang Tunggal, Yesus. Jadi istilah saja Anak itu. Yang menyatakan bahwa kasih yang tertinggi itu kasih dari Bapa kepada anak. Itu kasih paling tinggi. Maka Yesus itu dianggapnya sebagai Anak, padahal kalau kita baca Ibrani 7 minggu yang lalu, Dia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, tidak berawal, tidak berakhir, Yesus itu. Tapi istilah saja anak, disebut anak. Dia berikan anakNya. Aduh, Tuhan mah nggak hitungan. Dia begitu sayang, Dia brikan anakNya yang tunggal. Bukan ada dua, cuma satu yang paling bagus, Dia beri yang the best pada kita. Orang jualan apa saja, jualan apa saja yang diusahakan dijual itu. Ini menjual saudara. Diusahakan menjual itu kalau bisa jangan yang jelek duluan. Yang jelek duluan, yang bagusnya nanti belakangan. Taruhan, orang jual nomor cantik juga, yang nggak terlalu cantik dulu yang di jualin. Yang cantiknya jangan dijual, nanti belakangan. 

Orang  jual berlian juga kalau bisa yang jelek-jeleknya lakuin dulu jadi duit dulu, yang bagusnya jangan. Yang dagang juga, yang jelek juga ini bagus, ini bagus, ini bagus. Beda sama Tuhan. Tuhan memberi justru yang paling bagus. Dia nggak tahan yang terbaik disorga, Dia kasih yang terbagus buat dunia buat saudara dan saya. Nah, kita sebagai anak-anak Tuhan harus berterima kasih kepada Tuhan. 

Maka saya selalu usahakan biar kepala saya sakit, biar kaki saya bengkak, biar suara saya agak parau, biar secara tubuh saya lelah karena umur saya bukan lagi empat puluh tahun bukan tiga puluh lima tahun sudah diatas lima puluh. Tapi saya mau memberi yang terbaik untuk Tuhan dalam ukuran saya, sebisa saya karena Dia sudah memberi yang terbaik kepada saya. Dia sudah memberi yang terbaik, sangat baik. 

Saya tidak bisa ngomong, tidak bisa cerita kalau Tuhan suruh, coba kamu ceriterakan apa yang Aku sudah beri sama kamu! Nggak bisa saya. Biar saya ceritera ngomong sampai saya mati, nggak bisa saya! Hitung satu-satu kebaikan Tuhan. Hitung lagi! Dia beri Yesus. Coba, Yesus itu Dia disebut lebih dari seratus gelar: Dia adalah jalan kebenaran dan hidup, Akulah kebangkitan, Dia adalah roti hidup, Dia adalah air hidup, Dia pokok anggur yang benar, Dia yang awal Dia yang akhir. Ketika kita putus asa nggak ada jalan, Akulah jalan, Dia bilang, Ketika kita rasa udah mau mati, Akulah hidup. Ketika kita rasa tidak ada yang memimpin, Akulah gembala yang baik. Ketika kita tertutup pintu, Akulah pintu. Yesus itu keperluan kita.

Saya rasa semua yang ada di dalam ruangan ini punya keperluan yang bermacam-macam tapi jawabannya satu - Yesus! Bagi orang yang susah Dia penghibur, Dia yang sapukan air mata, bagi orang yang takut Dia yang akan mendampingi Dia adalah sahabat yang setia, bagi orang yang lemah Dia penolong, Dia yang memberi kekuatan, bagi orang yang susah Dia penghibur, Dia tongkat di perjalanan kita. Maka pemberian ini yang terbaik. 

Maka saya katakan tadi dalam Natal ada bahayanya kalau kita merayakan natal, kita nggak mikir siapa yang kita rayakan dan bagaimana saharusnya kita rayakan? Apa cuma Malam kudus sunyi senyap pasang lilin padamin lilin begitu cetekkah kita merayakan natal? Nanti kami minta bapak Bupati pasang lilin utama, nanti ibu bupati pasang lilin ke dua, bapa wedana pasang lilin ketiga, bapak RT lilin ke empat pasang lilin. Nyanyi malam kudus sunyi senyap ... Begitu sudah amin sudah amin, amin. Padamkan lilin .... sudah, lewat pesta. Itukah? Atau dengan hati bersyukur kita berkata: Tuhan Yesus, Engkau pemberian yang terbaik. Engkau luar biasa buat saya, Engkaulah kekasih hidup saya, Engkau gembala saya, Engkau penolong saya, Engkau kekuatan saya dan sebagainya. Lebih dari seratus gelar.

Yang keenam. Supaya setiap yang pecaya kepadaNya. Percaya di sini mempunyai arti percaya yang aktif bukan percaya yang pasif. Saudara tahu percaya yang pasif? Iblis juga punya! Iblis juga punya percaya yang pasif. Kita akan membuka Yakobus 

2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." 
2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. 
2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? 
2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 
2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 
2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." 

Jadi ada macam-macam. Kembali kepada Yohanes 3, ada percaya yang pasif, ada percaya yang aktif. Saudara-saudara, natal sudah dekat, siapa yang mau menyumbang, silahkan! Dia percaya natal, dia percaya Yesus tapi tidak ada perbuatan. Kalau saudara percaya bahwa kalau berdoa itu nanti dapat kekuatan, saudara pasti datang bedston, saudara pasti ikut doa malam. Itu perbuatan iman. Kalau saudara yakin bahwa kalau kebaktian akan ada berkat, saudara pasti ada di gereja. Ketika kantong korban lewat pasti saudara memberi, kenapa? Karena perbuatan iman. Yu tupok yu! Nggak. Kenapa? Karena perbuatan iman, ada praktek. Nggak. Ayo main cewek! Nggak. Free seks?! Nggak. Ayo, nonton film porno! Nggak.  Tupok, yu! Nggak. Ada perbuatan iman, ada kekuatan. Ini coba-coba narkotik, ini yang saya sedang doa tiap hari, jangan sampai ada remaja kita, aduh, .. kaum muda kita kena narkotik narkoba. 

Kemarin ada anak-anak muda di Jakarta mau bagi-bagikan AIDS: Awas, hati-hati AIDS ! Mereka sudah sadar sekarang. Cuma kenapa orang bagikan kondom melawan AIDS? Kenapa tidak bagikan firman Allah? Karena firman Allahlah yang bisa menjauhkan kita dari AIDS, amin? Bukan kondom! Kondom tetap saja amoral. Harus ada perbuatan iman. Kenapa ke gereja? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa berdoa? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa nyanyi? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa berkorban? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa mengasihi? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa kamu memaafkan? Karena saya beriman kepada Yesus. Kenapa kamu sabar? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa kamu berbuat baik? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa amat sayang kepada istri? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa amat sayang kepada suami? Saya beriman kepada Yesus. Kenapa sih kamu sayang kepada orang tua? Karena saya beriman kepada Yesus. Kenapa kamu sayang anak-anak? Karena saya beriman kepada Yesus. 

Kita ini suka menerima informasi yang salah. Dulu ada satu staff - sekarang sudah tidak ada, yang suka ngomong yang saya tidak suruh ngomong ... main ngomong aja ke siswa-siswi. Hati-hati oom Yoyo bilang begini-begini-begini, takut siswa-siswi. Padahal saya nggak ngomong apa-apa. Saya nggak ngomong apa-apa. Awas jangan dekat-dekat oom Yoyo, nanti dia marah! Sampai ibu Inge itu marah sama satu siswa karena anak-anaknya Inge itu di bilang sst ... sst ... ada oom Yoyo! Seolah-olah saya ini si kupluk, suara tepi awas ... awas! Sampai anak-anaknya bilang oom Yoyo baik, oom Yoyo baik. Maka saya tuh di bawah tuh hiburan saya itu dibawah. Anak-anak cium pipi saya, aduh bau anyir cium. Tapi orang suka kasih informasi salah. Om Yoyo teh galak. Paling-paling saya mah makan ceuli (kuping) babi, nggak pernah saya makan ceuli jeuleuma (manusia). 

Ini siswi-siswa kok kalau lihat saya kaya lihat beruang? Oh, dia dapat informasi salah, dia jual informasi ini staff, jangan dekat-dekat sama oom Yoyo, dia suka begini-begini, awas. Maaf, banyak pendeta kasih informasi salah tentang Tuhan, awas Tuhan itu galak, Tuhan itu marah, Tuhan itu giginya ... awas. Tidak! Allah itu penuh kasih. Barangt siapa yang percaya kepada Dia - percaya aktif - tidak binasa. 

Yang terakhir. Melainkan beroleh hidup yang kekal. Saya pakai dari yang paling rendah. Hidup yang paling rendah, bio namanya, itu tanam-tanaman. Dan tanam-tanaman hidup dia berkembang dia ada buah, dia ada bunga. Memang ada daun yang layu tapi ada daun yang baru, itu hidup. Saudara siram dengan air, saudara kasih pupuk supaya dia hidup saudara. Tapi dia ada bio tapi dia tidak ada psuhe tidak ada nyawa. 

Lebih tinggi dari tumbuh-tumbuhan itu binatang, binatang ada nyawa binatang ada psuhe. Saudara tendang anjing, satu antara dua: anjingnya yang lari atau saudara yang lari karena anjingnya galak gigit saudara. Tapi kalau mati anjing habis perkara. 

Lebih tinggi dari binatang ada, yaitu manusia. Dia punya bio, dia punya psuhe, dia punya pleuma, roh. Anjing mati udah, dikubur. Ikan saya lohan mati, ya sudah mati. Nggak usah didoakan, terimalah rohnya di sorga, disisi ... - nggak usah! Mati mah mati. Piaraan apa nggak ada. Tapi diatas pleuma ada satu hidup namanya hidup yang kekal, zoe, itu hidupNya Tuhan. Kalau saudara punya zoe, saudara nggak benci orang. Saudara benci dosa tapi orangnya saudara nggak benci. Dosanya saudara benci, orangnya saudara nggak benci. 

Tambah hari tambah cinta Yesus, itu zoe, Tambah hari tambah ku percaya ... Tambah hari tambah benci dosa ... tambah hari tambah ku setia. Waktu saya nyanyi dulu di Tanah Abang, nggak tahu siapa itu ibu-ibu yang pakai buntut-buntut. Tambah hari tambah cinta Yesus, dibelakang saya dengar Cinta Yesus cinta Yesus ... Tambah hari tambah ku percaya - ku percaya selamanya ... Tambah hari tambah benci dosa - dosa besar dosa kecil ... Tambah hari tambah ku setia - ku setia sampai mati, ada aja. 

Nah, tapi saudara kalau punya zoe, di tawarin dosa aja nggak mau. Saudara akan jadi seperti Yusuf. Tante Potifar datang, Suf, sini sayang. Nggak ah, tante nggak ah. Suf, sini sayang, tante punya uang ini, dibeliin sepeda motor, sini dong sayang! Nggak. Sini dong, kamarnya dibersihin! Nggak tante, nggak, nggak. Dikunci pintunya, aduh tante kenapa ini aduh, tante kenapa pakai pakaian renang? Jangan. Melompat ke jendela. Ditawarin dosa aja dia nggak mau karena zoe - hidupNya Allah. Kalau nggak ada zoe, seperti Simson - nggak ada orang nggak ada perempuan dia cari, cari cewek. Nggak ada hidupNya Tuhan, dia nggak sama. Nggak beda sama binatang kapan dia mau dia berbuat. 

Kita punya zoe diperintah oleh firman Allah, diperintah oleh hidupNya Allah, ditawarin aja nggak mau. Kan kita udah diperintah oleh zoe. Hidupku bukannya aku lagi tapi apa? Kristus hidup didalamku. Ada haleluyah? Aku hidup ini bukan aku lagi, kata Paulus, tapi kristus yang hidup didalamku. Aku bergerak sebab Kristus yang mengatur. Dan inilah Yohanes 3:16, ayat emas setiap orang kristen. Supaya nanti tanggal 25 Desember saudara merayakan natal sudah kokoh, sudah kuat sehingga bahaya natal itu kita bisa singkirkan. Jangan sampai habis natal kita ribut, habis natal kita ribut omong, kita ribut pendapat. Saya nggak mau saudara, saya gembala minta supaya kita merayakan natal dengan damai sejahtera, suka cita nggak ada ribut semuanya bahagia, semuanya senang, semuanya dapat berkat dari Tuhan. Mari kita berdiri bersama-sama. 

-- o -- 

Minggu sore, 14 Desember 2003

Kehendak-Mu lah yang jadi 


Lukas

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Tengok kiri-kanan sambil jabat tangan dan berkata: 'Di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil.' Haleluyah? Mari kita lihat dari ayat 26: Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret. Alkitab mengatakan, kita cuma dari Alkitab aja dah, nggak usah cerita di luar alkitab. Bahwa malaikat itu ada tiga pertama. Yang pertama itu Gabriel yang kita baca, itu tugasnya memberikan warta, memberitahu, membawakan pesan dari Tuhan ya, kepada Elizabet kepada Zakaria, Gabriel juga. Yang kedua itu Mikhael. Mikhael itu tugasnya menjadi panglima bala tentara sorga. Dan yang ketiga ini adalah menjadi contoh bagi kita, pelajaran, namanya Lucifer. Lucifer ini pemimpin puji-pujian di sorga. Dan karena dia melawan, karena dia menyombongkan diri ingin sama ... melebihi Tuhan malah, maka Lucifer dijatuhkan menjadi setan.

Jadi ceritera natal itu kita harus belajar. Tuhan bisa membuat malaikat jadi setan. Tuhan bisa membuat kita orang berdosa menjadi seperti malaikat Tuhan. Ada haleluyah, saudara? Selalu ada crossing, selalu ada kebalikan. Siapapun dia, tidak terkecuali malaikat sekalipun yang biasa kerjanya memuji Tuhan, maka karena dia melawan ... dihancurkan oleh Tuhan, di jatuhkan. Bahkan dia tidak sendirian, dia turun dengan banyak malaikat ikut sama Lucifer menjadi setan. 

Nah, itulah yang bikin susah sama kita itu, itulah setan! Maka saya suka ngajar di sekolah alkitab, hati-hati. Kalau kamu bawa firman Tuhan, itu karakter kita karakter Gabriel, no problem. Kalau kita sedang mengusir setan, karakter kita ini karakter dari Mikhael. Tapi hati-hati kalau kamu sedang memimpin puji-pujian, kalau kita sedang memimpin puji-pujian, hati-hati! Jangan kamu kira jemaat itu lagi nyanyi senang dengan kita. Apalagi kalau jemaat nyanyinya semangat ... itu menyenangkan kita, hati-hati! Itu yang biasa memimpin pujian itu Lucifer. Untuk jatuh itu gampang sekali, hati-hati.

Nah, Gabriel ini datang disuruh oleh Tuhan datang ke suatu tempat, disini dipakai kata kota tapi waktu itu dua ribu tahu yang lalu. Saudara bisa bayangkan, saudara tidak mungkin seperti kota sekarang satu tempat yang bernama Nazaret. Itu dia datang kepada seorang perawan yang bernama Maria. Kalau jaman dulu di sebut perawan itu betul-betul sama sekali tidak tahu dan belum mengenal laki-laki, belum berkenalan bahkan walaupun dia sudah dikatakan bertunangan tapi dia tidak mengetahui, dia tidak mengenal laki-laki. 

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata salam. Bahasa Indonesia memakai kata salam tapi dalam bahasa Inggris tidak pakai kata salam, memakai kata "rejoice", bersukacitalah, senanglah, bersukacitalah, katanya. Hei kamu yang ditinggikan oleh Tuhan. Disini dikatakan yang mendapat anugerah yang dikaruniai oleh Tuhan, Tuhan menyertai engkau ya. Lalu ada satu kata yang hilang dari sana "engkau diberkati di antara banyak wanita," diberkatilah engkau diantara banyak wanita, tidak ada didalam ayat ini bahasa Indonesianya, bahasa Inggrisnya ada. 

Maria terkejut mendengar perkataan itu lalu bertanya didalam hatinya, apakah arti salam itu? Kata terkejut di sini juga, terkejut yang betul-betul terkejut karena dia belum pernah lihat malaikat sebelumnya, belum tahu, nggak mungkin malaikat itu berkata ...nggak mungkin. Malaikat itu datang dengan: Hei, bersukacitalah kamu yang dikarunia Tuhan. Belum pernah tahu datang dari mana masuk ke rumah lalu berkata bersukacitalah. Kata malaikat itu kepadanya "Jangan takut hei Maria sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah." 

Selalu berita natal itu. Saya juga heran kenapa natal itu Desember! Padahal Yesus lahir itu pada musim panas, jadi gembala-gembala ada di padang. Kalau Desember itu musim dingin, tidak mungkin gembala ada diluar. Tapi kenapa karena tidak ada yang tahu kapan Yesus lahir, kenapa dirayakan pada tanggal 25 Desember? Itu ada sejarahnya. 25 Desember adalah dianggap hari raya satu Narola. Hari raya satu Narola itu adalah hari raya kelahiran dewa matahari orang-orang kafir. Mereka menyembah dewa matahari pada hari tanggal 25 Desember sebagai hari raya satu Narola. Ketika agama kristen disebarkan mereka menerima, mereka percaya, mereka bertobat. Maka daripada mereka merubah hari raya itu, mereka rubah saja rajanya dari raja dewa matahari dirubah menjadi raja segala raja, yaitu Yesus. 

Maka dirayakanlah pada tanggal 25 Desember. Ada gereja Greek Orthodox merayakan natal itu pada tanggal 6 Juli, ada gereja yang merayakan natal tanggal 6 Januari. Tetapi kita lihat disini pelajaran di dalam ayatnya yang ke-30, jangan takut hai Maria sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 

Selalu kata ini ada "Jangan takut." Mulai dengan jangan takut pada Maria. Jadi gembala, jangan takut kepada gembala. Berita daripada NATAL selalu jangan takut. Haleluyah, saudara-saudara? Kita menghadapi tahun dua ribu empat bingung, pasti dua ribu empat akan lebih sulit ya. Dua ribu tiga kita tidak pernah berpikir ada ledakan bom Marriot, nggak pernah pikir. Nggak pikir kita bahwa Cianjur akan menjadi sarang teroris ya. Cianjur jadi terkenal karena ada Hambali. Ya, biasa kita makan ham choi ..., biasa kita makan, kenapa sekarang ada Hambali. Saudara-saudaraku ya, kita makan biasa roti ham sekarang ada Hambali ya. 

Nah, saudara, Hambali ditangkap, Cianjur ini jadi aman karena nggak mungkin teroris meledakkan kotanya sendiri ya, nggak mungkin ... paling meledak-meledak itu ban pecah saudara-saudara. Jadi saya kemana-mana ini waduh pendeta-pendeta nyindirin saya, waduh Cianjur sarang teroris ya? Saya diam aja, ya di situlah terorisnya bersarang. Di Cianjur sarang teroris ya? Karena banyak yang batuk di sana, Cianjur sarang teroris ya? Iya, sarang teroris. Tetapi puji Tuhan, ditengah-tengah sarang teroris Tuhan memelihara kita. Jangan takut! Hadapi tahun dua ribu empat, jangan takut.

Nah, dikatakan kepada gadis ini, jangan takut sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Begitu rinci. Kamu akan melahirkan anak seorang anak laki-laki dan kamu harus menamai Dia Yesus. Protes ini, Maria ini.

Ayat 32, Ia akan menjadi besar dan akan di sebut Anak Allah. Bahasa Inggris, akan  disebut Anak Yang Kudus dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud bapak leluhurNya. 

Saudara-saudara Ia akan menjadi Raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Protes Maria. Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami. Berarti Maria sudah mengerti bahwa tidak mungkin bisa mengandung tanpa menikah tanpa punya suami. Tapi inilah Yesus, inilah Tuhan. Firman Allah kadang-kadang tidak masuk akal, Firman Tuhan tidak masuk akal. Allah kita ini Allah yang tidak masuk akal. Justru saya bangga, saya punya Tuhan, saya punya Allah tidak masuk akal. 

Ada orang suka ngenye sama kita, kok Allah kamu punya Anak? Allah kamu mandul ya? Allah kita ini punya anak, Dia sanggup berkuasa. Orang Arab bilang "kun fayakun," dari tidak ada menjadi ada. Amin, saudara-saudara? Apa yang kita tahu sekarang yang kita lihat sekarang ini ada, itu dulunya nggak ada. Tuhan sanggup kok membuat dari yang tidak ada menjadi ada. Kalau kita bikin kue, itu dari terigu, terigunya dari gandum, gandumnya dari Tuhan. Orang bikin bendungan, bendungan itu harus ada sungai, sungainya yang bikin adalah Tuhan. Orang bikin kapal laut, nggak mungkin orang bikin kapal laut kalau nggak ada lautnya, lautnya itu siapa yang bikin? Tuhan. 

Maka kita nggak bisa sombong, nggak bisa sok. Seorang penata rambut nggak berkata, saya ini juara satu penata rambut Cianjur, nggak bisa saudara. Kalau Tuhan sebulan aja orang Cianjur nggak ada rambutnya, sebulan aja, itu penata rambut mau apa? Mau model nge-blow apa saudara, kepala botak di blow.
Nah, kembali lagi kepada firman. Kepada firman jadi kita tidak ada yang bisa kita sombongkan, kita banggakan, segala sesuatu datang dari Tuhan. Amin, saudara-saudara? 

Maka dikatakan dia sebut Anak Allah, itu bukan kita yang bikin, itu malaikat yang suruh. Yesus kan disebut anak Allah, anak yang kudus. Haleluyah! Jawab malaikat itu kepadanya, ini jawabannya "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut Kudus, Anak Allah. 

Didalamnya bahasa Inggris dikatakan namanya Yesus itu the Holy One, Yang Kudus. Saya ini banyak bergaul sama ajengan. Teman-teman saya banyak ajengan ya, salah satunya Ustadz Abdul Khodiruzi dulu, lurah. Ada anak buahnya dulu yang nggak jujur ngurus surat tanah gereja, nggak jujur. Agak besar uangnya satu juta setengah dia ngurus ke kabupaten surat nggak beres-beres uang hilang. Saya ngadu sama dia, pak lurah bagaimana ini? Di kirim surat sama saya. Saya juga bingung. Bapak pendeta, kita mesti mengadu kepada yang Qudus. Tulisnya itu dia pakai "Q" jadi nulisnya Q-u-d-u-s, Yang Kudus. 

Jadi bagi orang muslim dia menyebut Allah itu Yang Kudus. Alkitab katakan yang kudus itu Yesus. Kita berdoa supaya mereka tahu yang dimaksudkan kudus itu "Yesus". Kita sudah tahu Yesus di sebut yang kudus the Holy One, Yang Kudus. Dan akan di sebut anak Allah, bukan kita yang bikin, Tuhan yang suruh "Dia akan disebut Anak Allah". Hanya gelar Anak Allah. Kita punya pengikut yang baik, setia, kita sebut anak buah. Kita punya lemari besi ada kuncinya kita sebut anak kunci. Ini di sebut ibu jari, nggak pernah dia punya bapak jari, anak jari, nggak ada, jari-jari! Nggak ada. Dia hanya gelar saja. Yesus dikasih gelar "the Holy One," Yang Kudus. Dan yang kedua, Anak Allah. Bagaimana bisa terjadi ini? Nggak mungkin ini bisa terjadi. Roh Kudus akan turun atasNya! Dan kuasa dari yang Mahatinggi akan berkarya di dalam-Nya. 

Sekarang adakah pertanyaan pada sore ini? Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana usaha saya bisa tertolong? bagaimana pekerjaan saya bisa ada? Bagaiman hari depan saya? Bagaimana saya bisa sukses? Bagaimana .. bagaimana .. bagaimana? Ada seribu satu macam bagaimana .. bagaimana? Jawaban firman Allah: Roh Kudus! Roh Kudus kalau bekerja diatas hidup saudara - tidak ada yang mustahil bagi Tuhan! 

Dikatakan ayat-36, dan sesungguhnya Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul. Sekarang kita mengerti apa maksud bulan ke-enam ayat-26. Karena di dalam ayat-26 disebut dalam bulan yang keenam. Sekarang dalam ayat-36 sesungguhnya Elisabet sanakmu iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan ini bulan yang keenam bagi dia. Elisabet itu sedang mengandung Yohanes Pembaptis. Maria ini masih muda, remaja, kalau Elisabet sudah tua lanjut usia. 

Kalau Tuhan mau berkarya, kalau Tuhan mau pakai, gadis bisa dipakai, orang tua bisa di pakai. Amin, saudara-saudara? Gadis yang belum menikah bisa hamil, yang mandul yang sudah tunggu bayi tidak dapat-dapat, bisa dikasih bayi. Waktu Tuhan bikin Adam, Dia tidak perlu ibu; waktu Dia turunkan Yesus, Dia nggak perlu bapak. Tuhan itu sanggup berbuat dari yang tidak ada menjadi ada. Amin saudara-saudara? Nah, Ayat-37 datanglah kata yang indah: Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Nampaknya saudara tidak ada yang keberatan dengan ayat ini tetapi ini adalah lima puluh persen injil. Bagi Allah tidak ada yang mustahil itu ada pasangannya dan kadang-kadang kita cuma yakin Lukas 1:37, bagi Allah tidak ada yang mustahil. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Percaya, haleluyah, amin, amin, amin. Tapi ini ada pasangannya lima puluh persen yang lain. Markus  

9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" 

Ada haleluyah? Mari saudara lihat kedepan. Yang pertama, bagi Allah tidak ada satu pun yang mustahil, saudara berkata amin. Tetapi sekarang Yesus sendiri berkata: Bagi orang yang percaya tidak ada yang mustahil. Aminnyakan lain, padahal sama. Bagi Allah tidak ada yang mustahil, semua tadi pada bilang amin, haleluyah. Sekarang, Yesus yang sama berkata bagi orang yang percaya tidak ada yang mustahil.

Saya mau selingi dengan kesaksian. Ada satu jemaat di Jakarta dia baru bersaksi kemarin sama saya, om dulu saya ini kurir ngantar-ngantar barang dari kantor. Gaji saya mungkin oom nggak percaya, gaji saya sebulan seratus ribu. Nggak ada yang bisa hidup di Jakarta dengan gaji seratus ribu sebulan. Tapi dia jalani, dia percaya kepada Tuhan dia jalani. Heran dalam satu bulan dia bisa dapat uang dua juta seratus ribu. Seratus ribu gaji, dua juta itu dari persentase dari orang kasih duit, baik dari boss maupun dari yang diantarin barang. Ada yang ngasih go ban, jigo, ceban, dia kumpul dua juta, tiap bulan. Lalu karena karyawannya itu ada yang muslim ada yang budha ada yang hindu, ah kamu mah enak bisa dapat dua juta karena kamu di pusat. Coba kita tukar tempat. Dia tukar tempat, dia di Jakarta Utara tetap aja diberkati Tuhan. Seratus ribu gaji tapi pemasukan dua juta seratus. Yang dipindah ke pusat nggak bisa dapat lima ratus ribupun nggak bisa dapat. 

Saudara-saudara, dia bilang ... Tuhan, saya ingin punya motor sendiri karena ini motor kantor, dia bawa barang sampai ke Karawang. Apa yang terjadi saudara? Dia dapat. Dia berdoa lagi, Tuhan sekarang saya ingin punya mobil, dia dapat mobil. Tuhan, saya ingin punya rumah, dia dapat rumah. Sekarang oom, saya baru dapat ruko di BSD tadi malam delapan ratus juta. Saya ingin lantai pertama untuk bisnis, lantai ke dua untuk bisnis, nanti lantai ke tiga yang tertinggi saya ingin bikin kebaktian. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Menteri gaji dua puluh juta satu bulan ngomel sekarang di Jakarta. Anak Tuhan mah seratus ribu sebulan tetap aja diberkati oleh Tuhan. Mana bisa sih, lu punya gaji segitu bisa? Sekarang dia udah punya perusahaan sendiri. Malahan kalender-kalender tiap tahun itu dia yang bikin. Anak rohani. Dia bilang oom saya perhatikan ya, semua anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh ... Dia punya perpuluhan udah lima juta, saudara jangan main-main. Tuhan tidak pernah berdusta kepada janjiNya. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. 

Asal kita percaya. Kata dunia udah cilaka, kata dunia sudah moyung, kata dunia sudah kacau, kata dunia sudah kaclep, kata dunia sudah bangkrut, tapi kalau kita percaya kepada Tuhan - Tuhan pasti berkati kita! Kata dunia pasti cerai, kata dunia pasti pecah, kata dunia pasti rumah tangga hancur, tapi kalau kita punya Tuhan Yesus, kita yakin percaya suami kita bisa diselamatkan untuk Tuhan, keluarga kita bisa ditarik untuk Tuhan. Apapun yang terjadi saudaraku ya, apapun yang terjadi kalau kita memegang firman Allah - tidak ada yang mustahil! Lukas  

1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. 

Sayang bahasa Indonesia ini kurang dalam ya! Kalau saudara bisa baca bahasa Inggris atau bahasa Kuo I, menarik sekali ayat ini. Dalam bahasa Inggris dia berbunyi Behold the maid-servant of the Lord. Dia menyebut dirinya maid servant. Orang-orang jaman dulu kalau bilang pembantu rumah itu disebut maid. Dari bahasa Belanda, artinya pembantu rumah perempuan. Dia menyebut dirinya maid servant, pembantu rumah tangga, pelayan perempuan. Polosnya perempuan itu maid-servant. Begitu dia dibilang kamu terpilih oleh Tuhan, akan dapat anugrah, kamu akan melahirkan anak namanya Yesus disebut anak Allah, dia nggak gede kepala. 

Dia bilang aku ini maid servant, aku ini babu-Nya Tuhan, aku ini pelayan Tuhan. Saya udah dari tahun tujuh puluh enam menginjil, perjamuan Tuhan dari tahun enam puluh delapan. Saya jadi saksi mata satu ibu. Semua hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan itu mereka yang rendah hati, yang mudah diajar tidak sombong. Jadilah kepadaku seperti kehendak-Mu. Jadilah kepadaku menurut perkataanMu itu. Lalu malaikat itu meninggalkan dia. 

Kalau saya pakai imajinasi saya, Gabriel itu kembali kepada Tuhan, oke Tuhan, Maria sudah siap untuk mengandung Yesus. Yesus mungkin berkata Aku jadi bayi, Aku masuk ya. Yesus dijadikan manusia melalui seorang pelayan. Sejak saya tahu ini, saya nggak berani kasar sama pelayan perempuan. Siapa yang Tuhan pakai? Seorang pelayan perempuan. Jadilah Bayi. 

Natal akan menjadi natal yang berbahagia bagi saudara kalau saudara sampai kepada titik berkata, jadilah ... jadilah kepada saya. Karena ada nyanyian dulu di gereja kita Tak ada sentosa sampai jadi kehendak-Nya. Tidak akan ada damai sampai kehendak Tuhan. Waktu saya berontak sama Tuhan ketika anak saya meninggal ... berontak saya sama Tuhan, protes tidak bisa terima ... tidak ada damai. Saya kerja buat Tuhan tapi tidak ada damai. Sampai satu saat saya bilang, ya Tuhan Engkau betul, saya menyerah. Tidak ada sesuatu yang bisa disalahkan tentang Tuhan. Kehendak-Mulah yang jadi. 

Malam hari ini, apapun persoalan saudara, apapun problem saudara, apapun kerinduan saudara, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya asal kita mau berkata seperti Maria, aku ini pelayan-Mu, jadilah padaku seperti kehendak-Mu.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________