Khotbah Minggu Sore Mei-Juni 2006

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 07 Mei 2006

SUKACITA DI DALAM PENCOBAAN

Yakobus

1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Saya ingin baca dalam bahasa Inggris: My brethren, count it all joy when you fall into various trails. Jadi kalau disalin, saudara-saudaraku, anggaplah sebagai satu kesukaan, satu sukacita, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.

Ini ayat, saudara, luar biasa. Tidak sembarang orang bisa ngomong ini ayat. Kebanyakan kita kalau dapat percobaan, kita mengeluh. Kalau kita dapat persoalan, kita cengeng, kita nangis, kita susah, kita berderai air mata, karena percobaan. Tetapi adik Yesus ini, namanya Yakobus, dia menulis agak lain. Baru pasal pertama, dia sudah bicara. Maka saya katakan, kalau saudara tahu ayat 2 ini, saudara menguasai ayat 2 ini, saudara menguasai semua suratan Yakobus. Kenapa dia katakan yang pertama, saudara-saudaraku, mo adelkos, kasih persaudaraan. Dia ngomong kepada sesama orang kristen. Siapa saja dia, pendeta, jemaat biasa, tua-tua sidang, gembala kecil, siapa saja, laki-laki dan perempuan tapi sesama kristen.

Dia bilang mo adelkos, saudara-saudaraku, saudara-saudara kecintaanku, saudara-saudara yang kusayangi, saudara-saudara sedarah sedagingku. Itu arti dari mo adelkos ini. Jadi kita kalau di dalam percobaan, kita tidak sendiri. Kita punya saudara-saudara. Ada haleluyah? Kita punya adelkos, kita punya teman, kita punya kawan. Kita nggak sendirian.

Saudara-saudaraku, saudara-saudara yang saya kasihi, saudara-saudara yang saya cintai, saudara-saudaraku, engkau adalah saudaraku. Lain gereja, lain apa, pokoknya kristen, kau saudaraku.

Banyak orang kristen lupa bahwa kata saudara, adelkos ini adalah mereka yang dilahirkan dari rahim yang sama, bahasa Yunaninya. Dari ibu yang sama kita dilahirkan, yaitu oleh Injil. Maka kita saudara bersaudara itu adalah keluarga, saudara-saudaraku.

Anggaplah sebagai satu kebahagiaan, kekeomai pesan haran. Kekeomai itu menghitung. Kata anggaplah itu counted, hitung. Anggaplah, hitunglah, hitung-hitung, anggaplah, hitung-hitung, menjadi satu kesukaan. Pesan haran, anggaplah kita mempunyai perhitungan anggap. Anggaplah, dianggap satu kesukaan. Counted, hitunglah, anggaplah itu kesukaan, sukacita ketika kita jatuh, total peripito, kepada berbagai-bagai - jatuh ... peripito - kepada berbagai-bagai, di sini dipakai kata, pencobaan. Oikilos perasnos, bermacam-ragam. Apa saja problem.

Seperti lipatan. Ini percobaan yang satu, percobaan kedua, percobaan ketiga, percobaan keempat, percobaan kelima, percobaan keenam. Pokoknya berbagai-bagai percobaan. Berbagai-bagai kelipatan percobaan. Kaya kertas dilipat-lipat, dibuka ada lipatannya, dibuka ada lipatannya. Berlipat-lipat, berbagai-bagai percobaan, anggap itu sukacita. Yang ini, saudara, nggak sembarang orang kristen bisa begini. Nggak sembarang.

Saya juga ngeri melihat ayat ini. Tapi ini ayat ditulis oleh seorang yang sudah mengenal Kristus, yang sudah mendalam dalam Tuhan, yang sudah Injilnya itu sudah mendarah daging, dia sudah jadi kristen itu sungguh luar biasa, nggak bisa digoyahkan lagi. Sampai dia bilang, percobaan ini cuma sukacita. Problem ini cuma sukacita. Kerugian ini cuma sukacita. Kita buka I Korintus 6, apa yang dikasih tahu Rasul Paulus. Ayat 6, dia berkata begini,

6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?

Siapa yang mau dirugikan? Siapa yang mau diperlakukan tidak adil? Tapi sekali lagi saya katakan ayat tadi itu ditulis oleh Paulus seorang yang sudah mengenal Kristus yang mendalam. Diperlakukan tidak adil, tidak apa-apa. Dirugikan, nggak usah disimpan dalam hati, nggak usah jadi persoalan dalam hati. Sekarang kalau kita kembali kepada Yakobus, kita mengerti.

Yakobus pasal 1 lagi, Saudara-saudaraku - mo adelkos-, anggaplah -hegeomai, hitung semua, tambah jumlah kali kurang - satu kebahagiaan, satu sukacita, satu kesukaan, apabila kamu - peripipto - jatuh ke dalam berbagai-bagai perasmos ... percobaan. Kalau begitu kita mau cari tahu ini perasmos ini seperti apa. Kalau saudara sudah dalam, dalam Tuhan, Tuhan nggak lihat hartanya. Tuhan nggak lihat orangnya siapa, pangkatnya apa di masyarakat. Tapi kalau orang sudah dalam di dalam Tuhan, dia akan berbicara santai. Menganggap segala sesuatu yang dia alami satu kesukaan.

Kalau saudara ada waktu nanti di rumah. Saudara baca di sana Kisah Rasul 3, 4, 5. Di sana saudara membaca rasul-rasul itu dipukuli, dipenjara, karena mereka memberitakan nama Yesus. Tetapi waktu keluar, mereka menyanyi, memuliakan Tuhan. Karena mereka anggap menjadi satu kebanggaan menderita bagi Kristus. Lebih baik kita baca. Kisah Rasul

4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
4:22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.
4:23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
4:24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Ayat ke-31, Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan - yang dimenangkan -.

5:40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

Lain kan? Lain sekali. Jadi mereka gembira. Mereka menghitung semua menjadi sesuatu yang menggembirakan mereka. Mereka menghitung problem, percobaan yang mereka alami itu sukacita. Sekarang saudara sudah mempunyai gambaran. Kalau kita ikut Tuhan banyak percobaan, banyak problem. Saya ada problem, saudara ada problem. Tapi itu tidak bisa dan tidak boleh menghilangkan sukacita kita. Ada haleluyah?

Menghilangkan sukacita, kebahagiaan kita di dalam Tuhan. Sore hari ini perlahan-lahan kita mau lihat Markus 

6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia  58
6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

Coba kita maju ke depan. Markus

4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Kita kembali kepada Markus 4. Dalam Markus 4, Yesus ada di dalam perahu. Di Markus 6, Yesus tidak ada dalam perahu. Jadi angin ribut yang dahsyat itu, bahasa Yunaninya perasmos, gempa laut, itu ada di dalam dua kejadian itu. Kalau perahu itu lambang diri kita, Yesus ada di dalam kita atau Yesus tidak ada di dalam kita - itu bukan ukuran kita tidak kena percobaan.

Ada Yesus di dalam perahu, Markus 4, angin begitu besar, Yesus teduhkan. Markus 6, tidak ada Yesus. Juga murid-murid-Nya mengalami angin ribut. Tapi kita mau berhenti di Markus 6. Jadi saudara ikut Yesus, ada Yesus bersama saudara atau tidak ada Yesus, angin ribut tetap datang. Ceunah kristen teh ngeunah (katanya jadi kristen itu enak)? Ceunah kristen teh salamet, tenang (katanya kristen itu selamat, tenang)? Nggak. Siapa bilang jadi kristen tenang? Ada angin ribut. Ada Yesus di perahu, angin ribut datang. Yesus jauh di gunung, mereka sendirian, angin ribut datang.

Jadi ukurannya bukan ada Yesus atau tidak ada Yesus. Ada Yesuspun angin ribut datang. Tidak ada Yesuspun angin ribut datang. Di dalam Markus 6, kita baca tadi bahwa murid-murid Yesus tidak bisa maju karena angin sakal. Di dalam ilmu angin, ilmu cuaca, itu dikenal dengan high pressure atau tekanan tinggi. Angin yang tekanan tinggi, muternya selalu searah jarum jam. Ini high pressure.

Ini disebut angin yang normal. Semua yang normal ikutnya jalan jarum jam. Dan angin ini adalah angin yang normal. Problem datang ketika ada low pressure, angin itu berputarnya terbalik. Dia berputarnya terbalik. Ketika terbalik inilah mulai meniup arah air dan ini angin badai besar. Ada tekanan yang rendah, angin besar datang dan menimpa perahu yang dinaiki oleh murid-murid-Nya. Angin ini menahan supaya perahu ini tidak maju.

Mereka kepayahan. Sudah sampai jam tiga pagi - tadi kita baca dalam Injil Markus -. Sudah sampai jam tiga pagi. Mereka kepayahan. Saudara ke gereja atau nggak ke gereja, percobaan datang. Ada Yesus di perahu saudara atau tidak ada Yesus, percobaan tetap ada. Tetapi yang menghiburkan kita, dalam dua kejadian itu, Yesus menolong kita. Yesus menolong murid-murid-Nya di yang pertama. Yesus menolong murid-murid-Nya di yang kedua.

Pada waktu yang kedua, mereka sudah cape. Yesus lihat dari bukit. Dia tahu, berpuluh-puluh kilometer, tapi Yesus dengan mata rohaninya, Dia melihat murid-murid-Nya sedang kepayahan. Siapa di antara saudara-saudara sedang kepayahan hari-hari ini? Sedang menghadapi angin sakal. Sedang menghadapi low pressure ... anginnya melawan saudara. Ketika perahu tidak bisa maju karena angin begitu besar. Didayung nggak maju-maju, di situ-situ saja. Saudara sudah usaha, kayanya di situ-situ juga.

Saudara girang Yesus mengetahui persoalan saudara? Jangan saudara anggap tidak ada yang tahu, tidak ada yang peduli. Ingat anak terhilang? Dari jauh dia lihat anaknya, masih jauh. Dia sudah lihat. Lari, dia peluk. Dia lari, dia peluk. Dia berlari, dia memeluknya. Tuhan lihat kita dari jauh. Apapun persoalan kita, Dia lihat dari jauh. Dan Dia akan menolong kita. Tapi bukan waktunya kita.

Maunya kita kan, Tuhan tolong sekarang, langsung. Tuhan tolong sekarang ... langsung. Memangnya I dream of Jenny? Manggut kiri, Tuhan datang. Manggut kiri, Tuhan datang. Nggak. Sudah berusaha sampai jam tiga subuh, perahu tidak bisa maju, sudah kelelahan. Yesus se'gra tolong, Besar kuasa-Nya, Jikaku lemah, Yesus datanglah, Ditolongnya se'gra. Dia jalan di atas air. Air yang bergelora, yang ombak, yang menakutkan kita.

Kita takut tenggelam, kita takut mati. Kita takut, kita sedih, kita nangis. Yesus Raja yang tetap, Penghulu surga, Pemilik langit dan bumi. Kata firman-Nya, satu kata bumi pun terjadi. Dia jalan di atas air. Dia jalan di atas lautan. Itu tanda bahwa Yesus berkuasa atas percobaan. Dia injak itu percobaan. Dia tahu murid-Nya takut. Dia tahu murid-Nya memerlukan pertolongan dari Dia. Dia jalan. Dan ketika jalan, murid-murid-Nya ini ada satu yang berani. Namanya Petrus.

Yesus berkata, jangan takut ini Aku. Jangan takut. Suaranya kaya suara Yesus. Tapi Petrus masih ragu. Dia bilang begini, Tuhan, kalau itu betul Engkau, suruh aku berjalan di atas air. Kalau betul itu Tuhan, suruh saya jalan di atas air. Kalau betul Engkau, suruh saya berjalan di atas air. Kalau di dalam Markus ini tidak disebut. Tetapi kalau dalam Injil Matius, disebut, kalau itu betul Tuhan, suruh aku jalan di atas air.

Yesus bilang begini: Marilah. Ketika Yesus bilang marilah, itu air menjadi seperti jalan. Dia menjadi firman yang menjadi daging. Firman berkata, bahasa Inggris, come, datanglah. Datang, mari ke sini. Bahasa Indonesia bilang, mari. Datang. Petrus berjalan di atas Firman. Jadi firman mengatasi air laut. Firman Allah, Dia bilang adalah terang. Terang ada, dalam Kejadian pasal 1:3. Adalah terang. Terang ada. Ada langit, langit ada.

Ketika Dia bilang, datanglah. Mari datanglah, silakan maju kesini. Mari datanglah. Ketika Dia berfirman datanglah, itu air menjadi keras dan Petrus mulai berjalan. Berjalan di atas apa? Di atas firman!

Saudara musti berjalan di atas firman Tuhan. Yang Dia katakan, mari datang. Datang firman Allah yang mengatasi air problema itu. Ketika Petrus berjalan, dia dengar suara angin. Suaranya besar. Angin besar itu diperhatikan. Ketika dia mendengar suara angin itu. Saya ingin saudara membaca dalam Injil Matius. Matius

14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" - Ketika Dia bilang datanglah, Firman itu merubah air -. Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air - yang sudah dilapisi oleh Firman - mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Tiupan angin ini adalah suara orang yang suka mengkritik. Ada orang yang suka mengkritik orang. Seringkali kita dengarkan mereka. Ketika ada orang mengkritik saudara, kita suka memperhatikan mereka. Justru kalau kita memperhatikan kritikan orang, terus tenggelam. Semata kaki, terus lebih masuk lagi sampai di lutut, terus dia lebih masuk lagi sampai di pinggang. Lalu dia berkata: Ya Tuhan, tolonglah aku. Tuhan, tolonglah aku! Coba saudara berkata keluar dari hati saudara: Tuhan, tolonglah aku!

Apapun problem saudara, apapun percobaan saudara, apapun angin ribut saudara, apapun kata orang mengenai saudara, saudara harus berkata: Tuhan, tolonglah aku. Dalam bahasa Inggris bukan tolonglah aku, Tuhan selamatkan aku. Dia, Sang Juru Selamat, sanggup menyelamatkan saudara. Anggap saja sukacita segala apa yang menjadi problem hidupmu. Anggap saja sesuatu kebahagiaan ketika saudara lipat, lipat, lipat, lipat, semuanya adalah hal yang menakutkan, anggap saja sukacita.

Karena di dalam I Korintus 10:13, Dia tidak membiarkan kamu dicobai melebihi kekuatanmu. Amin? Perasmosnya sama, angin ributnya sama, gempanya sama, ada Yesus di perahu kena juga, tidak ada Yesus di perahu kena juga. Tapi dalam dua kejadian, Yesus menjadi Juru Selamat. Dia menyelamatkan. Apa yang menjadi problem saudara? Tuhan, tolonglah aku. Tuhan, selamatkan aku. Ayat 31,

14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

O thou of little faith why did thou doubt? Di sana dipakai kata, hai, orang yang kurang percaya. Tapi dalam bahasa Inggris: Hai, kamu yang imannya kecil. Saudara, kalau iman saudara kecil, walaupun Firman sudah berkata: Datang. Saudara datang. Tapi iman kecil. Saudara dengar omongan orang. Saudara dengar segala kata-kata orang. Iman saudara mulai turun. Saudara mulai tenggelam.

Kita ikut Tuhan nggak bisa dengan iman kecil sekarang. Iman kita harus besar. Kalau iman kita besar, saudara akan melihat perbuatan Allah yang besar. Memang ukurannya iman itu sebesar biji sesawi, kecil. Tetapi kualitetnya, kualitas iman itu besar. Sanggup mengangkat gunung, terangkat ke dalam laut, kata Tuhan Yesus. Hai, kamu yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang? Saudara percaya?

Berapa kali saudara mau tenggelam? Tapi kok nggak. Berapa kali kita mau hancur? Tapi kok nggak. Berapa kali orang bilang tahun 2006, tahun 2005 kamu akan hancur? Tapi nggak kan? Berapa kali kita divonis sama orang lain? Tapi nggak. Kenapa? Yesus beserta kita! Yesus menolong kita! Apapun persoalan, apapun problem kita, Yesus mau menolong kita.

Ketika Petrus tenggelam dan dia berkata, Yesus, selamatkan saya. Saudara perhatikan. Yesus datang dan Dia ulurkan tangan-Nya. Dia angkat Petrus. Tidak tenggelam lagi. Kalau imannya kecil, kata Yesus, ayo naik, tenggelam lagi; naik, tenggelam lagi. Sampai Yesus angkat, saat itulah Petrus punya iman sama seperti punya Yesus; dia berdiri dan dia tidak tenggelam. Ayo kita naik, sama-sama ke perahu. Dua-dua naik ke dalam perahu.

Setelah naik ke dalam perahu, Dia tanya: Mengapa imanmu kecil? Baru di Markus 4, Engkau sudah lihat Aku redakan angin ribut. Sekarang kok imanmu kecil? Engkau anggap Aku hantu. Engkau sudah jalan di atas air, kenapa tenggelam lagi? Kalau di dalam Matius 6, Yesus masuk ke dalam perahu dari awal. Dalam Markus 6, Yesus masuk dalam perahu setelah angin ribut. Ayat 32,

14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

Tidak ada angin yang tidak reda. Tsunamipun ada redanya. Problem apapun ada redanya. Musim hujan ada redanya. Musim kemarau ada redanya. Problem apapun ada redanya.

Ketika Yesus masuk dalam rumah tangga kita, ketika Yesus masuk dalam perahu hidup kita, segala persoalan, segala problem reda. Omongan orang seperti angin. Jangan diperhatikan. Jangan. Anggap saja angin lalu. Jangan dengerin omongan orang.                

Orang ngomong begini, anggap saja sukacita, anggap saja kebahagiaan. Saudara, sudah lebih lima, enam kali saya di anggap meninggal. Kenapa? Ada orang yang senang kalau saya meninggal. Tapi kok nggak meninggal-meninggal? Puji Tuhan. Haleluyah. Anggap saja sukacita. Tapi saudara-saudara, apa yang sedang kita hadapi Tuhan melihat keadaan kita. Dia melihat problema kita. Lalu ayat terakhir,

14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Dalam Markus 4, siapakah orang itu? Yang angin dan ombakpun menurut perintah-Nya. Sekarang dia juga menyembah, sungguh Dia ini Anak Allah.

Saudara, kalau problem sudah lewat, angin ribut sudah lalu, saudara harus menyembah Tuhan. Dan berkata: Tuhan, sungguh Engkau ini Anak Allah. Ada haleluyah? Apa problem saudara? Apa persoalan saudara? Apa kerinduan saudara? Apa ada yang ingin didoakan malam hari ini? Apa kesulitan saudara? Apa yang menjadi angin sakal saudara? Apa yang membuat saudara menangis? Apa yang membuat saudara tidak ada damai? Mari saudara datang ke depan. Kita berdoa bersama-sama.

-- o --   

Minggu, 14 Mei 2006

PEMBERIAN YANG SEMPURNA

Selamat sore, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Saya ingin berbicara pada sore hari ini dari hal Yakobus  

1:16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Saya ingin baca sekali lagi dari salinan bahasa Inggris: Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah disesatkan, janganlah tertipu. Setiap pemberian yang baik dan setiap pemberian yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Kenapa surat Yakobus ini menulis, jangan kamu disesatkan, jangan kamu tertipu? Karena ayatnya yang ke-13 berkata,

1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah - Elohim - tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Disitulah baru dikatakan, jangan kamu sesat. Jangan kita disesatkan. Jangan kamu tersesat. Bahasa Inggris, jangan kamu tertipu, menganggap bahwa pemberian percobaan itu datang dari Tuhan. Apa yang kita tertipu? Kita sering anggap bahwa apa yang baik itu datang dari Tuhan dan juga apa yang jelek itu juga datang dari Tuhan. Jadi ketika kita susah, ketika kita mengalami problem, ketika kita sendirian, kita anggap ini kehendak Tuhan.  

Ketika kita sakit, ketika kita ada dalam kekurangan, kita anggap ini kehendak Tuhan. Tidak, saudara. Jangan disesatkan. Tuhan tidak suka melihat saudara susah. Tuhan tidak suka melihat saudara kekurangan. Tuhan tidak mau melihat saudara di dalam kekalutan, di dalam kepikiran yang rumit, yang ruwet. Tuhan tidak mau. Iblis yang mau. Itu sebabnya Dia bilang, jangan disesatkan. Setiap pemberian yang baik dan setiap pemberian yang sempurna.

Ada pemberian yang baik, ada pemberian yang sempurna, datangnya dari atas, dari Tuhan. Kita perhatikan dulu mengenai jangan kita disesatkan ini. Jangan sampai kita salah menilai Tuhan bikin saya susah, Tuhan ijinkan saya sakit, Tuhan ijinkan kita menderita, Tuhan ijinkan kita dalam kekecewaan. Tidak. Tuhan tidak mau lihat kita susah. Tapi ayat itu bilang, karena kita dipikat oleh keinginan. Bahasa Inggris, desire. Desire itu kata-kata halus dari hawa nafsu.

Bahasa Indonesia lama memakai bahasa hawa nafsu. Saya baca dalam bahasa Indonesia lama: Seorangpun jangan apabila ia terkena percobaan berkata bahwa aku terkena pencobaan Elohim. Karena Elohim dan Ia sendiri tidak mencoba seorang jugapun. Tetapi tiap-tiap orang terkena pencobaan apabila ia ditarik dan diperdayakan oleh hawa nafsunya. Kemudian hawa nafsu itu setelah sudah mengandung lalu memperanakan dosa dan dosa itu setelah sudah cukup besarnya akan memperanakan maut.

Jadi hawa nafsu kita yang bikin kita susah. Hawa nafsu yang tidak terkendali. Hawa nafsu yang kita biarkan, yang kita umbar, yang membuat kita susah. Hawa nafsu yang tidak terkendali, hawa nafsu yang kita biarkan, hawa nafsu yang kita umbar yang membuat kita susah. Tuhan tidak pernah mencobai kita. Orang yang mau pinjam uang dengan bunga 25%, berani dia pinjam. Itu hawa nafsu dia. Kenapa tidak pinjam baik-baik sama bank? Tapi dia ingin uang panas dia pinjam. Itu hawa nafsu dia. Itu yang bikin susah. Orang gali lobang tutup lobang, gali lobang tutup lobang.

Tuhan itu tidak mau saudara hidup seperti itu. Tuhan tidak mau melihat kita hidup seperti anak terhilang. Tuhan ingin menutupi kita. Tuhan ingin memberi kita cincin. Tuhan ingin memberi kita sepatu yang baru. Tuhan ingin membuat pesta bagi kita. Tapi orang diperdayakan, bahasa Yunaninya deleazo, ditipu, diperdayakan. Bahasa Indonesia baru, terpikat. Terpikat itu kita yang tertarik. Kalau bahasa Indonesia lama, diperdayakan, ditipu.

Kita ini ditipu. Ditipu oleh hawa nafsu. Dan kalau kita sudah membiarkan hawa nafsu diam di dalam kita, dia itu berkembang. Akan mengandung, katanya tadi dalam bahasa Indonesia lama. Lalu melahirkan. Melahirkannya adalah maut. Upah dosa adalah maut, upah hawa nafsu adalah kematian. Nah, kita melihat dulu Galatia pasal 6. Di dalam Galatia pasal 6, kita membaca, jangan sesat lagi. Di sana dikatakan ayatnya yang ke-7,

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Yang kedua ini dikatakan, jangan sesat. Tuhan, Elohim yang kita sembah, itu tidak bisa dipermainkan. Kalau kita menabur dalam hawa nafsu, kita akan menuai dalam kematian. Kalau kita menabur di dalam Roh, kita akan menuai kehidupan. Begitu sederhana. Apa yang kita kerjakan dalam hawa nafsu, akan kita petik dalam kematian. Apa yang kita kerjakan dalam Roh, akan kita petik dalam kehidupan.

Hari rabu yang lalu saya bicara dalam pelajaran alkitab mengenai persepuluhan. Itu tidak bisa diberi dengan salah. Jadi kalau saudara punya bagian sepuluh, saudara membawa persepuluhan, saudara belum beri apa-apa sama Tuhan. Kita baru mengembalikan Dia punya. Persepuluhan tidak boleh diberikan untuk pembangunan gereja. Persepuluhan tidak boleh diberikan kepada pendeta lain di luar kota, apakah dia susah apa tidak. Tidak boleh. Persepuluhan milik Tuhan. Sayapun mengembalikan. Milik-Nya dia. Kami sudah beri lebih dari 30%. Sudah tidak ada hitungan. Kenapa?

Orang yang menyumbang itu dia yang akan diberkati. Apa yang kamu beri, akan kamu diberi. Galatia, jangan sesat. Tuhan nggak bisa main-main. Kita belum sama seperti Abraham. Tuhan minta anaknya, minta dikorbankan, dibikin dibakar. Korbankan untuk Aku. Coba, anak sendiri, cuma satu-satunya. Belum, kita tidak akan sampai ke sana. Tuhan  berkata, jangan sesat. Dikatakan, Tuhan tidak bisa dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Barangsiapa menabur tomat, dia akan menuai tomat. Barangsiapa menabur gandum, dia akan menuai gandum. Barangsiapa menabur mangga, lama sekali jadinya, tapi nanti dia akan jadi. Mungkin ada yang bilang, saya sudah berbuat baik. Nanti dulu, ini pohon mangga atau pohon jati yang delapan, sepuluh tahun baru jadi. Semua akan dipetik. Apa yang kita kerjakan, baik atau jahat, akan dituai. Tuhan nggak bisa dipermainkan.

Jadi siapa yang suka memberi sama Tuhan, siapa yang nggak itungan sama Tuhan - Tuhan juga nggak itungan sama dia, Tuhan juga nggak sayang memberi saudara. Tuhan nggak pernah lupa sama dia. Kalau saudara memberi dalam kesulitan, saudara-saudara akan mendapat kelimpahan dari Tuhan. Saya belum selesai bicara, kita akan lihat dulu, barangsiapa menabur dalam daging, dia akan menuai kematian dari daging. Tetapi barang siapa menabur dalam roh, dia akan menuai kehidupan yang kekal dari roh. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik karena apabila sudah datang waktunya kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah.

Dalam Galatia 

3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain - saudara dan saya -, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. 

Jadi kalau kita terima Yesus - mungkin saudara jadi kristen sudah, belum terima Yesus - terima Yesus sebagai Juru Selamat, percaya kepada Dia dengan iman - maka kita dibuang ... kutukan kemiskinan itu tidak lagi ada pada kita. Sebab berkat Abraham - Tuhan janji sama Abraham itu tidak pernah Dia salah. Dia berkati Abraham. Keturunannya Dia berkati ... sampai kepada saudara dan saya.

Berkat Abraham, ayat 14, sampai kepada bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa lain itu orang kafir - saudara dan saya. Jadi kalau saudara percaya kepada Yesus - kita di bawah berkat! Saya ingin saudara itu mengerti, kutukan bukan dari Tuhan. Kutukan sudah diangkat oleh Tuhan. Kalau ada orang mengutuk saudara, tidak akan terjadi. Karena kutukan sudah Tuhan terima, Tuhan yang pegang, Tuhan yang mati di atas Golgota, supaya kita tidak kena kutuk lagi.

Dan salah satu kutuk itu adalah kemiskinan. Tuhan tidak mau lihat umat-Nya susah, umat-Nya miskin, umat-Nya tidak bisa makan, umat-Nya susah hidup. Tuhan tidak mau. Dia ingin memberkati. Jangan disesatkan. Jangan bilang, ini kesusahan datang dari Tuhan. Tidak. Dia ingin memberkati. Yang kita harus tanya, apa saya di bawah berkat atau di bawah kutuk? Kita membaca Maleakhi 

3:7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?"
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Jadi ada dua persembahan. Yang pertama, persepuluhan; yang kedua, khusus. Zaman dulu disebut tatangan. Jadi umpamanya saudara punya gandum itu 10 pikul, 1 pikul itu dikasih untuk milik Tuhan, 9 pikul ini milik kita. Tetapi ada persembahan khusus, tatangan. Ah, saya hormat sama Tuhan, ambil 1 pikul ditatang di hadapan Tuhan. Ini orang Israel zaman dulu ditatang lalu digoyang-goyang: Tuhan, ini adalah hasil yang saya dapat, ini adalah berkat yang saya dapat. Saya tatang di hadapan Engkau, ini persembahan dari saya. Tuhan, Engkau sudah memberkati saya dengan limpah banyak yang Engkau sudah beri buat saya, ini saya tatang di hadapan Engkau Tuhan. Mana sih manusia bisa memberi sama Tuhan? Tapi saya tatang ini persembahan khusus. Ini diserahkan hormat sama Tuhan.

Nah, dua persembahan ini ternyata Tuhan perhatikan. Saudara jangan heran kalau saudara sudah mengerjakan dua hal ini, tiba-tiba saudara naik pangkat, saudara naik gaji, pekerjaan bertambah, ada lowongan di mana-mana, saudara luput dari lubang jarum, saudara mendapat tanah yang luas, saudara mendapat banyak berkat - itu saya tidak heran. Karena Tuhan berjanji siapa membawa persepuluhan.

Kita baca, mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Ayat 9, kamu telah kena kutuk. Saya baca dalam bahasa Inggris, you are cursed with a curse, kamu dikutuk oleh sebuah kutuk. Ini Tuhan ngomong tentang umat yang dikasihani-Nya. Kamu telah kena kutuk. Habis. Kalau bahasa Inggris, you are cursed by a curse, kamu dikutuk oleh sebuah kutukan. Tetapi kamu masih merampok Aku.

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan ini ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Kalau saudara percaya kepada Tuhan yang Allah yang besar itu, saudara harus percaya ayat ini.

Kata berkelimpahan saya tidak puas. Tetapi di dalam bahasa Indonesia lama, saya ingin baca kepada saudara supaya saudara mengerti. Bawalah olehmu akan segala perpuluhanmu ke dalam perbendaharaan rumah-Ku supaya ada makanan dalam rumah-Ku dan cobailah akan daku dengan demikian kalau-kalau tiada Aku membuka akan kamu segala pintu langit dan mencurahkan kepadamu berkat yang tidak sempat kamu taruh - demikian Firman Tuhan Serwa Sekalian Alam.

Nggak sempat kita taruh. Betapa baiknya Tuhan kita. Betapa besarnya Tuhan kita. Tetapi saya bilang: Tuhan, masih banyak anggota jemaat saya susah di dalam ekonomi. Tuhan bilang, kasih tahu sama mereka, kutukannya sudah Aku terima. Kutukan di dalam ayat 9, sudah kena Yesus. Saudara tidak di bawah kutuk. Kita di bawah berkat. Amin? Saudara di bawah apa sekarang? Berkat apa kutuk? Kita ada di bawah pancuran berkat!

Itu sebabnya kita harus mempunyai mind set, bahasa Inggrisnya. Mind set itu pikiran yang sudah di set, bahwa Tuhan mau saya diberkati. Tuhan mau saya hidup berkelimpahan. Tuhan mau saya hidup berkemenangan. Tuhan mau toko saya, pabrik saya, pekerjaan saya diberkati. Tuhan mau keluarga saya diberkati. Tuhan mau rumah tangga saya diberkati. Tuhan mau saya diberkati. Tuhan adalah Tuhan dari berkat dan aku akan menerima berkat Tuhan.

Saudara harus mempunyai iman percaya seperti itu. Ingat, jangan ada kemiskinan, jangan ada kekurangan dalam pikiran kita. Saudara pulang dari sini, saudara harus punya mind set bahwa saudara diberkati dengan kelimpahan. Itu harta kekayaan orang-orang kafir, katanya Yesaya, akan dibawa kepadamu. Saudara-saudara harus hidup di dalam kemenangan, dalam berkat Tuhan. Saudara harus ada hidup di dalam berkat Allah dicurahkan di atas hidup saudara.

Kalau ada yang masih berat membawa persepuluhan, jangan bawa, nanti saudara lihat hidup saudara seperti apa. Tapi kalau saudara percaya, boleh bawa. Mind set kita harus kita rubah. Jangan mempunyai mind set miskin. Saudara harus punya iman. Dari mana? Saya nggak tahu. Pokoknya Tuhan akan memberkati saudara, titik. Tuhan akan memberkati, Tuhan akan memberikan kelimpahan dengan luar biasa.

Nah, sekarang ada dua pemberian, kata Yakub. Dua pemberian. Menurut Maleakhi ada dua korban. Satu, persepuluhan. Satu, tatangan. Tuhan punya dua pemberian buat saudara. Satu, pemberian yang baik. Satu, pemberian yang sempurna. Saudara memberi sama Tuhan, satu: persepuluhan, satu: persembahan tatangan. Tuhan balas kepada saudara: Dia memberi kepada saudara pemberian yang baik dan pemberian yang sempurna.

Apa pemberian yang baik? Saudara hidup sehat, pemberian yang baik. Kita dengar kesaksian, itu pemberian Tuhan yang baik. Saudara dapat pekerjaan ... pemberian yang baik. Ternak yang sakit disembuhkan, itu pemberian yang baik. Saudara mencicil sedikit demi sedikit, akhirnya saudara bisa beli sepeda motor, itu pemberian yang baik. Saudara kalau bisa memperbesar toko saudara, saudara bisa mempunyai hidup berkelimpahan ... itu pemberian yang baik. Di segala waktu Tuhan Yesus s'lalu baik. Ada haleluyah, saudara? Pemberian Tuhan itu selalu baik. Kalau tidak baik itu bukan dari Tuhan. Pemberian Dia selalu baik. Benda, kesempatan, pangkat, kedudukan, pekerjaan.

Nah, pemberian yang kedua inilah pemberian yang sempurna, katanya Yakobus tadi. Ini seringkali kita tidak ingat. Yang kita ingat, pemberian Tuhan yang baik saja.

Karena demikianlah Elohim mengasihi isi dunia ini sehingga diberikannya anak-Nya yang tunggal itu supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Pemberian yang sempurna, siapa saudara? Yesus! Sehingga diberikannya Yesus. Di surga tidak ada yang lebih mahal dari Yesus. Kalau ada harta yang bisa menebus dosa manusia, Yesus nggak usah turun. Kalau ada emas, kalau ada berlian, berlian kan bikinan Tuhan. Tuhan bisa bikin berlian sebesar apa, Tuhan bisa. Tapi itu tidak bisa menebus dosa kita. Di surga dicari-cari tidak ada yang bisa menebus dosa manusia. Harus darah Sang Putera, harus darah Yesus. Maka diberikannya anak-Nya 2.000 tahun yang lalu Yesus Kristus itu, saudara, Dia menjadi pemberian yang sempurna. Kita sering lupa pemberian yang sempurna. 

Maka kalau saudara berdoa, Dia tersenyum. Kalau saudara datang kepada Tuhan, hati-Nya disenangkan. Karena Dia pemberian yang terbaik, pemberian yang sempurna. Nggak ada cacat, nggak ada kurang, Dia sempurna. Kalau pemberian kita tatangan mungkin ada kurang, ada salah, ada cacat, ada lalai. Tapi Tuhan kalau memberi, Dia sempurna.

Siapa malam hari ini ingin diberi oleh Tuhan dengan pemberian yang baik? Saudara berkata: Tuhan, saya tidak mau hidup susah, saya tidak mau hidup miskin, saya tidak mau hidup berkekurangan, karena Tuhan berkata Tuhan yang Empunya langit dan bumi, Tuhan yang mempunyai 1.000 bukit dengan seribu satu yang besar. Tuhan yang mempunyai langit dan bumi. Tuhan yang mempunyai surga. Tuhan yang berkata, rumah apa yang engkau mau bikin untuk Aku? Bukankah langit adalah atap-Ku dan bumi adalah tempat kaki-Ku berpijak? Kita mau bikin apa sama Tuhan yang begitu besar? Tapi Dia beri yang sempurna, Yesus.

Saudara-saudara, kalau dua pemberian ini kita harus pilih, kita pilih yang sempurna, bukan? Tapi dua-duanya Dia kasih. Lihat dua berkat ini. Pemberian yang baik, pemberian yang sempurna. Persepuluhan, persembahan tatangan.

Waktu orang Samaria dipukul, bawa dua dinar. Rawatlah orang ini. Dua dinar ini, perjanjian lama dan perjanjian baru. Roh Kudus dan Firman. Tetapi dua dinar juga adalah pemberian yang baik dan pemberian yang sempurna. Dia datang sama Salomo yang kaya, Dia datang sama Bartimeus yang miskindan buta. Orang kaya, Salomo. Pertanyaannya sama: Salomo, - ribuan tahun bedanya - apa yang engkau mau Aku perbuat bagimu? Salomo bilang, saya mau minta hikmat, Tuhan. Baik, Aku kasih. Walaupun kamu cuma minta hikmat, kata Tuhan, tetapi Aku juga akan memberi kekayaan kepadamu.

Pertanyaan yang sama, beberapa ratus ribu tahun kemudian, Dia datang kepada Bartimeus: Bartimeus, apa yang engkau mau Aku lakukan kepadamu? Ya Yesus, hamba mohon melihat. Betapa yang dipentingkan sama Bartimeus hanya biji mata saja supaya bisa melihat. Yesus bilang, imanmu sudah menyelamatkan engkau, sembuhlah. Yang miskin diperkaya, yang lemah dikuatkan. Itu Tuhan. Saudara siap diberkati Tuhan?

Yang menjadi beban saya ini saudara. Saudara harus hidup di bawah berkat Tuhan. Jangan hidup di bawah standarnya Tuhan. Tuhan punya standar di sini. Wahyu pasal 4:1, berkata,

Naiklah kemari Aku akan memperlihatkan kepadamu atau Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang terjadi. Naiklah kemari. Wahyu 1, Wahyu 2, Wahyu 3, Yohanes disuruh naik ke satu tingkat. Naik kemari. Wahyu 4 tidak bisa dimengerti, kalau dia tidak naik. Itu sebabnya dalam hidup saudara, kita musti naik. Kita harus mempunyai mind set. Kita jangan hidup di bawah standar. Kita musti hidup dalam standarnya Tuhan. Haleluyah?

Di dalam Yesus ada kelimpahan. Amin, saudara? Jangan lagi saudara bilang, saya susah dan miskin. Dan saudara minta kepada Tuhan, Tuhan berkati saya. Tuhan berkati saya. Tuhan berkati saya. Tuhan berkati saya. Dan saya yakin saudara akan hidup diberkati oleh Tuhan. Jangan dengar apa yang di televisi. Jangan dengar dan baca apa yang di koran. Tetapi dengar dan baca berita koran dari surga yang berkata: Kutuk diberikan kepada Yesus supaya berkat Abraham diberi untuk kita - untuk saudara dan untuk saya. Ada haleluyah? Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 04 Juni 2006

ROH KUDUS

Pada sore hari ini kita memperingati hari ketuangan Roh Kudus. Kita bisa nyanyi tentang Roh Kudus tapi kita belum penuh Roh Kudus. Kita bisa ngomong tentang Roh Kudus tapi kita belum mengalami Roh Kudus. Kita bisa berdeklamasi tentang Roh Kudus, kita bisa berteori tentang Roh Kudus tapi kalau kita belum dipenuhkan dengan Roh Kudus, rasanya cemplang.

Itu sebabnya pada sore hari ini, mari dengar baik-baik Firman Tuhan. Kisah Rasul 19 dan kita akan mendengar mempelajari apa yang disebut Roh Kudus. 

19:1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
19:2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
19:3 Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
19:4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

Satu kali Paulus datang ke Efesus adalah salah satu gereja pertama yang dibangun oleh Paulus bersama dengan Apollos. Ketika sampai di sana, dia ketemu murid. Kalau sudah murid itu sudah percaya Tuhan Yesus, sudah mengaku Yesus sebagai Juru Selamat, sudah jadi orang kristen.

Lalu Paulus tanya sama murid-murid ini: Sudahkah kamu penuh dengan Roh Kudus pada waktu kamu percaya? Jadi orang itu ketika dia percaya, kalau mungkin kalau bisa diusahakan supaya langsung terima Roh Kudus. Maka ditanya, sudahkah kamu penuh dengan Roh Kudus waktu kamu percaya? Dia berkata, belum ... bahkan belum pernah dengar tentang Roh Kudus.

Lalu ditanya lagi: Kalau begitu dengan baptisan mana kamu dibaptis? Kami dibaptis oleh baptisan Yohanes. Berarti sudah dibaptis. Yohanes di sini adalah yang membaptis Tuhan Yesus. Dia tidak banggakan yang membaptis kami ini adalah yang membaptis Yesus, Yohanes Pembaptis. Paulus bilang, Yohanes itu membaptis orang yang belum bertobat supaya bertobat meninggalkan dosa-dosanya dan dia menunjuk kepada orang yang akan datang setelah itu, yaitu Yesus.

Murid-muridnya ini tidak berbantah-bantah, tidak ribut, tidak ngadu argumentasi, tidak tunggu dulu minggu depan, tidak tunggu dulu saya belum bawa pakaian. Langsung dia menurut dengar-dengaran kepada Paulus. Murid-murid ini dia tidak bilang, yang baptis saya adalah Yesus. Saya rasa sudah sah, sudah tidak usah dibaptis lagi. Nggak. Dengan rendah hati, murid-murid ini memberi diri mereka dibaptis. Jadi ada baptisan dua.

Kalau ada di antara saudara mengaku sudah dibaptis di gereja protestan, dipercik, saudara harus dibaptis ulang. Dengan baptisan selam. Kok dua kali, ko Yoyo? Nggak apa-apa. Alkitab juga ada dua kali. Sayapun dibaptis dua kali. Pada umur 14 tahun saya dibaptis oleh ayah saya di sini. Menangis saya di kolam baptisan. Ayah saya bilang belum cukup umur. Saya paksa saya ingin dibaptis.

Begitu saya ke Israel bawa rombongan orang ingin dibaptis di Sungai Yordan, sudah banyak orang yang lagi dibaptis. Orang protestan, orang katolik, orang pantekosta ... semua pakai baju putih dibaptis, bayar 1 dolar. Kita sudah antri mau dibaptis. Mereka baptisnya percik memakai daun palma, taruh di air Sungai Yordan. Orang berjajar satu-satu kepalanya dipercik. Father Holy Spirit ... dipercik. Sudah selesai semua, saya datang dengan sopan. Saya pikir saya harus sopan karena ini pastornya ini tinggi besar, jadi saya bilang: Are you finished, father? Saya ngomongnya pakai gaya Indonesia pakai gaya Jawa, dia nggak ngerti Inggris. Dia ambil saja ... dia percik kepala saya. Jadi saya juga sudah selam, sudah percik.

Murid Yohanes Pembaptis ini tidak marah ,tidak beradu argumentasi, tidak mogok, tidak pikir-pikir dulu, tidak, langsung memberi diri mereka dibaptis.      

19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Saya ingin memperkenalkan Roh Kudus kepada saudara. Roh Kudus itu bukan angin walaupun salah satu namanya adalah pnuma, angin. Tapi Roh Kudus bukan angin. Roh Kudus bukan perasaan. Dia mencintai kita lebih dari seorang ibu. Roh Kudus bukan pengaruh. Walaupun Dia bisa mempengaruhi kita tapi dia lebih dari hanya satu pengaruh. Roh Kudus adalah Satu Pribadi, yang bisa dipegang, yang bisa memegang, yang bisa berpikir, yang bisa disakiti hatinya, yang bisa menghibur, yang bisa jadi teman kita, yang bisa jadi Guru kita, yang bisa jadi Penolong kita, yang bisa jadi Penghibur kita, yang bisa mengkuatkan kita, yang bisa mendampingi kita.

Dia tidak lebih rendah dari Yesus, Dia tidak lebih tinggi dari Yesus; Dia tidak lebih rendah dari Bapa, Dia tidak lebih tinggi dari Bapa. Bapa, Putra dan Roh Kudus ketiganya adalah satu. Digambarkan dengan segitiga sama sisi 60 derajat. Semuanya sama. Ketiganya sama.

Zaman dulu kita berdoa manusia berdoa kepada Bapa yang di Surga. Zaman Yesus, Dia menjadi Immanuel, bersama dengan kita. Kita bisa lihat Dia. Tetapi sekarang Roh kudus, Yesus ada di Surga Kisah rasul 3:21, Yesus harus ada di surga, sampai di dunia ini masa pemulihan tiba. Nah, masa pemulihan itu adalah pekerjaan dari Roh Kudus. Jangan sekali-kali kita pikir Roh Kudus itu roh, Roh Kudus itu hanya satu pengaruh. Dia adalah satu Pribadi. Sekarang saudara bisa mengenal Dia. Dia satu Pribadi. Yang menyembuhkan saudara, yang membangkitkan saudara, yang menolong saudara, yang memberi kekuatan saudara.

Boleh saya katakan kalau kita masih hidup sampai sekarang, itu karena Roh Kudus. Tetapi pengalaman dipenuhi dengan Roh Kudus adalah setingkat lebih tinggi. Ini yang membedakan orang gereja pantekosta dengan gereja lain. Gereja lain punya gereja, mereka berbakti, mereka menyanyi, mereka dengar firman Allah tapi mereka tidak menikmati urapan Roh Kudus karena mereka tidak diajarkan atau mereka tidak percaya. Kita harus percaya; Alkitab katakan yang menulis Alkitab ini adalah Roh Kudus dalam ilhaman roh. Rasul-rasul dari raja sampai rasul sampai pelayan sampai penjala ikan sampai gembala - menulis dalam 1.600 tahun zamannya, kok bisa klop 66 buku. Itu adalah karena Roh Kudus.

Roh Kudus ini saudaraku, yang saya perkenalkan kepada saudara sore hari ini. Sebelum saya ajarkan kepada saudara, bagaimana kita menerima Roh Kudus itu, saya mau katakan bahwa gereja ini saya sudah bikin kedap suara. Saudara boleh menangis, saudara boleh menjerit, saudara boleh berkata haleluyah. Kalau dalam kebaktian kalau saudara mau menyembah saudara bebas. Kecuali waktu dengar firman Allah kita harus tenang. Boleh berkata amin haleluyah tetapi saudaraku ketika berdoa saudara bebas.

Saya ingin katakan, ada 4 dampak yang saudara akan alami kalau saudara dipenuhi dengan Roh Kudus. Kalau Roh Kudus ada di dalam hati saudara, saudara punya keuntungan 4 hal. Apa bedanya gereja kita dengan gereja lain? Yaitu Roh Kudus. Kenapa kita pakai nama gereja pentakosta? Karena Roh Kudus. Pada hari pentakosta turun, itulah kita memakai. Buat apa kita pakai gereja pentakosta tapi kita belum penuh dengan Roh Kudus. Saya ini sepertinya mau memaksa kalau bisa semua jemaat sudah penuh dengan Roh. Tetapi ternyata Roh Kudus tidak bisa dipaksa.                  

Di dalam injil Lukas 4, kita dengar kata-kata Tuhan Yesus

4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Yang pertama, Roh Kudus itu membebaskan orang yang terbelenggu, yang terikat. Banyak orang sudah kristen tapi masih terbelenggu. Roh Kudus melepaskan kita dari belenggu dosa.

Yang kedua, Dia melepaskan kita dari belenggu medit, pelit, skaker. Itu Dia membebaskan kita. 

Saudara, komunis Tiongkok itu ngambil dari Alkitab. Sama rata sama rasa. Cuma bedanya begini. Kalau komunis dia bilang begini, barang-barangmu itu barangku juga. Kamu punya itu kami punya juga. Milikmu itu milikku juga, itu komunis. Kalau kristen lain, milikku adalah milikmu. Engkau boleh mendapat apa yang milikku, engkau boleh merasakan menikmati apa yang aku miliki. Jadi siapa yang medit, kopet, pelit, susah penuh dengan Roh Kudus.

Salah kalau kita bawa perpuluhan untuk pembangunan STT, salah. Keliru, tidak sesuai dengan akitab. itu sama saja dengan kopet, tidak mau memberi. Orang yang membawa perpuluhan belum kasih apa-apa untuk Tuhan. Jadi kita harus minta sama Tuhan supaya dibebaskan dari roh medit pelit. Musti bebas. Ada yang diikat sama kopi, musti ada kopi. Ada yang diikat sama rokok. Ada yang diikat oleh kebencian. Orang itu sudah minta maaf, dia tetap benci. Tuhan saja ngampuni. Masa dia lebih hebat dari Tuhan? Tuhan aja ngampuni orang bersalah kenapa dia tidak mengampuni? Dia diikat oleh benci.

Roh Kudus ini saudaraku, melepaskan orang dari belenggu dosa. Hanya Tuhan yang bisa melepaskan, hanya Roh Kudus yang bisa melepaskan.

Yang kedua, Roh Kudus itu, kalau kita mempunyai Roh Kudus, Dia menyembuhkan membebat luka hati kita. Ada yang luka karena anaknya meninggal, ada yang luka hatinya karena keluarganya hidup tidak benar, dia menjadi luka hatinya karena disakiti oleh suami atau disakiti oleh istri. Dia luka hati. 

Saudara, kalau manusia melukai kita, tidak mungkin manusia lain menghibur kita. Itu kata-kata mutiara. Kalau saudara dilukai oleh manusia tidak mungkin manusia akan membebat luka saudara. Ngomong menghibur bisa. Turut berduka cita bisa. Tapi tidak ada satu manusia yang bisa membebat luka hati kita.

Saudara pernah disakiti, saudara pernah dilukai oleh seseorang? Saudara pernah luka batin, tidak bisa disembuhkan oleh manusia. Pendetapun tidak bisa sembuhkan  saudara - hanya Roh Kudus yang bisa membebat luka hati kita, yang bisa membebat dengan minyak dan anggur, itu luka kita, babak belur luka hati kita - Dialah yang membebat. Tuhan sanggup membebat. 

Roh Kudus itu seperti minyak, Dia seperti obat. Perjanjian Lama kitab Yesaya dia berkata: Dia seperti balsam dari Gilead, Dia menyembuhkan luka hati kita. Saya tahu di antara saudara banyak yang luka hati, luka oleh karena kesulitan hidup. Sore hari ini Roh Kudus bisa menyembuhkan luka hati saudara.

Yang ketiga, Roh Kudus menolong kelemahan kita. Roma   

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Siapa yang tidak lemah? Namanya juga manusia. Kalau manusia tidak pernah salah, itu malaikat. Atau manusia salah terus, dia setan. Tapi kalau saudara-saudara manusia ada benar sedikit ada salah sedikit ... itulah manusia.

Apa yang saudara tidak mampu, dengan Roh Kudus jadi mampu. Apa yang saudara katakan tidak mungkin, dengan Roh Kudus jadi mungkin. Nah, sekarang kenapa Roh Kudus itu berdoa melalui kita dengan bahasa yang kita tidak mengerti?

Ayat 27 berkata, Dia berdoa sesuai dengan kehendak Allah.

Kita berdoa belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Tapi Roh Kudus berdoa melalui kita selalu sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu sebabnya sudah jauh-jauh hari, kalau sudah doa di gereja di kebaktian, saya kalau berdoa langsung bahasa roh. Di perjalanan saya berbahasa roh. Di bedston saya berbahasa roh. Karena kita tidak tahu mau berdoa apa karena kita tidak punya bahan doa, karena kita tidak tahu bagaimana sebenarnya ayat 26, harus berdoa.

Sebenarnya bagaimana sih sembahyang itu? Kita tidak tahu. Tapi Roh Kudus yang tahu itu, Dia meminjam bibir mulut kita, Dia mendoakan. Dengar baik-baik. Kenapa kita tidak mengerti apa yang Dia katakan? Mungkin kalau kita sembahyang dalam bahasa Indonesia, kita cuma sembahyangnya segini, 10 persen tinggi. Oh Tuhan, tolonglah saya. Roh Kudus, Dia berdoa begini: Tuhan, berkati orang ini dengan berkat 100 kali ganda. Kita nggak tahu, Dia berdoa melalui mulut kita. Kita berdoa hanya 30 kali ganda, Roh Kudus berdoa untuk kita, memintakan untuk kita ... tingkatnya tinggi sekali. Memintakan untuk kita.

Kita minta pada Tuhan kita nggak berani banyak-banyak minta, kita minta kecil saja. Tapi Roh Kudus Dia memintakan sama Tuhan bagi kita dengan tingkat yang tinggi. Kata-kata saya saudara bisa ngerti kalau saudara penuh dengan Roh Kudus. Dia mau kasih 1 milyar sementara kita minta 100 juta. Dia mau kasih sama saudara 1 M sementara kita minta 10.000. Jauhnya itu begitu. 

Kita ini kaya wayang. Kalau dalangnya nggak mainin, kita diam, nggak bisa apa-apa. Dengar musik diam saja. Tapi begitu Roh Kudus cabut dari tempatnya, kita dimainkan sama Roh Kudus, itu wayang yang tidak bisa apa-apa dia jadi Gatotakaca, dia bisa terbang, bisa melawan Rahwana. Dalangnya main. Kalau Roh Kudus, Dalang kita mulai memenuhi kita, Dia bisa merubah.

Yang keempat, Roh Kudus itu membuka mata kita. Istri baik-baik, cantik,  nggak ada salah ... mau diceraikan. Itu matanya buta. Nggak puguh-puguh mau dicerai. Katanya kristen. Kan Tuhan membenci perceraian. Tuhan itu marah kalau ada orang bercerai. Kalau Roh Kudus memenuhi saudara, mata saudara bisa terbuka. Tuhan mau membuka mata rohani kita. 

Simson waktu melek dia buta. Waktu Simson buta, dia melek. Waktu Simson melek, sudah dibilang sama Tuhan: Jangan dekat-dekat pelacur. Dia sengaja cari pelacur. Sampai dia ketemu dengan Delilah. Itulah orang kalau sudah buta tidak diingat lagi, dicungkil matanya sama Delilah, sama orang Filistin. Akhirnya dia minta ampun dia bertobat: Tuhan, saya mau bertobat, coba kembalikan Tuhan kekuatanku, sekali saja. Lupa itu orang Filistin, rambutnya Samson tambah panjang. Lupa. Sudah panjang, kekuatannya balik lagi. Dibawa ke tiang penyangga. Dia merobohkan. Waktu dia buta, dia membunuh lebih banyak orang dari pada waktu dia masih hidup.

Apa Tuhan musti bikin buta dulu kita, baru kita mau bertobat? Apa Tuhan musti bikin kita pengkor dulu, baru kita mau bertobat? Apa Tuhan harus bikin kita sampai kita kapok dulu baru kita mau bertobat? Kenapa kita tidak bertobat waktu sekarang? Kita kembali kepada Tuhan: Tuhan, buka mata saya seperti Bartimeus. Yesus bilang: Apa yang kamu mau Aku perbuat? Bartimeus bilang, hanya satu - aku ingin melihat. Yesus nggak pegang, Yesus nggak jamah, nggak; Dia bilang: Imanmu sudah menyembuhkan engkau.    

Kalau Roh Kudus bekerja, mata kita dipakai baca alkitab. Melihat istri kita: Aduh permaisuriku, jelitaku, cantikku. Aduh, cakepku. Karena apa? Ada Roh Kudus. Saudara, kalau ada rencana bercerai, saudara tidak akan punya damai. Seumur hidup saudara tidak akan ada damai. Firman Allah ini pegangan kita. Jadi saya cuma ngomong apa yang di Firman Allah.

Sore hari ini, kalau saudara sudah penuh dengan Roh Kudus tidak usah maju. Tapi saya bicara kepada saudara-saudara, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemudi bahkan remaja yang belum pernuh dengan Roh Kudus dalam arti belum bicara dalam berbagai bahasa. Saudara ingin dibaptis, saudara ingin dipenuhkan dengan Roh kudus, saudara ingin dibebat, saudara ingin diurapi. Yohanes       

7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
7:39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Yang pertama syaratnya saudara dipenuhkan dengan Roh Kudus adalah saudara percaya. Dan saya yakin, saudara semua sudah percaya. Bahkan murid-murid di dalam Kisah Rasul juga ditanya, apakah kamu sudah penuh dengan Roh Kudus pada waktu kamu pecaya? Jadi sore hari ini saudara semua adalah orang percaya. Apalagi yang sudah dibaptis itu sudah percaya. Sekarang saudara, kita sudah percaya.

Yang kedua, kita harus haus, harus rindu dipenuhkan.     

Yang ketiga, datang kepada-Ku. Datang kepada Yesus. Yesus itu Pembaptis dengan Roh Kudus.

Yang keempat, lalu minum. Nah, ini yang susah. Dari haus, datang kepada Yesus, yang keempat minum. Ini yang minum yang saudara seringkali salah paham. Saya mau katakan dengan sederhana, minum adalah menerima dengan percaya Roh Kudus itu.

Kalau saya tanya kepada saudara, kapan saudara diselamatkan? Saudara akan menjawab, pada waktu saya menerima Tuhan Yesus, saya diselamatkan. Bagaimana caranya saudara percaya? Lupa. Tapi saudara dengan iman saudara percaya kepada Tuhan Yesus, saudara diselamatkan. Sama dengan demikian, waktu kapan saudara dipenuhkan dengan Roh Kudus, waktu saudara menerima Roh Kudus dengan percaya.

Tapi orang yang penuh dengan Roh Kudus itu ada tanda. Dan tanda itu tidak bisa diganggu gugat, tidak bisa dirubah, tidak bisa dibikin lain oleh manusia, yaitu dia akan berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Pada waktu saudara maju ke depan dan saudara menerima dengan percaya Roh Kudus itu, Firman Allah akan berkata, dari dalam saudara akan mengalir sungai-sungai air hidup. Yang dimaksudkan adalah Roh kudus. Minumnya sedikit tapi begitu masuk, dia jadi sungai. Mengalir. Nah, minumnya ini apa? Yaitu yang tadi, menerima dengan percaya Roh Kudus itu di dalam hati kita. Lalu mengalirnya? Nah, di sinilah, waktu mengalir dia memerlukan keluar, memerlukan mulut saudara. Sungai air hidup memerlukan mulut saudara. Saudara kalau tutup mulut tidak bisa penuh. Berbicara dalam bahasa roh. Biar sampai bedug subuh saudara, saudara tidak akan penuh dengan Roh Kudus karena saudara diam.

Mulut kita ini kaya kerannya ledeng. Di Salakopi sana ada tangki air yang begitu banyak. Kalau keran saudara buka, air itu mengalir. Kalau keran saudara tutup, tidak akan mengalir. Saudara tidak bisa mencuci, saudara tidak bisa memasak karena tidak ada air. Saudara bilang, saya perlu air. Buka kerannya! Ketika keran ada, saudara bisa masak nasi, saudara bisa mencuci, saudara bisa mandi.

Demikian dengan Roh Kudus. Di Surga sana ada tanki yang besar. Kuasanya luar biasa. Tapi kerannya ini. Kalau saudara sembahyang diam, angkat tangan tapi diam, nggak mau mencoba, nggak mau berkata dalam berbagai bahasa, ngomong nggak berani, saudara akan diam. Maka kaum muda seringkali gampang karena nggak banyak pikiran. Kalau orang tua ... 

Di Jakarta ada satu direktur, dia maju ke depan. Dia lihat di depan ada 3 karyawannya, nggak jadi dia maju. Mundur lagi. Malu sama karyawan, Tuh, Iblis itu pintar, dia bikin malu.

Tuhan, saya haus untuk minum Roh Kudus. Datang kepada-Ku lalu minum. Begitu saudara minum, dari dalam keluar melalui mulut kita. Aduh koko Yoyo, ngomong apa? Saya juga tidak tahu, saya tidak bisa ajarin. Nanti saudara ngomong keluar sendiri. Kaya anak kecil memang tidak bisa langsung lancar tapi ngomong. Bukan bahasa Indonesia. Satu mulut satu bahasa. Kalau saya ngomong bahasa Indonesia, nggak ada bahasa lain bisa ada di mulut saya.

Jadi kalau saudara nanti didoakan dan saudara mulai berdoa, jangan ngomong: Yesus tolong, penuhkan saya. Kan sudah berdoa tadi sudah penuh menerima dengan Roh Kudus. Sekarang saudara buka mulut dan berkata-kata dalam berbagai bahasa.

Saudara, kalau sudah penuh nanti rasakan nanti, manisnya itu Roh Kudus, baiknya itu Roh Kudus. Yang sudah penuh jangan maju. Yang ingin dipenuhkan, silahkan maju. Kita berdiri bersama-sama.    

-- o --   

Minggu, 18 Juni 2006

KUASA LIDAH

Mazmur

45:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih.                                                          45:2 Hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja; lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir.

Pemazmur berkata bahwa lidahku adalah seperti pena. Di dalam ayat yang ke 2 bagian A, hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja; lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir. Saudara-saudara, lidah saudara adalah pena yang menulis. Kita bisa hidup di dalam berkat Tuhan di hari depan - hari lewat sudah jangan dipikirin - dengan menulis sejarah hidup saudara dengan kata-kata saudara.

Lidah saudara adalah pena dan tintanya adalah firman Allah. Kalau kita tahu menulis sajak - Sajak dan sanjak itu beda. Sajak adalah sesuatu kata yang indah, yang disusun rapi. Semua nyanyian-nyanyian yang saya buat untuk saudara bukan untuk Tuhan itu penuh seperti sajak.

Andaikata semua laut adalah tinta, Andaikata cakrawala jadi kertas, Andaikata semua orang menjadi pujangga, menjadi penulis, Dan menulis  kasih Yesus Tuhanku, Air lautpun kan kering, Dan langitpun tak cukup memuat semua kisahnya, Utara ke selatan, Atau timur dan barat, Hanya secarik kertas yang terbatas. Itu sajak.

Kasih Yesus indah dalam hidupku, Menghiasi hati dan jiwaku. Itu sajak. Menuliskan kata-kata yang baik, menuliskan kata-kata indah. Sayang banyak orang kristen mulutnya mengatakan kata-kata yang tidak baik. Lidahnya mengatakan kata-kata yang bersungut-sungut kepada Tuhan. Penanya menuliskan hidupnya penuh dnegan kepahitan, penuh dengan kegetiran, penuh dengan hal yang negatif. Karena omongannya selalu omongan yang negatif.

Penanya menulis cerita yang tidak baik. Pena bisa dipakai untuk menulis sajak yang indah. Tapi pena bisa dipakai untuk menulis surat kaleng. Pena bisa untuk menulis hal-hal yang protes kita kepada Tuhan. Lidah kita bisa kita tulis, bisa kita pakai perkara-perkara yang najis. Tetapi pemazmur ini berkata, hatiku meluap dengan kata-kata indah. Apakah hidup kekristenan kita meluap dengan kata-kata indah?

Apakah doa kita meluap dengan kata-kata yang indah kepada Tuhan? Saya belajar banyak dari jemaat yang berdoa. Ada yang berdoa kehabisan bahan kata-kata. Dia hanya bisa berdoa pendek. Ada yang bisa berdoa panjang. Tetapi kesemua doa yang pendek dan panjang itu menceritakan kata-kata yang baik. Menceritakan hal-hal yang positif, yakin akan pertolongan Tuhan, yakin akan kemenangan daripada Tuhan.

Yang pertama kita akan lihat pena kita itu bisa menulis dalam hal apa? Yang pertama dalam hal maminta. Saudara, meminta adalah satu pekerjaan pujangga. Seorang yang meminta dengan kasar, dia tidak akan mendapat apa-apa. Tapi kalau orang itu menulis sajak permintaannya itu, menuliskan permohonannya kepada Tuhan. Kalau saya ulang tahun, saya suka senang ibu Sambas selalu menulis sajak untuk saya.

Demikian juga kalau kita meminta, sembahyang, minta perkara-perkara yang indah, minta perkara-perkara yang ajaib, minta perkara-perkara yang besar, minta perkara-perkara mujisat. Jangan bicarakan problem kita. Jangan bicarakan kesulitan kita. Isilah kertas hidup kita dengan pena lidah kita dengan tulisan-tulisan yang manis, dengan tulisan yang baik. Saudara, saya kasih ilustrasi.

Ada seorang raja yang sangat kaya. Dia naik kuda, bawa pedang, dan dia berjalan. Dia panggil satu orang. Dia tanya sama orang itu. Orang itu tahu ini raja. Dia berkata, apa yang kamu mau, minta daripadaku? Ini rakyat bilang, kalau boleh saya minta kuda tuan. Tidak boleh. Tidak. Lalu dia jalan lagi. Kemudian dia ketemu sama orang kedua. Apa yang kamu minta sebagai rakyat kepada raja?

Orang yang kedua bilang,  saya mau minta rumah, baginda. Tidak boleh. Lalu dia jalan lagi. Dia ketemu orang ketiga. Dan dia tanya orang ketiga. Apa yang kamu minta daripadaku? Dia bilang, saya minta semua yang baginda punya. Saya minta. Oke, kalau begitu aku berikan kepadamu. Patihnya berkata, ini baginda bagaimana? Yang minta kuda tidak dikasih. Yang minta rumah tidak dikasih. Tetapi ketika minta semua yang dimiliki oleh baginda dikasih.

Dia bilang, saya sudah bosan hanya memenuhi permintaan-permintaan kecil dari rakyat. Mereka hanya minta perkara-perkara yang sederhana. Mereka hanya minta makan. Mereka hanya minta minum. Mereka hanya minta pakaian. Mereka hanya minta urusan sehari-hari. Aku ingin orang yang mempunyai visi. Aku ingin ada orang yang berani meminta yang besar daripadaku.

Sore hari ini, apa yang saudara minta daripada Tuhan? Apa pena saudara menulis permohonan, minta apa sama Tuhan? Jangan hanya minta yang kecil-kecil. Jangan hanya minta yang sederhana. Jangan hanya minta yang saudara punya pikiran bisa terima. Tetapi minta perkara yang besar dari Tuhan. Minta perkara yang ajaib dari Tuhan. MInta hal yang besar karena Yesus yang kita sembah adalah Yesus yang penuh dengan berkat, penuh dengan kekayaan, penuh dengan kemuliaan. Minta yang besar daripada Yesus.

Seringkali kita terlalu kecil. Seringkali kita minta hal yang kecil sudah cukup. Kita minta roti yang sedikit, yang secukupnya. Minta yang besar daripada Tuhan. Tuhan berkata, itu gunung kalau kamu imani, itu gunung terangkat, tercampak ke dalam laut. Itu perkara yang besar. Jangan perkara yang kecil. Pemuda pemudi, anak remaja bercita-citalah hal yang besar. Bapa dan ibu bercita-citalah hal yang besar.

Siapa yang sedang dalam problem rumah tangga? Bicara kepada Tuhan yang besar, bahwa rumah tangga saya baik. Siapa ada problem dengan keuangan, tintanya surut tidak ada uang, susah? Minta kepada Tuhan yang besar. Haleluyah. Tuhan kita adalah Tuhan yang besar. Pakai pena kita untuk menuliskan permintaan yang besar, yang ajaib, yang tidak mungkin kita minta dari Tuhan. Dia pasti memberi kepada kita.

Saudara belum punya keberanian ini. Pena kita harus minta kata-kata yang besar. Minta  perkara yang besar. Minta perkara yang besar. Saya bilang, minta perkara yang besar. Dalam Yohanes pasalnya yang 16, di sana kita membaca apa teguran Yesus kepada murid-murid-Nya. Ayat ke-24,

16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Ada haleluyah? Dia tidak bilang minta apa. Yesus tidak bilang minta apa. Sampai sekarang kertasmu itu kosong, penamu tidak dipakai untuk menulis permintaan. Nggak pernah minta apa-apa. Kita jadi anak yang sulung. Tinggal di rumah bapa, nggak minta apa-apa. Salah sendiri. Minta. Minta. Bukan minta-minta. Tapi Tuhan bilang mintalah. Hati-hati. Jangan saudara minta dengan pena yang menulis hal yang tidak baik.

Minta perkara-perkara yang terlalu kecil. Minta yang besar, minta dari Tuhan. Saya ... iman saudara, minta yang besar.  Pena saudara-saudara menulis yang besar. Saya ingin saudara membuka kitab Ayub pasal 19. Kita akan membaca apa yang dikatakan oleh Ayub ketika dia menderita. Saya mau baca dari ayatnya yang ke-19,

19:19 Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku.
19:20 Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku.
19:21 Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku.
19:22 Mengapa kamu mengejar aku, seakan-akan Allah, dan tidak menjadi kenyang makan dagingku?
19:23 Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab,
19:24 terpahat dengan besi pengukir - Bahasa Inggris tidak ada besi pengukir. Pena besi - dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! - Apa yang dia tulis? Ini -
19:25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
19:26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah,
19:27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.
19:28 Kalau kamu berkata: Kami akan menuntut dia dan mendapatkan padanya sebab perkaranya!,
19:29 takutlah kepada pedang, karena kegeraman mendatangkan hukuman pedang, agar kamu tahu, bahwa ada pengadilan."

Dia tulis sedang dia tulang-tulangnya sudah keropos, kulit sudah membungkus tulangnya. Teman-temannya bukan menasehati, mengejek dia. Nasehatnya penuh dengan kata-kata yang kasar. Sampai dia bilang, kasihanilah aku, kasihanilah aku, karena aku ini sedang ditekan oleh Tuhan. Tetapi kata-kataku ini harus ditulis oleh pena besi. Waktu dia sedang hancur, waktu dia sedang tidak bisa berbuat apa-apa, tulisan penanya selalu baik.

Dia itu, Penebusku hidup. Ada haleluyah? Aku akan melihat Dia. Betapa rindunya aku - ini sajak yang luar biasa. -  Betapa rindunya aku kepada Tuhan. Saudara, doa Ayub ini, boleh saya katakan, puncaknya dari doa. Dia tidak berdoa tentang penderitaannya. Dia tidak berdoa tentang penganiayaan yang menyakitkan dia. Dia berdoa melihat kedepan. Ayat 25, aku tahu Penebusku hidup dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Bahasa Inggris, Dia akan berdiri di atas bumi.  Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah. Perhatikan ayat yang pertama, dia bilang, aku akan melihat Dia berdiri di atas bumi. Dia sudah lihat Yesus pada zamannya dia. Dia sudah lihat karena dia pakai kata Penebus. Penebusku hidup. Kita suka nyanyi, Yesus Penebusku, Ku tinggal tetap.

Ayub di zaman yang paling lama. Kitab Ayub adalah kitab yang paling tua. Dia sudah lihat Penebusnya hidup. Itu sebabnya dia pakai kata-kata yang baik tentang Penebusnya. Dia pakai kata-kata, walaupun dia sedang susah, tapi dia pakai kata-kata yang indah. Saudara-saudara, betapa pentingnya lidah kita. Saya mau balik, betapa pentingnya atau berbahayanya lidah kita. Lidah kita bisa membawa kita kepada berkat. Lidah kita bisa membawa kita kepada laknat.

Lidah kita bisa membawa kita kepada kemakmuran. Lidah kita bisa membuat kita miskin. Lidah kita bisa membuat kita menjadi penakut. Lidah kita bisa membuat kita menjadi pemberani. Lidah ini satu pena. Lidahku seperti pena dari orang sastrawan yang mahir, kata Mazmur tadi. Lidahku seperti pena yang menulis. Tuliskanlah sejarah hidup kita. Saya senang dengan itu lagu: Hitung berkatmu satu-satu, Bilang semua janganlah lupa, Hitung semua satu persatu, Maka kau lihat cintanya padaku.

Kalau kita cuma lihat problem terus, lalu ngomong kita bersungut, kita membuat dunia kita menjadi kelam. Kita membuat diri kita sendiri menjadi rapuh. Oleh karena  kata-kata kita menjadi media trend, menjadi pasaran sama seperti orang dunia. Orang dunia takut, kita juga takut. Orang dunia begini, kita juga begini. Pakai kata-kata saudara menjadi kata-kata yang positif. Amin?

Pakai kata-kata kita untuk menulis hal-hal yang baik. Bahkan satu orang penulis pernah berkata, latihlah dirimu menulis yang baik. Tulislah kata-kata yang baik. Bukan oleh kuat dan gagah, Aku diselamatkan, itu kata-kata sajak. Bagaikan rajawali, Ku akan terbang tinggi. Kita kan bukan rajawali, bagaikan rajawali, Aku akan terbang tinggi, Melintasi badai hidup.

Badai hidup itu ada, tapi kalau aku rajawali, aku terbang lebih tinggi dari badai. Amin, saudara-saudara? Aku lebih tinggi dari badai, itu tulisan, kata-kata. Mari kita pakai omongan kita yang baik. Marti kita pakai kata-kata kita. Orang Tionghoa kalau ketemu, ni hau? Baik. Hau ma? Baik. Apa kabar? Kabar baik? Baik. Kita punya yayasan, Yayasan Kabar Baik. Orang tidak melihat, tidak mengenal kita punya yayasan.

Kita harus memakai kata-kata kita untuk menuliskan hal-hal yang baik tentang yayasan. Memakai kata-kata kita untuk menuliskan hari depan kita. Saudara, saudaraku lagi berjalan di satu jalan yang seperti kertas putih. Tuhan bilang, kamu minta, apa saja yang kamu minta. Minta, apa yang saudara perlu untuk di dunia. Di surga kita nggak perlu minta lagi. Di dunia ini kita harus minta. Minta apa saja. Saudara perlu uang? Minta. Saudara perlu apa? Minta.

Minta dari Tuhan. Minta kepada Tuhan. Siapa yang malu mengaku Aku, Aku malu mengaku dia. Dulu saya pikir, saya malu mengaku Tuhan itu adalah kita nggak mau ngomong saya ini orang kristen. Saya kira begitu. Ternyata tidak. Malu meminta sesuatu dari Tuhan. Kita nggak berani minta sesuatu yang besar dari Tuhan. Kita malu, Tuhan juga malu. Dia tidak akan memberi yang besar kepada kita karena kita tidak minta yang besar.

Sama seperti raja. Minta kuda, dia nggak kasih. Minta rumah, dia nggak kasih. Minta kerajaannya, dia aksih. Aku ingin ada rakyat yang punya visi yang besar, visi yang hebat, yang luar biasa. Minta, saudara. Apa yang saudara perlu hari ini? Minta dari Tuhan, lebih dari apa yang saudara minta. Minta dari Tuhan. Kalau saya perlu seratus, saya tidak minta seratus. Saya minta seribu. Kalau saya perlu seribu, saya tidak minta seribu. Saya minta sejuta. Minta.

Tuhan kita Tuhan yang kaya. Dia tidak pernah kekurangan. haleluyah? Dia tidak pernah kekurangan. Pakai pena kita di dalam dunia. Yang kedua, kita harus memakai lidah kita untuk menjadi pena dalam hal doa. Doa dengan meminta juga sama. Tapi doa lebih tinggi sedikit. Karena doa adalah kunci dari segala sesuatu. Semua hal akan diatasi oleh doa. Dengar baik-baik kata-kata saya: Tuhan Yesus nggak pernah mengajar murid-murid-Nya untuk berkhotbah.

Tuhan Yesus tidak pernah mengajar murid-murid-Nya untuk berbuat ini, berbuat itu. Tapi Dia mengajar murid-murid-Nya untuk berdoa. Orang kaya bisa menyumbang, orang miskin tidak bisa menyumbang. Tetapi baik oang kaya maupun orang miskin, laki-laki atau perempuan, tua atau muda, bisa berdoa. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menjawab doa. Amin? Dia menjawab doa. Dia punya respon terhadap doa.

Orang kristen yang tidak berdoa, dia bukan orang kristen. Dia bukan orang kristen. Dia cuma duduk di gereja, tapi  dia tidak pernah berdoa, dia bukan orang kristen. Orang kristen tidak bisa jauh dari doa. Doa itu direspon oleh Tuhan Yesus. Doa itu hanya sejauh lutut. Begitu kita berlutut, doa. Gusdur pernah panggil saya, tetapi masih ada harus ini, harus itu. Janjian dulu, hari apa, tanggalnya, dimana kita bertemu? Berapa hari baru kita bisa ketemu. Presiden.

Tapi raja segala raja, tidak. Begitu saudara berlutut berdoa, saudara bisa ketemu dia. dan kalau saudara ketemu raja itu, apa yang saudara omong? Apa yang saudara katakan dengan pena saudara itu? Apa saudara minta yang biasa-biasa saja? Apa saudara minta yang luar biasa? Apa saudara minta yang sederhana? Apa  saudara minta yang ... ? Doa menjauhkan kita dari dosa. Dosa menjauhkan kita dari doa.

Dosa akan mempermalukan kita. Doa akan mempermulikan kita. Ada haleluyah? Kalau kita berdosa, dosa itu yang mempermalukan kita. Tuhan nggak bikin kita malu. Kita dipermalukan oleh kelakuan kita sendiri. Kenapa kita sampai berdosa? Karena kita tidak berdoa. Orang kristen yang tidak berdoa, iblis tidak usah berperang sama dia, dia hancur sendiri. Tetapi orang kristen yang berdoa, dia akan kokoh seperti pohon tumbuh di tepi sungai. Diairi, berdaun, dan berbuah banyak pada musimnya. Apa saja yang dia kerjakan berhasil.

Itu adalah kunci dari hidup kita. Hidup yang berhasil adalah hidup .... Mau berdagang sukses?  Mau supaya anak kita bertobat? Berdoa. Berbicara tentang hari depan kita, berdoa. Mau dapat kekuatan? Berdoa. Mau dapat keuntungan dalam bisnis? Berdoa. Mau ingin mempunyai teman hidup?  Berdoa. Apa saja yang kita perlu di dalam rohani kita, Yesus suruh kita berdoa.

Saya sangat senang dan kagum juga dan merasa berterima kasih sama Tuhan. Sebab doa bedstone hari sabtu sudah tiga per empat yang di bawa. Banyak sekali orang berdoa. Sebab sauadraku, gereja yang tidak berdoa, dia bukan gereja. Dia cuma klub sosial saja, pertemuan-pertemuan biasa. Itu sebabnya kita harus berdoa. Dan saya senang gereja kita, gereja saya ini, gereja jemaat kita ini, saya ingin jadikan jemaat yang berdoa.

Hanya jemaat yang berdoa Tuhan akan raibkan, Tuhan akan .... Jemaat yang tidak berdoa itu berkatnya lain. Dekatkan diri kita kepada Tuhan. Maka Aku, kata Tuhan, akan mendekatkan diri kepadamu. Tuhan itu merespon kita. Kita menjauh dari Tuhan, Dia juga jauh. Tapi kita mendekati Tuhan, Dia mendekati kita. Ada amin? Kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan. Tuhan mendekatkan diri kepada kita. 

Daniel, mau dihukum. Dia tidak boleh berdoa kecuali berdoa kepada dewa, menghormat raja. Daniel berdoa tiga kali satu hari, pagi, siang dan malam. Begitu dia pulang dari kerajaan, ditulis di alkitab, dia langsung ke kamarnya. Dia berdoa. Orang bisa ngarang macam-macam, tapi dia tetap berdoa. Dan karena doanya, dia dimasukkan di kandang singa. Tetapi karena doanya pulalah, singa tidak bisa makan dia.

Karena doanya pula, dia dibebaskan. Karena doanya pula seratus dua puluh menteri masuk menggantikan dia, dimakan, dirobek, dicabik-cabik oleh singa.  Betapa pentingnya pena, betapa pentingnya kata-kata. Dalam Markus pasal 11:24, dia berkata begini:

11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Saudara berdoa harus positif. Saudara berdoa jangan bilang apa bisa dapat apa nggak yah? Tuhan kita adalah Tuhan yang menjawab doa. Saudara susah berdoa? Berdoa. Kita berdoa saudara-saudara. Pena kita, kita pakai. seindah-indahnya kita pakai untuk kemuliaan nama Tuhan. Betapa indahnya, Kupandang Yesus, itu kata-kata doa, Meski percobaan amat berat, Hanya satu cahya, Dari Tuhan Yesus, Mengadakan untung, Sangat besar.

Jadi berdoa kepada Tuhan diakhiri dengan kata untung. Sebenarnya saya kurang setuju dengan lagu ini: Ku tahu ku tak mampu, Ku tahu ku dapat, Ku tahu ku tak bisa. Filipi 4:13, aku cakap, aku bisa menanggung segala segala sesuatu di dalam Kristus yang mengkuatkan aku. Ada amin? Jangan ngomong aku tidak mampu. Jangan ngomong aku tidak bisa. Kita mampu bersama dengan Kristus.

Pakai pena lidah kita dalam kata-kata kita kepada Tuhan. Ijinkanlah Roh Kudus memakai lidah kita memuji Dia. Beda, saudara memuji dengan kata-kata biasa. Dan memuji Tuhan dengan bahasa Roh Kudus. Bahasa Roh Kudus akan memuliakan Tuhan. Itu kata Yesus sendiri. Dia akan memuliakan Allah. Roh Kudus adalah satu pujangga yang besar. Dia menulis hal-hal yang baik buat saudara dan saya.

Silakan saudara menulis kata-kata dalam doa saudara. Di hadapan saudara terbentang satu kertas yang panjang berwarna putih. Saudara sudah punya pena, lidah. Pakai kata-kata dari sabda Tuhan untuk menghiasi jalan raya hidup kita. Sampai jalan raya itu penuh dengan kata-kata yang indah, penuh dengan hal-hal yang indah. Dalam Filipi  pasalnya yang ke 4:8,

4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

Lihatlah satu lingkaran ini. Apa yang saudara pikir, pasti saudara katakan. Apa yang saudara katakan, saudara akan percaya. Apa yang saudara percaya, itu akan ada tindakan. Apa tindakan kita, akan mendapatkan hasil yang benar. Hasil yang benar akan kita pikirkan kembali. Jadi terus berputar begitu. Apa yang kita pikir, kita kan katakan. Aapa yang kita katakan, itu kita percaya. Apa yang kita percaya, kita akan bertindak. Apa yang sudah kita bertindak, kita akan mendapat buah yang baik. Kalau sudah dapat buah, kita akan pikirkan kembali.

Saya ingin bicara sedikit hal yang tidak baik. Kalau pikiran saudara tidak baik, kata-kata saudara nggak baik. Kalau saya dengar ada orang ngomong yang nggak baik, ngomongnya negatif, ngomongnya susah terus, pikirannya  tidak baik. Kalau sudah kata-katanya tidak baik, imannya pun tidak baik. Kalau imannya tidak baik, tindakannya tidak baik, tidak benar. Kalau tindakannya tidak benar, buahnyapun tidak baik. Karena buah tidak baik, pikirannya tidak baik.

Terus berputar. Betapa bahayanya kalau kita punya pikiran tidak baik. Tetapi kalau kita punya ... baik, pikiran kita baik, yang manis, yang sedap didengar, baik. Kita katakan. Kita pasti yang kita pikirkan pasti kita akan dapat. Selalu berputar. Selalu berputar. Selalu berputar. Sebagai ayat terakhir, kita membuka surat Yakobus. Yakobus pasalnya yang ke 3:1,

3:1. Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Kenapa kepala kita itu terdiri dari tujuh. Ada tiga pasang, dua-dua. Kuping, dua. Lubang mata, dua. Lubang hidung, dua. Tapi mulut cuma satu. Karena baru satu lidah saja, seluruh tubuh kita bisa hancur oleh kata-kata. Oleh karean perkataan kita sendirilah yang merusak tubuh kita. Yang merusak rohani kita. Mulai malam hari ini, jadilah pujangga yang baik. Jadilah penulis sajak yang baik dalam doa, dalam permintaan.

Katakan kepada Tuhan dengan kata-kata yang baik. Jadilah peminta doa yang meminta sesuatu yang besar, yang agung dari Tuhan. Jangan yang ... Minta, imani. Dan iman itu tidak di dalam hati. Iman itu dia ngomong, dia berkata. Demikian juga orang yang penuh Roh Kudus. Tidak bisa dalam hati, dia musti ngomong. Dan bukan bahasa Indonesia. Menyembahnya itu dengan bahasa yang baru, bahasa yang lain. Dia harus bicara.

Demikian pula dengan permintaan kita kepada Tuhan. Mulut kita adalah pena. Sekali lagi, mulut kita adalah pena. Untuk mengingatkan, kita kembali kepada Mazmur 45. Dan kita akan lihat sekali lagi apa yang dikatakan firman Tuhan disana. Mazmur 45:2,

45-2 Hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja - Saudara, Yesus kita, Tuhan kita itu adalah raja. Dia memiliki segala sesuatu. Dia tidak mau saudara cuma minta kuda. Dia tidak mau saudara cuma minta rumah. Dia ingin memberi semua kerajaan surga kepada saudara. Asal saudara meminta sesuatu dengan positif;

Lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir. Berbicara tentang jurutulis, bahasa Inggris bukan jurtulis tapi  penulis yang siap menulis. Nggak mikir dulu, nulis apa yah? Apa yang kita mau tulis. Nggak. Dia sudah siap menulis. Ini yang saya mau minta. Ini yang mau saya minta. Hai Salomo, apa yang mau kamu minta? Saya minta akal budi. Hai Bartimeus, apa kamu minta? Saya minta ingin melihat. Sudah siap dia minta apa.

Demikian tuhan yang kita sembah, Dia nunggu lama, apa yang kamu mau minta daripada-Ku? Saudara sibuk. Apa yah? Apa yang mau aku minta yah? Minta yang besar dari Tuhan kita yang besar. Dia akan memberikan yang besar kepada saudara. Pada sore hari ini saya ingin mengijinkan saudara berdoa. Minta yah. Apa yang saudara mau minta dengan suara yang keras. Kita minta kepada Tuhan, apa yang saudara mau. Saya berdoa, saudara juga berdoa. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 25 Juni 2006

HATI BAPA

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka Alkitab kita dalam injil Matius

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 

Mari kita lihat dua kata pertama dari doa itu, yaitu Bapa Kami. Banyak orang memberi nama doa ini adalah doa Tuhan Yesus. Diberi judul oleh orang-orang Amerika disebut The Lord's Prayer, doanya Tuhan Yesus. Sebenarnya ini bukan doa Tuhan Yesus karena tidak mungkin Yesus berkata: Ampunilah kami, ampunilah dosaku. Karena Yesus disebut suci, tidak ada salah, tidak ada dosanya. Tidak mungkin Dia minta ampun kepada Bapa.

Jadi ini bukan doa dari Yesus tapi doa yang diajarkan Yesus untuk kita semua berdoa. Sore hari ini saya tergerak untuk berbicara dari dua kata yang pertama, yaitu Bapa kami. Bapa kami dengan kata lain Bapa kami - kita menjadi satu keluarga besar. Karena ini Bapa bukan Bapa saya tetapi Bapa kita semua.

Ketika saudara mengatakan Bapa kami, maka terbukalah pintu surga dan jawaban-jawaban yang saudara perlukan itu akan datang kepada saudara kalau saudara mau berdoa Bapa kami. Jadi saudara tidak sendirian. Saudara masih punya Bapa. Dia disebut Bapa yang kekal. Itu sebabnya kita semua berdoa Bapa kami.  

Kalau saudara berhubungan dengan Bapa kami, tidak ada yang bisa menandingi kecepatan dari doa Bapa kami. Walaupun saudara dengan handphone luar biasa cepatnya 24 jam penuh full dengan semua informasi, tidak bisa melawan kecepatan doa Bapa kami. Begitu saudara berlutut melipatkan lutut dan tutup mata lalu berkata Bapa kami ... langsung hubungan dunia dengan surga, kerajaan yang fana dengan kerajaan yang kekal, permasalahan kita dengan jawaban itu dihubungkan.

Itu sebabnya ketika saudara berkata, Bapa kami, itu langsung kontak hati batin saudara langsung kepada Tuhan Yesus. Pada waktu saudara mengatakan Bapa kami, sumber berkat, sumber jawaban dari doa saudara sudah disiapkan. Ketika saudara berkata Bapa kami, apapun yang kita mohon, apapun yang kita minta, itu mulai mempunyai jalan keluar, mempunyai saluran keluar, yaitu ke atas ke dalam hatinya Tuhan. Itu sebabnya doa Bapa kami ini sangat penting. Saudara dan saya punya Bapa, dan disebutnya Bapa yang kekal. Ayah bisa meninggal, keluarga bisa meninggal tapi Bapa ini Dia menjadi Bapa yang kekal. Kita buka dulu dalam Yesaya

9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Saudara, salah satu dari 5 nama Yesus - kita kembali pada Matius 6, Dia adalah Bapa yang kekal. Sebelum saudara lahir, Dia sudah jadi Bapa. Waktu kita nanti mati, Dia tetap Bapa. Dari dunia sampai di surga, Dia tetap Bapa. Bapa kita di surga dengan kita berhubungan ketika kita berkata Bapa kami. Maka Bapa itu mempunyai satu hotline, itu adalah suatu line yang khusus, kapan saja saudara bisa angkat dan berkata Bapa kami. Itu maksudnya doa ketika saudara berkata dalam doa. Baru berlutut dan saudara bilang Bapa kami, itu sudah nyambung. Kerinduan saudara, keinginan saudara, apa yang saudara pikirkan, beritahu kepada Bapa saudara di surga. Dia sangat setia dan akan memberkati kepada kita apa yang kita perlukan. Kita buka Roma  

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Dalam ayat ini dikatakan saudara dan saya dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Elohim. Setiap saudara yang sudah penuh dengan Roh Kudus - waktu kemarin kita berdoa pada hari pantekosta, banyak orang dipenuhkan Roh Kudus - saat itulah saudara disebut anak-anak Tuhan, anak-anak Elohim, ada haleluyah saudara? Dan saat itulah saudara punya hak untuk berkata kepada Tuhan: Abba ya Bapa! Dengan saudara berkata kepada Tuhan, Abba ya Bapa atau Bapa kami tadi, maka itu berarti saudara mempunyai hak untuk mendapat warisan.

Saya mau bicara sebentar tentang warisan. Saudara akan mendapat warisan. Ayat 17, kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang yang berhak menerima janji-janji Allah yang akan menerimanya bersama dengan Kristus. Kristus sudah jadi lewat. Kristus itu 2.000 tahun yang lalu sudah selesai. Tetapi Roh Kristusnya, Roh Kudusnya itu bersama dengan kita. Maka kita menjadi ahli waris. Ahli waris, saudara, kalau jatuh sama kita, nggak bisa diganti sama orang lain. Kalau sudah jatuh sama kita, umpamanya Yakub mengambil hak kesulungan dari Esau, Esau minta nggak bisa karena sudah diberi sama Yakub.

Jadi kalau kita ahli waris, kita harus bersuka cita karena kita ahli waris nggak akan jatuh ke tangan orang, tidak akan jatuh ke kepala orang lain. Itu sebabnya saya seperti setengah memaksa saudara harus penuh dengan Roh Kudus karena orang yang penuh dengan Roh Kudus menjadi ahli waris, dia menjadi pewaris dari kekayaan yang Tuhan Yesus miliki, melalui Kristus itu.

Saya bicara ini warisan di dunia tetapi saya ingin bicara sebentar saja saudara buka I Petrus  

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

Bayangkan ini. Bapa kita yang kita doa itu di dunia Dia memberi warisan tetapi ada ekstra bonus di surga ada berkat ada sesuatu berkat yang belum kita tahu apa, tersimpan tidak akan rusak tidak akan cemar tidak dapat binasa tidak dapat layu artinya segar terus ... yang tersimpan bagi kamu di surga.

Orang yang meninggal di dalam Tuhan dia tidak meninggal langsung habis ceritanya, tidak. Ceritanya bersambung di dalam Kerajaan Surga. Jangan menangis ketika keluarga kita meninggal dunia. Secara dunia kita sakit secara dunia kita susah tetapi dia tidak mati langsung habis perkara. Hidupnya terus, diteruskan di dalam dunia yang kekal. Orang yang percaya kepada Yesus yang menjadi ahli waris di dunia, dia mendapatkan di surga sesuatu yang baru yang tidak kasih tahu apa. Petrus bilang, tersimpan bagi kamu di surga.

Kita menikmati banyak berkat-berkat rohani yang Tuhan sediakan yang tidak layu yang tidak binasa yang tidak bisa cemar yang di dalam surga. Ayat berikutnya
1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Sekarang kita dipelihara di dalam kekuatan Elohim, Bapa kita.

1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api - sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Dalam Roma 8 tadi, Sang Abba ya Bapa itu Dia mengizinkan kita kena percobaan supaya nanti waktu di kemuliaan kita ikut mulia. Jadi Tuhan mau emas yang masuk surga itu emas yang murni. Emas yang murni harus lewat api, harus dibakar oleh api. Ketika dibakar oleh api murni, maka saat itulah Tuhan melihat kemurnian iman kita seperti emas yang teruji dengan api, kita masuk dalam surga.

Jadi waktu sekarang kita di dunia mengalami kesulitan, mengalami problem, mengalami persoalan - ingat Doa Bapa kami, kita tetap punya hotline, kita punya hubungan yang langsung kepada Bapa kita. Kalau kita salah kita mohon ampun dosa, kalau kita ada dosa kita datang kepada Tuhan sucikan dosa saya, minta ampun dan bertobat dengan sungguh - maka pintu akan terbuka kembali bagi kita. Sebagai Bapa kita, Dia mempersilahkan kita meminta apapun juga dari Dia sambil Dia berkata, ada berkat di dalam surga, ada berkat yang tidak akan rusak.

Saya yakin ayat ini sebab Yesuspun ngomong, Yesuspun bicara dalam injil Matius     

6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Berarti memang ada harta yang disimpan di surga. Ada celengan kita setiap perbuatan baik kita itu diceleng, ditaruh di celengan surga. Setiap apapun doa kita permohonan kita itu ditaruh di surga. Nah, kalau kita kembali sebagai ayat yang terakhir, kita membaca Galatia

4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Dia, Bapa kita memberikan warisannya kepada saudara. Saya sangat sedih kalau melihat orang kristen itu seperti putus asa, seperti tidak ada harapan, seperti tidak tahu apa yang dia musti perbuat. Padahal kita punya Bapa ini disebut Abba ya Bapa - itu Pemilik segala semesta, Pemilik langit dan bumi serta isinya, itu milik Dia. Kenapa kita jadi kecewa, kenapa kita jadi bimbang dan bingung tidak tahu harus berbuat apa. Kita bimbang dan bingung. Kalau ada dosa di hati kita, kesalahan di hati kita kita akan bingung. Wajah kita tidak akan ada cahaya, kita akan muram karena ada salah, karena ada dosa. Tetapi kalau kita sudah minta ampun dosa maka hotline itu akan tersambung kembali.

Saudara ingat anak terhilang? Anak terhilang yang jadi peran utama bukan si bungsu bukan juga yang sulung tapi bapanya. Bapanya itu yang jadi peran utama. Tiap hari ketika anaknya pergi, bapanya melihat di depan pintu menunggu, melihat apakah anakku sudah datang? Setiap hari. Sementara anaknya sedang berdosa: Foya-foya, makan minum, main perempuan. Sampai satu kali dia bangkrut miskin tidak punya apa-apa sampai kerja di peternakan babi,

Saudara, babi itu binatang yang haram bagi orang Yahudi. Tapi sampai orang Yahudi piara babi itu sesuatu yang luar biasa. Orang sampai berani piara yang haram yang nggak boleh kata Taurat tapi dia piara. Karena zaman kelaparan. Karena kasih makan babi ... itu saudara, makan apa saja dia makan. Saya punya teman dia lihat di Sumatera ada ular baru makan ayam. Dibunuh itu ular, diblek perut ular itu, keluarkan ayamnya. Ayam ini sudah jadi bangkai dikasih sama babi, babi makan. Babi itu binatang yang jorok.

Tetapi ketika anak yang terhilang ini mau makan makanan babi, ampas makanan babi, tidak boleh! Karena dalam zaman kelaparan lebih untung kasih makan babi; babi gemuk bisa dipotong. Jadi dalam masa kelaparan, orang lebih senang kasih makan babi.

Ini anak jendral, anak presiden, anak raja, anak Abba ya Bapa jatuh turun sampai berapa ratus derajat menjadi kere menjadi peminta-minta, menjadi orang yang miskin. Tapi itu tidak merubah hatinya Bapa. Dia tetap Bapa dari si kere ini, amin saudara?

Dia kere bukan karena bapanya tidak kaya, dia kere karena dia jauh dari Bapanya. Dia tinggalkan bapanya, dia taruh belakang sama bapanya. Dia tidak mau lihat bapanya, dia melihat dirinya - berfoya-foya dengan dosa dan dunia. Dia melarat bukan salah bapa.

Tetapi satu kali dia sadar dan dia ngomong sendiri: Aku sudah berdosa kepada Tuhan, kepada surga dan kepada Bapa. Aku mau kembali. Maka kembalilah anak terhilang ini. Bapa dia sedang menanti anak ini. Ketika sang anak tiba dari jauh, dia kenal anak ini. Walaupun sudah compang-camping, badannya kurus, pakaiannya sudah tidak karuan. Dia berlari sama anaknya dan dia peluk. Lihat Bapa kami. Dia peluk anaknya. Anaknya ngomong sendiri: Tidak usah saya jadi anak, jadikan saya jongos ... jadikan saya hamba. Sudah cukup buat saya. Saya berdosa sama papa, saya berdosa sama surga, saya penuh dengan dosa. Jangan jadikan saya anak.

Saudara, bapa ini tidak jawab. Dia ngomong sama hambanya: Ambilkan jubah yang terbaik. Itu yang saya maksud. Masih ada harta di surga, haleluyah? Tadi dikatakan oleh Petrus, masih ada harta di surga. Ambilkan jubah yang baik, pakaikan kepada anak ini. Ambil sepatu yang baik. Dia tahu ukurannya. Bapanya sudah bikin. Karena hamba tidak boleh pakai sepatu. Anak boleh pakai sepatu. Jadi dia anggap anaknya ini harus kembali; kamu jadi anakku. Bukan hamba. Anaknya bilang, jadikan saya hamba. Tidak, kamu harus jadi anakku. Ambil cincin, pasangkan di jarinya. Ambil anak lembu yang tambun, kita berpesta sekarang karena anakku yang hilang sudah ketemu, anakku yang mati sudah hidup kembali. Itu hati dari Bapa kita, saudara.

Saya tidak tahu saudara sudah berapa jauh dari Tuhan Yesus. 3 meterkah, 30 meterkah, atau 3 kilometerkah? Tapi malam hari ini, Bapa yang sama memanggil saudara untuk pulang kembali kedalam pelukannya Tuhan untuk kembali kepada kebaikannya Tuhan. Saudara, tinggalkan dosamu tinggalkan kelemahanmu tinggalkan kesalahanmu. Datang kepada Bapa kita di surga. Dan Bapa kita di surga ada di tengah-tengah kita pada malam hari ini. Dia ingin memberikan sesuatu yang tidak terpikir oleh si anak; dia tidak terpikir akan dapat jubah, tidak terpikir dia akan dapat sepatu, tidak terpikir dia dia dikasih cincin, tidak terpikir dia akan mendapatkan pesta. Itu yang Petrus katakan, ada berkat, ada harta tersimpan bagimu di surga.

Saudara, apakah harta ini kita tidak mau terima? Jangan menjauhkan diri kita dari kasih Bapa. Apa salah Bapa sehingga saudara meninggalkan Dia. Bapa menunggu saudara kembali. Siapapun saudara, apapun yang saudara sedang alami, Bapa kita itu yang menarik saudara untuk datang kembali kepada Dia. Maleakhi     

3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya - Kalau kita anaknya, Dia ini siapa saudara? Bapa! - yang melayani dia.

3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Ada buku yang besar yang Tuhan siapkan di hadapan Dia, menulis apa yang Dia siapkan untuk orang yang takut akan Tuhan dan menghormati pada-Nya.

Saudara kebaktian. Ada yang tidak kebaktian. Nanti Tuhan akan bedakan. Orang yang berbakti terus sama Tuhan sama orang yang jarang berbakti, nanti ada bedanya. Kamu akan melihat bedanya. Kalau orang meninggalkan aku, dia akan menderita dia akan melarat. Tapi begitu dia kembali kepada-Ku, Aku akan mengasihani dia. Aku masih punya kasih kok. Aku akan mengasihi menyayangi dia seperti bapa kepada anak. 

Mungkin kita lalai kepada Tuhan sampai ada orang lain yang berdiri antara kita dengan Tuhan. Pada sore hari ini serahkan itu kepada Tuhan, minta ampun sama Tuhan, minta belas kasihan sama Tuhan dan saya yakin Tuhan yang saya sembah dan saudara sembah adalah Tuhan yang mengampuni. Dia adalah Tuhan dari pengampunan, yang siap mengampuni saudara. Mari pelayan perjamuan kudus maju ke depan.    

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________