Khotbah Minggu Sore Maret - April 2002

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

 

Minggu sore, 03 Maret 2002  

KITA TIDAK BISA MENYENANGKAN TUHAN

Nah, pada sore hari ini saya ingin berbicara mengenai 'kita tidak bisa menyenangkan Tuhan'. Aneh ya ini judulnya. Ada satu lagu Menyenangkan-Mu Menyenangkan-Mu Hanya itu kerinduan-Ku ... Menyenangkan-Mu Senangkan-Mu ... Hanya itu kerinduanku. Itu cuma angin surga saja. Cuma lagu nyanyian saja. Sebetulnya manusia tidak bisa menyenangkan hati Tuhan.

Nah, kita mau lihat dari Firman Allah bagaimana sebetulnya kita hidup ini. Kidung Agung  

1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! 

Kalimat yang pertama ada sedikit canggung. Kita baca : Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Didalam bahasa Inggris : Draw me, we will run after thee - Tariklah aku maka aku akan lari mengejar engkau. Tariklah akan daku, ini doa dari Solamit, maka kami akan lari kepadamu. Kami akan lari mengejar engkau. Coba perhatikan, ya ini pacaran antara Salomo dengan Solamit. Solamit berkata : Tariklah akan daku maka kami -lebih dari satu orang- akan mengejar engkau. 

Nah, saudara-saudara, istilah tariklah akan daku, tariklah saya - Salomo menjadi lambang dari Yesus, Solamit menjadi lambang dari gereja Tuhan, saudara dan saya. Solamit berkata, tariklah saya maka kami akan berjalan, lari mendekati engkau. Tidak ada manusia bisa menyenangkan Tuhan. Tidak ada. Saudara-saudaraku, tidak ada daging kita, tidak bisa memproduksi sesuatu yang menyenangkan hatiNya. Tidak bisa. Surat Roma pasal 3 dengan jelas, tidak usah dibuka, berkata, ayat 10, tidak ada seorangpun yang benar. Seorangpun tidak ada, secara manusia. Tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua membawa diri dengan mengikuti jalan kemauannya sendiri. Ini kita semua secara umum. Manusia tidak ada yang mencari Tuhan. Semua sudah dikurung, walaupun dia Israel ataupun orang-orang kafir, sudah dikurung dalam ayat ini - tidak ada yang benar. Seorangpun tidak ada. Lebih baik kita baca saja, supaya kita puas, saudaraku. Roma pasal 3 kita membaca bersama-sama Roma  

3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, 
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 
3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 
3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. - Lompat kepada ayat 23 - 
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 

Jadi tidak ada dari diri kita bisa menyenangkan Tuhan. Tidak ada satupun hal yang baik didalam diri kita yang bisa menyenangkan hatinya Tuhan. Kalau kita lihat ada kejelekan disatu orang, ingat, bahwa kejelekan yang sama ada di dalam diri kita. Semua manusia tidak ada yang baik, tidak ada yang benar - seorangpun tidak. Roma pasalnya yang ke 7. Di dalam Roma pasalnya yang ke 7, Rasul Paulus sendiri mengaku dengan jelas-jelas. Saya pilih satu ayat saja dari Roma pasal 7, saudara-saudara, ayat 18:

7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. 

Jadi didalam diriku, kata Paulus, tidak ada suatu yang baik. Nah, kalau kita gimana ko Yoyo, pak pendeta, bagaimana ini brur menyenangkan hati Tuhan? Saudara, gereja kita adalah dianggap gereja terbesar diseluruh dunia sekarang. Sekretaris Jenderal nya namanya Pdt David Dluppessis, dulu. Pdt David Dluppessis dari Brasilia ini disebut Mr Pantekosta, Mr Pentecost. Karena dia orangnya kecil saudara. Dia menjadi sekjen Gereja Pantekosta seluruh dunia. Waktu dia jadi sekjen saya masih kelas 2 sekolah alkitab tahun 69. David Dluppessis sudah jadi sekretaris jendral. Waktu itu pendeta Benny Hinn masih muda. Satu hamba Tuhan datang kepada pdt David di hotel, bersimpangan. Mr Pentecost, Tuan Pantekosta, bagaimana caranya saya ingin menyenangkan hati Tuhan, bagaimana caranya? David Dluppesiss melotot matanya melihat sama hamba Tuhan ini dan dengan telunjuknya ia tunjuk dada ini hamba Tuhan. Dia bilang begini : Jangan coba-coba menyenangkan hati Tuhan! Kamu tidak bisa. Tapi Yesus yang didalam kamulah yang bisa memampukan kamu menyenangkan hati Tuhan. 

Secara manusia secara daging secara tubuh, saya dan saudara tidak mampu dan tidak bisa menyenangkan hati Tuhan. Kalau saya sedang merenung sendiri, saudara. Mazmur berkata diatas tempat tidurmu kamu merenung. Saya merenung. Aduh, begitu banyak borok, begitu banyak kesalahan begitu banyak lalai ya. Duh Tuhan, pantas raja Daud pernah berkata begini : Ya Tuhan, kalau kesalahanku ditaruh dihadapanMu, diterangi dengan sinarMu siapa yang bisa tahan, siapa yang bisa dinilai kudus dihadapan Engkau? Tidak ada! Jadi saudara, daging kita sekali lagi daging kita, tidak bisa menyenangkan hati Tuhan secara daging. 

Nah, saya harus mencuci otak siswa-siswi sekolah alkitab karena mereka datang dari latar belakang gereja pantekosta dan mereka datang dan kalau cari Roh Kudus mereka berteriak-teriak dan mereka menangis, mereka menjerit-jerit, mereka pukul-pukul meja, mereka ... aduh itu produk dari daging. Dan semua produk dari daging itu Tuhan tidak suka. Apa saja produk dari daging itu Tuhan tidak suka. Apa saja usaha kita untuk menyenangkan Dia dengan usaha dari diri kita sendiri - itu Tuhan tidak suka. Menjerit menangis berteriak seperti orang histeris. Seperti Tuhan itu tuli. Saya mengerti karena mereka masih baru. Nanti setelah 1 - 2 minggu saya ngajar Roh Kudus, baru mereka mengerti. Kebanyakan yang dipenuhkan Roh Kudus dari sekolah alkitab tidak ribut saudara, tidak teriak-teriak. Berkata-kata didalam berbagai bahasa. Karena produk daging ini semuanya akan fana. Tidak bisa. 

Boleh saya berhenti sebentar disini dan saya mau bicara mengenai kematian sebentar supaya saudara mengerti. Tuhan bukakan, saudaraku, melalui mimpi-mimpi saya ini. Saya ketemu dengan orang-orang yang sudah meninggal. Saya ketemu, berbicara dengan mereka - dalam mimpi ini - dengan orang yang sudah meninggal. Tapi sebetulnya Tuhan sedang memberikan pesan kepada saya. Ada satu ayat, saya lupa dimana, yang berbunyi: Daging dan darah tidak mewarisi Kerajaan Sorga. I Korintus 15:50.

Jadi saudara, kita dandani bagaimana ini daging, kita bikin merah bibir lebih merah dari tomat, kita bikin mata hitam lebih hitam dari arang, kita bikin telinga lubang anting mungkin bisa 20 anting  - ini badan kita tidak bisa mewarisi Kerajaan Sorga.

Siapa yang mewarisi Kerajaan Sorga itu bukan badan kita yang rongsok yang hancur ini tetapi roh kita, roh yang di dalam itu, itulah yang mewarisi Kerajaan Sorga. Nah, pada waktu kita berusia lanjut ada orang berusia lanjut usianya lanjut badannya. Ada yang usia memang usia umpamanya saya pakai usia 60 tahun tapi ada usia kesehatan dia punya kesehatan 50 tahun. Maka orang itu kelihatan awet muda. Tetapi sebaliknya ada orang usia 50 tahun tetapi usia kesehatannya70 tahun karena dia mungkin terlalu lelah terlalu capai jadi saudaraku dia nampak tua sekali seperti rambut. Ada anak yang umur 17 tahun sudah ada rambut putih. Ada orang tua yang lebih tua dari saya belum ada rambut putih. Saya bingung ada umur 70 tahun, saya ketemu, hitam semua rambutnya. Oom, luar biasa ini. Iya, kan disemir. Oh, ya. 

Tapi saudaraku, saya mau kasih tahu bahwa ada usia badan ada usia kondisi. Tapi badan ini tidak mewarisi Kerajaan Sorga. Saya tanya begini sama Tuhan: Tuhan, apa saya di Sorga nanti hidung saya pesek juga begini? Saya sudah gigi ompong Tuhan, apa nanti di sorga gigi saya masih ompong? Bagaimana dengan oma-oma yang sudah tidak ada giginya? Menurut lagu burung kakak tua giginya tinggal dua. Bagaimana Tuhan, apa nanti meninggal di Sorga dia giginya tinggal dua? Anak saya sudah meninggal pada usia 15 bulan, apa nanti di Sorga nanti saya lihat aduh Melvin ini papa, apa Melvin ini 15 bulan masih segede gini? Belum pernah saudara pikir kan? Apa nanti ada perempuan dan laki-laki di sana? Daging dan darah tidak mewarisi Kerajaan Sorga. Saya belum khotbah yang tadi, ya. Saya sedang berhenti sebentar mengenai kematian.

Di Amerika ada beberapa orang yang meninggal satu hari. Meninggal beberapa jam, lalu hidup lagi. Itu ditanya sama hamba Tuhan, ditanya sama wartawan. Lalu mereka menyusun buku dari orang-orang yang meninggal lalu hidup lagi. Yang meninggal beberapa hari, hidup lagi. Yang meninggal beberapa jam, hidup lagi. Ditanya pengalaman mereka bagaimana. Saudara-saudara, sepuluh orang yang meninggal ditanya. Semua ada persamaannya, yaitu waktu mereka meninggalkan tubuh, tidak ada rasa sakit. Bahkan salah satu berkata, seperti saya buka pakaian. Jadi saya membuka pakaian, katanya, saya keluar dari pakaian itu dan saya lihat badan saya di tempat tidur, saya terbang. Saya masih punya pikiran, tapi giginya komplit, mata komplit, semua. Dalam tubuh rohani. Jadi saya yakin saudara-saudara, yang kepalanya pitak, waktu saudara meninggal tidak ada itu pitak. Tidak ada. Penjol, peang, tidak ada. Semuanya kalau sudah di dalam Tuhan, satu ciptaan yang baru, ciptaan yang sempurna. Ada haleluyah? 

Nah, kembali lagi sekarang kepada khotbah saya. Bagaimana saya bisa menyenangkan hati Tuhan? Apa dengan berdoa lebih subuh? Berdoa bangun jam tiga, saya berdoa? Lalu saya berdoa sampai jam enam pagi, tiga jam satu hari saya berdoa. Apa dengan begitu hati Tuhan disenangkan? Sebentar, sebentar, sebentar, produk apa itu doa? Hasil darimana itu doa? Itu karya apa ... karya saya? Kalau itu karya saya, tidak ada artinya dihadapan Tuhan. Saudara ingat Maria dan Marta? Marta aktif begitu, kerja, masak untuk Yesus. Tetapi Yesus bilang, kamu terlalu kuatir dari hal banyak. Yang penting ini Maria. Saudara lihat roda. Kadang-kadang kita ada di atas, kadang-kadang ada di kanan, kadang-kadang ada di bawah, kadang-kadang ada di samping. Kalau kita ada di pinggir roda. Roda berputar, kita ada di atas, nanti ada di bawah, nanti ada di atas. Maka datanglah peribahasa manusia, secara umum, itu nasib manusia mah berputar kaya roda. Sebentar nanti kita ke atas, sebentar nanti kita ke bawah, sebentar nanti kita .... 

Kalau kita anak Tuhan yang mengerti secara rohani, kita nggak ada di pinggir roda. Kita di as-nya. Dunia boleh berputar tapi kita di as-nya, sumbernya, sumbunya - bersama dengan Tuhan. Kita tidak ada di atas, di bawah, di depan, di belakang - kita di tengah. Tariklah akan daku, maka kami akan berlari mengejar engkau. Ini rahasia, saudara-saudara. Sampai nanti Tuhan Yesus menarik saudara. Sampai nanti Tuhan Yesus menyatakan diri kepada saudara. Sampai Tuhan panggil saudara, baru saudara bisa bereaksi kepada Dia. Saya kalau sembahyang, Tuhan kenapa yah yang ini jemaat males, yang ini kok rajin? Kenapa dia males, Tuhan? Tuhan bilang, Aku belum panggil kok. Seolah-olah, dia belum jadi umatKu. Aku belum panggil. Aku belum nyatakan diriKu. Kalau Aku sekali Aku menyatakan diriKu siapa Aku. Seperti Paulus, bekasnya pembunuh kristen sampai dia mau dibunuh karena Yesus. Karena dia sudah lihat siapa Yesus. Lukas 15 di sana kita melihat satu kebenaran yang sederhana.  

15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 
15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 

Tidak ada istilahnya domba cari gembala. Nggak ada. Gembala yang mencari domba. Maka dalam Roma 3 tadi kita baca tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan. Memang tidak bisa kita cari. Kita tidak bisa lihat Dia, bagaimana kita bisa mencari Tuhan, bagaimana kita bisa lihat Dia? Tapi Tuhan sebagai gembala yang baik Dia mencari kita. Ada haleluyah saudara?

Yohanes juga bicara sedikit. Yohanes 15 supaya kita mengerti bagaimana kita menyenangkan Tuhan.
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.  

Kenapa saya tidak bisa kaya? Ini minggu lalu saya sambung. Kenapa saya tidak diberkati Tuhan. Kenapa materi saya tidak bisa kaya saya sudah ikut Tuhan? No,no,no. Saudara sudah pernah dengar panggilan Tuhan apa tidak. Saudara sudah dipilih oleh Tuhan apa tidak? Bukan kamu yang  memilih Aku, Aku yang memilih kamu - supaya kamu berbuah lebat. Nanti di akhir cerita minta apa yang kamu kehendaki - Aku beri. Jadi sekarang saudaraku, hidup kekristenan itu bukan buatan kita. Bukan, bukan kita berbuat sesuatu untuk Tuhan, bukan. Tuhan didalam kita bekerja didalam kita sampai kita bisa menghasilkan buah yang menyenangkan hatinya Tuhan. Begitu kekristenan itu.  Bukan usaha kita, bukan. Paulus bicara lagi saudara. Efesus 2 sampai saudara mengerti baru saya buka satu kebenaran untuk saudara renungkan pada sore hari ini. 
2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. 

Seperti ikan didalam air. Aku sudah bikin kolam kamu hidup disana. Sejauh kita didalam air ikan itu tenang ia bisa berenang cepat ia bisa tenang ia bisa beranak-pinak selamat didalam air. Tetapi begitu dia keluar tidak sengaja dia keluar dari air ia gelepar-gelepar tinggal tunggu mati saja. Tetapi ketika ia sudah hampir mati ia kembali lagi ke air, ia hidup lagi. Demikian juga dengan kita punya kekristenan. Kalau kekristenan usaha kita ah urang edek rajin - nggak bisa. Nanti coba titajong. Nanti justru kita gagal. Tapi kalau kita bersandar kepada Tuhan : Tuhan, aku tidak bisa, bukan oleh kuat dan bukan oleh gagah, Zakharia 4:6, tetapi oleh RohMu semuanya bisa terjadi. Bukan oleh kemampuan saya. Tidak! 

Satu ibu tadi bersaksi di Jakarta. Semuanya pertama bersaksi. Jiwa baru saudara istrinya sudah ikut lama tapi suaminya jiwa baru. Dia baru lepas dari rokok jadi suaminya itu bersaksi dia lepas dari rokok. Nah, istrinya sekarang bersaksi : Saudara, waktu suami saya belum lepas dari rokok ... Usahanya gagal terus, usaha ini gagal, usaha itu gagal, kang taw sudah mau datang batal lagi. Tetapi ketika dia terlepas dari rokok - saya senang dengan istilah dia 'terlepas' - bukan dia melepaskan rokok seolah-olah dia yang hebat dia bisa melepaskan rokok, tidak.  Setelah ia terlepas dari rokok artinya Tuhan lepaskan dia, aneh dia tidak ada rencana membangun rumah, dia bisa bangun rumah bisa selesai dengan baik. Apa karena dia lepas rokok terus dia bisa jadi bangun rumah? Bukan. Tetapi Dia sudah ijinkan Kristus bekerja didalam dia. Bukan lagi dengan kekuatan dia, dia mau berhenti rokok, tidak. Tetapi Kristus yang dia ijinkan bekerja didalam dia. 

Nah, kristus yang sama mulai bekerja memberkati bisnisnya. Kristus yang sama bekerja memberkati rumahnya.  Saya juga tidak kenal belum pernah saya ngobrol sama istrinya. Sama suaminya baru jabat tangan sekali, waktu dia kasih persepuluhan tapi istrinya saya tidak pernah ketemu tidak pernah ngobrol tapi dia bersaksi - luar biasa. Pertumbuhan orang itu tidak ketahuan. 

Jadi sekarang saudara harus mengerti kita nggak bisa nyenangi Tuhan. Nggak bisa. Paulus lagi ini. Dalam Filipi  

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 
2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 

Tuhan, saudara, yang bekerja didalam kita. Dia yang mau bekerja didalam kita. Pantas dalam Galatia 2:20 Paulus berkata : Hidupku bukannya aku lagi tapi  Kristus yang hidup di dalam aku. Nih, saudara, ini tangan saya ini. Saya tidur. Nyamuk datang. Disedot tidak salah  nyamuk memang nyamuk sedot darah. Saya tidak bisa protes. Saya lagi tidur tidak sadar dia datang nyedot darah. Tapi sekarang saya pakai selimut. Dia boleh ngiing, ngging, ngiing dia cari dia tahu ada darah disini tapi dia tidak bisa tembus karena saya pakai selimut yang tebal. Demikian juga kita. Diluar Kristus kita dihantam diserang oleh problem oleh segala macam Goliat oleh segala macam persoalan. Tapi kalau kita ditutup oleh Kristus, problem ada tapi tidak bisa tembus. Saudara ditutupi oleh Kristus. Begitu maksud saya ya. Jadi kita nggak bisa nyenangkan Tuhan. Saya itu bilang Tuhan saya itu ingin jemaat saya itu menyembah Engkau menyembah dalam Roh dan Kebenaran. Berkali-kali saya udah ngomong. Tuhan bilang tidak bisa dipaksa. Mereka belum lihat Aku.  

Saya kasih ilustrasi lagi. Suami istri saja visi bisa beda. Orang pacaran saja visi bisa beda. Nah, ada satu orang dari Tiongkok saudara dia masuk ke Amerika saya pendekkan cerita dia dapat greencard di Amerika. Dia belajar bahasa Inggris disana dia bekerja ini laki laki masih pemuda akhirnya saudara disana dia bisalah kata-kata sedikit bahasa Inggris dan dia ketemu dengan satu gadis Tionghoa juga yang sudah lama di Amerika. Pacaran, pacaran. Satu kali lagi bulan purnama saudaraku sambil memegang apa itu kue bulan itu namanya Tiong Cu Pia ya, mereka duduk dibawah sinar bulan purnama. Si lelaki ngomong sama si perempuan : Kita main wiwicu yu. Nanti dulu deh main-main itu, saya lagi nikmati bulan. Si lelaki ini karena baru belajar bahasa Inggris, sudahlah sekali aja kita main wiwicu yu. Si gadis bilang: Nanti deh, nanti tuh lihat bulan lagi bagus tuh. Maksudnya si gadis ini coba dong lihat tuh romantis dong sedikit tuh bulan tuh lihat. Dibawah sinar bulan purnama itu dong kalau di Indonesia. Nikmati dong bulan. Si lelaki kita main wiwicu dah. Yang satu mau nikmati bulan, yang satu mau main wiwicu.

Akhirnya kesel-kesel juga si gadis bilang: Iya deh, kita main wiwicu. Senang si lelaki ini. Yu, kita main wiwicu. Dipegang tangan si gadis itu. Dia ayun-ayun Wi wi cu a merry christmas wi wi cu a merry christmas karena dia baru belajar bhs inggris saudara. Dia ingin nyanyi itu lagu We wish you a merry christmas tapi karena dari Shanghai dia tidak bisa bilang we wish you tapi wiwicu. Jadi dia ingin nyanyi We wish you a merry christmas si gadis bilang lihat bulan dong. Sekarang saya tanya: Apa dua-dua ini kena sinar bulan apa nggak? Kena. Tapi kenapa yang satu itu tidak peduli dengan bulan? Yang satu mau wiwicu, yang satu lihat bulan. Yang satu lihat bulan, yang satu nggak mau lihat bulan. Yang satu mau lihat pesta natalnya we wish you a merry christmas ... Saudara bisa tangkap?

Kristen itu ada dua, yang satu udah lihat Yesus. Aduh betapa indahnya ditengah gelap ini. Yesus seperti bulan, Yesus adalah terang. Nikmati dia, romantis dengan Yesus. Yang satu nggak. Yang satu mau acara natal saja. Bikin acara natal, bikin acara panjang-panjang, bikin acara paskah, bikin acara daging. Semuanya serba daging. Bikin acara, bikin acara. Dari bikin acara sampai akhirnya bikin acar. Semua ... semua ... dia tidak lihat bulan indah itu, padahal dua-dua kena sinar bulan. Demikian juga Tuhan. 

Kasih karunia itu kepada kita sama. Kepada semua jemaat dan kepada saya itu sama. Cuma ada yang sudah lihat Tuhan. Ada yang sudah bisa lihat, saya nggak. Dia lihat gereja itu hari natal, hari paskah, rame-rame - nah itu gereja. Pokoknya asal enggeus kebaktian, enggeus keplok tangan, enggeus duit kolekte, haleluyah puji Tuhan, geus peureum geus beunta, peureum beunta-peureum beunta, enggeus cangkeul, urang balik - tah eta ka gereja. Dia nggak lihat Tuhan. Maka salah satu khotbah saya berkata: Kalau saudara kebaktian apa saudara sudah ketemu Tuhan? Sudah mendapatkan Tuhan? Sudah lihat Dia belum? Karena ini nggak bisa lihat. Eh Ayub, saudara, Ayub juga ngomongnya sama. Kita lihat Ayub

19:25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 
19:26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 
19:27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. 

Kalau saudara mau tahu isi hati saya, simaklah kata-kata dari lagu-lagu yang saya ciptakan. Seperti rusa rindu pada air yang jernih Begitu ku merindu pada-Mu Tuhanku. Itu nggak bisa dibohongi. Puaskanlah aku oh Yesus Juru slamatku - bukan mobil, bukan ketenaran, bukan kedudukan, bukan kedudukan majelis daerah, majelis dapur - oh, tidak. Tapi Tuhan saya ingin dipuaskan oleh Engkau. Demikian juga Ayub. Kalau dagingku hancur tanpa dagingkupun aku bisa lihat Tuhan. Yesus belum lahir. Penebusku hidup, katanya. Yesus belum lahir. Dari dia, dari Ayub ke jaman Daud saudaraku masih ada ribuan tahun. Dari jaman Daud ke jaman Yesus ke jaman sekarang 3.000 tahun. Ribuan tahun Yesus belum dilahirkan. Tapi Penebusnya, dia sudah bisa lihat. Kapan? Waktu hancur dagingku. Sama dengan kita. Kalau daging kita nggak kasih kesempatan, kalau daging kita tekan, kalau daging kita tekan, jangan kasih kesempatan dia naik - nanti saudara lihat Tuhan. Mungkin ini terlalu dalam buat saudara, tapi kapan lagi sudara mau tahu? Saudara bisa lihat Yesus. Saya tanya : Tuhan apa saya kasih tahu sekarang? Sekarang, nanti orang-orangnya yang datang juga tertentu. Nggak bisa saya menyenangkan hati Tuhan. Saya perlu ditarik dulu oleh Tuhan. Ah, baru saya, aku merindu Engkau, oh Tuhan. 

Satu kali Sadhu Sundar Singh di India, dia lagi lihat petani-petani India membawa sapi-sapinya menyeberang sungai Gangga. Dibagian yang cetek ya hanya 20 cm air itu bagian yang cetek. Sapi-sapi itu takut menyeberang. Dia ngerem, dia tidak mau maju. Ditarik hidungnya, didorong-dorong belakangnya sama petani. Tidak mau nyeberang sungai itu. Ngeri, takut. Sadhu Sundar Singh lalu minta izin sama ini petani: Boleh saya kasih nasehat? Coba kita angkat anak sapi ini. Anak sapi diangkat, tidak terlalu berat, dibawa dua petani sampai diseberang sungai. Ketika induk sapi lihat anak sapi sudah diseberang, nggak disuruh, nggak didorong, nggak ditarik, dilepas saja. Dia kejar karena anaknya sudah ada diseberang. 

Dari tahun 73, Tuhan sudah bawa anak saya diseberang. Sangat pandai Tuhan ini. Kejadian itu saudara, waktu anak saya kuburannya dibongkar, saya tidak mau lihat. Nggak tega saya. Katanya sudah tidak ada mayat lagi sudah hancur hanya tinggal sepatu, tinggal balon dia main di air dulu. Tapi anak saya sudah dibawa disana. Ayah saya sudah dibawa, ibu saya sudah disana, 3/5 bagian hidup saya sudah disana. Jadi sebetulnya saudara, saya ini hanya tinggal tunggu panggilan. Sebetulnya. Tidak ada kesedihan dihati saya kalau saya dipanggil Tuhan. Cuma saya ingin beri tahu kepada saudara, kita itu nggak bisa nyenangin Dia, nggak bisa, kecuali Tuhan  tarik kita. Yo. Iya. Terpanggil, lihat Tuhan. Baru kita mau menyenangkan Tuhan. Paulus itu sampai tersungkur di kaki Tuhan : Siapakah Engkau Tuhan? Siapa? Apa yang wajib aku perbuat, Tuhan? Sekarang dia rela, dia mau bekerja karena dia sudah lihat Tuhan. Dua atau tiga orang berkumpul karena namaKu, Dia ada disini. Saudara kita kan lebih dari 2-3 orang. Lebih dari 200 orang, Yesus pasti ada. Tapi apa saudara lihat nggak, rasa nggak, nikmati tidak Dia punya kehadiran. Dari tadi saya sudah rasa Dia ada disini. Ada, ada di sini. Cuma pikiran kita ini. Ada pada keluarga kita yang sakit, pikiran kita ada pada usaha kita yang merugi, pikiran kita memikirkan oh saya belum dapat pekerjaan - jadi kita nggak bisa lihat Dia. Maka doa kita harus selalu tariklah Tuhan saya ini, supaya saya bisa ikut kepada Engkau. 

Saudara pasti sudah kenal ibu Vera, ya? Ibu Vera murid saya sekarang jadi guru di sekolah Alkitab. Itu waktu dia terima Yesus mau dibaptis, suaminya minta cerai. Suaminya bilang: Saya ceraikan kamu. Boleh, kata ibu Vera, tapi pasang iklan di koran Kompas, bahwa nama saya ini dan istri saya Vera, saya ceraikan karena dia masuk kristen. Bilang begitu. Takut suaminya. Kenapa suaminya begitu kejam? Dia belum lihat. Begitu suaminya lihat siapa Tuhan, dia yang minta saya baptiskan. Dia yang minta, coba tolong kasih saya nama. Saya kasih nama orang Majus, Baltazar. Sampai sekarang dia pakai. Bapak Baltazar. Brur, istri saya bisa melihat. Setelah terima baptis dia masih bisa lihat. Ibu Vera itu ilmunya tinggi, dulu. Dia bisa lihat rumah orang di Amerika, warnanya apa, nomor berapa, dia bisa lihat. Dengan ilmu yang dikasih dari Iblis. Setelah dibaptis dia masih bisa lihat dan masih banyak orang tanya sama dia, bayar. Jadi suaminya bilang, apa boleh setelah dibaptis istri saya masih bisa lihat ini untuk tolong orang? Saya bilang: Jangan. Dan dia nurut. Dia buang. Dan lama, lama, lama, lama, hilang. 

Mari kita dengar kesaksian. Tadi sudah saya dengar hati saya terharu dengar saudara bersaksi, tapi sekarang kita mau dengar kesaksian Rasul Paulus. Filipi 3 dan mungkin dengan ini mungkin kita akan akhiri renungan pada sore hari ini.     

3-1b Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. 
3:2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, 
3:3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. - daging - 
3:4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: 
3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, - ini dia cerita dirinya - orang Ibrani asli - bukan peranakan -,  tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 
3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. 
3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 
3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh - apa saudara? - Kristus, 

Ini keuntungan lahiriah dia. Disunat pada hari kedelapan. Dia ahli orang Farisi. Dia jago Taurat, dia tidak bercacat. Saudaraku, dia kedudukannya hebat, dia penganiaya jemaat. Karena dia belum lihat Yesus. Tapi setelah dia lihat Yesus, semua yang dia banggakan dianggap sampah. Nah, itu saya tidak bisa ajar, saudara. Kapan dan bagaimana nanti saudara bisa nilai dalam satu tingkatan, bahwa dunia ini sampah. Saudara, hanya Kristus yang saudara nikmati. John Sung pada tahun 30 dia menciptakan lagu Dunia kosong Semua kosong Cuma salibNya tak kosong Pangkat, mas dan perak Semuanya kosong Cuma salib-Nya tak kosong. 

Saya khotbah 3 kali cape saudara. Pagi Jakarta-Cianjur cape saudara. Jadi ijinkan saya duduk. Boleh nggak saya duduk. Kalau nggak boleh kita berdiri sama-sama.

Menarik sekali kita mengikuti Yesus. Jadi saya tanya sama Tuhan : Bagaimana Tuhan saya menyenangkan hatiMu? Filipi 2 tadi berkata : Allah memberikan kepada kita satu kemauan. Memang satu benang saudara, bedanya itu satu benang. Jadi bukan kita yang ... bukan. 

Saya kasih satu ilustrasi terakhir sebelum kita berdoa. Saya pernah cerita. Di Inggris ada satu pelatih binatang. Dia biasa melatih sirkus. Gajah disuruh duduk, gajah disuruh berdiri, harimau disuruh duduk, harimau disuruh  berdiri. Dirumahnya dia ada babi perempuan. Kecil. Dia didik, dilatih sama dia dari kecil saudara. Sampai babi ini dia bisa berdiri di dua kaki belakang. Kaki depannya begini lucu sekali. Untung dia jadi babi sirkus kalau nggak dia jadi babi guling. Setelah ia dilatih, coba jalan, dia bisa jalan bolak balik. Akhirnya karena dia pelatih binatang dilatih dia bawa baki kecil, bisa saudara, jalan. Akhirnya ditaruh di baki itu satu cangkir kosong. Mula-mula jatuh jatuh tapi lama-lama ini babi bisa jalan bawa cangkir tidak jatuh.

Setelah pandai berkali-kali dia bawa cangkir ini, akhirnya si induk semang membelikan pakaian perempuan. Didandanilah ini leher pakai pita, diberi namalah dia Miss Piggy. Dipakaiin rok, saudara, walaupun ngorondang jalan tapi kalau sudah berdiri waduh lucu sekali. Lucu disini pita, disini kasih pita. Bikin pesta taman, saudara, ini yang punya babi ini. Teman-temannya undang makan. Habis makan, lihat demonstrasi. Panggil dia keluar dari kamar ini babi. Miss Piggy jalan. Tepuk tangan temannya. Taruh cangkir diatas lalu didemonstrasikan. Diisi kopi saudara. Bisa jalan saudara. Wah, orang tepuk tangan. Di kebun dia jalan bawa baki ini dengan dua kakinya. Tapi begitu sampai dibelakang dia lihat ada sungai kecil disitu ada lumpur dia lempar itu kopi dan dia lari kelumpur dan dia berguling-guling dilumpur saudara. 

Kenapa? Dia dididik untuk jalan seperti orang, dia dididik untuk bawa baki seperti pelayan manusia, dia dilatih untuk dipakai pakaian seperti orang, ia dilatih untuk bawa kopi dicangkir seperti orang - tapi itu bukan berarti dia jadi orang, dia tetap babi. Aslinya babi apa? Begitu dia lihat lumpur dia mandi. Kotor. Lupa kopi, lupa baki, lupa tuan, pokoknya ini lumpur. Kenapa? Memang aslinya babi suka lumpur. 

Sekarang orang. Shio babi, makan babi hong, makan babi guling, kemarin ada orang Jakarta bawain babi guling sedikit saja nyicipin sedikit saja ko yoyo, pak pendeta. Dia belum ada agama. Wah, enak babi guling. Jadi saya ingat cerita ini. Makan sate babi. Bikin kangkung cah pakai minyak babi. Itu bukan berarti kita jadi babi. Tidak. Kita tetap orang. Mengerti maksud saya.

Jangan jadi kita kristen kaya babi didandanin. Wah, saya mau jadi kristen yang baik, didandanin pantekosta. Pakai pita haleluyah. Jalan puji Tuhan haleluyah. Begitu lihat dosa ah da urang ge hayang keneh atuh. Kana dosa resep keneh. Karena kita belum jadi asli dari KS. Coba kalau kita jadi asli KS. Nah, itu bedanya to be dan to do. To do itu kerja. Babi itu disuruh kerja kaya orang disuruh berdiri kaya orang tapi dia tetap babi. Kalau to be dia jadi. Kalau kita kan manusia. Nggak disuruh kerja juga kita tetap manusia. Walaupun kita malas kita tetap manusia. Walaupun kita shio babi kita tetap manusia, walaupun kita makan babi kita tetap manusia, walaupun  orang marah sama kita babi, babi - tetap aja kita manusia, saudara.

Bagaimana kita mau menyenangkan Tuhan? Nggak usah pakai usaha kita. Jadi saya punya doa: Tuhan, nyatakanlah Pribadi-Mu kepada jemaat. Nyatakanlah siapa Engkau kepada sidang jemaat. Sebab kalau saudara sekali tahu siapa Dia, bulan itu menarik hati saudara. Saudara tidak mau lagi wi wi cu a merry christmas.       

-- o -- 

    
Minggu, 24 Maret 2002 
 

HANYA TUHAN YANG BISA MENGHENTIKAN PEPERANGAN

Haleluyah, selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kemarin siang, saya sudah tiba dari perjalanan 22 jam dari Los Angeles sampai Jakarta dan salam dari putra putri saya. Terima kasih untuk saudara-saudara yang mengingat kepada cucu kami. Cucu saya sudah bisa jalan, dan selalu ingin tidur dibahunya saya. Tapi dia anak dari semua orang, maksudnya dia bisa sama semua orang dia bisa. Puji Tuhan.

Revi sudah ada di LA dan dia sudah ada tempat tinggal dan sekarang dia kebaktian mungkin di dua - tiga tempat karena tempat-tempat itu pendeta-pendetanya dan jemaat-jemaatnya sudah mengenal saya. Sudah dilayani 6 kebaktian, 4 kebaktian di LA, 3 kebaktian di Indonesia Worship C... apa ( IWC )  dan satu kebaktian di GPdI di LA, 2 kebaktian di Portland, 1 kebaktian ditempat Sekolah Alkitab, dimana Helga sekolah dan satu kebaktian gereja Baitani di Portland mengundang, karena pendetanya saya yang nikahkan dulu tahun 82 di San Francisco. Dan Tuhan sudah memberkati kebaktian-kebaktian itu dan nanti saya akan beri banyak kesaksian hari ini dan Jumat dan Minggu. Hari Rabu ini dan hari Kamis tidak ada kebaktian, tidak ada kebaktian tengah minggu, tidak ada kebaktian kaum muda. Kita akan gabung kebaktian pada hari Jumat Agung jam 4.15 seperti biasa dan itu akan kita rayakan memperingati kematian dari Yesus. 

Khotbah yang akan saya bawa pada hari Jumat berjudul 'Berkat Abraham'. Jadi saudara-saudara, kalau saudara sudah tahu hari Jumat itu hari libur kristen, seluruh dunia libur, dan saudara tidak kebaktian, saya rasa saudara musti malu. Jadi saudara harus tahu itu hari besar kristen. Datanglah kebaktian pada hari Jumat. Kita memperingati kematian Yesus. Hari Minggu pagi dan sore kita akan kebaktian dalam kebangkitan Tuhan. Paskah. Hari minggu sore, saya akan khotbah dengan judul 'Iman adalah Benih Kebangkitan'. Dan saudara itu adalah terusan dari hari Jumat, saudara jangan sampai tidak hadir. 

Nah, pada hari Natal tgl 11 Desember yang lalu di Jakarta, CD nya sudah selesai. Sebetulnya sudah selesai satu bulan lalu tetapi dijual di Jakarta dulu, dan sore hari ini sudah ada dibawah. Saudara bisa beli dengan harga 50.000 rupiah 2 CD. 1 CD berisi puji-pujian dari awal sampai akhir, disana juga ada murid sekolah alkitab nyanyi, kaum wanita yang berjoget, juga ada disana dan CD yang kedua full kebaktian dari khotbah dari saya, yaitu mengenai 'Kemuliaan dari Tuhan'. Nah, saudara bisa beli nanti setelah kebaktian dibawah dengan harga 50.000 rupiah 2 CD ya. Saudara-saudara belum bisa membeli satu CD tapi harus dua, karena satu paket itu dua CD. Puji Tuhan. Nanti murid Sekolah Alkitab juga bisa beli, saudara-saudaraku, dengan harga khusus karena ada yang menyumbang untuk mereka. Jadi tetap harga 50.000 tapi ada orang nyumbang, jadi mereka hanya bayar kurang lebih 60% dari harga itu karena 40% dibayar oleh satu jemaat di Jakarta.

Nah, kembali kita akan mendengar Firman Allah pada sore hari ini ya. Puji Tuhan. Bibir saya pecah, hidung saya keluar darah karena tidak tahan dingin. Karena masih ada salju di Portland, masih ada salju disana. Tetapi Puji Tuhan, saya sampai disini masih pecah bibir, saudara, pulang ada sayur asem saya sikat habis itu sayur asem karena sudah lama tidak makan itu sayur kebangsaan. 

Mari kita buka Mazmur 

46:9   Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, 
46:10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api! 
46:11 "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" 
46:12 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

Kita mulai dari ayat 9 : Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, 
yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi.

Saudara hanya Tuhan yang bisa menghentikan peperangan. Hanya Tuhan yang mematahkan busur panah. Hanya Tuhan yang menumpulkan tombak yang tajam. Jadi hanya Tuhan yang bisa bikin berhenti perang. Hanya Tuhan yang bisa bikin berhenti kerusuhan. Hanya Tuhan yang bisa menghentikan saudaraku keributan. Tetapi bukan itu yang akan saya khotbah tetapi kita mulai dari sana. Hanya Tuhan yang bisa menghentikan peperangan. Ayat  11 "Diamlah dan ketahuilah". Dalam bahasa Inggris saudaraku ayat ini digantung dikamar mandi dimana saya sama istri disewakan kamar oleh Helga dari sekolah alkitab punya kamar yang bisa disewa untuk kami tinggal disana selama 1 minggu. Itu ada ayat ini. Jadi saya ambil ayat ini untuk jadi khotbah saya pada malam hari ini. Didalam bahasa Inggris, Dia berkata, Mazmur 46 tadi ayat ke 11 : Tenanglah atau teduhlah dan kenallah bahwa Akulah Allah. 

Nah, sekarang saudara ada kontroversi tentang orang kristen dilarang atau diharapkan tidak menyebut nama Tuhan dengan Allah.  Jadi supaya saudara tidak bingung, saya sih ijinkan saja. Karena kita punya Allah memang lain walaupun tulisannya sama tetapi melafalkannya beda. Karena Allah dengan yang kita tahu sekarang ini, sebetulnya adalah nama dewa bulan pada jaman nabi Muhammad, pada jaman Arab itu ada dewa bulan, itu namanya allah (auloh). Maka saudara kalau saudara lihat agama islam  diatas mesjidnya ada lambang bulan dan bintang karena allah itu adalah nama dari dewa bulan. Tapi saya ijinkan kita memakai nama Allah karena ada nyanyian bilang 'Allah mana s'perti Allahku. Jadi Allah kita heran dan besar. Jadi Allah kita memang lain dari yang lain. Amin saudara-saudara?  Tetapi supaya saudara tahu Allah kita lain dengan yang lain karena kalau Allah kita sama, nggak mungkin ada pembunuhan - orang Kristen bunuh Islam, orang Islam bunuh Kristen - itu nggak mungkin, lha Allahnya sama. Nggak mungkin ada yang bakar gereja. Nggak mungkin ada yang penggal kepala pendeta - nggak mungkin. Karena Allahnya sama, kok.  Tetapi kemungkinan Allahnya beda maka saudara lihat di Alkitab saudara, itu yang ditulis dalam huruf besar itu TUHAN - itu datang dari kata Yehowa, dari Yahweh. Sedangkan Allah itu disalin dari kata Elohim. Maka seharusnya saya baca ini ayat 11-12 : Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Elohim! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" YEHOWAH atau YAHWEH semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Elohim Yakub.

Itu mustinya bunyinya begitu kalau kita ambil dari bahasa Ibrani. Tapi nggak apa-apa karena sudah dicetak sudah lama - asal saudara tahu saja.

Nah, ayat 11
46:11 "Diamlah atau teduhlah dan ketahuilah atau kenallah bahwa Akulah Allah! 

Saudara sudah mengerti sekarang ya. Saya sudah terangkan tadi.  Akulah Elohim, Akulah TUHAN. Nah, saudara perhatikan sekarang, pelan-pelan saya bicara sebab ini ada hubungannya hari Jumat ada hubungannya hari Minggu yang akan datang. Ayat 9 dan ayat 10 perhatikanlah pekerjaan Tuhan, katanya. Apa pekerjaan Tuhan? Dia menghentikan perang. Dia menghentikan keributan. Dia menghentikan peperangan. Dia mematahkan busur panah. Dia bikin tumpul tombak yang tajam - itu cuma Tuhan. Diam, teduhlah, tenanglah, ketahuilah, kenalilah, kenallah, bahwa Akulah Allah, Akulah Elohim, Akulah Tuhanmu. Nah, buat kita orang Kristen, saudara-saudaraku, persoalan kita bukanlah percobaan. Kalau saudara sebagai orang kristen maka persoalan kita mengikut Tuhan Yesus itu masih hanya dalam problem dan persoalan dan percobaan, kita belum kenal Tuhan. 

Persoalan kita adalah mengenal Allah. Diam, tenanglah, kataNya. Soal perang Aku yang bikin beres, soal ribut Aku yang bikin beres. Jadi kalau saudara datang kebaktian sore hari ini, ada persoalan, ada peperangan, ada percobaan - dalam rumah tangga, dalam keluarga, dalam usaha, dalam perdagangan - apapun juga, saudara disuruh diam, tenang. Itu urusan Aku. Aku akan bereskan. Tapi, ayat berikutnya bilang : Ketahuilah, kenallah, Aku ini Elohim. Aku ini Allahmu. Aku ini Tuhanmu. Nah, persoalannya ini, mengenal Tuhan inilah, yang jadi persoalan kita. Bukan percobaan, bukan problem, bukan persoalan. Karena persoalan, percobaan itu  tidak langgeng. Itu ada jawabannya. Selalu ada. Kita nyanyi, Kristus jawaban. Sudah, nggak usah takut. Diam, teduhlah engkau. 

Mari saya kasih ilustrasi supaya saudara lebih jelas. Waktu saya di Amerika, saudara-saudara, dalam dua minggu ini. Di kota dimana Helga ada, dua gadis hilang. Satu SMP tiga, satu SMA kelas satu. Jaraknya tidak terlalu jauh rumah mereka, sekolah beda. Tapi wajah mereka hampir sama, mirip. Dua-dua diculik, hilang, tidak ada bekas. Dua puluh empat jam itu televisi selalu sebarkan dua foto anak ini. Diharap pulang, disuruh pulang. Tapi tidak pulang, sampai saya berangkat, tidak pulang. FBI dikerahkan, anjing pelacak dikerahkan. Lalu FBI mengambil satu keputusan, kemungkinan penculiknya sama. Tapi apa sebabnya? Ternyata kedua gadis ini punya kebiasaan yang sama. Yaitu kalau jalan pakai kaos yang ngatung, sehingga pusernya kelihatan. Dan sekarang saya sudah lihat, mulai banyak gadis-gadis di Indonesia termasuk di Cianjur juga. Geus bujalna dosol ditingalikeun weh geus dosol oge, jiga tutup botol. Hati-hati. Kita sudah tahu sebabnya. Jadi si FBI berkata kalau bisa, anak-anak sekolah robah cara berpakaian. Yang sopan, yang baik, yang tidak menimbulkan hawa nafsu. Karena yang menculiknya diperkirakan umurnya antara 40 tahun. Diperkirakan. Mereka anggap dua anak ini sudah dibunuh. Sebabnya mereka sudah tahu. Karena anak ini memakai pakaian yang terlalu seksi. Sekolah kok, bujal nongtot lagi. 

Jadi sekarang kita pun harus tahu. Kenapa kita tidak usah takut percobaan? Kita sudah tahu sebabnya, Allah yang bikin beres persoalan, problem, yang memadamkan peperangan, semua Tuhan yang atasi. Itu sudah beres. Tapi apa yang jadi persoalan kita? Mengenal Tuhan ini. Mengenal Dia. Mari kita lihat cerita yang hampir sama, mirip, tetapi dengan satu keterangan yang berbeda. Markus pasal 4. Didalam Markus pasal 4, saudara-saudara, kita melihat apa yang terjadi di sana pada waktu Yesus menghentikan angin ribut di lautan. Ayat 35:

4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 
4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 
4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: - perhatikan -  "Diam! Tenanglah!" -
sama dengan Mazmur 46; diam, tenanglah - Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Persoalan murid ini bukan angin dan ribut karena sudah diam dan teduh, tenang. Coba ayat 40 
4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 
4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Ada dua kali kata takut. Ayat 40 sekali kata takut, ayat 41 sekali kata takut. Tapi takut ini sangat jauh berbeda. Mari kita baca, ayat 40 : Mengapa kamu begitu takut, Yesus bilang. Takut disini adalah takut kepada angin dan ombak. Mengapa kamu takut kepada angin dan ombak? Mengapa kamu begitu takut kepada ekonomi? Mengapa kamu begitu takut kepada problem rumah tangga? Mengapa kamu begitu takut kepada persoalan sehari-hari? Mengapa kamu begitu takut soal perjodohan? Mengapa kamu begitu takut soal sekolah? Mengapa kamu begitu takut soal makan, soal minum dan soal pakai? Mengapa kamu begitu takut dengan seribu satu macam ketakutan-ketakutan? Mengapa kamu begitu takut? 

Ayat 41. Mereka menjadi sangat takut. Murid-murid bukan takut kepada ombak dan gelombang karena sudah reda. Takut kepada apa saudara? Takut karena dia tidak kenal, siapa ini orang? Mazmur 46, diam, teduhlah, dan ketahuilah Akulah Allah, Akulah Elohim. Persoalan kita bukan soal percobaan karena itu sudah diatasi Tuhan. Diam, teduhlah. Angin, ombakpun menurut. Tapi persoalannya kita kenal nggak sama Tuhan? Kalau kenal Tuhan teh bukan artinya cuma ke gereja. Bukan. Orang yang kenal Tuhan pasti ke gereja, tapi belum tentu orang ke gereja itu kenal Tuhan. Saya ulangi, orang yang kenal Tuhan pasti di gereja, ada. Tapi bukan berarti orang yang ada di gereja itu kenal Tuhan.

Siapakah gerangan orang ini sehingga angin dan ombak ...? Satu perahu tidak kenal siapa Yesus. Yesus disuruh tidur di buritan, dibagian belakang. Aku yang jagoan, aku tahu soal lautan ini, Petrus dia yang didepan, Yesus disuruh tidur. Kadang-kadang kita seperti murid Yesus. Soal dagang mah Yesus tahu apalah. Harga cengkeh, harga endog, harga hayam, harga daging, harga kabeh, harga kangkung, harga pepaya, mangga, pisang, jambu, dibawa dari Pasar Minggu, saya semua tahu. Yesus mah tahu apalah, orang Yahudi Dia mah. E,e,e,e,e,e, Begitu sudah kelabakan mau tenggelam, dibangunkan Yesus, masa Engkau tidak perduli? Yesus berdiri : Diam, teduhlah Engkau.

Ada 3 hal yang diteduhkan oleh Yesus : angin, ombak, dan hati dari murid-muridnya sendiri. Jadi tenang. Tapi ada ketakutan yang lain: Siapa orang ini? Coba periksa hati saudara, pengenalan saudara kepada Tuhan Yesus teh sudah sampai dimana? Mengenal Dia itu sudah sampai dimana? Kita mulai dari Matius

7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. - Berikut - 
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!

Nah, dari ayat 15 sampai ayat 23 ada 3 kata mengenal. Mari saya ulangi 3 kata itu. Pertama ayat 16 : Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Yang kedua ayat 20: Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Sudah dua. Yang ketiga ayat 23 : Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!

Saya akan pisahkan. Dua yang pertama dan satu yang terakhir. Dua yang pertama kata mengenal itu tidak memerlukan hubungan yang erat dengan pohon tomat untuk mengetahui ini pohon tomat, kita harus tidur bermalam-malam dibawah pohon tomat, untuk mnegetahui bahwa ini pohon tomat - tidak usah. Nanti dari buahnya kamu tahu. Begitu kita lihat di kebun ada keluar tomat - oh, ini pohon tomat. Mengerti saudara? 

Tetapi mengenal yang ketiga, ini mengenal Tuhan. Ini bukan seperti mengenal tomat, mengenal Tuhan itu banyak perniknya. Berdoa - mengenal Tuhan. Baca FT untuk mengenal Dia. Belajar berpuasa - mengenal Dia. Hari Selasa, Rabu, Kamis ini, murid-murid Sekolah Alkitab akan berpuasa 3 hari 3 malam. Jadi disini ada juru masak, saya harap nanti hari Senin kasih masak yang enak. Hari Senin pagi, Senin siang, kasih makan yang enak, yang ada gizi. Jangan tempe tahu terus, tapi daging, kasih telor, karena hari Selasa mereka akan disembelih. Selasa, Rabu, Kamis mereka tidak akan diberi makan. 3 hari 3 malam. Mereka tidak akan makan, tidak minum. Jadi hari Senin kasihlah yang enak-enak: telor, susu dan vitamin, kasihlah minum-minum yang ada gizi. Kasih vitamin ya. Nanti pada waktu buka hari Kamis sore jam 4.00 akan dikasih buka juga yang ada vitamin-vitaminnya, susu dsb. Lalu setelah buka, siswa-siswi yang berkeluarga yang mau pulang ke Jakarta, boleh pulang karena hari Jumatnya libur. Mereka boleh beribadah di Jakarta.

Tetapi di sini saya akan beritahu kepada saudara, bahwa cara berpuasa itu juga adalah mengenal Tuhan. Untuk mengenal tomat kita tidak usah berpuasa. Brur lagi apa? Saya lagi puasa. Ha, puasa, keur saha puasa? Keur muasaan ieu supaya wo teh nyaho ieu teh tangkal naon ieu teh. Wo edek puasa heula ka Tuhan Yesus. Haleluyah, haleuyah. Tangkal naon ieu Tuhan? Nggak usah, nggak usah puasa. Sembari makan bakpao juga nanti 3 minggu lagi keluar, ieu tangkal tomat geuning. Nggak usah puasa.

Tapi kalau mengenal Tuhan ada doa. Kenapa sudah mengajar demi nama Tuhan, mengusir Setan demi nama Tuhan, mengadakan mujijat demi nama Tuhan, bernubuat  demi  nama Tuhan - nggak bisa dan belum dikenal? Banyak perniknya dikenal Tuhan itu. Mengenal Tuhan itu banyak perniknya. Bukan seperti lihat pohon tomat. Maka dari buahnya kamu tahu pohonnya. Tapi mengenal Tuhan lain. Barangkali saudara sudah mengenal Tuhan, barangkali tidak. 

Saudara tahu nggak kalau saya ngomong ini, bisa ada yang percaya, bisa ada yang nggak. Sekarang saya rasanya nggak tahu apa-apa tentang Tuhan. Bener. Waktu saya Sekolah Alkitab kelas 1, aduh rasanya saya tahu semua tentang Tuhan. Sekarang rasanya saya nggak tahu apa-apa tentang Tuhan. Bagaimana otak kita yang segede bacang begini. Otak kita itu sebesar kepalan kita. Kepalan saudara kecil, ya otak saudara segede itu. Kepalan saudara besar, ya otak saudara segede itu. Masa bisa otak segede gini memikirkan Tuhan yang pencipta langit dan bumi dengan segala isinya. Bagaimana kita bisa tahu. Maka saya tidak bisa terima itu ada istilah sarjana teologi. Teologi itu ilmu ke-Tuhanan. Ilmu ke-Tuhanan, sarjana professor dokter sarjana teologi. Aduh. Dia tahu tentang Tuhan semua. Saya bilang, mana bisa kita tahu tentang Tuhan? Yesus bilang rambut di atas kepalamu sudah dihitung. Nah, sekarang professor doktor karburator kotor bocor mana yang sudah pernah hitung rambutnya? Belum ada. Ada amin?

Mengenal Tuhan ini susah, maka banyak perniknya. Kalau sudah buka puasa saja aduh sudah rasa senang, tapi begitu nanti hari Rabu lagi, sudah puasa lagi. Masih belum kita mengenal Dia. 

Matius 25. Di dalam Matius 25, biasa kita membaca mengenai perawan pandai dan perawan yang bodoh. Kita lihat saja yang bodoh, karena yang pandai tidak usah kita lihat karena dia masuk Surga. Kita lihat yang bodoh supaya kita tidak jadi bodoh. 

25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 
25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 
25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." 

Beritahu kepada saya ada keluarga yang tidak pernah ribut. Coba bawa kesini suami istri yang seumur hidup, seumur perkawinannya tidak pernah ribut, tidak pernah cekcok. Ayo kasih tahu, kasih lihat sama saya. Ah, eta mah, ko yoyo, bageur pisan salaki pamajikan teh. Aduh, eta mah mani ka euweuh cekcok na, eta mah cocok. Balanja bareng, teu banyak omong, balanja ge ngan make tulisan surat : Berapa ini, dibere nembong. Teu nyaho teh da pireu dua nana. Maka pake kertas, berapa ini. 

Beri tahu kepada saya, keluarga, saudara-saudaraku, yang belum pernah ribut dalam pernikahannya. Pasti ada ribut. Tapi itu bukan persoalan kita. Karena Tuhan bilang, diam, teduhlah engkau, ketahuilah Aku ini Allah. Ada haleluyah saudara? Pasti Dia urus sama Tuhan bikin beres itu. Tapi persoalannya kita kenal Tuhan sampai berapa? Mengenal Tuhan sampai berapa? Sampai berapa tingkat, sampai berapa erat? Sampai berapa ketat? Mungkin saudara yang belum dibaptis sudah tahu, ah kalau begitu saya musti dibaptis. Begitu udah dibaptis belum juga kita mengenal Tuhan. Ah, mungkin saya harus penuh dengan Roh Kudus. Setelah penuh dengan Roh Kudus, aduh masih belum juga. Ah, mau belajar ikut doa semalam suntuk. Setelah ikut doa semalam suntuk, masih belum juga. Masih banyak perniknya. 

Galatia 4. Dalam Galatia pasal 4, saudara-saudara, dalam Galatia pasal 4 disana kita melihat juga satu ayat. Betapa Rasul Paulus pertama belum kenal Yesus, dia kejar-kejar orang kristen. Dia bunuhin orang kristen. Tetapi setelah mengenal, maka Tuhan merubah dia. Ayatnya yang ke- 8:

4:8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. - Jimat-jimat, patung-patung - 
4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? 
4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. 
4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia. 

Kalau kita sebagai orang kristen masih percaya shio. Aduh, ceunah taun ieu shio kuda air. Ada urusan apa kita sama kuda? Ada urusan apa kita sama air? Kudanya belum datang, airnya udah. Kuda air ieu teh ko Yoyo. Kuda air. Orang kristen yang masih ngomong kuda air, kuda sembrani, kuda kepang, kuda lumping - dia belum kenal Tuhan. Dia belum dikenal Tuhan. Memelihara hari-hari tertentu. Dulu saya kenal orang kristen di Jakarta, nggak mau makan sate hari selasa. Kenapa nggak mau makan sate hari selasa? Sudah dari keturunan-keturunan dulu, udah dari papa mama, dari engkong udah melarang. Jangan makan sate hari Selasa. Jangan makan pete kali pak bukan makan sate. Engga, sate nggak boleh. Jangan nyebrang jembatan hari Rebo. Lama-lama, hari Kamis jangan kencing di bawah pohon. Barangkali begitu. Nanti hari Jumat jangan berdiri di bawah pohon kelapa. Percaya tek-tek bengek yang nggak ada artinya apa-apa. Kita belum mengenal Tuhan. Sampai Paulus bilang, aku ragu, barangkali usahaku ini sia-sia. 

Salah satu teman dari saudara Nemo sekolah, Helga juga, itu orang Vietnam. Dia bekas orang kaya papanya kaya dia punya kekayaan sampai 50 juta US dolar habis ambles. Saat itulah dia dengar Tuhan panggil dia. Umur 30 tahun. Saya waktu cucu saya ulang tahun ini dibikin dirumah satu jemaat, saya lagi main gitar, dia bawa kaset dari mobil : Aduh, saya dengar pastor, katanya, dia pake bahasa Inggris, nyanyi. Coba saya mau rekam lagu apa saja lagu Indonesia lagu apa saja saya rekam di mobil. Dia kan nggak ngerti bahasa Indonesia, saya nyanyi aja berapa lagu. Apa lagu apa Tuhan Yesus Setia, Peganglah Tanganku Roh Kudus dia rekam dia mau putar katanya di mobil. Besoknya dia bilang sama Nemo, Nemo bilang sama saya. Nemo panggil saya daddy. Rasanya saudara kalau dipanggi daddy itu ... Biasanya orang panggil saya papa gitu ya si Helga Revi ini. Ini daddy. Rasanya keriting ini rambut. Daddy, katanya itu orang Vietnam itu tadi ketemu di kelas. Dia bersaksi. Bersaksi apa? Itu kaset daddy katanya dia putar, dia dengar nyanyian dia nangis di mobil katanya. Begitu diurapi, katanya, itu lagu sampai dia nangis di mobil. Saya bilang hampir tabrakan. Nangis di mobil. Dia ngak ngerti kata-katanya. Dia nggak ngerti tapi dia mengenal ada urapan dalam lagu itu. 

Maka itu saudara, mungkin saya duduk disini, saya itu suka merasakan saya menikmati, ini yang memimpin pujian ini ada urapan apa tidak? Ini yang nyanyi ini ada urapan apa tidak? Ini paduan suara ini ada urapan apa tidak? Itu bisa rasa kita. Batuk aja kalau yang ada urapan lain saudara. Heran. Dua minggu ini saudara bebas mungkin batuk di gereja. Tapi ini datang lagi ini yang bikin berhenti batuk. Jadi kembali lagi saudara, jadi kita bisa mengenal ... ini mah bukan jalan Tuhan ... ini cara begini nggak beres ... nggak bagus ini. 

Di Amerika ada ...  ini waktu saya di sana, ada satu jemaat perempuan, ibu. Dia datang sama pendetanya. Dia bilang: Pendeta, oh saya ini ada suara dari Tuhan, ini pasti kehendak Tuhan. Kenapa? Saya mau cerai sama suami saya, brur. Saya rasa ini kehendak Tuhan. Kenapa? Karena saya baru kenalan sama satu bapak. Kita ngobrol di warung kopi, itu merasa satu roh. Masa gara-gara satu odading, saudaraku, makan dengan kopi, ngobrol, bisa satu roh dan suami yang sudah menikah beberapa tahun dia rasa kehendak Tuhan dia harus bercerai? Waduh, nanti habis dia kawin ini, ketemu lagi dengan tukang roti, satu roh lagi, cilaka saudara. 

Nah, kita yang anak-anak Tuhan sudah tahu kalau bercerai - ini sudah bukan jalan Tuhan, ini bukan kehendak Tuhan. Kita sudah kenal FT. Kita sudah kenal siapa ini dari mana ini, sudah tahu. Akhirnya kemana itu kita sudah tahu. Nih, satu bapa di Jakarta, teman saya main golf. Suka datang kebaktian. Dia katolik tapi suka datang kebaktian. Dan dia pernah kasih perpuluhan. Tapi begitu dia menikah dengan satu wanita - dia punya istri meninggal - yang bercerai sama satu suami. Ya, badan, badan dia; duit, duit dia -  di hati saya sudah tahu wah ini nggak lama. Setahun, dua tahun, tahun ketiga dia cerai lagi. Sekarang kawin yang ke 3 kali dengan perempuan yang sudah cerai ke 3 kali. Rame. Belum mengenal Tuhan. Menyembah ini, menyembah ini pakai jimat ini. Nggak apa-apa da belum kenal Tuhan. Tapi sekarang. Dulu pakai susuk.

Saya punya teman orang Padang, Akmal Sani. Sekarang jadi pendeta Bethel di Jakarta. Dia disusuk disini ... dibawah mata. Supaya dulu katanya, dia jadi aji pelet. Lihat apa saja, orang lihat dia punya tarang aja, belanja sama warung dia. Perempuan mana lihat dia ketarik. Waktu dia bertobat di Majalengka, dia dikirim ke Beiji, disekolah Alkitab. Lagi bedstone saudara, haleluyah, keluar itu susuk, bet, sampai dia ambil. Kesaksian. Inilah susuk yang dukun masukkan dulu. Kenapa sampai keluar? Karena Tuhan tidak berkenan, copot keluar.  Kita mengenal sekarang apa yang Tuhan mau, kita mengenal apa yang Dia tidak mau. Sampai sejauh mana kita mengenal Dia. Filipi

3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 
3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. 
3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 
3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena - apa saudara -  pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, 
3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. 
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 

Hebat pengenalan tentang Yesus ini membuat Paulus menanggalkan, meninggalkan apa segala sesuatu yang dulu menjadi kebanggaan dia. Kita tidak dengar kesaksian dari siswa siswi. Sebetulnya saya ingin dengar dari mereka. Bagaimana mereka tertarik masuk jadi hamba Tuhan - kesaksiannya pasti macam-macam. Ini oom, tante Brodland waktu saya telepon dari Amerika, suruh cepat pulang untuk melihat satu video yang dia bawa dari Pdt Reinhard Bonke yang berdoa untuk orang mati. Orang mati itu di Afrika, sudah di formalin, tapi datang Reinhard Bonke : Dalam nama Yesus bangkit. Bangkit. Hidup. Ini menjadi kebangunan yang luar biasa di Afrika.

Kita, saya rasa itu tidak menjadi hal yang terlalu hebat bagi saya karena murid saya juga, Jacob Lesnussa, membangkitkan orang mati juga di Mamuju. Cuma dia mah hitam, nggak ada TV, nggak ada yang kenal dia. Coba kalau si Jacob ini fam nya bukan Lesnussa tapi Bonke. Jacob Bonke aja, adanya di Jerman, pasti Jacob Bonke itu juga terkenal juga. Membangkitkan satu gadis yang sudah mati, anak orang Madura, 12 tahun. Sudah mati, sudah mau dikubur. Dia doa, dia nangis. Nangis, Tuhan tolong. Nah, ini bedanya orang luar negeri sama orang Indonesia. Kalau orang luar negeri sembahyang: In the name of Jesus bangkit, bangkit. Kalau Jacob Lesnussa dia nangis dulu, oh Tuhan tolong, kasihani ... bangkit juga. Pokoknya bangkit dua-duanya. 

Jadi sekarang saya tahu kalau pendeta orang putih, dia main bentak, bangkit. Kalau yang hitam nangis dulu, saudara. Saya pikir biar dia pun hitam, pokoknya dia doain orang, saudaraku, mati, bangkit. Cuma dia nggak ngomong disini. Sudah terlalu mantap itu FT, nggak usah dibanggakan. Cuma Yesus yang dibanggakan. Tapi ini yang harus kita tanya sekarang, sampai sejauh mana pengenalan saya kepada Tuhan? 

Yehezkiel berjalan 4 kali seribu hasta di satu sungai. Ukur 1000 hatsa. 1000 hasta pertama, itu air sungai sampai dimata kaki. Malaikat bilang, jalan lagi 1000 hasta. Ia jalan 1000 hasta kedua, air itu sudah sampai di lutut. Malaikat bilang 1000 hasta lagi. Dia jalan 1000 hasta yang ketiga, air itu sudah sampai di dada. Malaikat bilang 1000 hasta yang ke empat. Sudah kelelep, sudah nggak bisa lagi. Kakinya sudah nggak napak tanah air sudah ... dia berenang-renang. 

1000 hasta pertama sampai di mata kaki, apa itu artinya? Bagi kita orang Kristen sudah mau ke gereja. Sudah bisa jalan ke gereja. Bisa ninggalin rumah. Bisa jam 3 teh sudah bangun tidur siang, itu udah bangun, udah mandi, kaya ada magnit. Mandi. Ada acara semua dicancel. Saya mau ke gereja. Jam 4 dari rumah, sudah jalan ke gereja, mau kebaktian. Tapi pengenalan kita tidak cukup hanya sampai dimata kaki. Ngan ka gereja hungkul. 1000 hasta lagi jalan sudah sampai di lutut. Apa ini? Sudah bisa berdoa. Naon ari bedstone teh? Bedstone itu bahasa Belanda. Bahasa Indonesia na mah sembahyang. Kui, berlutut. Maka kalau saya sembahyang itu selalu berlutut. Di Amerika juga begitu, sebelum khotbah saya berlutut. Orang lain mah ngomong apa sebodo amat. Karena saya menyembah Dia. Saya berlutut. Kui. Sembahyang. Ari baru sembahyang makan mah teu kaci atuh. Gampang. Sembahyang yang maksudnya sampai dilutut itu berlutut, kui. Mencari Dia, mencari Tuhan. Tidak cukup, musti terus sampai didada, dipinggang. Apa ini? Isi perut. Isi hati. Sudah senang kepada Firman. Hatinya sudah dijamah Tuhan. Tidak cepat tersinggung. Tidak cepat sakit hati. Tidak cepat dendam. Tidak cepat apa-apa, karena hatinya sudah direndam oleh air Roh Kudus. Tapi belum cukup. Sampai dimana, sampai dimana kita? 1000 hasta lagi. Aduh Tuhan, saya nggak bisa berenang. Ya, itu yang Aku mau. Nggak bisa berenang. Ah, disitulah. Kita belajar berenang dalam sungainya Tuhan. Kaki kita sudah tidak menapak lagi ke darat. Karena sudah ada dikuasai oleh Tuhan. 

Saudara-saudaraku, tidak terarungi lagi, wah sudah dalam sekali. Sampai disitu kita diminta oleh Tuhan. Nggak pendeta, nggak jemaat. Kapan itu? Itu didepan kita. Kita harus cari, kita harus rajin, kita harus datang sampai kita mengenal Dia, seperti Dia mengenal Aku. 

Ayat terakhir, dengan ini kita mau akhiri, yaitu 1 Korintus 13. I Korintus 13 kita mau akhiri FT pada sore hari ini. Ayat 11.   
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 

Kata nanti membuktikan ada satu proses. Saudara ingat, Tuhan punya rencana diatas hidup saudara belum selesai. Tuhan punya rencana diatas hidup saya belum selesai. Itu sebabnya kita tiap minggu dibimbing oleh Tuhan, tiap hari dibimbing oleh Firman Allah dalam hidup sehari-hari. Bertemu dengan orang-orang, bermacam-macam orang, beragam-ragam orang. Tuhan membimbing kita untuk pada satu saat kita mengenal Tuhan seperti mengarungi air, itu kita tidak terarungi. Seperti Dia mengenal kita. Waktu aku anak-anak, aku bicara seperti anak-anak. Cucu saya ini lucu sekali, saudara. Belum bisa ngomong, tapi mungkin akan cepat ngomong. Karena pendeta disana bilang, haleluyah angkat tangan. Dia bilang ayaya, angkat tangan kanan. Kalau saya bilang bye, bye, tuh ada orang mau pergi, bye, bye. Babe, babe. Mungkin kalau saya bilang babeh dia bisa tahu. Bye, bye. Babe. Baru satu tahun. Lucu.

Tapi coba kalau anak umur 18 tahun ngomong begitu. Anak gadis, saya pernah lihat, saudaraku. Saya naik Garuda dari Surabaya ke Jakarta. Saya disuruh sama panitia, sudah naik business class saja. Maksudnya saya business itu bisa tidur, bisa tenang, nggak ribut, nggak sedek-sedekan. Ada satu gadis umur 19 tahun, kira-kira. Rambut panjang sampai di belakang. Mata saya masih normal, waktu itu. Cantik sekali itu gadis. Cuma saya bilang, genit amat ini, lari kesana, lari kesini. Lari kesana, lari kesini. 19 tahun, coba, lari kesana, lari kesini. Saya bilang, nih mamanya lagi, bukannya disuruh duduk kek ini perempuan. Pramugari semua tuh kayaknya sabar bener sama dia. Baru dia ngomong aa uu .... Hayo, sok saha nu rek kawin jeung nu kitu? Geulis. Kalau anak kecil satu tahun, lucu. Aduh, cucunya pak Awondatu lucu. Coba haleluyah. Ayaya. Aduh lucu. Bye bye. Babe. Aduh bisa, lucu. Coba 18 tahun? Bye bye. Babe. Ih geuningan kitu nya. Malam hari ini, saudara-saudara, saudara mau mengenal Tuhan lebih dalam? Mari kita berdiri. 

-- o -- 

Paskah, Jumat, 29 Maret 2002  

 Berkat Abraham

... ketika Hawa melanggar apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan, Dia tidak sayang, Dia tidak pilih kasih, Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden. Kalau nenek moyang kita Adam dan Hawa saja yang diberi fasilitas, diusir oleh karena saudara-saudaraku melanggar FT, siapa kita ini? Mau lebih pintar dari Alkitab, mau lebih pintar dari Adam dan Hawa? Tidak!

Jadi saya mau bawa FT ini, saya ingin saudara semua tidak ada yang kecuali malam hari ini menikmati berkat Abraham sepenuhnya. Tapi untuk saudara menikmati, tidak tergantung saya - itu tergantung saudara dengan Tuhan. Kalau saudara-saudara percaya dan saudara langsung bertindak melaksanakan apa yang dimohon diminta dituntut oleh FA, maka saudara akan mendapat berkat itu.

Kita mulai dari Matius 

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya - golongan domba - : Mari, hai kamu - apa saudara? - yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. - Sampai disitu.

Pada malam hari ini saudara perhatikan bahwa cerita ini cerita biasa, cerita yang biasa kita dengar. Sayapun sudah dari sekolah minggu mendengar ini tetapi baru waktu saya di Amerika, Tuhan mengijinkan membuka ayat-ayat ini kepada saya karena saudara, saya di Amerika 2 minggu hanya khotbah 6 kali tetapi selain dari itu saya banyak diam, saya banyak duduk, saya banyak tenang, saya banyak merenung, saya banyak duduk diam - apalagi kalau malam, malam semua tidur saya tidak tidur kadang-kadang sampai jam 3 sampai jam 4 karena waktunya kita masih berubah waktu di Indonesia di Amerika berubah. Disana malam itu di kita siang. Jadi Tuhan banyak berbicara. 

Dengar baik-baik. Tuhan itu memisahkan golongan domba dari kambing. Asalnya campur baur - ada domba ada kambing. Campur baur. Tetapi di akhir jaman ketika Tuhan berkata diatas tahtaNya, Dia memisahkan domba dari kambing. Dia mengambil domba dari kambing lalu Dia taruh disebelah kananNya. Kambing nyatanya disebelah kiri tetapi domba diambil disebelah kanan. Lalu saudara ceritanya saya tidak usah baca. Yang saya mau saudara perhatikan ini kata-kata dari Raja ini. Dia berkata kepada yang disebelah kanannya dengan jelas tadi kita baca :  Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku. 

Dengar yang pertama. Golongan domba adalah golongan yang diberkati. Periksa hidup saudara. Diberkati Tuhan atau tidak. Kalau kita diberkati Tuhan, terima kasih kepada Tuhan, kita golongan domba. Tetapi  kalau kita tidak diberkati oleh Tuhan, maaf, bukan saya tapi Tuhan lihat, hei marilah kamu yang diberkati oleh Bapaku. Golongan domba itu golongan yang diberkati. Berikutnya kita lihat. Haleluyah. 

Terimalah kerajaan yang telah disediakan. Kata disediakan sebetulnya dalam bahasa asli 'diwariskan', yang sudah diwariskan, yang sudah disediakan, yang sudah disiapkan bagimu sejak dunia dijadikan. Mari saudara lihat kedepan. Ini Alkitab dunia dijadikan - kita disini. Yesus disalib disini. Yesus mati disini. Mari - setelah akhir jaman - kamu golongan domba, engkau diberkati Tuhan. Terima kerajaan yang telah diwariskan sejak dunia dijadikan. Jadi tanda yang kedua golongan domba - dia mempunyai warisan. Haleluyah. Saudara tidak ngomong haleluyah sebodo amat, mungkin kambing. Haleluyah. Saya mau jadi domba karena domba suka senang haleluyah. Kalau kambing embee ...

Saudara senang menerima Tuhan Yesus? Dikatakan didalam FA ini, dikatakan warisan yang telah diwariskan. Harta bagian yang telah diwariskan kepadamu. Coba renungkan sekarang dua kata 'berkat' dan 'warisan'. Tiga kata 'yang sudah disediakan'. Berkat warisan yang sudah disediakan - sejak dahulu kala, saya yakin tiap saudara yang duduk dikursi masing-masing, mempunyai pintu hoki, pintu rejeki, pintu berkat masing masing dari Tuhan . Yang saya mohon jangan sampai pintu itu saudara sendiri yang tutup karena Tuhan sudah mempersiapkan, Tuhan sudah menyediakan semua. Tidak ada diantara kita golongan domba yang tidak akan diberkati Tuhan - semua akan diberkati Tuhan. 

Oke. Mari kita lihat dalam kitab Kejadian. Didalam kitab Kejadian 12 di sana Abram dipanggil oleh Allah.

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 
12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
- Bukan hanya diberkati tapi Abram sendiri jadi itu berkat -. 
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu - oleh Abraham - semua kaum - semua keluarga - di muka bumi akan mendapat berkat." 

Jadi kita adalah kaum, kita adalah keluarga. Ada yang orang Tionghoa, ada yang orang Indonesia. Indonesia juga  ada yang Jawa, ada yang Sunda, ada yang pujakesuma - putra jawa kelahiran sumatera. Ada yang mungkin disini ada Sunda menikah dengan orang Jawa. Ayah saya Manado menikah dengan ibu saya orang Tionghoa tetapi kita kaum - semua manusia akan diberkati dengan ini perkataan Tuhan. Akan diberkati melalui Abraham. Coba ayat ke 3. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Oleh Abraham. Sudah masuk sampai situ ya.  

Sekarang lihat Kejadian 15. Dalam kejadian 

15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Sebetulnya bukan upah, tapi berkatmu, pahalamu akan sangat besar. - Belum mati, belum masuk Surga sudah disiapkan oleh Tuhan pahala berkat yang besar. Akan sangat besar karena Tuhan jadi perisai -. 
15:2. Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 
15:3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." 
15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 
15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 
15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. " 
 
Saudara-saudara, perhatikan ayatnya yang ke 3 : Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku. Biar saya pakai bahasa yang aslinya bahasa Ibrani nya. Bunyinya bagaimana. Bahasa Indonesia hampir-hampir mendekati. Dia bilang begini. Tuhan bilang : Upahmu berkatmu akan besar sekali. Aku perisaimu. Engkau jangan takut Taliban. Engkau jangan takut segala macam tali karet, tali semua. Engkau jangan takut. Aku adalah perisaimu. Upahmu berkatmu pahalamu sangat besar. Ini yang ngomong Tuhan. Dia bukan ngomong angin surga. Kalau Tuhan bilang sangat besar sangat besar. Eh, Abraham bilang : Ya, Tuhan, saya kan nggak punya anak. Apa sih yang Engkau mau berikan kepada saya? Ingat kejadian 12. Tuhan bilang : Engkau jadi berkat. Abraham sendiri sudah jadi berkat. Bukan Abraham akan diberkati - bukan. Dia sendiri sudah jadi berkat itu. Ya Tuhan, gimana, apa yang engkau mau kasih sama saya? Karena saya cuma punya bujang satu. Namanya Eliezer, dia yang akan 'mewarisi rumahku' ayat 2. 

Tapi ayat ke 3, dia berkata : "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Dalam bahasa Ibrani asli bunyinya begini : Sehingga siapakah yang akan mewarisi aku? Itu Abraham berkata. Karena dia sudah jadi berkat. Siapakah yang akan mewarisiku? Sampai nanti hanya hambaku Eliezer yang akan mewarisi rumah dan siapa yang akan mewarisi aku? Abraham sudah tahu dia jadi berkat. Cerita selanjutnya saudara sudah tahu. Bukan dia, kata Tuhan,  nanti keturunanmu. Dia ajak lihat bintang Abraham percaya. Jadi didalam Abraham ada berkat!

Tuhan melihat seluruh umat manusia melalui Abraham - dalam hal berkat. Dia bangsa apapun, dia suku apapun, dagang apapun - pokoknya kalau sudah berkat, Tuhan hanya lihat Abraham. Matius 1. Ini ayat sepertinya seperti ayat kejepit tapi sebetulnya bukan ayat kejepit.  Matius 1:1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 

Yesus turun dari keturunan Abraham. Kalau saudara baca ayat ke 2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, dst.  sampai kepada ayat yang ke 17. Seluruhnya ada 14 keturunan. Ayat 16. 
1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus.

Yesus turun dari mana? Keturunan siapa, saudara? Abraham. Dengar. Berarti Yesus turun dari keturunan yang membawa berkat. Dan sekarang kita orang kristen pengikut Yesus. Pelan-pelan saya mau bicara. Tadi di Jakarta saya terburu-buru karena saya dari Cianjur jam 6 pagi sampai Jakarta 9.30. Pulang dari Jakarta lekas jam 11 saya tidak makan lagi berangkat sampai sini jam 3.00. Macet. Sekarang sudah di Cianjur pelan-pelan. Saudara mau macet mau apa yang macet kan saudara. Saya tinggal pulang. Dengar baik-baik.

Abraham menurunkan Yesus. Yesus ada dibawah garis keturunan Abraham yang jadi berkat itu. Dalam Yohanes 8 saudara, orang Yahudi marah kepada Yesus karena Yesus bilang satu hal yang bikin mereka marah. Ayat 48.  

8:48 Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?" 
8:49 Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku. 
8:50 Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi. 
8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." 
8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 
8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" 
8:54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 
8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 
8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita." 
8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" 
8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." 
8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Matius 1. Yesus turun dari keturunan Abraham secara manusia. Tetapi secara keIlahian, jauh sebelum Abraham ada, Yesus sudah ada. Ada haleluyah, saudara? Dia sendiri berkata sebelum Abraham ada, Aku sudah ada.  Kaget orang Yahudi karena mereka menghormati Abraham yang luar biasa ini. Saya juga menghormati luar biasa ini Abraham, dihormati 3 agama besar di dunia - agama Yahudi, agama Kristen dan agama Islam. Semua menghormati Abraham. Pelan-pelan, kunyah dulu. Nikmati dulu. Sekarang saudara-saudara, mari kita buka satu  pasal kejutan yaitu Galatia 3:5. Disana kita akan melihat Rasul Paulus yang sudah terbuka matanya dijalan Damaskus, di Damsyik. Dia berkata begini :
3:5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 
3:6. Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 
3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. 
3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham. - Aneh ini - : "Olehmu segala bangsa akan diberkati."

Saudara lihat kesini. Ini Salib. Yesus disalib. Kita hidup sekarang disini. Ini Abraham. Melalui sejarah, Injil itu setelah Yesus. Setelah Yesus, baru Injil. Saya dapat sms sayang tidak ada namanya : Oom, bagaimana nasib orang yang diluar Injil? Kalau saudara baca Galatia 3, Injil sudah diberitakan kepada Abraham disini. Yesus mati disini. Jadi Injil bukannya start dari Yesus. No. Bukan. Waktu Abraham ada, Injil sudah diberitakan - hanya rupanya lain. Rupanya apa? Orang benar akan hidup oleh iman. Olehmu segala bangsa akan diberkati. Itu bunyi Injil. Pelan-pelan. Ayat 9. 

3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. 

Dia tidak peduli saudara berapa kali begini, berapa kali begitu dia tidak peduli. Saudara ada iman apa nggak. Saudara percaya apa tidak. Saya yakin saudara datang ke gereja salah satunya karena saudara beriman kepada Tuhan. Tetapi ada ayat yang berkata : Iman tanpa tindakan, iman tanpa perbuatan mati. Lapar. Nih, makanan nasi goreng. Saya beriman kalau saya makan nasi goreng ini, rasa lapar saya akan hilang. Benar dia beriman tapi dia nggak makan itu nasi goreng. Hanya beriman saja. Haleluyah. Saya beriman. Nasi goreng ini bisa menghilangkan rasa lapar saya. Oh, Yesus saya lapar. Makan, maka engkau akan hilang laparmu. Saya percaya Tuhan, kalau saya makan nasi goreng ini, saya punya lapar akan hilang - tapi tidak dimakan. Itu bukan orang beriman. Barang siapa yang percaya dan dibaptis, ia akan selamat. Saudara percaya saja tapi berapa kali ada baptisan belum mau dibaptis. Mau tunggu apa lagi ? Tunggu matahari terbit dari barat? Bukti dari orang beriman dia melaksanakan. Saya percaya kalau bawa perpuluhan saya diberkati Tuhan. Tapi nggak bawa-bawa perpuluhan. Sama saja bohong.

Tuhan kenapa saya ... ini saya suka  sembahyang. Kalau sembahyang orang sakit, yang ini saya doakan cespleng sembuh. Kenapa yang ini Tuhan sudah 20 kali saya doain bolak-balik nggak sembuh-sembuh. Kenapa Tuhan disini ada orang yang begini ini sakit didoakan sembuh, yang ini nggak sembuh. Di Manado kok sembuh, yang ini nggak sembuh. Kok, saya di Malaysia Tuhan doakan orang 400 orang saya tumpang tangan ...gebrak, gebrak jatuh semua. Anak kecil juga ikut-ikutan, ibu-ibu ikut-ikutan asal dipegang jatuh. Kenapa saya di Cianjur nggak bisa. Kenapa saya doakan orang sakit disini kok sembuh, orang sakit sini kok nggak. Ini karena soal percaya kepada berkat Abraham apa tidak. Ayat 9 : Jadi mereka yang hidup dari iman. Ada siswa-siswi yang takut kalau praktek, dia tidak ada iman itu. Tidak ada harga sedikitpun dia tidak ada iman. Karena orang yang hidup dari iman merekalah yang akan diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. 

Datang pertanyaan sekarang. Nanti saya akan sambung pertanyaan itu tapi kita lihat dulu ayat ini terus.
3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." 
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 
3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita - dia disalib -, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini - telah disalib -, supaya di dalam Dia berkat Abraham - BERKAT ABRAHAM, BERKAT ABRAHAM, BERKAT ABRAHAM  - sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. 

Ada haleluyah saudara? Boleh saya lebih dalam sedikit, ya. Islam percaya kepada Abraham. Ia sebut nabi. Yahudi percaya kepada Abraham. Kristen percaya juga kepada Abraham. Tetapi berkat Abraham hanya diberikan melalui Yesus Kristus sampai kepada orang-orang kafir - saudara dan saya. Saya katakan hari Minggu yang lalu, Tuhan cinta sesama manusia. Semua orang berdosa yang jahat garong semua - pokoknya manusia aja - biar ia Osama bin Laden, pokoknya manusia yang jahat, Tuhan itu sayang, itu ciptaan Dia. Sayang. Dan kita nggak boleh protes sama Tuhan karena Dia yang ciptakan kita. Mana ada wayang marah sama dalang. Nggak ada. Kalau si dalang bilang kamu Gatotkaca main sekarang. Diem, Gatotkaca ikut saja, suruh terbang, terbang. Suruh mati, mati. Bagaimana dalang. Ada satu wayang yang paling ujung saudara yang nggak suka dipake-pake. Paling ujung dia hanya jadi figuran saja ditancepin aja. Dalam setiap ada cerita wayang nggak pernah keluar dia. Dia nggak pernah protes dan dia bilang : Pak Dalang, saya keluar atuh. Nggak bisa. Dia mah wayang. Diem aja. 

Kalau Tuhan sayang semua umat manusia, kita nggak boleh protes. Semua umat manusia ciptaan Dia. Dia sayang semua manusia - tetapi soal berkat, Dia terikat kepada perjanjian. Kepada orang Israel, yaitu Perjanjian Lama, kepada orang-orang sekarang dalam Perjanjian Baru. Itu sebabnya berkat Abraham hanya akan dinikmati oleh orang kristen kalau kita mengerti menerima Yesus dengan segenap hati. Baru itu berkat Allah.

Nah, datang pertanyaan pada saya umpamanya, apa itu berkat Abraham. Banyak saudara, tapi saya akan sebut beberapa.

Yang pertama. Berkat Abraham itu orang mandul dikasih anak. Satu. Hari Selasa kemarin ada sepasang suami istri minta didoakan karena sudah menikah belum punya anak. Saya bilang berapa lama menikah. Dia sudah menikah 3 tahun. Oh, 3 tahun mah masih belum lama. Ada yang menikah 15 tahun paling panjang di Kp. Duri Jakarta di GPdI Kampung Duri didoakan punya anak. Kenapa saudara-saudara? Karena Abraham ini 100 tahun dan istrinya 90 tahun lah. Secara ukuran manusia, Alkitab katakan dia sudah mati pucuk, sudah impoten. Tetapi berkat Abraham timbul, dia punya anak. Maka keluarga, bapa, ibu ... karena impoten bukan hanya bapa-bapa, ibu-ibu juga bisa impoten. Kalau hal itu terjadi, jangan takut lalu terus makan jamu ini, terus nambul jahe sama jengkol. Tidak. Terima berkat Abraham karena ini berkat yang pertama. Lihat bintang dilangit, anak-anakmu seperti bintang dilangit dan pasir dipinggir pantai. 

Berkat yang kedua -itu awet muda saudara. Nah, mulai ibu-ibu matanya ... Bayangkan saudara satu kali  Abraham memang takut dia memang nggak bisa disalahkan masih manusia. Dia datang disatu daerah ada raja Mesir yang kejam, keji. Jadi dia bilang coba katanya sekarang kamu pura-pura saja jadi adik saya. Sama Sarah ini Abraham. Jadi kalau ditanya siapa kamu, ini adik saya. Karena takut. Karena Sarah ini cantik, katanya. Tapi saudara memang satu kali si raja Mesir mau ngambil Sarah. Raja mau siapa saja musti terima. Ia mau ngambil Sarah sebagai istrinya. Tapi satu kali dia lihat Sarah itu lagi main-main sama Abraham sebagai suami istri ... Marah Firaun. Kenapa? Kamu tidak jujur sama saya. Hampir saya berdosa, hampir saya ambil istrimu.  Kenapa istri kamu bilang adik. Saudara, Sarah umur 90 tahun. Raja Mesir bogoh. 90 tahun. Mun didieu mah ... geus kemong. Nggak ada yang dipermak-permak. Nggak pake susuk. Nggak dibeunyeng-beunyeng. Kemarin saya naik pesawat saudaraku sampai di Amerika kira-kira setengah jam lagi, disebelah saya ini ada satu ibu dari Taiwan. Sebelum turun dia udah gini. Dia tepuk-tepuk mukanya supaya kelihatan tidak terlalu cepat tua. Saudara, kalau berkat Abraham kita nikmati, 90 tahun seperti 30 tahun. Raja Mesir mau ambil jadi istri. Untung dia nggak tanya umur berapa, bisa kena serangan jantung. Masa kamu 90 tahun. Aku 90 tahun. Nama siapa. Neli, nenek lincah. Itu sebab saudara, ada berkat Abraham. Ada haleluyah?

Yang ketiga. Dia punya anak namanya Ishak. Ishak itu tertawa. Sudah banyak sekarang suami istri udah nggak bisa ketawa lagi di RT. Nyanyi juga udah silung, kata orang Sunda, sudah fals. Nyanyi-nyanyi tapi sudah nggak dari hati. Sebab kalau orang berdosa saudaraku nggak bisa ditutupi kelihatan beban. Nggak bisa bebas nyanyi,  nggak bisa suka cita. Biar dia ketawa, ketawanya itu alum. Kaya tersenyum tapi tersenyum itu penuh derita. Dia punya rumah gedong tapi kadang dia rasa seperti tinggal di gubuk derita. Banyak keluarga yang sudah tidak ada Ishak lagi, tidak ada tertawa lagi. Saudara mau ada tertawa didalam RT? Ikutilah FC bulan Agustus. Ada tersenyum, ada tertawa. Siapa yang ada diluar berkat Abraham? Bukan salah saya saudara. Kalau saudara jadi golongan kambing tidak menikmati, bukan salahnya Tuhan. Tuhan memisahkan domba. Sini-sini domba Aku mau berkati kamu.

Yang ke 4. Berkat materi. Sebetulnya kita sebagai orang kristen saudara dengar baik-baik. Dengar. Sebagai anak Tuhan kalau kita betul-betul ikut Tuhan sungguh-sungguh - tidak ada yang patut ditakutkan. Nggak ada. Kita punya Tuhan luar biasa. Nanti hari Minggu saya akan bicara 'iman adalah benih kebangkitan'. Lebih luas lagi. Tapi malam hari ini saudara, siapa diantara saudara yang takut materi, kenapa toko saya tidak diberkati, kenapa saya sulit dapat pekerjaan, kenapa cari uang itu sulit, dengar - itu bukan dari Tuhan. Karena Tuhan sudah memberi berkat melalui Abraham. Semua kaum diseluruh bumi akan diberkati melalui engkau. Dan berkat Abraham hanya bisa sampai kepada kita melalui Yesus. Dan kalau sampai sekarang saudara belum bisa menerima berkat itu - bukan salah Tuhan, bukan salah Yesus. Kita tidak percaya. Kita nggak percaya, kita nggak yakin.       

Sekarang saya akan kasih tahu golongan kambing itu siapa. Kambing itu saudara-saudara cuma bisanya nanduk. Kalau domba itu tanduknya kebelakang. Kalau kambing tanduknya kedepan. Dan nanduk itu dalam bahasa Inggris itu 'but', nanduk itu. Nulisnya sama but, sama dengan kata tetapi. Orang kristen yang kalau disuruh apa-apa suka ngomong 'tetapi' ...  itu kambing. Ayo dong maju keladang Tuhan. Maju teh resep da ko Yoyo 'tapi' eta ... embeee kambing. Ayo maju. 'Tapi' eta sieun. Ayo nyanyi ... Ya memang malam hari ini kaum wanita nggak tahu kenapa nyanyinya begitu. Jadi lagunya seperti lagu Sunda. Saragam geus alus, buuk geus disasak, nu mimpin geus i al san, i al san - nyanyina san se u. Nggak apa-apa. Salah sedikit nggak apa-apa tapi kalau saudara menuntut sama Tuhan : Tuhan, biarlah aku punya berkat Abraham. Minggu depan lagi nyanyi nggak akan begitu. Tadi teh serba salahnya. Edek eureun salah, diteruskeun salah. Saya ge erek ngambeuk salah, teu ngambeuk salah. Kumaha ieu teh nyanyi teh jadi siga kecapi. Jadi siga Mojang Priangan. Tapi kata-katanya sama Yesus mati bagi menebus dosa kita. Itulah kira-kira. Mungkin waktu Yesusnya mati itu kecapean itu, jadi nyanyinya juga salayang-soloyong. Puji Tuhan. Haleluyah.   

Jadi pada malam hari ini, Yesus sudah mati 2000 tahun yang lalu. Dia sudah jadi sejarah. Tapi kita musti inget kematian Dia-lah yang membawa berkat Abraham menjadi bagian kita. Saya ingin saudara pulang kerumah geus teu wirang deui, geus tidak takut lagi apa-apa. Tenang saja. Karena ada warisan yang sudah disiapkan sejak dunia dijadikan. Sejak dunia dijadikan, Dia sudah disiapkan untuk saudara. Setiap kita semua ada rejekinya. Setiap kita ada jalan keluarnya, ada pintu berkatnya. Jangan takut. Jangan takut. Ada berkat besar. Coba saudara, Abraham nya sudah mati tapi namanya masih kita khotbah sampai sekarang. Orangnya sudah mati ribuan tahun sebelum Yesus tapi coba namanya itu -  3 agama dunia masih ngomongin tentang dia. Coba orang ngomongin tentang Abraham tapi kita yang menikmati berkat kalau kita percaya didalam Tuhan. Haleluyah.

Saya mau tutup dengan satu cerita. Ada satu petani dia punya keledai. Keledai ini masuk ke sumur, sumurnya kebetulan kosong. Waktu masuk kesumur saudara aduh iiee ... iiee ... keledai minta dikeluarin. Si petani kasihan ada sama itu keledai, tapi mau ditolong susah didalam sumur. Jadi dia ngomong sama tetangga-tetangga. Sudahlah saya sudah relain ini keledai biarin aja dia mati. Kita kubur aja dia hidup-hidup. Kita kubur aja. Panggil tetangga ada 8 orang. Bawa sekop digali tanah, masukin tanah kedalam sumur. Heran itu keledai tidak bunyi lagi. Yang bawa sekop terus saja saudara masukin tanah ke sumur. Itu keledai tidak bunyi lagi. Jadi ditesting diperiksa apa sudah tenggelam sudah sampai leher keledai itu. Begitu dilihat bingung. Ternyata keledai itu asal ada tanah dari atas dia gibrikkan badannya jatuh kebawah. Asal ada tanah dia goyangin badannya jatuh kebawah. Lalu dia naikkan itu tanah-tanah yang dilempar sama dia, dia naiki terus. Tambah lama, tambah lama tambah tinggi. Akhirnya dia tidak mati saudara-saudara. Keledai itu keluar tanpa pertolongan. Maunya dibunuh tapi karena dikirimin terus sampah, dikirimi tanah aja akhirnya dia malahan hidup.

Pelajarannya kalau saudara dimasukkan kesumur yang gelap : sumur fitnah, sumur dijelek-jelekkan diputar-balik cerita, orang lempar kotoran sama saudara supaya saudara mati, ingat pelajaran Yesus, ingat belajar dari keledai : Goyangin aja. Jangan dilayani. Biarlah itu hinaan, olokan, omongan bukan menjadi laknat tapi menjadi berkat dimana saudara bisa naik. 

Dan inilah yang ditinggalkan oleh Abraham. Lut dia memberi sumur sama Abraham. Hei Lut, pilih saja kamu kekanan saya kekiri, kamu ke utara saya ke selatan. Lut memilih, saudara-saudara. Ini mengenai kekayaan. Lut memilih Sodom Gomora 30 KM panjangnya itu taman padang rumput. Cianjur-Sukabumi. Dia bangun rumah luar biasa. Abraham ketinggalan disumur yang gelap. Seolah-olah kotoran dilempar sama Abraham, hanya dapat sisanya. Tapi apa yang terjadi? Abraham ada diatas gunung. Kata Tuhan : Lihat ke utara, lihat ke selatan, lihat ke timur, ke barat, sejauh mata memandang - Aku berikan kepadamu. 

Saudara jangan takut difitnah. Dari kematian Yesus, kita mau belajar banyak. Tidak ada yang patut kita kuatirkan. Dia mati bagi kita supaya kita hidup bagi Dia. Mari para pelayan perjamuan maju ke depan.

-- o --   

Paskah, Minggu, 31 Maret 2002  

IMAN ADALAH BENIH DARI KEBANGKITAN

Seperti janji saya, pada hari Jumat dan tadi pagi, maka sore hari ini saya akan berbicara mengenai 'Iman adalah benih dari kebangkitan'. Jadi kalau saudara tidak ada iman, tidak ada percaya - saudara tidak akan mengerti apa itu arti kebangkitan. Yesus bangkit itu sudah jadi fakta sejarah. Dalam sejarah Italia ditulis bahwa 2000 tahun yang lalu ada seorang laki-laki yang bernama Yesus dan Dia mengajarkan ajaran-ajaran sebagainya dan Yesus ini disalib dalam hukum Romawi. Dan itu ada dalam sejarah Italia. Justru orang Roma yang menyalibkan Yesus justru sekarang Roma menjadi negara yang percaya kepada Yesus, kepada Tuhan. 

Jadi Yesus bangkit itu sudah jadi fakta sejarah. Tadi pemimpin kebaktian pagi-pagi di Jakarta bilang : Saudara Yesus bangkit hari ini. Mari kita bersuka cita. Saya bilang : Salah, Yesus sudah bangkit dari 2000 tahun yang lalu. Hari ini kita hanya mengingat, memperingatinya. Yesus bangkit adalah sudah jadi fakta sejarah. It's over. Sudah selesai, sudah lewat. Tetapi makna kebangkitan Yesus itulah yang harus menjadi berhasil guna bagi kita. Saya mau tanya dulu: Apa saudara sudah menikmati berkat Abraham ? Haleluyah. Yang datang tadi pagi saya tanya : Apa saudara sudah mempertahankan saudara punya tuaian? Jangan diambil orang lain. Haleluyah. Nah, pada malam hari ini, saya mau berbicara mengenai iman atau percaya adalah benih dari kebangkitan. Markus

16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. 
16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. 
16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. 
16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 
16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. 
16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 
16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." 

Haleluyah. Tidak ada yang bilang haleluyah seorangpun. Sebetulnya itu tidak boleh dibikin-bikin, tidak boleh ditanya oleh pendeta, itu harus mengalir melimpah dari hati saudara. Itu kata haleluyah atau puji Tuhan. Ayat 9 dimulai kata dengan 'setelah Yesus bangkit'. Jadi Yesus sudah bangkit. Setelah Yesus bangkit. Nah, kalau Yesus sudah bangkit ... tadi kita nyanyi Maut dikalahkan, Iblis dihancurkan, dosa sudah ditebus. Kalau Yesus sudah bangkit sudah hebat. I Korintus 15 berkata : Kalau Yesus tidak bangkit, sia-sialah iman kita. Yesus bangkit. Agama Islam tidak bisa menerima Yesus itu bangkit, yang Yesus itu tidak disalib. Menurut mereka ya. Tapi itu urusan mereka. Tapi iman kita adalah kepada lambang dari Yesus adalah Yesus yang disalib. Karena kalau Yesus tidak bangkit, sia-sia iman kita. Nah kalau dia tidak bangkit ... kan Dia harus mati dulu sebelum bangkit. Nah, sekarang setelah Yesus bangkit, Dia mula-mula menampakkan diri kepada Maria Magdalena.

Kok, kepada perempuan. Kok, Yesus menampakkan diri kepada, maaf ya saya pakai istilah anak muda ini, cewe. Kok, kenapa nggak sama laki-laki, kok kenapa nggak sama Petrus? Nanti saudara akan lihat. Karena Maria Magdalena ini mudah percaya. Dia pernah diusir 7 setan dari badannya. Diusir oleh Tuhan sampai dia mengikut Yesus. Dan setelah dia mengikut Yesus, dia mengikut Yesus luar biasa. Sampai Yesus disalib dan dikubur, dia tidak takut ditangkap dia  terus tunggu-tunggu Yesus itu dikuburan. Maka, Yesus ceng li lah kalau waktu bangkit memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena karena semua murid Yesus sudah pada lari yang laki-laki itu. Jadi Yesus memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena. 

Lalu ayat 10 perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus - ini murid-muridnya. Dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka yang suka mengiring Yesus ini - tidak percaya. Ini yang saya takut. Bukan takut apa. Saya kuatir jemaat yang biasa ngiring Yesus tapi tidak percaya. Ke gereja tapi nggak percaya. Dengar khotbah - tapi tidak percaya. Nyanyi tepuk tangan tapi tidak percaya. Ngiring Yesus dapat gelar disciples - murid Yesus - tapi tidak percaya. 

Dan pada saat itu mereka yang tidak percaya ini sedang berkabung sedang menangis. Maka orang Kristen siapapun dia termasuk pendeta, kalau dia tidak percaya kalau dia tidak beriman maka dia akan menghadapi perkabungan dan tangisan. Selalu akan negatif dalam hidup. Selalu berkabung. Padahal Yesus sudah bangkit - fakta - tapi hidupnya dia berkabung. Padahal dia mengiring Yesus, selalu mengiring Yesus - tapi hidupnya menangis, sedih. Kenapa sedih? Karena Yesus katanya sudah mati. Dikasih tahu sama Maria Magdalena : Hei, aku punya berita yang bagus, kabar yang baik - Yesus sudah bangkit. Tapi mereka tidak percaya. Maka dosa yang paling besar didalam Alkitab adalah dosa tidak percaya. Karena begitu Allah mengasihi isi dunia ini sehingga diberikan Anaknya yang tunggal itu supaya barangsiapa yang percaya beroleh hidup yang kekal. Tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jadi dosa dihadapan Tuhan yang paling dia marah itu adalah dosa tidak percaya. Ada 5 kali dosa tidak percaya dalam pasal yang baru kita baca ini. Dan kalau yang tidak percaya itu orang agama lain, yang tidak percaya itu orang yang belum kenal Injil - masih masuk akal. Ini  yang tidak percaya yang mengiring Yesus. Maka jangan jadi ukuran saya sudah kristen 20 tahun, saya sudah kristen 30 tahun, saya sudah kristen 40 tahun. Sorry saudara, itu tidak masuk hitungan Tuhan. Percaya atau tidak.

Kalau saya berkhotbah tentang Yesus bisa menyembuhkan orang sakit - percaya atau tidak. Kalau saya katakan orang yang membawa persepuluhan akan diberkati usahanya - percaya atau tidak. Kalau orang tidak percaya - biar saya khotbah sampai bebusa, orang tidak percaya, kok. Biar saya bawa pendeta dari luar negeri, lha kalau orang tidak percaya. Biar saya khotbah sekarang dengan segenap hati sampai keluar air mata darah, lha saudara tidak percaya. Jadi waktu kita tidak percaya, kita menolak Tuhan. Waktu kita tidak percaya, kita menolak mujijat Tuhan. Waktu kita tidak percaya, kita anggap Tuhan itu pian sui. Mati. Dia tidak bisa apa-apa. Maka coba periksa kekristenan kita. Apakah kita ini golongan dari murid-murid Yesus yang selalu mengiringi Yesus tapi berkabung dan menangis, tidak ada suka cita, tidak ada kekuatan, tidak ada kemenangan. 

Ayat 12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka - siapa ini tidak lain dari Tomas dan Kleopas yang kita bisa baca dalam Injil Lukas tapi kita tidak ada waktu. Mereka sedang berjalan ke Emaus dan Yesus menampakkan diri kepada mereka diluar kota -, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 

16:13 Lalu kembalilah mereka - yang dua orang ini sudah sampai Emaus sudah ketemu Yesus sudah makan roti dan anggur percaya mereka balik ke Yerusalem untuk memberi tahu teman-teman rasul - dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.  

Banyak yang kirim sms 'Selamat Paskah'. Ada satu jemaat dari Jakarta kirim kartu untuk kami selamat paskah kepada bapak dan ibu gembala. Kekristenan bukan didalam ucapan selamat paskahnya - percaya atau tidaknya. Karena Yesus mah sudah bangkit. Saudara mau percaya atau tidak percaya Yesus mah sudah bangkit. Saudara tinggal mau percaya atau tidak.

Nah, akhirnya ayat 14. Akhirnya Ia - Yesus - menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Ini yang 11 orang mungkin gede kepala. Saya ini kan rasul, murid Yesus. Masa Yesus memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena. Cewe.  Masa Yesus menampakkan diri kepada Tomas dan Kleopas. 

Ada 2 macam murid: Murid dalam, murid luar. Murid dalam ada 12 minus Yudas tinggal 11. Murid luar ada 70. Ini Tomas dan Kleopas termasuk murid luar. Kok, Yesus tidak menampakkan diri ... kepada kami dulu dong. Kami kan orang-orang yang terutama, rasul-rasul yang terutama. Tuhan tegor.  Saudara, yang Tuhan tegor apa? Ketidakpercayan mereka! Yang Tuhan cela bukan pakaian, bukan model maju, bukan potongan rambut. Yang Tuhan cela bukan mobil, pakai mobil apa. Yang Tuhan cela bukan pakaian, pakai pakaian apa. Tuhan tidak perlu tahu dan Tuhan tidak mau tahu. Saudara kegereja pakai baju mahal atau baju murah, Tuhan nggak mau tahu. Pakai sandal jepit atau pakai sepatu mahal, Tuhan nggak mau tahu. Saudara pakai minyak rambut atau pakai oli di kepala saudara, Tuhan tidak mau tahu. Yang Tuhan mau tahu apa hati saudara percaya atau tidak! Itu saja. Saudara datang kesini pakai mobil sendiri atau naik angkot apa jalan kaki atau kehujanan pakai payung, Tuhan tidak mau tahu. Yang Tuhan mau tahu apa saudara ada iman apa tidak. 

Memang kalau mau mencela itu Tuhan mencela itu, mencela soal iman. Kalau kita manusia mencela, segala  macam kita cela. Kita lihat ada orang cantik, kita cela. Geulis sih geulis, tapi ah, pendek. Kita cela. Jangkung sih jangkung manehna teh, alus, tapi hideung. Kita cela. Pendeta pun dicela. Kalau pendeta gemuk, heuh tara puasa. Kalau pendetanya kurus, heuh euweuh iman. Kalau pendeta anaknya, saudara-saudaraku, sedikit, heuh pendeta teh nggak ada iman, punya anak teh cuma dua. Kalau anaknya pendeta itu dua belas, heuh eta pendeta teh tidak tahan nafsu. Dicela. Kalau dasinya kecil, heuh eta pendeta teh teu cocok jeung badan, awak gede badan besar, dasi kecil. Kalau pendeta pakai dasi besar, heuh eta teh paranti ngeulai atawa lain eta teh? Dicela. Saya naik sepeda motor besar, heuh pendeta teh koboi eta mah nya. Pendeta pantekosta mah terkenal koboi tah. Ko Yoyo tah koboi. Ganti pakai motor bebek. Biruang sirkus lewat. Biruang sirkus lewat. Dicela terus. 

Katanya ada pameo, ada desas desus, bank Panin akan gabung dengan bank Tata dan bank Bukopin, bank Mega, bank Pasar, akan gabung. Tapi akhirnya gagal, karena kalau disambung itu bank namanya Bank Pantat Bu Mega Besar. Dicela. Apa yang tidak dicela diantara manusia? Semua dicela. Dicela. Dicela. Lain sama Tuhan. Kalau Tuhan nggak mencela yang luar - Dia cela yang di dalam. Kamu tuh kenapa tidak percaya? Sudah ada tiga orang lihat Aku bangkit, kenapa kamu tidak percaya? Ditegur karena ketidakpercayaan mereka. Jadi apa yang saya ingin katakan kepada saudara, walaupun saudara dan saya mengiring Yesus, saya ulangi, saudara dan saya ... walaupun kita, saudara dan saya mengiring Yesus, tapi kalau kita tidak percaya maka itu Sorga jauh panggang dari api. Itu berkat dan mujijat, jauh panggang dari api. Saudara kan ingin diberkati toko saudara, ingin diberkati keluarga saudara, ingin sehat tubuh saudara, ingin kuat, saudara-saudaraku. Anak-anak kita ingin diberkati. Semua ingin bahagia. Tapi syaratnya percaya dong!!! Karena tidak percaya, kita menolak berkat Tuhan. Karena berkat Tuhan itu diberikan hanya kepada yang percaya. Bukan saya punya syarat - Firman Allah. 

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 

Ini saya baru dengar, ada lulusan Cianjur, entah kenapa yah saya dengar. Dia jadi tukang ngamen di bus-bus kota. Bukan ngamen, nyanyi minta duit. Tetapi mengabarkan Injil di bus-bus kota. Saya ingin ketemu sama dia. Saya ingin bicara beberapa kalimat, supaya dia dengar, harus pakai akal budi. Apalagi di bus kota. Banyak orang yang belum kenal Tuhan, tapi caranya terus berkhotbah di bus, salah-salah dia bisa dirempug. Di jaman ini cara memberitakan Injil. Tetapi saudara, memang kita harus memberitakan Injil tetapi dengan cara yang cerdik seperti ular. Ada satu pasang suami istri, datang ke rumah saya mau beli burung. Suami istri. Istrinya di kursi roda, suaminya ini senang burung, mau beli burung. Saya bilang, nggak usah beli, bawa saja, saya kasih. Sekarang sudah tiga kali ikut kebaktian. Tadi juga ikut kebaktian. Istrinya dibawa di kebaktian, sudah tiga kali. Kita harus pakai akal budi. Sampai dia bilang, aduh pak pendeta, mungkin burung ini cuman perantara yah. Sekarang saya menemukan orang yang selama ini saya cari. Saya bilang, salah, bapak harus menemukan Tuhan. Kalau menemukan saya nanti bapak kecewa lagi. Menemukan Tuhan. Dia ilmu kebatinan. Dia bisa digiles apa, digiles mobil, dia nggak apa-apa. Badannya kaya karet, diinjek-injek orang. Tapi karena kalau dia sudah percaya. Dia telephone kemarin, Alkitab ini saya kagumi, pak. Saya nggak nginjil, percayalah pada Yesus, percaya. Saya cerita perkutut aja. Tapi lama-lama dia ingin kebaktian. 

Jadi kita harus memberitakan Injil itu dengan bijaksana. Jangan ada tukang kue, datang nawarkeun, yeuh percaya kepada Tuhan Yesus. Lamun teu percaya naraka nyaho teu, naraka. Eeeeh, mungkin itu kue dituangkan ke muka saudara. Jangan. Harus pakai hikmat. Tetapi yang sedang saya bicara sekarang, barangsiapa yang percaya dan dibaptis, dia selamat. Siapapun anda, tapi yang tidak percaya akan dihukum - dibawah kungkungan hukum. Nah, kalau orang tidak percaya dibawah hukuman bagaimana ia dapat berkat? Yesus bangkit mah sudah fakta sejarah. Yang terpenting yang kita harus renungkan - kita percaya tidak. Kita bisa nyanyi Ya Tuhan ku percaya, itu nyanyian kita nggak ada harganya sampai kita bertindak sesuai dengan apa yang kita nyanyi - saya ini memang percaya! 

Saya lapar saudara ... Tiga hari siswa-siswi puasa. Buka puasa. Kacang hijau. Saya bilang buka puasa. Aduh, oom, saya lapar oom, sudah 3 hari. Iya, sekarang buka. Buka. Makan kacang hijau. Oom, saya percaya kalau saya makan kacang hijau ini, saya akan kenyang. Iya makan. Tapi oom, saya cuma percaya saja tapi nggak dimakan-makan ini kacang hijau. Apa bisa kenyang? Tidak. Dia harus langsung bertindak. Dia makan artinya dia percaya bahwa kalau dia makan kacang hijau, laparnya itu akan bisa reda. Dia makan itu kacang hijau - bertindak. Demikian juga kita orang kristen. Saya bisa khotbah tentang kesembuhan - kalau saudara nggak percaya. Saya bisa khotbah 1001 macam khotbah tentang kelimpahan berkat berlipat-lipat secara materi - kalau saudara nggak percaya. Berapa persen saudara yang bawa persepuluhan? Saudara percaya apa nggak? Berapa jemaat yang belum dibaptis? Soal percaya atau tidak. Soal percaya. 

Masuk Surga itu soal percaya atau tidak. Kawin aja kan soal percaya. Saudara mau kawin karena saudara percaya pasangan saudara ini akan setia sama saudara. Sampai sumpah langit dan bumi akan lenyap cintaku tinggal tetap. Berpacaran dibawah pohon ancrot dibawah pohon jengkol dan berkata ... Aduh belum pernah saya dengar ada yang berpacaran ditengah lapangan sepak bola. Yang satu digawang sini, yang satu digawang sana. Hei, kekasihku apakah engkau mengasihi aku? Berteriak. Tidak mungkin demikian. Tapi menikah soal percaya. Kenapa orang belanja ketoko kita? Soal percaya. Toko beras banyak kenapa ia belanja beras di toko kita? Soal percaya. Kenapa ia mau ke toko kita? Percaya. Kenapa ia belanja? Soal percaya. Aduh, ieu saya edek ka pasar heula mihape budak nya. Mihapekeun budak. Kenapa ia menitipkan anak? Percaya. Bahwa anak itu kalau dititipkan tidak akan dicubitin. Nggak. Tapi akan disuapin akan dikasih makan. Dia percaya bahwa tetangganya itu baik - soal percaya kok. Hallo ko, ... telepon ... minta lauk asin nya 3 kg. Bawa kadieu anteurkeunlah. Kenapa dia nggak lihat ditimbangnya? Soal percaya. Begitu juga soal masuk Surga. Saudara perlu percaya kepada Tuhan. Saudara perlu percaya dalam kuasa kebangkitanNya dan berkat yang mengiringinya dibelakang. Saudara perlu percaya. Matius

14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 
14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 
14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" 
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." 
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." 

Ini kasus percaya yang ditest. Iman yang ditest. Yesus bilang sama murid-muridnya ... Kalau saudara perhatikan   kalimatnya ... kamu pergi dulu kesebrang nanti Aku menyusul. Itu murid nggak pernah mikir, Rabi nyusul pakai apa? Pake perahu siapa? Nggak nanya. Langsung aja pergi itu murid-murid. Tanpa sadar mereka sudah melakukan satu langkah iman, satu langkah percaya. Kalau saya kan murid Yesus nih, Yesus sendirian. Yesus berkata sama saya: Yo, kamu pergi duluan keseberang tuh pakai perahu sama rasul-rasul yang lain. Pergi. Saya pasti kan nanya : Nanti Yesus gimana? Nanti Aku menyusul. Nyusulnya pakai apa? Iya dong, saya pakai perahu, masa Yesus jalan kaki mengelilingi danau. Saya kan akan nanya. Tapi murid-murid tidak nanya. Mereka langsung saja berangkat. Mereka yakin bahwa Yesus memang mau menyusul. Tetapi setelah ditengah jalan ada angin sakal. Angin sakal adalah angin yang datang dari depan. Jadi perahu didayung, belum ada Yamaha, belum ada Kawasaki, perahu didayung dengan kekuatan tangan. Nggak kuat, saudaraku karena angin dari depan itu sangat besar. Jadi terombang-ambing. 

Banyak orang kristen hidupnya sekarang terombang-ambing. Iya, tidak? Betul, tidak? Hidup suci atau tidak? Hidup jujur apa tidak? Hidup benar atau selingkuh? Memilih Tuhan Yesus, memilih dunia? Baptis apa tidak? Terombang-ambing, memikirkan. Terombang-ambing. Bahkan mungkin ada yang datang di gereja malam hari ini hatinya sedang terombang-ambing. Dia tidak tahu kalau pulang dari gereja, dia akan menghadapi soal apa? Dia akan menghadapi problem apa? Dengar khotbah ini, waktu itu terombang-ambing dan jauh di atas gunung Yesus sedang berdoa. Dia lihat, Dia lihat. Saya senang karena saya punya Yesus yang melihat. Dia melihat kita, saudara. Kita berbuat baik atau tidak baik, Dia lihat kita. Dan saya harap, Dia lihat kita, kita selalu berbuat baik. Dia lihat kita, kita selalu berbuat yang jujur, yang benar, yang menyenangkan hati Dia. Karena Dia lihat. 

Jalan Yesus diatas air. Yesus, saudara-saudaraku, tidak perlu pakai selancar. Nggak perlu pakai motor boat. Nggak. Dia jalan aja. Nah, saudara bisa bayangkan, Dia jalan, Dia bisa kejar itu perahu. Berapa kecepatan Yesus jalan di atas air? Dan saudara malam ini, dulu tuh belum ada lampu, batere kaya sekarang. Jadi gelap sekali. Mungkin total gelap. Di perahu itu gelap. Mungkin hanya ada terang bintang, kalau ada terang bintang. Yesus jalan. Saudara bayangkan, Yesus jubahnya, saudara-saudaraku, berwarna putih keabu-abuan. Di tengah malam gelap gulita. Di tengah perahu gelap, di tengah danau. Ada yang putih-putih, jalan. Murid-murid langsung berteriak, hantu. Padahal kalau dibalik, Tuhan. Kenapa dia bilang hantu? Karena sudah takut. 

Dengar baik-baik, saya mau bicara sekarang. Tetapi apa saja yang saudara takut, menurut Ayub 3:25, itu pun akan terjadi. Jadi takut adalah iman yang salah arah. Saya maju ke depan untuk memperagakan. Kalau di depan saya ini utara, saudara-saudara, saya mau tanya saudara, selatan di mana? Di belakang siapa? Di belakang saya. Nggak usah cari kompas, nggak usah. Kalau saya tahu di depan saya itu utara, maka kalau saya cuma berbalik badan saja, itu selatan. Jadi kalau ini iman, takut itu mana? Berbalik saja 180 derajat, itu takut. Jadi kalau iman, apa yang kita percaya, pasti jadi. Apa yang kita takut juga, pasti jadi. Jadi ketakutan adalah iman yang salah arah, iman yang terbalik. Sampai disitu dulu, nanti kita bicara lebih lanjut. 

Hantu, takut. Padahal itu Tuhan. Banyakan orang kristen ini, sudah kristen, sudah pantekosta. Dalam percobaan, dalam problem, soal keuangan, soal apa, tiba-tiba ada pertolongan dari keluarga, dari famili, dari teman, tuho, tuho, ko Yoyo, tuho, aya anu nulungan, tuho. Aduh ban-ban kam siah, tuho. Padahal bukan tuho, itu Tuhan. Kalau Tuhan tidak gerakan, biar famili, biar itu uang saudara, mana bisa menolong kita, kalau bukan Tuhan yang gerakan. Saudara jangan kira kalau ada langganan mulai masuk di toko saudara mau belanja. Itu Tuhan kirim. Saudara boleh pasang iklan, gambar tempel, lampu neon kelap-kelip. Lampu neon mah bisa dicuri. Biar Tuhan yang pasang iklan. Kalau Tuhan yang pasang iklan, toko saudara rame orang. Bukan rame cuma nonton. Yah rame cuma nonton mah, sabaraha eta teh? Oh, geuningan mahal nya. Sabaraha eta teh? Mahal nya, indit deui. Sabaraha? Mahal nya. Orang biar masuk toko saudara dan langsung belanja, borongan. Itu Tuhan. 

Yesus bilang, eh, eh, eh, ini Aku jangan takut, Petrus, semua. Ini Yesus, ini Aku, jangan takut. Masih kuai-kuai, orang Manado bilang. Apa betul itu Yesus? Lalu Petrus bilang begini : Hei kalau betul Engkau Tuhan, sabari antara ragu-ragu, kalau Engkau betul Tuhan, suruh aku jalan diatas air. Yesus bilang, ayo jalan. Disini, saya mau saudara perhatikan saya baik-baik. Karena saya sedang mengajar satu prinsip rohani yang besar. Sebetulnya saya ingin ada siswa juga, supaya dia dengar. 

Turunlah dari perahu. Saudara bisa kira-kira nggak? Kira-kira Petrus turun dari perahu. Apa turun seperti saya begini? Nggak, saudara-saudara. Duh, suruh jalan di atas air, ih kok keras juga yah?! Lembek-lembek keras. Es itu kan keras, saudara. Aduh, mulai jalan. Hah, aku bisa jalan. Iman bisa mengerjakan hal yang tidak mungkin! Haleluyah. Jangan nggak percaya, saudara. Saudara-saudara, saya mau ajak saudara menikmati jalan di atas laut. Umpamanya, saudara dan saya jalan pertama kali di atas laut, bisa jalan. Saya jalan, rasanya kan aneh. Rasanya lucu. Kenapa? Karena tidak ada sesuatu yang keras, yang menopang kita dibawah. Nggak ada batu yang keras. Nggak ada besi yang keras. Tidak ada sesuatu dari daging yang menopang kita untuk berdiri. Itu hanya air yang bisa menenggelamkan kita, kok kita bisa jalan? Jadi lucu. Saya yakin, saudaraku, Petrus akan jalan begini, ah Yesus (berjalan dengan gagah perkasa), nggak. Dia akan bilang, Yesus, kok bisa jalan aku? Di belakangnya si Andreas bilang, hati-hati lho Petrus, kecebur lho. Hati-hati, Petrus, kecebur lho. Petrus, hati-hati, kecebur kamu ah. Awas-awas, tuh-tuh. Dia nggak peduli. 

Saudara, kalau sedang saudara berjalan di atas air percobaan, gelombang percobaan. Akan ada teman-teman kita di belakang, yang di dalam perahu, dia tidak turun. Dia akan ngejek sama kita. Aduh dibaptis yah? Ayeuna dibaptis nya? Aduh bawa Alkitab sekarang yah? Aduh haleluyah sekarang yah? Jangan diladenin. Jalan saja. Pandang kepada Yesus, haleluyah. Ada amin, saudara-saudara? Ada amin? 

Saya sudah pernah bilang kepada saudara bahwa brigade K-9, brigade anjing yang di Kelapa Dua, itu Brimob. Itu anjingnya luar biasa, saudaraku. Luar biasa saya kagum. Mereka berdiri begini dan anjingnya itu ada doberman, ada herder, yang saya lihat tuh herder. Dia duduk disini. Kalau tuannya berdiri, dia berdiri. Kalau tuannya jalan, dia jalan. Satu kali ada yang dia pegang, tuannya pegang, dia jalan di daerah Bogor. Lewat satu kampung, desa, kampung. Ada dua, tiga ekor anjing kampung, menggonggong. Guk, guk, guk, karena wah ini ada anjing hebat. Besar begitu. Itu herder dia nengok, matanya sudah merah, marah. Tapi tuannya bilang, suit, balik lagi, jalan. Ini anjing, gang, gong, gang, gong, uh itu ekornya ada di bawah dua kaki belakang karena takut. Tapi ngagonggong, guk, guk, guk, guk, ribut, satu kampung keluar. Aya naon eta teh? Aduh digonggong nih herder. Herder nengok lagi. Tuannya bilang, suit, jalan. 

Menurut pelatihnya, itu herder yang sudah terlatih berkelahi, terlatih tangkap rampok, terlatih tangkap pencuri, dia bisa bunuh dalam lima menit saja itu tiga ekor anjing. Kok bisa bunuh? Karena sudah dilatih. Tapi herder itu nggak mau, karena dia nurut sama tuannya. Nah, tuan itu, Yesus. Maaf, herder itu kita. Kalau kita terlatih di dalam Tuhan Yesus, mau maju ikut Yesus. Eh, ada yang ngegonggong, tetangga-tetangga. Geus kristen ayeuna teh nya? Tenang, jangan di jawab. Itu hanya anjing kampung saja, saudara. Mengerti sampai disitu, saudara? Mengerti? Pada waktu Petrus berjalan di atas air, dia punya iman sama dengan Yesus. Dia jalan di atas air. Yesus tidak naik perahu. Yesus berdiri di air, sini Petrus, jalan. Dia jalan. Nah, sekarang mari kita lihat, apa penyakitnya ini? Saya katakan, iman adalah berbanding terbalik dengan ketakutan. Ayatnya yang ke-30,

14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: - Ini kesalahanmu - "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 

Paskah mah nggak ada persoalan. Yesus mah sudah bangkit. Persoalannya, saudara percaya apa tidak? Bahwa kita akan sampai di seberang, naik perahu. Nantang saudara, saya mau jalan di atas air. Saya mau jalan di atas hal-hal yang tidak mungkin. Boleh saya bernubuat yah. Tuhan berkata sama saya bahwa di dalam ruangan ini ada yang Tuhan mau pakai. Didalam hal bisnismen. Dia akan memegang uang milyar-milyar, tetapi dengan satu syarat dia musti berani jalan di atas air. Dia musti berani berjalan dengan iman. II Korintus pasal 5, kita membaca satu ayat disana, ayat 6 dan 7, 

5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, - jadi nggak pernah bimbang - meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, 
5:7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-- 
5:8 tetapi hati kami tabah, - dua kali disebut hati kami tabah; tidak bergerak, tidak berubah, tidak grogi, tabah, tidak goyah, tidak goyang. Karena apa? Perjalanan kami dengan iman bukan dengan mata, dengan penglihatan.  

II Korintus  

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Kenapa Petrus tenggelam di depan Yesus? Karena dia memperhatikan laut. Dia takut. Dia tidak memperhatikan Yesus. Dia tidak melihat Tuhan. Dia tidak perhatikan Tuhan. Dia perhatikan laut. Kenapa banyak orang kristen suka grogi? Dia perhatikan toko. Dia perhatikan buku keuangan tokonya, aduh rugi. Mulai takut. Tagihan-tagihan mulai menumpuk. Dia anggap Yesus tidak mampu.

Waktu saya di Amerika ada sepasang suami istri saksi Yehova dikucilkan  oleh gerejanya. Disini tidak ada gereja saksi Yehova tapi di Amerika ada Kingdom All. Kenapa dikucilkan saya tidak tahu tapi mungkin ada urusan dengan keuangan. Mungkin kecewa patah hati mungkin dia lihat problem persoalan dia tidak bisa atasi 4 anak dari SMP sampai SD manis-manis ganteng-ganteng waktu tidur diselimutin ditembak satu-satu, mati. Istrinyapun ditembak dengan senjata yang tidak bersuara itu. Lalu dia bunuh diri. Kenapa? Apa Tuhan tidak sanggup  menolong sampai musti bunuh diri? 

Kenapa musti kita ke dukun. Urusan bisnis kok pakai dukun. Kalau yang pakai dukun itu belum kenal Yesus ya masuk akal. Ini kok kita udah kenal Yesus udah dibaptis udah pernah penuh Roh Kudus kok  masih cari dukun. Kok masih cari susuk. Saudara takut apa? Takut nggak makan? Lihat burung di udara Dia pelihara. Lihat bunga dipadang, Dia hiasi. Kenapa takut? Kita keturunan Abraham. Berkat Abraham sudah sampai kepada kita melalui Yesus Kristus. Takut apa lagi? Cuma percaya. Itu tirai tipis yang kita harus lewat tapi seringkali kita tidak mau lewat. Saya berdoa lalu saya suka bertanya : Tuhan kenapa kalau saya sembahyang si A, kok sembuh. Saya sembahyang si B kok nggak sembuh. Saudara tahu nggak kalau saya doakan saudara, saudara nggak sembuh yang kecewa bukan saudara saja, saya juga kecewa. Aduh Tuhan, kan saya itu berdoa ... Injil berkata segala bilur-bilurMu sudah menanggung segala penyakit. Kenapa kok tidak sembuh? Tuhan bisik begini : Kesembuhan selalu sudah jalan waktu kamu berdoa untuk kesembuhan orang itu. Langsung kesembuhan Aku kirim karena kesembuhan adalah hak mereka, hak saudara. Tetapi itu kesembuhan harus dijangkau oleh iman. Saya akan lepaskan iman dan kamu tidak boleh ragu, kata Tuhan. Kamu harus tetap percaya kepada janjiKu untuk si A ini.

Ini ibu yang mempunyai 3 anak kembar mau menyerahkan anak-anaknya padahal mereka GKI mau menyerahkan anak-anaknya dikebaktian tadi pagi. Tapi anak yang laki satu-satunya laki dari 3 itu sakit jadi jangan dulu sekarang. Tadi saya tanya bagaimana : Hampir lewat. Ah, hampir lewat mah nggak apa-apa. Hampir. Nggak apa-apa. Karena kalau Tuhan saudara ku mau memberi, dia beri. Dia beri kepada kita. Jadi saya mulai pikir kebelakang banyak berkat-berkat Tuhan yang miss kepada saya karena saya tidak percaya karena saya kurang percaya - seperti murid-murid. Hei, kenapa bimbang hatimu kamu yang kurang percaya. 

Saya dengar dari sekolah aduh yang sekolah cuma sedikit oom. Oh, dia bukan murid saya. Kalau kita menjadi murid Yesus kita musti berani keluar dari perahu, jalan diatas air. Yang praktek setelah sekolah itu cuma sedikit. Semuanya mau pulang mau atur sendiri. Kenapa? Takut. Bimbang. Hari Selasa kemarin saudaraku saya dikejar-kejar suami istri ternyata pendeta, murid SAC. Oom, ini gereja saya sudah mau ditahbiskan nanti oom yang tahbiskan. Saya terharu saudara. Berarti Tuhan yang janji itu di sekolah  yang saya ngajar kamu tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan, satu kali kamu akan punya gereja sendiri - terbukti sekarang. Dia punya gereja mau ditahbiskan. Dia nggak mau pendeta lain mau gurunya. Minta saya. Hari saya yang pilih oke. Didaerah Banten didaerah Tangerang. Bangun gereja sekarang aduh kalau bisa sampai terbangun waduh. Ada saudara kita Pak Agus bangun gereja di Sukabumi jadi persoalan sekarang diprotes diunjuk rasa diteror. Jadi kalau sampai saudara kita bisa bangun gereja, ini mujijat dari Tuhan. Apa yang mustahil? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. 

Dimana posisi saudara malam hari ini?  Barangsiapa yang percaya akan diberkati Tuhan. Yang tidak percaya tidak akan dapat apa-apa. Bukan saya yang bilang, FA berkata. Yesus sudah bangkit saudara-saudara dan kebangkitannya itu berkatnya itu belum habis yang kita harus nikmati sebelum kita masuk Surga sebelum kita meninggal, sebelum kita menikmati berkat Tuhan di Surga. Di dunia ini berkat Tuhan belum habis.

Ini panitia FC bingung. Pusing kepala. Terbentur dengan biaya. Ada jemaat yang tidak mampu. Saya tidak percaya. Bukan tidak mampu - tidak mau. Kalau kita soal sama Tuhan soal FC yang rohani sudah begini, sudah tertutup, itungan sama Tuhan, kapan Tuhan mau berkati saudara? Panitia sudah bilang dari tahun yang lalu mulai kumpul uang. Kalau dari tahun yang lalu saudara kumpul sehari seribu saja. Sehari seribu tidak terasa sehari seribu setahun 365 ribu saudara. Saudara nggak usah cari uang. Sudah sehari seribu. Roh Kudus bilang sama saya mereka bukan tidak mampu - tidak mau. Mampu kok. Bisa kok. Hei Petrus, apakah engkau mengasihi Aku? Disini Tuhan bicara - Agape. Petrus bilang saya mengasihi engkau disini Tuhan - Fileo. Tanya kedua kali. Apakah engkau mengasihi Aku disini? Ah Tuhan, saya cuma bisa mengasihi Engkau disini. Tuhan nurunkan derajatNya. Apakah engkau mengasihi Aku disini? Nangis dia. Ya Tuhan memang cuma segini saja. Padahal memang bisa. Akhirnya waktu Petrus meninggal, dia bilang salibkan aku kepala dibawah kaki diatas karena aku tidak berlayak disalibkan dengan kepala diatas seperti Yesus.

Kita musti lepas dari mental miskin. Mental nggak bisa mental teu bisa mental hese mental teu boga, harus diusir karena Allah kita adalah Allah yang kaya. Dan kalau Allah kita kaya, kenapa anak-anakNya ngomong seperti orang yang tidak punya uang. Tuhan bisa berkati saudara. Tuhan bisa berkati.  Ya, saya bilang sama panitia kalau tidak begitu, nanti saya bantu, uang pribadi saya, saya bantu. Bukan saya kelebihan. Tapi saya yakin kalau saya berani memberi sama Tuhan soal hal yang rohani, Tuhan tutup mata soal berkat, Dia kasih sama saya. Bener. Saya mengalami saudara mujijat Tuhan soal memberi ini. Memberi - Diberi. Kenapa orang kasih mobil sama saya? Saya kasih mobil dulu untuk pekerjaan Tuhan. Kenapa orang kasih motor sama saya? Saya kasih motor dulu sama hamba-hamba Tuhan. Kenapa orang kasih uang sama saya? Saya kasih uang dulu sama mereka. 

Oke, kalau saudara minta subsidi yang diberkati bukan saudara, yang subsidi yang diberkati. Saya kan sedih. Yang diberkati yang subsidi saudara keun bae susah. Ngomongnya terus saja seperti Yudas : Bukankah minyak narwastu ini kalau dijual 300 dinar bisa disumbangkan kepada orang miskin? Apa kata Yesus: Orang miskin selalu ada. Kalau mau dicari-cari, orang miskin selalu ada. Biarkan ini wanita berkorban 300 dinar karena mempersiapkan kematianKu. Saudara jangan hitungan sama Tuhan. Saya gembala saudara. Kalau saudara tidak satu visi dengan gembala saudara sangat berbahaya. Aduh, jangan hitungan dah dengan Tuhan. Jangan itungan. Karena Tuhan itu turunan Yahudi, Dia lebih berhitungan sama saudara. Saudara itungan sama Dia, dipencet saja nafas kita - almarhum.

Jadi saudara jangan itungan sama Tuhan. Beri maka engkau akan diberi. Saya lihat saya jadi saksi hidup anak Tuhan yang nggak hitungan sama Tuhan sampai sekarang diberkati berkelimpahan tapi yang itungan yang kopet yang medit yang skaker yang pelit saya jadi saksi kenapa hidupnya susah terus. Kenapa hidupnya terbatas. Cari rejeki susah. Karena tidak percaya sama Tuhan. 

Kita nyanyi B'rilah yang baik ... kolekte lewat. B'rilah yang baik Tuhan membrikan .. diteruskan, heunteu dieusian. Kolekte lewat. Tuhan membri'kan ... Neruskeun kolekte mah kabeh ge bisa atuh. Saya itu aduh Tuhan saya bilang saya nggak mau ini jemaat kalau pulang gereja belum pulang belum keluar sudah dipadamin lampu, karena menghemat. Masa Tuhan saya Tuhan kaya sampai kita musti duh Tuhan kaya begini. Mungkin di Jawa Barat saudara... GPdI, nggak ada yang pake AC seperti kita, nggak ada yang kedap suara seperti kita, nggak ada yang begini. Tapi mereka tidak boleh iri karena di gereja kita hari Rabu itu PA dengan puasa itu penuh. Saudara cari gereja GPdI di Jawa Barat, cari yang kebaktian hari Rabu nya penuh kaya kita. Nggak ada. Nggak ada! Jadi mereka nggak boleh iri. Nah, itu sudah dibuktikan oleh saudara. Bahwa dengan doa dengan puasa ada berkat.

Nah, sekarang soal materi. Aduh, ya ko Yoyo oeh mah tukang balon. Dulu engkong saya juga tukang balon. Papa saya juga tukang balon. Saya juga sekarang jualan balon. Anak saya juga saya lagi latih tiup balon. Mau jadi tukang balon terus? Tidak, dong saudara. Kita diberkati oleh Tuhan. Ada haleluyah saudara.

Saya mau tutup dengan satu kesaksian di Korea. Ada satu ibu. Dia jualan kue didepan gereja di Korea, didepan gereja Cho Yong Gi. Saudara lihat ya. Itu ibu duduk. Ini mejanya segede gini. Saudara bisa bayangkan kue-kuenya ada berapa. Habis kue abis, dia masuk gereja dia dengar khotbah. Cho Yong Gi khotbah tentang persepuluhan. Masuk di hati dia, dia terima. Dia bawa kue 60 kue. Begitu sudah laku, harga 6 kue dia bungkus dia masukkan di gereja. Dia pulang dengan membawa uang dari 54 kue. Sudah lah saya tidak usah ngomong panjang-panjang. Sekarang ibu itu memegang 2 restoran besar. 2 restoran besar, saudaraku. Itu ibu buta huruf tetapi 2 restoran besar di Universitas di Korea dia pegang. Dia buta huruf tapi haleluyah. Uang mah datang terus. Puji Tuhan haleluyah. Sampai Cho Yong Gi bilang begini, waktu itu kami di Korea : Ini ibu, dia pulang dari gereja, keranjangnya sama, bajunya sama, ibunya itu juga tetap sama - tapi hatinya sudah berbeda. Hatinya sudah percaya kepada Tuhan! 

Heg, saudara teh mau cape terus begitu. Mau terus-terusan begitu saja, apa mau diberkati Tuhan, mau diperluas oleh Tuhan? Pake percaya, pake iman! Saudara akan diberkati Tuhan. Saya tidak panjangkan FA. Percaya apapun yang terjadi akan saudara alami. Tidak percaya atau saudara takut apa yang saudara takutkan juga akan terjadi. Tapi saya harap saudara percaya malam hari ini. Terimakasih kepada Tuhan. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Minggu, 07 April 2002  

BERBAHAGIALAH ORANG MISKIN DI HADAPAN ALLAH

Haleluyah. Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan melihat kembali dari FA pada sore hari ini yang sama-sama kita bisa baca dari Matius  

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 
5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 
5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 

Dalam bahasa Indonesia lama, ayat 3. "Berbahagialah orang yang rendah hatinya di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 

Mari pada sore hari ini kita duduk dengan tenang kita mau menikmati FA. Didalam ayat 1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu. Siapa ini orang banyak? Kita lihat satu ayat sebelumnya.

4:25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Karena kejadian ini adanya didekat Galilea ada diatas bukit sedikit didekat bukit sedikit maka saya yang sudah kesana saya agak mengerti sedikit situasinya. Orang banyak berbondong-bondong ayat 25 mereka datang dari Galilea. Galilea ke bukit ini kurang lebih jaraknya 7-10 km. Dari Dekapolis agak lebih jauh lagi 15 km. Dari Yerusalem ini agak jauh 200-an km. Dan dari Yudea jarak hampir sama. Dan dari Yordan. Diseberang Yordan ini yang kita nggak tahu jaraknya. Jadi pada saat itu Tuhan Yesus diikuti oleh banyak orang berbondong-bondong. 

Nah, saya baru pulang dari daerah Banyuwangi. Tidak satu rupiahpun saya ambil dari kolekte mereka bahkan kami harus bantu lebih dari 8 juta untuk mereka yang ada disana. Hari yang pertama Rabu jam 4 saya bangun di Jakarta, jam 5 saya ke airport, jam 6 saya sudah berangkat, jam 7.05 saya sudah di Surabaya. Yang jemput saya belum tiba maka yang jemput tiba jam 7.40 sampai, pendeta Bambang Prayogo lalu kami berangkat. Dari sana jam 8 berangkat sampai di daerah Genteng namanya didekat Banyuwangi itu setengah tiga sore. Masuk dihotel ini diberi saya istirahat 2 jam. Dari sana kami berangkat jam 5 sampai jam 6 kesatu desa namanya Silih Agung. Daerah Silih Agung ini  ... saya ketemu 2 eks Cianjur disana, sudah jadi gembala sidang ... mempunyai satu desa. Jadi KKR hari pertama kita bikin di gedung serba guna dari desa dan kerja sama dengan seluruh gereja yang ada didesa itu.

Sekarang saya percaya saudara kalau dikatakan orang kristen ada 32% itu saya percaya. Disana ada satu desa saudara seluruhnya orang kristen. Orang masuk kesitu kalau bukan kristen tidak boleh kecuali mereka mau masuk jadi kristen dari Lurah Camat semuanya kristen. Tapi disana ada lebih kurang 30 desa dengan beberapa macam gereja organisasi. 30 gereja dari desa sekitar itu. Nah, saya diminta untuk membiayai menyewa gedung serba guna itu. Jadi ini KKR lucu saya yang biayai, saya yang bayar. Untuk menyewa mobil satu gereja minta 50.000 rupiah dari bawa jemaat karena jemaat nya miskin-miskin susah-susah mereka datang di sana dari berbagai jemaat jadi bukan hanya GPdI - GBI, GBIS, Tabernakel, GKJW, Protestan, dsb.

Dan apa yang terjadi saudara-saudara setelah kebaktian selesai pak camat dan Koramil ikut kebaktian. Saya bingung lihat pak Camat kok saya kira kristen padahal muslim, dia bawa alkitab. Dia suruh staffnya catat khotbah saya lalu dia sambut khotbah saya setelah kebaktian selesai. Cukup baik. Saudara-saudaraku saya mengerti sekarang itu arti berbondong-bondong. Waktu saya masuk di balai desa itu gelap seperti Pasirnangka tapi Pasirnangka lebih modern. Mana nih orang-orangnya? Tapi saudaraku tidak berapa lama maka mulai datang nggak tahu dari mana itu manusia datang. Dibawa pakai mobil. Lebih kurang ada 600-700 orang tidak muat di gedung sampai luber keluar. Sekarang saya mengerti itu arti berbondong-bondong. Nah, saudaraku berbondong-bondong dalam 
4:25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

Bondong itu adalah satu kelompok orang, gerombolan orang, itu bondong. Berbondong-bondong aduh begitu banyak orang, tidak terhitung. Nah, di dalam pasal 5:1 kita baca

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 

Saudara-saudaraku, dia tidak perhatikan yang berbondong yang banyak ini, memang umat Tuhan, tetapi Dia naik keatas bukit. Dulu belum ada mimbar belum ada loud speaker belum ada microphone seperti ini jadi cara satu-satunya Tuhan bicara dia musti naik keats bukit dan dari atas bukit itu Dia mulai berkhotbah. Pasal 5,6,7 dari Matius ini dia berkhotbah dan orang yang berbondong-bondong itu ada dibawah mendengarkan pengajaran Yesus.

Tetapi saudara, catat disana bahwa murid-muridNya datang kepadaNya. Pada waktu orang berbondong-bondong saudara,  mereka tidak bisa mendekati Yesus. Coba saudara bayangkan orang berbondong-bondong bagaimana dia mau mendekati Yesus? Nggak bisa, karena berbondong-bondong. Tetapi muridnya naik diatas, muridnya bisa dekat kepada Dia. Nah, saudaraku, kata murid disana, bahasa Yunaninya dipakai kata 'matetes'. Matetes  artinya seorang murid yang berdisiplin. Seorang murid yng berdisiplin. 

Ada satu pendeta disana : Pak Awondatu, di Cianjur itu diajar apa? Kenapa? Diajarin Alkitab. Saya ini mau minta pengerja dari Cianjur lagi. Yang ke tiga ini. Kenapa? Sudah 2 pengerja yang saya minta, dua-duanya bagus luar biasa. Bertahan didalam penderitaan dan sekarang sudah jadi hamba Tuhan, sudah jadi gembala. Saya mau minta lagi yang ketiga saya ambil dari tempat lain gagal. Dari tempat lain seminggu 2 minggu pulang.  Saya bilang sudah habis karena yang serah sekolahnya cuma 20 orang. Mereka juga takut. Ini angkatan XIV lebih banyak penakutnya saya bilang dari pahlawannya. Cuma 20 orang siswa-siswi yang serah sekolah dari 87 itu 20 orang. Kok begitu sedikit yang serah sekolah? Ya, bapa bayangkan saja  32.000 tentara Gideon, yang berani cuma 300.  Jadi kalau dari 87 yang berani 20 orang masih masuk akal; saya masih lebih baik dari Gideon. Gideon punya tentara 32.000 tapi yang berani perang 300. Saya punya 87 tapi yang serah sekolah cuman 20 orang masih mending. Ada orang bilang kasih pengarahan kasih gemblengan - percuma. Digembleng - digembleng percuma kalau kita kirim orang itu ke desa digembleng dipaksa setengah dipaksa percuma. Saya ingin mereka serah sekolah dari hati. Dan saudara saya senang karena disana ada 2 pahlwan eks SAC yang mempunyai nama yang harum, mempunyai nama yang baik. Dan saudara mereka dengar omongan yang tidak enak tentang Cianjur. Tapi saya bilang lihat ini sekarang gurunya ada. Cianjur begini Cianjur begitu ah haleluyah Puji Tuhan nggak apa-apa. Pokoknya Cianjur tetap bagus.

Ketika bilang murid yang berdisiplin, mungkin Cianjur kelebihannya ada disiplin. Itu saja lebihnya. Pelajaran sama. Di sekolah alkitab ini ada siswa sampai dapat gelar 7 pahlawan revolusi, kalau disana tidak ada 7 pahlawan revolusi. Saya bilang sudah dikubur masuk-masuk di sumur anti-dosa. Saudaraku ada yang melawan ada yang begini ada yang begitu. Saya tidak mau tahu, murid itu disiplin, matetes, seorang yang berdisiplin. 

Sekarang datang saya punya suntikan. Kalau mau ikut Yesus biasa-biasa saja, jadi kristen-kristen biasa saja seminggu sekali - saudara golongan kaum yang berbondong-bondong. Kebaktian ... yu. KKR ... yu - berbondong-bondong. Natal ... yu. Tidak ada kerinduan kepada Yesus. Tidak ada kerinduan untuk lebih dalam dengan Tuhan. Cuma berbondong-bondong. Datang dari seberang Yordan jauh piknik hanya untuk lihat Yesus. Berbondong-bondong saja.

Saudara tentu masih ingat dalam Markus 5 ada perempuan meleleh darah. Dia memegang ujung jubah Yesus. Yesus bertanya : Siapa yang memegang jubahku? Aku rasa ada kuasa keluar dari tubuhku? MuridNya bilang : Engkau lihatkah orang berdesak-desakan begini? Mana bisa Engkau berkata siapa yag memegang Aku? Ini orang begitu banyak berdesak-desakan, saudara-saudara. Banyak orang berdesak-desakan, mungkin yang nempel-nempel kepada Yesus. Tapi datang hanya berbondong-bondong, tidak ada  jamahan sama Tuhan. Lain ketika Yesus naik ke bukit, yang datang sama Dia golongan matetes, murid. Disiplin, disciples. Datang kepadanya. 

Ayat ke 2. 
5:2 Maka Yesuspun mulai - mulai apa? - berbicara dan mengajar. 

Berbicara bahasa Yunaninya 'kerysso' atau khotbah. Mengajar, didasko. Saya belajar dari Yesus. Walaupun Dia berkhotbah, saudara saya kekiri, saya berkhotbah, kerysso,  Dia selipkan pengajaran, didasko. Walaupun dia mengajar, didasko, murid-muridnya, Dia selipko kerysso, berbicara khotbah. Jadi sejak itu, walaupun hari Rabu itu PA dan doa puasa, saudara-saudara dikayakan engan FA pada hari Rabu dengan PA - berapa hari Rabu kita tidak ketemu, tapi nanti ketemu -, ditengah-tengah PA itu, didasko itu saya selipkan kerysso, khotbah. Sekarang saya sedang berkhotbah kerysso, ini hari Minggu nih umum, saya selipkan didasko pengajaran karena ini yang diajarkan Yesus. Dia berbicara dan dia mengajar. Ada haleluyah saudara? Jadi kalau kita bicara sama manusia yang lain cuma berbondong-bondong, kongkow-kongkow doang. Ngobrol-ngobrol tetek bengek dari buah Dudaim sampai Efraim. Dari Zakheus sampai orang-orang dari tempat Merkurius, barangkali. Tidak ada isinya. Pepesan kosong. Maka saya bilang kalau masuk gereja daripada ngobrol mending sembahyang. Daripada kongkow, buka Alkitab baca. Sebelum kebaktian mulai. Biar pak Awondatu main musik kita doa. Kita baca Firman. 

Maka ketika Yesus lihat orang banyak berbondong-bondong Dia tidak buang waktu, Dia naik keatas bukit lalu Dia berbicara dengan murid-muridNya. Murid-muridNya dekat kepada Dia. Bisa dekat kita. Jadi kalau saudara mau dekat sama Yesus saudara harus jadi murid Yesus. Saudara tidak bisa hanya jadi orang kristen yang berbondong-bondong, ikut-ikutan saja. Yu, kita kebaktian. Heeh, sampeur nya, sampeur. Hanya reuseup-reseuseup saja begitu.

Nah, mari kita lihat ajaran Dia yang pertama yang keluar dari mulut Yesus. Ini yang pertama, yaitu ayat ke-3:

5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 

Bahasa Indonesia baru menyebutkan orang yang miskin dihadapan Allah. Bahasa Indonesia lama memakai kata berbahagialah orang yang rendah hatinya. Tetapi dalam bahasa Inggris Blessed are the poor in spirit - berbahagialah orang yang miskin didalam rohaninya, rohnya. Miskin didalam rohnya. Jadi kita punya 3 alkitab. Ini 3 macam salinan. Saya mulai dari yang sekarang kita sedang baca, 

Bahasa Indonesia baru: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, 

Matius 5:3 Bahasa Indonesia lama: Berbahagialah orang yang rendah hati

Bahasa Inggris: Berbahagialah orang yang miskin didalam rohnya.

Mari kita tinggalkan dulu ini tiga salinan ini kita mau mengerti. Kita minta sama Tuhan supaya Tuhan kasih pengertian kepada kita. 

Pada saat Yesus datang didunia saat itu orang Israel hidup dalam penjajahan. Mereka dijajah oleh tentara oleh orang-orang Romawi. Mereka kerja setengah kerja paksa. Mereka kerja banting tulang berkeringat. Saudara bayangkan ya, mereka kerja banting tulang berkeringat, begitu sudah berhasil dibawa ke Roma yang baik, orang Israel dapat sisanya. Saya teringat kepada jaman Mesir.  Di Mesir 400 tahun mereka dijajah kerja bakti membangun istana membangun ... mereka kurus kering kurang daging hanya makan makanan ampas. Jadi orang Israel kerja berat. Dagingnya diambil oleh Roma, yang baiknya diambil oleh Roma, mereka hanya tinggal ampasnya mereka hanya tinggal sisanya padahal mereka yang kerja. 

Saya mau tanya sama saudara kalau kita yang kerja seperti itu, hati kita kecewa tidak? Saya tanya kecewa tidak. Kalau kita yang kerja seperti itu kita kecewa apa tidak? Kecewa. Kok saya kerja, setelah panen kok panennya dibawa ke Roma. Kok, beras Cianjur dibawa ke Roma. Kok, kita hanya dikasih beras yang bear. Ada keluhan ada gerutu ada kesel ada kecewa. Ah, itulah salah satu keadaan mereka miskin. Salah satu saya bilang. Mereka miskin juga secara materi. Nah, kalau sudah begitu saudara yang hebatnya diambil ke Roma semuanya, mereka bisa beli apa? Baju yang itu-itu juga, pakain yang itu-itu juga, ya namanya saja miskin. 

Yang ketiga. Mereka itu kerjanya kerja paksa. Dijajah. Kerja paksa. Nah, untuk mengerti ini, mari kita sama-sama pelan-pelan buka Matius 11. Dalam Matius 11, saudara, kita akan lihat ayatnya yang ke-25.

11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 
11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 
11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. 

Nah, dalam Matius 5 dikatakan berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah karena dia yang empunya KS, sedangkan Matius 11:25 Tuhan membuka diri kepada orang yang kecil. Ini junjungan kita nih, ini Firman. yang suka kita cium - Alkitab, ini hanya terbuka bagi orang kecil bukan kepada profesor doktor karburator kotor bocor. Nggak. Terbuka kepada orang kecil. Kepada orang 'miskin'. Masih dalam tanda kutip sebab kita masih belum ini miskinnya miskin apa. Saya tidak percaya yang dimaksud ini miskin dihadapan Allah. Saya tidak percaya ini. Kenapa? Saya punya alasan saudara. Kita buka Wahyu 3. Di sana ada satu jemaat yang ditegor sama Tuhan, yaitu jemaat Laodekia. Wahyu 3:16 nanti kita kembali kepada Matius. 

3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 

Jadi jemaat Laodekia ini miskin dihadapan Tuhan - kaya secara materi dengan uang tapi miskin dihadapan Tuhan. Nah, kita bandingkan dengan Matius 5 Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah. Nggak ketemu ayat ini. Nggak cocok. Jadi saya yakin yang dimaksud Allah bukanlah miskin dihadapan Allah sama dengan keadaan orang di Laodekia orang miskin dihadapan Allah artinya walaupun kita kaya tapi rohaninya miskin. Tidak. Tapi saya lebih cenderung apa yang disalinkan dalam bahasa Inggris. Poor in spirit. Rohnya itu penuh kesedihan, penuh tekanan, penuh kebimbangan, penuh depresi. Berbahagia karena nanti kalau dihiburkan baru dia akan mewarisi KS. Mari kita pelan-pelan lagi kembali kepada Matius 11. Dalam Matius 11 sekali lagi kita mau baca ayat 28

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Ternyata Tuhan bicara tentang beban jiwa. Cape hati. Kalau Yesus maksudnya beban ini adalah tanggungan yang kita pikul berat, kuli-kuli di Tanjung Priuk yang harus datang kepada Yesus. Tidak. Banyak orang kaya tidak pernah mikul tapi dia duduk, dia bertanggungan berat. Ini umpamanya saya ini orang kaya, saya duduk aja, di meja saya yang orang kaya ini sedang memikirkan pikulan utang saya sebagai orang kaya. Memikul beban pegawai saya yang ada 10000 orang gajinya harus tiap bulan aduh. Lalu berbicaralah saya kepada seseorang : Aduh, beban saya berat - nah, itulah yang dimaksud oleh Yesus 'poor ini spirit'. Kita ngaku, aduh,  beban kita berat. Sebab banyak orang kaya suka gengsi problem besar tapi dia gengsi kayanya wah hebat aja. 

Di Tiongkok kalau ada orang dihukum mati saudara zaman dulu selain penggal kepala itu zaman yang kejam tapi ada satu cara mereka membunuh orang dengan pelan. Yaitu diikat tangannya di belakang lalu didudukkan dibatu lalu kepalanya digundul plontos habis gundul. Lalu diatasnya itu dikasih tong air. Tong itu dikasih bocor sedikit aja kecil sampai air itu menetes dan kepalanya diikat ke pohon atau kemana supaya tetesan air itu persis kena ubun-ubunnya. Pertama-tama orang yang dihukum itu merasa tenang, hukumannya enteng cuma ditetesin air. Senyum dia. Aku punya dosa kok cuma ditetesin air aja. 5 menit dia masih bisa tahan. Tapi setelah 1 jam dia mulai bingung karena tetesan-tetesan air itu seperti palu godam yang besar seperti bersipongang ditelinganya bung...bung...bung. Akhirnya satu hari dia berteriak-teriak minta ampun minta tolong. Kalau dia belum mati sore itu selesai besok diteruskan 2-3 hari belum mati dia akan jalan begini saudara ... kepala mengangguk-angguk ke atas ke bawah, ke atas ke bawah. Itu dia tidak sadar karena syaraf-syaraf semua hancur hanya oleh tetesan air kecil-kecil.

Sekarang kita ini hidup tiap hari urusan toko kesel sedikit-sedikit netes ke kepala kita. Ah, urusan leutik lah, urusan pabrik netes urusan anak netes. Urusan pamajikan, urusan salaki netes. Hutang piutang netes. Tagihan apa yang harus dibayar netes. Kalau masih sedikit ah nggak apa-apalah kita masih bisa pikul. Tapi kalau sudah terus terus terus terus kita pikul  ...

Di Cianjur ini banyak yang bunuh diri. Tapi ada 2 orang yang bunuh diri yang selalu menghantui saya maksudnya menjadikan pelajaran buat saya. Satu namanya saya tidak ingat siapa tapi rumahnya itu didekat toko Konam itu. Ada gang kecil didalam. Rumahnya disitu. Dia seorang jago basket. Temannya sus Pokeng apa temannya ko Asam jago basket. Dia jualan cita di pasar. Wuh, mukanya ganteng. Bahasa Yunaninya beungeut na teh kasep pisan. Saya masih SMP kalau nggak salah. Wah, dia main basket. Wah, siauw cie-siauw cie harita pabalieut kalau bisa ini ... Orangnya baik sopan. Lamun seuri teh si engko eta ih rapi sisirana kasisi duh kasep jangkung dagang ti pasar balik mawa meteran kain. Pulang. Tiba-tiba dia bunuh diri. Minum endrin waktu itu ya. Ketika diantara dia sekarat itu, dia ditanya apa yang menyebabkan kamu bunuh diri? Apa kamu ada hutang? Tidak. Apa kamu ada problem? Apa sebabnya? Susah ngomongnya, katanya. Beban saya terlalu berat. Sampai sekarang kita tidak tahu beban dia itu apa. 

Yang kedua sdr Eeng, didepan gereja. Ini keluarga dengan bpk David dan ibu Sonya yang di Jakarta, anak ko Sun Tiauw. Ketahuan dia minum racun. Tolong semua bawa ke rumah sakit. Ketolong. Waktu ketolong ibu Sonya turun dari Jakarta. Dia nasehatin begini : Eng, itu ko Yoyo kalau ke Jakarta kita rebutan datang. Kita tutup toko. Selasa kita kejar kebaktian dimana. Ada dua kebaktian kita sama ko David itu ikut 2 kebaktian, Eng. Ko Yoyo itu kita kejar-kejar di Jakarta kebaktian nanti di El Shaddai, nanti di Yasdi, nanti di Tanah Abang Dua. Eng tinggal meuntas. Hanya tinggal nyebrang tuh Eng gereja. Nggak mau. Dia punya alasan. Memang dia sudah beragama lain. Nggak mau. Jangan susah-susah tuh Eng. Mikiran apa eluh? Ayo ke gereja kebaktian terima Tuhan. 

Yang dari Yerusalem cari Yesus, belum ada mobil waktu itu. Mungkin naik keledai kalau orang kaya, jalan kaki orang miskin. Mau cari Tuhan. Saudara sudah dikasih tempat disini untuk berbakti. Lalu kita malas, aduh, maka masa kita nggak tahu diri. Dikasih gereja yang baik, dikasih tempat yang bagus dan dikasih sehat untuk ke gereja - kita nggak ke gereja, nggak kebaktian, aduh, saya sih rasanya kita malu. Nafas Tuhan kasih, rejeki Dia sediakan, matahari bersinar Dia tidak penah minta tiap bulan nagih. Bakan bakar kita bayar sama Pertamina tapi Tuhan yang punya bakan bakar tidak pernah minta duit. Hujan, nggak pernah Dia minta duit. PAM Aqua musti bayar. Bahkan Aqua sekarang lebih mahal dari bensin. Saudara nggak pernah pikir sampai disana. 

Sedikit demi sedikit kita kumpul kepusing-kepusing itu. Maka ada ayat dalam FA: Serahkanlah segala kuatirmu kepada Tuhan. Artinya : Kalau kebaktian itu, segala kepusing itu bangbrangkeun, kasih sama Tuhan. Tuhan, saya serahkan kepusing saya, semua problema saya, saya serahkan sama Engkau. Biar Tuhan punya urusan dan saudara pulang dengan sejahtera! 

Nah, apa maksudnya poor in the spirit? Poor itu miskin, spirit itu roh. Rohnya miskin, dia tidak ada apa-apa lagi. Dia tidak ada beban lagi. Dia tidak punya lagi kepusing, dia tidak ada lagi problem karena dia sudah serahkan semua keperluan. Dia bikin dirinya miskin. Tuhan, ini problem saya, ini kesulitan saya, ini kasus saya, ini kejatuhan saya, ini kekurangan saya, ini kelemahan saya, ini persoalan saya - Tuhan saya bawa kepada Engkau, dan roh kita kosong melompong seperi kertas yang hampas, siap untuk ditulisi. 

Kalau saudara poor ini the spirit seperti itu, saudara akan mewarisi Kerajaan Sorga, kata Tuhan Yesus. Ada haleluyah, saudara? Berbahagialah orang yang rendah hati, berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah. Artinya miskin ini tidak ada beban lagi, dia sudah diserahkan sama Tuhan. Dia akan punya KS. Tapi kalau saudara : Ah, saya edek jadi superman we. Semua problem saudara pikirin : Kunaonnya ... kumaha nya ... - nggak lama saudara akan jalan begini ... (kepala mengangguk-angguk, peny.).  Kunaon teteh hulu teh kitu leumpang teh? Teuing ieu teh, yeuh. Saeunggeus kapanggih cakcak terus kieu ...

Datanglah kepadaKu. Ayat 28 Matius 11. 'Ku'  ini siapa? Yesus. Nah, saudara baca dalam Matius 3 yang dekat sama Yesus itu cuma murid. Matius 5:1 ... naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 

Itu orang yang berbondong-bondong nggak datang sama Yesus. Dia cuma mau lihat mujijat Yesus, Dia cuma mau lihat pertolongan Yesus, Dia cuma mau lihat seperti apa Yesus itu? Tapi nggak mau datang kepada Yesus. Maka minggu lalu saya seolah-olah seperti dapat lotere besar dari Tuhan ada 3 saudara terima baptisan. Dari 3 saudara ini dua saya sudah doa aduh Tuhan selamatkan mereka Tuhan, tolong mereka Tuhan panggil. Bukan berarti yang satunya nggak didoain. Tapi yang dua orang ini aduh Tuhan, dengan latar belakangnya yang sangat berat eh saya kaget kagum ada mau nangis salah kalau saya nangis dianggap cengeng tapi aduh puji Tuhan bersuka cita. Mereka datang kepada Yesus. Mereka menemui Yesus saudara-saudara. 

Pertama mereka berbondong-bondong cuma datang ke gereja pantekosta mendengar FT. Tapi setelah lama mereka ikut Tuhan, setelah mendengar Sabda Tuhan, mereka menerima baptisan. Saudara tahu, menerima baptisan itu bukan untuk jadi anggota gereja pantekosta - bukan. Waktu saudara menerima baptisan, saudara datang kepada Yesus dan pada waktu saudara datang kepada Yesus, Yesus akan terima saudara : Marilah datang kepadaKu, hei kamu yang bertanggungan berat, Aku akan memberi sentosa, Aku memberikan ketenangan, Aku akan memberikan keteduhan!

Saya bilang, apa Tuhan tidak ada jalan lain? Tidak ada! Kalau saudara sebagai anak Tuhan hanya kaum yang berbondong-bondong saja ikut guyub saja. Yu ka gereja yu. Yu ...yu ....  Tapi tidak pernah saudara ada kerinduan kepadaNya, kepada Yesus secara pribadi, saudara tidak ingin dipuaskan oleh Dia. 

Saya pernah khotbah beberapa bulan yang lalu, saudara kalau nyanyi, saudara kalau berdoa, saudara kalau berbakti - dengar FT, nanti ada satu kalimat, siapapun yang pimpin pujian, siapapun yang khotbah, siapapun yang sangkur, nanti melalui nyanyian, melalui kesakskian, melalui pemimpin pujian atau yang khotbah - nanti ada kalimat yang itulah yang saudara perlu! Saudara, kita tidak bisa tangkap semua khotbah, tidak bisa. Tapi kalimat itu, Tuhan pakai sebagai rhema - ini keperluanmu. 

Waktu saya ketemu di Banyuwangi, saya ketemu teman-teman saya satu sekolah, yang sejak tahun 68 tidak ketemu saya. Waktu ketemu, mereka peluk saya. Duh, saya bilang: Apa kita masih bisa ketemu lagi ini? Saya bagi uang kepada beberapa mereka. Dia peluk erat, saudara. Peluk. Saya bilang, you sudah menikah? Sudah. Punya anak? Nggak, nggak punya anak. Saya biar nggak punya anak asal punya Yesus. Dia peluk. Aduh, cepat sekali. 68 - 2002, 35 tahunan tidak ketemu. Ada satu siswi dia sudah jadi gembala sidang juga, dia tidak menikah. Namanya Deborah Anne. Ketemu juga. Nangis.

Saudara, baru teman, apalagi kalau kita ketemu Tuhan. Sementara saya mau kasih seminar hari Jumat pagi, salah satu anggota majelis daerah korek saya pagi-pagi, apa sudah dengar, sudah terima telepon? Ada apa? Pdt. Yeremia Batubara meninggal. Kaget saya. Oom Batubara Surabaya itu umurnya 85 tahun. Dia punya anak, tiga sudah meninggal. Pdt.Yeremia ini satu angkatan dengan istri saya, umur 53 tahun. Setelah bedstone dia jalan kaki pagi biar sehat. Jalan kaki pagi pulang minum teh hangat. Sudah minum berbaring ditempat tidur, berangkat langsung. Waktu saya lihat jenasahnya kemarin dipeti mati, wajahnya hitam. Dia tingginya 171 cm, saya 173. Tapi berat saya kalah. Saya berat 82 kg, dia 105. Saya datang pagi-pagi karena upacara di gereja jam 9, berangkat kekuburan jam 11. Saya datang jam 7 - 7.30 masih sepi di gereja. Saya masuk di gereja, peti didalam gereja. Putranya, David Batubara yang menemui saya. Ada wajah senang melihat saya, oh oom Yoyo datang. Padahal saya tidak kenal dia. Ada wajah senang. Tapi walaupun waktu dia sedang ketawa senang lihat saya, itu wajah susah kehilangan ayah tidak bisa disembunyikan. Saya bilang, saya mau ketemu mami. Mami lagi tukar pakaian. Ya, kalau begitu saya cuma titip ini saja. Sedikit berkat. Udah, saya harus ke airport. Dia senang lihat saya, tapi walaupun senang, itu kekecewaan, itu sedih, kehilangan papa - itu nggak bisa disembunyikan. 

Saudara bisa datang di kebaktian dan saudara bisa nyanyi, lompat-lompat, tapi kalau saya lihat wajah saudara - kepahitan, kesusahan, keberatan batin - saudara tidak bisa sembunyikan. Hanya Dia yang bisa menampung. Hanya Tuhan yang bisa nampung. 

Pada sore hari ini, apa problem saudara? Apa persoalan saudara? Apa saudara mau pikul-pikul itu gembolan? Apa saudara mau pikul-pikul itu kesulitan kesusahan? Lekas kasih sama Tuhan. Serahkanlah semua kepada Yesus. Marilah datang kepadaKu, kata Yesus, hei kamu yang bertanggungan berat, Aku akan memberi sentosa kepadamu. 

Ada juga satu beban yang lain, yaitu beban Taurat. Didalam beban Taurat ini, mereka harus mengerjakan ini, harus mengerjakan itu. Dijajah, tidak punya uang, tidak bisa diberkati. Sekarang ada beban Taurat, maka datang Yesus bilang : Mari datang kepadaKu.

Siapa malam hari ini, siapa petang hari ini sedang ada beban, sedang ada kesusahan, sedang ada kesulitan? Jangan ditaruh disini, jangan ditaruh di kepala, pusing - saudara tidak akan kuat. Tapi serahkan malam hari ini kepada Tuhan. Mari kita berdiri bersama-sama. Haleluyah.

-- o --   

Minggu, 14 April 2002  

HUBUNGAN ANTARA KEBENARAN DENGAN BERKAT TUHAN

Selamat sore, saudara-saudara. Selamat bertemu, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada sore hari ini saya ingin berbicara mengenai satu pokok, hubungan antara kebenaran dengan berkat Tuhan. Sayang di dalam bahasa kita, bahasa Indonesia, hanya ada satu kata kebenaran. Tapi di dalam bahasa Inggris ada dua kata mengenai kebenaran. Contohnya, yang pertama adalah truth. Truth itu disalin dengan kebenaran. Tapi truth itu contohnya seperti api itu panas - itu satu kebenaran. Es itu dingin, satu kebenaran. Air itu basah, satu kebenaran. Awan mendung itu selalu berisi hujan, air - itu satu kebenaran. Tetapi ada satu kata lagi, yaitu righteousness. Dan righteousness sayang disalin juga oleh bahasa Indonesia ini kebenaran. 

Nah, righteousness disini disalin dengan kata kebenaran, tetapi dalam contoh yang lain. Umpamanya begini, orang itu benar, orang itu dibenarkan. Nah, itu yang dipakai adalah kata righteousness. Bukan truth, yah. Saya mau tahu yang benarnya apa? Truth. Yesus berkata : Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup. Truth, Dia pakai. Aku, Truth. Tetapi ada satu kata, yaitu righteousness, kebenaran. Yang berhubungan dengan seorang pesakitan, yang sudah didakwa salah di pengadilan. Tetapi dibenarkan, diampuni. Nah, orang itu sebetulnya salah tetapi diampuni. Nah, itulah dipakai kata righteousness. 

Kita buka Mazmur 35, dan tidak akan kita kemana-mana. Mazmur 35 ayat ke 27 dan 28. Saya kirim ayat ini sebagai hadiah ulang tahun dari oom Brodland. Maka saya kirimkan dua ayat ini sebagai ayat ulang tahun. Dia sangat senang sekali dapat dua ayat ini. Saya ingin saudara-saudara juga pulang sebentar dengan berkat daripada Tuhan. Ayat 27,

35:27 Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan! Biarlah mereka tetap berkata: "TUHAN itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya!" 
35:28 Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari.

Dalam ayat 27 dan 28 ini ada banyak, yang saya rasa, salinannya kurang tepat. Ada kata dalam ayat 27, keselamatan. Di dalam bahasa Inggris, saya baca tadi sebelum kebaktian, dipakai kata prosperity, kelimpahan. Berkat yang berkelimpahan. Jadi kalau saya baca, sekarang ayat 27 b, biarlah mereka tetap berkata:"TUHAN itu besar, Dia menginginkan kelimpahan hamba-hambaNya. 

Haleluyah. Saudara jemaat juga disebut hamba-hamba Tuhan. Sedangkan dalam ayat ke 28, dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu. Seharusnya kebenaran-Mu ... Thy righteousness. Kebenaran-Mu, bukan truth. Bukan api itu panas, air itu basah, dan es itu dingin. Bukan. Tetapi kebenaran. Sesuatu yang berhubungan dengan keadaan ketuhanan. Aku akan menyebut-nyebut kebenaran-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari. Dua ayat ini berhubungan. Jadi ada hubungan antara kebenaran dengan kelimpahan, prosperity. Saudara-saudaraku, orang atau pendeta yang lain mungkin tidak bersetuju dengan apa yang saya khotbahkan. Karena mereka anggap tidak ada hubungan antara Firman Tuhan dengan kelimpahan.

Saya tanya kalau begitu apakah Injil anda, Alkitab anda, berhubungan dengan kemiskinan? Bahwa Firman Tuhan, Alkitab itu berhubungan dengan susah, itulah kebenaran? Orang kristen itu harus susah, bahwa itu kebenaran? Orang kristen itu harus sukar, sulit, harus susah, harus miskin, baru itu dinilai sebagai suatu kebenaran? Ternyata tidak. Kalau pendeta itu jujur terhadap dirinya sendiri, Alkitab yang kita punyai ini, semua Alkitab salinan apapun juga, memberitakan kelimpahan. Ada haleluyah, saudara-saudara? 

Contoh, saya katakan, kalau saya khotbah tentang rumah tangga bahagia. Itu berarti ada kelimpahan di dalam rumah tangga. Kalau saya bicara mengenai bisnis, toko, usaha, mata pencaharian diberkati. Itu berarti ada kelimpahan di dalam usaha, mata pencaharian kita. Kalau saya bicara, khotbah tentang kesembuhan Ilahi, tentang kesehatan. Itu berarti ada kelimpahan di dalam tubuh jasmani. Kalau saya katakan, mari kita saling mengasihi, saling mengampuni, saling menghargai, jangan ribut - itu artinya ada kelimpahan di dalam hubungan damai sejahtera. Karena saudara-saudara, orang kristen itu, kalau orang kristen ribut itu aneh. Yah, aneh. Pasti ada yang salah. Pasti ada sesuatu yang keliru. 

Nah, itu sebabnya, sore hari ini bukalah hati saudara tenang-tenang. Di sini ada murid-murid, yang tinggal barangkali beberapa kali minggu lagi. Ini adalah pelajaran penggembalaan yang paling top. Nggak usah dikasih kecap lagi. Haleluyah. Ini kue tart. Saya tadi pagi bicara kue tart. Dikasih kue tart, banyak murid saya sudah dikasih kue tart, masih dikasih kecap diatasnya. Nggak cocok, kecap sama kue tart. Kecap musti sama takuah baso, baru cocok. Amin, saudara-saudara? Dengar baik-baik, saya mau bicara mengenai hubungan antara kebenaran, righteousness, dengan kelimpahan. Haleluyah. Mari kita mulai. 

Biarlah bersorak-sorak dan bersukacita orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan! Berarti Daud dalam keadaan salah. Tetapi kalau dia dibenarkan, dia mendapatkan hak sebagai orang yang dibenarkan, righteousness. Daud pernah berdoa, Tuhan kalau dosaku ditaruh dipemandangan mataMu. Dosa umat manusia selalu dilihat oleh Engkau, Tuhan. Siapa manusia yang bisa tahan dihadapanMu? Karena kami ini adalah hanya debu belaka di hadapan Tuhan. Hanya sehelaan napas saja. 

Alkitab katakan, hidup manusia itu seperti rumput. Ada pada waktu pagi, segar waktu jam sepuluh. Kena panas jam dua belas, lisut pada waktu petang. Jangan lupa itu. Kalau kita waktu muda tidak ada sakit, tidak ada penyakit, lagi sehat semua. Ingat, itu masa waktu pagi. Nanti pada waktu sore, pada waktu petang, lisut kita. Banyak yang dirasa, banyak penyakit, banyak kesakitan. Tetapi mari kita dengar dulu, aku mau dibenarkan. Biarlah orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan bersorak-sorai dan bersukacita. Kenapa? Ternyata mereka, orang-orang itu tetap berkata, Tuhan itu besar dan menginginkan, saya bicara pelan, prosperity. Disini dipakai kata keselamatan, kelimpahan, hamba-hambaNya. Dia ingin melihat Tuhan, ingin melihat kelimpahan anak-anakNya. Cuma satu orang yang percaya. Dia ingin melihat saudara diberkati. 

Ini, ingat-ingat yah. Ingat, ini isi hati Tuhan. Dia mau, Dia ingin, Dia senang, Dia bangga melihat saudara diberkati. Saya kasih contoh. Saudara punya anak. Apa saudara akan belikan pakaian yang jelek untuk anak saudara? Apa saudara akan berikan makanan yang busuk untuk anak saudara? Apa saudara akan memberikan sepatu yang tidak baik untuk anak saudara? Apa saudara akan memberikan hal-hal yang kurang baik untuk anak saudara? Apa saudara akan memberikan, saudara-saudaraku, perkara-perkara yang kurang baik, yang nomor tiga, yang nomor empat untuk anak saudara? Tentu tidak! 

Sebagai orang tua yang baik, kita ingin melihat anak kita sukses. Kita ingin melihat anak kita berhasil. Kita ingin melihat anak kita itu disebut insinyur, disebut dokter yang baik, disebut sarjana hukum, sarjana ekonomi yang betul, bukan yang nganggur, yang baik, yang punya pekerjaan. Lalu kita bangga, saudara-saudaraku, melihat, aduh, anak kita sudah bisa naik mobil. Dan mobilnya bukan mobil kantor, tapi mobil pemberian dari kita sendiri. Ini contoh yah. Pemberian dari kita sendiri. Kita bangga melihat anak kita mulai setir mobil dan dia berkata, selamat pagi pa, selamat pagi ma, saya pergi dulu. Dia naik mobil. Kita lihat, kita bangga melihat anak kita menikah dengan senang, dengan sukacita, damai sejahtera. Itu isi hati kita. Apatah lagi Bapa di surga? Dia bangga, saya berani katakan begini, dengar baik-baik saudara. 

Dia, pertama mati untuk kita. Saudara dan saya ditebus oleh darahNya yang mahal. Saudara ditebus oleh darah Yesus yang mahal. Tidak ada uang, kekayaan, di dunia dan di surga yang bisa menebus dosa kita. Hanya darah Yesus yang termulia di atas bukit Golgota. Dia mati dan darahNya mengalir. Dan dengan darahNya dibasuhlah segala dosa kita. Sekarang Dia melihat, umatNya yang baru dibasuh oleh dosa. Saudara yang dibasuh, diampuni oleh darah Yesus. Dibasuh dari dosa, dibasuh dari kesalahan. Dia lihat itu. Bukankah isi hatinya Tuhan akan tergetar. Melihat anak-anakNya, laki-laki, perempuan, siapapun juga saudara, diberkati oleh Tuhan. Memakai fasilitasnya Tuhan. 

Ingat anak terhilang? Pada waktu dia bersalah, dia compang-camping. Dia datang sama bapanya, dan dia tidak berani berkata, aku mau jadi anak bapa. Jadikan saja aku ini orang upahan bapa, sudah cukup bagiku. Saudara sendiri yang tahu pelajaran itu. Bapa tidak ngomong satu hal. Dia tidak ngomong satu kalimat kepada anak itu menjawab pertanyaannya dia. Dia hanya bilang, ambil pakain yang baru, ganti baju baru. Ambil kasut yang baru, ganti kasut yang baru. Ambil cincin, pasangkan cincin. Kita bikin pesta, karena aku mendapatkan anakku. Yang mati sudah hidup, yang hilang sudah kembali. Itu kelimpahan dari Bapa kita di surga. 

Dia ingin, Dia bangga melihat saudara diberkati. Dia ingin dan Dia bangga melihat saudara-saudara semua hidup damai sejahtera. Dia ingin dan Dia tergetar hatiNya melihat umatNya, anak-anak Tuhan, semua hidup di dalam keadaan yang sehat. Hidup didalam keadaan damai sejahtera. Hidup dalam keadaan yang diberkati. Rumah tangga tidak ada yang cerai. Rumah tangga semua diberkati. Itu isi hatinya Tuhan. 

Dan saudara-saudaraku, jangan saudara-saudaraku lepaskan ini, tuaian ini. Jangan. Ini isi hatinya Tuhan. Karena Dia ingin melihat keselamatan. Disini dipakai kata keselamatan, tetapi di dalam bahasa Inggris dipakai kata prosperity atau kelimpahan. Nah, dengar baik-baik sekarang, saya ingin membuka satu rahasia. Prosperity, kelimpahan, keuntungan, didalam bahasa Ibraninya, saudara akan kaget, saya juga kaget waktu saya temu. Ini kata prosperity, kelimpahan, dipakai kata 'shalom'. Saya seringkali dengar pendeta ngomong, shalom disana, shalom disini, umat Tuhan, shalom, shalom. Nggak ngerti dia. Shalom, shalom, tapi tetap aja susah. Shalom, shalom, tetap aja didalam keadaan terjepit. Shalom, shalom tapi didalam keadaan yang ribut dengan temannya. Tidak ada shalom. 

Dengar baik-baik. Kata prosperity, kata keselamatan disana dipakai kata shalom, yang berarti kelimpahan dan damai. Damai dan limpah. Kan orang suka ngomong begini, biar kita nggak kaya, biar kita miskin asal damai di hati. Betul. Tapi itu bukan dari Tuhan. Tuhan mau memberi saudara damai dan kelimpahan. Saudara-saudara ingat waktu Adam dibuat? Adam dibuat hari ke enam. Hari ke satu sampai hari ke lima, Tuhan membuat langit dan bumi, dan membuat taman yang berisi penuh dengan buah-buahan dan yang komplit semua. Setelah fasilitas Tuhan bikin semua selesai, baru Dia bikin Adam. 

Saya mau tanya, pekerjaan Adam yang pertama apa? Ayo siswi yang mau sekolah ke 3 bulan itu, jadi ibu gembala, coba tanya sama mereka, apa pekerjaan Adam yang pertama? Saya mau tanya saudara. Nggak apa-apa, jawab salah nggak apa-apa tetap masuk Surga, apa? Ha, masa pekerjaan pertama tidur. Ampun, ampun. Kaciri nu ngomongna beuki sare. Tadi saya katakan begini 5 hari Tuhan bikin fasilitas kebun sama buah, hari ke 6 Dia bikin Adam. Pekerjaan pertama dari Adam apa? Dia bikin kebun buah, banyak buah, lalu Tuhan bikin Adam. Begitu melek sudah ada kebun buah. Pekerjaan pertama Adam apa? Menikmati! 

Masa baru buka mata udah tidur lagi. Begitu dibikin sama Tuhan ... hidup, dia menikmati, enjoy, semua fasilitas yang Tuhan berikan. Coba saya renungkan hal ini saudara. Saya selalu renungkan ini, aduh Tuhan, ketika saya dilahirkan oleh ibu saya sampai umur sekian, saya disebut mempunyai darah manis sampai borokon badan saya. Ibu saya tidak punya uang untuk membeli obat, beli salep saja tidak bisa. Dia ambil daun jawerkotok. Saudara tahu itu di Ibrani daun jawerkotok tidak ada. Itu dihangatkan dengan air panas, saya punya paha sebelah kanan, ini borok semua itu dicuci, saudaraku, hanya berdoa mereka. Sampai saya sekarang umur 53 nanti Agustus 54, siap-siap kado sampai sekarang umur 54 ini Tuhan kok pelihara. Tidak ada gaji. Hamba Tuhan GPdI tidak ada di gaji, nggak ada. Kok Tuhan pelihara. Berarti sebelum saya dilahirkan, Tuhan sudah memberi fasilitas, Tuhan sudah mempersiapkan fasilitas maka saya yakin saudara yang duduk didalam gereja ini saudara punya fasilitas dari Tuhan. Hanya saudara mungkin belum tahu, baru dikasih tahu sekarang bahwa ada fasilitas dari Tuhan. Nggak usah kita ribut berebut kang taw, nggak usah kita ribut saudaraku. Bayar apa yang musti kita bayar. Karena kita punya uang cukup. 

Beri kalau kita memang harus beri. Kita punya uang cukup. Tuhan memberi fasilitas. Jadi shalom itu berarti damai tetapi dengan limpah, limpah tetapi dengan damai. Kalau saya baca lagi artinya ada beberapa macam : ketenangan, keteduhan, sudah arrive, sudah sampai, sudah puas dengan Tuhan - itu arti shalom. Aduh puas dengan Tuhan, sampai kita tuh ... Aduh, kemarin saya ketemu lagi orang Cianjur saudaraku. Dia di gereja lain tetapi karena dia orang Cianjur ketemu sama saya : Ini Awondatu ya suka lihat di televisi. Oh, iya, bagaimana? Tante ini masih suka nonton bioskop, bagaimana nih. Nonton bioskop nggak boleh kan? Saya bilang nggak pernah kita bilang nggak boleh, tapi mau atau nggak mau? Kalau orang yang mau, dilarang juga dia tembus; kalau orang yang nggak mau, ditawar-tawarin didorong-dorong juga dia udah nggak mau. Maka kalau kita sudah arrive sudah puas dengan FT, dengan Tuhannya, ditawarin dosa, nyeleweng - nggak mau. Ditawarin selingkuh - nggak bisa. Kan selingkuh sekarang dimana-mana. Kalau nonton nggak boleh, sekarang vcd porno 2.500. Anak-anak kecil bisa nonton, bisa beli. 

Tantangan kita hebat, besar sekarang. Tapi kalau saudara punya shalom, kalau saudara punya prosperity, kalau saudara punya ini shalom kaya, nggak akan saudara melanggar. Aturan sekolah saja saudara nggak akan langgar. Karena memang saudara kan nggak sekolah disana, jadi nggak ada yang dilanggar. Aturan hidup sehari hari saja tidak akan dilanggar. Saudara lihat lampu merah saja, ah ieu beureum stop heula. Teruslah, teruslah da euweuh polisi. Jadi kita punya taat kalau ada polisi. Kalau nggak ada polisi, terus we da lampu beureum koneng hejo ge sarua lampuna eta-eta keneh. Tapi kalau kita sudah punya shalom, kalau kita sudah mempunyai damai yang penuh, dengan kelimpahan ini, prosperity ini, saudara, dan ingat terus-terus, ingat - Tuhan ingin saudara diberkati. Nggak akan kita selingkuh, nggak akan kita robah bon, nggak akan. Nggak akan kita pasir masuk 5 kita tulis 10. Nggak akan. Karena ada shalom. Jadi nonton itu bukan boleh nggak boleh, tapi nggak mau lagi dia. Aku sudah punya Yesus, kok. Aku sudah punya sesuatu yang lebih memuaskan aku. 

Kemarin saudara, saya bagi batu akik kepada murid-murid. Saya bilang, satu siswa satu siswi dapat lima. Waduh, mereka senang. Sudah dapat lima, hati masih ingin sana nggak yakin lagi jadi dia tanya saya, oom yang bagus yang mana? Kan saya tahu semuanya jelek, semuanya bagus, jadi saya bilang ini, ini bagus saya bilang. Kalau saya tahu itu jelek akan nggak akan saya simpan. Itu bagus semua. Ayo ambil 5. Ada yang bikin liontin, siswi ambil 2 yang kecil-kecil untuk anting, 1 untuk cincin, satu untuk kalung,  satu untuk bros. Ayo pilih, warnanya macam-macam. Sekarang saya tawarin akik kepada toko berlian. Nggak mau atuh toko berlian mah. Wo pu yau. Saya mah cuma main berlain aja nggak main akik. Ini akiknya luar biasa, ieu akik na ge akik-akik. Hebat. Saya mah main berlian. Dia sudah tingkatnya lebih tinggi lagi. 

Kalau saudara sudah makan kenyang, ditawarin tambah atuh asaan saeutik... nggeus seubeuh yeuh ... sudah kenyang. Kenapa? Karena sudah kenyang. Kalau kita sudah punya shalom, punya Yesus, punya prosperity, dunia mau menawarkan apa, kita nggak bisa. Nih, ini saudara Roy jago komputer, ya. Komputer itu dia jawab apa yang kita nanya. Tapi kalau yang kita nanya nggak ada, dia bilang nggak bisa ditemukan. 

Nah, rohani kita seperti komputer. Kalau kita sudah mempunyai komputer yang diprogram oleh Kristus, yang diprogram oleh shalom itu tadi, Iblis datang, orang dunia datang, teman  ngajakin berdosa, masukin kata 'ayo kita berdosa' ... enter ... tidak bisa ditemukan. Masukkan 'selingkuh' ... enter ... tidak bisa ditemukan. 'Narkoba' ... enter .... wah jawabannya besar EMBUNG (tidak mau, peny.). Kenapa? Karena komputernya sudah diprogram saudara. Setelah saya tahu rahasia ini, maka sekarang tiap hari saya datang kepada Tuhan : Tuhan programlah pikiran saya, programlah hati saya, supaya hati saya selalu bersetuju dengan FirmanMu. Supaya hati saya, hidup saya, pikiran saya, selalu bersetuju dengan Sabda Tuhan. Aduh Tuhan, saya mah nggak takut dihina orang asal jangan dihina oleh Engkau. Saya nggak takut ditinggalin orang asal jangan ditinggalkan oleh Engkau. Oh, Tuhan saya nggak takut apapun juga asal jangan Engkau tinggalkan. Ampuni saya punya salah Tuhan, program saya punya kehidupan, supaya saya hanya bisa memasukkan enter apa yang diberi oleh Tuhan.   

Kalau saudara sudah bisa ini, aduh saudara, kita teh jalan Tiap langkahku diatur oleh Tuhan. Ah, saya mah nggak mau diatur. Orang gila bisa diatur, masa saudara nggak mau diatur? Tiap langkahku diatur oleh Tuhan. Jadi kita tahu langkah kemana saja kita diatur oleh Tuhan. Apapun yang kita kerjakan diatur oleh Tuhan. Dan dengan cintaNya Dia sertaku. Apapun persoalan kita - ini shalom. Apa saya bisa diberkati, oom? Eh siapa bilang, Tuhan senang melihat prosperity dari umatNya, dari hambaNya. Tuhan senang. Ketika saya dapat ayat ini, ayat ke 27 ini. Orang lain diberkati, senang. 

Yang kedua, prosperity itu juga berarti bukan hanya shalom tapi juga pilihan. Banyak pendeta-pendeta kalau habis khotbah saya, dimana-mana, selalu nanya saya begini: dulu bapak sekolah tingginya dimana? Bapak sekolah Alkitabnya dimana? Sekolah tingginya dimana? Apa pernah sekolah di luar negeri? Saya mah lulusan SMA. Dan lulusan tahun yang saya punya lulus SMA saya tahun 67 itu adalah SMA yang paling semrawut, karena dari satu tahun itu, saudaraku, belajarnya tiga bulan, sembilan bulannya demonstrasi. 

Nah, saya tidak bisa ikut demonstrasi karena sekolah-sekolah itu, siswa-siswa sekolah bilang: ganyang Soekarno. Soekarno presiden saya. Ini, maaf bicara, ganyang Cina. Lha, mama saya Tionghoa. Seperti nanti Mr.Bean, saudara. Datang ke rumah ada mama saya, diganyang. Lho masa iya? Mama saya sendiri. Jadi saya nggak sekolah. Dari rumah bawa buku, pa pergi, ma pergi. Tukang layangan. Sudah tiga bulan diabsen sama sekolah, kok ini nama Yohanes Awondatu ini tiga bulan nggak masuk sekolah, ini kenapa? Sudah kelas tiga SMA, mau menghadapi ujian. 

Dipanggillah papa saya. Saya nggak tahu papa saya dipanggil, pulang dari sekolah, kenapa? Tapi papa saya pinter. Ditanya sama kepala sekolah, kenapa Yohanes sudah tiga bulan nggak sekolah? Papa saya bilang, dari rumah dia pergi sekolah, bapak harus periksa kenapa sampai dia tidak sekolah. Karena saya tahu anak saya pandai sekolah. Saya nggak pernah tidak naik. Besok ujian, hari ini harus ngapalin. Wah, musti ngapalin. Tapi ngapalin-ngapalin, saya kan suka main band, saudara, masih kelas tiga SMA. Ngapalin-ngapalin, ada band Dislina main di pabrik genteng tedja, masih ada pabriknya, dulu. Ah, nonton-nonton. Nonton-nonton. Tapi sama saudara Adang ini dari Wisma Karya, Yohanes kita nonton band aja dulu, nanti kita belajar jam sepuluh malam. Oke, oke, karena satu kelas. Nonton band dulu, wah. Sandra Sanger waktu itu. Nggak tahunya kita sama Sandra Sanger berjuang sama-sama. Saya khotbah, dia nyanyi. Dulu kita nonton Sandra Sanger nyanyi. 

Begitulah saudaraku, sejarah, sekelumit sejarah. Saya tidak sekolah tinggi. Tapi kenapa bisa bahasa Inggris, bisa khotbah bahasa Inggris, bisa nyalin? Semua kemurahan Tuhan. Karena ada shalom itu, karena ada prosperity. Kenapa bisa keliling dunia? Kenapa bisa diundang khotbah di luar negeri? Kenapa diundang sampai di Jepang? Kenapa bisa diundang sampai di Australi? Nanti beberapa bulan lagi, saya diundang lagi ke Amerika, saudaraku, gereja besar. Lima kebaktian, undangan sudah dikirim melalui e-mail. Kenapa hanya lulusan SMA kok? Yang lain pendeta profesor, doktor, karburator kotor, bocor, dllajr, sdsb, dan sebagainya. Kenapa? Kalau saya punya shalom, saya punya semuanya. Kalau saya punya Tuhan, saya punya semuanya. Kalau saya punya Yesus Kristus, saya punya semuanya. Itu sebabnya, saudara-saudaraku, mari pada malam hari ini, kita merenungkan kembali itu kata prosperity. Jangan saudara ditipu Iblis. Lalu bilang, ah saya mah mungkin nggak bisa diberkati. Nggak! Tuhan senang melihat saudara diberkati! Nah, ini berhubungan dengan ayat 28: dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilanMu. Bahasa Inggris Thy righteousness. Righteousness ini kebenaran. 

Ternyata kelimpahan itu ada hubungannya dengan kebenaran. Saudara yang sudah dibenarkan. Tadi saya katakan, nggak ada seorangpun yang benar. Kita ini semuanya orang berdosa, menurut Roma pasal 3:10-23, tidak ada seorangpun yang benar. Tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan. Semua manusia sudah membawa dirinya sendiri. Semua sudah berdosa. Tidak ada. Roma 6:23, upah dosa, maut, tapi karunia Allah adalah hidup yang kekal didalam Yesus Kristus. Maka tadi nyanyi, Sungguh kubangga Bapa Punya Allah seperti Engkau. Benar. Kita musti bangga. Saya sudah saksikan tadi pagi, mungkin minggu lalu sudah saya saksikan juga, saya lupa. Tapi saya saksikan lagi. 

Dalam hidup saya ini hanya baru kejadian tiga kali. Pertama tiga tahun yang lalu, saya ditoko arloji. Datang seorang yang tinggi besar, duduk sebelah saya. Saya lagi lihat-lihat, teman saya itu buka toko arloji di Sogo. Orang ini duduk disebelah saya, dia jawil saya. Pak, tolong dong pilihkan arloji yang cocok buat saya, yang mana? Wah, aneh nih orang, saudara. Bukan dia yang milih, suruh saya pilih, kenal juga belum. Saya tunjuk aja Rolex yang emas, yang paling gede itu Rolex. Tuh pak, itu cocok. Coba-coba buka. Dia pakai. Cocok nggak? Cocok, pak. Bagus, memang saya tulus. Badannya gede, wuah, lebih tinggi dari saya. Cocok, pak, bener. Jadi, dia beli. Dipakai. Akhirnya dia jabat tangan saya. Terima kasih, ya pak, terima kasih. 

Begitu jabat tangan, saya dengar suara. Waduh, saya bilang pak, maaf nih, bapak akan pegang uang milyar-milyar nih. Dia mungkin anggap saya paranormal. Sebodo amat deh. Bapak akan pegang uang milyar-milyar, tapi bapak musti hati-hati nih jantung bapak. Kok, bapak bisa tahu saya? Saya baru operasi jantung kemarin. Yah, tapi hati-hati saja. Saya dengar suara kok, pak. Itu pertama kali. Dia punya staff, orangnya, mungkin pengawalnya, udah nggak sabar. Dari duduk sebelah sana dia lompat, dia tanya, bapak tahu nggak siapa ini? Saya bilang, saya nggak tahu. Ini Taufik Kiemas, suami Megawati. Oh, aduh maaf, saya bilang maaf. Maaf, maaf, pak. Selamat ketemu yah, pak. Saya juga anak Bung Karnolah, dulu, saya senang sama Bung Karno. Selamat, ini mantunya Bung Karno. Apa sekarang bapak Taufik Kiemas itu masih ingat sama saya? Saya nggak tahu. Karena saya katakan, saya pendeta di Cianjur. Karena dia pegang uang sudah bukan milyar rupiah lagi, sudah milyar dollar sekarang. 

Yang kedua di Gorontalo. KKR dijemput saya di bandara oleh ketua panitia, yaitu ketua PU, orang Menado. Duduk di mitsubishi kuda. Mungkin jaman dulu kita naik kuda tapi sekarang sudah jaman Jepang, mitsubishi kuda. Begitu saya duduk, suara itu datang lagi. Wah broer, saya bilang, ini ada suara ini. Broer akan dipakai Tuhan, pegang uang milyar-milyar. Memang broer, kita pegang uang milyar-milyar sekarang. Iya tapi uang itu uang pemerintah kan, PU. Iya, ya, memang uang pemerintah. Tapi nanti nih, nanti Tuhan bilang, uangnya uang broer pribadi. Oh Puji Tuhan. Asal broer setia ikut Tuhan. 

Nah, yang ketiga ini di Banyuwangi kemaren KKR. Anak kecil sepuluh tahun, saudara. Item. Nggak bercahaya begitu barangkali ada cahayanya disini, saudaraku. Atau kupingnya putih, hidungnya biru. Nggak! Item aja biasa. Naik sepeda, orang Jawa. Istrinya, mamanya dia, itu orang Madura dari muslim, terima Yesus. Diusir sama orang tuanya, nggak diaku anak lagi. Diusir dari Jember. Tapi dia tetep terima Yesus. Diberkati oleh Tuhan luar biasa. Dia punya kebun jeruk, dia punya kebun kelapa, wah diberkati Tuhan. Nah, pas saya datang dengan pendetanya, ini waktu hari siang. Anak itu baru pulang sekolah, naik sepeda. Jadi jabat tangan. Waktu jabat tangan sama ini anak, suara itu datang lagi. Tapi karena dia masih anak kecil, saya bilang aduh Tuhan, nggak saya sampaikan sama dia dah. Saya sampaikan sama orang tuanya. Ada suara tadi, ini anak akan pegang uang milyar-milyar. Tapi hati-hati, hati-hati, tolong dijaga. Waduh, ibunya sampai mau nangis. Jadi ada dua pendeta yang jadi saksi. Broer, dia bilang, ini anak sudah dari enam tahun, tujuh tahun, umur tujuh tahun sudah bawa perpuluhan. Ini anak sekolah minggu bawa perpuluhan, dari kecil. Tiga tahun lebih sudah bawa perpuluhan. Mamanya mulai menimpali, saya kasih uang sepuluh ribu buat jajan, nggak dipake-pake. Udah seminggu, masih ada duit? Ada. Kalau pulang sekolah bukan ngador kesana kemari, dia pulang, baca buku pelajaran, baca alkitab. Puji Tuhan. Maka saya bilang, titip ini anak. 

Nah, saya dari Surabaya, saudaraku, ke Banyuwangi itu enam jam. Disupirin oleh satu pembaca Kerajaan Allah, yah mungkin nggak pernah kirim sumbangan, akan tapi dengan ini dia bayar. Enam jam dia setir mobil pribadi, dia setir sendiri. Pulangnya jam delapan, dari Banyuwangi sampai di Surabaya setengah dua, tidur dirumah dia. Jam delapan, mulai dia setir sendiri. Dengar cerita ini. Dia ngomong: Broer, apa broer tidak dengar suara Tuhan untuk saya? Saya bilang, maaf broer, saya kalau dengar saya sampaikan sama broer. Tapi saya nggak dengar.

Walaupun demikian, walaupun saya tidak dengar terus-terusan, ayat ini memberi jaminan. Tuhan merindukan, senang melihat saudara diberkati. Tuhan bangga melihat anak-anakNya hidup didalam berkat Tuhan berkelimpahan. Haleluyah. Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilanMu, memuji-muji Engkau sepanjang hari. 

Aduh, saudara, Daud mah bedanya, dia mah memuji Tuhan sepanjang hari. Kita mah seminggu dua jam, seminggu satu jam kali. Bahkan kadang-kadang kita datang kebaktian, paaasssss......mau khotbah. Kita dari rumah waktu banyak bukan untuk memuji Tuhan, ngobrol dulu. Ngomong ngalor-ngidul dulu. Wah jam sudah menunjukkan jam tiga, bukannya mandi, setengah empat bukannya mandi, ngobrol dulu. Masih ada waktu, masih ada waktu, masih puji-pujian, masih nyanyian, masihlah kita nyanyi. Masih nyanyi dan nanti keburu, masih Ko Yoyo belum khotbah. Nanti sudah selesai dia, ayo kita dengar. Masih keburu, masih keburu. Bahkan kalau kita nyanyi, apalagi nyanyi kaya tadi kegerakan. Tadi lagu apa sih pake kegerakan? Allah mana seperti Allahku. Kita rasanya, nanaonan ieu teh nya? Tidak ada, tidak ada. Terus kita nggak mau nyanyi. 

Saya kasih kesaksian. Presiden Jimmy Carter itu guru sekolah minggu. Sebelum dia jadi presiden, dia gubernur. Sementara dia jadi gubernur, dia tetap ngajar sekolah minggu. Berhenti jadi gubernur, dia tetap ngajar sekolah minggu. Dia naik jadi presiden, sekali-sekali dia datang ke gerejanya, ngajar sekolah minggu. Turun dia dari presiden, dia tetap ngajar sekolah minggu. Jimmy Carter, presiden. Ari urang presiden naon? Mani ka hararese, naon make kikituan. Pura-pura kieu tah, lihat ke bawah, lihat yang nggak ada. Karena kita nggak mau kegerakan. 

Oh saudara, memuji-muji Engkau sepanjang hari, akan menyebut-nyebut kebenaranMu. Ini kita punya kebaktian ini, tidak memungkinkan, karena kursi kita terlalu rapat. Kalau nanti kita sudah beli yang di seberang, reuwas deuih, ah ieu mah. Reuwas, molohok. Enya bener, enya bener? Kalau saudara percaya kita beli yang di seberang. Apa aja dulu yang ada di seberang. Kalau kita sudah beli yang di seberang, haleluyah, puji Tuhan, nanti kita jaraknya kursi, saudara-saudara, kita masuk, kalau terlambat, tidak usah begini-begini. Tidak akan ganggu kaki orang. Nyanyi seperti orang Amerika. Orang Amerika umur 70 tahun, 60 tahun, bapak-bapak, nyanyinya begini, haleluyah. Coba urang kikituan, sanggul lalocotan kabeh. 

Kembali lagi, inilah memuji Tuhan dengan sukacita, karena apa? Ada hubungan dengan kebenaran. Aku ini orang dosa, aku ini orang terhukum, aku ini orang yang tidak baik, tapi sudah dibenarkan oleh Tuhan, maka aku mau memuji kepada Tuhan. Haleluyah. Baheula mah .........punya presiden Pak Harto, 32 tahun pan, sampai jadi sekarang balangsak begini kita. Bensin saja, saudaraku, mahal. Listrik saja digilir. Sudah, di pulau-pulau lain sudah digilir. Jawa tahun 2005, 2004, digilir. Saya lagi mikir, duh Tuhan kalau ini digilir, nanti kita kebaktian jam berapa nih? Jam berapa gilirannya? Dimana kita kebaktian? Kita beli diesel atau apa? Tapi kita harus kembali, sementara kita belum digilir, kita pakai kesempatan untuk memuji Tuhan. Aduh da kalau nyanyi teh, tepuk tangan ge meni hararese. Aya anu tepuk tangan teh aya anu lengket tanganna teh.

Saya tuh di sini main gitar, jadi saya tuh suka lihat jemaat, saudara. Kalau diundang di gereja lain saya duduk di atas mimbar, saya lihatin. Naha kunaon ieu teh aya lem-an ieu teh? Dulu di Cianjur ada satu gadis tepuk tangannya ..., saya curiga, jangan-jangan dia main mata sama orang lain. Saya lihat kesana, dia main mata sama siapa. Begitu lihat lagi dia, sudah rubah, kesebelah sana. Ternyata itu gaya saja. Di Semarang, saudaraku ada yang tepuk tangan begini, duduk paling depan. Gembalanya sudah tua, saya tanya, oom, saya bilang, oom, itu yang duduk di depan itu yang tepuk tangan begitu, kerjaannya apa? Oh itu guru yudo. Oh pantes, nangkis wae. Dulu kita, saya tidak sebut nama, kita punya tukang kue, saudaraku. Mungkin dia suka bikin itu kue onde atau onggol-onggol tepuk tangannya teh begini. Biasa bikin onde dan onggol-onggol, saudara-saudaraku, supaya bundar. Haleluyah.

Nah, dulu ini gereja sampai disini. Disebelah in rumah suka dipakai judi. Tapi ada satu tokoh judi sebelah bertobat terima Yesus, dia tepuk tangannya luar biasa. Bagaimanapun saudara bertepuk tangan, pokoknya bersorak kepada Tuhan. Karena ada hubungan antara saudara suka menyanyi tentang kebenaran Tuhan dengan prosperity ini. Tuhan itu senang, ingin lihat, bangga melihat umatNya diberkati tapi dari kita musti ada keinginan untuk membebaskan diri dalam memuji Tuhan. Sekianlah khotbah saya, saya harap saudara akan diberkati oleh Tuhan. Puji Tuhan. Haleluyah!

-- o -- 

Minggu, 21 April 2002  

YESUS DIURAPI SEBAGAI RAJA DARI SION

Selamat sore, selamat berbakti didalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mazmur

2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 
2:2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: 
2:3 "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!" 
2:4 Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. 
2:5 Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: 
2:6 "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" 
2:7. Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. 
2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. 
2:9 Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk." 
2:10. Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! 
2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 
2:12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

Mazmur 2 ini adalah mazmur tentang seorang Raja yang diurapi. Dengan biasa saja kita membaca, kita sudah tahu bahwa yang dimaksud adalah Yesus sendiri. Yesus diurapi sebagai Raja dari Sion dan dikatakan disana Dia diurapi oleh Tuhan. 

Tetapi kita mau belajar 3 hal dari Mazmur ini. Yang pertama-tama adalah pemimpin-pemimpin dunia, raja-raja dunia bermufakat melawan Tuhan dan yang diurapinya. Bahkan dalam ayat ke 3 :Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita! 

Saudara-saudara mungkin kita di kota Cianjur, kota kecil, kita kurang memperhatikan apa yang sedang terjadi di dunia. Di dunia ini sedang terjadi pemberontakan terhadap Tuhan. Beberapa tahun yang lalu sudah dibuat kloning domba, sekarang mereka sedang mempersiapkan kloning manusia. Bahkan Kompas tadi pagi menulis tentang  seekor kucing kloning sudah bisa. Jadi orang-orang di dunia, pembesar-pembesar di dunia sedang bermufakat melawan hukum Tuhan. 

Dulu presiden Ronald Reagan di Amerika harus minta ampun kepada Tuhan pada waktu Challenger meledak. Saudara tahu artinya Challenger adalah menantang. Nah, kalau orang yang menantang, namanya pesawat saja sudah menantang, kita bertanya siapa yang ditantang? Dan akhirnya pesawat itu meledak. Hampir ditanda-tangani satu tap, satu persetujuan presiden tetapi belum, bahwa mereka ingin membuat satu rekayasa genetika dari manusia. Orang Amerika sudah mempunya rekayasa genetik tinggal disetujui saja. Manusia yang akan diciptakan, manusia yang gen-nya itu tingginya 2 meter lebih. Dan mereka berkata betapa kuatnya tentara kami kalau tentara-tentara Amerika itu rata-rata 2 meter lebih. Betapa tingginya mereka lompat tinggi kalau atlit-atlitnya saja tingginya 2 meter lebih, betapa jauhnya dia melompat kalau lompatannya badannya saja atlitnya 2 meter lebih, betapa cepatnya lari ... kalau sekarang rata-rata 1.85-190, 2 meter lebih tetapi belum ada. Tetapi saya tidak akan bicara itu. Tapi ayat ini pertama disebut 'mengapa rusuh bangsa-bangsa'. Tambah modern dunia kita, tambah rusuh bangsa-bangsa. Tambah cepat perjalanan kita, tambah cepat saudaraku telepon kita ini, tambah rusuh bangsa-bangsa. 

Saya kasih ilustrasi. Kecepatan suara, saudara, itu lebih kurang 130 km/jam. Kecepatan suara. Kecepatan cahaya itu 300.000 km/jam. Jadi kalau cahaya senter kita ini, begitu senter nempel di tembok itu 300.000 km/jam. Tahukah saudara bahwa kalau kita telepon dengan satelit ke Amerika. Kalau saya berdiri disini dan saya telepon ini hallo melalui satelit, satelit memakai kecepatan cahaya. Jadi hallo saya kepada orang Amerika lebih dulu sampai daripada suara saya sampai kepada saudara yang duduk dibelakang. Karena ini kecepatan suara 130 km, kecepatan cahaya 300.000 km. Waktu saya bilang hallo orang Amerika lebih dulu dengar daripada saudara yang ada disini. Ini hanya ilustrasi saja.

Betapa cepatnya sekarang manusia. Betapa rekayasa-nya luar biasa. Sekarang orang melahirkan tidak usah melahirkan langsung, dengan operasi Caesar setiap kali melahirkan aman, tenteram, tenang. Betapa manusia ini sudah majunya luar biasa. Mobil sekarang saudaraku dilengkapi dengan satu televisi kecil yang bisa tahu dijalan mana yang macet, dijalan mana yang tidak macet. Itu diprogram.  Mungkin mobil itu nggak bisa kalau di Jakarta karena kalau di Jakarta mungkin semua jalan kelihatan macet. Tetapi begitu hebatnya manusia ini saudaraku ya begitu hebatnya. 

Di Korea dibikin obat yang luar biasa dari Ginseng anti-tua dan kita di Indonesia ada jamu awet-muda. Ingin mereka tidak mau saudaraku, menerima kenyataan usia kita bertambah. Tidak mau. Kita ingin merekayasa dan ini ... tetapi apa hasilnya? Ternyata datanglah kerusuhan bangsa-bangsa. Mengapa  suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia, raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat? Tanpa sadar sebetulnya mereka sedang melawan kepada Tuhan, melawan kepada sang Raja yang diurapi ini. Tetapi jawaban sudah terjadi saudara. 

Saya sudah katakan mungkin 2-3 tahun yang lalu bahwa nanti seluruh dunia akan melawan Israel. Seluruh dunia akan bersetuju melawan Israel. Dan nanti Israel sendiri akan dibela oleh Tuhan, menurut kitab nabi Zakharia. Mungkin waktu saya bicara 3-4 tahun yang lalu saudara tidak  percaya tetapi sekarang wakil PBB berkata : Memang Israel mengadakan pembantaian di Jenin. Seluruh dunia termasuk RRC mengutuk Israel. Seluruh dunia, suku-suku bangsa. Jadi yang dipersoalkan sekarang bukan bom yang bunuh diri, tetapi Israel yang membalas dendam, itu yang dipersoalkan.

Tapi itu semua sudah ditulis disini di dalam Alkitab. Itu sudah diceritakan bahwa mereka akan mengalami hal-hal sedemikian. Oke, kita tinggalkanlah raja-raja bangsa dengan segala kloning manusia, mereka mau mencoba melawan Tuhan, melawan saudaraku alam. Memangnya cuman Tuhan yang bisa bikin orang, saya juga bisa dengan kloning - umpamanya demikian seolah-olah berkata. Tetapi saya ingin mengajak saudara melihat bagian yang kedua dari Mazmur ini, yaitu ayat 6 mulai.

2:6 "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" 
2:7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. 
2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. 
2:9 Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk." 

Ini Allah bicara kepda sang 'Putera', yaitu Yesus, seolah-olah Dia berkata : Minta kepadaKu, Aku beri kepadaMu bangsa-bangsa. Haleluyah. Dan kita termasuk bangsa, bukan? 

Ada tiga bangsa besar sebetulnya, 3 akar bangsa besar : Sem, Ham dan Yafet - dari Nabi Nuh. 

Sem menurunkan orang kulit putih. Nabi Nuh bernubuat tentang anaknya : Engkau akan menguasai pesisir dan engkau akan menguasai pantai-pantai - engkau akan menjadi besar. Saudara boleh baca didalam kitab Kejadian. Dan itulah yang terjadi : Orang kulit putih menguasai pesisir, menguasai negara-negara besar, menguasai pantai, menguasai ekonomi dunia.  

Yafet menurunkan kulit kuning. Mereka yang bermata sipit berkulit kuning : Jepang, Vietnam, Chinese, pokoknya daerah-daerah Indocina berkulit kuning. Engkau akan menguasai ekonomi, katanya nabi Nuh. Dan engkau boleh tinggal dan akan tinggal ditempat Sem. Nah, kita lihat bagaimana banyak pengungsi kulit kuning pergi ke Amerika pergi ke Eropa. Kita tidak pernah lihat ada orang Amerika ada orang Eropa mengungsi atau pergi ke RRC mau jadi penduduk. Tidak ada, kita jarang dengar. Tapi orang Tionghoa, orang Jepang, orang bermata sipit berkulit kuning banyak pergi ke Australia, sampai di Australia mereka disebut 'bahaya kuning' sejak tahun 1960 sampai di Amerika. Tapi itu sudah ditulis. Orang kulit putih tidak bisa tolak bahwa Yafet akan tinggal ditanah dari Sem, orang kulit putih.

Bangsa yang ketiga adalah Ham, orang kulit hitam. Karena mereka saudaraku, orang Ham ini, melihat ketelanjangan nabi Nuh, maka dihukum : Engkau akan menjadi bangsa budak. Biarpun dia juara tinju, tapi dia diperbudak oleh uang - yang dapat uang orang lain. Dia hanya jadi petinju saja, diperbudak. Bangsa-bangsa Afrika, orang-orang kulit hitam. Oke. 

Pertanyaan kita sekarang, kalau kita ini sawo matang ini masuk kemana, dari 3 bangsa utama ini? Kita ini masuk kemana? Nah, saudaraku, inilah yang dituntut oleh Yesus kepada Bapa. Minta kepada Ku, Aku akan memberi kepadaMu bangsa-bangsa. 

Mari kita buka 1 Petrus 2 ya, sang Raja itu meminta kepada Bapa dan Dia mengakui sendiri sekarang haleluyah siapakah kita ini identitasnya seperti apa. 1 Petrus

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. 

Setelah jaman Yesus saudaraku, tidak ada lagi kulit, tidak ada lagi kulit kuning, tidak ada lagi kulit hitam, tidak ada lagi kulit coklat, tidak ada lagi sawo matang, tidak - tetapi satu bangsa yang dipilih. Amin saudara? Ini yang diminta oleh Yesus kepada Bapa karena Bapa berkata: Mintalah kepadaKu, Aku akan memberi kepada-Mu bangsa-bangsa. Dan sekarang dikatakan dengan jelas kamulah bangsa yang terpilih. Maka jangan merendahkan posisi saudara sekalian. Saudara adalah bangsa yang istimewa. Tidak boleh kita mempunyai rasa minder. Kita adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani.

Mungkin saudara bingung apa itu artinya rajani dan imamat yang rajani. Begini saudara. Imam itu tidak bisa jadi raja, sebaliknya raja tidak bisa jadi imam. Boleh baca dalam Perjanjian Lama ada raja Daud ada imam Abyatar, ada Raja Salomo ada imam Zadok, dan macam-macam ini. Imam tidak bisa jadi raja, raja tidak bisa jadi imam. Kerjanya sendiri-sendiri. Tetapi Yesus saudaraku, yang kita kenal melalui imam Melkisedek, Dia adalah Imam Allah Ta'ala dan Dia Raja Salem.  Yesus disebut Raja, Yesus juga disebut Imam Besar. Sekarang, itu pangkat diberikan kepada kita. Kita juga adalah imamat-imamat, imam tetapi sekaligus yang rajani, yang mempunyai kerajaan, yang menjadi raja.

Mari saya akan kasih pengertian apa artinya imamat yang rajani. Apa artinya kita bangsa yang besar saudara. Jangan saudara berkata : Ah, saya hanya ibu rumah tangga yang sederhana, saya hanya bapa rumah tangga sederhana, saya punya pekerjaan yang sederhana. Tidak - anda adalah bangsa yang istimewa. Saudara adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani - imam tetapi juga bisa jadi raja, raja tapi  juga bisa jadi imam. Mari kita lihat pekerjaannya. Imam itu pekerjaannya sembahyang. Berdoa. Dia berdiri antara Allah dan manusia. Dengan umat. Kalau umat ada salah, imam berdoa sama Tuhan. Tuhan ini umat ada salah, minta ampun. Tuhan berfirman : Mereka diampuni. Lalu imam ini berkata kepada umat : Dosamu sudah diampuni. Begitu. Jadi imam ini menjadi juru syafaat - ingat itu. 

Tetapi aneh didalam Yesus saudara bukan hanya imam, tapi juga raja. Apa pekerjaan raja? Memerintah. Ini begitu jelas diajarkan didalam suratan Roma pasal 5. Tapi nanti kita akan studi akan sampai kesana. Raja ini memerintah. Artinya apa? Kalau datang saudaraku problema pekerjaan, kalau datang godaan, kalau datang kesusahan, kalau datang sakit penyakit - kita memakai hak kita sebagai raja. Kita perintahkan segala godaan demi nama Yesus, engkau pergi keluar tinggalkan aku. Kalau rumah tangga kita tidak ada damai, kita berdiri diatas rajani ini dan berkata : Demi nama Yesus, aku tolak segala ketidak-beresan dalam rumah tangga, aku terima semua damai sejahtera dari Tuhan. 

Jadi saudaraku sebagai raja, saudaraku sebagai imam. Ada waktunya saudara berdoa sebagai juru syafaat - mendoakan suami, mendoakan istri, mendoakan anak, mendoakan keluarga, mendoakan ayah, mendoakan orang lain, mendoakan tetangga, famili keluarga - supaya mereka kenal Yesus. Itu imam. 

Tetapi kita juga bisa memerintah sebagai raja. Ini hak saudara. Kenapa sih saya sampai istimewa begitu? Kan bangsa yang terpilih. Chosen people. Masyarakat yang terpilih, yang luar biasa. Bukan biasa-biasa tapi luar biasa. Bangsa yang terpilih. Beras Cianjur macam-macam. Saya tidak tahu terlalu banyak, tetapi ada slip A, slip B, barangkali ada slip C saya tidak tahu. Ada jitai, ada santai. Kalau pecah 2 katanya jitai, kalau pecah nya sampai 3 santai. Kalau pecahnya sampai empat kwe tiauw. Saya tidak tahu saudaraku. Tapi saya pernah melihat di satu anak Tuhan punya perusahaan beras bagaiamana itu beras dipilih. Oleh tangan, saudara. Yang pecah kekanan, yang bundar persis bagus itu kepala kekiri. Harganyapun lebih mahal. Terpilih. Umat yang dipilih adalah umat yang terpilih. Haleluyah. Saya tidak ada waktu untuk buka Alkitab tapi saya ada waktu untuk cerita. 

Satu kali Gideon dikelilingi oleh banyak musuh tentara. Takut Gideon dan nangis: Tuhan, beri kepada kami tentara, Tuhan. Sama seperti sekarang, kalau orang Israel perang. Sama. Lalu Gideon datang kepada bangsa, dia kumpulkan bala tentara yang mau ikut perang sama dia. Terkumpullah 32.000. Jadi dia bilang sama Tuhan: Tuhan, saya punya tentara 'cuma' 32.000. Sedangkan musuh diatas 100.000. Kami kekurangan bala tentara. Kaget dia waktu Tuhan bilang: Justru tentara mu terlalu banyak. Coba tanya sama mereka: Yang takut-takut itu pulang saja. Pulang. Jadi terpaksa Gideon nanya: Siapa yang takut perang pulang. Pulang 22.000 tentara. Tinggal 10.000. Dia mewek. Aduh Tuhan, tentara saya tinggal 10.000. 10% melawan musuh. Apa kata Tuhan? Masih terlalu banyak. Tes lagi di satu sungai. Suruh mereka minum dipinggir sungai. Siapa yang minum seperti anjing - out, tapi siapa yang minum ambil dengan telapak tangan minum - itu terima. Dipilih saudara. Ternyata 300 orang saja dari 32.000 - tidak sampai 1%. Bayangkan dari jemaat ini kalau tidak sampai 1% yang terpilih. Bayangkan saudara. Ini 32.000, cuma 300 orang. Jadi Gideon bilang: Aduh, bagaimana dengan 300 orang? Itu urusan-Ku perang.

Saudara-saudara jangan takut. Urusan perang urusan Tuhan. Amin saudara-saudara? Kita nggak usah jadi kepoh, kita nggak usah saudaraku jadi repot karena kalau Tuhan berperang ganti kita, siapa lawan kita? Aneh saudara, disuruh bawa obor ambil pake buli-buli. Buli-buli itu tempat air. Buli-buli suruh tutup obor itu. Itu tentara-tentara musuh lagi tidur, suruh kurung dengan segitiga : 100 orang kesini, 100 orang kesana, 100 orang kesini - nggak boleh pake tombak. Itu saja buli-buli lalu pake terompet. Sangkakala. Jadi kalau sudah perintah diberikan, katanya pecahkan buli-buli, lalu tiup sangkakala. Terus saja mengelilingi begitu. Malam-malam tidur jam 1 jam 2 malam, tentara lagi cape pada tidur ngorok saudara, tentara Gideon sudah siap dengan obor tapi ditutup dengan buli-buli. Begitu komandan siap : Oke kerjakan,  dipecahkan ini, nyala itu obor dan tiup sangkakala Gideon. Itu tentara yang lagi tidur saudaraku kelihatan seperti tentara besar karena obor menyala banyak dan itu nafiri seperti tentara besar, mereka saling bunuh. Akhirnya mendapat kemenangan.  

Lihat, Tuhan mah nggak pake mayoritas. Tuhan pake pilihan. Maka ada satu ayat yang berkata: Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Cuma istilah panggilan dan pilihan saudaraku sudah lain. Coba kalau saudara ibu-ibu atau gadis-gadis disini mengikuti satu acara kecantikan disebut: Wah, dia ini wanita pilihan - bangga. Tapi kalau disebut: Wah, dia ini wanita panggilan - wah, tidak baik saudara. Jadi antara pilihan dan panggilan saja istilahnya sudah lain. Saudara adalah bangsa yang terpilih. Ada haleluyah saudara? Engkau harus bersyukur kepada Tuhan kita, bukan hanya terpanggil kita, kita terpilih imamat imam yang berdoa dan rajani raja yang memerintah. Nah, disini saudaraku. Bangsa yang kudus. Bangsa yang kudus. Kalau sebagai orang kristen kita tidak mengerti kekudusan atau lebih tepat kalau saya ngomong: Tarik kekudusan dari kekristenan maka kekristenan bukan lagi kekristenan.  Kita harus belajar lebih cepat lebih bagus tentang kekudusan hidup. 

Ada satu ayat didalam Mazmur yang berbunyi begini: Bodohlah orang-orang yang berkata tidak ada Allah. Saya ulangi. Itu ayat bilang begini: Bodohlah orang-orang yang berkata: Tidak ada Allah! Dan akan kita bilang Amin. Benar ya, bodoh orang itu kalau ngomong tidak ada Allah, kita percaya Allah ada, kok. Tuhan itu ada. Amin saudara? Saudara percaya Tuhan ada? Tetapi saudaraku, ayat itu bisa berkembang. Karena orang bisa bicara Tuhan tidak ada itu, bisa dengan perkataan tapi bisa juga dengan tindakan. Dia ngomong: Saya percya Allah ada tapi tindakan dia, perbuatan dia seolah-olah Tuhan itu tidak ada. Saya bukan kung cang tang, saya bukan atheis, saya bukan komunis - saya percaya Tuhan itu ada. Iya, tapi tindakan kita, kelakuan kita - seperti seolah-olah berkata Tuhan tidak ada. 

Contohnya, dengan kita masih berdosa. Masih nyeleweng dalam hidup. Itu seolah-olah kita mengatakan: Ah, Tuhan tidak lihat ini. Tuhan tidak ada. Tapi kalau minggu kita kebakitan tapi dari Senin sampai Sabtu dalam  tindakan sehari-harilah inilah kita berbuat seolah-olah Tuhan tidak ada. Maka anda harus tahu bahwa anda bukan hanya bangsa yang terpilih, anda juga bangsa yang kudus. Dan kalau saya bilang kudus menurut Roma 3 siapa sih yang bener didunia ini, siapa yang tidak ada salah - semua kita berdosa. Tetapi setelah kita didalam Yesus, kita dikuduskan, kita diampuni, kita dijadikan kudus. Bukan kita yang bikin kudus, bukan, kita yang dikuduskan. 

Maaf, seperti dicelup. Kita ini putih tetapi didalam Tuhan dibikin biru. Begini dicelup. Dasarnya itu putih tetapi didalam Tuhan dibikin dicelup biru. Dasarnya kita salah orang berdosa tetapi setelah kita terima Yesus, dicelup kepada darah Yesus, kita menjadi orang yang sudah ditebus, kita yang dikuduskan, kita yang sudah suci, yang sudah kudus.  

Nah, marilah kita bertindak, marilah kita berbuat sebagai orang-orang kudus. Bukannya artinya kalau belanja ke pasar kita musti begini terus ... Lalu jalan tidak napak ke jalan. Diatas kita ada cahaya ... aduh si aci eta mah, cek tukang  tahu, lamun balanja ka pasar teh, eta diluhur sirahna ge aya cahaya. Reungit lewat ge paeh. Sabaraha daging teh sakilona mang? Cing sakilo meser.  Aduh, orang suci eta mah, orang kudus. Kusaya dibere sakilo sa ons ge ... Langkung teuing sa ons eta mang, saya mah orang kudus, hebat. Bukan itu. Kita hidup biasa, manusia normal, kita jual beli biasa. Tetapi tindakan kita, omongan kita, karakter kita harus menggambarkan kita ini orang yang kudus. Karena Tuhan itu ada dan bukan lagi di Surga - peribahasa orang Cianjur - Tuhan itu sekarang ada diatas genteng. Apa yang kita lakukan, apa yang kita perbuat - langsung kontan dibayar. 

Siapa berbesar hati dengarlah bahwa sebetulnya problem yang kita hadapi, itu karena kelakuan kita. Saya dari tadi pagi tidak bisa bangun karena sakit. Saya mulai mikir kenapa saya sakit? Terlalu cape. Di Jakarta - Cianjur, Cianjur - Bandung, kadang-kadang baju habis khotbah tidak ganti. Saya ingat di Bandung saya khotbah setelah khotbah di hotel diajak makan sama teman tidak ganti lagi baju. Keringat semua. Apapun persoalan saudara, problem kita - kalau kita berbesar hati, itu karena kita kok. Karena salah kita. Aduh, saya ditipu sama dia. Karena salah kita mau ditipu. Tidak hati-hati. Kalau gitu siapa yang bisa mengatasi? Kita. Tuhan mah TanganNya terbuka Menunggulah. Dia mah menunggu. Tapi yang harus pulang ke rumah itu anak terhilang, dia yang harus pulang. Dia yang harus kembali, bukan bapa dari rumah bawa-bawa baju baru : Mana anakku, aku mau kasih baru. Tidak. Dia tunggu. Tangannya terbuka Menunggulah. Kita yang harus pulang. Kita yang harus kembali. 

Hamba-hamba Tuhan sekarang sudah banyak yang sudah meninggal, saudara-saudara. Pdt Jerry Batubara umur 53 tahun meninggal. Kurang olahraga? Justru dia meninggal setelah olah raga. Sehat apa kurus kering? Nggak, justru dia kesehatan terlalu ... 105 kg badannya. Bayangkan, saya cuma 83 berat badan saya. Tinggi saya lebih tinggi 1-2 cm dari dia. Pdt Yan Londah dari Blora meninggal. Itu semua teman seperjuangan. Pdt Akai dari Cibeber meninggal umur 65 tahun. Anaknya ada disini, jadi Tuhan sudah siapkan. Tapi kan lama-lama kalau yang meninggal-meninggal terus ... Yang di Cikembar meninggal ... kan itu yang meninggal-meninggal itu kan antri saudara. Apa nggak bakal sampe ke saya? Sampe.

Nanti satu kali ada di koran Kompas: Telah meninggal gembala kami yang kami kasihi Pdt JE Awondatu - mikir nggak kesitu. Siapa kira-kira ganti saya? Mikir nggak kesana? Saya nggak khotbah minggu pagi saja sudah ... Mikir nggak? Orang Jakarta sudah mikir, aduh, kalau Pak Awondatu meninggal gimana ya? Itu akan datang sama kita. Nah, kalau bagi saya pribadi saya musti  jaga diri. Jaga diri dalam hal saya musti menjaga kekudusan, menjaga kesucian - supaya kalau saya dipangil : Hei Awondatu, check out. Check out dari dunia, check in ke Surga - saya itu sudah bener. 

Aku ini bangsa yang terpilih, imamat yang rajani dan bangsa yang kudus. Ada haleluya saudara? Maka mulai hari ini mari kita belajar supaya hidup kita ini benar-benar kudus. Jangan jauh-jauh dah - sama istri dulu. Sama suami dulu. Sayangi istri, bukan artinya saudara pulang dari gereja aduh, istri teh hayo we diusapan terus. Kenapa ini teh kamu teh kenapa? Nggak tahu, tuh pak Awondatu bilang kita harus sayang istri. Oh, bukan itu. Itu mah yang luar. Maksudnya jangan menyakiti hatinya - baik dengan perkataan maupun tindakan. Jangan sampe istri kita sudah tahu dia darah tinggi, kita bikin dia darahnya lebih tinggi lagi. Jangan. Kasihani, kasihi sayang sama dia.  Sebab kalau istri saudara ... itulah kepercayaan Tuhan satu-satunya dimana kita harus berkarya, mengatakan Tuhan, saya itu cinta kepadaMu - dengan memperlihatkan tuh Tuhan saya juga mengasihi istri saya. Itu sebagai bukti saya itu mengasihi Tuhan. 

Sebagai istri, saya melayani suami dengan baik, tunduk sama suami. Biar saya lulusan fakultas dia cuma pikul tas, saya ini sarjana suami saya cuma sarjono - tapi tetap saya ini mau tunduk sama suami. Kita mengasihi sama suami tunduk sayang-sayang, ya, karena pak Awondatu bilang suami mati duluan, jadi kita harus sayang-sayang sama suami, mengasihi dengan sepenuh - sebagaimana kita itu mengasihi Tuhan. Tuhan, saya mengasihi Engkau. Mana buktinya? Aku mengasihi suami. Tuhan aku mengasihi Engkau. Mana buktinya? Saya mengasihi anak-anak saya. Tuhan, saya mengasihi Engkau? Mana buktinya? Saya sayang sama papa sama mama. Jangan jauh-jauh dulu. Tiap bulan  Desember waduh kita nungguan-nungguan. Nungguan naon? Sinterklas. Terlalu jauh. Mari kita dalam hidup sehari hari saja kekudusan ini. Belanja jangan ngalibur. Didieu mah euweuh nu ngalibur. Liburan mah osok. Tapi ngalibur mah tara. Tapi jangan sampai begitu. Haleluyah.

Berikut. Umat kepunyaan Allah sendiri. Saudara teh milik siapa sih? Kita teh milik siapa? FT bilang umat kepunyaan Allah sendiri. Guru gitar saya, bpk Edi Karamoy, sudah meninggal. Tapi yang saya ingat dari dia selalu dia main lagu di gitar ... saya bisa kuasai apa yang dia ajarkan ... S'karang ku milik Yesus, Yesus pun milikku Bukan untuk sementara Tapi buat s'lamanya. Itu cuma 4 kalimat. 

Kita ini milik Tuhan, amin saudara? Kalau kita milik Tuhan, ini badan badannya Tuhan, kita semua hidup Tuhan punya, marilah kita menghormati Dia - dengan menjaga hidup kita baik-baik. Haleluyah. Kepunyaan Allah sendiri supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Nah, ini saya mulai melihat lagi jemaat kita sedang mulai lupa bersaksi. Bersaksi bukan hanya di gereja, bersaksi dalam hidup sehari-hari kita mau jadi kesaksian.              

Saksi, kalau saya orangnya yang bersaksi. Saya nih orangnya yang sedang mau bersaksi - itu dipakai kata 'martus'. Dan arti dari martus adalah sahid. Jadi seorang yang bersaksi kepada manusia tentang Tuhan, dia seolah-olah menjadi sahid. Sahidnya Tuhan. Dia mati hidupnya untuk Tuhan. Dia menjadi martus. Kesaksiannya marturia. Bahannya marturion. Jadi di gereja kita musti bersaksi, hidup sehari-hari juga kita bisa bersaksi. Ah, saya mah nggak mau di gereja bersaksi mah, saya mah dalam hidup sehari-hari. Iya, tapi lebih bagus juga saudaraku adalah di gereja juga kita bersaksi. Ada yang dengan perbuatan, ada yang dengan perkataan. 

Saya mau kasih contoh yang dengan perbuatan. Kalau saya lihat satu rumah, masuk saya didapurnya, bersih dapurnya teh. Aduh bersih dapur teh. Mi pikabeutaheun, bersih pisan dapur teh. Tidak ada bekas makanan, tidak ada semut, tidak ada piring kotor belum dicuci. Semuanya sudah bersih, saya sudah tahu ini pemilik rumah atau siapapun dia yang ngerjakan ini - itu orang yang bersih  - dia bersaksi dia itu bersih. Tapi kalau saya masuk ke dapur, saudaraku, waduh piring kotor dimana-mana, bekas makan dimana-mana tidak dicuci, semut dimana-mana begitu saya lewat, tikus si monyong itu lewat juga, saudara. Wah, saudaraku saya tahu ini tidak usah dia ngomong, saya tahu ini, begitu joroknya keluarga ini  - karena dia sudah bersaksi melalui dapurnya yang kotor. 

Dulu saya masuk di WC nya oom Rompas di Sukabumi. Ada tulisan 'Tinggalkanlah WC ini sama seperti anda ingin melihat waktu memasukinya'. Kita teh mau masuk WC teh pengen bersih heunteu bau, bersih semua. Oke, tapi tinggalin dong WC itu juga seperti kita waktu masuknya. Apalagi kalau saudara baru makan pete dirumah ... Kita harus bersaksi dengan tindakan, baru nanti dengan perkataan. Dan kalau saudara bersaksi, bersaksilah intinya saja. Isinya saja. 

Kalau saudara naik becak ketabrak mobil. Mobil rusak, becak rusak, saudara tidak apa-apa, bersaksilah itu : Saudara-saudara, kemarin saya ditabrak mobil. Becak rusak, mobil rusak tapi Puji Tuhan, saya tidak ada apa-apa seperti saudara lihat sekarang, saya tidak apa-apa. Haleluyah. Amin. Sudah. Jangan saudara : Kemarin kira-kira jam 4 sore, saya keluar dari rumah dan saya melihat kekiri dan ke kanan, lalu saya melihat ada becak apa tidak. Kemudian muncullah becak dengan tulisan 'Tunas Mekar'. Lalu saya panggil becak, becak, coba bawa saya. Lalu becak itu datang. Mau kemana, pak? Mau keliling-keliling kota? Lalu saya naik becak itu. Baru saja kira-kira 113 meter kami jalan, ada mobil merk mitsubishi kuda menabrak saya. Pada waktu itu, saya bilang karena saya pantekosta, saya bilang  'Darah Yesus'. Lalu mitsubishi kuda rusak berat, puji Tuhan, tapi saya tidak apa-apa - itu terlalu panjang saudara-saudara. Karena jemaat sudah bingung dengan mitsubishi kuda.

Ceritalah bahwa saudara kena tabrak tapi tidak apa-apa. Ada haleluyah? Bersaksilah intinya dan jangan gugup. Memang ini mimbar kesaksian ini saudaraku polos. Nggak ada yang menutup kaki. Kalau ini kan ada yang menutup kaki. Jadi kalau saudara-saudara gemetar kelihatan. Haleluyah. Tenang saja saudara tenang. Dan jangan lihat muka orang kalau bersaksi. Lihat saja atas kepala orang kalau bersaksi. Nanti kalau saudara lihat muka orang ada yang ngajeubean  ... cilaka nanti.

Jadi kembali lagi kepada FA. Bersaksi apa intinya saja, ya. Dan jangan gugup. Kembali. Yang memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Kamu yang dulu bukan umat Allah tetapi yang sekarang menjadi umat, yang dulu tidak dikasihani tapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Saya mau berhenti disini sebagai akhir dari renungan kita. 

Coba kita kembali juga ke Mazmur 2. Kita baca dulu yang di Petrus ini. Tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Kembali Mazmur

2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 
2:12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

Antara belas kasihan dan perlindungan. Saya ingin memperkenalkan Yesus saya sekarang kepada saudara - Yesus yang berbelas kasihan. Mungkin saya belum pernah khotbah ini, belum pernah ngomong ini, tetapi saudara saya musti bicara seringkali kita belum mengerti yang seharusnya - seperti apa Yesus kita ini? Petrus bilang Dia berbelas kasihan - sayang dia sama kita. Ada ayat yang lain berbunyi panjang sabar, amin? Tapi Mazmur tadi berkata beribadahlah dengan takut karena Dia cepat tersingggung, Dia cepat marah. Supaya Ia jangan murka kamu binasa dijalan sebab mudah sekali murkaNya menyala. 

Disatu pihak Dia berbelas kasihan, disatu pihak Dia murkaNya menyala itu cepat sekali. Nah, saudara tidak boleh kenal Tuhan sebelah-sebelah. Oh, Tuhan saya ini keras. Tidak bisa. Saudara musti kenal juga Dia sebagai orang berbelas kasihan. Kita tidak boleh bilang Allah kita itu kasih adanya tok, tidak bisa. Kita harus tahu juga Allah kita ini tegas. Nah, satu-satunya jalan untuk kita mengerti ini, ayat terakhir dari Mazmur: Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!  

Kata berlindung, saudaraku, berlindung ... nyalindung ... berlindung. Dulu kalau saya dipukul sama papa pakai rotan, saya selalu berlindung sama mama. Lari sama mama berdiri dibelakang dia. Sudah ... sudah ... sudah. Mama yang ribut sama papa. Jangan terlalu keras sama anak ... ya sudah. Saya berlindung sama dia. Padahal dia ayah saya juga, saya berlindung sama mama. 

Nah, saudaraku, kita mempunyai Tuhan yang sangat berbelas kasihan kepada kita. Tapi seringkali kita tidak berlindung kepada Dia. Kita tidak pakai fasilitas yang Tuhan berikan,berlindung pada Tuhan. Sembunyi artinya berlindung disini. Pasrah. Percaya sama Tuhan. Serahkan kuatir saudara sama Dia, berlindung. Biar Dia yang menghadapi, kita berlindung, kita tidak bikin apa-apa. Seperti saya berdiri dibelakang ibu saya, tidak bisa bikin apa-apa lagi saya, ibu saya yang bilang : Sudah ... sudah ...sudah ... pa, sudah ... cukup. Berlindung! 

Pada bapa-bapa dan ibu-ibu yang sedang menghadapi problem persoalan yang rasanya tidak ada jawaban - berlindung sama Tuhan. Pada kaum muda remaja yang tidak tahu harus berbuat apa dihari-hari ini - berlindung kepada Tuhan. Karena apa? Berbahagia orang yang berlindung kepada Tuhan. Orang yang datang kebaktian belum tentu dia berlindung sama Tuhan. Tapi orang yang mau berlindung sama Tuhan, dia pasti akan datang kebaktian. Dia pasti datang untuk mencari perlindungan dari Tuhan. Berlindunglah kepada Tuhan supaya Dia tidak marah, supaya Dia tidak murka. 

Saya mau tutup dengan satu ilustrasi. Waktu Allah marah sama Israel dalam Keluaran 32. Allah bilang: Silahkan kamu pergi, Israel silahkan pergi, jalan. Silahkan. Kamu akan selamat sampai ditanah perjanjian tapi jalan , silahkan, tapi Aku tidak mau bersama dengan kamu, kata Tuhan. 

Nabi Musa, dia bilang begini: Tuhan, kalau Engkau tidak bersama dengan kami, saya tidak mau pergi. Apa artinya perjalanan ini tanpa Tuhan. Apa artinya tanah perjanjian tanpa Tuhan. Apa artinya sukses berhasil tanpa Tuhan. Mari Tuhan bersama dengan saya, bersama dengan umat Israel. Aku akan bunuh ini semua orang Israel yang keras tengkuk ini. Kata nabi Musa begini: Kalau Tuhan bunuh semua umat Israel, nanti apa kata orang lain, seolah-olah Tuhan tidak bisa mengatasi umatNya sendiri. 

Dalam Yohanes 6:67 Yesus berkata sama Petrus: Kamu mau pergi juga meninggalkan Aku? Karena Yohanes 6:66 banyak murid meninggalkan Yesus. Yesus bilang sama murid-Nya: Apakah kamu tidak akan meningggalkan Aku juga? Petrus bilang: Kepada siapa kami harus pergi? Hanya Engkau yang mempunyai perkataan hidup yang kekal. 

Saudara, dimana didunia ini ada perlindungan yang seperti Tuhan? Tidak ada saudara! Hanya didalam Tuhan ada perlindungan. Hanya didalam Yesus ada perlindungan. Maka Firman ini berkata: Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya. Saudara bangsa yang terpilih. Saudara umat yang kudus. Tuhan sayang kepada saudara. Tapi mari kita berlari dan berlindung kepada Dia,  supaya kita lebih disayang lagi oleh Tuhan. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Minggu, 28 April 2002  

MENANTI-NANTIKAN TUHAN

Seperti saudara tahu, hari ini adalah minggu yang terakhir bagi semua siswa-siswi ada ditengah-tengah kita. Nanti hari Kamis tgl 2, jam 10 ada kebaktian perpisahan dengan mereka. Saya melihat wajah mereka sudah bersinar bercahaya-cahaya karena sudah lewat puasa 3 hari 3 malam, sudah lewat banyak problem dan sekarang mereka akan berpisah dari kita. Nanti wakil dari mereka akan memberikan satu dua patah kata untuk kita sekalian. 

Yesaya 

40:27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" 
40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 
40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Haleluyah. Puji Tuhan. Ini adalah pesan yang penuh dengan berkat dari FT sore hari ini. Pesan yang dari Tuhan yang mempunyai kerinduan supaya anak-anak-Nya mendapatkan berkat yang luar biasa. Ayat 27 dimulai dengan kata Yakub. Dalam sekitaran 10 pasal saja kata Yakub disebut sampai 40 kali. Supaya saudara tahu Yakub ini nama sebelum dirubah jadi Israel. Arti dari nama Yakub adalah pendaya atau penipu. Kalau saudara baca ayat 27 disana dikatakan mengapa engkau berkata demikian, hai Yakub dan berkata begini, hai Israel. Tuhan tidak berbicara kepada 2 kelompok manusia. Dia berbicara kepada kelompok yang sama. Seolah-olah Tuhan menyindir begini: Kenapa sih kamu ini tetap jadi Yakub padahal Aku sudah rubah kamu jadi Israel? 

Ini kembali kepada kejadian didalam kitab Kejadian waktu Yakub menipu koko nya Esau sampai Esau menjual hak kesulungannya ditukar dengan sup kacang merah. Emang sop kacang merah ini saudaraku luar biasa, ya - sampai hak kesulungan saja dijual. Dikejarlah Yakub oleh kakaknya, mau dibunuh. Yakub berpindah ke satu tempat, lari ketempat yang lain. Asalnya dia menipu, sekarang dia ditipu terus sampai dia pindah kesana kemari 7 tahun, 14 tahun, sampai satu kali dia berdoa di sungai Yabok, sekarang di Yordania, berdoa berdua saja dengan malaikat Tuhan. Semalam-malaman dia berdoa - belum pernah ada yang berdoa semalam suntuk seperti Yakub, yaitu dia bergumul dengan malaikat Tuhan. Dia minta dia diberkati. Malaikat Tuhan berkata kamu sudah bertindak seperti anak raja. Kenapa kamu perlu berkat lagi. Aku tidak akan lepaskan kamu sebelum engkau memberkati aku.

Lihat fajar sudah menyingsing, katanya dari malaikat itu, aku harus kembali ke Surga, lepaskan aku. Aku tidak akan lepaskan sebelum engkau memberkatiku. Sebetulnya malaikat ini bisa saja mengalahkan Yakub karena dipatahkan paha kakinya sampai dia jadi pincang tidak bisa lari lagi. Tapi malaikat ini berkata : Aku memberkati engkau. Namamu bukan lagi Yakub tetapi Israel. Sejak itu nama Yakub hilang dari peredaran digantilah menjadi Israel terus punya anak 12 dsb sampai sekarang keturunannya disebut orang Israel. 

Tetapi dalam Yesaya ini Tuhan seolah-olah menyindir: Kenapa sih kamu masih berkata seperti ini, seperti Yakub padahal kamu sudah mempunyai nama Israel, mengapa engkau berkata demikian, hai Yakub dan berkata begini hai Israel? Ngomongnya itu negatif terus, ngomongnya itu begini: Hidupku tersembunyi dari TUHAN. Bahasa saya Cianjuran: Tuhan nggak perhatikan saya, gitu loh. Dan hakku tidak diperhatikan Allahku. Saya punya hak tidak diperhatikan Tuhan. Ini menjadi bahasa orang kristen yang frustrasi, orang kristen yang selalu cari orang yang salah, cari kambing hitam. Dan saya tidak bisa menyalahkan karena orang kristen ini masih seperti Yakub padahal dia sudah diberkati menjadi Israel. 

Israel itu artinya putera raja, berlaku seperti putera anaknya Tuhan. Dia suka bersuka-cita, bersyukur, berkemenangan, tidak suka cari kambing hitam apalagi kambing congek. Dan apa yang terjadi? Banyak orang kristen sekarng namanya Israel rohani tapi omongannya masih seperti Yakub - kata-katanya negatif. Kata-katanya selalu minder. Kata-katanya tidak bagus. Kata-katanya selalu sayang diri: Ah, Tuhan tidak perhatikan saya. Ah, saya punya hak tidak diperhatikan Tuhan. Ah, saya sih orang yang tidak diperhatikan. 

Waktu saudara mempunya perasaaan seperti itu, saudara jadi Yakub. Saudara bukan Israel. Saudara tidak ada lagi diatas percobaan tapi saudara dibawah percobaan. Saudara ditekan oleh beban persoalan. Saudara sayang diri. Dan itulah yang diinginkan oleh Iblis. Saudara sayang diri. Saudara tidak berani berjuang. Saudara tidak berani berkorban. Saudara tidak berani bereaksi, saudara tidak berani bersaksi. Saya punya hak tidak diperhatikan Tuhan.

Tadi pagi saya sudah saksikan kepada jemaat sepintas lalu. Saya baru pulang dari Singapura. Saya dipertemukan diminta ketemu oleh oom Brodland dengan pengusaha-pengusaha di Singapura dari berbagai gereja. Tetapi pengusaha ini pengusaha yang luar biasa. Bertobat, penuh dengan Roh Kudus. Suka memberi kepada Tuhan bahkan sudah membangun gereja di India, di RRC bahkan di Siberia membangun sekolah Alkitab. Satu yang saya ketemu adalah seorang insinyur yang bernama Kim Hok, orangnya hitam kurus. Dia adalah insinyur yang membangun dua hotel besar di Singapura. Satu hotel Four Seasons yang satu malamnya saja bisa 2-3 juta. Saya pernah tidur disitu dibayarkan orang. Ini insinyur nya, dia bilang saya tidak bangga saya sudah membangun banyak hotel tapi yang dia bangga waktu  dia KKR dia mendoakan orang buta, orang buta sembuh. Orang sakit yang lumpuh berjalan. Di India 4 - 5.000 datang mengunjungi kebaktian dan mereka bukan pendeta mereka orang biasa. 

Saudara-saudara berhentilah kita mengasihani diri, berhentilah kita melihat diri sendiri. Mulailah kita melihat keluar. Mulailah kita melihat teman-teman, jiwa-jiwa yang belum kenal Tuhan. Saudara-saudara ku nanti mereka akan kebaktian di Pangkal Pinang karena disana ada 400.000 orang Khe yang belum mendengar FT dan orang-orang disana ini, Hok Kian - Hok Kian  disana ini, begitu rindu supaya orang-orang Khe di sana - saya diminta bantu datang kesana dan di Bangka. Di Bangka ada juga sekitar 2 -300.000 orang-orang Khe disana belum kenal, belum dengar FT dan orang-orang ini saudaraku bukan pendeta, dia datang mau masuk keluar rumah, mau bersaksi karena orang Khe akan lebih gampang terima Yesus kalau ketemu pendeta yang bisa bicara Khe. 

Saya cerita ini untuk membangkitkan saudara punya semangat gairah bahwa kita sekarang saudaraku ada pada jaman yang luar biasa. Ada satu gereja di Singapura pendetanya masih muda umur 30 tahun. Visi yang Tuhan beri sama saya betul kejadian, 15 - 30 tahun aku akan pakai. Jemaatnya 16.000. Gerejanya luar biasa besar. Masih muda, hamba Tuhan. Orang Tionghia diberkatil oleh Tuhan. Jangan ngomong lagi seperti Yakub. Berhentilah sayang diri. Berhentilah menilai: Aduh, saya sih nggak diperhatikan Tuhan. Saya sih orang yang tidak berguna. Bangkitkan semangat saudara, bangkitkan saudara punya animo bahwa ini waktu Tuhan berikan bagi kita untuk bangkit, untuk berjalan, untuk bekerja, untuk bersaksi. Haleluyah?

Kembali kita baca: Mengapa engkau berkata demikian hidupku tersembunyi dari Tuhan. Hakku tidak diperhatikan Allahku. Ini bahasanya bahasa Adam dan Hawa. Begitu mereka berdosa, mereka bersembunyi dari hadapan Tuhan. Takut keluar. Takut. Memperhatikan diri sendiri. Haleluyah. 

Waktu Yakub saudaraku belum ketemu malaikat ini, dia takut ketemu kakaknya.  Karena kakaknya Esau ini badannya saja berbulu, dia bawa 400 tentara dengan golok dengan tombak mau bunuh itu adiknya. Dan Yakub ini ketakutan. Tetapi ketika dia sudah ketemu malaikat itu dan dirubah namanya menjadi Israel dia tidak takut lagi. Dia ketemu kepada Esau. Tanpa senjata. Dia ketemu dengan Esau. Dan apa terjadi? Tuhan rubah. Dia berjalan sendiri, Esau diatas  kuda. Dengan satu tebasan saja, dengan satu tombakan saja dia mati. Tapi heran Tuhan rubah hatinya Esau jadi kasihan lihat adiknya dan mereka jadi ada reuni, mereka berpeluk-pelukan, mereka menangis tersedu-sedu. Yang perang ternyata bukan Yakub tapi Tuhan. Haleluyah saudaraku? Yang perang ternyata bukan kita. Kalau kita tahu menyerahkan diri kepada Tuhan, yang berperang bukan kita tetapi Tuhan. Ayat 28.

40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 

Tadi pagi saya belum makan pagi, saya sudah melayani kebaktian disini. Perjamuan Kudus saya serahkan pada bapak Samuel. Langsung saya lompat ke mobil. Saya menuju Jakarta. Di Jakarta saya tidak makan saya bikin kebaktian lagi perjamuan kudus disana. Belum selesai kebaktian saya lompat lagi ke mobil saya takut macet di Puncak. Lari lagi tidak makan siang. Ternyata Puncak tidak macet langsung sampai di Cianjur jam 13.00 baru saya ketemu makan. Minum teh supaya sehat supaya segar. Tapi badan tidak bisa bohong, saya perlu tidur. Saya guling-guling sebentar, set hilang 1 jam aku di pembaringan. Badan saya lelah badan saya letih lesu tapi Tuhan yang kita sembah nggak pernah ada capenya, saudara-saudaraku. Tuhan didalam Kristus Yesus nggak ada capenya untuk menolong kita. Dia kapanpun saudara berkata : Tuhan tolong saya, Tuhan tolong saya. Tuhan nggak akan jawab begini : Nanti ya, saya lagi cape. Nggak. Kapanpun 24 jam satu hari, 7 hari satu minggu, saudaraku Dia siap untuk menolong kita dan Dia berkata dari ujung ke ujung Aku adalah Allah dari dunia dari ujung ke ujung. Jadi ini dunia dari ujung ke ujungnya itu Tuhan menguasai. 

Kalau problem saudara masih ada di dalam dunia - itu urusan Tuhan. Dia bisa atasi bagi kita. Ada haleluyah saudara? Jangan takut dengan urusan yang masih ada di bumi kecuali kalau saudara punya urusan ada di bulan, kecuali saudara punya urusan ada di bintang, kecuali saudara urusan ada di Merkurius, ada di Venus tapi saya yakin semua manusia yang hidup didunia, urusannya masih didalam dunia. Jangan takut. Karena kita punya Tuhan yang menguasai dunia dari ujung ke ujung. Ada haleluyah saudara? Saya mau memakai bahasa yang sederhana karena satu saudara menjawab saya melalui sms minta bantuan, bantu doa supaya saya bisa mengerti FT. Jadi dari pada saya memakai bahasa Yunani, saya mau pake bahasa Sunda - supaya kita bisa lebih mengerti FT. Tapi sekarang saya lihat dari Sukabumi tidak ada, jadi saya ingin memberi pengertian kepada saudara dengan bahasa yang sederhana.  

Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Lelah adalah kelelahan badan, lesu adalah kelelahan jiwa. Ada orang saudaraku dia fitness ... waktu saya di Singapura sebelah hotel saya ini waduh anak-anak muda fitness jam 9 malam fitness. Dan fitness nya itu di kaca terbuka dari pinggir jalan bisa lihat orang fitness didalam. Kalau di Indonesia bisa jadi tontonan saudara, bisa macet lalu lintas Tetapi ini, waduh, penuh itu orang fitness karena orang disana banyak di kantor kerja jadi fitness. Lelaki perempuan semua yang jalan yang lari, semua fitness. Ada orang fitness badannya segar tetapi jiwanya lesu. Lesu dia. Wajahnya kan nampak. 

Nah, Tuhan tidak pernah demikian. Ayat 29 saya kirim sebagai sms hari ini. 

40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 

Ini semua cerita Yakub ya saudara. Yakub pernah lelah, Yakub pernah tidak berdaya menghadapi Esau. Hanya kematian saja. 
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 

Diperlihatkan gambar kepada saya oleh pengusaha di Singapura, bagaimana mereka membangun gereja di Xe Nan. Penduduk disana di daerah satu desa itu ada 600.000, didesa loh. Bandingannya Cianjur, kota kabupaten itu 1.250.000. Disana itu satu desa 600.000 mau bangun gereja. Semuanya petani. Miskin. Tanah mahal. Lalu diajar sama hamba Tuhan, saudara kita dari Singapura ini. Bisa nggak satu jiwa kasih satu Yuan untuk Tuhan? Mereka bilang bisa, karena satu Yuan uang paling rendah. Mereka kumpulkan 600.000 Yuan, bisa beli tanah dan bangun gereja sudah terjadi. Gembalanya saudara saya ingin ketemu. Sudah dikasih lihat fotonya tapi saya ingin ketemu pribadi. Saya pernah saksikan kepada saudara ini pendeta dulu dia diusir oleh orang komunis dihukum kerja paksa disatu pembuatan pupuk manusia. Jadi pupuk yang dibikin dari - maaf - kotoran manusia. Tiap hari dia harus dengan pacul masuk di satu kolam sampai di lutut dari kotoran manusia selama 18 tahun.

Coba saudara renungkan, kuat apa tidak manusia biasa? Banyak yang gila, banyak yang mati. Tapi anak Tuhan ini dia membersihkan kotoran mannusia itu sambil menyanyi I come to the garden of the Lord ... pake bahsa kwo i, sampai kepada ... He walks with me and ... lalu sampai kepada kalimat Dan bau harum semerbak bunga mawar ditaman itu, itu nyanyi kata-kata lagu itu dengan air mata berlinang-linang. Tiba-tiba Tuhan bikin mujijat, dia tidak cium lagi bau kotoran manusia, dia cium bau harum dari bunga mawar. Itu yang bikin dia tahan 18 tahun kerja disana. Dia jadi pendetanya. Saya rasa saya ingin ketemu dengan dia. Ini orang besar. Darimana kekuatan? Nggak bisa manusia biasa. Itu kekuatan dikasih oleh Tuhan. Dia memberi kekuatan kepada orang yang lemah, orang yang lelah yang tidak berdaya. 

Saya pernah sembahyang dapat kata-kata mutiara dari Tuhan: Kalau kamu turun tangan - itu Tuhan bilang - Aku angkat tangan. Kalau kamu angkat tangan, Aku turun tangan. Maksudnya kalau saya turun tangan, saya berusaha dengan kekuatan saya, Yesus Aku, kata Tuhan, angkat tangan hands up. Dia tidak mau ikut campur. Tapi kalau saya angkat tangan, tidak berdaya: Tuhan tolong saya, saya tidak mampu - Tuhan turun tangan. Harus kita mengerti itu. Dan kemudian kita mempelajari saudaraku ... jadi pikiran saya ini masih terpengaruh sama ini pengusaha-pengusaha kristen di Singapura ini. Aduh, enggak hitungan sama Tuhan. Di Pontianak ada kerusuhan kita kumpul duit yu. 400.000 Sin$. Membuat 50.000 paket sembako untuk orang di Pontianak. Dan itu adalah kumpulan dari jemaat yang kecil-kecil, yang kerja-kerja, pembantu-pembantu rumah tangga, yang kerja di toko-toko itu kasih. 

Sedangkan kita mau ikut Family Camp saja aduh, ributnya setengah mati. Padahal itu uang kembali sama kita. Kita ikut FC itu, itu uang makan untuk tidur untuk kita, bukan untuk orang lain. Ribut. Kemahalanlah. Seolah-olah kita ini nggak berdaya. Seolah-olah kita anggap Tuhan itu nggak kuat. Kita ngomong ngaku jadi orang Israel rohani tapi ngomong kaya Yakub. Tapi kalau kita bicara untuk diri sendiri, kita bicara untuk pribadi, untuk kita punya kesukaan, untuk belanja, untuk pakaian - nggak ada yang bilang mahal. Tapi kalau kita ngomong untuk Tuhan - kemahalan. Kalau kita bicara untuk membuka perusahan, kita berani ngomong milyar tapi kalau sudah ngomong untuk pekerjaan Tuhan, kita ngomong dengan puluhan ribu, ratusan ribu. Kita ngomong kita ini punya Tuhan yang kaya tapi kelakuan kita seperti Tuhan itu compang camping. 

Saya diminta paspor, saya akan ambil visa Rusia. Saya mau ke Siberia, saudara. Mereka bangun jemaat di Siberia 10 tahun yang lalu dan mereka bukan pendeta. Mereka jemaat biasa. Pengusaha biasa. Laptop nya itu dikasih  lihat sama saya penuh dengan jiwa-jiwa yang dibaptis, jiwa-jiwa yang bertobat, ini gereja yang saya bangun, ini gereja kita yang bangun. Nggak pake merk gereja ini atas nama ... nggak. Dia bilang kalau kita bikin pendeta Amerika, kita mau bikin sekolah satu pendeta orang Amerika, mau dijadiin pendeta, satu bulan biayanya 3.000 US$ - Rp 2.700.000. Tapi untuk bikin pendeta di Indonesia satu bulannya 30 US$ - Rp 300.000. SAC. Makan 3 x saudara. Tidur nggak bayar. Bantal nggak nyewa. Apalagi sekolah Alkitabnya nggak bayar sama sekali. Yang dia bayar itu untuk makan saja. Jadi dia bilang daripada saya bantu untuk bikin satu pendeta di Amerika 3.000 US$ itu satu orang, mending bikin 100 katanya dari 30.00 US$ di Indonesia jadi hamba Tuhan. Suami, istri, anak, papanya, engkong, semua ngomongnya Yesus, ngomongnya pekerjaan Tuhan, FT  ngomongnya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tidak berdaya.

Ayat 30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

Di RRC. Ini anak-anak gadis ini apa? Ini sekolah alkitab. Umur berapa mereka ? 16 tahun. 17 tahun. Seragamnya biru-biru semua saudara. Nggak bapa, nggak orang tua, nggak anak muda - biru-biru belajar. Dan mereka sedang taruh pengharapan kepada ini anak-anak muda ini untuk RRC. Mereka tidak mau sekolah yang ada STh-STh nya - itu tidak masuk kepada jangkauan kami. Kami ingin FT nya ini siap untuk church planting untuk pembangunan rumah ibadah, membangun jemaat-jemat kecil. Saya bilang jabat tangan, visi kita sama. Jadi waktu saya lihat begitu aduh Tuhan, ini anak-anak muda, anak-anak remaja 16-17 tahun, 18-19 tahun. Berarti mereka sudah SMP - SMA nya berhenti barangkali, masuk sekolah alkitab. 

Lalu kesaksian yang besar saudara. Mereka membuat satu film kaya sinetron begitu, film tentang Yesus - untuk orang India. Jadi orang India kan mancung-mancung ganteng-ganteng kasep-kasep. Mukanya cari untuk yang mirip kaya Yesus kan banyak, pilih mereka satu bintang film yang mirip Yesus bikin jadi Yesus. Sutradaranya orang Hindu semua nih bikin ajaran tentang Yesus gini .. gini .. gini. Sampai film selesai mau diedarkan ada mujijat. Bintang filmnya bertobat terima Yesus minta dibaptis. Sutradaranya bertobat juga saudara. Saudara senang dengar cerita ini, saudara-saudara? Pantas oom Brodland bilang kamu musti ketemu orang ini, kamu mesti ketemu orang ini. Sama visinya. Kamu mesti ketemu orang ini. Di kantornya saudara, saya jadi saksi hidup. Telepon sedikit sedikit berdering. Bukan urusan kantor. Kebanyakan urusan FA, urusan alkitab.

Di Indonesia sekarang tadi pagi ada demostrasi positif di Jakarta, yaitu anak-anak muda berjalan pawai anti-narkoba karena tenyata setelah diselidiki, yang paling banyak pake narkoba di Indonesia adalah anak muda. Pantas disini disebut anak muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Saya bilang tersandung dari apa, Tuhan? Ini masih muda. Kira-kira ini karena narkoba. Karena film-film porno. VCD nya 2.500, VCD kebangkitan Yesus mah 50.000, khotbahnya pak Awondatu 50.000, mending film jorang 2500. Anak muda bisa letih lesu bisa hancur. Operasi, operasi dibegal dihancurkan dibakar keluar lagi. Terus. 

Nah, saudara ini mau berdiri sebagai Yakub disini atau memilih sebagai Israel. Kalau saudara menjadi seperti Yakub, biar kita muda kita lesu; biar kita jadi anak muda, kita lelah. 

40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru - haleluyah - : mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Tentu saja, saudara-saudara, ada istilah memperbaharui, mendapat kekuatan baru. Sebetulnya dalam bahasa Inggris renew their strength - memperbaharui kekuatannya. Kata menanti-nantikan itu datang dari bahasa Ibrani 'qavah'. Umpamanya saudara ada kabel ada 20 kabel daripada berantakan, saudara mau persatukan ini qavah saudara putar. Dengan diputar begini jadilah kabel yang 20 lembar ini menjadi satu kabel yang besar. Jadi kata menanti-nanti disini bukan satu orang. Banyak orang. Dan menanti-nanti ini memerlukan satu kesabaran. Ia akan membaharui kuatnya. Bahasa Ibraninya qalav. Artinya seperti orang di sirkus yang suka lompat-lompat di ... itu apa tempat sirkus itu. Dia lompat mula-mula 2 meter, dia lompat lagi 3 meter, lompat lagi 4 meter, lompat lagi dia mulai putar-putar, lompat lagi terus ... bukan kekuatan dia, dia bisa lompat sampai 8 meter putar-putar badan. Bukan. Tapi kekuatan ini spring ini, per ini, yang waktu dia turun kebawah, angkat lagi keatas. 

Tuhan itu begitu. Kalau saudara qavah, menunggu dikaki Tuhan, menunggu seperti ... mungkin orang bilang ah, bodoh, dia nunggu banyak sembahyang, banyak doa-doa puasa, apa itu. Tapi saudara tunggu, menunggu. Saudara akan ketemu per-nya Tuhan. Saban saudara datang, dikasih lebih tinggi lagi. Datang lagi ke gereja, dikasih lebih tinggi lagi. Ilmunya, berkatnya, kekuatannya, kemenangannya - dikasih lebih tinggi lagi. Saudara mulai bisa berputar-putar, mulai bisa ada variasi. Jatuh lagi kebawah sama Tuhan, dikasih lebih tinggi lagi. Terus begitu. Ini datang dari kata sirkus qalav. Mula-mula kita lompat ah, segini-gini saja. Ini karena yang ubin yang saya injak ini adalah nggak bisa mengangkat saya. Begitu-gitu saja. Setinggi-tingginya saya lompat segini-gini saja. Tapi kalau ada pernya, saudara bisa lompat lebih tinggi. Ini datang dari kata itulah, kata membaharui kuat. Haleluyah. Lompat pertama kan cape, tapi begitu lompat pertama, dikasih lebih tinggi lagi. Sudah bukan tenaga saudara yang bikin saudara bisa lompat lebih tinggi. Saudara turun lagi ke bawah, lompat lagi lebih tinggi lagi. Itu Tuhan punya cara menolong saudara. Itu caranya Tuhan mengangkat saudara. 

Kan suka nyanyi kita Ketempat yang lebih tinggi ... Tuhan mau mengangkat kita ke tempat yang lebih tinggi. Itu maksudnya. Nah, saya tidak panjangkan FT. Siapa yang rasa lemah malam hari ini akan dapat kekuatan ... seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Saya belum terangkan ini saudara. Waktu saya di San Francisco tahun 82, saya dibawa ke satu jembatan yang namanya Golden Gate. Di jembatan Golden Gate ini kami mahasiswa-mahasiswa waktu itu, sekarang sudah banyak jadi pendeta pengusaha, dia tunjuk sama saya: Lihat oom itu, saya lihat ada satu eagle, karena lambang Amerika itu rajawali. Dia tidak bergerak saudara, dia hanya bentangkan sayapnya begini dan dia naik, angin dipinggir sungai pinggir laut itu besar, dia naik, dia tidak kepak-kepak dia naik. Saya bilang saya belum mengerti itu ilmu terbang tapi itu katanya ada hawa dingin ada hawa panas. Ditiup angin dia bukan mundur, dia naik.  

Roh Kudus bicara : Orang yang menanti-nantikan Tuhan, dia terbang seperti rajawali. Tambah gede percobaan,  dia tambah tinggi. Bukan tambah gede percobaan, dia mundur. Tidak. Tambah tinggi dia didalam Tuhan. Tambah angin besar, dia tambah tinggi - itu burung rajawali. Ada kristen rajawali, ada kristen beo. Kristen rajawali, dia terbang tinggi. Kristen beo cuma niru. Tuturiti munding. 

Oom Rompas suka besuk, jemaatnya ada didekat pasar daging. Hari Jumat pasar tutup. Jumaatan. Dia masuk di satu jemaat yang persis didepan tukang daging. Tapi tukang daging tutup, tidak ada. Bingung dia, karena ada satu suara : Bade ... bade ... daging ... daging. Nggak ada orang. Bingung. Sampe dia tanya siapa yang ngomong tadi saya masuk ke rumah ada yang bilang : Bade ... bade ... daging ... daging. Oh, itu burung beo tetangga saya. Beo suka bisa meniru. Ada orang kristen suka ....  banyak pemimpin pujian suka niru-niru ........ darah Yesus ada kekuatan, amin?  ........, amin? ........, amin? Teu ngarti yang diomongin kemana, amin aja. Nggak ada yang jawab juga amin? Tuturuti munding. 

Satu kali ada pak Andi Lukman, dia buka gereja minta saya khotbah. Masuk di rumah dia ada beo didepan rumahnya. Saya masuk beo itu ngomong : Saya tabok lu! Saya kesel saudara. Tapi namanya beo, ya sudah. Saya bilang, kenapa Pak Andi beli burung kaya begini. Bulan depan saya diundang lagi sudah kosong kandang. Kemana ini burung? Dicuri orang. Syukur, saya bilang syukur. Daripada saya dengar lagi gua tabok lu! Beo hanya meniru. Tapi rajawali terbang tinggi. Saudara-saudara adalah rajawali. Kira harus terbang. Tidak ada yang lemah karena waktu kita lemah Dia kasih ... Saya akhiri satu ayat lagi deh, satu ayat lagi. Ini terakhir. 

II Korintus 12. Haleluyah.  Kalau di Jakarta saya bilang ini terakhir, oh nggak mau tambah. Tapi ini di Cianjur. Kalau saya bilang ini terakhir iya euy... nggeus terakhir. 

12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 

Mari kita berdiri bersama-sama. Haleluyah. Siswa-sisiwa buatlah ini jadi renungan di dalam pekerjaan Tuhan.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________