Khotbah Minggu Sore Mei - Juni 2005

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 01 Mei 2005

MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS                 

Selamat sore, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mazmur    

37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.

Bahasa Inggris, the steps of a good man are ordered by the Lord, and He deligths in his way, langkah-langkah dari seorang yang baik itu diatur oleh Tuhan, dan Dia - Tuhan - menyenangi di dalam jalan-jalannya. Langkah-langkah dari seorang yang baik itu diatur oleh Tuhan, dan Dia menyenangi segala jalan-jalannya.

Salah satu yang dihantam iblis di dalam diri kita, yaitu pikiran kita. Kalau kita membaca di dalam alkitab, pikiran itu juga termasuk hati. Hati dan pikiran itu adalah sama dalam bahasa alkitab. Karena yang dibilang hati itu bukan jantung. Dikatakan, manusia itu punya hati, dia ada hati, ada jantung. Tapi yang dimaksud hati di dalam firman Tuhan adalah pikiran dan pikiran itu juga bicara dari hati. Dalam Markus pasal yang ke-2, di sana kita membaca apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus. Markus

2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?

Kita biasa tahu berpikir itu pakai otak. Tetapi Yesus katakan, kenapa engkau berpikir seperti itu dalam hatimu? Jadi hati dan pikiran itu terkait satu dengan yang lain. Orang yang kuatir, kuatir, bimbang, kuatir, pikirannya kalut, pikirannya kecewa, itu kebanyakan kena penyakit jantung. Kena penyakit yang ada hubungannya dengan hati. Dan itu sebabnya orang yang sakit hati, orang yang dendam, orang yang marah, itu bisa kena pikiran. Jadi pikiran dengan hati di dalam alkitab itu sama, apa yang dimaksud Tuhan.

Nah, dikatakan kembali kepada Mazmur 37, langkah-langkah dari orang yang baik itu diatur oleh Tuhan. Nyanyian keroncong berkata Tiap langkahku diatur oleh Tuhan. Saudara percaya langkah saudara diatur oleh Tuhan?

Kita bisa pakai kemauan kita, kita bisa melangkah apa yang kita mau. Bisa seperti Nabi Yunus. Tuhan suruh ke utara, kita ke selatan. Bisa. Tetapi akhir-akhirnya rusak. Akhir-akhirnya kita akan mengalami kegagalan. Tetapi kalau kita menyerahkan langkah-langkah kita diatur oleh Tuhan, maka saya yakin, segala pikiran-pikiran itupun semua akan ditolong oleh Tuhan. Tadi paduan suara berkata Damai-Nya Tuhan sediakan. Sudah disediakan damai itu. Segala hal sudah disediakan oleh Tuhan. Seringkali kita tidak mengalami damai, karena hati kita, karena pikiran kita kalut. Pikiran kita, kita izinkan, saudara-saudaraku, diganggu oleh dunia, diganggu oleh problem, oleh persoalan.

Bapa Husni dulu pernah cerita sama saya, dan itu dibenarkan oleh satu teman saya, seorang hamba Tuhan. Bahwa di RRC dulu, di Tiongkok dulu, untuk menghukum mati seseorang, tidak hanya dengan dipenggal kepalanya, tidak hanya dihukum pancung. Tetapi ada satu macam, saudara-saudara, cara membunuh yang sangat kejam, yaitu orang itu digunduli kepalanya lalu didudukkan di bawah satu tong air. Orang itu ketawa dalam hatinya, ini mah enak dah nggak apa-apa. Kepalanya ditahan, diikat. Lalu pas ubun-ubunnya itu ditetesi setetes demi setetes air. Tes, ... tes, ... tes, gitu saja. Sauadra pernah lihat satu batu di pencuran? Batu itu keras. Kadang-kadang di tempat di mana jatuh itu air ke atas batu, itu batu leugok, ke bawah. Bukan pakai palu, tapi pakai air.

Satu menit, dua menit, lima menit, nggak apa-apa. Setelah seperempat jam, dia merasa seperti ada satu palu godam. Dia menjerit-jerit minta diberhentikan. Minta langsung dibunuh saja. Nggak tahan disiksa.

Kita dijatuhkan oleh iblis bukan dengan soal besar. Dihantam dengan soal-soal kecil, soal sehari-hari yang netes di kepala kita. Mula-mula kita nggak anggap, itu soal kecil. Tapi kalau saudara izinkan terus, saudara ingat terus, itu pikiran yang tidak baik itu - pikiran kekuatiran, pikiran kebimbangan ... saudara-saudara akan kacau, dan akhirnya langkah kita tidak mengikuti lagi langkahnya Yesus. Jalan kita tidak sesuai lagi dengan jalannya Tuhan. Memang Tuhan pernah berkata, seperti langit dan bumi ... jalan-Ku memang bukan jalanmu. Dan betapa indahnya kalau kita bisa mengikuti jalan Tuhan.

Nah, banyak bapa dan ibu dihantam oleh problem, bukan yang besar, hanya oleh yang kecil. Menetes, sedikit-sedikit. Nah, orang Amerika pernah berkata, bahwa aku tidak bisa melarang burung terbang di atas kepalaku. Tapi aku bisa melarang burung kalau dia mau bersarang di kepalaku. Kalau burung terbang, siapa bisa larang? Tapi kalau burung itu sudah ngikutin kita dan dia mau terus mau bertengger di kepala kita, kita bisa usir. Begitu juga dengan pikiran. Pikiran jahat, pikiran dosa, pikiran najis itu berterbangan di atas kita. Siapa yang bisa larang? Tetapi yang kita bisa larang, kalau dia sudah mulai hinggap di kepala kita. Kalau dia sudah hinggap di atas pikiran kita, terganggulah pikiran kita.

Kalau pikiran kita sudah terganggu, hati kita, Yesus bilang tadi, hati kita akan terganggu. Orang kalau hatinya terganggu, itu kaya mobil, stirnya itu terganggu. Dibelokkan ke kiri, dia maunya ke kanan. Dibelokkan ke kiri, dia maunya ke kanan. Dan kalau stir sudah terganggu, mobil susah dibawa ke jalan yang benar. Dibawa ke kanan, dia ke kiri lagi.

Pikiran, stir manusia itu ada di pikiran. Itu sebabnya, kita harus minta doa kepada Tuhan. Tolonglah Tuhan, jaga pikiranku, jagalah hatiku. Sehingga, saudara-saudara, hati dan pikiran kita bisa membawa langkah kita sesuai kehendak dari pada Tuhan. Pikiran menentukan langkah. Bukan langkah menentukan pikiran. Pikiran menentukan langkah. Kenapa pagi-pagi ibu-ibu ke pasar? Karena pikirannya sudah bilang, harus belanja dan masak.

Kemana saja kita pergi, ke alamat apa saja kita pergi, itu mulainya di pikiran. Di sinilah, di pikiranlah, peperangan itu - antara yang baik dan yang jahat, antara dosa dengan perbuatan yang baik, itu di pikiran. Antara surga dan neraka itu di pikiran. Antara malaikat dan iblis berperang itu di pikiran. Dan kalau saudara di pikiran saudara menang, menang di segala usaha, pekerjaan saudara. Kalau di pikiran saudara kalah, kalah. Kalah segala-galanya.

Saya mempunyai dalil dan saya ajarkan di sekolah alkitab. Saya suka gambar dengan lingkaran. Kalau ini lingkaran pertama adalah pikiran. Kalau pikiran kita baik, maka kata-kata kita akan baik. Kalau kata-kata kita baik, maka iman kita akan baik. Kalau iman kita baik, maka tindakan kita akan baik.

Dan kalau tindakan kita baik, hasilnya akan baik. Dan kalau hasilnya baik, kita akan memikirkan yang baik. Kalau kita memikirkan yang baik, kata-kata kitapun akan baik. Kalau kata-kata kita baik, iman kita akan baik. Kalau iman kita baik, tindakan kita akan baik. Dan kalau tindakan kita baik, hasilnya pun akan baik. Terus berputar begitu.

Sebaliknya, kalau pikiran kita tidak baik maka kata-kata kita tidak baik. Kalau kata-kata kita tidak baik, iman pun tidak baik, artinya negatif. Kalau iman kita sudah salah, tindakan yang kita ambilpun salah. Dan kalau tindakan itu salah, maka buahnya pun salah. Ada banyak, kata firman Allah, ada banyak jalan yang kelihatannya benar tetapi ujung-ujungnya kepada maut.

Dan banyak orang suka memilih jalan yang kelihatannya betul tetapi ujungnya kepada maut, kepada kematian. Itu sebabnya betapa berbahayanya, tetapi betapa untungnya kalau pikiran kita, kita gunakan dengan baik, kalau pikiran kita, kita pakai dengan baik. Kalau kita pikirkan hal-hal yang baik, maka itulah yang akan terjadi dengan kita.

Nah, mari kita akan membaca Filipi 4. Di dalam Filipi pasal yang ke-4, saudara-saudara, kita akan melihat apa yang ditemukan oleh Rasul Paulus, pada ayatnya yang ke-8,

4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Saya yakin firman Allah tidak pernah keliru, tidak pernah salah. Dia sudah tahu apa yang akan menghancurkan kita. Dia sudah tahu apa yang akan menolong kita. Kalau di dalam bahasa Inggris dikatakan, whatever  thinks are true, apa saja perkara-perkara yang baik, whatever thinks are noble, apa saja yang hormat, yang mulia, whatever think are just, semua yang adil, whatever thinks are pure, yang murni, yang suci, whatever thinks are lovely, semua yang indah, whatever think are of good report, semua yang sedap didengar - good report, sedap didengar mestinya laporan-laporan yang baik -  if there is any virtue, dan apa yang disebut kebajikan, if there is anything praiseworthy, segala yang berharga untuk dipuji, meditate on this thing, renungkanlah, meditasi, renungkanlah hal-hal itu.

Nampaknya kita seringkali memberikan telinga kita kepada hal-hal yang sampah-sampah. Mulut kita, mata kita, kita pilih yang sampah-sampah. Itu sebabnya tidak heran kita punya kehidupan seperti sampah. Tidak beraturan. Di sana kadang-kadang ada Coca-cola kalengnya, bercampur dengan botol, bercampur dengan sendal jepit, bercampur dengan kantong plastik, bercampur dengan bekas petikan cabe, bercampur dengan terasi, bercampur dengan orang yang makan tidak habis. Itu sampah. Itulah yang membuat pikiran kita kacau, karena sampah ada di pikiran kita. Tapi kalau saudara mulai memikirkan meditasi, hal-hal yang baik, merenungkan perkara-perkara yang baik. Kalau dengar cerita-cerita yang buruk, kita tolak.

Tapi saudara dengar yang baik. Mulai menilai orang baiknya. Kalau kita nilai orang yang jeleknya saja, aduh, katanya Daud sama Tuhan, siapa yang bisa sanggup berdiri di hadapan Tuhan? Semua yang jeleknya, Tuhan korek-korek, kita nggak bisa selamat. Sebab semua kita begitu lahir saja sudah jelek. Itu sebabnya begitu kita lahir, sudah siap untuk mati nanti. Awal kematian itu waktu dilahirkan. Kalau kita nggak dilahirkan, kita nggak akan mati. Tapi kita nggak hidup. Tapi kalau kita mau dilahirkan lalu hidup, kita akan mati.

Saudara, manusia itu sudah jelek, sudah turunan dosa, dan badan kita saja belum mati sudah pada bau. Belum mati. Kenapa saudaraku, kita harus sikat gigi begitu bangun? Karena berbau busuk, mulut kita berbau busuk. Belum mati, mulut kita berbau busuk. Kenapa kita sudah mati mesti diformalin? Supaya nggak bau busuk, supaya bisa tahan. Seminggu sudah nggak tahan, dikubur. Kenapa dikubur? Karena bau. Apapun sudah busuk. Kita dikubur, saudara, kita dikubur. Ayo, kalau kita sudah berbau busuk, kenapa Tuhan cinta kita? Kenapa kita masih tetap mau sampah? Banyak pertanyaan yang kita tidak bisa jawab. Kalau ada yang bisa jawab, saudara-saudara, tidak perlu Tuhan bikin surga dan neraka.

Kenapa kita nggak cari Tuhan? Karena Tuhan yang menolong kita. Tuhanlah terminal terakhir, pelarian kita. Kenapa banyak orang coba dulu sana, coba dulu sini, coba sana, sudah benjol, baru cari Tuhan. Mayoritas orang cari Tuhan itu lagi kepepet. Kalau kepepet, dia cari Tuhan. Kalau lagi ada susah, dia baru cari pendeta.

Dan ini tidak bisa disalahkan, memang manusia sifatnya begitu. Kalau sudah kepepet, baru cari Tuhan. Kalau dokter sudah angkat tangan, baru dia datang ke gereja. Kalau dokter sudah nggak bisa bilang apa-apa, baru dia cari hamba Tuhan, baru dia telepon pendeta, baru dia ke gereja. Manusia cari Tuhan itu kalau kepepet, sehingga Tuhan dianggap seperti ban serep di mobil. Ban serep itu nggak dipakai kalau nggak bocor. Nanti kalau di jalan bocor ini ban sebelah, ambil ban serep. Baru berharga ban serep. Asalnya, ditaruh saja di belakang - dia kehujanan, kena air, kena lumpur, kena kotoran, sebodo amat. Tapi begitu bocor, ban serep berharga.

Sayang kalau orang kristen menjadikan Tuhan seperti ban serep. Diperlukan pada waktu darurat. Salah kalau kita datang kepada Tuhan hanya untuk dan karena ada kesulitan. Memang Tuhan datang waktu saudara dalam kesulitan, tapi keliru kalau kita cuma datang terus sama Tuhan kalau lagi kepepet. Kenapa kita tidak datang kepada Tuhan Di segala waktu aku perlu Tuhan ... Bukan hanya waktu susah ... Aku datang pada Yesus ... Bukan hanya waktu sakit ... Aku datang kepada-Nya ... Tapi juga waktu senang ... aku datang menyembah Dia ... Di segala waktu aku perlu Tuhan.

Seperti setiap hari saudara perlu makan nasi, perlu minum, kebutuhan. Jadi dengan Tuhan pun begitu. Jadikanlah Dia kebutuhan saudara. Supaya dari pikiran kepada melangkah ini ada hubungan yang baik. Tuhan memimpin langkah-langkah orang yang hidupnya baik, yang mau hidup benar dipimpin sama Tuhan.

Dan kalau Tuhan pimpin bukan ke tempat yang hancur-hancuran, bukan ke tempat yang rusak. Iblis mau merusak, iblis mau menghancurkan rumah tangga, iblis mau menghancurkan usaha, iblis tidak senang saudara diberkati. Tapi gembala kita - Tuhan Yesus Kristus, mau membawa kita, langkahnya itu diorder sama Tuhan ke tempat yang baik. Kita buka Mazmur 23. Di sana kita lihat, bagaimana gembala itu membawa domba-dombanya.

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku - Dibawa artinya - ke air yang tenang; Kalau saudara hidupnya tenang, hari ini, itu dipimpin oleh Tuhan. Kalau saudara tidak tenang, saudara yang jadi nakhoda sendiri. Dibawa aku ke air yang tenang. Ayat 3,
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. - Lalu Ia menuntun - Bukankah Tuhan itu baik? Ia membimbing. Yang kedua, Dia menuntun. Yang menuntun itu di depan apa di mana? Di belakang? Biasanya menuntun itu dari depan. Tapi menuntun dan membimbing ini pekerjaan gembala. Dikatakan, Ia menuntun aku di jalan yang benar - Ada jalan yang nggak benar, saudara-saudara. Tuhan membawa kita di jalan yang benar - oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku

Ia beserta, membimbing, menuntun, beserta, menyertai. Sadrakh, Mesakh, Abednego, ke api yang dipanaskan tujuh kali, Dia ikut. Menyertai. Kata si raja: Kok, aku lemparkan tiga orang, kenapa yang ada di api ada empat orang? Yang keempat itu mukanya seperti muka dewata, katanya. Itulah Yesus. Ia bersama dengan saudara di api percobaan. Dia ada dengan Daniel. Di kandang singa, Yesus beserta.

Di laut Kolzom, Tuhan bersama dengan orang Israel. Di padang gurun yang panas, Tuhan bersama dengan mereka. Panas, Tuhan ... Tuhan bikin tiang awan, matahari dijaga teduh. Lebih teduh dari pada vcool yang di mobil-mobil. Sudah pakai vcool masih panas. Kalau Tuhan tutup matahari pakai tiang awan, teduh mereka jalan. Malam, padang pasir jadi dingin. Dingin, Tuhan. Gelap, Tuhan. Nggak usah pakai PLN. Tuhan rubah itu tiang awan jadi tiang api. Ya terang, ya api. Kurang apa Tuhan sama umat Israel? Kurang apa?

Pikirannya semua harus diarahkan kepada Tuhan. Pikirkanlah yang baik. Pikirkan perkara-perkara yang baik. Pikirkan hal-hal yang positif. Dan jangan menjatuhkan diri sendiri. Jangan saudara bilang, ah saya payah. Wah, saya uuuh. Wah, saya begini. Terus saudara jelek-jelekin diri sendiri. Terus saudara menekan diri sendiri. Jangan! Tuhan saja sayang sama saudara, kenapa saudara nggak sayang kepada saudara? Saudara harus mengasihi diri kita sendiri.

Saudara, apa yang dikatakan oleh firman Allah, ya dan amin. Jadi kata firman Allah, demikian kita pikirkan, pikirkanlah hal-hal yang baik. Iblis tahu, kalau dia kuasai pikiran orang kristen, sudah. Biar dia ke gereja, asal pikirannya saja. Kalau ada di sini, ibu di gereja tapi dia ingat, ikan di meja belum ditutupin, bagaimana ya kalau ada kucing? Saya yakin dia tidak dengar khotbah ini. Dia mikirin saja, ... dia nggak akan dengar khotbah.

Mari saudara-saudara, pikirkan hal-hal yang baik. Roma 12. Di dalam Roma 12, di sana kita melihat hal yang berikutnya, yang kata Sabda Tuhan dikatakan bagi kita sekalian. Roma

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.

Bahasa Inggris, pembaharuan pikiranmu. Saudara mau tahu pikiran orde lama? Pikiran orde lama itu begini: Aduh, zaman dulu mah. Waktu zaman Belanda, uh enak. Sekarang mah tidak enak. Jadi dia bilang, dijajah lebih enak dari pada merdeka; dibimbing oleh orang Belanda lebih enak dari pada dibimbing oleh orang sendiri. Uh, dulu mah zaman normal. Berarti zaman sekarang abnormal. Zaman normal baheula mah ... 

Ada orang kristen kaya gitu: Duh dulu mah, brur waktu kita doa cari Roh Kudus, ini kursi ini brur tidak boleh didudukin sama orang lain. Ini tempat saya. Saya dipenuhkan Roh Kudus di sini. Dulu. Kalau sekarang?    

Hidup kita tidak akan lama. Siapa di sini yang percaya bahwa dia akan hidup seratus tahun? Nggak bakalan kita panjang umurnya. Yesus saja tiga puluh tiga setengah tapi berarti hidupnya. Panjang umur dalam alkitab bukan hanya dalam jumlah tahun tapi dalam jumlah kita punya pekerjaan, ... menjadi berkat bagi orang lain apa tidak. Membimbing, dituntun, disertai. Ubahkanlah rupamu dengan pembaharuan pikiranmu. Sehingga - ayat 2 bagian b, kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Bahasa Inggris nggak begitu ngomongnya: Sehingga engkau bisa membuktikan apa yang baik dan berkenan dan sempurna dari kehendak Tuhan.

Jadi kehendak Tuhan ini punya tiga hal: Kehendak Tuhan itu selalu baik. Kehendak Tuhan itu selalu sempurna. Kehendak Tuhan itu selalu berkenan. Dia tidak akan pakai macam-macam. Kehendak Tuhan itu selalu baik. Amin, saudara-saudara? Dia selalu baik, Dia selalu baik. Itu kehendak Tuhan. Jangan cuma nyanyi Yesus Engkau baik. Jangan. Tetapi itu kehendak Tuhan. Dia selalu ada kebaikan, selalu kehendak Tuhan itu berkenan bagi Tuhan dan selalu sempurna.

Apa saja yang kita kerjakan, saudara-saudara, akan berhasil. Jadi pakailah pikiran, meditasikan hal-hal kita kepada perkara-perkara yang baik. Meditasikan perkara-perkara yang baik. Kalau pikiranmu benar, semuanya ... perkataan benar. Perkataanmu benar, imanmu benar. Kalau imanmu benar, tindakan benar. Kalau tindakan benar, hasilnya benar. Kalau hasilnya benar, itu yang akan kita pikirkan. Di sini, dipikiran. Kita buka yang terakhir dalam I Korintus

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Haleluyah, saudara? Buka kepada pikiran Kristus. Filipi 

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Ada tujuh langkah pikiran Kristus. Dimulai dari mengosongkan diri-Nya, turun menjadi manusia, Dia meninggalkan keIlahian-Nya, menjadi hamba, mati tersalib bahkan sebagai orang jahat. Ada tujuh. Dia dijadikan dosa, Dia merendahkan diri. Ada tujuh. Kalau pikiran Kristus ini ada di dalam pikiran kita, seperti Korintus bilang, kita memiliki pikiran kristus. Baru saudara bisa mengerti itu kata-kata tadi. Tuhan menetapkan langkah-langkah yang hidupnya berkenan dengan memikirkan pikiran Allah. Apabila ia jatuh tak sampai tergeletak, sebab Tuhan menopangnya. Saya tidak panjangkan firman Allah. Semoga saudara memiliki pikiran Kristus.

-- o -- 

Kamis, 05 Mei 2005. Kenaikan Yesus Kristus.

BERJALAN DENGAN IMAN                 

Kita buka Kisah Rasul   

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
1:6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Banyak kali orang kristen anggap kenaikan Yesus itu hari libur dan kebaktian kenaikan Yesus itu adalah salah satu kebaktian yang lain sehingga dalam acara-acara kebaktian, ini acara manusia lebih gede dari pada acaranya Tuhan, maunya kita lebih gede dari maunya Tuhan. Tetapi hari kenaikan Yesus tidak sembarangan. Hari kenaikan Yesus adalah satu titik balik dari kehidupan murid-murid Yesus dulu. Selama 3.5 tahun bareng-bareng jalan ... sama-sama jalan, bareng-bareng makan, bareng tidur. Tapi sekarang Yesus naik ke surga. Tidak akan dilihat lagi oleh mata mereka.

Dan itu sebabnya pada sore hari ini kita akan melihat apa maksud Yesus naik ke surga. Kenapa tega-teganya Dia meninggalkan murid-murid-Nya. Karena baru ditinggal 3 hari saja waktu Yesus mati, murid-murid sudah pada mundur teratur. Yang mau cari ikan, mau cari ikan lagi; yang mau berdagang, mau berdagang lagi. Bahkan mereka pulang ke Emaus dengan penuh kekecewaan. Baru ditinggal 3 hari lagi. Apalagi sekarang akan ditinggal untuk waktu yang agak lama.

Nah, latar belakang dari kenaikan Yesus ini yang saudara kita baca tadi adalah kejadiannya. Tetapi latar belakangnya sudah diceritakan oleh Yesus dari Yohanes 14 sampai Yohanes 17. Dari Yohanes 14 sampai Yohanes 17 itu adalah kata-kata terakhir sebelum Yesus naik ke surga. Dalam Yohanes 14:1 dikatakan

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Jadi Dia sudah mulai mau bicara perpisahan, mau berbicara tentang Dia akan meninggalkan murid-murid-Nya. 

14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.

Betul Dia mau meninggalkan murid-murid-Nya ini. Nah, latar belakang yang indah sekali adalah dalam Yohanes 16. Dalam Yohanes 16-lah satu-satunya pasal di seluruh injil yang menceritakan kepada kita, seperti apa dan bagaimanakah saudaraku yang dimaksud dan yang dirindukan ... yang dimaksudkan Yesus naik ke surga ini. Yohanes

16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

Bahasa inggrisnya bukan kecewa tetapi terantuk. Jangan kamu kena batu antukan sehingga kamu menolak Aku. Banyak orang kristen, dia KTP kristen sudah dibaptis tapi jauh di dalam hatinya dia menolak Yesus. Karena imannya terantuk. Jauh di dasar hatinya dia menolak Yesus. Ayat 2

16:2 Kamu akan dikucilkan, Inilah yang akan membuat orang-orang kristen bisa menolak Yesus. Kok, ikut Yesus  dikucilkan? bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

Dua-tiga tahun yang lalu saudara pernah dengar istilah ini: Halal darahnya orang kristen!

750 gereja dirusak, dibakar. Ini bisa bikin iman kita terantuk, kita bisa menolak Yesus: Kok, jadi orang kristen begini. Berikutnya. 

16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.

Orang yang membunuh orang kristen itu, dia tidak kenal Tuhan. Yesus sendiri berkata: jangankan dia kenal Aku, kenal Bapa di surgapun dia tidak. Mana bisa sih ada agama yang ngajarin membunuh orang - darah orang kristen itu halal? Agama apa itu? Karena kita salah apa sampai darah kita jadi halal? Kita mah orang kristen nggak boleh minum darah. Darah ayam saja sudah haram. Masa ini orang bilang darah manusia halal.

Saudara, seluruh orang Tionghoa suka makan darah ayam, dimakan. Itu nggak boleh. Orang kristen nggak boleh makan darah. Satu-satunya darah yang boleh kita makan adalah darah Yesus. Ada haleluyah, saudara? Tetapi darah binatang tidak boleh. Ini yang bilang Tuhan. 

16:4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."

Beberapa murid eks Cianjur ketemu saya di ladang Tuhan. Masa senior saya kok begitu ya? Kan saya sudah ngomong. Kamu kan nggak percaya ini tapi sekarang ngerti, lihat. Jadi Yesus kasih tahu dulu kepada murid-Nya. Nah, mulai ayat ke-4b.

16:4b ... "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,
16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.

Bahasa inggris bilang, kesulitan ... kesusahan sudah memenuhi hatimu. Kalau seseorang hatinya sudah susah, mukanya juga susah - apa yang dia kerjakan juga semuanya serba salah. Karena hatinya sudah susah. Dan Yesus tahu ini. Lalu dia katakan saudaraku,

16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Bahasa inggris berkata, adalah menjadi keuntunganmu kalau Aku pergi. Kalau Aku tidak pergi, kamu tidak untung tapi Aku pergi ini demi keuntunganmu. Sebab pada waktu Aku pergi, aku akan mengirimkan Roh Kudus, Penghibur. Bahasa inggris, Penolong. Tetapi Roh Kudus akan turun, dikatakan di sana, ... Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Jadi Yesus naik ke surga, pergi, tidak akan meninggalkan kamu piatu karena Aku akan mengirimkan Penolong. Bahasa Yunaninya, parakletos, yang lain, alosparakletos, Penolong yang lain yang datang dalam keadaan yang sama dengan Penolong yang pertama. Dia bukan Yesus tapi datang dalam keadaan yang sama dengan yang pertama. Jadi Dia kirimkan Roh Kudus dalam keadaan yang sama dengan yang pertama. Dia tidak bilang begini: Aku akan kirimkan Penolong yang lain. Tidak. Dia bilang, Aku akan kirimkan Penolong yang lain, alos parakletos, Penolong yang datang dalam keadaan yang sama dengan Penolong yang pertama.

16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

Tiga hal yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yaitu Dia akan menginsafkan dunia dari hal dosa, kebenaran dan penghakiman. Kita akan mulai yang pertama. 

16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

Yang disebut mereka ini orang Yahudi tetap nggak percaya. Kalau saya boleh rumuskan, tidak percaya itu dosa. Kalau orang meninggalkan agama kristen, berarti dia sudah tidak percaya Yesus. Tetapi kalau Roh Kudus memberikan kesadaran kepada kita bahwa itu salah, itu berdosa - itu Roh Kudus. Roh Kudus datang bukan untuk menuduh tetapi menginsafkan bahwa itu salah ... itu dosa.

Berkali-kali Yesus berkata, salah satu kepada salah satu perempuan: pergilah dan jangan berbuat dosa lagi. Yesus datang bukan untuk menghukum tapi Dia datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Dan kita semua orang berdosa. Saya tidak lebih baik dari saudara karena saya berdiri di belakang mimbar, lebih tinggi dari saudara - tidak. Kita semua sama. Orang berdosa. Kita memerlukan Tuhan. Bagaimana kita bisa memerlukan Tuhan kalau kita tidak sadar dulu bahwa kita ini orang berdosa. Bagaimana kita bisa sadar? Itu datangnya dari conviction, dari teguran, dari kesadaran, dari Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita. Ini salah. Ini keliru. 

Tapi saya ingin kasih tahu hanya Yesus yang mengampuni dosa. Jangan ngaku dosa sama manusia karena Yesus yang mengampuni dan sanggup mengampuni dosa-dosa. Ini kesaksian dari Roh Kudus yang pertama yang beri tahu bahwa ... oh, ini salah ... oh, ini salah. Kamu kira kamu benar tapi salah. Kita harus menyesuaikan diri dengan kehendak dari pada Tuhan. Yang kedua, Yohanes 

16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

Yang dimaksud kebenaran, aliteia, bahasa Yunaninya, adalah kebenaran yang tidak bisa dibantahkan. Itu kebenaran dari Tuhan. Seperti api itu panas, air itu basah, es itu dingin - itu kebenaran.

Nah, kebenaran ini, kamu tidak akan melihat Aku lagi. Jadi kalau Yesus saja berkata, kamu tidak akan melihat  Aku lagi, apa saudara bisa percaya ada pendeta masuk keluar surga tiap hari ketemu Yesus? Yesus bilang, kamu tidak akan melihat Aku lagi ... dengan mata jasmani. Ini pelajaran yang penting di dalam firman Allah, kebenaran penting. Kita membaca II Korintus    

5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
5:7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--
5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

Dua kali disebut, tabah. Orang yang tabah itu dia percaya walaupun dia tidak lihat; dia percaya walaupun dia belum lihat. Kita belum lihat Yesus tapi kita percaya. Maka iman orang kristen sekarang jauh lebih tinggi kualitasnya dari iman rasul-rasul karena mereka lihat Yesus dengan mata. Yesus sekarang berkata kamu tidak akan melihat Aku lagi. Masih II Korintus 

5:16. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Saya tidak mau menilai Kristus dengan ukuran manusia, apa bisa dilihat apa nggak. Bukti dulu baru percaya. Itu menunggu penglihatan. kebenaran dari Tuhan itu percaya dulu karena mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi. Walaupun kita tidak, lihat kita percaya. Kita tidak lihat negara Belanda tapi kita tahu ada negara Belanda. Anak mantu kita ada di sana, anak kita ada di sana. Kita yakin ada negara Belanda walaupun kita nggak lihat. Kita bisa dengar suara anak kita. Kita bisa dengar suara menantu kita.

Surga saya belum lihat, kita bisa yakin surga ada. Karena di sana bapa saya ada, ibu saya ada di sana, anak saya ada di sana, Juru Selamat saya ada di sana. Dan saya selalu telepon. Setiap hari dia berbicara dengan saya. Kita percaya walaupun kita belum lihat. Sakit perut itu ada. Siapa yang bisa lihat sakit perut? Nggak ada yang bisa lihat sakit perut tapi ada. Heran sakitnya di perut, kelihatan di muka. Angin kita rasa. Nggak bisa di lihat. Angin tidak bisa kita lihat tapi ada.

Nah, dengan kebenaran inilah saudara kita sedang belajar sekarang bahwa kenaikan Yesus ke surga itu untuk menyekolahkan murid-murid-Nya dan kita untuk berjalan dengan iman. Ibrani  

11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Bahasa Inggris, ada kata substance. Untuk mengerti kata substance saya pakai ilustrasi begini. Ada peribahasa bilang begini: tidak ada tali, akarpun berguna. Yang kita perlu itu tali tapi karena tali nggak ada, akarpun itu berguna. Nah, akar itu substance yang menggantikan tali karena tali tidak ada. Inilah substance. Mau beli kentang tapi tidak ada kentang, beli yang lain tapi yang kekuatannya sama untuk bikin kenyangnya dengan kentang. Tak ada tali akarpun berguna.

Nah, tali inilah segala sesuatu yang kita harapkan. Iman itu akar. Faith is the substance, di sini dikatakan adalah dasar. Bukan dasar tapi sesuatu yang mewakili, sesuatu seperti cek yang kita mau tukar. Kalau saudara tulis di cek itu 100.000, ya pasti yang saudara dapat 100 ribu. Saudara belum lihat uangnya 100 ribu tapi saudara tulis ceknya dan saudara masukkan ke bank, saudara kasih sodor, orang itu nggak mungkin kasih kepada saudara 200 ribu kecuali dia tolol. Pasti dia kasih 100 ribu sama saudara. Sesuai dengan cek kita.      

Nah, kalau iman ini seperti cek, terserah saudara, saudara mau mengharapkan apa. Mau 100 ribu, mau 1 juta, mau 20 juta, mau 200 juta, tulis di cek itu. Itu iman. "Aku adalah ... ", itu nama Tuhan. Seperti cek. Aku adalah ... Tinggal saudara isi.

Saudara lagi susah, tulis: Aku adalah Penghibur. Saudara lagi perlu pertolongan, tulis: Aku adalah Penolong. Saudara perlu apa saja, tinggal tulis. Saudara perlu bimbingan: Akulah Gembala yang baik. Saudara lapar: Aku adalah Roti hidup. Saudara haus - Aku adalah Air hidup. Apa saja yang saudara perlukan, tinggal tulis. Ini iman.

Betapa indahnya maksud Roh Kudus datang itu - untuk mengajarkan kita tentang satu kebenaran, yaitu kebenaran oleh karena iman. Ibrani  

11:1 ... dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Bukti kelihatan nggak? Kelihatan. Namanya saja bukti. Tapi dari segala sesuatu yang kita belum lihat.

Tapi saya ingin katakan kepada saudara, suami 100 tahun istri 99 tahun. Masih bisa punya anak. Abraham dan Sarah masih bisa punya anak. Karena iman. Mengatakan yang tidak ada seolah-olah sudah ada. Ibrani

11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Maka kenaikan Yesus ke surga bukan hari libur. Bukan hari di mana kita kumpul-kumpul hari libur kita berbakti memperingati - tidak. Ada ajarannya yang dalam: Dia mengajarkan kita sesuatu yang luar biasa. Markus

11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Yang ngomong ini Pencipta langit dan bumi. Saudara ingin rumah, kalau seolah-olah sudah dapat, saudara ngomong apa sama Tuhan? Terima kasih. Jadi doa saudara bukan begini: Tuhan, minta rumah. Nggak bisa. Tapi saudara berkata, terima kasih Tuhan, Engkau sudah memberi rumah. Tuhan pasti kasih rumah yang baik. Visi. Seolah-olah kita sudah dapat.  

Apa yang saudara harapkan malam hari ini? Kenaikan Yesus ke surga mengajarkan kita bahwa kita mau belajar berjalan dengan iman.

Yang terakhir. Yohanes 

16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Siapa penguasa dunia? Alkitab bilang iblis. Iblis disebut the lord of this world, allahnya dunia ini, ilahnya dunia ini. Naik Yesus ke surga, Roh Kudus turun, Dia bersaksi bahwa iblis itu adalah musuh yang sudah dikalahkan. Dia tetap musuh, dia sudah divonis, sudah dihukum. Kenapa atuh masih ada gentayangan, kenapa masih ke sana ke mari? Ada problem ada percobaan ada orang sakit?

Saudara, vonis dan eksekusi itu lain. Vonis bisa dijatuhkan sekarang, eksekusinya itu bisa berapa bulan, bisa berapa tahun. Contoh. Di Medan ada yang divonis mati 20 tahun yang lalu. Eksekusinya baru waktu zaman Megawati. Ada di Surabaya orang membunuh satu keluarga divonis hukuman mati. Perempuan, saudara. Di penjara itu dia jadi kristen, di penjara dia kenal Yesus. Dia minta ampun sama presiden tapi ditolak. Sudah divonis 15 tahun yang lalu baru dieksekusi.

Iblis itu disalib Yesus itu sudah divonis, dia sudah dihukum. Cuma eksekusinya nanti. Belum. Alkitab katakan nanti di akhir zaman, itu iblis diikat di satu lubang tak terduga dalamnya itu di neraka dibakar dengan malaikat-malaikatnya pengikut-pengikutnya dan orang-orang yang berdosa yang tidak mau bertobat di situ selama-lamanya. Tidak akan ada lagi berhenti itu api. Itu eksekusinya. Vonisnya sudah, eksekusinya belum. Jadi dia masih gentayangan ke sana kemari biarin aja. Tinggal eksekusinya nanti.

Nah, Iblis ini kerjaannya selalu membisikkan hal-hal yang tidak baik. Salah satunya ini: Sudah ditebus dosa kamu? Aku sudah tahu modal kamu, bapakmu dibohongin, mamamu dibohongin, aku mah tahu modal kamu. Kadang-kadang kita suka grogi kalau dituduh begini-begini. Kalau iblis ngomongin kita punya latar belakang kita punya hari-hari yang sudah lewat, saudara balikkin saja: kamu menuduh-nuduh aku, aku juga tahu kamu sudah divonis. Tinggal dieksekusi. Memang dulu aku berdosa tapi oleh darah-Nya aku sudah disucikan, oleh salib-Nya aku diselamatkan, oleh iman kepada-Nya. Kamu nuduh-nuduh aku perbuatanku yang sudah lewat, aku juga menuduh kamu, kamu kan bakal dieksekusi.      

Apa tujuan Roh Kudus yang pertama? Menginsafkan dunia dari hal apa? Dosa. Kedua? Menyatakan kebenaran bahwa kita harus hidup dalam iman bukan dengan penglihatan. Ketiga, akan penghukuman. Eh, dunia ini akan dihukum. Saudara pikir aja gini. Tiap hari manusia bertambah. Tiap detik dunia itu bertambah, orang dilahirkan. Tiap detik juga ada orang mati. Tapi tiap hari penduduk dunia ini tambah-tambah. Dulu cuma 3 milyar sekarang sudah 6.5 milyar hampir mau 7 milyar. Bertambah terus. Tanahnya itu-itu juga. Sawah diganti dengan bangunan. Mobil-mobil dibikin, motor-motor dibikin. Yohanes  

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

Kalau saudara nggak jeli ... kita bilang ayat ini, Bapa memberikan segala sesuatu kepada Yesus. Yesus memberikan segala sesuatu kepada Roh Kudus. Sekarang Roh Kudus memberikan segala sesuatu kepada kita. Karena, Aku berkata, Dia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Jadi Roh Kudus itu lebih dari hanya berbahasa Roh. Mari kita siapkan hati kita.

-- o --   

Minggu,  08 Mei 2005

TUHAN TETAP MEMELIHARA                 

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Renungan firman Tuhan pada sore hari ini kita baca dari kitab Kisah Para Rasul 

20:1 Setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia.
20:2 Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. Lalu tibalah ia di tanah Yunani.
20:3 Sesudah tiga bulan lamanya tinggal di situ ia hendak berlayar ke Siria. Tetapi pada waktu itu orang-orang Yahudi bermaksud membunuh dia. Karena itu ia memutuskan untuk kembali melalui Makedonia.
20:4 Ia disertai oleh Sopater anak Pirus, dari Berea, dan Aristarkhus dan Sekundus, keduanya dari Tesalonika, dan Gayus dari Derbe, dan Timotius dan dua orang dari Asia, yaitu Tikhikus dan Trofimus.
20:5 Mereka itu berangkat lebih dahulu dan menantikan kami di Troas.
20:6 Tetapi sesudah hari raya Roti Tidak Beragi kami berlayar dari Filipi dan empat hari kemudian sampailah kami di Troas dan bertemu dengan mereka. Di situ kami tinggal tujuh hari lamanya.

Di dalam ayatnya yang pertama, empat kata pertama kita membaca, setelah reda keributan itu. Dalam kehidupan kekristenan, saudara-saudara, tidak tenang terus, tidak senang terus. Kadang-kadang ada keributan, kadang-kadang kita menghadapi badai, kadang-kadang kalau kita naik pesawat terbang lewat awan, dia goyang sedikit.

Jadi perjalanan orang kristen itu tidak senang terus. Jadi saudaraku, tidak ada satu orang pun manusia di dunia yang tidak pernah mengalami kesulitan, yang tidak mengalami berbagai persoalan. Kita buka dulu Yesaya pasalnya yang ke-17. Di dalam Yesaya pasalnya yang ke-17, di sana Nabi Yesaya berkata kepada kita. Ayat 12,

17:12. Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa, mereka ribut seperti ombak laut menderu! Gaduhnya suku-suku bangsa, mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!
17:13 Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar; tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh, terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin, dan seperti dedak ditiup puting beliung.
17:14 Menjelang waktu senja, sesungguhnya ada kedahsyatan! Sebelum hari pagi, mereka sudah tidak ada lagi! Itulah bagian orang-orang yang merampoki kita, dan itulah yang ditentukan bagi orang-orang yang merampasi kita.

Kalau kita sebagai orang kristen dirampok, disusahkan, dirugikan oleh orang-orang lain, oleh orang-orang "orang dunia," yang mengaku kenal kepada Tuhan, tetapi sebetulnya mereka belum kenal kepada Tuhan. Apa kata firman Allah? Mereka akan gaduh seperti gelombang, mereka akan ribut seperti ombak laut. Di dalam Yesaya 57, di sana pun Nabi Yesaya berbicara lebih jauh. Yesaya

57:20 Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.

Bahasa Inggris bilang, orang-orang jahat tidak akan menikmati damai, tidak akan menikmati sesuatu yang tenang, tidak akan menikmati hal-hal yang baik. Selalu ada gelombang, seperti laut yang bergelora. Itulah nubuatan dari Tuhan tentang orang-orang yang di luar Kristus, yang tidak mau hidup di dalam kebenaran. Tetapi kita kembali kepada Kisah Rasul pasal 20. Kisah Rasul 20, sebelum ayat 1 persis di atasnya ada satu ayat, yaitu pasal 19:40,

19:40 Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini."
19:41 (19-40b) Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.

Jadi sedang ribut-ributnya, tetapi baca pasal 20:1, setelah reda keributan itu. Ada haleluyah, saudara? Kata kedua dari ayat ini berkata, reda. Kalau orang fasik tidak ada damai, terus seperti gelombang, lautan yang ribut. Belum akhir ini persoalan, sudah ada persoalan yang lain. Seperti gali lobang tutup lobang. Tutup yang ini, di sini mulai lagi. Tutup yang ini, di sana mulai lagi. Pusing. Tapi kalau kita ikut kepada Tuhan, ada redanya. Setelah reda keributan itu. Tidak ada angin ribut yang tidak reda. Tsunami saja reda. Yang belum reda ini korupsinya. Tapi angin ribut, gelombang, banjir bandang, reda.

Saudara yang ternak ayam jangan takut, flu burung nanti reda. Yang ada polio di Sukabumi, cuma 29 km, katanya televisi tadi sedang melebar ke sana, ke mari. Tapi anak Tuhan jangan takut, polio itu nanti akan jadi reda. Oleh karena Tuhan melindungi. Saya sudah beri nama, tahun ini adalah tahun perlindungan Tuhan. Saya kaget ketika Tuhan berkata, Aku kasih nama tahun perlindungan. Artinya nanti ada banyak problem, ada banyak persoalan tapi Aku melindungi engkau.

Jadi, saudara-saudara, pada malam hari ini, ingat kalau sedang di dalam percobaan, Tuhan sanggup meredakan itu semua.

Berikutnya dikatakan Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Paulus tidak panggil semua orang. Yang dia panggil murid. Dalam murid juga Tuhan Yesus punya dua belas murid tapi cuma tiga orang diajak doa. Dari tiga orang ini cuma satu yang dia sayang, Yohanes. Yang nyandar di dada Yesus itu Yohanes.

Jadi dari dua belas murid, satu misleuk, yaitu Yudas. Tujuh biasa-biasa saja, tiga spesial. Tapi dari tiga yang spesial ini, ada satu yang very special; dia suka sandar di dada Yesus. Yang dipanggil oleh Paulus bukan semua jemaat. Yang dia panggil itu murid. Murid dalam bahasa Inggris ada kata disciples, datang dari kata disiplin.

Saya pernah bertanya sama Tuhan, nanti yang teruskan sekolah alkitab ini siapa? Kalau saya nanti sudah berangkat, siapa yang teruskan? Dia bilang begini, domba beranak domba, kuda beranak kuda, dari lulusan sekolah alkitab inilah yang akan dipakai meneruskan. Jadi dari sekolah alkitab Cianjurlah. Dari Cianjurlah sendiri. "Murid yang disiplin".

Saudara tidak bisa menasehati orang kalau diri saudara sendiri tidak melakukan itu. Contohnya, saudara nggak bisa menasehati orang suruh berdoa, kalau saudara sendiri tidak berdoa. Saudara nggak bisa kasih kepada orang lain sesuatu yang saudara sendiri tidak pernah alami. Maka, murid dipanggil karena mereka ikut sama Paulus. Tidur sama-sama, bergerak sama-sama, tahu maksudnya Paulus, tahu isi hati Paulus. Dipanggil murid-murid. Apa yang dikerjakan? Dikuatkanlah hati mereka.

Saudara, goncangan di luar bisa menggoncangkan hati kita yang di dalam. Tapi ingatlah ini, firman Allah menguatkan hati kita. Firman Allah yang bisa membuat hati kita tabah. Firman Allah, sampai dua kali dikatakan, ayat 1 dan ayat 2, kata menguatkan hati mereka.

Ayat ke-2, dia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasehat menguatkan hati saudara-saudara disitu. Ayat 1, murid yang dikuatkan. Tapi ayat ke 2, baru jemaat secara umum. Saudara-saudara dalam Tuhan. Yang penting murid dulu. Yang penting ini cikal bakalnya dulu. Yang penting ini murid yang dekat dengan Paulus ini. Dia harus diberikan kekuatan, diberikan penghiburan, diberikan kekuatan, baru jemaat.

Saya yakin, saudara, setelah semuanya reda, Tuhan akan memberikan firman-Nya untuk menegarkan hati kita, untuk membuat hati kita menjadi kuat. Ada haleluyah, saudara? Berikutnya kita belajar ayat 1 lagi, Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia. Makedonia itu ada artinya.

Paulus belum pernah ke Makedonia. Tapi dalam satu mimpi, ia melihat ada orang melambai-lambai: Mari menyeberang ke Makedonia, menolong kami. Dalam mimpi itu. Tahulah Paulus oleh Roh Kudus bahwa dia disuruh ke Makedonia. Makedonia ini dia belum pernah tahu. Makedonia ini - kalau sekarang ada di Yunani -, dia belum pernah ke sana. Sesuatu yang baru.

Jadi saudara-saudara, perjalanan kita ikut Kristus Yesus itu nggak monoton, nggak terus-terus begitu terus, terus begitu - tidak! Ada hal-hal yang baru, yang Tuhan sodorkan kepada kita. Dia ingin supaya saudara bisa melihat hal yang baru. Hai Abraham - Kejadian 12 - keluarlah dari keluarga bapamu, tinggalkanlah rumah ayahmu. Pergilah ke satu tempat yang nanti Aku tunjukkan kepadamu.

Kalau saudara-saudara mau pindah dari Cianjur ke Bandung, sudah tahu rumahnya di mana. Tapi saudara, kalau ada orang berkata, saya mau minta diri. Minta diri kemana? Saya juga nggak tahu kemana. Itu agak aneh. Tapi itulah yang dikasih oleh Tuhan. Abraham pergi, pergi, keluar dari rumah bapamu. Pergi ke satu tempat. Kemana Tuhan? Pokoknya pergi dulu. Nanti Aku akan tunjukkan kepadamu. Maka dalam II Korintus 5:7 berkata, perjalanan kita bukan dengan penglihatan tetapi dengan iman. Ada haleluyah? Jadi setiap langkah itu dipimpin oleh Tuhan. Setiap langkah, hal-hal yang baru, nanti Tuhan pimpin. Nggak mungkin Bapa kita di surga membawa kita kepada hal-hal yang tidak baik.

Saudara, minggu lalu saya sudah berbicara bagaimana gembala yang baik menuntun, membimbing, ... dibimbingnya aku, dibawanya aku, dibaringkannya aku di tempat yang banyak rumput, di air yang tenang, lewat lembah bayang maut aku tidak takut bahaya karena ada Tuhan.

Jadi Tuhan tidak mungkin membawa saudara kepada perkara-perkara yang akan menghancurkan kita. Dia akan membawa kita kepada hal-hal yang akan membuat kita bertambah-tambah. Ada haleluyah? Makedonia adalah pengalaman-pengalaman yang baru, sesuatu yang baru yang Tuhan berikan kepada saudara.

Bagi orang yang belum menikah, pernikahan itu adalah sesuatu yang baru. Bagi orang yang sudah menikah, hamil itu adalah satu hal yang baru. Bagi orang yang hamil, melahirkan itu adalah sesuatu yang baru, ... melahirkan adalah satu pengalaman yang baru. Bagi orang yang baru punya anak, menggendong bayi, menyusui bayi hal yang baru. Sesudah anak itu besar, lucu-lucunya, hal yang baru. Membawa mereka ke sekolahan, bagi mereka hal yang baru. Lalu menikahkan anak, juga hal yang baru. Kita punya cucu, hal yang baru. Kita punya menantu, hal yang baru. Terus begitu, terus begitu, sampai kita mati, hal yang baru. Kita masuk di surga, hal yang baru. Ada haleluyah, saudara-saudara?

Saudara mau masuk surga? Musti mati dulu. Kembali kepada ayat ini, ayatnya yang ke-2. Ia berangkat ke Makedonia, saya bayangkan sebagai berjalan dengan iman. Ayat ke-2, pengalaman lain lagi, bukan hanya berangkat ke Makedonia,

20:2 Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. Lalu tibalah ia di tanah Yunani.

Bahasa Inggris, now when he had gone over the region. Jadi bukan ke satu tempat. Over ini ke semua tempat dia jelajahi hal-hal yang baru. Mungkin saudara bukan pendeta. Tapi sebagai hamba Tuhan, saya sering menjelajahi firman Tuhan. Nggak habis-habis, nggak habis-habis. Mungkin sampai kita mati, tutup mata, sampai kita ketemu Tuhan, muka dengan muka, firman Allah ini berkatnya nggak habis-habis. Luar biasa. Saya menjelajah. Tidak habis-habis, tidak habis-habis. Itu artinya kata menjelajah.

Saudara tahu, belum saudara kalau saudara belum pernah bedston, belum ngerti. Tapi kalau saudara suka bedston, suka berdoa. Dan saya kagum saya senang karena jemaat Tuhan di Cianjur ini mungkin satu-satunya di Jawa Barat, yang suka sembahyang. Mungkin satu-satunya. Karena kebaktian bedston kita hari sabtu, jauh lebih banyak dari kebaktian tengah minggu dari gereja-gereja di Jawa Barat. Termasuk Bandung termasuk Bogor. Baru bedston saja.

Dari yang tua sampai anak remaja ikut bedston. Bedston itu, saudara, menjelajah, menikmati hadirat Tuhan. Kita jelajahi, kita nikmati Tuhan. Kadang-kadang kita nangis, bukan sedih. Tiba-tiba kita terharu, karena Tuhan menjamah kita. Kadang-kadang Dia berbisik di hati. Itu sebabnya orang yang suka sembahyang paling dibenci oleh iblis. Karena iblis nggak bisa ngalahin orang yang suka berdoa. Jadi orang yang jarang berdoa, itu hopengnya iblis. Dia senang, karena hanya disintreuk ... dijentik sekali saja, dia akan hancur. Tapi kalau orang suka berdoa, dia mengelilingi dirinya dengan tameng yang besar. Wai bagi kita, kalau kita cuma tahunya berdoa makan saja? Ya Tuhan, berkatilah makanan ini. Haleluyah, amin.

Adik saya lagi dulu, lagi sembahyang kalau makan, Tuhan Yesus, Paulus mau makan, terimakacih min. Terimakasih, amin. Nah, banyak sekarang orang-orang kristen, termasuk orang GPdI, yang masih sembahyangnya masih golongan terimakacih min. Jadi kita menikmati, kita menjelajah. Saudara mau menjelajah berkat Tuhan?

Menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasehat menguatkan hati saudara-saudara di situ. Lalu tibalah ia di tanah Yunani, sampailah ia ke Grika. Paulus adalah rasul yang dikhususkan oleh Tuhan kepada orang Gerika, kepada orang Yunani. Petrus dikhususkan kepada orang Yahudi. Tapi Paulus dipanggil untuk menginjil kepada orang-orang Yunani atau Gerika atau non-Yahudi. Berikutnya ayat 3 kita baca,

20:3 Sesudah tiga bulan lamanya tinggal di situ ia hendak berlayar ke Siria.

Di sini kita belajar satu hal yang baru. Setelah tiga bulan, setelah sembilan puluh hari, tiga bulan lamanya, saudara-saudara, dia di sana. Diatur. Hebat ya. Dia disuruh ke Makedonia, bagaimana ceritanya saudara bisa baca di dalam kitab yang lain. Dia diterima oleh seorang pedagang kain ungu dan dia mulai menginjil ke sana kemari. Tiga bulan, dia belum kenal satu orang pun. Kok bisa hidup?

Saudara jangan takut hidup di dalam hal-hal yang baru. Saudara jangan takut Tuhan tidak pelihara. Jangan kamu kuatir dari hal apa yang engkau makan, dari hal apa yang engkau minum. Jangan kamu kuatir dari hal apa yang engkau akan pakai. Itu dituntut oleh orang yang nggak percaya Tuhan. Tapi kamu, Bapamu di surga, lebih mengetahui bahwa engkau memerlukan semuanya itu.

Jadi saudara-saudara jangan takut tidak makan, jangan takut tidak minum, jangan takut tidak punya pakaian. Tuhan mengerti. Lihat burung di udara tidak pernah bekerja tapi Tuhan selalu memelihara. Burung gereja, Tuhan pelihara. Ada haleluyah, saudara? Dan indah sekali rencana dari pada Tuhan. Kalau burung saja punya keistimewaan. Luar biasa. Ada berapa ratus ribu bagian burung itu, dari tulang-tulangnya ternyata kuat sekali. Dan dia bisa terbang beratus-ratus kilometer, saudaraku, tanpa henti. Tuhan pelihara. Apalagi kita, anak-anak-Nya, umat.

Tiga bulan di sana, Paulus punya rencana hendak berlayar ke Siria. Tetapi pada waktu itu orang-orang Yahudi bermaksud membunuh dia. Karena itu ia memutuskan untuk kembali melalui Makedonia.

Nggak semua perjalanan itu kehendak Tuhan. Kadang-kadang tanpa kita sadar, kehendak kita ini yang jalan.

Di Semarang, saya sering khotbah di gereja Isa Almasih. Jemaatnya kira-kira seribu sampai seribu lima ratus orang. Bapa pendetanya umur delapan puluh tahun. Tidak banyak bicara, sudah tua, orang Tionghoa. Jadi ini jemaat lagi maju-majunya, dia tulis surat sama majelis pusat, minta pendeta yang agak lebih muda, karena kasihan ini pendeta. Surat itu didengar oleh majelis pusatnya, gereja itu, bukan GPdI, Isa Almasih. Lalu dikirimlah seorang hamba Tuhan, umur 48 tahun. Jago khotbah, jago khotbah. Di dalam gereja itu dialah itu tokohnya, pintar khotbah. Jemaat itu sampai terpana kalau dengar dia khotbah. Bagus sekali dia khotbah. Si oom mah yang 80 tahun, duduk di sampingnya.

Tapi saya tiba-tiba dapat surat, meninggal, katanya, gembala di Semarang. Saya pikir yang 80 tahun. Bukan. Yang meninggal yang 48. Empat puluh delapan tahun meninggal. Terpaksa bapa ini lagi, yang 80 tahun, dia jalan lagi ke mimbar. Saudara, biar jalan begini, kalau Tuhan belum waktunya ganti dia, nggak ada yang bisa ganti. Tuhan bisa memberi kekuatan. Ada haleluyah? Kalau ada bahaya, ada orang mau membunuh, jangan nekat. Itu bukan iman, itu konyol. Jangan nekat, masuk terus kalau ada orang mau membunuh. Balik, putar. Bukan pengecut, putar. Matius 10 berkata, larikan dirimu kalau kamu di satu kota dikejar-kejar orang. Larikan dirimu. Jadi dia balik lagi melalui apa? Makedonia lagi. Memang tujuannya Tuhan, visinya, dia harus ke Makedonia.

Kadang-kadang kita suka lebih, dari Makedonia kita masih ingin lagi ke Siria. Siria itu, saudara, sampai sekarang adalah musuh dari Israel, sampai sekarang. Disebut bahaya dari utara, kalau saudara baca di dalam Kitab Mazmur dan Yeremia, itu bahaya utara. Dalam Yehezkiel juga, bahaya dari utara. Itu dinubuatkan. Asyur, Asyiria. Balik lagi. Saya mau tanya sama saudara, khususnya murid-murid sekolah alkitab, rasul Paulus dipukul di mana? Sama Tuhan dipanggil, rebah di jalan, di mana? Di Damsyik. Damsyik itu Damaskus. Siria. Dia mau ke Siria. Waktu Paulus masih Saul, mau membunuh orang kristen, dia kejar orang kristen ke Siria. Dihantam sama Tuhan. Balik. Ayat ke 4,

20:4 Ia disertai oleh Sopater anak Pirus, dari Berea, dan Aristarkhus dan Sekundus, keduanya dari Tesalonika, dan Gayus dari Derbe, dan Timotius dan dua orang dari Asia, yaitu Tikhikus dan Trofimus.
20:5 Mereka itu berangkat lebih dahulu dan menantikan kami di Troas.

Begitu sampai ke Makedonia, dia punya teman banyak. Saudara, bertemanlah sama sesama orang beriman. Berkawanlah dengan yang satu iman. Haleluyah, haleluyah, puji Tuhan. Apa kata Pengkhotbah? Lebih baik berdua dari seorang diri karena kalau berdua, yang satu kedinginan yang satu bisa menghangatkan. Kalau kita berjalan dengan teman yang seiman, kita punya iman lagi turun, yang satu teman bisa mengangkat kita, menghangatkan kita. Berdua lebih baik dari satu orang. Milikilah teman-teman yang seiman, yang satu iman. Kalau saudara-saudara mau tarik orang. Kalau ada bis yang masuk ke selokan, itu dereknya musti lebih berat dari bis itu. Yang nolong musti lebih kuat. Demikian juga kita.

Sebelum mengajak orang dunia, orang yang belum kenal Tuhan untuk terima Yesus, kita sendiri musti kuat. Jadi saudara-saudara, kita harus berteman dengan yang kira-kira bisa menguatkan kita. Kalau kita terus berterus berteman, apa kata firman Tuhan? Pergaulan yang buruk, merusakkan kelakuan yang baik. Jadi kelakuan  buruk itu, saudara, berpengaruh ke sana kemari. Pergaulan yang buruk bisa merusakkan kelakuan saudara yang baik. Saudara punya karakter baik, tapi karena pergaulannya buruk, akhirnya tidak baik. Pergaulan yang buruk merusakkan  kelakuan yang baik. Jadi hati-hati bergaul. Mari, Paulus saja disertai oleh Sopater dari Berea, orang-orang yang baik, Aristarkhus dan Sekundus dari Tesalonika, Gayus dari Derbe, Timotius, dan orang dari Asia, Tikhikus dan Trofimus.

Saudara perhatikan nggak, ini teman-temannya Paulus dari kota-kota yang berbeda. Nampaknya, Paulus kemana pun pergi, ke kota manapun pergi, dia jaga pergaulannya. Bergaul dengan teman-teman seiman. Ayat 5

20:5 Mereka itu berangkat lebih dahulu dan menantikan kami di Troas.
20:6 Tetapi sesudah hari raya Roti Tidak Beragi kami berlayar dari Filipi dan empat hari kemudian sampailah kami di Troas dan bertemu dengan mereka. Di situ kami tinggal tujuh hari lamanya.

Saudara, perjalanan, rencana dan pertemuan, berpisah, itu semua diatur oleh Tuhan. Saudara tadi baca ada tiga bulan, ada tujuh hari, ada empat hari. Saudara baca tadi di sana berbagai-bagai waktunya. Sesudah hari raya Roti Tidak Beragi, kami berlayar itu tujuh hari, dan empat hari kemudian, berarti sebelas hari. Sampai kami di Troas dan bertemu dengan mereka. Di situ kami tinggal tujuh hari lamanya. Tujuh hari, empat hari, sebelas hari. Tapi perhatikan istilah ini, setelah hari raya Roti Tidak Beragi. Apa maksudnya Roti Tidak Beragi? Kita buka I Korintus 

5:5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
5:6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Jadi apa maksudnya roti tidak beragi? Kemurnian dan kebenaran. Dalam kebaktian tadi pagi, saya katakan, mengasihi dengan tulus. Mengasihi bukan karena ada maksud tertentu. Mengasihi bukan karena kita dikasih sesuatu. Mengasihi dengan tulus. Mengasihi bukan ingin diberi sesuatu. Mengasihi bukan mengharapkan sesuatu. Tapi mengasihi dengan tulus.

Sekarang, saudaraku, dikatakan kemurnian dan kebenaran. Mari kita minum firman Allah yang murni. Jangan firman Allah yang dicampur dengan air, firman Allah yang dicampur dengan pelajaran yang sesat. Pikirkanlah yang murni dan kebenaran.

Saudara, Amsal 23:23, beli kebenaran dan jangan dijual lagi. Beli kebenaran. Jangan dijual lagi.

Kebenaran itu seperti hak kesulungan. Jangan ditukar dengan kacang merah. Jangan ditukar dengan dunia ini. Jangan ditukar itu hak kesulungan yang dari Tuhan kepada saudara. Kembali lagi, saudara, kepada Kisah Para Rasul

20:6 Tetapi sesudah hari raya Roti Tidak Beragi kami berlayar dari Filipi dan empat hari kemudian sampailah kami di Troas dan bertemu dengan mereka. Di situ kami tinggal tujuh hari lamanya.

Ada pelayaran, ada perjalanan, ada gelombang, ada angin ribut, ada reda, ada kekuatan dari firman Allah. Inilah paket dari Tuhan. Kalau persoalan, ingat firman Tuhan, pasti ada reda. Waduh hujan, pak. Nanti juga raat ... reda. Waduh becek ... nanti juga kering. Waduh kotor, ... nanti kalau dibersihin juga bersih. Waduh pak, saya sakit, ... nanti juga sembuh. Saya dapat persoalan, ... nanti juga dapat pertolongan.

Mari kita jalan bersama denganYesus. Mari kita menikmati hari-hari ini bersama dengan Kristus. Saudara tidak akan merasa kecewa. Belajar tiga bulan lamanya, tujuh hari, empat hari. Saudara boleh ngomong macam-macam, saya tinggal di situ tujuh tahun, saya tinggal di sini tiga bulan, saya pindah di rumah ini berapa bulan, saya sudah di sini. Di mana saja saudara tinggal, berapa hari, berapa tahun, berapa bulan, Tuhan tetap pelihara saudara. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu, 15 Mei 2005 - Hari Pantekosta

ROH KEBENARAN                

Kisah Para Rasul     

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Saudara, kemarin sebelum kami rayakan pesta kawin, kami disuruh makan sekeluarga mempelai di satu ruangan. Ketika makan di situ, beberapa dari kedua pihak keluarga mau keluar lagi, dilarang sama w.o. - wedding organizer, atau yang mengatur perkawinan itu, dilarang. Tidak boleh lagi keluar. Silahkan makan silahkan minum tapi tidak boleh lagi ada yang keluar. Tunggu waktunya karena sebentar lagi 10 menit lagi kita harus turun dan kita mulai berbaris. Jadi kita tidak boleh lagi protes kerena dia yang sudah bertanggung-jawab panitia ini.

Nah, Yesus juga pernah melarang, tidak boleh meninggalkan Yerusalem sampai menantikan janji bapa-Nya. Saudara, banyak hal kita bisa nantikan tetapi kalau sampai Roh Kudus yang harus dinantikan ... itu worthy, artinya berharga. Kalau saudara menunggu menanti dari Roh Kudus itu, berharga.   

Jadi Bapa itu berjanji. Kalau janji-Nya itu pasti ditepati, amin saudara? Hanya dari janji kepada penetapan janji inilah problemnya itu ada sama kita karena kita nggak sabaran. Kita orang nggak sabar. Kita ingin segalanya cepat, kita ingin semuanya baik, kita ingin semuanya mulus, tidak mau menunggu. Segala sesuatu yang kita tidak mau tunggu, itu akhirnya akan berantakan. Tetapi kalau kita mau menunggu kalau kita mau menanti dengan sabar maka akan diberkatilah kita oleh Tuhan.

Sore hari ini kita akan melihat dua hal, yaitu apa yang kita pikirkan dan apa yang Tuhan sedang pikirkan. Banyak kali kita ini manusia memikirkan hal-hal jasmani, hal-hal yang kelihatan mata, hal-hal yang bisa dipegang oleh tangan kita, hal-hal yang jasmani, hal-hal yang bisa kita rasa dengan lidah, hal-hal yang kita bisa nikmati dengan telinga. Tetapi Tuhan sedang memikirkan perkara-perkara yang rohani, yang tidak nampak dengan mata, yang tidak pernah terdengar oleh telinga bahkan tidak pernah timbul dari hati manusia - itulah yang disiapkan yang disediakan oleh Tuhan.          

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Jadi inilah pikiran manusia, selalu ingin melihat satu kerajaan, satu hal yang nampak, satu gedung yang megah, satu hal yang mewah. Tetapi apa kata-Nya?  

1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Yang sangat menyedihkan saya, orang kristen - tidak sedikit orang pantekosta - hanya memikirkan Roh Kudus setahun sekali. Hanya ngomong memikirkan Roh Kudus hanya 10 hari dalam setahun. Ketika ada ketuangan Roh Kudus 10 hari, nah itulah mereka omongkan. Dari lagu dari khotbah semua bicara tentang Roh Kudus. Tetapi setelah 10 hari itu lewat, mereka memikirkan kerajaan lagi yang bisa kelihatan mata, yang bisa terdengar, yang bisa dirasa, kerajaan daging ... kerajaan dari dunia ini.

Tuhan Yesus berkata, kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; kerajaan-Ku datang dari surga. Kerajaan Tuhan itu bukan makan minum kawin dan mawin tetapi Kerajaan Allah itu adalah damai sejahtera, kebenaran dan sukacita di dalam Roh Kudus. Jadi apa yang kita pikirkan secara jasmani atau apa yang Tuhan berikan kepada kita secara jasmani sebetulnya Dia sedang mengarahkan kita kepada hal yang rohani.

Seringkali kita ke gereja hanya memikirkan materi, apa yang Tuhan bisa beri kepada saya secara materi? Uang. Apa yang Tuhan bisa beri kepada saya dalam hal keuangan? Sukses. Apa yang Tuhan bisa beri kepada saya supaya saya sukses. Padahal kalau saudara-saudara diberi uang oleh Tuhan yang saudara butuhkan untuk bisa dicumponi, bisa saudara nikmatinya, marilah kita pikirkan secara rohani bahwa apa yang kita butuhkan secara rohani juga Tuhan akan memenuhinya. Ini salahnya kita. Begitu kita diberkati secara materi, kita bilang, terima kasih Tuhan. Padahal maksud Tuhan kasih materi ini hanya untuk memperlihatkan yang rohani.

Kita belajar tabernakel. Musa naik ke gunung, 40 hari 40 malam dia puasa. Dan Tuhan bilang, Aku mau perlihatkan satu bangunan di surga. Nanti kamu bikin di dunia seperti di surga ini. Saya heran Musa bisa ingat di luar kepala. Dia cuma lihat ukurannya dia bisa tahu. Begitu turun kembali dari gunung ini dia bikin halamannya sekian, tiangnya sekian, halaman ruang suci, ruang maha suci ... kaitannya model begini, bagaimana caranya bikin mezbah-mezbah. Bisa ingat dia. Orang Israel ini selama dia mengerjakan apa yang harus dikerjakan di tabernakel ini, di kemah sembahyang ini, mereka harus tahu bahwa ini sedang menggambarkan apa yang ada di surga.

Jadi sebetulnya hidup kita di dunia sedang dipersiapkan oleh Tuhan untuk kita nanti masuk ke dalam surga.

Sebelum kita masuk sekolah ada istilah sekarang preschool, pra-sekolah. Bahkan Taman Kanak Kanak pun belum, disebutlah play group. Dia cuma main. Tapi dari permainan ini sudah diarahkan untuk ke taman kanak-kanak. Begitu sudah di Taman Kanak Kanak, disiapkan lagi selama satu tahun untuk masuk ke SD. Di SD disiapkan lagi 6 tahun untuk masuk SMP. Begitu terus sampai perguruan tinggi. Ketika kita ada di dalam dunia, Tuhan sekarang ini sedang mempersiapkan kita; Dia sedang memberi kelengkapan kepada kita supaya nanti kita bisa melawan arus, melawan angin ribut, kita bisa melawan problema, melawan percobaan, melawan godaan, melawan iblis - bukan dengan kekuatan kita tetapi kekuatan yang Tuhan sudah siapkan sementara kita hidup di dunia ini.    

Doa Bapa, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.

Jadi kalau kehendak Tuhan terjadi di dunia ini, itu sama nanti kita di surgapun kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita. Mari kita latihan dari sekarang, supaya kita mengerti kehendak Tuhan dengan kelengkapan dari pada Tuhan ini. Dan salah satu pelengkapnya ini adalah Roh Kudus ini. Saya akan memberikan beberapa keuntungan kita mendapatkan Roh Kudus lagi. Yang pertama,    

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa.

Kuasa dalam bahasa Yunani ada 2 kata, yang pertama, dunamis tenaga power. Bila mobil kita bagus tapi kalau dinamonya mati, nggak ngisi baterai, nggak sampai jauh mati sendiri itu mobil. Jadi kalau mobil kekristenan kita ini tidak pakai dinamo, tidak pakai Roh Kudus, saudara dengan kekuatan saudara, ada hujan sedikit aja nggak ke gereja. Karena saudara tidak ada dinamo.  

Satu jemaat kami di Jakarta suami istri, istrinya menemukan di payudaranya sebuah benjolan seperti biji salak. Iblis tidak berhenti: kamu kena kanker. Saya itu ingin punya jemaat itu kaya Kopassus. Kopassus itu kalau masuk hutan 3 minggu hanya dikasih bekal ini beras segenggam kamu masuk hutan. Tiga minggu nggak boleh keluar. Hidup saudara. Tapi bisa bunuh ular, dia bisa bunuh babi, makan kelapa, makan ubi, apa aja yang ketemu di hutan. 3 minggu. Tidak cengeng dalam problem. 

Suami istri ini mulai bimbang. Ini kanker. Tapi suaminya bilang, saya doakan. Dalam nama Yesus. Itu hari kamis, kenaikan Yesus. Jumat sabtu minggu, senin hilang. Jemaat biasa loh saudara. Saya terkesan hal itu, ya. Dalam nama Yesus, hilang. Tiap hari. Selama satu minggu. Tapi saya yakin kalau daging lebih bisa kempes, yang kempes bisa naik, dompetnya yang kempes bisa gemuk, ada haleluyah saudara?

Kalau segala sesuatu tidak ada kita pakai dunamis, kuasa dari Tuhan. Ini yang pertama adalah kuasa.

Yang kedua, kita buka dalam Yohanes 14, apa berkatnya kalau kita mempunyai Roh Kudus

14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Saya mau pakai bahasa inggris dulu, but The Helper ... Penolong. Roh Kudus itu Penolong. Sama seperti Adam dikasih istri, istrimu itu akan menjadi penolong. Roh Kudus itu Penolong, saudara. Saudara ngerti bahwa Dia itu Penolong. Ini cucu saya paling senang kalau sudah di lift dia mau pijit sendiri karena masih kecil, 4 tahun. Tingkat berapa, opa? Saya bilang 12. Nggak sampai. Saya tolong. Diangkat itu anak, baru bisa pijit. Tapi bukan oleh kemampuan dia, karena saya tolong dia angkat.

Saudara mungkin melihat cita-cita. Nggak mungkin, saya mah orang miskin, saya mah orang berkekurangan. Mana mungkin saya bisa ke situ. Kalau Roh Kudus mengangkat saudara, kalau Penolong itu mengangkat saudara, saudara bisa mencapai apa yang saudara rindukan, ada amin saudara?

Sekarang saya baru pakai yang kedua, dalam bahasa indonesia, Penghibur. Tuhan bukan hanya menolong tapi Dia juga menghibur. Nggak ada pendeta bisa menghibur, nggak ada dah. Bohong kalau ada pendeta bisa menghibur. Nggak ada rasul nabi bisa menghibur kita. Bisa menghibur hanya dalam hal-hal yang terbatas. Tapi menghibur yang di dalam hati dari tinggalkan istri ditinggalkan suami karena meninggal, saudara luka batin. Hanya Tuhan menghibur yang sesungguh-sungguhnya. Ayat 26 

14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Dia itu Guru, saudara, yang digugu dan ditiru. Dia yang mengajarkan. Roh Kudus itu Guru. Saudara lihat Adam Malik, dia pernah jadi sekjen PBB dari Indonesia. Saudara mau tahu sekolahnya? Cuma sampai kelas 6. Tuhan Guru kita, Dia mengajar kita. Dia datang bukan untuk ngajar masak, nggak. Dia ngajarkan kepada kita, ajarkan. 

14:26 ... , Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Orang yang penuh Roh Kudus anti pikun. Kenapa? Karena Dia kasih ingat terus ini loh ... ini loh; dia nggak akan bisa salah masuk kamar. Dia tahu mana kamar istri mana kamar pembantu - dia tahu, dia nggak akan salah masuk kamar. Dia tahu yang mana jemuran orang yang mana jemuran punyanya dia, dia nggak akan salah ambil. Dia tahu yang mana uang Tuhan, yang mana uang dia; dia tahu yang mana uang kantor yang mana uang pribadi - dia bisa tahu. Karena ada yang mengingatkan. Kalau saudara diingatkan, sudah mau melangkah ... salah ini, salah ... mundur. Saudara maju juga, itu bukan Roh Kudus tapi roh ndableg, roh bandel, dalam bahasa ibraninya itu roh sontoloyo, yang susah untuk diatur. Tapi kalau Roh Kudus mengajar, jadilah kita seperti Yesaya katakan, aku punya telinga seorang murid. Tiap hari tiap pagi aku mendengarkan suara Tuhan, mempertajam pendengaranku. Dengarlah Roh Kudus akan mengingatkan kita apa hal-hal yang kita lupa.

Yesus pernah bilang begini: Kalau nanti kamu akan ditangkap, kamu akan dibawa ke mahkamah-mahkamah agama. Jangan pikir-pikir dulu, jangan berencana, saya mau ngomong apa nanti ... karena Roh Kudus akan mengajarkan kepada kita. Yohanes

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 

Dia adalah Roh Kebenaran. Roh Kudus bukan eyang suryakancana; Roh Kudus bukan sa elmu sa guru teu meunang ngaganggu. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. 

Di sekolah jangan nyontek apalagi di sekolah alkitab. Masa anak Tuhan nyontek? Dapat nilai 8, 10 tapi hasil nyontek. Dia Roh Kebenaran.

Kalau orang sedang di dalam gelap, hal yang jelekpun dianggap tidak salah. Tapi ketika dia hidup di dalam terang baru dia tahu bahwa yang dia lakukan selama ini salah.

Zakheus langsung hormat sama Yesus: Ya Tuhan, setengah dari harta hamba, hamba akan serahkan kepada orang miskin. Yesus nggak bilang, berilah kamu akan diberi. Dia nggak khotbah perpuluhan, nggak. Tiba-tiba saja, setengah dari harta hamba, hamba serahkan pada orang miskin. Kalau ada orang yang saya tipu, saya ganti 4 kali lipat. Siapa yang ngajar Zakheus? Dia sudah melihat Kebenaran ini.

Makanya kata firman Allah, Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Jadi kalau penuh Roh Kudus bukan hanya bahasa roh, bukan. Penuh Roh Kudus itu juga penuh dengan kebenaran - benar bertindak, benar berkata, benar berpikir, benar berencana, segala sesuatu dilakukan dengan yang benar.    

Saudara punya kastrol, saudara punya nasi, saudara ada kompor tapi masak nasinya salah, nasi itu tidak akan jadi. Airnya kurang, airnya terlalu banyak, dia jadi bubur.

Itu sebabnya saya mau katakan, kehidupan di dalam Tuhan itu penuh dengan kebenaran. Di mana ada Roh Kudus, di situ ada kebenaran. Yang terakhir II Korintus 

3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Bahsa Inggris, liberty ... kebebasan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung. Banyak orang salah menyalin kata kebebasan. Mereka bilang kebebasan itu bebas mengisap narkoba, bebas berzinah, bebas ganti pasangan, bebas berbohong, bebas berbuat dosa, bebas melawan orang tua. Saudara, kalau saudara berbuat dosa, itu bukan bebas - saudara malah terikat. Tambah lama kita berdosa, tambah kita bimbang.

Tapi kalau bebas itu saudara bebas - bebas dari kebencian, bebas dari dendam, bebas dari kekuatiran, bebas dari ketakutan, bebas dari kengerian, bebas dari kekikiran, bebas dari sakit hati, bebas dari segala kebencian, bebas dari segala penyakit, bebas dari segala hutang - itu kebebasan yang dari Tuhan! Bebas dari segala rasa takut. Dan tidak ada pendeta yang bisa bebaskan - cuma Roh Kudus! Kami hamba-hamba Tuhan cuma memberitakan tapi yang bisa tolong saudara hanya Roh Kudus. Kita berdiri bersama-sama.       

-- o -- 

Minggu,  22 Mei 2005

TUHAN ADA DI MANA-MANA                

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yehezkiel     

48:30 "Inilah pintu-pintu keluar kota itu: di sisi sebelah utara, yang ukurannya adalah empat ribu lima ratus hasta,
48:31 terdapat tiga pintu gerbang, yaitu pintu gerbang Ruben, pintu gerbang Yehuda dan pintu gerbang Lewi--sebab pintu-pintu gerbang kota itu disebut menurut nama suku-suku Israel--.
48:32 Di sisi sebelah timur, yang ukurannya empat ribu lima ratus hasta, terdapat tiga pintu gerbang juga, yaitu pintu gerbang Yusuf, pintu gerbang Benyamin dan pintu gerbang Dan.
48:33 Di sisi sebelah selatan, yang ukurannya empat ribu lima ratus hasta, terdapat tiga pintu gerbang juga, yaitu pintu gerbang Simeon, pintu gerbang Isakhar dan pintu gerbang Zebulon.
48:34 Di sisi sebelah barat, yang ukurannya empat ribu lima ratus hasta, terdapat tiga pintu gerbang juga, yaitu pintu gerbang Gad, pintu gerbang Asyer dan pintu gerbang Naftali.
48:35 Jadi keliling kota itu adalah delapan belas ribu hasta. Sejak hari itu nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DI SITU."

The Lord is there - Tuhan ada di sana. Dalam bahasa Ibrani, Tuhan ada di sana ini disalin dengan kata Yehova Shama. Tuhan ada di sana, Tuhan ada di situ. Jadi Tuhan membuat kota 4 segi dan masing-masing sisinya mempunyai 3 pintu. Dari satu sisi ada 3 pintu ... semuanya itu 12 pintu untuk 12 suku Israel.

Kita belajar yang pertama. Masing-masing suku punya pintunya. Saudara termasuk kepada salah satu dari 12 ini. Saya tidak tahu saudara suku mana di dalam Tuhan. Tapi maksud saya bawa Firman Allah ini bahwa masing-masing kita punya pintu rezekinya, punya pintu hokinya, punya pintu masing-masing. Ruben ya Ruben, Zebulon ... Zebulon, Naftali ... Naftali, Dan ...Dan, Yusuf ... Yusuf, semuanya masing-masing.

Jadi kita nggak usah kita ribut dengan urusan orang. Dia berhasil di situ belum tentu kita berhasil di situ. Tuhan punya pintu sendiri-sendiri bagi kita. Nah, sejak itu nama Yerusalem tidak disebut lagi dengan kata Yerusalem tapi disebut Yehova Shama - Tuhan ada di sana. Saya tidak akan buka tapi saya akan bercerita. Di dalam Daniel 6, Daniel ini bekerja sebagai salah satu pegawai tinggi dari Raja Darius. Dia biasa berdoa sehari tiga kali - pagi, siang, malam.

Lagu pantekosta lama berkata Berdoalah waktu pagi ... Berdoa juga waktu siang ... Sampai masuk matahari ... Bikin hatiku senang.

Berdoalah waktu pagi. Pagi ini remaja. Tadi kita dengar nyanyian remaja. Berdoa juga waktu siang. Siang ini orang yang baru berkeluarga, yang top-topnya pada usia 40 tahunan. Sampai masuk matahari. Ini sudah last two dan last one, hampir game. Tidak tahu 70, 80 atau 60. Bikin hatiku senang.

Ternyata doa diperlukan oleh orang remaja, diperlukan oleh orang yang sudah berhasil, diperlukan oleh orang yang sudah lanjut usia. Kurang berdoa, kurang kuasa. Banyak berdoa, banyak kuasa. Tidak berdoa, tidak ada kuasa.   

Daniel ini saudara, diiri hati oleh 120 menteri yang lain. Kenapa? Karena Daniel ini outsider, dari Israel ditahan masuk ke daerah dijajah di Babel, maka dia adalah orang luar ... orang asing. Kenapa katanya raja ini memakai Daniel orang asing, budak belian, kenapa dia dipakai jadi menteri? 120 menteri yang lain pada iri hati.

Pelajaran kedua. Pada waktu saudara bekerja sebagai pegawai pemerintah, saudara bekerja di perusahaan swasta atau negeri, saudara jangan takut kalau Tuhan mengangkat saudara menjadi orang yang penting, ada haleluyah saudara? Orang yang penting, orang yang diberi tanggung-jawab pemegang kunci. Orang kepercayaan. Dan jangan takut kalau orang-orang lain yang sama dengan kedudukan kita atau lebih rendah mulai iri kepada kita.

Dan mulailah mereka melancarkan fitnah kepada Daniel. Ditanya, dicari salahnya, dia nggak korupsi. Kelakuannya bersih, keuangannya jujur, nggak bisa disalahkan. Lalu mereka bikin satu peraturan bikinan manusia. Mereka bikin peraturan bahwa seorang tidak boleh berdoa kepada Allah yang lain kecuali berdoa kepada patung atau kepada raja. Raja senang melihat itu; dia tidak ingat bahwa ini Daniel punya Allah Yehova. Jadi dia stempel itu pengumuman. Begitu distempel, seluruh rakyat tidak boleh berdoa lagi kepada apa-apa kecuali kepada patung atau kepada raja Darius ini.    

Tapi kalau saudara baca dalam Daniel 6, Daniel tetap berdoa sehari 3 kali - pagi, siang, malam. Saudara, percobaan boleh datang tapi jangan lupa kita tetap berdoa. Jangan ganggu jam doa kita. Biar cuma 5 menit, 10 menit, pokoknya konstan - pagi, siang, malam. Entah saudara di toko atau di mobil, saudara bisa berdoa.

Tadi pagi saya dengar kesaksian di Jakarta seorang ibu sedang masak menunggu rotinya matang tiba-tiba dia ingin baca alkitab, dia ingin berdoa. Pada waktu yang sama, suaminya dan anaknya tabrakan. Tapi aneh, motor hancur, suami dan anaknya tidak luka sedikitpun. Mobil hancur yang nabraknya angkutan kota tapi dia tidak.

Jadi saudara, jangan kita buang ini doa, jangan kita buang soal doa ini. Masing-masing saudara berdoa kepada Tuhan. Nah, jadi dicarilah salahnya dari Daniel ini dari segi agama. Karena dari ekonomi bersih, dari keuangan bersih, dari kejujuran bersih, dari segi moral bersih. Tidak bisa dituduh. Jadi dituduhlah dia dari segi agama. Tapi dia tetap saja berdoa.

Jangan kaget nanti kalau orang sentimen sama saudara karena saudara orang kristen. Orang marah, orang iri kepada kita karena saudara orang kristen, karena saudara percaya kepada Tuhan, karena saudara diberkati Tuhan. Nanti ada yang iri. Tetapi jangan mundur dari doa, tetaplah saudara berdoa. Sebab ada ayat terpendek I Tesalonika 5, dikatakan, tetaplah berdoa. Walaupun problem datang, tetaplah berdoa jangan lupa. Tetaplah berdoa. Di manapun kita berada, tetaplah berdoa. Dan doa kita jangan kebawa orang. Kalau ada pendeta baru berdoa, kalau tidak ada pendeta doanya tidak ada.

Tetaplah berdoa. Menghadap kepada kiblat. Kata kiblat pertama itu adalah bahasanya orang Yahudi. Kiblatnya itu Yerusalem. Semua sinagog rumah ibadat orang Yahudi ada di negara mana harus menghadap Yerusalem. Itu pelajaran pertama dari kiblat itu. Sebelum ada orang islam. Orang islam baru ada pada abad ke-14. Tetapi saudaraku, jauh sebelum perjanjian baru, sebelum Yesus ada, sudah ada kiblat untuk orang Yahudi itu, yaitu Yerusalem. Namanya saja Yerusalem, itu bukan orang Palestina punya, itu orang Yahudi. 

Mereka berdoa. Diintip, saudara. Ketahuan. Entah bagaimana apa difoto, pokoknya ada kesaksian: Tuanku Baginda, Daniel ini harus dihukum. Karena hukumannya dibuang ke dalam kandang singa. Kaget raja karena Daniel disayang sama dia tetapi karena dia sudah stempel itu surat, sudah tanda-tangan maka akhirnya dengan berat hati dia antar Daniel dilempar di kandang singa. Wah, hancur hati. Tapi ya sudah, memang sudah undang-undang begitu, dilemparlah Daniel di kandang singa. Kandang singa zaman dulu bukan gua begini tetapi dari atas pintu dibuka dijatuhkan orang, di bawah ini singa-singa semua. Begitu Daniel dimasukkan ditutup lagi pintu itu dari batu.

Tapi Alkitab katakan raja nggak bisa tidur. Aneh saudara, yang dimasukkan ke kandang singa itu Daniel, yang nggak bisa tidur raja. Begitu salah begitu salah, makan rasa minum, minum rasa makan. Sampai pagi-pagi jam 5 subuh pagi-pagi sekali dia datang ke kandang singa. Dan dikatakan oleh alkitab, raja ini memanggil Daniel dengan suara merdu. Saya bingung, bagaimana sih suara merdu ini.

Tetapi yang bikin dia kaget, Daniel menjawab, karena dikatakan: Daniel, apakah Tuhan yang engkau sembah itu melepaskan kamu dari mulut singa? Ya baginda, Tuhan yang saya sembah membuktikan bahwa saya tidak salah. Dia dengar itu suara singa mengaum-ngaum. Singa ada ketuanya. Yang paling besar itu yang paling dewasa singa jantan itu, dia ketuanya. Mungkin singa jantan ini kasih nasehat sama singa-singa lain: Jangan kamu makan orang ini, nenek moyang dia membunuh nenek moyang gua. Namanya Simson. Dulu nenek moyang saya dirobek mulutnya sama Simson. Jadi jangan main-main ... ini Daniel ini masih keturunannya Simson. Oke boss. Sudah diam saja.

Akhirnya, singa ini saudaraku mendapatkan rahasia, terlebih berkat memberi dari pada menerima. Dia kembalikan saudaraku Daniel hidup-hidup dan semua senang. Lalu apa kata raja? 120 menteri yang fitnah Daniel harus masuk ke dalam kandang singa. Alkitab katakan, badan mereka belum sampai ke bawah, singa sudah sambar, singa sudah gigit, singa sudah pegang, dia dirobek-robek. Betul kata firman, memberi sedikit yang dapatnya 120; memberi 1 dapat 120. Apa yang terjadi saudara bukti dalam kitab Daniel itu? Di kandang singa, Tuhan ada di sana!  

Saya ingat satu lagu waktu saya di sekolah alkitab Beji ... Ku jalan dengan iman ... Yesus di hadapan ... Langkahku menuju ke surga ... Bila iblis datang s'perti singa ... Kurasa sentosa ... Karena Tuhan janji besertaku. Ini Daniel membuktikan, Tuhan ada di sana. Tuhan ada pada percobaan saudara. Petrus berkata, tidak tahukah kamu bahwa singa mengaum-ngaum; iblis itu seperti singa yang mengaum mencari siapa yang bisa dilulurnya, siapa yang bisa ditelannya. Tapi jangan takut, walaupun di sekitar kita banyak singa, Tuhan berjanji Dia ada di sana, Dia akan menjaga kita. Ada haleluyah, saudara?

Nah, Daniel ini punya teman dekat 3 orang, namanya Sadrakh, Mesakh, Abednego. Sama juga. Dia juga berbakti kepada Tuhan, iri hati orang-orang yang lain. Dibikin peraturan, harus semua rakyat menyembah kalau dengar musik menyembah kepada patung atau kepada raja. Rajanya raja lain. Dan katanya kalau tidak menyembah akan dilemparkan ke dalam api yang sudah dipanaskan 7 kali lipat. Pada waktu harinya rakyat berkumpul. Musik berbunyi, semua rakyat tunduk menyembah kepada raja atau kepada patung berhala itu. Tiga orang - Sadrakh, Mesakh, Abednego - dia berdiri saja. Raja bilang, siapa itu tidak mau berdiri? Sadrakh, Mesakh, Abednego. Kaget ada, kesel ada. Panggil. Apa kamu tidak takut api ini? Mereka bilang begini: Baginda, kami percaya Tuhan yang kami sembah akan melepaskan kami dari api itu. Tapi, kalaupun Tuhan tidak melepaskan kami, kami mau tetap percaya kepada Tuhan. Ini iman yang bagus.

Saya yakin Tuhan sembuhkan saya tapi kalau Tuhan belum disembuhkan dan tidak sembuhkan, saya punya iman tetap kepada Tuhan. Saya yakin Tuhan akan berkati. Tapi kalau Tuhan belum berkati, saya akan tetap beribadah kepada Tuhan. Ini iman. Jangan begini: Tuhan berkati saya, kalau tidak, awas, saya akan pindah agama. Celaka itu.

Tapi Sadrah, Mesakh, Abednego, kami percaya Tuhan akan melepaskan. Raja sayang tapi aturan sudah ada. Dipanggil enam orang: Gotong ini orang, satu-satu. Sudah dipanaskan 7 kali. Bagaimana ngukurnya, apa dengan termometer. Pokoknya dikatakan bahwa api itu 7 kali saja panasnya. Bayangkan saudara, orang yang lempar, ayunkan satu-satu Sadrakh dulu nih. 1,2,3, .. dilempar - tapi yang mati justru yang lempar karena tidak tahan panasnya. Mesakh juga begitu. Ini sial bener yang disuruh masukkan ini. Karena dia masukkan orang ke api, dia sendiri yang mati. Yang ketiga dimasukkan lagi. Siapa yang menggali lubang mencelakakan saudara, dia sendiri yang celaka. Kaget raja. Bukankah yang dilemparkan 3 orang, kenapa ada 4 orang? Itu yang keempat siapa itu, wajah-Nya bercahaya seperti dewata, katanya. Dialah Yesus. Betul kata firman Allah ini, Tuhan ada di sana!

Ketika saudara menghadapi api percobaan, api yang membuat saudara mau mundur dari Tuhan, jangan mundur saudara. Di tengah api percobaan - Tuhan ada di sana. Tuhan menemani saudara, Tuhan mengasihi saudara, Tuhan rela bersama dengan saudara di tengah api percobaan. Sama dengan Yesus bersama dengan murid-murid-Nya di perahu yang ditiup angin. Demikian juga Yesus bersama dengan Sadrakh, Mesakh, Abednego di tengah api. Betul memang Tuhan ada di sana. Ada haleluyah, saudara?

Malam hari ini, siapa yang mengalami percobaan, ... kesulitan datang seperti api - Tuhan ada di tengah-tengah api percobaan. Saudara tidak akan terbakar. Saudara akan lewat, saudara akan aman, saudara tidak akan celaka. 

Yang ketiga, kita baca Lukas        

2:41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
2:42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
2:43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
2:44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
2:45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
2:47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.

Saudara, biasanya kalau orang Palestina turun dari Yerusalem, orang-orang Israel mau pergi ke Nazaret. Nazaret itu turun kaya dari Cipanas ke Cianjur, jalannya turun. Mereka ngobrol dengan teman-teman. Biasanya anak-anak itu disuruh jalan di depan mereka. Jadi sementara mereka jalan, anak-anak kan kelihatan. Jadi sementara ngobrol mereka bisa lihat anak-anak sementara jalan.

Tapi kali ini mereka salah. Mereka kira bahwa Yesus itu ada di belakang mereka mengikuti mereka. Ketika nengok setelah satu hari, tidak ada Yesus. Jangan saudara kira Yesus itu mau mengikuti kemauan saudara. Jangan kita mengira Yesus itu mau mengikuti planning kita, cara hidup kita, rencana kita. Keliru. Setelah satu hari perjalanan dia tidak menemukan Yesus, ayatnya yang ke- 44, mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka.

Yesus itu tidak boleh dialami oleh orang lain. Musti oleh kita sendiri. Yesus itu heran ya ... itu teman saya itu ditolong Tuhan. Tapi kita belum pernah. Yesus itu baik ya, itu teman seperjalanan saya di gereja, dia ditolong Tuhan. Tapi kita belum pernah, belum pernah mengalami.   

Berikutnya, ...  lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.

Jangan saudara sangka bahwa kaum keluarga bisa menjadi jawaban ... tidak. Ada Yesus nggak? Keluarga, ini family. Nggak ada. Lalu mereka mencari di antara kenalan mereka. Teman-teman. Keliling. Nggak ada juga. Akhirnya mereka balik, saudara. Bayangkan, waktu mereka jalan satu hari satu malam, tapi waktu balik 3 hari 3 malam. Mencari. Sebab dikatakan, ayat 46

2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia - Di mana? - dalam Bait Allah.

Jangan saudara lupa bahwa jam-jam di mana saudara kebaktian sekarang ini, saudara sedang menghampiri hadirat-Nya Tuhan. Dia ada di kebaktian, Dia ada di rumah Allah. Bukankah Dia berkata, dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka. Apa saja yang kamu minta dan doakan dengan sepakat sehati, Aku akan membuatkannya.

Pada sore hari ini, kita lebih dari tiga orang, mari kita sepakat, mari kita sehati. Apa yang saudara perlu, apa yang saudara butuhkan, pertolongan apa yang saudara rindukan, Tuhan tidak sayang untuk memberi kepada saudara. Jangan jalan meninggalkan Bait Allah tanpa Yesus. Jangan saudara jalan, Yesusnya di belakang. 

Pernah saya lihat di Jakarta, orang yang suka jalan sama anjing, dia suka pakai tali, apakah anjingnya kecil atau pendek, ada talinya. Apakah itu anjing di belakang apa anjing di depan, dia tahu di mana adanya.     

Demikian juga kita harus ada hubungan kasih dengan Tuhan Yesus. Harus ada tali kasih yang mengikat hati kita dengan Yesus. Sampai di mana Yesus berada, di situ juga kita mau berada. Harus ada pengetahuan Dia di mana. Bukan hanya Dia di kandang singa, bukan hanya Dia ada di dapur api, yang utama setiap kebaktian Dia ada ditengah-tengah kita. Kalau saudara peka, saudara bisa merasakan kuasa-Nya, saudara bisa merasakan hadirat-Nya. Kalau saudara peka, Tuhan menolong kepada kita.

Sebagai ayat yang terakhir kita membuka Yohanes 11, di sana kita melihat cerita bagaimana Lazarus mati dan Yesus datang untuk membangkitkan Lazarus. Yohanes 

11:17 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
11:18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.
11:19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
11:20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
11:23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
11:24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
11:27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
11:28 Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana - Ada haleluyah, saudara? - dan Ia memanggil engkau."
11:29 Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.

Mari saya bayangkan untuk saudara. Yesus tidak masuk ke rumah Maria. Dia tahu Maria ada di rumahnya, tahu dia sedang susah, Dia tahu dia sedang berduka cita, saudaranya 4 hari baru dikubur. Tapi Dia tidak masuk ke dalam rumahnya. Dia memanggil, saudaranya suruh panggil: Guru ada di luar, Dia memanggil engkau.

Yesus ingin memanggil Maria ke luar dari rumah kesedihannya, mau memanggil Maria keluar dari rumah persoalannya, keluar dari rumah duka cita. Hanya Dia akan membangkitkan Lazarus.

Siapa di antara saudara sedang suka tinggal di rumah, nggak ada semangat kerja. Saudara mungkin bilang: Ah, perusahaan saya akan bangkrut. Orang mati saja dibangkitkan apalagi cuma perusahaan. Yesus sanggup membangkitkan menghidupkan perusahaan, usaha saudara yang kelihatan kata orang lain mati tetapi saudara bisa diberkati  Tuhan, ada haleluyah saudara? 

Saya pernah ajar satu saudara, sudah kita tidak usah pindah ke kota besar, kita nggak usah pindah ke kota Bandung ke kota Jakarta untuk diberkati Tuhan. Saudara bisa tetap diberkati di Cianjur.

Baitani ini kota kecil. Sudah ada kematian, yang dihadapi kuburan. Sudah 4 hari sudah terlambat. Tapi Yesus bilang, keluar dari rumahmu. Dan Marta bilang: Ci, Guru ada di luar, Guru ada di sana.

Saudara mau pergi ke mana Yesus ada? Yesus bilang, keluar dari rumah kesedihanmu, keluar dari rumah kegagalanmu. Siapa yang tidak pernah gagal? Semua kita pernah gagal. Tapi jangan diam di dalam kegagalan. Bangkit dan ketemu dengan Yesus. Yesus bisa merubah kegagalan jadi keberhasilan, Yesus bisa merubah mendung menjadi cahaya matahari, Yesus bisa merubah bunga gandarusa yang layu bisa menjadi bunga mawar yang berkembang. Dia bisa membuat semangat kita yang sudah mati Dia bisa bangkitkan juga. Sungguh Dia Yehova Shama, Tuhan hadir di sana.

Jangan takut soal rumah, jangan takut soal toko - Tuhan ada di sana. Tuhan ada di toko saudara, Tuhan ada di pabrik saudara, Tuhan ada di perusahaan saudara, Tuhan ada di dalam rumah tangga saudara. Jangan saudara susah, jangan saudara bimbang - Tuhan Yesus ada di mana-mana.  

Yosua 
1:3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
1:4 Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.
1:5 Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.
1:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Ada haleluyah? Malam hari ini siapa yang ingin berhasil? Di mana saudara pergi, Tuhan ada di sana. Jangan kecil hati, jangan takut. Di mana saudara jejakkan kaki saudara, di sanalah Tuhan bersama dengan kita. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu,  29 Mei 2005

KEINDAHAN DARI KEHENDAK TUHAN                 

Kita akan membuka alkitab kita dalam surat Efesus

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus.

Sore ini saya ingin berbicara mengenai kehendak Tuhan, kehendak Allah. Kita harus jujur bahwa pengetahuan kita tentang kehendak Tuhan itu sangat tipis, sangat kurang. Doa adalah kehendak Tuhan - hanya salah satu contoh, tapi berapa kalikah kita berdoa? Mengalah itu kehendak Tuhan tapi sukakah kita mengalah? Taat itu kehendak Tuhan tapi sukakah kita taat? Memberi itu kehendak Tuhan tapi sukakah kita memberi? 

Jadi kita cuma tahu kehendak Tuhan tapi kita belum melakukannya. Jadi pengetahuan kita tentang kehendak Tuhan itu sangat tipis. Roma 

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kalau kita baca ayat ini kita bisa bingung, seolah-olah kehendak Allah itu ada tiga. Tapi di dalam bahasa inggris, ... dan janganlah kamu menjadi serupa kepada dunia ini tetapi transformasikan dirimu dengan pembaharuan pikiranmu sehingga kamu dapat membuktikan apa yang baik dan berkenan dan sempurna dari kehendak Allah.

Jadi kalau kita mau tahu secara garis besar kehendak Allah itu apa, kehendak Tuhan itu apa, Dia pasti baik, Dia pasti berkenan, Dia pasti sempurna, bisa bilang haleluyah? Kalau saudara menghadapi satu jalan terus mentok, banyak ririwitnya, itu bukan kehendak Tuhan. Karena kehendak Tuhan itu selalu baik dan berkenan dan sempurna. Artinya tidak ada salah itu kehendak dari Tuhan. Saya mau tanya saudara: Apa saudara percaya kehendak Tuhan itu dari 100 kehendak Tuhan ada salahnya 0.01, saudara percaya nggak? Saya tidak percaya.

Kehendak Tuhan itu nggak ada salahnya. Yang salah itu kita. Efesus  

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Ayat ini juga ada yang kurang, yaitu kurangnya di dalam bagian akhir tidak ada kata 'di dalam Kristus'. Bahasa Indonesia, dalam Kristusnya di atas  tapi dalam bahasa inggris, 'dalam Kristusnya' itu terakhir. Jadi kalau saya baca,

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga dalam Kristus.

Jadi begitu kita masuk di dalam Tuhan, kita punya hak untuk berkat-berkat rohani yang ada di dalam surga. Persoalannya apa? Bagaimana berkat rohani itu yang dikaruniakan kepada kita di dalam Kristus itu sampai kepada kita? Berkat rohani dari Tuhan itu salah satunya adalah kehendak Allah. Jadi berkat rohani Tuhan ingin memberkati saudara. Jangan ada pikiran, Tuhan itu kepada orang ini Dia bikin susah miskin, kepada orang ini Dia bikin kaya - tidak! Tuhan ingin memberkati umat-Nya. Dia tidak ingin melihat umat-Nya menderita.

Pada waktu orang Israel keluar dari Mesir, Tuhan menyentuh hati orang Mesir; mereka jadi mengasihani orang Israel, mereka kasih emas, mereka kasih pakaian, mereka kasih gelang, mereka kasih harta benda untuk bekal orang Israel, dan apa yang terjadi, saudara? Dengan emas itulah mereka di padang gurun membangun tabernakel, membangun kemah sembayang.

Jadi Tuhan ingin memberkati kita, Tuhan selalu ingin memberkati kita.       

1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

Yang pertama yang saya ingin berbicara adalah kehendak Tuhan yang ditentukan. Perhatikan baik-baik. Kehendak Tuhan yang ditentukan. Saudara begini, saudara ditentukan jadi laki-laki. Nggak bisa protes. Kita ditentukan, yang lain, jadi perempuan. Kita dijadikan orang Tionghoa. Itu kehendak Tuhan, sudah ditentukan. Ada yang jadi orang Manado, sudah ditentukan, itu kehendak Tuhan. Ada yang jadi orang Ambon, ada yang jadi orang Amerika. Sudah kehendak Tuhan, nggak bisa milih, sudah ditentukan.

Nah, apa yang ditentukan itu, yang ayat ke-4, di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Bisa bilang haleluyah? Susah dimengerti, tetapi inilah. Jadi kebaktian malam ini, itu sudah ditentukan oleh Tuhan sebelum dunia dijadikan.

Sebelum dunia dijadikan, boro-boro ada Adam dan Hawa, dunia pun belum ada. Tuhan dengan kemahatahuannya Dia melihat jauh ke depan, Dia melihat ke depan, kepada saudara. Saudara sudah ditentukan, saudara dipilih. Ini kehendak Allah yang sudah ditentukan. Loh, kenapa saya dipilih ditentukan oleh Tuhan? Kenapa? Saya cuma bisa terangkan ayat ke-5 bagian akhir, dengan kerelaan kehendak-Nya. Dia rela, kok.

Dia memilih saudara dan memilih saya, jauh sebelum dunia ada. Memang pikiran kita, otak kita cuma segede bacang, nggak bisa lebih dari itu. Bagaimana kita bisa memikirkan Tuhan yang menciptakan otak kita. Kita nggak bisa mikir. Tapi mari kita terima dengan percaya, bahwa Paulus sekarang menemukan bahwa Tuhan sudah memilih kita, jauh sebelum dunia dijadikan; Dia sudah menentukan kita, ini Allah sudah memilih kita. Yohanes

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Saudara dan saya adalah orang-orang pilihan. Yesus berkata, banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Semua yang dipanggil itu 32.000 tentara Gideon tapi yang terpilih cuma 300 - nggak sampai 1 persen. Bayangkan sekarang saudara dipilih bukan dipanggil. Dipilih dari sebelum dunia dijadikan. Maka sekali lagi saya bilang, jangan suka merendahkan diri saudara sendiri. Jangan saudara menurunkan derajat saudara sendiri dan saudara berkata, saya bukan orang baik, saya bukan orang berhasil. Jangan. Saudara pilihan Tuhan. Engkau sudah dipilih ... dipilih ... dipilih, sebelum dunia ada, sebelum dunia dijadikan, Dia sudah memilih kita. Ini adalah kehendak-Nya yang ditentukan.

Yang kedua, adalah tujuan dari kehendak, yaitu kehendak-Nya yang dimaksudkan. Maksud kehendak Tuhan apa?     

1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Loh, kenapa Tuhan memilih kita? Supaya kita kudus dan tak bercacat. Karena Dia sudah lihat duluan, bahwa kita ini akan jatuh dalam dosa. Sebelum Hawa memetik buah, Dia sudah tahu ini bakal gagal, produknya ini Adam dan Hawa ini bakal gagal. Baru Dia nanti tahu Adam yang kedua - Yesus Kristus, Dia tak akan gagal. Itu sebabnya dua kali sampai berkatalah Bapa: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan. Yesus itu Adam yang kedua. Adam yang terakhir disebutnya. Nah, Adam yang pertama dan Hawa itu gagal, Tuhan sudah tahu bakal gagal. Itu sebabnya saudaraku dia diusir dari Taman Eden ke satu padang yang namanya dunia yang susah seperti kita ini sekarang.

Jadi Tuhan tahu bahwa kita manusia ini tidak ada yang benar, tidak ada yang suci, tidak ada yang beres, tidak ada yang kudus. Tapi Dia sudah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Supaya orang-orang itu yang Aku pilih itu, dia akan kudus dan tak bercacat, ada haleluyah saudara?

Kalau saudara melihat diri saudara sendiri masih ada kelemahan, masih ada kekurangan, masih ada salah di sana-sini, jangan lihat itu, tapi lihatlah kepada maksud Tuhan, kehendak Tuhan yang dimaksudkan, yaitu Dia memilih kita supaya kita kudus dan tak bercacat.  

Saya itu bangga sama Yesus, karena apa? Saya tahu saya ada kekurangan, saya tahu ada banyak kesalahan, masih banyak yang minor, masih banyak kurang, masih banyak flek, masih banyak totol-totol tapi yang saya yakin, sedikit demi sedikit Bapa itu yang di surga melalui Yesus Kristus dengan darah-Nya yang kudus, Dia menyucikan kita dari segala dosa tetapi Dia mulai menguduskan kita dengan firman Tuhan, Dia menguduskan kita dengan doa, Dia menguduskan kita sampai kita menjadi kudus dan tak bercacat. Ini tujuan akhir dari Tuhan, yaitu kehendak Allah yang dimaksudkan supaya kita kudus dan tak bercacat.

Jadi saudara jangan merasa rendah diri kalau bangun jatuh, bangun jatuh, bangun jatuh. Kita tidak akan jatuh kecuali kita mau jatuh. Korintus berkata, siapa yang tegak ingat jangan kamu jatuh. Orang yang berdiri punya 100 persen kans dia jatuh. Tapi orang yang jatuh punya 100 persen kans untuk dia berdiri, haleluyah saudara? Bukan kuat bukan oleh gagah tapi oleh Roh Tuhan.

Ada nyanyian, Tuhan menetapkan langkah-langkah orang ... Yang hidupnya berkenan -  berkenan, bukan kurang ajar. hidupnya benar, beres - kepada-Nya. Apabila dia jatuh. Orang benar, berkenan bisa jatuh tapi dia tidak akan tergeletak. Sebab apa? Rencana Tuhan memang bukan supaya kita jatuh, rencana Tuhan supaya kita kudus dan tak bercacat. Itu sebabnya dikatakan kamu tidak akan tergeletak karena Tuhan menopang kamu. Bahasa Inggris, karena Tuhan menopang dengan tangan-Nya. Maka mari kita hadapi hidup ini dengan rileks, dengan tenang karena kita yakin Tuhan kita tak pernah gagal. Dia tak pernah gagal. Kita gagal tapi Tuhan punya rencana nggak akan gagal. Pada akhirnya nanti kita akan kudus dan tak bercacat. Ayat 5

1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.

Kita diadopsi. Dia mengadopsi kita menjadi anak-anak-Nya. Menurut Yohanes 8:44, kita ini anak-anak iblis dulunya tapi Tuhan pilih Tuhan adopsi menjadi anak-anak-Nya. Oh, betapa senang ... Jadi anak Tuhan ... Senang jadi anak Tuhan ... Senang jadi anak Tuhan ... Oh, betapa senangnya ... Jadi anak Tuhan. Saya tidak boleh anggap remeh saudara, saudara anak Tuhan. Kita anak Raja segala raja. Kita nggak boleh bilang, ah saya begini ... saudara anak Raja. Begitu anak terhilang itu jauh dari bapanya, dia jadi miskin, makan ampas makanan babipun nggak bisa. Apa dia kehilangan keanakan bapanya yang kaya? Berapa banyak pegawai bapaku yang makanannya berlimpah-limpah aku sekarang hidup dalam kelaparan, katanya. Begitu dia pulang dia ngaku dosa: Aku berdosa kepada bapa, aku berdosa ke surga. Apa bapanya bilang? Kamu bukan anakku lagi? Mari bikin pesta, anakku yang hilang sudah kembali.

Saudara harus bangga jadi anak Tuhan. Kita jalan harus seperti anak Tuhan. Orang ngajak narkoba - tidak. Banyak yang tertipu oleh dukun saudara, banyak yang suka ke dukun sekarang. Tapi jangan salah, dukun sekarang bukan gondrong-gondrong, dukun sekarang ganteng-ganteng.    

Seperti anak terhilang: Berapa banyak pegawai bapaku yang limpah, sekarang aku hidup di sini. Kalau saudara lagi berdosa, kalau ada di antara saudara sedang salah, sedang mabuk, salah dalam hal seks, salah dalam hal uang, salah dalam hubungan baik ... dengan suami-istri jadi ribut.

Tangannya terbuka ... Menunggulah - Dia menunggu saudara, Dia menunggu kita. Kalau ada salah lekas kembali, kalau kita lagi keliru, lekas kembali. Siapa sih yang nggak salah. Saudara salah, saya salah. Mungkin dalam ruangan ini, dosa saya yang paling besar dibanding dengan dosa saudara tapi mari kita kembali. Kembali kepada Tuhan, kembali kepada Bapa kita di surga. Dia punya pakaian menutupi ketelanjangan kita, Dia punyai cincin untuk mengangkat kita sebagai anak. Dia pasangkan lagi kasut karena kita sudah tidak punya kasut kebenaran lagi. Dia akan bikinkan pesta sukacita. Ayo kembali sama Tuhan, kembali kepada Tuhan.      

1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Tiga kali dalam satu pasal - untuk kepujian nama Tuhan, untuk dipujinya nama Tuhan. Saya sekolah tinggi supaya apa? Supaya nama Tuhan dipuji! Anak saya, saya sekolahkan piano di Jepang, untuk apa? Bukan dia supaya juara piano. Supaya dia bisa main piano di gereja bagi kepujian nama Tuhan! Saya sekolah alkitab untuk apa? Untuk jadi pendeta besar? Tidak. Untuk kepujian bagi nama Tuhan! Pak, saya diberkati Tuhan, pabrik saya jadi dua. Untuk apa itu? Untuk kepujian nama Tuhan! Wah pak, saya punya suara bagus. Untuk apa les nyanyi? Untuk kepujian nama Tuhan! Supaya kalau kaum wanita nyanyi jadi bagus suaranya.  

Apa yang kamu buat dan kerjakan, perbuatlah semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan, kata rasul Paulus. Bukan aku ya Tuhan melainkan nama-Mulah yang dipuji, Mazmur 115:1. Daud berkata, bukan aku ya Tuhan tapi nama-Mulah yang dipuji. Rasul Paulus dalam suratan Roma 11, dia katakan, segala sesuatu dari Dia bagi Dia dan kepada Dia segala kemuliaan mulai sekarang sampai selama-lamanya.

Saya sehat supaya apa? Supaya nama Tuhan dipermuliakan. Saya kaya supaya apa? Nama Tuhan dipermuliakan. Karena banyak kali kalau lagi susah rajin berdoa, begitu diberkati Tuhan semuanya sudah baik, anak cucu baik, perusahaan baik, ... sudah tidak berdoa lagi. Dia diberkati Tuhan tapi tidak jadi kemuliaan bagi Tuhan.

Mari kita jadi kemuliaan bagi Tuhan. Saya tidak berani berdiri di mimbar ini kalau saya tidak sembahyang. Kenapa? Supaya saya jadi kemuliaan bagi Tuhan. Bayangkan satu bulan rata-rata saya khotbah 60 kali, dan tidak boleh sama. Kalau sama, orang tidak mau dengar lagi. Kemana saya lari? Kepada Tuhan. Bukan untuk kepujian saya tapi supaya nama Tuhan dipermuliakan, supaya Tuhan dipuji, supaya Tuhanlah yang dibesarkan.

Maka kalau ke gereja mandi bersih-bersih. Begitu masuk di gereja, harum. Memang Tuhan tidak lihat pakaian tapi kita berpakaian untuk kemuliaan Tuhan. Tiga kali - terpujilah, terpujilah, terpujilah. Itu untuk Tuhan. Berikut.         

1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Ini saya beri judul, keindahan dari kehendak Tuhan.

Saudara, apa yang dimaksudkan keindahan di sini? Salib! Ayo, siapa yang bisa bandingkan keindahan dunia dengan salib Tuhan. Ketika dosa saudara dan dosa saya diampuni, ketika kita ditebus, ketika kita dibayar kembali.

Ada 7 hal yang Tuhan tidak bisa perbuat, ada 7 hal yang Dia tidak bisa kerjakan. Salah satunya, nomor satu, Tuhan tidak bisa berdusta. Yang kedua, kalau dia mengampuni dosa kita, Dia tidak bisa ingat salah kita. Salib, satu keindahan dari kehendak Tuhan. Ketika Yesus berdoa, bukan kehendak-Ku ya Bapa tapi kehendak-Mu yang jadi. Untung Dia minum itu cawan. Menurut kehendak Tuhan. Sampai kita diakui. Ditebus.

Saya ini saudara sudah lihat banyak orang. Sudah ratusan ribu, mungkin lebih satu juta saya lihat manusia. Saya pernah lihat orang yang dibaptis mukanya itu lain. Begitu keluar dari baptisan, mukanya ... itu seolah hidup suci di dalam Tuhan, wajahnya juga bercahaya.   

Kalau kita bisa maju, kalau kita bisa sukses, kalau kita bisa berhasil, kalau kita bisa menjadi anak Tuhan, itu bukan karena kita tapi karena salib-Nya Tuhan. Ini keindahan dari kehendak Tuhan. Tidak ada lukisan di dunia, tidak ada pemandangan di dunia yang bisa dibandingkan dengan keindahan salib Tuhan. Ketika orang yang najis seperti kita menjadi indah di hadapan Tuhan, ketika orang yang terbuang seperti kita diangkat anak, diadopsi menjadi anak-Nya. Kita yang tidak punya bagian, tidak dihitung - sekarang diperhitungkan oleh Tuhan.  

1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Kalau Dia mengampuni dosa kita, Dia tidak bisa mengingat-ingat lagi. Kalau manusia lain. Mertua kita bisa mengingat salah kita, mertua kita, besan kita, keluarga kita, menantu, anak ... bisa mengingat-ingat salah kita. Tapi Tuhan tidak pernah ingat salah kita. Itu sebabnya saudara, sore hari ini kita berbahagia, 

1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus.

Bukan Muhammad yang menyelamatkan kita, bukan Budha yang menyelamatkan kita, bukan Maria yang menyelamatkan kita, bukan Sai Baba yang menyelamatkan kita, bukan agama kristen yang menyelamatkan kita. Yang menyelamatkan kita adalah Kristus Yesus yang tersalib.

Akulah Allah Ibrahim, Ishak dan Yakub. Sekarang ada bangsa yang paling benci sama Yahudi, dia bunuh-bunuhin orang Yahudi, dia bunuh-bunuhin orang kristen dan dia bilang, kitabnya sama dengan kitab injil. Sorry, Allah kita lain! Tuhan kita penuh dengan kasih, penuh dengan pengampunan. Bukan ngebomin orang nggak bersalah, bukan membunuhi orang tapi mengampuni.

Saudara berbahagialah kita ada di jalan yang benar, kita mengikuti Pribadi yang benar: Akulah Jalan, Kebenaran dan hidup. Tidak ada sampai seorangpun kepada Bapa kecuali dengan Aku. Para pelayan perjamuan maju ke depan. 

-- o --   

Minggu, 05 Juni 2005

YANG TUHAN TIDAK BISA KERJAKAN

Haleluyah. Siapa yang percaya Allah itu Mahakuasa, angkat tangan? Siapa yang percaya Tuhan kita Mahabisa? Salah. Ada sembilan hal yang Tuhan tidak bisa. Tapi saya akan beri kepada saudara tujuh hal saja pada sore hari ini, apa yang Tuhan tidak bisa kerjakan. Jadi kalau saya bilang, Tuhan Mahabisa - tidak, tidak Mahabisa. Ada banyak yang Dia tidak bisa kerjakan. Kita mau belajar tentang Tuhan yang tidak bisa mengerjakan beberapa hal. Matius  

19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.

Dalam bahasa asli, Tuhan tidak bisa digagalkan. Bisa bilang haleluyah? Ada yang Dia tidak bisa. Saudara mau coba menggagalkan Tuhan? Saudara bingung nanti. Tuhan tidak bisa digagalkan. Tuhan tidak bisa dibengkokkan. Tuhan punya rencana tidak bisa dibengkokkan oleh kita. Allah tidak bisa gagal. Tuhan kita tidak bisa gagal. Dia tidak pernah bisa digagalkan oleh kita. Bagi manusia mustahil. Bagi manusia, bagi kita, gagal bisa, bisa terjadi. Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, tidak ada yang gagal yang dari Tuhan.

Yang pertama kita belajar apa yang Tuhan tidak bisa, yaitu Tuhan tidak bisa gagal. Tuhan itu tidak bisa gagal.

Perkawinan manusia bisa gagal, bisnis manusia bisa gagal, dokter saja bisa gagal, semua manusia, semua kita pernah gagal. Banyak kegagalan-kegagalan. Sedangkan Columbia saja gagal, Challenger saja gagal. Banyak hal yang gagal. Ada yang gagal ginjal, ada yang gagal matanya, ada yang gagal sekolah.

Saya dulu ingin sekolah tinggi, papa mama tidak punya uang. Saya hanya berdoa sama Tuhan, mau jadi apa? Saya ingin jadi sarjana hukum, tidak ada uang, papa mama untuk sekolahkan saya. Saya ingin marinir, angkatan laut, tidak bisa berenang. Sampai semua rencana saya gagal. Tapi ada Tuhan yang tidak pernah gagal. Karena Tuhan yang tidak pernah gagal itu membuat kita yang biasa gagal menjadi orang yang berhasil, oleh karena Dia tidak bisa gagal.

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang mustahil kata manusia, tapi tidak pernah gagal. Kalau Dia berjanji, Dia akan nyatakan semuanya itu. Senanglah kita, berbahagialah kita, karena kita punya Tuhan yang tidak bisa gagal. Main arisan ada yang gagal bayar. Mau menikah, ada yang gagal kawin. Gagal sekolah, gagal macam-macam. Tapi Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang tidak bisa gagal.

Yang kedua, kita mau lihat apa yang Tuhan tidak bisa lakukan. Ibrani  

13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

Yang kedua, Tuhan tidak akan bisa pernah membiarkan saudara dan saya. Dia tidak akan, tidak bisa membiarkan saudara. Dia sekalipun tidak akan membiarkan dan sekali-kali Dia tidak akan meninggalkan engkau. Dia tidak bisa meninggalkan saudara. Saudara bisa jatuh bangun, jatuh bangun, jatuh bangun dalam kesalahan, saudara bisa babak belur karena dosa saudara sendiri tapi Tuhan tidak bisa meninggalkan saudara. Saudara bisa meninggalkan Tuhan, tapi Tuhan tidak bisa membiarkan saudara. Tuhan tidak bisa melupakan saudara. Tuhan tidak bisa membiarkan kita.

Beberapa tahun yang lalu, 85-86, enam kali saya ke Manado, KKR. Satu tahun itu enam kali. Jadi dua bulan sekali. Waktu itu saya masih kuat-kuatnya. Tapi dengan DC-9, kami mau mendarat di lapangan Sam Ratulangi, sudah turun. Tiba-tiba dia naik lagi. Turun lagi, turun lagi. Tidak ada pengumuman. Turun pelan, turun pelan, naik lagi. Kita mulai gelisah, ada apa ini? Tidak ada yang ngomong, tidak ada yang kasih pengumuman, penumpang semua diam. Sudah tiga kali, turun lagi, sudah mau mendarat, naik lagi, saudara.  Baru keempat kali, kita sudah berdoa, berdoa, Tuhan, ada apa ini? Saya nggak tahu. Mendaratlah, saudara.

Begitu keluar dari pesawat, di bawah ada saudara Yason. Saudara Yason ini dia bekerja di bagian power. Dia tahu saya akan turun dengan pesawat ini, karena dia tahu saya akan KKR. Dia berlari, Oom, puji Tuhan, selamat. Tuhan menolong kita. Ada apa? Itu pesawat DC-9, rodanya tidak bisa keluar, oom. Jadi dia keliling tiga kali itu dia buang bahan bakar. Dia buang bahan bakar, supaya ringan. Tapi dia coba lagi. Pilot coba tidak semua dibuang tapi dia coba kedua kali, gagal. Ketiga kalipun, dia gagal. Lalu dia buang lagi, sudah hampir habis dia buang. Coba keempat kali, tiba-tiba bisa, roda pesawat itu keluar.

Dia tidak pernah membiarkan kita. Tuhan yang kita sembah tidak pernah membiarkan kita. Tuhan tidak pernah membiarkan kita dan meninggalkan kita. Ingat itu, saudara-saudara, Tuhan tidak bisa melupakan, meninggalkan saudara. Saudara yang suka lupa Tuhan. Tapi Tuhan tidak pernah ... Yesus tak pernah, Yesus tak pernah, Yesus tak pernah tinggalkan, Cinta-Nya besar, Cinta-Nya besar, Cinta-nya besar buat saya. Dia tidak akan bisa meninggalkan saudara.

Lebih dari 20 tahun lalu saya diundang khotbah natal di Gedung Kolomdan Siliwangi. Dibawa ke tempat itu, kalau tidak salah ko Acun yang bawa. Lalu saya khotbah. Habis khotbah saya pulang. Tapi 3 bulan kemudian bulan Maret saya kembali kepada rumahnya bapak Loho, tiba-tiba di sana bilang: Bapak Awondatu, ada satu pemuda ingin kenal sama bapak, ingin ketemu. Keluarlah saudara, satu pemuda tingginya sama dengan saya, matanya melotot besar. Dia seorang Batak, namanya Rezo Hutasoit. Dia jabat tangan saya dan dia bilang: Selamat ketemu di dalam perdamaian. Saya ini suka gaugun, damai, kapan perangnya?

Dia bilang, kalau bapak ketemu saya bulan Desember, bapak sudah jadi mayat. Dia ternyata dilatih untuk membunuh dengan tangan kosong. Dia punya teman ada 4 orang di luar dengan handy talkie, dia sudah bilang, ikuti pendeta ini. Dia ingat khotbah saya mengenai jangan takut. Bapak kan khotbah jangan takut. Saudara apa yang terjadi? Dia bilang, ini Awondatu sudah keluar, dia pakai jas gading coklat muda sama celana coklat muda ... ikuti dia. Saya tidak tahu, saya ke mobil langsung pulang. Tidak ada apa-apa.

Tapi ternyata orang-orang ini mengikuti orang lain. Jadi Rezo bilang, kenapa kamu ikuti orang ini, bukan Awondatu? Kamu bilang, jasnya gading, ini gading. Kamu bilang, orangnya tinggi besar, ini orangnya tinggi besar. Dikasih orang yang lain. Beberapa hari kemudian mereka menyerang satu pos kapolres dan merampas senjata-senjata di Cicendo. Terima kasih Tuhan, Tuhan selamatkan jiwa saya.

Dia bersaksi, di gereja di sini, gereja masih gereja lama. Rencananya saya dipegang oleh empat orang, dia mau injak-injak perut saya sampai saya mengaku bahwa Yesus itu bukan Tuhan, bahwa yang benar itu bukan Yesus. Supaya saya menyangkal Yesus, dia mau injak saya sampai mati. Karena dia sudah dilatih. Dilatihnya di Cilacap oleh Libya. Dia bersaksi di sini. Waktu itu tidak ada strum, pakai petromaks. Tuhan tidak membiarkan. Allah yang kita sembah tidak akan pernah membiarkan. Haleluyah.

Tapi saya di sini karena Tuhan sekali-kali tidak bisa membiarkan saya, tidak bisa meninggalkan saya. Ada haleluyah, saudara? Yang ketiga, apa yang Tuhan tidak bisa kerjakan. Kita baca dalam Yoel  

2:23 Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.
2:24 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.
2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.
2:26 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

Yang ketiga, Tuhan tidak akan mempermalukan umat-Nya. Kalau perbuatan kita buruk, kita sendiri yang mempermalukan diri kita sendiri. Tapi kalau kita ikut Tuhan dengan baik, Tuhan tidak bisa mempermalukan umat-Nya. Dia tidak akan membiarkan saudara dipermalukan.

Saudara-saudara, artis-artis pelukis Yesus yang disalib itu, kepalanya dimahkota duri, telapak tangannya dipaku, ada yang lukis dipergelangan tangan dipaku, bagian lambungnya dilukis dengan bolong, kakinya dipaku. Tetapi artis-artis mencintai Yesus, lalu dia gambarkan saudara, sedikit pakaian menutupi auratnya Yesus. Sebetulnya tentara Roma kalau menyalib orang, dia bikin telanjang bulat itu orang.

Yesus itu dipermalukan di atas Golgota, karena saudara dan karena saya. Dia dipermalukan, Dia ditelanjangi - supaya kita diberi pakaian kehidupan. Dia dipermalukan. Tetapi ketika Dia berkata, sudah genap - artinya, saudara-saudara punya hal-hal yang memalukan itu sudah ditimpakan kepada Yesus. Sehingga Roma 1, Paulus berkata, aku tidak malu mengaku Injil itu, karena Injil itu adalah kuasa Allah. Dia ditelanjangi, saudara-saudaraku, supaya Dia tidak membuat umat-Nya malu lagi. Dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Ini nubuatan, Yesus belum disalib. Tapi ketika Yesus dipermalukan, maksudnya supaya kita umat Tuhan tidak merasa malu lagi. Tidak dipermalukan lagi.

Saudara, kita punya latar belakang banyak yang gelap, latar belakang kita ada yang tidak baik, semua latar belakang kita tidak baik. Paulus berkata, di dalam diriku banyak hal yang tidak baik. Kalau kita mau melihat diri kita sendiri, kita rasanya, Tuhan tidak mungkin menerima kita. Tapi ingat, Tuhan tidak bisa, saudara-saudara, Dia tidak bisa mempermalukan saudara. Karena Dia sudah memikul rasa malu itu di atas Bukit Golgota dan saudara-saudara tidak usah lagi dipermalukan. Ada haleluyah, saudara? Apa yang Dia tidak bisa lakukan? Yang ketiga, Dia tidak bisa mempermalukan saudara.

Masa saudara punya dagang tidak akan diberkati? Masa usaha saudara tidak akan diberkati? Masa pendidikan saudara dibiarkan Tuhan? Sampai Daud berkata: Dulu aku muda sekarang aku tua, tidak pernah aku melihat orang yang berharap kepada Tuhan, anaknya meminta-minta roti.

Saudara-saudaraku, Tuhan tidak akan mempermalukan. Ada haleluyah, saudara-saudara? Coba kita buka dulu Yesaya. Yesaya pasal 28, di sana ada ayat yang berbunyi indah sekali. Yesaya

28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!

Dalam bahasa asli, tidak akan terburu-buru, tidak akan kecele, tidak akan dikecewakan, tidak akan dipermalukan. Orang yang datang memanggil nama Tuhan, tidak akan dipermalukan, tidak akan kecewa, tidak akan dibiarkan, tidak akan saudara akan gelisah, tidak akan tergesa-gesa, tidak akan dipermalukan - jikalau kita memanggil nama daripada Tuhan. Siapa yang memanggil nama Tuhan, dia tidak akan dipermalukan.

Dalam Kisah Para Rasul, kita membuka pasalnya yang ke 2:41 mulai,

2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Aneh. Asalnya mereka takut disebut kristen. Mereka bersembunyi, mereka takut, mereka malu kalau disebut kristen. Tetapi sekarang mereka bersukacita. Mereka merasa diberkati kalau mereka disebut kristen. Mereka tidak dipermalukan lagi. Mereka menjadi berkat, mereka menjadi berkat kepada banyak orang. Haleluyah.

Saudara-saudaraku, yang Tuhan tidak bisa lakukan, Dia tidak bisa mempermalukan. Ingat saja itu. Dalam soal dagang, soal keluarga, soal apa saja. Mungkin keluarga kita suka mempermalukan kita. Keluarga bisa mempermalukan kita. Tapi Tuhan tidak akan mempermalukan saudara. Dia pasti membela saudara.

Yang keempat, saya mau bicara agak lama, agak panjang. Kita buka Yesaya 42. Kita akan membaca beberapa ayat di sini. Ayat ke-12,

42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
42:13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!"
42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!
42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?
42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.
42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;
42:22 namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: "Kembalikanlah!"
42:23 Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?
42:24 Siapakah yang menyerahkan Yakub untuk dirampas, dan Israel kepada penjarah? Bukankah itu TUHAN? Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya, dan kepada pengajaran-Nya orang tidak mau mendengar.
42:25 Maka Ia telah menumpahkan kepadanya kepanasan amarah-Nya dan peperangan yang hebat, yang menghanguskan dia dari sekeliling, tetapi ia tidak menginsafinya, dan yang membakar dia, tetapi ia tidak memperhatikannya.

Kita sambung dengan Matius pasal 6. Nanti saya terangkan. Matius pasalnya yang ke 6:3,

6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Kita buka Roma pasalnya yang ke-11. Roma 

11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Yang keempat, Tuhan tidak akan membagi kemuliaan-Nya dengan yang lain. Tuhan tidak akan membagi kemuliaan-Nya dengan yang lain. Segala pujian kemuliaan itu hanya untuk Tuhan. Ada haleluyah? Dia tidak mau membagi kemuliaan-Nya dengan orang lain. Banyak kali kalau kita sudah diberkati menjadi kaya, kita anggap itu kita yang bisa menghasilkan kekayaan. Kita anggap kita yang memajukan toko. Kita anggap kita yang mampu  membuat rumah lagi, membuka toko lagi. Kita lupa bahwa yang memberi berkat itu adalah Tuhan.

Nyanyian Hana berkata, Dia yang menjadikan kaya, Dia juga menjadikan miskin. Dia tidak membagikan kemuliaan-Nya dengan kita. Dia tidak membagikan kemuliaan-Nya dengan manusia. Itu sebabnya sia-sia kita puji-puji orang, sia-sia kita puji-puji pendeta, sia-sia kita puji-puji nabi, rasul atau gereja. Sia-sia. Yang patut kita puji adalah hanya Tuhan di atas serwa sekalian alam.

Siapa yang memberi nafas kepada kita? Siapa yang menggerakkan orang belanja untuk membeli kita punya dagangan? Siapa yang menolong kepada kita? Siapa yang membuat kita sembuh? Dokter hanya kasih obat. Tapi yang menyembuhkan tetap Tuhan. Dokter pun bisa sakit. Apapun yang kita kerjakan, saudara, jangan lupa, Dia, Tuhan yang lebih dekat dari sahabat kita yang sebaik-baikpun. Dialah yang patut dipuji dan dipermuliakan.

Kalau saudara lihat toko saudara mulai kelihatan banyak orang belanja, biar di hati saudara berkata, terima kasih Tuhan, segala puji, kemuliaan hanya bagi Engkau. Jangan rampas kemuliaan Tuhan. Jangan curi kemuliaan Tuhan. Jangan ambil sedikitpun kemulian Tuhan. Kemuliaan Tuhan tidak dibagi dengan orang lain. Itu sebabnya ketika Lucifer ingin dimuliakan, dia dijatuhkan. Siapapun yang meninggikan diri, katanya Tuhan, dia akan direndahkan. Siapa yang mau mengambil kemuliaan Tuhan, dia akan dihancurkan.

Kenapa banyak orang-orang jatuh dari iman? Karena dia tidak memuliakan Tuhan, tidak memuji Tuhan. Haleluyah. Saudara tahu, membawa persepuluhan itu memuliakan Tuhan. Itu memuliakan Tuhan. Kita buka Amsal pasal 3. Korban itu memuliakan Tuhan. Amsal 3:9 dan 10,

3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
3:10 maka lumbung-lumbungmu - makanan - akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu - anggur yang sudah diperah - akan meluap dengan air buah anggurnya - dengan anggur yang baru -.

Kita memuliakan Tuhan dengan uang. Kita memuliakan Tuhan dengan datang ke gereja. Kita memuliakan Tuhan dengan menyanyi, memuji Tuhan. Kita memuliakan Tuhan dengan main musik. Kita memuliakan Tuhan dengan berbuat baik. Hendaklah terangmu bercahaya-cahaya, kata Injil Matius pasal yang ke-5, supaya Bapamu dipermuliakan. Kita baca Matius pasalnya yang ke-5. Di sana dengan jelas dikatakan, saudara-saudara, dengan jelas, ayatnya yang ke-14,

5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Bisa bilang amin? Bukan kita yang dimuliakan, Bapa kita di surga. Kalau saudara diberkati Tuhan, jadi orang kaya, orang berada, itu ingat ya, itu Tuhan yang kasih, loh. Jangan saudara dengan kekayaan itu jadi alasan jadi malas ke gereja. Banyak itu yang kena penyakit begitu. Lagi susah rajin ke gereja. Begitu diberkati Tuhan, dia malas. Jangan ambil kemuliaan.

Ngeliat orang diberkati, aduh Tuhan, terima kasih, puji nama Tuhan. Lihat gereja maju, oh Tuhan, terima kasih. Engkau yang membuat gereja ini maju. Kalau semuanya berhasil, aduh Tuhan, Engkaulah yang membuat kami berhasil. Tanpa Engkau, satupun tidak bisa kami perbuat. Satupun kita tidak bisa perbuat tanpa Aku, kata Yesus.

Maka kalau nyanyi, mau minta berkat, kalau saudara nyanyi  Aku diberkati ... Sepanjang hidupku diberkati ... Bila bangun pagi hari ... Siang berganti malam ... Aku diberkati. Nggak akan diberkati, saudara. Da nggak sopan ngomongnya juga. Nggak ada nama Tuhan, nggak ada nama Yesus. Aku saja.

Coba kalau begini  Mulialah nama-Mu Tuhan. Dipermuliakan dulu nama Tuhan, baru ngomong berkat. Berkat-Mu atasku melimpah. Supaya Dia tidak tersinggung ... Mulialah nama-Mu Tuhan. Mulia lagi nama Tuhan ... Kau layak t'rima pujian tertinggi. Ke sana mah nggak usah cape-cape. Kudus Kudus. Tenang saja, da berkat sudah di kantong. Kuduslah Tuhan. Suci Suci Sucilah Tuhan ... S'lamanya. 

Muliakanlah Tuhan dengan hartamu. Muliakan Tuhan dengan suaramu. Muliakanlah Tuhan dengan apa yang saudara bisa kerjakan. Muliakanlah Tuhan.

Apa yang saudara beri itu memuliakan Tuhan. Muliakanlah nama Tuhan. Jadi saudara-saudara, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Baca satu lagi. Yeremia

9:23. Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."

Jadi kita bermegah karena kita kenal Tuhan. Haleluyah, saudara? Jangan bermegah karena anak kita sekolah tinggi. Jangan.

Yang kelima, Mazmur

89:3 Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
89:4 Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
89:5 Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela

Sampai di situ saja. Yang kelima, Dia atau Tuhan tidak bisa menyangkal janji-Nya. Dia tidak bisa menyangkal perjanjian-Nya. Dia setia kepada janji-Nya, Dia setia kepada apa yang Ia pernah katakan. Dalam II Timotius pasal 2:11, untuk membuka kembali wawasan kita.

2:11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; - Saya mau tanya sama saudara, adil apa tidak? Adil!
2:12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia - Adil apa tidak? Adil! Yang ketiga; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; - Adil, ya? Yang keempat ini ayat 13.
2:13 jika kita tidak setia, - Diapun tidak setia, begitu? Tidak. Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Dia tidak bisa menyangkal janji-Nya. Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya. Dia sudah berjanji, Aku akan setia kepada umat-Ku. Dia jatuh bangun, jatuh bangun, urusan dia benjol. Tapi kesetiaan-Ku kepada umat-Ku, itu tidak akan berhenti. Kesetiaan Tuhan tidak berhenti karena gagalnya Yudas. Kesetiaan Tuhan tidak berhenti karena gagalnya Hawa, karena gagalnya Samson, karena jatuhnya Yudas dan Petrus, karena gagalnya Demas.

Apakah kegagalan saudara akan menghentikan kesetiaan Tuhan? Saya buka rahasia malam hari ini, Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya. Dia tidak bisa menyangkal janji-Nya. Dia akan setia kepada kita!

Ada anak tidak setia kepada orang tua. Suami tidak setia kepada istri. Istri tidak setia kepada suami. Orang tua tidak setia kepada keluarga. Famili tidak setia kepada sesama famili. Jemaat tidak setia kepada Tuhan. Banyak pendeta juga tidak setia kepada panggilannya. Tapi itu tidak membuat Tuhan tidak setia - Dia tetap setia. Dia tidak bisa menyangkal janji-Nya. Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya. Saudara senang kita punya Tuhan? Jadi Dia tidak Mahabisa. Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya.

Yang keenam, Maleakhi 

3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.

Yang keenam, Tuhan tidak bisa berubah. Kita berubah tapi Tuhan Yesus tidak berubah.

Ada yang berubah cintanya. Dulu sebelum kawin suka berkorban. Begitu dia kawin, istrinya ratu kopet, jadi kopet ... pelit. Pedit. Kalau sama Tuhan teh itungan. Tuhan berkati asal kita tidak itungan. Tuhan tidak berubah, saudara. Tuhan Yesus itu tidak berubah. Kita baru baca tadi dalam Mazmur 89, sampai turunanmu, Aku tidak akan melupakan engkau. Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya. Dia tidak bisa menyangkal janji-Nya. Dia setia kepada janji-Nya. Dia setia kepada saudara. Dia tidak bisa menyangkal.

Baru-baru ini ditangkap di CNN yang jual saham tapi bohong, dusta. Ditangkap. Banyak yang ditangkap di Jakarta karena berdusta, berbohong. Pinjam kredit ratusan milyar, tidak ada perusahaannya. Dipakai untuk memperkaya diri. Banyak sekarang, saudara-saudaraku, bupati gemetar sekarang, karena bisa ditangkap. Apalagi di Irian karena ada illegal logging. Ketahuan semua bohong. Kalau sumpah demi Tuhan. Sumpah akan jujur, akan bekerja jujur, tidak mau korupsi, sumpah demi Tuhan, pegang alkitab, pegang kitab. Tapi kelakuannya mempermalukan. Orang bisa bohong. Tapi Tuhan kita tidak bisa, Dia tidak akan menyangkal janji-Nya.

Yang terakhir, Yeremia 31:34. Karena ini yang terpenting, saya mau baca pelan-pelan.

31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

Yang terakhir, Tuhan tidak bisa mengingat dosa saudara yang Dia ampuni. Dengar baik-baik. Tuhan tidak bisa mengampuni dosa yang kita tidak akui. Kalau saudara tidak mengaku dosa, Dia tidak bisa ampuni. Tapi sekali saudara mengaku dosa kesalahan kita kepada Tuhan. Jangan ngaku sama manusia, jangan ngaku sama pastor, jangan ngaku sama nabi, pendeta. Jangan. Ngaku sama Tuhan saja. Kalau saudara mengakui kesalahan saudara dan berjanji tidak mengulangi lagi, Dia di sini katakan, Dia tidak bisa mengingat dosa saudara. Kita masih ingat dosa kita. Kita masih ingat salah kita yang kita perbuat.

Tapi Tuhan ini hebat - Dia tidak bisa mengingat dosa yang Dia sudah ampuni. Kalau ada di antara saudara masih ada masalah dengan dosa, malam hari ini berurusanlah dengan Tuhan. Karena hanya Dia yang mengampuni dosa. Bukan manusia, bukan Paus, bukan rasul, bukan Maria. Hanya Yesus yang bisa mengampuni. Kita akan berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu, 12 Juni 2005

MENGaLAMI KRISTUS                 

Wahyu    

1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
1:3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Penulis kitab Wahyu adalah rasul Yohanes. Supaya saudara tidak salah paham, ada banyak Yohanes di dalam perjanjian baru. Yang pertama Yohanes Pembaptis, itu Yohanes yang membaptiskan Yesus. Yang kedua ada Yohanes Markus, yang biasa disebut Markus, penulis injil Markus. Tapi ini yang kita sedang bicara adalah Yohanes murid Yesus. Dan Yohanes murid Yesus ini saudara, dia yang menulis kitab Wahyu, dia yang menulis kitab injil Yohanes, dia yang menulis surat I, II dan III Yohanes. Dia yang bersandar di dada Yesus waktu perjamuan akhir. Dialah yang satu-satunya mati karena usia tua. Semua rasul yang lain mati sahid, mati dibunuh. Hanya Yohanes yang mati dengan usia lanjut.

Pada saat Yohanes hidup, kaisar waktu itu berkata, akulah Tuhan. Jadi semua rakyat harus menyembah dia sebagai Tuhan. Siapa yang tidak menyembah, dilempar ke kandang singa atau dibakar hidup-hidup. Yohanes tidak mau menyembah karena dia hanya punya satu Tuhan. Jadi Yohanes digoreng hidup-hidup. Minyak dipanaskan dia digoreng. Tidak ditulis di alkitab tapi dalam sejarah gereja, dia dimasukkan dalam minyak yang panas tapi tidak mati, melepuhpun tidak. Jadi dia keluar biasa saja. 

Akhirnya oleh pemerintah Roma, dia dibuang di satu pulau Patmos, pulau yang hanya berluas 10x kurang lebih 24 kilo meter, tanahnya berbatu-batu. Nah, Yohanes ini menulis apa yang dia dikasih lihat sama Tuhan justru di pulau Patmos. Waktu dia dibuang, itu semua orang-orang jahat dibuang di pulau Patmos mati, ya dimakan binatang buas atau mati kelaparan karena nggak dikasih makan. Tapi luar biasa Yohanes justru di pulau Patmos dia mendapatkan kitab Wahyu, dia menuliskan kitab Wahyu ini.

Nah, perlu saudara tahu bahwa kitab Wahyu yang dilihat oleh Yohanes itu, berjalan sangat cepat. Jadi kejadian-kejadiannya sangat cepat. Tidak seperti slow-motion, gambar sehingga dia tulis satu-satu. Tetapi ini sangat cepat. Itu sebabnya kadang-kadang kita membaca, dia menulis ada ini berupa ini, ada itu berupa itu, belum berakhir ... ada naga, ... terus dia cerita. Maka gambarnya begitu cepat. Dan inilah yang dia tuliskan saudara di dalam kitab Wahyu. Tapi kita tidak akan baca semua kita hanya lihat satu atau dua ayat saja.

Dikatakan di sini, inilah wahyu Yesus Kristus. 

Penglihatan atau wahyu yang paling besar adalah tentang Tuhan Yesus, bisa bilang amin? Bukan tentang malaikat, bukan tentang rasul, bukan tentang nabi tetapi tentang Yesus! Di salah satu mimbar di satu gereja ditulis, saya lupa di mana, ditulis: Sir, we want to see Jesus ... Brur, kami ingin melihat Yesus.

Jadi di dalam setiap kebaktian, peran utama, peran yang tidak tergantikan itu adalah Yesus. Angkat Yesus dari gereja, gereja itu bukan gereja lagi. Dia jadi perkumpulan, dia jadi perkumpulan sosial bertemu tiap minggu tidak ada Yesusnya.

Itulah sebabnya wahyu bagi orang kristen itu ada pada satu Pribadi yaitu Yesus. Nah, kata wahyu di dalam bahasa Yunani dipakai kata apocalupsis, yaitu sesuatu yang dibukakan, sesuatu yang tertutup yang dibukakan. Kalau ini alkitab, saya tutup, ini belum dibukakan. Ketika saya buka kepada saudara, saudara tahu oh ini adalah alkitab, jadi sesuatu yang dibukakan ... itulah apocalupsis.         

Jadi kita mengikut Yesus, kita tidak bisa ngerti Tuhan - nggak bisa. Nggak ada sebetulnya doktor ahli theology - nggak bisa saudara. Karena tidak bisa kepandaian kita nggak bisa mengerti Tuhan, seperti apa Tuhan. Karena pikiran kita otak kita sangat terbatas.

Tetapi satu-satunya cara kalau kita ingin bisa mengerti Tuhan adalah waktu Tuhan membuka diri. Waktu Dia memperlihatkan diri inilah, inilah Aku, inilah Juru Selamat. Berapa banyak orang islam yang membenci orang kristen, halal katanya membunuh orang kristen. Seperti Yusuf Roni. Tetapi ketika Yesus menampakkan diri, dia kaget dia kagum, sekarang dia jadi hamba Tuhan. Dia memberitakan Yesus.

Sama dengan rasul Paulus. Halal darahnya orang kristen. Dia cari orang kristen, dia bunuhi, dia penjarakan. Stephanus dia rajam sampai mati. Tapi ketika Yesus menampakkan diri-Nya, inilah Aku Yesus Juru Selamat, dia kaget. Itulah ternyata Tuhan. Akhirnya dia bertobat, dia menjadi rasul Yesus yang luar biasa. Jadi kita dengan kemampuan kita, nggak bisa kita kenal Yesus. Pendeta nggak bisa kasih tahu sama saudara-saudara bagaimana caranya - saudara musti kenal Yesus.

Banyak orang bicara tentang Yesus tapi dia tidak kenal Dia. Sama saya bicara tentang Rudi Hartono atau Mike Tyson tapi saya nggak kenal dia. Saya kenal Mike Tyson petinju tapi saya tidak pernah berkenalan dengan dia. Saudara bisa ngomong Yesus 1.000 kali tapi saudara nggak pernah kenal, nggak pernah tahu tentang Dia. Saudara sama seperti perempuan Samaria yang beragama tetapi kawin cerai - kawin cerai sampai 5 kali dan keenamnya ini belum kawin, masih kumpul dengan anak kebo.

Jadi dikatakan di sana bahwa aku tahu tentang Mesias, aku tahu bahwa nanti Mesias datang. Yesus bilang, Akulah Mesias. Seorang tidak bisa datang kepada Yesus kecuali dia ditarik hatinya oleh Bapa. Kecuali Tuhan membuka hatinya. Jadi Yesus Kristus bisa kita tahu bukan karena kita nyaho, bukan karena kita baik, bukan karena kita pintar tapi karena Dia membuka diri-Nya.

Berapa juta berapa ratus ribu penduduk Cianjur, hanya beberapa gelintir Tuhan kasih lihat, ini Aku Yesus, ini Aku Juru Selamat, ini Aku yang mengasihi engkau, ini Aku yang tak pernah tinggalkan engkau, ini Aku yang tak pernah melupakan, ini Aku.

Jadi berbahagialah saudara karena kita dikasihi oleh Tuhan yang membuka diri-Nya untuk dikenal oleh kita. Ada haleluyah? 

Nah, Yesus Kristus itu istilah perjanjian baru. Dalam perjanjian lama, nama Dia disebut Yehoshua Mesias. Kalau saya pendekkan, Yoshua Mesias. Kalau saya pakai lagi kata lain, Yusak Mesias. Jadi nama Yehoshua, Yoshua, Yehoshua; orang Tionghoa bilang Yaso, Yesu, Yasu dalam bahasa Jepang. Ada yang bilang Yesus Citu itu adalah artinya Juru Selamat.

Tetapi nama Yehoshua itu nama biasa di tanah Palestina, itu nama orang Yahudi biasa. Semua orang boleh pakai nama Yoshua. Untuk membedakannya, dipakailah kata Mesias, Yang Diurapi. Jadi Dia disebut Yehoshua Mesias dalam perjanjian lama. Masuk ke dalam perjanjian baru, Dia disebut Yesus Kristus. Dalam kitab Al Quran Nurkarim, Dia disebut Isa Almasih; Masih itu yang diurapi. Dalam kitab agama Tao di Hongkong, Dia disebut Yesu Citu. Tidak cukup dengan Yesu, ada Citu-nya ... Yang Diurapi, yang diminyaki.

Kalau saja Yesus diminyaki, diurapi, kitapun harus mengalami pengurapan dari Tuhan, diminyaki oleh Tuhan. Dikatakan yang kedua, ... yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Bayangkan saudara, buku ini ditulis 2.000 tahun yang lalu. Ditulis apa yang akan segera terjadi. Dua ribu tahun yang lalu sudah ditulis akan segera terjadi. Apalagi sekarang 2.000 tahun kemudian. Ada beberapa kejadian dalam buku ini yang sudah terjadi tapi ada beberapa yang belum terjadi. Ada beberapa ayat yang sudah digenapkan, ada beberapa ayat yang belum digenapkan. Tapi kita yakin dia pasti digenapi.    

1:1 ..., supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.

Nah, kata segera yang cepat dalam urusan manusia adalah kronos, yaitu kata bahasa Yunani tentang cepat. Sama dengan ukuran kalau kita naik sepeda motor, ada ukuran jarumnya speedometer. Kalau dia jalan 60 km artinya motor kita jalan 60 km. Kalau dia menunjuk 80 km artinya sepeda motor kita lari 80 km.

Tapi ada waktu yang lain, yaitu waktunya Tuhan. Waktunya Tuhan disebut kairos; dia bisa cepat dia bisa lambat.

Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Lama tapi rasanya baru kemarin, itu juga kronos, cepat. Tapi waktunya Tuhan itu kairos. Itu kok Tuhan belum juga sudah 2.000 tahun kok belum juga Dia datang, kok belum juga terjadi? Inilah kairos.

1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Murid Yesus kan ada 12, kenapa nggak dikasih kedua belas-dua belasnya. Minus Yudas tinggal 11, kenapa nggak dikasih, kenapa kepada Petrus nggak dikasih wahyu ini tapi kepada Yohanes? Karena Yohanes suka nyandar di dada Yesus, suka dekat dengan Tuhan Yesus, dia murid yang dikasihi oleh Yesus. Ngelendot di dada Yesus. Kolokan sekali ini Yohanes, saudara. Kalau Yesus lagi perjamuan kudus yang terakhir, dia ngelendot karena mau kehilangan Yesus. Yesus bilang, Aku mau pergi, Aku mau disalib; dia ngelendot di dada Yesus.

Saudara, kalau telinga saudara, saudara tempelkan di dada, saudara akan dengar denyut jantung orang itu.

Ada hal yang kita bisa tahu apa yang akan datang kecuali dengan Firman Tuhan. Kalau kita belajar firman Tuhan, kita akan tahu apa yang akan datang. Akan ada kesulitan, akan ada percobaan ... hal-hal yang akan terjadi, akan ada timbul naga, akan ada timbul ular, akan timbul kejahatan, akan timbul problema, akan timbul percobaan - tetapi ingat, ada juga janji Tuhan - Dia tak pernah meninggalkan kita, Dia tak akan pernah melupakan kita. Dia mengingat saudara-saudara.

1:1 ... Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Kata menyatakan hampir sama dengan kata wahyu - sesuatu yang dibukakan. Tetapi wahyu adalah bersifat umum sedangkan kata menyatakan itu bersifat khusus. Sekarang saudara sedang mendengar saya khotbah secara umum. Tapi kalau tiba-tiba ada di antara saudara satu bapa satu ibu, pemuda atau pemudi dia mendapat berkat dari firman Tuhan malam hari ini, mungkin berbeda.

Ada orang yang ... aduh, saya terkena dengan kasih, saya terkena dengan cerita iman, saya terkena dengan nyanyian. Waktu ada lagu ini, waktu pemimpin pujian nyanyi lagu ini, waktu paduan suara menyanyi lagu ini, saya terkena. Itu yang dikatakan menyatakan. Tuhan menyatakan secara khusus. Khotbahnya Wahyu tetapi yang saudara terima adalah secara khusus, secara khas, dia logos yang saya khotbahkan tapi yang saudara terima adalah rhema, satu firman yang bersifat pribadi untuk saudara-saudara.

1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah

Sebetulnya, Yohanes menjadi saksi dari firman Allah dan yang kedua, dia menyaksikan kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus. 

Saudara bersaksi itu harus ada 3 pengalaman. Kalau belum dapat pengalaman yang tiga ini jangan bersaksi. Nomor satu, yang sudah saudara lihat; dua, yang saudara alami; tiga, dan yang saudara-saudara sudah dengar sendiri. Tapi di antara tiga semua ini saudara harus memiliki dua yang utama - melihat dan mengalami. Sekarang saudara baru mendengar firman tapi harus juga saudara melihat dan mengalami.

Kenapa ada orang kristen yang kawin cerai-kawin cerai? Katanya kristen, mau dipelihara jadi istri kedua. Katanya kristen, mau dipelihara jadi istri simpanan. Katanya kristen, mau disebut mau dipanggil istri kedua. Saya boleh saksikan, dia belum lihat Yesus, dia belum mengalami Yesus, dia belum kenal Yesus. Dia baru ngomong tahu saja tentang Yesus, dia baru dengar tentang Yesus tapi dia belum mengalami Yesus. Dia ke gereja, dia nyanyi tentang keselamatan, dia bicara tentang Tuhan tapi Tuhan tidak ada di hatinya. Dia kalungnya pakai salib tapi salib tidak ada di dalam hidupnya. Dia menyanyi haleluyah, dia ke gereja bukan menjadi pelaku yang bernyanyi dan bertepuk tangan tapi menjadi penonton dan melihat orang berbakti. Bukan pelaku. Orang-orang yang seperti ini jangan bermimpi dia akan saudaraku mengalami berkat. Karena dia belum mengalami Kristus, dia belum mengalami Tuhan.

Ada orang kristen yang ada kadang-kadang dia di pantekosta kadang-kadang dia masuk advent, kadang-kadang dia di pantekosta kadang-kadang masuk saksi yehova. Oh, saya cuma tahu dia belum melihat Tuhan, dia belum ketemu Tuhan, dia belum berpapasan dengan Tuhan, dia belum punya pengalaman pribadi tentang Yesus.

Sama dengan perempuan Samaria ... kawin cerai - kawin cerai. Tahu tentang Mesias, kami tahu Mesias akan datang, kami akan menyembah di gunung ini. Tapi hidupnya tidak kudus, hidupnya tidak suci.

Banyak orang pantekosta sudah pindah agama dalam perkawinan. Ada kaum muda yang sudah nyanyi, pimpin puji-pujian, kasih nasehat sama remaja, sudah masuk islam. Saya cuma tahu satu hal - dia belum mengalami Kristus! Belum tentu tuh yang pimpin puji-pujian yang ngajarin orang itu menemukan Tuhan - belum tentu, saudara. Bukan ukuran kalau dia sudah pimpin puji-pujian, itu pasti dia itu sudah ketemu Tuhan - belum tentu.

Yesus berkata, Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak sampai seorangpun kepada Bapa kecuali dengan Aku. Yang mana Bapa? Yesus bilang, sudah berapa lama kamu bersama Aku, kamu tidak tahu Bapa? Siapa yang melihat Aku, dia sudah melihat Bapa. Sudah 3 tahun ikut Yesus di belakang Yesus ngekor tapi tidak tahu siapa Yesus. 

Menurut kata orang, siapakah Aku? Murid-muridnya ada yang bilang Yeremia, ada yang bilang Yohanes Pembaptis, ada yang bilang salah satu nabi. Ada yang bilang Elia. Berarti selama 3.5 tahun Yesus melayani di Palestina, orang nggak tahu siapa Dia, dia nggak tahu siapa Yesus sebenarnya. Nah kalau begitu, kata Yesus kepada murid-Nya, menurut kamu, siapa Aku? Semua bengong. Tiba-tiba Petrus berkata, Engkaulah Kristus, Anak dari Allah yang hidup. Perhatikan Yesus bilang, berbahagialah kamu hei Simon bin Yonas karena bukan kamu yang mengetahui Aku tapi Bapa-Ku yang memberikan wahyu kepadamu.

Kita nggak bisa tahu siapa Yesus. Walaupun ngekor-ngekor Yesus 3.5 tahun kecuali Tuhan membukakan rahasia-Nya, ada haleluyah saudara?

Saya secara manusia banyak kecewa, secara pribadi secara manusia. Sudah diajar, sudah ditolong, kita perhatikan tapi dia kaya mau mau nggak nggak sama Yesus. Ini paginya ada sorenya nggak ada. Sore ada pagi nggak ada. Jadi sekarang saya ngerti, orang itu belum ketemu Yesus. Pada waktu Yohanes ketemu dengan Yesus, ayat 12. Wahyu

1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
1:11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Yohanes sudah pernah bersandar di dada Yesus tapi ketika dia lihat Yesus dipermuliakan, dia tersungkur jatuh seperti sudah mati. Ingat Paulus, ketika ketemu Yesus di Damaskus, dia jatuh dari kudanya dan dia seperti orang mati. Tiga hari dia buta, tidak bisa lihat apa-apa. Jangan main-main dengan Yesus. Orang yang bermain-main dengan agama, bermain-main dengan gereja, bermain-main dengan imannya, saya tahu dia belum ketemu Yesus. Kalau orang ketemu Yesus tersungkur hampir mati, dia tidak akan bermain-main dengan keselamatan, dia tidak akan main judi, dia tidak akan togel, dia tidak akan minum minuman keras.  

Kalau saudara tidak setia di rumah Tuhan di dunia, ada hak apakah kita bisa masuk tinggal di rumah Tuhan di surga? Di rumah Tuhan di dunia saja kita nggak setia, hak apa kita bisa tinggal selama-lamanya dengan Tuhan di rumah Bapa yang di surga? Dia nggak setia di rumah Bapa di dunia bagaimana dia punya hak untuk setia di rumah Bapa di surga? Surga itu mahal tapi jalannya dikasih murah. Orang dikasih murah tidak mau masuk, ya mahal itu surga. Kembali kepada Wahyu  

1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
1:3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Kita ketemu kata berbahagialah. Dalam bahasa inggris disebut diberkatilah, dalam bahasa Yunani dia berkata makarios. Bahagia karena diberkati oleh Tuhan. Makarios. Saudara mau menjadi hidup berbahagia? Baca firman Allah. Baca firman Allah aja malas, lebih senang kita nonton TV, lebih senang kita baca tentang akademi fantasi. Kita lebih senang baca komik, kita lebih senang baca sms dari teman-teman yang sedikit-sedikit nyerempet-nyerempet berbau porno dari pada kita baca alkitab. Kita lebih hafal siapa penyanyi-penyanyi papan atas dari pada 12 rasul murid Yesus.

Banyak orang kristen kalau ditanya siapa 12 murid Yesus, banyak yang nggak tahu. Banyak pendeta juga tidak hafal. Ini di gereja protestan di Makassar. Orang sudah 65 tahun dia dari agama lain masuk di gereja, saya mau terima Yesus. Supaya waktu mati ada yang ngurus. Oke. Tapi sebelum dibaptis, musti ikut katekasasi 3 bulan pelajaran alkitab. Sudah 65 tahun susah nangkap pelajaran. Sudah sampai waktunya diuji sama pendeta. Diantar sama anak menantu. Duduk di kursi. Pendeta tanya, sebutkan 12 murid Yesus, nama-namanya? Padahal sudah belajar. Lupa. Nengok sama anaknya. Jangan nengok sama anak. Jangan nanya. Sebut 12 murid Yesus, baru bisa dibaptis. Saking sudah bingung, dia bilang: Januari, Februari, Maret, April ... ini kejadian betul, saudara.    

Apa kira-kira begitu nanti di surga, ditanya saudara sama Tuhan: Apa kamu kenal anak-Ku Yesus? Kenal. Saya suka natal, makan kue. Bukan itu yang Aku tanya. Kamu sudah kenal Anak-Ku? Kenal, kenal. Kenapa kamu minum minuman keras? Kenapa kamu kawin cerai-kawin cerai? Dari pada nanti kita kerok, nggak bisa ngomong, sekarang kita belajar, sekarang kita dekatin Tuhan, sekarang kita baca firman Allah. Karena dikatakan, berbahagialah ia yang membacakan. Berbahagialah ia yang membacakan. Hafalkan lagu-lagu rohani, senang nyanyi sembari masak. Di toko nyanyi.

Saudara-saudara, baru membaca saja saudara berbahagia. Biasakanlah saudara tempelkan kata-kata mutiara itu di toko saudara. Yang kedua, berbahagialah mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini. Saya yakin saya bahagia sekarang lagi membaca, saudara juga bahagia lagi mendengar. Kalau membaca saja 30 persen dah, mendengar saja 30 persen. Membaca dan mendengar 60 persen. Tetapi untuk membuat 100 persen, itu yang ketiga dikatakan di sana  

... dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Saudara percaya Tuhan Yesus tidak berubah? Yang berubah itu kita, kita menjauhi Dia. Itu sebabnya kalau kita menurut Firman, menurut Sang Firman, menurut Yesus - ke mana Yesus pergi, kita akan ikut. Menurut firman-Nya b'ri berkat bagi-Ku ... Menurut Firman-Nya tiap hari ... Bila kuberlayar ke tempat yang dalam ... Pukatku - bisnisku, warungku, tokoku, pabrikku, - dipenuhi berkat.

Kuncinya? Menurut Firman! Dan menuruti firman. Dan menuruti apa yang tertulis di dalamnya. Apa sebabnya? Waktunya sudah dekat. Bahasa inggris berkata begini, for the time is near.  

Yakobus

4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Sama seperti saudara berdiri di atas satu cermin yang besar. Saudara berjalan satu langkah, bayangan itu di cermin juga maju satu langkah kepada saudara. Saudara maju dua langkah, bayangan saudara juga maju dua langkah. Sama seperti itu. Saudara mendekat kepada Tuhan satu langkah, Tuhan mendekat kepada saudara satu langkah. Apalagi dalam cerita anak terhilang. Anak terhilang ini dia jalan tertatih-tatih karena sudah kurus kering karena tidak makan sudah berhari-hari, dia makan ampas babi saja sudah nggak bisa, dia sudah hampir telanjang karena pakaian compang-camping dia datang selangkah demi selangkah kepada bapanya. Lukas 15 berkata, ayahnya berlari mendekat memeluk kepada dia. 

Sebetulnya Tuhan ingin hidup dekat dengan saudara. Tapi saudaranya yang menjauhkan diri. Dia tunggu sampai kapan anak-Nya pulang. Dia tunggu. Siapa di antara saudara sedang jauh dari Tuhan, kalau ke gereja sudah nggak ada semangat lagi, nggak ada lagi api yang membara, seperti arang disiram air, ... psst mati - berarti saudara sudah jauh dari Tuhan, sumber api. Lekas kembali sama Tuhan.

Mendekatlah kepada Allah, Dia akan mendekat kepada saudara. Sebetulnya dia tidak pernah tinggalkan kita, Dia di tempat terus. Kita yang menjauhkan diri dari Tuhan. Kita berdiri bersama-sama.          

-- o --   

Minggu, 26 Juni 2005

HARGA MENGIKUT YESUS                 

Selamat sore, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Rut    

1:1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
1:2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
1:3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
1:4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
1:5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya. 
1:6. Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
1:7 Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda,
1:8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;
1:9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras
1:10 dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu."
1:11 Tetapi Naomi berkata: "Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti?
1:12 Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki,
1:13 masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?"
1:14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
1:15 Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
1:17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"
1:18 Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.
1:19. Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?"
1:20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.
1:21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."
1:22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.

Di dalam ayat kesatu, pada zaman hakim-hakim memerintah, ada kelaparan. Dan kelaparan ini membuat banyak orang pendek pikiran. Jadi orang kristen itu janganlah berpikir bisa senang terus. Tidak. Ada juga saat-saat di mana kita menghadapi kesulitan. Nama Betlehem berarti rumah roti. Karena keperluan roti seluruh Yerusalem itu datang dari Betlehem, gandumnya itu. Rotinya dibikinnya di Betlehem. Bet itu rumah, lechem itu artinya roti. Bet itu dari bait, rumah roti. Cianjur, air yang manjur, sungai yang manjur. Cibodas, air yang putih. Cimelati, sungai yang banyak melatinya. Jawa Barat banyak tempat sungai kota gunung memakai kata Ci.

Bethlehem artinya rumah roti, penghasil roti. Tapi ada kelaparan. Sama dengan Indonesia sekarang. Anak-anak kecil sudah pada hamil - busung lapar! Indonesia gemah ripah loh jinawi tapi orang kelaparan! Tapi mari kita belajar dari cerita ini.

Ada satu bapak orang Israel namanya Elimelekh. Elimelekh artinya Allah dari raja. Namanya bagus. Dia punya istri Naomi. Naomi artinya pleasant, menyenangkan, artinya manis. Dia punya dua anak, satu namanya Makhlon; memang Makhlon ini artinya sakit-sakitan. Tetapi Kilyon adiknya, artinya komplit. Jadi seimbanglah. Walaupun ada yang sakit tetapi segala yang diperlukan sebetulnya ada, komplit.

Kenapa saya baca 22 ayat itu? Karena dalam ayat-ayat terakhir Naomi tadi berkata, dengan penuh aku pergi - berarti dia tidak kurang. Dalam ayat kesatu memang ada kelaparan di Betlehem tapi Elimelekh tidak kelaparan. Akan ada kelaparan di Indonesia tapi anak-anak Tuhan, anak-Nya, tidak akan minta-minta roti. Itu kata Mazmur. Tidak akan kelaparan.

Tapi inilah ikut guyub: orang lain transmigrasi, mau ikut transmigrasi. Akhirnya pergi ke tanah perjanjian, ke tanah yang lebih mengharapkan. Karena lihat tetangga sudah kelaparan, lihat kiri sudah kelaparan, tanah tandus, gandumnya gagal. Jadi Elimelekh Allah dari raja ini, dia ngungsi ke Moab.

Saudara yang tahu baca alkitab, Moab dan Amon itu adalah dua anak haram dari Lot karena Lot dibikin mabuk oleh anak perempuannya. Anak perempuannya itu takut tidak ada lagi penduduk di Sodom Gomora jadi dia bikin mabuk papanya dan dua anak perempuan ini hamil oleh ayahnya sendiri. Karena tidak sadar. Satu melahirkan Amon, satu melahirkan Moab. Jadi daerah-daerah anak haram di sana. Jadi dari Israel itu dia ke darat, menyeberang sungai Yordan dan sampailah di tanah Moab. 10 tahun di sana. Nggak ada problem, tidak sama seperti di Betlehem, di sini lapar di sana lapar.

Tapi mulailah saudaraku Elimelekh nggak bisa melek lagi, dia mati. Setelah Elimelekh mati, lalu anaknya Makhlon menikah dengan Orpa, Kilyon menikah dengan Rut. Belum punya anak. Baru menikah, baru honeymoon, baru berbulan madu. Sudah mati Makhlon, namanya sudah sakit-sakitan, kaget dia menikah, dia meninggal. Kilyon juga rasanya sudah komplit akhirnya jadi tidak komplit, dia meninggal. Tinggallah saudaraku trio janda. Di Indonesia ada Trio Kwek Kwek, ini trio janda. 

Saya heran Naomi berkemas mau pulang: Saya mau kembali ke Bethlehem. Omongan itu mustinya tidak usah dikatakan kalau mereka tinggal di Betlehem di tempat roti. Tapi mereka tidak  tahan, tidak sabar. Mereka lihat ke dunia, ke Moab. Moab itu bicara dari dunia. Mereka pergi di sana. Dan tiga pengalaman mereka di sana dan tiga-tiganya sama: mati, mati, mati.

Kalau saudara lihat mobil pakai nomor 444, itu bukan orang Tionghoa. Karena orang Tionghoa nggak mau angka 4 ... Si ... mati. Tapi saya mah nggak anti, saudara mau kasih sama saya 444 juta, saya terima. Tapi kalau saudara lihat mobil 444, itu bukan orang Tionghoa, pasti orang Indonesia. Kalau saudara lihat 168, nah itu pasti orang Tionghoa ... i lu fat ... sepanjang jalan selamat. Saya punya teman namanya Joni Pandra pakai mobil Honda Civic baru ... 168, ditabrak mobil. Mungkin salah pesan nomornya. Maka saya bilang janganlah percaya nomor-nomor begitu.

Dan apa terjadi saudara? Pada waktu pulang, dua menantunya ini berkata, nangis. Bahasa Ibraninya, sampai suaranya serak. Menangis karena pengalamannya sama - ditinggal oleh suaminya. Menangis, menangis, menangis dan menangis.

Naomi tahu, ini anak-anak masih muda, masih bisa menikah. Sudah pulang saja kamu ke Moab, pulang sama papa mamamu, pulang kepada bangsamu, siapa tahu kamu masih dapat menikah. Silahkan. Nangis lagi saudara. Dan Orpa mencium Naomi lalu kembali ke Moab. Arti nama Orpa itu leher. Jadi dia seperti istri Lot, udah ikut Naomi tapi masih nengok ke belakang. Dia kembali - dia kembali Ke Moab, dia kembali kepada dewa-dewanya, dia kembali kepda kebinasaan, dia kembali kepada hal-hal yang tidak enak.

Tinggallah Rut. Di dalam bahasa Indonesia, Rut itu di dalam ayat 18, Ketika Naomi melihat bahwa Rut berkeras. Kalau dalam bahasa inggris bukan berkeras - sudah mengambil keputusan. Jadi ketika dia lihat bahwa Rut ini sungguh-sungguh sudah ambil keputusan, determinasinya kokoh kuat, dia tidak mundur lagi, dia ajak.    

Perhatikan kata-kata Rut. Rut artinya persahabatan, seorang sahabat. Sahabat yang benar itu sahabat dalam kesusahan. Dan banyak orang datang sama saya kalau lagi susah. Dia lagi susah, dia datang sama saya. Tapi kalau saya lagi susah tidak ada yang datang sama saya. Tapi saudara bisa tahu sahabat yang benar adalah kalau dia mau jadi teman kita waktu kita susah.

Kalau waktu saudara ada uang banyak sahabat, itu bukan sahabat. Di mana ada bangkai, di situ banyak lalat; di mana ada gula, di situ banyak semut; di mana ada uang, banyak teman-teman ngaku family sama saudara. Tapi waktu saudara potol, waktu saudara nggak punya apa-apa, masih ada yang mau berteman sama saudara, masih ada yang mau menolong sama saudara, itu sahabat benar. Menantu ini, Rut ini, dia bilang ayat 16,             

1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;

Rut sudah tahu mau pergi ke Betlehem, mau pulang. Kebalikan dari Naomi. Naomi meninggalkan Bethlehem mau jadi orang Moab, sekarang Rut orang Moab mau jadi orang Betlehem. Kemana engkau pergi aku mau pegi ke sana. Ini putusan yang baik.

Di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam. Susah cari menantu kaya begini. Di mana mama bermalam, di situ saya ikut bermalam. Ini udah potol, udah nggak punya apa-apa, nggak punya uang sudah. Anak suami meninggal, uang tidak ada. Rumah sudah dijual, semua nggak  ada. Dapat menantu kaya begini saudara, kaya ketiban bulan.

Berikutnya dikatakan, bangsamulah bangsaku. Dia mau jadi warga negara, dia mau tinggalkan warga negara Moab, mau menjadi WNI ... warga negara israel.    

... dan Allahmulah Allahku. Dia meninggalkan agama lamanya, agama haramnya, agama yang tidak percaya kepada Yehova, sekarang dia kembali kepada Tuhan Allah. Dia mau percaya kepada Tuhan.  

1:17 di mana engkau mati, akupun mati di sana. 

Ini keputusan yang luar biasa. Kesetiaan yang luar biasa.

1:17 ... , dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"

Ini kan bahasa perkawinan. Hanya maut yang memisahkan kami. Jadi saya tidak menikah hanya sama anak mama tapi saya juga menikah dengan keluarga mama. Saya mau ikut kemana. Hanya maut yang memisahkan kita. Saya mau ikut.

Saudara, berapa banyak anak Tuhan mengungsi ke Moab. Yang meninggalkan rumah roti, yang meninggalkan jaminan hidup dari Tuhan, yang melupakan Tuhan. Ngaku cinta Tuhan, ke gereja nggak bawa alkitab. Ngaku cinta Tuhan, malasnya luar biasa. Ngaku cinta Tuhan tapi nggak suka doa. Ngaku cinta Tuhan tetapi tidak suka kebaktian. Ngaku cinta Tuhan tapi tidak mengasihi Tuhan.

Kita nyanyi tentang Yesus belum berarti Yesus ada dalam hidup kita. Kita masuk ke gereja bukan berarti Yesus ada di dalam hati kita. Banyak kali kita orang kristen hidup lebih jahat dari orang dunia. Apa yang tidak dilakukan orang dunia bisa dilakukan oleh orang kristen. Kalau hanya kita beragama kristen tapi tidak bertuhan. Padahal Tuhan sudah pelihara di Betlehem. Memang ada kelaparan tapi Elimelekh dijaga, dipelihara. Cukup. Semua cukup. Kenapa musti ngungsi?

Saudara mau tahu Moab dari Israel itu berapa jauh? Paling jauh 60 kilometer. Tapi jauh berbeda. Di Israel ada Tuhan, di Moab tidak ada Tuhan. Di Israel ada ibadah, di Moab tidak ada ibadah. Memang kota jauh lebih besar. Betlehem itu kota kecil. Nabi Mikha juga berkata, hei Betlehem, engkau yang terkecil, kota terkecil, desa terkecil, terpencil di seluruh Israel ... sudah Betlehem itu. Beda dengan Moab, beda dengan Amon. Amon itu jadi Amman sekarang, ibukota Yordania. Besar sekali. Menarik sekali. Tidak ada hukum, tidak ada undang-undang. Di sana boleh apa saja tidak ada larangan.

Tapi itulah saudara, kalau meninggalkan Roti Hidup, kalau meninggalkan Tuhan. Berikutnya ayat 19.       

1:19. Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?"

10 tahun sudah pangling. Muka betul sih kaya Naomi, pleasant, menyenangkan. Wajahnya tidak seperti Naomi lagi. Sudah banyak kesusahan, matanya sayu. Pipinya berkerut bukan karena tua tapi karena kesusahan hidup, karena menghadapi kesulitan hidup. Maka orang bertanya, Naomikah itu? Bukan, apakah itu Naomi? Tidak. Apa kata Naomi?      
1:20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.

Mara artinya pahit. Jangan panggil saya si pleasant, jangan panggil saya si manis, jangan panggil saya Naomi. Panggil saya Mara. Wai bagi kita, kalau kita mengaku orang kristen tapi pengalaman hidup kita pahit dan pahit dan pahit tiap hari. Tidak ada senyum lagi, tidak ada suka cita lagi. Kita tertindih oleh beban. Pahit dan pahit tiap hari. Kematian dan kematian di sana sini, saudara lihat hanya warna maut di mana-mana. Ada satu hal yang positif dari Naomi - dia kembali kepada Tuhan!

Biar saudara sudah salah, biar saudara sudah kacau hidup saudara, biar orang tidak ada lagi yang mengaku saudara, kembalilah kepada Tuhan, kembalilah ke Betlehem, kembalilah kepada Firman Allah, kembalilah kepada Roti Hidup, kembalilah kepada di mana ada Roti Hidup diberitakan. Di sana ada jaminan yang kekal, di sana ada jaminan pemeliharaan dari pada Tuhan.

1:21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku.

Sebetulnya nggak betul itu. Tuhan nggak memulangkan dia, dia pulang sendiri. Dan Tuhan tidak mengosongkan tangan dia, dia kosong sendiri tangannya. Sebab di luar Tuhan, tidak ada yang bisa hidup. Kalau beton ini adalah api, kalau saya dekat api, lama-lama saya kena hangatnya api. Tapi kalau saya jauh dari api, tidak hangat lagi. Jauh lagi tidak terlalu panas, jauh lagi jauh terus, jauh sampai akhirnya hangatnya api kita sudah tidak rasa. Jauh lagi ... jauh lagi sampai hanya tinggal nyala api yang kita lihat. Kita dalam kedinginan. Kita bisa lihat api jauh tapi kita kedinginan - itu Naomi. Dia lihat api di Betlehem, dia kedinginan di Moab. Itu sebabnya dia kembali ke Betlehem.

Saudara, kalau saudara punya kerohanian sekarang kedinginan, tidak ada kehangatan dari Tuhan, kembali, kembali sama Tuhan. Perbanyak doa, perbanyak baca firman, perbanyak kebaktian. Di sana saudara akan dapat pemeliharaan, di sana saudara akan mendapatkan kemenangan. Makan sabda Tuhan, makan jangan hanya di gereja, di rumah baca. Pagi baca, siang kalau ada waktu baca, malam baca. Renungkan firman Allah.

Saya tidak tahu apa saudara sudah semua dapat sms rohani setiap pagi dari saya. Kalau belum, saudara bisa tanya nanti sama gembala-gembala kecil bagaimana dapatnya. Satu kali saudara minta, terus tiap hari saudara dikirim. Saya kemarin ke Jakarta dapat juga berita, wah, saya dikuatkan oleh Firman. Ada roti yang saya kirim, ada Firman yang saya kirim. Khotbah saya sekarang ini akan diedarkan ke seluruh dunia. Bahkan AMS Jakarta sekarang membuat website dan khotbahnya akan bisa didengar di seluruh dunia. Sedang kerja sama dengan Singapura. Khotbah saya akan dibikin CD, dan akan disiarkan ke seluruh dunia. Saudara bisa buka juga di rumah saudara kalau saudara mau dengar. Sekarang manusia perlu Roti Hidup. Perlu Sabda Tuhan. Di manapun mereka berada perlu Sabda Tuhan.        

... Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."
 
Ini tuduhan Naomi. Aduh, Tuhan sudah bikin malapetaka. Tuhan nggak pernah bikin malapetaka, kita yang bikin malapetaka. Saya kasih contoh. Ada dokter, saudara darah tinggi. 160/100. Hati-hati ya pa, jangan makan sate kambing, jangan makan babi, jangan minum kopi. Kalau saudara sengaja. Lihat sate babi. Minum bir. Saudara nggak bisa bilang gini: Tuhan memberi malapetaka kepada saya. Eh, segala-gala Tuhan disalahkan, segala-gala Tuhan disalahkan. Itu salah sendiri. Kadang-kadang kita nyalahin Tuhan padahal salah sendiri. Kita buka Yakobus

1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
1:16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Tuhan mah memberi yang baik. Segala yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datang dari Tuhan. Tapi percobaan, malapetaka itu dicari sendiri. Bahkan oleh iblis dikasih kepada kita. Hawa begitu dia makan buah, dia langsung telanjang. Dia nggak bisa bilang: aduh, saya kena malapetaka dari Tuhan. Nggak. Salah sendiri. Sudah dibilangin, jangan. Banyak orang kristen bertobatnya bertobat sambal. Rut 

1:22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.

Tidak ada kelaparan tapi dalam musim menuai.   

Ada satu lagu zaman dulu Jangan kau tinggalkan Betlehem ... Kalau kau tak mau jatuh ... Jangan kau tinggal Tuhan Yesus ... Kalau kau mau dapat teduh ... Rajin datang di kebaktian ... Tuhan b'ri girang .. Upahmu besar di surga ... Kekal s'lamanya.

Ada jemaat dari zaman papa saya sampai sekarang belum dibaptis. Kebaktian mah kebaktian rajin tapi nggak mau dibaptis. Kapan mau dibaptis? Ah, gampang. Saudara jangan terlambat. Di Manado ada yang terlambat satu hari, ada yang terlambat satu minggu, ada yang terlambat satu bulan, ada yang terlambat satu tahun. Ada baptisan sekarang, mau terima baptisan nggak? Besok saja, oom. Malam ini meninggal. Kapan mau dibaptis? Bulan depan, oom. Akhir bulan dia sudah meninggal. Kapan mau dibaptis? Tahun depan, oom. Dalam satu tahun itu dia sudah meninggal. Kita nggak bisa tahu kapan kita meninggal. Jangan terlambat.

Mari pulang ... kembali ke Betlehem. Kembali, ayo pulang. Pulang ke Betlehem, pulang sama Tuhan Yesus. Kembali. Karena ada banyak gandum. Sekarang lagi banyak tuaian. Sesenang-senangnya di dunia, jauh lebih senang di dalam Tuhan. Semanis-manisnya dunia, jauh lebih manis dalam Tuhan. Sekian renungan firman Allah.  

-- o -- 

_________________________ 

 (Kembali ke Halaman Utama)

  _________________________