Khotbah Minggu Sore JULi - AGUSTUS 2009Gereja Pentakosta di Indonesia - CianjurJalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel
(62-263) 261161 - |
Minggu, 05 Juli 2009
KELIMPAHAN PADA MASA KEKURANGAN
Mazmur
130:1
Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
130:2 Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada
suara permohonanku.
130:3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan,
siapakah yang dapat tahan?
130:4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
130:5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan
firman-Nya.
130:6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi,
lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
130:7 Berharaplah kepada TUHAN, hai
130:8 Dialah yang akan membebaskan
Di dalam ayat kesatu sampai ayatnya yang ketiga, pemazmur sedang berkata: Tuhan, Engkau adalah Tuhan yang pengampun.
Allah yang kita sembah adalah Allah yang pengampun. Yang Dia ampuni tentu dosa dan kesalahan sebab manusia tidak luput dari kesalahan, tidak luput dari dosa. Saya ingin mengajak saudara membedakan dosa yang Tuhan ampuni sekaligus di atas Bukit Golgota dan dosa yang sehari-hari kita berbuat. Daud berkata mengenai dosa yang sehari-hari dia sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar dia berbuat salah. Dia berkata: Biarlah Tuhan dengarkan suara saya, biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara pemohonanku.
Kalau saudara tidak suka sembahyang, saudara tidak tahu apa yang saya ngomong ini. Tapi kalau saudara suka berdoa, tahu apa artinya doa, saudara tahu bahwa doa itu adalah satu permohonan; kita memohon kepada Tuhan. Dalam saat ini Daud sedang minta pengampunan. Yang menarik hati saya ayat ketiga:
130:3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Bahasa Inggris: Tuhan, kalau engkau menandai kejahatan-kejahatanku, ...
Dalam satu bulan pasti kita marah, dalam satu bulan kita pasti tersinggung, dalam satu bulan kita pasti kesal, dalam satu bulan pasti kita susah. Tuhan, kalau Engkau menandai kejahatan-kejahatanku, siapa yang bisa tahan, siapa yang bisa lari? Semua manusia pasti ada salah. Dengan saya khotbah begini, saudara musti tahu kalau orang itu ada kesalahan, kita juga ada kesalahan. Kalau saya diampuni, orang lain juga diampuni. Maka sejak saat saya tahu ini, saya banyak sabar sama orang lain.
Kalau ditandai orang-orang kaya begini siapa bisa tahan? Tapi katanya, ayat keempat,
130:4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Kalau Tuhan mengampuni salah kita, maksudnya bukan kita jadi belegug atau culangung kepada Tuhan, tetapi supaya kita punya rasa gentar rasa hormat rasa takut kepada Tuhan. Sehingga lain kali kita tidak mau berbuat lagi kita pertahankan Tuhan. Dengan kekuatan saya, saya tidak mampu tetapi dengan kekuatan Tuhan tolonglah saya.
Yang saya mau khotbah malam hari ini ayatnya yang kelima,
130:5 Aku
menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
130:6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi,
lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
130:7 Berharaplah kepada TUHAN, hai
Dua kali disebut menanti-nanti,
Pada ayat kelima, dua kali dia disebut, aku menanti-nantikan. Dan di dalam firman-Nya Aku sungguh berharap. Ini intinya.
Yang saudara harap di dunia ini apa? Kekayaan? Banyak sekarang orang kaya dikejar-kejar lari ke luar negeri. Direktur BI sudah dua masuk penjara. Mau cari apa, mau berharap sama apa? Orang pintar? Orang pintarnya sudah pikun. Ditanya ke kiri, dia bilang ke kanan. Mau harap apa?
Yeremia 17 berkata: Terkutuklah orang yang berharap pada manusia tetapi diberkatilah orang yang berharap kepada Tuhan. Di dalam firman-Nya aku sungguh berharap. Ini perkataan dari Daud. Daud itu raja, dia kaya, dia perang nggak pernah kalah selalu menang. Goliat saja dia kalahkan. Tetapi yang dia harapkan bukan manusia, bukan kekuatan diri sendiri ... di dalam firman-Nya Aku berharap. Sampai dia sebut beberapa kali.
130:6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Seperti satu ronda tunggu pagi demikianlah jiwaku menunggu Tuhan, pasti pagi akan datang, amin? Lambat atau cepat dia pagi akan datang. Wahyu
22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."
Kalau ronda sudah lihat bintang timur di sebelah timur keluar, tidak lama ayam berkokok, bintang timur cemerlang. Saudara boleh lihat setiap jam 4. Kelihatan paling terang. Bintang fajar, bintang timur. Begitu orang lihat bintang timur, fajar sebentar lagi akan merekah. Yesus bilang, Aku ini bintang timur. Saudara, kalau pandangan mata kita hanya kepada bintang timur, hanya kepada Tuhan Yesus, hari depan saudara penuh dengan fajar yang merekah.
Pisces, Sagitarius, Capricornus. Macam-macam bintang. Padahal kita punya satu bintang, yaitu Yesus bintang timur yang gilang gemilang. Kalau saudara sudah terima Yesus, sudah dibaptis tetap memandang kepada Yesus, dagang memandang kepada Yesus, sekolah pandang kepada Yesus, semua memandang kepada Yesus, di hadapan saudara fajar menyingsing. Tidak ada senja. Kembali kepada Mazmur
130:5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
Dalam bahasa Inggris, dalam firman-Nya aku
sungguh berharap. Wahyu
6:5 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai
yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan
aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya
memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu
berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi
janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."
Ini akhir zaman. Tuhan kasih lihat sama Yohanes; Dia berkata: Mari. Bahasa Inggris: Come and see ... mari dan lihat.
Kalau Tuhan Yesus mengundang saudara: Mari, ...
ada sesuatu yang Dia mau kasih lihat. Come and see.
Lalu Dia kasih lihat ada seekor kuda hitam. Kuda hitam ini ancaman, kuda hitam ini sesuatu yang mengancam. Contohnya, wah kesebelasan Afrika Selatan sekarang jadi kuda hitam, calon juara. Belum tentu juara tapi kuda hitam. Prabowo sekarang ini kuda hitam. Banyak sekarang orang senang dengan Prabowo dan Yusuf Kalla.
Siapa yang bakal jadi presiden? Saya nggak peduli. Kenapa? Yang kita harapkan bukan presiden. Yang kita harapkan firman Tuhan. Apa kalau saya coblos SBY terus saya jadi kenyang, terus saya jadi kaya? Tidak. Apa saya kalau nyoblos Mega-Pro terus saya diangkat jadi menteri? Nggak.
Ancamannya apa ini? Secupak gandum satu dinar. Dulu Matius 20:1-2, gaji satu orang satu hari itu satu dinar. Gandum segenggam, satu dinar. Sekarang kita bandingkan dengan orang tukang tembok, satu hari upahnya 60 ribu. Masa beras segenggam 60 ribu? Ini zaman kelaparan di hadapan kita. Lalu jelai tiga genggam, 60 ribu, jadi satu genggam 20 ribu. Mahal.
Hitam bayangan kelaparan, bayangan kekurangan. Tuhan sudah kasih tahu: Lihat, ada kuda hitam. Orang yang menungganginya bawa timbangan. Timbangan selalu bicara tentang ekonomi. Beli gula sekilo ... timbang. Beli kacang tiga ons. Ikan asin gabus setengah kilo ... ditimbang. Ini orang manusia kalau timbang diri sendiri pengen ringan, kalau nimbang barang yang dia beli pengen berat.
Timbangan ini bicara ekonomi sebab orang dagang pakai timbangan. Dari nimbang gram-an emas, semuanya pakai timbangan. Berlian juga timbangan. Wahyu
6:6 ... Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."
Apa yang jangan dirusakkan? Lukas
10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang
tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. - Di dalam kitab Wahyu, yang jangan dirusakkan apa? Minyak dan anggur! - Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Apa tadi saya bilang? Jangan harap manusia.
Rampok dalam firman Allah selalu bicara tentang Iblis, setan. Pencuri itu datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Kesehatan kita dicuri, pengharapan kita dibunuh. Kalau bisa, kita punya iman dibinasakan - itu pencuri. Tapi Yesus datang untuk memberikan hidup yang berkelimpahan. Orang ini sudah salah - saya bilang, dia turun dari Yerusalem meninggalkan kemuliaan Tuhan, di tengah jalan belum sampai Yerikho, di tengah jalan dibegal digebuk sampai setengah mati. Itu lambang kita manusia digebuk oleh Iblis sampai kita habis-habisan tidak punya damai sudah setengah mati.
Kebetulan ada seorang imam. Imam ini pemimpin agama. Menurut agama kalau ada orang kesusahan, tolong. Tapi dia ketakutan, dia nyeberang dari seberang jalan. Lewatin. Maka saya bilang, jangan harap agama. Agama tidak bisa menolong kita termasuk agama kristen tidak bisa nolong kita. Hanya Yesus yang bisa tolong kita.
Eh, datang orang Lewi. Yang kedua. Orang Lewi juga begitu, dia lewat dari seberang jalan. Cuma lihat doang. Jangan harap manusia dah. Orang Lewi ini orang yang kerja di rumah Tuhan. Minimal stop berhenti tolong kasih minum, nggak ini.
Datanglah yang ketiga, orang
Di akhir zaman, saudara harus berusaha memiliki dua hal ini. Minyak bicara firman Tuhan. Anggur, sukacita yang datang dari Roh Kudus. Firman Allah dan Roh Kudus.
Itu sebabnya Daud berkata dalam Mazmur 130 tadi:
Di dalam firman-Mu aku menaruh harap.
Firman Allah dan Roh Kudus itu cukup bagi kita. Ini pelayanan akhir zaman. Maka biarpun gandum segenggam enam puluh ribu, beras segenggam enam puluh ribu, jagung tiga genggam, barangkali, enam puluh ribu ... minyak dan anggur, yang saudara harapkan terus, jangan dirusakkan. Sebab orang yang luka parah di pinggir jalan, yang dia perlukan bukan uang. Yang dia perlukan bukan orang kaya. Yang dia perlukan perawatan. Minyak dan anggur. Dia punya beban. Dia bebat lukanya. Dibawa ke atas keledainya, dibawa ke penginapan. Minyak dan anggur.
Di sini banyak anak muda banyak remaja. Jangan engkau rasa kuat dan menggampangkan persoalan. Milikilah minyak dan anggur, firman Allah dan Roh Kudus. Milikilah firman Allah dan Roh Kudus, sebab ini pelayanan akhir zaman. Orang yang terluka, terkapar, yang digarong oleh setan, ditinggal setengah mati, tertolong oleh firman dan oleh Roh Kudus.
Satu bapak di
Dia cerita: Saya adalah gelandangan. Kaget.
Gelandangan, loh. Kalau punya Firman, minyak dan
anggur dan sukacita Roh Kudus, bisa nyicil rumah. Tidak ada yang mustahil bagi
Tuhan. Ini di tengah lagi kesulitan, loh. Orang kaya bilang sulit. Orang
Hari senin yang lalu, pas SOM lagi, siapa yang siap minggu depan? Dia angkat tangan lagi. Saya bilang, kamu sudah. Saking semangatnya dia angkat tangan lagi, dia mau khotbah lagi. Firman Tuhan bisa merubah. Segala sesuatu dirubah. Saya mau kasih satu ayat saja untuk membuktikan bahwa firman Allah ini sangat luar biasa. Ibrani
11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Karena iman kita mengerti. Makanya kalau saudara tidak mengerti, itu bukti kita tidak punya iman. Kalau kita punya iman, kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah sehingga yang kelihatan itu telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Jadi pohon kelapa dulu tidak ada. Laut dulu nggak ada. Nggak bisa kita lihat. Tapi oleh firman Allah adalah terang, adalah burung, adalah binatang, ada semua ... hanya oleh firman Allah. Makanya saya agak bawel. Saya bilang, di akhir zaman tidak boleh ngomong negatif. Sebab mulut kita ada kuasa.
Jangan ngomong: Hai, apa kabar? Baik. Bagaimana
bisnis? Ya, coan cia. Ini saya baru terjadi di
Siapa yang bikin saya jadi begini? Firman Tuhan. Waktu papa saya meninggal, dia nggak ninggalin duit, dia nggak tinggalin tanah. Papa nggak ninggalin warisan, dia tinggalin satu alkitab. Kalau saya baca itu alkitab saya selalu nangis sebab masih ada tulisan papa saya.
Malam hari ini, ketika kita terkapar tidak ada orang yang mau nolong. Agama gagal menolong kita. Siapapun gagal menolong. Kalau nanti setelah hari rabu kita tahu siapa presiden kita apakah Megawati, apakah SBY, apakah Jusuf Kalla, buat kita sama saja. Siapapun presidennya, kita hanya berharap kepada firman Allah.
Lihat Daniel. Hidup di tiga raja - Darius, Nebukadnezar, Beltsazar. Ini raja sudah mati tiga-tiganya, Daniel masih hidup. Tuhan akan membedakan di akhir zaman antara orang kristen yang sungguh-sungguh dan yang tidak sungguh-sungguh.
Kalau saudara memandang terus Yesus, Dia Bintang
Fajar tadi, hari depan saudara cerah luar biasa. Bagi mahasiswa-mahasiswi yang
baru selesai, baru punya titel, akan ada pekerjaan. Satu jemaat saya di
Kalau dia dari Singapura ke sini bukannya terus hai man, jalan-jalan di mal. Anak ini dia diam, dia belajar. Adiknya kurang dalam matematika, papanya ini yang bersaksi. Asal nilai lima, asal nilai lima, sampai dipanggil sama guru. Waktu ujian matematikanya seratus. Aneh. Ini adiknya sekarang, perempuan, ikut kebaktian. Dia selalu mau ikut kebaktian, mau ikut kebaktian. Juga sama ... nggak mau nonton tv, nggak punya handphone. Kalau anak Cianjur mah handphone kalau bukan merk Nokia nggak mau. Kalau nggak punya handphone itu nggak gaul. Yang nggak punya firman itu nggak gaul. Kalau kita punya firman, itu firman Allah katakan, ini akan memelihara saudara di akhir zaman.
Malam hari ini yang memelihara saudara dan saya
bukan manusia. Yang memberi makan saudara bukan manusia. Yesus berkata: Jangan
kamu kuatir dari hal apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, apa yang kamu
pakai. Lihat burung di udara, dia tidak menabur, dia tidak menuai. Lihat bunga
bakung di
Tuhan Yesus tidak berubah .. Dulu sekarang dan selamanya .. Dunia ini berubah-ubah .. Cinta-Nya kekal selamanya .. Tuhan Yesus tidak berubah .. Dulu sekarang dan selamanya .. Cinta orang berubah-ubah .. Cintanya Tuhan kekal selamanya.
Makanya yang ditanya Yesus sama Petrus: Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari semua? Saudara, saudara akan gagal kalau saudara ngomong: Tuhan, aku mengasihi Engkau. Yesus, aku cinta kepada-Mu. Karena lagi ada maunya. Oh Yesus, aku mengasihi Engkau. Kebaktian dua kali seminggu, dia datang empat kali.
Tapi waktu Yesus bilang ayo dekat sini, mari dan lihat, kita adakan persekutuan. Tapi saudara lain, saudara disebut oleh Tuhan: Mari .. saudara datang. Dan saudara akan melihat pertolongan dari pada Tuhan.
-- o --
Minggu, 12
Juli 2009
TUHAN ADALAH GEMBALAKU
Mazmur
23:1 Mazmur
Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Mazmur ini
adalah mazmur setiap orang. Setiap orang punya ayat emas. Saya punya ayat emas
I Korintus 2:4. Saudara punya ayat emas mungkin Yohanes 3:16, ada juga ayat
emas Amsal 1:7. Bermacam-macam. Tetapi Mazmur 23 ini seperti menjadi ayat emas
semua orang. Gampang diingat, isinya dalam, bukan main-main, dan sangat-sangat
dalam sekali arti dari ayat satu ini.
Kita akan
melihat beberapa hal mungkin sampai 4 hal. Kita lihat yang pertama. Di dalam
yang pertama kita akan lihat bahwa Mazmur ini disebut mazmur Daud. Dalam bahwa
Inggris, the psalm of David, mazmur dari Daud. Mazmurnya dia. Kalau mazmur ini
nyanyian, ini nyanyiannya dia, ini ciptaannya dia, ini dia yang bikin. Lebih
jelas lagi, ini pengalaman dia.
Jadi saya
ingin bicara bahwa yang pertama mengenai pengalaman.
Apa saudara
sudah mengalami Yesus? Karena agama kristen agama kita, bukan agama yang cuma
di mulut doang tetapi agama yang lebih tepat kalau saya katakan agama dari
pengalaman. Apa saudara sudah mengalami Tuhan? Sebetulnya orang yang
bersaksi ke depan itu, dia sedang bercerita apa pengalaman dia dengan Tuhan.
Bagaimana Tuhan untuk dia itu, dia alaminya bagaimana. Orang yang disembuhkan
oleh Tuhan dari satu penyakit dengan mujizat, dia sembuh ... dia mengalami
Tuhan. Orang lain nggak bisa bantah, orang lain nggak bisa bilang ah nggak ada
Tuhan, nggak bisa. Karena dia mengalami Tuhan menjadi Tabib bagi hidup dia. Apa
pengalaman saudara dengan Tuhan?
Setiap
pendeta yang berkhotbah di belakang mimbar ini, saudara akan tahu seberapa jauh
pendeta itu mengalami Tuhan, seberapa dekat hubungan dia dengan Tuhan, seberapa
intim pembicaraan dia pertemanan dia dengan Roh Kudus. Saudara bisa tahu,
saudara bisa rasa. Sebaliknya, kita juga bisa mengukur diri kita sendiri apa
saya sudah mengalami Tuhan, apa saya sudah pernah mengalami dijawab oleh Tuhan.
Kita nggak bisa tahu Yesus kalau kita nggak alami dia. Maka kita harus
mengalami Tuhan sebelum segala sesuatu terjadi di dalam kehidupan kita. Lebih
jauh, pengalaman kita dengan Tuhan itu menentukan kehidupan kita selanjutnya.
Saya suka
cerita kalau saudara jalan ke satu api unggun. Saudara ingin lihat api unggun,
saudara mendekati api unggun. Saudara bisa berdiri lama-lama di api unggun itu
atau saudara lihat lalu tinggalkan kembali. Orang yang jauh lihat api unggun
saudara tidak bisa tahu pengalaman dia dengan api unggun. Sebab jauh, Dari 100
meter dia bisa lihat ada api unggun tapi panasnya api hangatnya api itu dia
nggak bisa rasa karena terlalu jauh. Maka ketika dia mendekati api unggun, dia
berdiri di unggun bahkan dia berdiang di api unggun, tangannya dia buka
menghangatkan badan, dia mengalami api unggun itu, dia mengalami hangatnya dia
mengalami, ingin lebih dekat lebih hangat. Setelah beberapa lama saudara
berdiri di api unggun itu, saudara jalan, orang yang dekat dengan saudara, yang
mendekati saudara, pasti tahu: Badan kamu panas, dari api unggun ya? Iya, saya
baru dari api unggun.
Orang dunia
akan tahu mengetahui kita dekat dengan Tuhan atau tidak, dekat dengan sang api
unggun, yaitu Gembala yang baik itu atau tidak, dari pengalaman kita, dari
omongan kita, dari kelakuan kita orang akan tahu kita ini dekat dengan Tuhan
atau tidak. Maka yang pertama apa saudara mengalami Tuhan. Sebab disebut ini
Mazmur Daud.
Dan pada sore
hari ini mazmur Daud ini harus menjadi mazmur kita, harus kita alami sama-sama
seperti apa gembala yang baik itu. Ini yang pertama. Agama kristen agama
pengalaman. Bukan agama 'katanya'. Oh, Tuhan itu baik ... katanya. Tuhan itu
memberkati kita yang setia kepada Tuhan ... kata pendeta. Tidak. Saudara alami,
kita mengalami Tuhan secara pribadi. Tidak ada seorang bisa jadi orang kristen.
Sampai ada
istilah zaman dulu, orang itu cinta Tuhan. Karena dia mengalami Tuhan, dia
pasti cinta Tuhan. Tidak ada orang yang mengalami Tuhan dan tetap medit.
Zakheus ketemu Tuhan mengalami Tuhan, hilang itu penyakit meditnya. Kenapa?
Karena dia sudah alami Tuhan.
Orang yang
mengalami Tuhan, hilang dukacitanya. Dia nggak cemberut lagi. Senyum
selalu.
Kita mau
lihat pelajaran yang kedua. Dikatakan dalam kalimat ini, Tuhan adalah
gembalaku.
Di dalam
bahasa Ibrani disebut Yehova Raah. Tapi raah bukan hanya artinya gembala. Waktu
saya baca di dalam kamus alkitab, raah bukan berarti hanya gembala tetapi
artinya menemani. Saudara mau ditemani oleh Tuhan?
Jadi setiap orang,
kita ini bukan makhluk soliter, tersendiri.
Ada satu
dokter dia kenal sama saya, kita ketemu di
Ingat
Soebandrio? Anak-anak sekarang nggak ingat Soebandrio. Nggak tahu siapa. Kalau
buat saya, Soebandrio itu masih seperti kaya kemarin. Menteri Luar Negeri
Soebandrio. Dia orang Bung Karno. Ketika Pak Harto naik, Bung Karno dijatuhkan,
menteri-menterinya Presiden Soekarno ditangkep-tangkepin. Dan kalau bicara,
saudara, tidak bisa mengalahkan Soebandrio. Jago pidato. Pintar ngomongnya.
Tapi Soeharto pintar. Sebelum dimasukkan pengadilan, dia ditaruh sendiri. Nggak
ditemenin. Kalo nanya juga nggak dijawab, diantepin 3 bulan di sel kurungan, dikasih
makan mandi sendiri. Nggak bilang, selamat pagi pak, ini handuknya ... nggak. 3
bulan. Begitu 3 bulan keluar, ditanya di pengadilan, nggak bisa ngomong dia.
Orang itu kalau disendirikan bisa gila, saudara.
Maka Tuhan
tahu. Daud itu kadang-kadang tersendiri dia di
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu
berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab
hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu
sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah
Kudengar dari Bapa-Ku.
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah
yang memilih kamu.
Saya tanya saudara, dipilih dalam hal apa?
Dipilih jadi apa? Kita suka bangga, Tuhan memilih saya loh. Jadi apa? Sore hari
ini kita musti tahu, Dia pilih saudara jadi teman-Nya, jadi sahabat-Nya.
Haleluyah? Saudara dipilih oleh Tuhan jadi sahabat, jadi temannya Dia. Maka
sebagai sahabat, hobinya Tuhan harus jadi hobinya kita. Teman. Yang satu suka
gado-gado, yang satu suka gado-gado ... sama, teman sih. Babaturan. Satu suka
main layangan, satu suka main layangan. Satu senang batu, yang satu senang
batu. Satu suka catur, yang temannya juga suka catur.
Orang yang tinggal di Sunda pasti kenal timbel.
Orang yang tinggal di dalam Tuhan pasti kenal firman Allah ... ini timbelnya
Tuhan. Jadi setiap orang itu punya sosialisasinya bertemannya itu kita sudah
tahu karakternya dengan siapa nih. Yang suka golf ketemu yang suka golf.
Bukan kamu yang memilih Aku tapi Aku memanggil
kamu sahabat. Teman. Itu sebabnya Yehova Raah Dia mau menjadikan kita sahabat
Dia. Lebih dari SBY, saudara. Tuh Teman kita di sorga, kita bangga sama Dia,
Dia lihat kita. Dia lihat sekarang saudara-saudara lagi di gereja mengantuk.
Itu sebabnya kita ini teman. Kita dikasih makan sama Dia, Dia mau menemani
kita. Ini yang kedua, arti dari raah itu ditemani.
Tiada sobat yang seperti Yesus .. Tiada sobat
seperti Tuhan .. Oh betapa girang s'nang hidupku s'karang .. Dia jaga saya
t'rus.
Nggak ada sobat seperti Yesus.
Kasihan Michael Jackson, ya. Berteman sama si
ini, dicia duitnya. Berteman sama si ini, ditipu uangnya. Kenal sama dokter,
sama dokter dibikin supaya dia terus tergantung sama dokter itu, terus duitnya
diambil. Sampai bapaknya itu bilang, anak saya itu dibunuh sama satu
konspirasi.
Sobat dunia gampang bisa b'rubah .. Sobat dunia
gampang bisa marah .. Cintanya Yesus tak pernah b'rubah .. Buat s'lama-lamanya.
Saudara aminkan Yesus punya cinta tidak pernah
berubah? Kesetiaan-Nya tidak pernah berubah, amin? Dia menemani kita. Kita
temannya Dia. Tuhan mau berteman dengan kita. Yakobus
2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang
mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah
memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham
disebut: "Sahabat Allah."
Bapa kita Abraham juga disebut Sahabatnya Tuhan.
Tuhan menemani dia.
Saya terkesan ada satu pendeta umurnya 80 tahun. Rambutnya
semua sudah putih. Gerejanya besar sekali di Amerika. Dia doa berkatnya begini:
Kiranya Tuhan bersama saudara dalam tertawa dalam menangis, waktu senang atau
susah, waktu takut atau berani, waktu banyak orang atau sendirian. Kiranya
Tuhan bersama dengan saudara.
Nama Yesus yang lain adalah Immanuel, Allah
beserta kita. Saudara takut apa lagi? Tuhan bersama dengan saudara!, ada
haleluyah? Itu yang kedua.
Yang ketiga, raah tadi itu berarti penjamin.
Ada satu anak muda, dia telepon saya: Om, saudara
ini mau pinjam uang sama saya, bagaimana om?
Di dalam
dunia tidak ada yang bisa kita jamin. Tapi Tuhan bisa. Tuhan Penjamin. Tahukah
saudara, yang jamin saudara masuk sorga siapa? Yesus. Sudahlah, kita mah sudah
tenang, udah tenang dah. Kita hidup, Dia menemani kita. Kita mati, sudah
dijamin sama Tuhan. Masuk sorga.
Ada agama
lain, mati jadi cucunguk, mati jadi sapi, mati jadi kambing. Kasihan
6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan
melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia
kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini
dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia,
sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
Ketika Filipus bilang: Saya tidak tahu, uang 200
dinar tidak cukup untuk memberi makan orang begini banyak. Kalaupun ada uang di
mana belinya? 5.000 orang laki-laki saja, belum istrinya, belum anak-anaknya.
Lebih kurang 15 ribu orang. Kalau ada uang 200 dinar, minta dari siapa? Sudah
potol dia, mati pikirannya, sudah mentok. Minta dari siapa? Siapa yang mau
kasih uang? Kita punya uang 200 dinar, beli di mana, toko roti mana, ini sudah
mau sore? Tapi Yesus tanya begitu untuk mencoba Filipus sebab Dia sendiri tahu
apa yang Dia akan lakukan.
Saudara jangan bingung hari depan. Sebab Yesus
tahu apa yang Dia harus lakukan untuk hari depan saudara. Nanti bagaimana, ya?
Bagaimana nanti! Karena Tuhan tahu apa yang Dia akan lakukan.
Saya tidak punya penjamin di dunia. Tidak ada
asuransi jiwa. Saya cuma bangga satu hal, biar saya pendeta saya tidak pernah
pinjam uang. Sebab hati saya pedih dulu, mama saya perlu uang sekali, dia
pinjam sama jemaat tapi setengah dihina. Setelah itu mama saya tidak pernah mau
pinjam uang lagi. Waktu amat butuh.
Saya tahu satu pendeta, dia baru punya anak. Anak
itu perlu susu. Harga susu 525 waktu itu. Yang punya toko anak Tuhan, jemaat
dia. Itu ibu rohani datang, bawa uang 500 perak beli susu itu. Tante kurang 25.
Ini saya bawa dulu. Jangan, tante balik dulu ambil yang 25, kembali ke sini
baru ambil. Sejak saat itu saya lihat, Tuhan, saya tidak mau pinjam uang.
Apa katanya Ulangan 28? Engkau akan jadi kepala
dan bukan ekor. Engkau akan memberi pinjam tapi tidak meminjam. Siapa
penjaminnya? Raja segala raja. Dia tahu apa yang Dia akan lakukan.
Yang terakhir yang ke-4, raah artinya juga
bertaruh nyawa. Yohanes
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik
memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Tuhan Yesus yang kita sembah, Dia memperkenalkan
diri malam hari ini: Akulah yang disebut oleh Daud gembala yang baik. Aku itu.
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Menyumbang uang
masih banyak gampang, ini Dia beri nyawa untuk saudara dan untuk saya. Dia
jamin saudara. Dia menemani kita. Dia menggembalakan kita. Dia menjamin kita,
memberikan hidup-Nya mempertaruhkan nyawa-Nya di atas bukit Golgota.
Terakhir Dia berkata kepada Tuhan: Ya Bapa,
kepada-Mulah Aku serahkan Roh-ku. Dia hembuskan nafas-Nya, Dia mati. Dia
berbuat itu untuk saudara dan untuk saya karena kita adalah domba-domba
gembalaan-Nya. Dia mempertaruhkan nyawa. Ada beruang, Dia paling depan. Ada
singa, Dia paling depan. Domba-domba kocar-kacir, Dia bela. Ada yang hilang,
Dia cari. Itu perkerjaan Tuhan Yesus yang luar biasa. Dia jamin saudara dengan
hidup-Nya, Dia taruhkan nyawanya. Dia mempertaruhkan nyawa-Nya untuk kita.
Gembala yang baik, Dia kasih, memberi nyawa-Nya
bagi domba-domba-Nya. Saudara sudah tahu 4 hal ini, kita kembali kepada
Mazmur
23:1..., takkan kekurangan aku.
I Shall not want.
Saya mau kasih ilustrasi, ya.
Kadang-kadang saudara lihat baju di toko: Aduh, bagus
sekali. Pengen, ada keinginan saudara untuk membeli. Saudara lihat ada sepeda
motor biar bekas tapi saudara belum punya, ingin saudara. To want it. Saudara
lihat rambutnya Maia Estianti, pengen kita punya rambut kaya Maia.
Apapun yang terjadi, ada Penjamin. Saudara nanti nggak
pengen apa-apa lagi. Semuanya sudah cukup. Saudara nggak perlu lagi dunia
iming-iming ini iming-iming itu, nggak perlu ... Yesus jadi kepuasan saudara.
Yesus puaskanku .. Dia puaskan jiwaku .. Yesus
puaskanku .. Dia puaskan jiwaku .. Dia s'lamatkan jiwaku dan bebaskan rohku ..
Yesus puaskanku jiwaku.
Lagu dulu mah pendek-pendek jadi gampang
nyanyinya.
Siapa Penjamin yang besar itu, saudara? Siapa
yang jamin hidup kita aman kalau bukan Yesus? Siapa yang menemani kita pada
waktu kita tersendiri? Pada waktu kita tersungkur, pada waktu kita tidak mampu
berbuat apa-apa, siapa yang mengelus-elus kita dan berkata: Jangan takut, Aku
bersama dengan engkau. Siapa yang memeluk kita sambil berkata: Kamu adalah
sahabatku. Siapa yang menjadi penjamin hidup kita? Betapa besarnya cinta Tuhan
menjamin hidup kita. Betapa baiknya Tuhan itu.
Saya cuma kasih pesan satu saja: Tetap di dalam
Tuhan! Percayalah karena Tuhan selalu menyayangi saudara, menjamin saudara,
menolong saudara.
-- o --
Minggu, 26
Juli 2009
HIJAU
Mazmur
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan
kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di
Sore hari ini
saya ingin menerangkan ra'ah. Ada arti yang lain, saudara, ra'ah itu juga
dipakai dalam arti menghijaukan. Apa saja yang kelihatan hijau itu baik bagi
mata kita. Dan hijau berarti kemakmuran, hijau berarti subur, hijau itu berarti
beruntung.
Nah saudara,
saya ingin berbicara sedikit saja mengenai hijau ini sebab gereja kita ini juga
lantainya berwarna hijau dan tembok di sekeliling saudara bisa lihat
tiang-tiangnya pun berwana hijau. Saya tidak menyadari, saya memberi warna ini
sebelum saya tahu rahasia ini ra'ah ini hijau. Jadi saudara datang di kebaktian
ini teduh, mata saudara tidak sakit.
Hijau artinya
Tuhan sanggup menghijaukan saudara. Pantas di dalam ayat kedua dikatakan,
23:2 Ia membaringkan aku di
Pantas hijau
ini pertama kali diperkenalkan kepada domba.
Tadi sementara
anak-anak Kineret nyanyi Kembang Tebu, saya terbayang dari Madiun itu ke
Solo, kiri kanan naik kereta api saudara, itu adalah kebun tebu yang berwana
hijau. Apa arti hijau tadi, saudara? Subur atau makmur. Mazmur
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran
air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa
saja yang diperbuatnya berhasil.
Tidak layu daun yang hijau itu - pohon, itu ada
hubungan erat dengan keberhasilan. Keberhasilan bukan karena kita, keuntungan
bukan karena kita, bisa sekolah tinggi bukan karena kita, bisa jadi dokter
bukan karena kita. Tapi Tuhan menghijaukan saudara. Saudara yakin Tuhan
menghijaukan kita? Tuhan menyuburkan, Tuhan memberkati memberikan kita makmur.
Ini pra family camp. Di dalam Yeremia
17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah
orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan
yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus - Bulus itu
gundul - di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya
keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang
asin yang tidak berpenduduk.
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN,
yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi
air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami
datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun
kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Daunnya tetap hijau. Kalau saudara mengandalkan
manusia saja ... tidak mau mengandalkan Tuhan. Kalau saudara mengandalkan
Tuhan: Tuhan berkati saya. Saya mau ikut family camp, berkati saya ... Tuhan
akan kasih jalan. Bukan saudara ketemu uang di jalan. Itu cara Tuhan
menghijaukan kita.
Kenapa tentara pake baju hijau? Untuk apa pakai
baju hijau? Tentara pakai baju hijau supaya tidak digigit nyamuk. Iya, nyamuk
tidak mau nempel ke warna hijau. Hijau itu, evergreen itu menjadi lambang
orang kristen. Kenapa orang kristen kalau natal pakai pohon cemara? Sebab
cemara itu disebut evergreen tree, pohon yang tetap hijau. Musim dingin dia
hijau, musim hujan es salju, dia hijau, musim panas hijau, musim gugur pohon
lain gugur cemara dia tidak gugur. Hijau. Maka itu dipakai lambang sebagai
orang kristen. Maka natal pakai pohon cemara karena lambangnya itu hijau.
Saudara dan saya harus seperti pohon yang tumbuh di
dekat sungai tadi, Mazmur 1. Daunnya tidak gugur. Yeremia berkata, daunnya
tetap hijau. Berikutnya, hijau juga adalah warna arasnya Tuhan, hadirat-Nya
Tuhan. Arasy-Nya itu ada warna hijau. Dalam Wahyu 4, di sana saudara melihat
satu kisah yang dilihat oleh Yohanes, apa yang dia lihat ketika dia naik ke
sorga.
4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat:
Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah
kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan
Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.
4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah,
sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya
bagaikan permata yaspis - merah - dan permata
Zamrud itu warnanya apa? Hijau. Makanya Indonesia
disebut zamrud khatulistiwa karena kalau orang lihat peta, di garis
katulistiwa, itu dari Sumatera Jawa Kalimantan itu seperti zamrud-zamrud yang
berjejer di sepanjang khatulistiwa, sampai di Papua. Makanya disebut Emerald of
Equator, zamrud khatulistiwa.
Saudara, kalau Tuhan lihat kita dalam peta
rohaninya, Dia harus lihat kita seperti zamrud-zamrud di
Banyak orang bilang begini: Orang hidup di dunia
mah naik turun. Selama kita hidup sampai kita mati, naik turun ... itu orang
dunia, itu orang kristen gunung. Kita bukan. Kita naik turunnya bukan begitu.
Kita orang kristen halilintar ... naik, turun sedikit ... naik, turun sedikit
... naik, turun sedikit. Ini kristen halilintar, bukan kristen gunung. Mazmur
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan
kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di
Di dalam
rumput hijau, dikasih berbaring. Jadi saudara lihat perlakuan gembala kepada
domba itu begitu baik, seperti itulah Tuhan memperlakukan kita, Dia tidak taruh
di tempat yang batu karang yang keras, kering rumputnya, padang pasir yang
panas; Dia taruh di tempat yang berumput hijau.
Berikutnya,
hijau itu juga menjadi lambang pengharapan. Hijau adalah warna pengharapan.
Kalau saudara punya rohani hilang pengharapan, itu rumput kering. Tapi kalau
saudara punya kerohanian selalu punya pengharapan, selalu punya antusias,
selalu berharap, ... akan ada turun hujan. Orang kalau penuh pengharapan, dia
akan menantikan hujan, selalu menantikan hujan. Penuh pengharapan. Orang
kristen yang penuh pengharapan saudara cek saja sendiri, apa hati saudara
sekarang ini lagi penuh pengharapan kepada Tuhan atau tidak?
Colombus
waktu mau menemukan Amerika, dia harus lewat sebuah tanjung di Afrika Selatan.
Kalau melihat itu dia seperti, sebab mereka belum pernah kesana, tidak tahu
peta. Pertama kali. Tetapi dia keraskan diri jalan lewat itu. Lewat itu
tanjung, selamat mereka dan mendapatkan satu pelabuhan yang bagus, dapat
makanan, disebutlah tanjung itu Tanjung Harapan. Sampai sekarang. Kita akan
melihat Roma
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah
juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu
menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan
uji menimbulkan pengharapan.
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena
kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah
dikaruniakan kepada kita.
Saya tanya sekarang sama saudara, apa pengharapan
saudara saat ini dalam hidup? Apa cita-cita saudara, apa kerinduan saudara, apa
keinginan saudara? Pengharapan saudara, apa yang saudara harapkan?
Saudara nyanyi tadi Yesus harapan jiwaku. Saya
suka ngeri nyanyi lagu ini, apa betul saudara mengharapkan Yesus. Kalau saudara
mengharapkan Yesus benar-benar, semua jemaat ikut family camp, pasti. Karena
saudara mengharapkan Yesus. Apa yang saudara harapkan? Apa yang saudara
rindukan?
Jangan hilang pengharapan. Saudara tidak boleh
hilang pengharapan. Sebab pengharapan adalah hijau. Orang kristen yang
rohaninya hijau, dia tidak akan hilang pengharapan. Belum sekarang laku,
mungkin besok. Belum sekarang, mungkin besok. Jangan hilang pengharapan. Tuhan
Yesus bilang: Sumbu yang berasap, Dia tidak akan padamkan. Buluh bambu yang
terkulai, Dia tidak patahkan. Artinya apa? Pengharapan kita Dia tidak akan
sia-siakan, Dia akan beri apa yang kita harapkan. Ibrani
6:9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih,
sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki
sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.
6:10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia
lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh
pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai
sekarang.
6:11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing
menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik
yang pasti, sampai pada akhirnya, - Sampai kita mati tidak boleh hilang
pengharapan.
6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi
menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian
dalam apa yang dijanjikan Allah.
6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya
kepada
6:14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati
engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak."
6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan
demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
6:16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang
lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri
segala bantahan.
6:17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka
yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat
diri-Nya dengan sumpah,
6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah,
tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan,
beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan
kita.
6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan
aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis
bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai
selama-lamanya.
Hanya Imam Besar yang boleh masuk ke balik tirai.
Tapi saudara dikatakan dalam ayat itu, pengharapan saudara seperti jangkar yang
kuat dan aman bagi jiwa kita. Orang kristen yang punya pengharapan, dia hidup
dalam keamanan, dia tidak takut apapun juga, dia hidup tenang. Saya mau
katakan, dia hidup serba hijau, serba makmur.
Kemiskinan bukan rencana Tuhan. Ada ayat di dalam
Korintus: Dia - Yesus yang kaya - menjadi miskin karena kita supaya kita yang
miskin menjadi kaya di dalam Dia. Waktu Yesus datang ke dalam dunia, Dia
betul-betul miskin, lahir saja di kandang domba. Jadi tidak boleh dirohanikan.
Dia miskin betul miskin. Jadi kalau miskinnya betul miskin maka kekayaan juga
adalah benar-benar kekayaan.
Nah, ini yang saya belum lihat masuk di hati dan
pikiran kita bahwa di dalam Yesus saudara punya benih untuk kaya. Di hati saudara
ada benih untuk kaya. Itu tergantung kita punya pemeliharaan menyirami benih
ini. Dengan firman Tuhan, dengan nyanyian rohani supaya setiap minggu setiap
kita le gereja kebaktian benih ini tumbuh. Ada yang minta dibaptis, itu benih
tumbuh. Ada yang penuh dengan Roh Kudus, itu benih tumbuh. Saya mau ulangi, di
dalam saudara, ada benih kekayaan.
Saya mau ilustrasi dengan seekor gajah. Saya
nonton di National Geography. Ini di Thailand. Dia cerita mengenai orang
Ketika rantai dibuka, gajah nggak lari, dia di
daerah sekitar itu. Padahal dia bisa lari ke hutan, dia bebas seluruh hutan dia
bisa jelajahi. Dia boleh makan daun apa saja, hutan yang lebat dia boleh masuk,
dia boleh ketemu teman-temannya. Tapi karena sudah diikat dari kecil kakinya,
gajah itu sudah biasa di situ, dia tidak lagi jalan ke mana-mana. Padahal
kekuatannya besar, padahal dia mempunyai kapasitas yang besar tapi tidak
dipakai. Karena diikat dari kecil.
Iblis mengikat pikiran saudara: Kamu nggak bisa,
kamu paling untung cuma segitu. Gaji cuma segitu, nggak mungkinlah kamu kaya.
Sekolah juga kamu nggak tinggi. Nggak mungkin mau lihat keliling dunia, nggak
mungkin, kamu nggak bisa. Iblis taruh racun taruh rantai di pikiran saudara sampai
pikiran iman saudara itu dirantai. Kalau diizinkan saudara dirantai, saya
khotbah ini nggak ada gunanya. Maka demi nama Yesus pada sore hari ini
hancurkan rantai itu supaya saudara punya iman yang meluap yang besar bahwa
saudara bisa melakukan lebih besar dari apa yang saudara bisa pikirkan. Gajah
loh. Kenapa keliling-keliling masih di
Kalau kita sudah biasa memikirkan yang negatif
terus, ditawari yang positif nggak mau, ditawarkan yang baru nggak mau. Tuhan
yang kita sembah Dia tidak mati sia-sia. Dia yang kaya menjadi miskin dan mati
dianggap sebagai orang jahat, sama garong disamakannya Dia ... supaya kita yang
berdosa yang miskin menjadi kaya di dalam Tuhan.
Adakah kasih yang lebih besar dari kasih Yesus?
Mungkin kalau raja dunia, dia panggil kita yang miskin: Kamu naik, aku jadikan
kamu kaya, aku angkat kamu jadi anakku; dia tidak mau miskin, dia angkat kita
jadi anak raja, dia undang kita ke istananya tapi dia tidak mau miskin. Ini
lain, Raja segala raja Pemilik langit dan bumi, yang kaya jadi miskin. Kita
baca ya supaya saudara yakin. I Korintus
8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia
Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin,
sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
Waktu kita kecil kita suka main enjot-enjotan,
kita mencari teman yang seimbang. Kalau kita di bawah, dia di atas. Kalau dia
ke bawah, kita ke atas. Seperti itulah Tuhan. Dia duduk di atas yang kaya raya
dia jadi miskin supaya kita yang miskin menjadi kaya. Begitu sederhana tapi
setan selalu ikat pikiran kita, kita tidak mau percaya. Bagaimana pak saya
begini bisa jadi kaya? Itulah, penyakit saudara itu di situ. Masa iya? Nah, itu
di situ. Di 'masa iya' itu penyakit kita. Markus
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau
dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Sekarang saya kembalikan kepada saudara, apa
saudara mau hijau, mau dihijaukan oleh Tuhan? Apa toko saudara mau diberkati
oleh Tuhan, usaha saudara dagangan saudara mau digrojoki berkat supaya hijau
semua subur? Apa pengharapan saudara kuat, membuat jiwa kita aman? Apa
pengharapan kita tidak mati? Apakah saudara yakin apa yang saudara
cita-citakan, apa yang saudara harapkan akan terjadi?
Sebab Yesus sendiri sudah kembalikan kepada
saudara: Segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Bagi
orang yang hijau. Itu sebabnya domba-domba-Nya Dia baringkan di rumput yang
hijau supaya mengerti, itu warna kesuburan, warna bikin kekenyangan kepuasan
karena rumput hijau itu memuaskan domba. Pertumbuhan jadi sehat, bulu-bulu
bertumbuh, segar, gemuk-gemuk karena makanan baik hijau. Tuhan kasih buat
saudara yang terbaik. Percaya nggak Tuhan kasih yang terbaik? Dia nggak kasih
nomor dua, saudara, Dia kasih yang the best.
Saudara mau jadi orang kristen yang subur
diberkati Tuhan? Saudara yakin kekayaan ada di hadapan saudara? Pengharapan
kita jangkau menjadi jangkar yang kuat bagi jiwa kita.
-- o --
Minggu, 02
Agustus 2009
NAMA YESUS
Mazmur
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Mari kita lihat kalimat yang pertama. Ia
gembala yang baik, itu menyegarkan jiwa kita. Domba
17:5 Beginilah firman TUHAN:
"Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan
kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang
belantara – Jadi bulus itu kering, tidak ada air -, ia tidak akan mengalami
datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di
negeri padang asin – Padang gurun yang hanya ada garam - yang tidak
berpenduduk.
Ini akibat kalau kita ngandelin
manusia. Kalau kita mengandalkan
kekuatan kita sendiri, bukan mengandalkan Gembala yang baik itu, Tuhan.
Sekarang kita akan perhadapkan dengan orang yang mengandalkan Tuhan. Ayat
berikutnya,
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan
TUHAN – Amin? Mengandalkan Gembala yang baik -, yang menaruh harapannya pada
TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di
tepi air – Artinya ada kesegaran -, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi
batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik – Ini janji Tuhan,
loh -,
yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak
berhenti menghasilkan buah.
Yang saudara harus perhatikan orang yang mengandalkan Gembala yang baik, mengandalkan Tuhan itu, dia seperti tumbuhan dekat air.
Kalau saudara ke Mesir, ke padang gurun, antara Mesir ke Israel,
kalau kita mau tahu di mana ada air, gampang. Di mana ada pohon, di situ ada air.
Pasir melulu sepanjang mata memandang hanya pasir. Tapi kita lihat ada pohon-pohon kecil,
di situ ada air. Sebab pohon yang tidak ada air, dia tidak mungkin hidup. Sebab
akar-akarnya disegarkan. Dan banyak orang kristen sekarang hidup rohaninya tidak
segar lagi, tidak ada sukacita lagi, antusiasnya kepada Tuhan sudah tidak ada
lagi.
Bukan berdosa, bukan; dia tidak segar lagi. Jadi menghadapi hari-hari itu seperti menghadapi hari yang susah. Tidak mengalami hari yang baik, katanya tadi dalam ayat 5 dan 6. Ini umat Tuhan yang sedang dibicarakan. Jadi kalau menghadapi hari itu, aduh. Belum kita masuk itu hari rasanya sudah cape, rasanya sudah jenuh. Karena tidak ada kesegaran.
17:5 Beginilah firman TUHAN:
"Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan
kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Tadi malam saya ngobrol tiga jam dengan
pendeta dari Amerika. Kami ngobrol tentang firman Allah. Saya tanya sama dia:
Menurut anda, kekristenan
sekarang ini di
Satu kali, dia sebagai pendeta harus
mengunjungi satu kota, satu gereja di satu Kepulauan di Pacifik dekat
Dia lihat dari puji-pujian, orang sudah
mengikuti barat. Dari rambut. Ini kalau saya pakai rambut begini kuno.
Harus pakai yang lengket itu, dijabrik-jabrikin ke atas, kaya duri, kaya
Ke gereja masih, kebaktian masih, dengar
firman Tuhan masih tapi hati kita tidak dekat dengan air. Kenapa tidak dekat
dengan air? Kan Yesus bilang, Akulah air kehidupan. Tapi saudara hilang kontak
dengan Roh Kudus. Kalau saya katakan kontak dengan Roh Kudus, artinya bukan
cuma hari minggu di gereja. Bukan cuma hari rabu. Bukan cuma hari kamis. Bukan
cuma doa waktu sabtu. Tidak. Kita harus selalu kontak dengan Roh Kudus setiap
hari. Maka hati kita tidak boleh menjauh dari Tuhan.
Saya baru baca lagi satu kata mutiara:
Orang yang penuh dengan Roh Kudus mulutnya selalu memuji Tuhan. Mungkin dia tidak tahu
lagunya tapi dia ngahariring. Selalu memuji Tuhan. Generasi saya, enam puluh
tahun ke atas, itu kalau dengar lagu Hampir
Malam Di Yogja. Lagu apa itu? Tidak tahu saudara, karena bukan zamannya.
Kalau saya tahu, itu lagu Sepasang Mata Bola. Itu jadi kenangan bagi saya. Itu pendeta bilang begini sama saya: Kita
akan hidup dengan musik yang waktu muda kita alami. Musik sekarang beda.
Saya kasih kebebasan untuk anak muda mau pakai
musik bagaimana, bebas. Walaupun itu dalam penilaian saya di musik zaman dulu
nggak ada mutunya tapi mereka maunya begitu. Main gitar sekeras-kerasnya, lagu
gereja ini, saudara. Waduh, tapi sudah zamannya. Saya nggak boleh marah. Bagi anak
sekarang, nanti kalau dia sudah sampai enam puluh tahun, lagu apa yang nempel
sama dia? C, A minor, D minor, ke G, ke C
lagi. Kalau yang agak lebih pop Tak gendong ke
mana-mana. Kita ketawa, tapi tanpa sadar kita menjauh dari Tuhan.
Saudara mau dekat dengan Tuhan? Saudara selalu mau kompak dengan Roh Kudus? Setiap hari, di rumah, di bisnis, di perdagangan, di mana, kita harus selalu kompak dengan Roh Kudus, selalu dekat dengan Roh Kudus. Itu akan membuat saudara-saudara seperti yang dikatakan ayat 8, ia seperti pohon yang ditanam di tepi air. Kembali lagi kepada Mazmur 23, Ia menyegarkan jiwaku. Amsal
25:25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.
Bahasa
Inggris, seperti air yang dingin kepada jiwa yang lelah, demikianlah kabar baik
yang datang dari negeri yang jauh.
Kabar baik itu apa saudara? Berita yang datang dari jauh apa? Sabda Tuhan.
Tadi pagi ada satu ibu yang satu bulan tidak ke
gereja di
Tadi pagi dia datang dan ikut paduan suara
dengan tongkat di tangan kanannya. Dia bersaksi dan dia menangis. Hati saya sukacita
melihat dia datang ke gereja yang sebetulnya belum boleh. Tapi dia datang dan
ikut paduan suara. Wah, saya terhibur. Itu seperti air yang sejuk, yang menyegarkan
hati saya. Kalau saudara kebaktian dan gereja ini penuh, hati saya ini
terhibur, hati saya disegarkan. Aduh terima kasih, jiwa-jiwa datang kebaktian.
Terim kasih Tuhan. Segar hati saya. Maka habis kebaktian, kadang saya tidak bisa
makan lagi, karena rasanya sudah kenyang.
Ini kalau Tuhan memberikan penyegaran dalam kehidupan kita. Ini berita dari jauh. Tetapi kalau saudara dekat dengan sungai air kehidupan, dengan air itu, maka berita ini tidak jauh lagi, menjadi seperti sungai. Saudara disegarkan oleh firman Tuhan. Haleluyah? Bagi seorang gembala yang tahu harganya, mahalnya harga jemaat, satu jiwa itu lebih mahal dari seisi dunia ini. Kehilangan satu jiwa, dia bisa nangis. Kalau ketahuan dia pindah. Ini nggak pindah, nggak ke mana tapi nggak ke gereja. Ditanya kenapa, nggak apa-apa. Tapi nggak ke gereja. Dalam Kolose
4:11 dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang
menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi
penghibur bagiku.
Haleluyah?
Dari antara orang bersunat artinya orang Yahudi, cuma tiga
orang ini: Yesus yang bergelar Yustus, dan Eprafas serta Aristarkus, Markus
Barnabas. Hanya ketiga orang ini yang menjadi
penghibur bagiku. Paulus lagi di penjara. Asal
lihat tiga orang ini datang, hatinya terhibur. Satu kali saya datang kepada
ulang tahun ke delapan puluh
Waktu dia tanya istri
saya, datang nggak? Itu di sebelah
Maka tiba-tiba dia tercetus. Orang yang sudah tua tidak perlu uang. Yang dia perlukan penyegaran rohani. Kalau
anak-anaknya ingat, mama ini cobain ini ada tape. Tapi bukan harganya
tape itu, tapi ingatan saudara sama orang tua itu, itu yang menjadi menyegarkan jiwa. Itu yang
Paulus alami. Ketika dia dipenjara, asal tiga orang Yahudi ini datang mengunjungi
dia, hatinya segar.
Kita harus berterima kasih, kita punya Tuhan jadi Gembala yang tahu menyegarkan jiwa kita. Saya cuma ingat satu kalimat saja lagu tadi Jangan takut gelombang hidup .. Tuhan p'liharaku. Gembala kita yang baik, Dia menyegarkan jiwa kita.
Kata
menyegarkan dalam bahasa Inggris itu dipakai kata restore. Kalau rumah kami baru-baru ini gentengnya roboh. Saya minta tolong sama saudara Lukas Kurniawan. Dia kirim
pegawai, dia restorasi. Sekarang kokoh kembali.
Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Tuhan
yang tahu merestorasi. Siapapun saudara, apapun masalah saudara,
Dia yang sama yang berkata: Buluh yang terkulai, Aku
tidak akan patahkan. Sumbu yang berasap, Aku tidak akan
padamkan. Dia tahu merestorasi semangat yang patah.
Dalam Yesaya 57 Dia berkata: Orang yang patah hati, orang yang hancur hati, Dia tidak pernah hina. Walaupun Aku adalah Allah yang duduk di tempat yang Mahatinggi tapi Aku adalah Tuhan yang sama yang duduk pada hati yang pecah, hati yang hancur. Untuk apa? Untuk direstorasi.
Saudara mau direstorasi? Kenapa petinju begitu tinju
tiga menit, tiga orang taruh air di atas kepalanya, satu orang pakai handuk.
Supaya apa? Supaya segar
kembali.
Tuhan merestorasi saudara seperti itu.
Saudara mau direstorasi oleh Tuhan, diperbaiki oleh Tuhan? Yang
sudah baik dicat, diamplas supaya halus lagi. Ini ada
orang aneh dari
Nah, orang kaya gini menyegarkan hati saya.
Padahal dia bukan gembalaan saya. Dia
orang katolik. Tapi dia suka dengar khotbah saya di kaset. Dia datang ke
rumah, dia tanya tentang firman Tuhan. Siapa yang menyegarkan,
dia akan disegarkan. Itu contoh
tadi. Apa saudara menjadi air yang segar bagi
papa mama saudara ... kaum muda? Kalau papa mama lihat saudara itu, dia bukan goyang kepala, tapi terima kasih
Tuhan anak saya ini baik, anak saya nggak bergajul, anak saya nggak seperti
anak dunia. Anak saya baik. Terima
kasih, Tuhan. Seperti penyegaran.
Kita kembali kepada Mazmur
23:3 ... Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Matius
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu.
Kata dikuduskanlah nama-Mu ini sebetulnya agak ganjil. Sebab nama Tuhan sudah kudus. Mau apa dikuduskan lagi? Nama Dia sudah kudus. Kalau kita makan: Tuhan, kuduskan makanan ini oleh firman-Mu. Betul. Karena makanan ini barangkali ada flu ini, ada flu ini. Tapi karena sudah dikuduskan oleh firman-Mu, dia jadi aman, kita boleh makan.
Nama Tuhan itu tidak usah dikuduskan lagi. Tapi salinan Inggris memakai kata, hallowed be thy name, dihormatilah nama-Mu sebagai nama yang kudus. Disembahlah, dihargailah nama-Mu, dihormati nama-Mu ya Tuhan sebagai nama yang kudus. Belum kita minta, belum kita minta ampun, belum kita minta rezeki, belum kita minta roti.
Yang
pertama, dikuduskanlah nama-Mu. Ya Tuhan, saya hormat kepada nama Tuhan. Apa saudara hormat sama
Tuhan? Jangan dijawab.
Apa hidup kita setiap hari
menghormati Tuhan? Apa kita menghargai Tuhan begitu tinggi, begitu mahal?
Seperti Maria membawa minyak narwastu yang jati, yang dia kumpulkan gaji satu
tahun ... dia curahkan di kaki Yesus, di badan Yesus. Harum
semerbak di seluruh ruangan itu. Karena dia tahu siapa
yang dia lagi urapi ini, Mesias anak Allah yang hidup.
Dengan air mata berlinang, dia melap kaki-Nya. Yudas kritik:
Buat apa itu minyak dibuang-buang mahal begitu?
Yesus bilang: Biar, orang miskin banyak
di antara kamu. Tapi Aku
Dihormat Tuhan itu. Dijunjung tinggi. Disayang, disanjung. Tadi saya lihat Corazon Aquino di peti mati di televisi. Dan rakyat antri dengan baik, antri semua rakyat. Lihat mukanya. Karena mereka katolik. Mayat loh, saudara. Jenazah, udah nggak ada orangnya lagi. Tapi masih ada hormat. Apalagi kita menghormat Tuhan. Dia yang tidak pernah ada matinya, Dia selalu hidup dan menghargai kita, membela kita. Kita harus menghargai Dia. Dalam surat II Timotius
2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah
itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya"
dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan
hendaklah meninggalkan kejahatan."
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal
itu kami semua adalah saksi.
2:33
Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan
menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat
dan dengar di sini. Ayat 37,
2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka
bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami
perbuat, saudara-saudara?"
2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing
memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk
pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Jadi nama Yesus ini dipakai waktu baptisan air. Bisa bilang amin? Bahwa nama Yesus itu nama yang luar biasa. Kisah Rasul
5:26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu
mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut,
kalau-kalau orang banyak melempari mereka.
5:27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada
Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,
5:28
katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun
ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak
menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
5:29
Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih
taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
Tetapi buku ini membuat orang yang jahat jadi baik. Orang yang takut jadi berani. Orang yang susah dihiburkan. Orang yang lemah dikuatkan. Orang yang putus asa mendapat pengharapan. Ini karena firman Allah. Sebab di dalamnya ada Nama di atas segala nama, yang di dalam-Nya kita beroleh selamat, yaitu nama Tuhan Yesus Kristus.
Jadi kalau kita hidup benar, ini demi nama Dia, oleh karena nama-Nya. Dia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Waduh, sekarang sudah nggak merokok? Ya, karena nama Tuhan, demi nama Tuhan, saya sudah tidak merokok lagi. Sekarang sudah tidak tupok lagi? Karena nama Yesus, saya tidak tupok ... judi lagi. Untuk nama Yesus, saya nggak ikut taruhan lagi. Karena nama Tuhan.
Saya jadi pendeta ini karena Dia. Karena Dia suruh, karena Dia cinta,
karena Dia menebus saya, karena Dia menolong saya, karena Dia memelihara saya,
karena Dia menjaga saya, Dia menggembalakan saya. Saya disuruh kerja,
ingin balas cinta Tuhan.
2:5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang
terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu
sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang
hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan
diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada
di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11
dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi
kemuliaan Allah, Bapa!
Semuanya bilang amin, haleluyah. Kita ada sebagaimana kita
ada karena nama-Nya. Kalau saudara bilang Yesus, yang akan
menolong saudara Yesus. Kalau saudara mengandalkan Dia, Dia yang memberkati
kita, Dia yang menolong kita. Ini Nama
Itu nama yang indah .. Nama Yesus .. Itu nama yang indah .. Dari sorga mulia
.. Bimbang ragu .. Diusirnya .. Hati susah dihiburkan .. Nama Yesus yang indah
yang kucinta.
Ini nama
benar-benar indah, nama yang indah. Sebab asal kita bilang nama
Yesus, segala ketakutan hilang, segala perasaan yang tidak enak hilang. Nama itu luar biasa. Tolong pemain musik.
Kita berdiri bersama-sama.
-- o --
Minggu, 09
Agustus 2009
BAYANG-BAYANG KEMATIAN
Mazmur
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak
takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang
menghibur aku.
Bahasa Inggris: Ya, walaupun aku berjalan melalui lembah
bayang-bayang kematian, ...
Sementara ini kita mau lihat beberapa hal tentang
bayang-bayang.
Saudara, kalau saudara melihat bayang-bayang, itu karena ada cahaya.
Bayangan ini bukan bendanya. Kalau itu seekor kuda, bayangannya pasti seekor
kuda. Tidak mungkin seekor kuda disorot lampu bayangannya pohon kelapa, tidak
mungkin. Pohon kelapa disorot lampu bayangannya pohon pete, tidak mungkin. Jadi
yang disorot oleh sinar itu akan memantulkan bayangan.
Nah pemazmur ini, dia bilang begini: Walaupun aku lewat.
Kalau ini gunung, ini ada gunung lagi, nah antara dua gunung
ini lembah. Di lembah cahaya matahari tidak bisa masuk. Karena di lembah. Tapi
dia memantulkan bayangan dari gunung-gunung ini. Jadi bayangan gunung ini
dipantulkan. Ini namanya bayangan.
Apa saudara takut kepada bayangan seekor singa? Kenapa dia
bilang, aku tidak takut bahaya melewati kegelapan? Karena Tuhan beserta dengan
dia. Kita buka dulu Matius
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan
ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah
melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut,
telah terbit Terang."
Sekarang kembali ke Mazmur,
23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, ...
Kenapa?
Karena Dia sudah rubah menjadi terang. Daerah yang penuh dengan maut dijadikan terbit
terang yang besar. Jadi sebetulnya pemazmur ini sedang berkata, aku tidak takut
apa-apa. Walaupun aku harus lewat karena aku menghadapi terang. Sebab,
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah
melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi
maut, telah terbit Terang."
Sekarang kita dengar kesaksian dari raja Daud.
Dalam Mazmur
139:11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan
saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"
139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan
bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
Pantas Daud tidak takut
lewat lembah bayang-bayang maut karena kegelapan jadi terang. Saya pernah
khotbah bahwa di Mesir gelap tapi di Goshen sepotong kecil saja tanah di Mesir
di mana ada orang Israel, itu terang. Seluruh Mesir gelap tapi di
Pada sore hari ini saya
ingin bicara hal yang lain karena saya bicara dari 21 keterangan tentang
kegelapan ini. Dari 21 hamba Tuhan yang menerangkan tentang Mazmur 23:4 ini,
saya akan peras menjadi dua. Yang tadi yang pertama saya sudah terangkan
kegelapan malam kegelapan ini.
Yang kedua, kegelapan ini
adalah kegelapan kematian.
Mari kita pelan-pelan
bicara supaya saudara tidak takut. Kematian tidak pandang umur. Apakah dia Mbah
Surip, apakah dia WS Rendra, apakah dia teroris, apakah dia Noordin M Top,
kalau betul itu yang ditembak, mati. Tidak lihat umur. Katanya baru 41 tahun.
Umur nggak panjang nggak
pendek bukan urusan kita. Tapi walaupun panjang walaupun pendek, kematian akan
datang kepada kita. Saudara jangan pikir peti mati berapa, saya dikubur di
mana, jangan. Tapi kita musti sadar, kematian kita harus lewat. Jadi kalau ini
garis kematian, ini sorga, ini dunia, saudara mau masuk sorga musti lewat garis
ini.
Siapa yang paling panjang
umurnya di Alkitab? Metusalah. Berapa umurnya? 969 tahun. Mau kaya dia? Sudah
jabrik semua. Kita musti lewat ini garis kematian. Tapi pemazmur berkata, aku
tidak takut bahaya, aku tidak takut kejahatan, sebab engkau Tuhan terang itu
besertaku. Waktu kita di sini di dunia, Yesus beserta dengan kita, waktu kita
di sorga kita bersama dengan Yesus. Sama.
Ada 3 tingkatan hidup
manusia: Dunia purwa, dunia maya, dan era yang abadi. Dunia purwa itu di perut
ibu. Belum lahir tapi saudara sudah hidup, sudah ada jantung, sudah ada mata.
Sudah komplit. Hanya belum dilahirkan. Begitu lahir, masuklah saudara kepada
dunia maya. Makanya dunia ini disebut mayapada. Itu istilah orang budha.
Maksudnya mayapada ini nggak lama, nggak langgeng. Jadi dunia purwa, dunia
maya, masuk kepada dunia yang abadi. Ada yang di neraka, ada yang di sorga tapi
terus abadi.
Yang saya ingin saudara
perhatikan, ketika saudara lahir, jadilah saudara disebut manusia. Dibesarkan
oleh ibu waktu saudara di perut kandungan saudara makan dari pusar.
Bing Slamet nyanyi Waktu
ku kecil hidupku .. Amatlah senang .. Senang dipangku-dipangku dipeluknya.
Itu zamannya Bing Slamet. Zaman sekarang Tak gendong ke mana-mana. Tapi
zaman Bing Slamet Waktu ku kecil hidupku ... waktu kecil itu anak-anak
lucu. Saudara ciumin anak saudara, ciumin cucu saudara. Mumpung masih kecil.
Sebab nanti kalau sudah agak besar sekarang ... bedegong, saudara. Mulai
bandel. Bandel anak teh dititah ka kulon, ka wetan. Dititah ka wetan, ka kulon.
Lalu sampailah kepada kedudukan masa akhir. 40 tahun ke atas sebetulnya sudah
turun kita tuh.
Kematian bukan sesuatu yang
menakutkan. Ibu saya meninggal di pangkuan saya. Anak saya meninggal di
pangkuan saya. Jadi saya sudah lihat orang meninggal itu bagaimana.
Oh, berbahagialah orang kristen karena meninggal
bukan sesuatu yang gelap tetapi sesuatu yang terang.
Dulu saya nggak bisa terima di Manado di tengah
peti mati, orang nyanyi begini Pujilah Tuhan sebab besar cinta-Nya .. Nggak
tahu diri, cek saya teh, masa orang meninggal Pujilah Tuhan sebab besar
kuasa-Nya. Sekarang saya mengerti. Iya mau apa disedih-sedih, mau apa
ditangisi? Orangnya sudah senang. I Korintus
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak
kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam
Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak
binasa.
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu
rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri
yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan
dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
15:53 Karena yang dapat binasa ini harus
mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan
yang tidak dapat mati.
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini
mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang
tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut
telah ditelan dalam kemenangan.
15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut,
di manakah sengatmu?"
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah
hukum Taurat.
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah
memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih,
berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab
kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Maut sengatnya hilang,
ditelan oleh kemenangan. Kapan? Ketika saudara lewat. Ketika saudara lewat
bayang-bayang kematian.
Satu pendeta di
Nah pembom yang membom
Ritz
Yang kita harus pikirkan, kenapa anak muda itu
berani berbuat itu? Dia tidak mengerti, dia dibohongi. Noordin Moh Top takut
mati. Dia suruh orang pada berani mati, dia sendiri takut.
Begitu kita lahir, tidak
ada nafas saudara. Dokter balik, pukul-pukul, bernafas ... nah itu hidup dia,
nangis. Sudah selamat. Itu bayi. Tapi waktu mau meninggal, itu nafas berakhir.
Maka istilah dalam bahasa
Papa sudah di
Pendeta Wakkary, Medan,
almarhum, datang terakhir saya masih ingat tidurnya di rumahnya brur Samuel
Rahmat di Cikidang. Dia ngomong begini:
Siapa tahu di antara kita
akan dipanggil Tuhan, sudah siapkah kita? Beranikah kita bicara seperti Daud:
Aku tidak takut bahaya ketika aku harus lewat bayang-bayang kematian.
Di Manado ada baptisan
air.
Saya selalu ingat bapak
Tjin Liang. Dia datang sendiri. Dulu
Tidak udah takut bahaya.
Tidak usah takut apapun juga. Dalam Yesaya ada ayat: Jangan kamu takut bila
engkau dijelek-jelekkan. Karena Tuhan bilang begitu, kita tidak usah takut
orang ngomong apa tentang kita. Tenang saja. Dia bersama dengan kita.
Sejauh-jauh kejahatan lari, kebenaran akan mengejar. Sejauh-jauh orang yang
bohong berdusta bahwa kalau mati sahid itu bom bunuh diri masuk sorga, ada 70
bidadari, akhirnya kebenaran akan ketahuan juga. Sebagai ayat yang terakhir, di
bagian akhir,
23:4 ...; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang
menghibur aku.
Dalam bahasa Inggris,
disalin rod and staff. Rod ini tongkat, staff ini juga tongkat. Bedanya di
mana? Saudara lihat ke depan. Rod ini tongkat panjang tapi staff ini tongkat
panjang yang di ujungnya bengkok. 2 tongkat ini menghibur saudara. 2 tongkat
ini bayangan Firman Allah dan Roh Kudus. Yang bengkok ini gembala pakai untuk
menarik domba. Kalau dia punya tanduk terkait di belukar dia tarik. Supaya
tidak tersangkut. Dia tarik. Terhibur. Domba tidak bisa melepaskan diri
Sedangkan tongkat yang
pertama disalin gada, itu tidak tepat. Tongkat yang pertama itu adalah tongkat
penyangga. Kalau mau bikin kemah dia sangga di tengah kemah itu. Domba-domba
dimasukin supaya tidak kehujanan. Firman Tuhan dan Roh Kudus adalah gada dan tongkat
yang menghibur saudara. Tidak ada penghiburan seindah dari Firman Tuhan.
Dan Tuhan sudah kasih
firman sama saya untuk disampaikan pada family camp. Dan itu setahun sekali Dia
kasih. Khusus untuk family camp. Hanya Firman Tuhan dan Roh Kudus yang menghibur
saudara. Tadi di Jakarta saya minta satu bapak berdoa. Orangnya pendiam. Dia
berbahasa roh terus. Nggak berhenti-berhenti. Saya cuma bilang, terima kasih
Tuhan. Roh Kudus dan Firman Tuhan menghiburkan jemaat.
-- o --
Minggu, 30
Agustus 2009
NERAKA
Lukas
16:19
"
16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok,
berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya
itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke
pangkuan Abraham.
16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di
alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus
duduk di pangkuannya.
16:24
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus,
supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab
aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
16:25
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang
baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat
hiburan dan engkau sangat menderita.
16:26
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak
terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka
yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau
menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28
sebab masih ada
16:29
Tetapi kata Abraham:
16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari
antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para
nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang
bangkit dari antara orang mati."
Sore ini saya ingin
berbicara mengenai neraka. Neraka itu ada! Dan saya akan
memberitakan kepada saudara sekarang empat hal yang ada di neraka. Yang pertama, di neraka itu ada penderitaan atau kesengsaraan.
16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di
alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus
duduk di pangkuannya.
Di neraka itu ada
sengsara, ada penderitaan. Segala kesusahan yang ada di dunia, kekerasan
manusia yang ada di dunia, kesakitan yang ada di dunia, tidak bisa dibandingkan
dengan sengsaranya dari neraka ini. Bisa saja orang itu
senang di dunia. Tiap hari pakai baju ungu, makan bermewah-mewah.
Lazarus miskin dan ditemani cuma sama anjing. Tapi ini orang yang kaya ini bukan nggak kenal gereja bukan nggak
kenal tempat ibadah sebab dia kenal bapa Abraham. Jadi
dia bukan orang tidak percaya. Tapi dia main-main
dengan percayanya itu, dia pakai kedok, agamanya itu dipakai kedok. Seperti beragama seperti ke gereja tapi perbuatannya membawa dia ke
neraka.
Jadi bisa
saja kita ke gereja rajin ke gereja kelihatan hebat hidup bermewah-mewah
diberkati tapi masuk neraka. Dalam
Matius
8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke
dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak
gigi."
Waduh,
sampai gigi dikerot-kerot itu karena itu sakitnya sudah tidak tahan. Ini Yesus yang bicara. Neraka itu
apa? Neraka itu tempat siksaan, tempat aniaya. Bukan setahun, dua tahun, ada
istilah seumur hidup. Nggak seumur hidup. Selama-lamanya. Saudara yang tidak
percaya kepada Tuhan, yang hidup kekristenannya main-main, hanya pakai kedok
saja, mau dibaptis hanya kedok. Hanya kedok baptisan saja supaya bisa kawin
tapi hidup kekristenan tidak ada. Saya sudah lihat banyak
sekali yang baptisannya kedok belaka. Setelah menikah, punya anak, dia
berubah. Berubah luar biasa.
Dia pakai kedok. Pakai
agama cuma hanya kedok saja biasa, tidak sungguh-sungguh. Untuk
mereka ini tempatnya ya ini di sini. Tempat penderitaan. Ini baru satu loh saya ngomong di neraka itu ada. Ini tempat menderita. Saudara mau masuk ke
Yang
kedua, ada apa di neraka? Di neraka itu ada doa. Kembali kepada Lukas
16:24, Lalu ia
berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan
lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Dalam salinan bahasa Inggris,
and he prayed … dan dia berdoa. Dari neraka dia berdoa. Di dunia nggak mau doa. Waktu masih hidup nggak mau sembahyang. Jangan
sembahyang tiap subuh, jangan. Sembahyang yang seminggu sekali saja nggak mau. Bedston nggak mau.
Kalau bedston dia tanya
dulu - ini yang masuk neraka yang saya maksud -, ada makan-makan nggak? Kalau di tempat bedston ada makan-makan, saya mau ikut bedston.
Sebab biasanya kalau orang menyerahkan rumah, mau menikahkan anak, suka panggil
pendeta bedston. Doanya sebentar, makannya. Jadi dia datang bukan untuk bantu
doa, untuk bantu makan.
And he prayed to Abraham. Dia berdoa. Dia
berseru. Doanya itu berseru. Kadang-kadang kalau kita berdoa, aduh, nggak
berseru. Kalau di gereja disuruh berdoa: Ayo mari kita
berdoa, angkat suara, saudara sembah Tuhan. Nggak sungguh-sungguh doa. Dia berdoa cuma tempatnya udah salah. Tempatnya salah
dan waktunya sudah terlambat. Tiba-tiba orang kaya ini jadi suka doa: Bapa Abraham – masih ada itu ngebosnya - suruh Lazarus
taruh jarinya di air, jatuhkan setetes, lidah saya sudah panas membawa derita
ini.
Makanya dari pada kita senang-senang di
dunia tapi menderita di neraka, lebih baik kita – ini peribahasa – menangis di
dunia tapi bersukacita di sorga. Itu Yesus punya ajaran.
Biar kamu menderita, dianiaya, sengsara, biar kamu dihina, biar kamu dicemooh,
berbahagia, sebab upahmu besar di sorga. Ini orang kaya tiap hari makan makanan
yang enak. Senang-senang. Cing atuh kasih sedikit aja sama Lazarus, nggak ada. Nggak ada belas kasihan. Maka Tuhan
berfirman dalam Matius 15: Bangsa ini cuma datang menghampiri Aku dengan mulut.
Hatinya jauh. Sekarang ini doa
sungguh-sungguh hati. Oh, bapa Abraham, oh bapa Abraham.
Saya belum pernah dengar jemaat yang
berdoa kalau bedston itu seperti dulu, zaman dulu banyak. Berserulah
kepada-Ku, Yesus bilang, berserulah kepada-Ku pada masa kepicikan.
Berdoa. Yeremia 33:3, berserulah kepada-Ku. Yunus 2:2, berserulah kepada-Ku.
Mazmur 50:15, berserulah kepada-Ku. Mazmur 81:8, berserulah kepada-Ku, Aku
pasti menjawab engkau. Dan orang kaya ini juga dijawab, cuma jawabannya
negatif, nggak positif.
Dari sorga kita nggak bisa ada city tour
ke neraka. Atau dari neraka ada tour, wisata kuliner ke sorga, nggak ada. Terus
dari sorga mau wisata di neraka, tidak bisa. Kalau mau berseru mumpung kita
hidup sekarang. Kalau mau berdoa sementara, kita hidup sekarang. Kalau mau
minta tolong, sementara sekarang Dia bisa dihampiri. Minta tolong kepada Tuhan,
berseru kepada Tuhan. Jangan di neraka. Itu baru kedua.
Yang ketiga, ada ingatan sama keluarga.
Dia ingat sama keluarga yang belum selamat. Ayat 27,
16:27
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau
menyuruh dia - Lazarus - ke rumah
ayahku,
16:28
sebab masih ada
Waktu dia di dunia kaya, nggak ingat
keselamatan keluarga. Sementara saudara duduk di gereja, ingat nggak saudara
keselamatan keluarga saudara? Koko saudara, adik saudara, cici saudara, ci hu
saudara, mei hu saudara yang belum kenal Tuhan.
Jadi tiba-tiba dia ingin menginjil.
Nggak tahu pendeta-pendeta sekarang itu,
zaman sekarang. Kalau sudah giliran
ngirim siswa-siswi ke sekolah pada miskin semua. Pada miskin, nggak
punya duit, nggak ada. Jadi pantas, saya bilang, nggak diberkati hidupnya. Ini
yang dibiayai ini calon hamba Tuhan. Calon orang yang mau
menginjil ke mana-mana, memberitakan firman Allah. Jangan nanti sudah di
neraka: Suruhlah dia, Lazarus, ke rumah saya punya keluarga.
Saudara-saudara dengar firman Allah, ada
nggak doa dari hati saudara: Tuhan, tolong orang tua
saya belum kenal kepada-Mu, belum menerima Yesus.
Ah, gampanglah nanti meninggalnya di
pantekosta saja. Saya bisa melayani karena saudara kristen,
karena saudara jemaat saya, keluarga saudara yang belum kenal Tuhan mau
dikristenkan saja, bisa kita layani. Tapi untuk masuk ke sorga, saya nggak ada
hak. Itu orang kaya waktu meninggal, waduh pendeta yang paling hebat kali yang
diundang. Yang minta pasti datang semua.
Dan saudara-saudaraku, maaf ya, tidak akan menyinggung siapa-siapa saya. Kita
sering bohong di kebaktian duka. Kita sering bohong. Maka ketika Tuhan
ngomong sama saya, saya nggak pernah ngomong lagi.
Sebab sambutan, kita akan dengar sambutan bagi
almarhum dari ibu ini: Saudara-saudara, semasa hidupnya dia orang yang baik. Tak ada. Buktinya dia jahat. Dia
baik, dia nggak pernah ngerepotin orang - padahal waktu hidupnya ngerepotin
orang. Dia sopan - padahal waktu hidupnya kurang ajar.
Kita ngebohong untuk menyenangkan telinga keluarga.
15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku
yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah
berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang
upahan bapa.
Kalau mau sadar, waktu masih hidup. Kalau
mau bertobat, sekarang. Bertobat sekarang. Tinggalkan hidup yang lama.
Tinggalkan hidup yang salah. Tinggalkan hidup yang keliru. Tinggalkan
perkara-perkara yang najis, perkara yang bukan dari Tuhan. Tinggalkan
sekarang ketika kita masih hidup. Jangan di neraka.
Sebab di neraka kita nggak bisa berbuat apa-apa walaupun kita sadar masih ada
Yang keempat, yang terakhir: Di neraka itu
ada semangat untuk bersaksi. Lukas
16:29
Tetapi kata Abraham:
16:30
Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham –
Bayangin, di neraka masih bisa ngebantah Abraham, loh -, tetapi jika ada
seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
Ada keyakinan, ada iman untuk bersaksi.
Abraham saja bapa orang beriman nggak dianggap. Dia berani bilang tidak kepada
bapa Abraham. Bapa Abraham bilang:
16:31
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para
nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang
bangkit dari antara orang mati."
Saya mau Tanya: Siapa yang bangkit dari
antara orang mati setelah Abraham? Yesus. Dibangkitkan. Tapi coba lihat manusia
sekarang. Percaya Yesus? Memang agama terbesar di dunia
adalah Kristen. Saudara orang yang beruntung menerima
Yesus. Tapi apa saudara punya semangat untuk
bersaksi? Orang kaya ini luar biasa, dia punya semangat di neraka. Iya saya
sudah pasti mati, tapi saya yakin kalau ada orang bangkit, keluarga saya pasti
percaya. Abraham bilang: Nggak. Baca alkitab aja nggak
pernah.
Makanya saudara coba periksa alkitab, suka
dibaca nggak? Mumpung kita masih hidup. Jangan nanti sudah umur 70 tahun, sudah
kita susah mau baca alkitab. Kita
masih muda sekarang rajin baca dong. Baca. Semangat untuk bersaksi.
Pernah nggak saudara sama keluarga saudara di rumah
yang belum kenal Tuhan Yesus, memperkenalkan Yesus? Bisa dengan menyanyi, bisa
dengan bersaksi, bisa dengan diajak kebaktian. Atau pernah
saudara bawa jiwa sampai jiwa itu dibaptis tapi sekarang sudah nggak ada lagi?
Ada nggak kerinduan saudara menjaga jiwa jangan sampai dia nggak datang
kebaktian, jangan sampai dia tinggalkan Yesus.
Jim Elliot, seorang utusan Injil
orang-orang Indian. Dia sembahyang begini: Tuhan, - dia anggap dirinya kayu -
pakailah kayu yang tidak berharga ini, Tuhan. Bakar kayu ini, Tuhan, supaya api Injil itu bisa sampai. Selamatkanlah orang-orang Indian
ini Tuhan. Dia dibunuh sama orang Indian. Umurnya sama sama Yesus, 33 tahun.
Tapi dia sembahyang: Saya tidak minta umur panjang, Tuhan. Tapi
biar umur saya pendek seperti Engkau tapi penuh arti. Dan
terjadi.
Kepala suku Indian bilang: Ada apa sama rakyat saya, semua pada jadi Kristen? Nggak mau
nyembah dewa lagi, nggak mau nyembah gunung lagi, nggak mau nyembah. Dia
dibunuh. Tapi saya yakin orang itu ada di sorga. Karena dia
mempunyai semangat untuk bersaksi. Adakah di antara
saudara yang suami saudara belum kenal kepada Yesus? Aduh,
suami saya mah aneh. Kalau saudara nggak pernah bersaksi kepada dia,
saudara yang aneh. Sebab yang paling dekat dengan suami saudara adalah ibu-ibu.
Kalau kita baca Yehezkiel, ada ayat
bunyinya begini: Kalau ada satu orang belum bertobat dan kamu ada kesempatan
bersaksi kepada dia tapi kamu tidak bersaksi, kamu tidak ajak dan dia
meninggal, masuk neraka, nyawanya dituntut dari pada kamu. Yehezkiel bilang
begitu. Takut kalau sudah diajak, takut nanti dia marah. Tidak. Kalau Roh Kudus
beserta saudara tidak ada yang akan marah. Ajak,
bicara baik-baik, doakan: Ayo, kita terima Yesus. Ayo, kita
terima Tuhan. Ayo, kita terima keselamatan.
Kalau dia menolak? Saudara bebas dari tuntutan darah.
Kalau belum dicoba saudara sudah bilang nggak mau, yang aneh bukan suami
saudara tapi saudara sendiri yang aneh.
Saya tidak suka tiap bulan kita makan
perjamuan kudus tapi kita nggak tahu harganya itu perjamuan kudus seperti apa. Ini perjamuan kudus kita memperingati kematian dari
Tuhan Yesus yang meluputkan kita dari api neraka itu.
Karena kita percaya kepada Yesus, Dia luputkan kita dari api neraka. Maka kita
ingat, memperingati. Nanti minggu depan kita mau lihat isi sorga. Sekarang
lihat isi neraka dulu, yang jelek dulu. Saudara tidak mau masuk ke
Ketika Lie Yang Wei dari Tiongkok itu ada
di ruang angkasa, astronot dari Cina, istrinya tanya:
Bagaimana kamu lihat alam semesta di sekeliling kamu? Dia cuma bilang: Sangat
indah. Baru alam dia bilang sangat indah, apalagi sorga. Maka saya yakin anak
Tuhan yang sudah mendahului kita, yang sudah di sorga sana,
tidak mau balik lagi ke dunia. Tidak ada malam di
Apa inti dari khotbah sore ini?
Kalau ikut Tuhan sungguh-sungguh. Jangan main-main soal terima Tuhan, baptisan,
perjamuan kudus. Jangan main-main. Doa jangan main-main. Karena
ini hubungannya dengan kekekalan.
-- o --
_________________________
_________________________