Khotbah Minggu Sore Januari - Februari 2004

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161- Indonesia

Minggu sore, 04 Januari 2004

Hidup yang Berhasil - Seri 1

Haleluyah. Selama satu bulan ini khotbah saya akan berjudul “HIDUP YANG BERHASIL”. Dan saya akan bagi dalam empat seri minggu pagi serinya lain, minggu sore serinya lain. Minggu sore ini adalah seri yang pertama sekarang dari hidup yang berhasil. Kita boleh berteriak-teriak dalam nama Yesus hidup berhasil, kita boleh menjeri-jerit amin, amin, haleluyah, berhasil, berhasil, tetapi itu tidak akan membuat hidup kita berhasil kalau kita tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh firman Tuhan.

Sore hari ini saya ingin memberi mengenai Trilogi 'Tabur-Tuai' atau tiga macam taburan dan tuaian. Kita akan kembali merenungkan lebih dahulu dari kitab Kejadian 8:22 sebagai ayat dasar kembali, menyegarkan kita ingatan kita kepada firman Tuhan. Ingat, ini bukan buku, ini bukan buku karangan manusia tetapi ini adalah firman Tuhan. Semua yang tertulis dalam setiap pasal, ayat baris - itu milik saudara dan saya! Kejadian 

8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

Dalam ayat ke-22 ini, sampai saat ini ayat ini masih tetapi berlaku karena kita masih ada di dalam bumi, bumi belum hilang walaupun sudah bobrok tapi masih ada ... tidak akan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam. 

Kalau saudara melihat kata yang ke dua ... dingin dan panas, itu bukan taburan tetapi suasana yang berlawanan. Dingin dan panas akan berganti-ganti di dalam bumi. Yang ke tiga dikatakan di sana kemarau dan hujan itu juga adalah musim berganti. Siang dan malam juga itu musim, keadaan yang berganti dua belas jam siang, dua belas jam malam. Tetapi yang pertama bukanlah musim. Yang pertama adalah satu prinsip rohani. Apa saudara? Prinsip rohani. 

Saudara tahu prinsip? Prinsip itu tidak bisa berubah. Api itu panas. Di Amerika api itu panas ya, di Kanada api itu panas, di Afrika api itu panas. Itu prinsip, itu dalil, itu keadaan, ya. Es itu dingin, dimanapun es itu ada, dia selalu dingin. Perhatikan ini, karena ini adalah satu seri khotbah jadi agak panjang. Jadi saudara harus mengerti dari dasarnya. 

Dikatakan di sini selama bumi masih ada tak akan berhenti musim menabur dan menuai. Apa yang kita inginkan di dalam cita-cita dalam hasil, saya pakai bagian sebelah kanan ini yang sebagai hasil, yang kita inginkan sebagai hasil, - itu adalah bergantung seratus persen kepada apa saja yang kita tabur sebagai taburan pertama. Hasil itu adalah tuaian dan taburan ini adalah satu modal. 

Saudara, walaupun saudara begitu ingin mempunyai hasil yang banyak, saudara bisa sembahyang tentang berdoa, berpuasa tiga hari tiga malam untuk hasil berkat yang berkelimpahan tahun dua ribu empat tahun keberhasilan, saya percaya kepada gembala saya demi nama Yesus saya berkata, oh tahun dua ribu empat tahun keberhasilan, saya berhasil dalam bisnis, saya berhasil dalam segala macam, tetapi tidak ada apa-apa yang saudara tabur, maka saudara ngomong sampai berbusa, saudara boleh berteriak, saudara boleh berpuasa sampai pingsan. Kejadian tentang kelimpahan, keberhasilan ini tidak akan menjadi pengalaman saudara sampai kita memiliki taburan ini. Tidak ada taburan tidak ada hasil, keberhasilan datang dari air mata waktu menabur. Kita buka dulu Mazmur 126. Di dalam Mazmur 126, di sana dikatakan oleh pemazmur dengan jelas sekali dan menjadi ajaran besar bagi kita ayat 5 dan 6. Mazmur 

126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.  

Ayat 5, orang yang menabur dengan apa? Mencucurkan air mata. Artinya menabur itu nggak enak, menabur itu korban, menabur itu susah, menabur itu sulit. Pendeta Huge dari Canada bilang sama saya dia kagum sama jemaat Cianjur disiplinnya. Saya bilang itu saya mulai dari tahun tujuh puluh dua dari papa saya meninggal. Saya tabur tiga tahun soal disiplin soal jam. Orang Krawang kebaktian disini, aduh enak kebaktian di Cianjur, tenang bisa konsentrasi nggak ribut. Nggak seperti di gereja saya aduh susah mau dengar, mau dengar khotbah susah. Saya bilang, itu dari taburan, dari taburan, dari taburan. Menabur itu menangis, menabur disalah pahami orang. Menabur tidak disukai, menabur nangis, menabur bercucuran air mata.

126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.   

Taburan apa tuaian, taburan apa tuaian? Taburan! Orang yang berjalan ma ... ! Orang yang berjalan maju. Orang yang menabur terus belum lihat tuaian dia sudah putus asa mundur, dia nggak akan lihat itu hasil, dia nggak akan lihat itu tuaian yang luar biasa. Dia menangis, dia susah tapi maju terus, karena apa? Visinya dia tahu ...  apa yang aku tabur ini akan aku tuai. Ini bahasa petani, akan aku tuai. Trilogi tabur-tuai, apa yang kita tabur, itu kita akan tuai. Baik atau jahat, saudara nabur yang berdosa, surat Timotius berkata ada yang langsung dituai, ada yang belakangan baru dituai. Saudara menabur baik, ada yang langsung dituai ada yang belakangan baru dituai. Saya akan ajarkan tiga hal soal tabur-tuai.

Pertama, kita akan lihat mengenai pengampunan. Di dalam Matius 18, di sana saudara-saudara kita akan lihat apa yang di ajarkan Yesus tentang tabur-tuai soal pengampunan.

Matius  
18:21. Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Nah, bayangkan saudara harus mengampuni orang dalam satu hari empat ratus sembilan puluh kali, orang yang sama dalam satu hari. Petrus datang itu sampai sembari mengeluh kepada Yesus, Tuhan berapa kali saya musti memberi? Karena dalam bahasa Inggris mengampuni itu forgive, memberi pengampunan. Jadi memberi. Taburan yang pertama dalam mengampuni. Nantang dia, ngenye gitu, setengah ngenye sampai tujuh kali saya mesti mengampuni ini orang yang salah sama saya sehari ... sampai tujuh kali?

Yesus bilang tidak. Sampai tujuh kali? Tidak! Yesus bilang tujuh puluh kali tujuh kali, empat ratus sembilan puluh kali. Saya tidak ada waktu untuk ceritera apa artinya itu empat ratus sembilan puluh dihubungkan dengan kitab nabi Daniel tapi saya sedang berbicara bagaimana saudara bisa ngampuni orang. Sudah salah saudara ampuni, datang lagi dia, aduh saya salah lagi, sama salahnya saudara ampuni lagi empat ratus sembilan puluh kali. Tapi itulah yang diminta Yesus. 

Dengar, dengar! Saudara sekarang protes. Umpamanya saudara jadi Petrus dan berkata: Wah, nggak bisa. Mana mungkin saya bisa mengampuni orang itu empat ratus sembilan puluh kali satu hari. Oke, Yesus bilang, kira-kira akan begini. Kalau kamu menabur tidak bisa mengampuni orang, kamu juga tidak akan di ampuni oleh Bapamu di sorga. Karena Bapa di sorga mengampuni udah lebih dari empat ratus sembilan puluh kali. Setiap kali kita salah kita sembahyang, kita minta ampun. Setiap kali kita salah kita sembahyang, kita minta ampun. Coba segala ketidakjujuran, segala kebohongan, segala dusta, segala tidak bawa persepuluhan, segala tidak berdoa, malas semua, Tuhan tidak ampuni ... bagaimana kita? 

Selalu dalam doa Bapa kami dalam sorga, dikuduskanlah namaMu, ... ampunilah kesalahan kami seperti kami mengampuni kesalahan orang. Jadi Tuhan mengampuni kita adalah hasil akan menjadi hasil dari karena kita mengampuni salah orang dulu. Ini trilogi yang pertama. Mulai menabur tahun dua ribu empat ini pengampunan, berat tetapi tabur. Menangis kita mau mengampuni karena yang diampuni bikin sakit hati kita. Mungkin pasangan hidup yang selingkuh, umpamanya, menyakiti kita. Susah mengampuni tapi Yesus bilang, tujuh puluh kali tujuh, ampuni! Tabur! Kalau mau berhasil. Tabur! Sebab apa? Mazmur tadi berkata, orang itu yang menangis itu, nanti pulangnya nyanyi menari-nari, membawa hasil berkas-berkasnya di atas bahunya. Amin saudara-saudara? 

Memang lagi nabur susah, lagi buka toko susah, lagi kerja kecil-kecilan suka bibilintik susah, banting tulang susah, baru buka toko usaha pertama memang susah, tapi tabur! Ini yang pertama, menabur pengampunan. Saya rasa dasar utama kristen itu mengampuni. Mungkin banyak orang tidak sadar apa artinya kristen. Boleh saya bisikan beberapa poin apa artinya kristen. Kalau saya ngomong dengan mulut saya dan berkata, saya ini orang kristen, bukan artinya yang sudah dibaptis, tidak. 

Kalau saya bilang saya ini orang kristen, berarti pertama saya ini orang yang lemah, itu sebabnya saya berdoa karena saya perlu kekuatan dari Tuhan. Kalau saya bilang saya ini orang kristen, saya harus mengakui bahwa saya ini tidak tahu apa-apa, itu sebabnya saya memerlukan firman Tuhan untuk membimbing saya di dalam hidup. Kalau saya bilang saya ini orang kristen, saya ini orang berdosa yang perlu pengampunan dari Tuhan, itu sebabnya saya belajar mengampuni orang lain. 

Tujuh kali? Tidak! Tujuh puluh kali tujuh. Kalau saudara ngampuni berarti masih ngomongin, itu bukan ngampuni namanya. Saudara masih ngomongin orang itu, itu bukan ngampuni. Kalau saudara ngampuni, saudara lupakan. Nggak diomongin lagi dia punya salah, nggak diomongin ... sudahlah ... sudah. Jangan nengok kebelakang jangan nengok lagi ke dua ribu tiga. Tidak ada masa depan di hari masa yang lalu, tidak ada hari depan. Kalau saudara mau hidup di masa yang lalu, tidak ada hari depan, engkau akan jadi istri Rut jadi tiang garam. Ampuni. Walaupun tidak ada yang bilang amin tapi saya menabur terus. Ampuni! Sampai ada yang bilang amin. Ampuni! Belajar mengampuni. Ini beri, menabur mengampuni, ya.

Yang kedua. II Korintus 9. Sebetulnya ini tidak aneh untuk jemaat Cianjur tapi ini adalah kesaksian saya. II Korintus 

9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.  

Apa yang dikatakan di dalam ayat 6 sebagai penabur, itu disebut di dalam ayat 7 sebagai pemberi. Ayat 6 di sebut penabur, ayat 7 di sebut pemberi. Kalau penabur dan pemberi itu sama, maka saudara-saudaraku penuai adalah sama dengan penerima. Yesus sedang mengajarkan, Paulus sedang mengajarkan kepada jemaat Korintus bagaimana caranya memberi dengan prinsip tabur-tuai, Kejadian 8 : 22 tadi. 

Selama bumi masih ada tidak akan berhenti musim menabur dan menuai. Camkanlah ini, orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga. Saya akan bandingkan dua ayat ini, ayat 6 ayat 7 ini saudara-saudara. Banyak orang memberi, itu dia anggap waktu dia beri itu uangnya hilang. Maka ayat 7 di katakan, banyak orang memberi dengan dukacita dan bersungut, memberi dengan terpaksa. Karena dia anggap itu hilang. 

Pak tani tidak anggap taburannya itu hilang. Pada waktu satu petani dia menabur benih, apa dia bilang terus bye-bye, dia tinggalkan benih? Tidak! Itu adalah investasi, itu satu investasi. Itu adalah satu tanaman modal. Aku sekarang tabur benih padi, nanti tiga bulan lagi sudah akan ada berapa bulir padi. Dia tidak rasa hilang, walaupun tertutup lumpur. Dia tabur - dia tabur - dia tabur - dia tabur - dia tabur. 

Kalau saya lihat orang menabur benih mundur saudara, saya baru tahu, tabur benih mundur itu. Memang kelihatannya mundur kalau lagi menabur, kelihatan segala sesuatu itu tidak mengenakkan, mundur. Tetapi tahukah saudara bahwa pada waktu saudara menabur, saudara tidak hilang. Nah, maka Petrus datang sama Yesus dengan marah-marah, saya berapa kali saya mesti ampuni orang? Nah, tujuh kali sama dengan orang yang memberi dengan bersungut-sungut, nyumbang lagi - nyumbang lagi .. umpamanya. 

Memang saya agak, agak sayang gitu, kenapa natal sampai kita kehabisan kue sedangkan uang kita puluhan juta, nggak boleh! Natal tidak boleh kehabisan gitu. Mana imanmu? Lebih baik sisa dua belas keranjang daripada ... kok kehabisan kurang seratus. Yang jadi korban kan kebanyakan jemaat. Nah, ini jemaat Cianjur udah baik-baik tua-tua. Tapi kalau yang belum tua? Maka lain kali tahu dua ribu empat ini, kuenya mesti lebih - musti lebih. Saya lebih senang lebih daripada kurang. Uang puluhan juta, empat puluh juta lebih, pengeluaran cuma tujuh juta. Natal setahun sekali ... lebih lah. Taburan kok, sampai kurang ah. Hebat. Udah begitu kurang, mestinya berlebih-lebih. Aduh mestinya lebih, biasanya tiap tahun lebih. 

Biasanya tahun baru ini ada perjamuan cinta, perjamuan kasih, jemaat bawa makanan, sekarang udah nggak bawa lagi. Nggak tahu kenapa? Mana itu kebiasaan? Seperti kebiasaan yang baik, bawa makanan kumpul makan sama-sama, udah nggak lagi. Jakarta tadi dia kumpul makan sama-sama, saya sih nggak ke Jakarta cuma dapat laporan aja. Mereka kebaktian kenyang rohani dan jasmani. Dan banyak mereka bawa pulang babungkus karena banyak lebih, banyak lebih. Saudara kembali lagi kepada ayat 6.

Ayat 6, orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit, orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati karena paksaan sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 

Prinsip yang kedua dalam memberi adalah memberi di dalam keuangan, memberi di dalam tenaga, memberi sesuatu yang saudara-saudara anggap korban tetapi dalam prinsip tabur-tuai. Heran ya Tuhan ini! Dia nggak biarkan kita ini kehilangan benih yang kita tabur. Kalau kita baca ayat terus.  

9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 
9:9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 
9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 

Ada haleluyah saudara? Saudara nggak sadar saudara tabur benih tapi ayat ini sudah bilang roti. Roti itu bukan benih, roti itu udah dari gandum, gandum udah digiling udah jadi tepung udah dibikin roti. Tuhan udah bilang roti. Saudara tabur benih tapi Tuhan sudah bilang roti. Roti itu akan dilipatgandakan, Tuhan sanggup. Lihat! Tuhan cuma minta saudara taat. Saya mah cuma minta satu aja tahun dua ribu empat “TAAT”. Taati firman Allah, beres. Roti air semua beres, taati firman TUHAN. Jangan selalu anggap korban sumbangan memberi itu anggap hilang, jangan! Petani tidak anggap hilang waktu dia nabur. Dia anggap ini modal saya, tiga bulan lagi dia jadi pare, dia jadi padi.

Prinsip yang ketiga, yang terakhir, di dalam soal menabur dan menuai adalah Galatia.  

6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 
6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. 

Ayatnya yang ke-9 berkata, jangan jemu berbuat baik, kenapa? Seperti Petrus tadi berapa kali saya mesti mengampuni teman, karena dia udah kesal. Dia udah ngampuni teman, temannya itu bikin salah lagi - bikin salah lagi. Yesus bilang tujuh puluh kali tujuh. Sama kita udah berbuat baik sama orang. Ini orang yang kita tolong ini kaya nggak tahu diri, dikasih leher minta kepala, dikasih kepala minta otak, dikasih otak minta jilbab. Wah, orang ini aneh ini ya, kita dikasih kaya nggak tahu diri. Tapi jangan jemu, ah ... jangan jemu. Janganlah memberi dengan marah-marah. Korintus bilang soal uang jangan membantu, memberi dengan bersungut-sungut karena Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 

Sama, kalau sudah jemu, itu sama dengan bersungut, sama dengan luh-leh. Seperti Petrus bilang berapa kali saya mesti mengampuni orang, ini orang udah salahnya udah kaya begitu, udah ... dia mah sudah out, sudah nggak ada lagi, udah nggak bisa ketolong orang ini, udah rusak udah dah. Aduh! Jemu. Tapi firman Allah terus saja ngomong jangan jemu, kenapa? Karena nanti kamu ada tuaian. Haleluyah! Karena kalau kamu tidak jemu nanti tuaiannya itu waduh bredes banyak sekali, tuaiannya banyak. Jangan jemu. 

Trilogi yang terakhir yang ke tiga adalah tabur tuai dalam hal berbuat baik. Berbuat baik itu universal - kepada semua orang. Saudara boleh berbuat baik kepada siapa saja, umum pada orang lain tidak lihat agama, jangan ada orang jatuh dari motor tabrak jatuh terus saudara dapatin, ci .. ci, agama apa? Kalau kristen saya tolong, kalau islam nggak, kalau budha nggak. Nggak begitu dong. Orang yang berbuat baik itu dia berbuat baik kepada semua orang, dia nggak tanya agamanya apa. Kalau dia bilang kristen, gerejanya mana? GPdI atau mana? Kalau GPdI sagereja ... nggak begitu. Menolong orang universal, semua ditolong. 

Tetapi terutama saudara seiman. Mesti saudara punya sayang sama saudara seiman, musti punya kadeudeuh, musti punya kanyaah sama saudara seiman. Siapa lagi saudara seiman kita kalau bukan kita ini yang satu kebaktian satu gereja? Apa maksudnya saya bikin family camp? Itu supaya kita saudara seiman ini lebih akrab, supaya kita saling mengenal satu dengan yang lain. Berbuat baik. Pertama mengampuni, dua memberi, tiga berbuat baik. 

Tiga ini saja kalau saudara lakukan ini tahun dua ribu empat, saudara digrojoli berkat luar biasa, benar. Teman saudara banyak, kenalan saudara banyak, ke sana gampang kesini gampang, ke sana ngebela ke sini ngebela. Ya, saudara nggak akan susah, apa usaha, karena apa saudara? Saudara bekerja selalu menabur yang baik ... tuaian saudara pasti baik. Tapi mari saudara-saudaraku, saya akan ajarkan tiga prinsip ini di dalam bagaimana cara menabur di dalam Kejadian.

26:1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 
26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 
26:3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. 

Yang pertama dengar-dengaran, taat kepada suara Tuhan. Jangan pergi mau mencari kota yang lebih baik. Belum tentu kota yang saudara pilih lebih baik. Ah, Cianjur mah kieu-kieu wae terus ah, rek pindah ah. Boleh pindah kalau memang kehendak Tuhan pindah, ya puji Tuhan. Tapi saudara bisa diberkati di sini! Kenapa? Tuhan janji, jangan kemana-mana. Kamu mau ke raja Mesir, mau ke raja Abimelek, buat apa? Aku bisa berkati kamu. Tapi ada caranya, yaitu caranya ada di dalam ayat 12,  

26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga - Dalam tahun itu juga. Saudara bisa berbicara dengan iman 'dalam tahun 2004 juga'. ... ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Jadi pada waktu Ishak dia menabur, Tuhan mempunyai kesempatan untuk memberi berkat kepada Ishak. Kalau Ishak tidak menabur dia boleh dengar khotbah dari Tuhan, Aku akan memberkati engkau tapi dia tidak menabur, Tuhan tidak bisa berkati. Bagaimana caranya Dia berkati apa Dia kirim karung gandum dari sorga ? tidak, ada perinsipnya menaburlah Ishak. Dia di tengah-tengah jaman kelaparan, ini kelaparan yang kedua kali. Udah tahu, orang udah biasa dengan lapar heran Ishak tidak mau menyerah. Dia menabur, dan ketika dia menabur Tuhan mendapat kesempatan memberi berkat.  

26:13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Tadi setengah satu saya telepon Kanada. Saya telepon Hugh, dia udah di tempat tidur, udah cape sama istrinya, sudah tidur dia. Masih pagi udah tidur dia, baru sampai: halo, terima kasih ya, kamu memperlakukan saya royal sekali. Dia nggak pernah pikir. Saya memang tahu kamu bangun gereja tapi saya nggak pikir gerejanya sebagus ini. Saya dengar kamu bangun Sekolah Alkitab tapi saya tidak pernah pikir gedung Sekolah Alkitabnya sebesar itu. Saya tahu kamu diberkati tapi saya nggak pernah pikir begitu banyak seperti itu. Tiket pesawat pulang pergi saya bayar itu, saya bilang hadiah honeymoon. Dia kawin lima tahun baru honeymoon. Ayo ke Indonesia, saya bayar. Tapi saya bayar saya nggak hilang uang, tabur. Saya mah tahun dua ribu empat tenang, saya udah nabur, menabur akhir tahun. 

Kolekte nggak dijalankan, kan nggak dua kali kolekte, saya kasih seratus dollar - seratus dolar tiap kebaktian seratus dollar. Enam kali kebaktian enam ratus dollar, saya kasih, saya tabur. Kenapa? Saya yakin saya tahu Tuhan saya akan memberkati saya dengan limpahnya. Maka saya berani katakan tahun dua ribu empat tahun keberhasilan. Tabur ... tabur! 

Belum di baca ini, ayat 13, Dan orang itu menjadi kaya. Ini kata kaya ini menjadi kayanya itu kaya menjadi satu hal yangt tabu bagi orang kristen, takut-takut ngomong kaya, beunghar teh embung. Aduh, sampai ada yang ngomong, tong ka gereja Pantekosta, itu mah gereja orang-orang beunghar, gereja orang kaya. Amin. Bilang begitu saudara, ya supaya kita katuliskeun beunghar kabe, haleluyah. Amin, saudara-saudara? Orang bilang itu mah gereja beunghar, amin. Kalau dia bilang eta mah gereja miskin, ssstt tidak bisa - tidak bisa - tidak bisa. Kalau dia bilang itu gereja kaya ... amin.

Makin hari bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Jadi begini. Ini dia kaya makin lama makin kaya sehingga ia menjadi sangat kaya sampai raja Abimelek cemburu iri hati. Tapi prinsip ini saudara tidak boleh lupa. Tabur pengampunan karena nanti Ishak mengampuni, Ishak mengampuni orang-orang yang tutup dia punya perigi ditutupi. Dia gali sumur ditutup, dia gali sumur ditutup ... dia ampuni. Dia tabur soal memberi, tuaian. Dia tabur soal berbuat baik, dia berbuat baik sama orang Esek ... Apa yang dikasih sama Tuhan rehobot tanah yang luas. Jadi sampai orang lihat itu nggak bisa lihat ujungnya mana, itu Rehobot. Tuhan kasih. 

Yang kita cari bukan kekayaan, yang kita cari bukan uang. Kita lahir nggak bawa apa-apa, kita mati nggak bawa apa-apa. Tapi ada perjanjian dari Tuhan bahwa hidup kita berhasil, hidup kita diberkati. Apa yang kita perlu Dia berikan, apa yang kita rindu Dia - orang Sunda bilang kacumponan, semuanya ada semuanya bisa. Nggak usah kita berhemat. Sampai ada ayat berbuat begitu engkau tidak usah berhemat apa yang kita perlu pada saatnya ada. Anak sekolah masuk sekolah pada saatnya uang ada. Pada saat anakmu menikah saatnya ada uang, ada keperluan apa saatnya ada. Yang diperlukan ada, yang diperlukan ada, yang diperlukan ada. Bukankah Allah kita luar biasa, heran dan besar?

Maka awalilah tahun dua ribu empat ini dengan taburan yang baik, perbuatan yang baik, pengampunan yang baik, hal-hal yang baik, pikiran yang baik, pemberian yang baik, perkara-perkara yang positif supaya saudara menuai dengan berlimpah-limpah. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Minggu sore, 11 Januari 2004

Hidup yang Berhasil - Seri 2

Kita buka surat Kolose

1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

Dalam bahasa Inggris bagian akhir, Kristus ada didalam kamu, Kristus yang adalah pengharapan kepada kemuliaan. Puji Tuhan. Haleluyah. Sore hari ini saya ingin memberi kepada saudara khotbah berjudul 'Tingkatkanlah kepekaan kita untuk mendengar suara Tuhan didalam kita.' Saudara, Tuhan itu tidak di surga lagi sekarang, Tuhan tidak lagi jadi immanuel ... bersama dengan kita - tetapi Tuhan sekarang ada didalam hati manusia!  

Kristus didalam kamu. Kristus Yesus didalam kita. Dalam ayat 26 dikatakan 'rahasia tersembunyi.' Dalam ayat 27, 'Tuhan mau memberitahu.' Jadi bukan pendeta yang beritahu - Tuhan! Tuhan mau memberitahu betapa kayanya dan mulianya rahasia itu. Rahasia yang ayat 26, tersembunyi berabad-abad, sekarang diberitahu oleh Tuhan. Tetapi caranya Tuhan memberitahu itu didalam kita. Didalam hati saya dan didalam hati saudara. 

Nah, sekarang ini tahun 2004. Saya sudah mengajak saudara-saudara, ayo maju ... ayo ikut kepada Tuhan. Maju, tingkatkan rohani. Ada yang ikut bersama dengan saya, mengikuti untuk kemajuan. Ada yang tidak mau maju. Ada yang bawa persepuluhan, ada yang tidak mau bawa persepuluhan.  Ada yang suka memberi, suka korban ... kalau ada natal dia suka korban. Ada yang korban itu cuma 10 ribu ... dalam setahun, korban 10 ribu untuk Tuhan, Natal. Kita kan nggak bisa paksa. Semua masing-masing akan bertanggung jawab kepada apa yang dia kerjakan kepada Tuhan. Saya tidak bisa bilang ... saya tidak bisa tunggu yang lambat dibelakang ... nggak bisa. Saya musti bawa yang mau maju. Ayo maju, ayo maju.   

Jadi saudara, yang mau maju, hanya dia yang akan mengerti apa yang dimaksud oleh Firman Allah tentang kehidupan yang berhasil. Nah, saudara Tuhan saya katakan tidak lagi diatas Surga, jauh-jauh, terlalu jauh. Tuhan tidak lagi dengan bersama disisi manusia, immanuel. Tetapi sekarang Tuhan ada didalam kita. Didalam Lukas 17, Tuhan Yesus sendiri berkata 

17:20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 
17:21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." 

Dalam bahasa Inggris, The Kingdom of God is in you, Kerajaan Allah ada didalam kita, ada haleluyah saudara-saudara? Jadi Tuhan menaruh kerajaanNya didalam kita. Orang kalau mau bikin perusahaan telepon, dia punya stasionnya. Jadi orang telepon harus lewat stasion itu. Pro-XL lewat dia, Telkomsel lewat Telkomsel, Satelindo lewat Satelidno, IM3 lewat IM3. Dia punya sendirian stasionnya. Nah, Tuhan punya station. Dia bangun station itu bukan diluar kita - didalam kita, didalam hatimu.

Mulai tahun ini mulai Januari ini, saudara harus mulai peka bahwa Tuhan itu ada bersama dengan kita. Nah, apakah stasion itu saudara pakai untuk berhubungan dengan Tuhan apa tidak, itu kan urusan nomor 17. Station itu ada. Apa saudara pakai, itu urusan lain. Handphone itu Tuhan sudah kasih. Dipakai atau tidak, itu urusan saudara. SIM Card sudah dikasih. Dipakai atau tidak, itu urusan saudara. Tahu nggak saudara, bahwa kelimpahan itu tidak akan ada kalau tidak mengambil. 

Kalau saudara adalah botol aqua besar, dan ini adalah kran panas dingin, ini aqua nggak akan diisi kalau nggak dipakai. Tapi kalau saudara mengalir, memberi, keluar, memang berkurang itu air ... tapi kan diisi lagi. Amin saudara? Diisi baru. Ini yang disebutkan hidup didalam mengalir ini. 

Coba sekarang saudara tingkatkan ... ini seri ke 2, ... tingkatkan kepekaan saudara kepada suara dari - saya pakai istilah bisnis - Boss kita! Boss kita ini kaya. Dia mau memberi tahu kekayaanNya. Apa tadi pagi saudara ngobrol dengan Boss saudara? Orang kirim sms sama saya, bapa dari mana bapa dapat kata-kata itu tiap hari sms selalu baru. Kata-katanya unik bagi saya. Dari mana? Saya bilang, dari Boss saya. Ayat itu saya baca tiap hari tapi kok bapa bisa pancing dengan kata-kata yang unik. Dari Boss saya. Coba saudara adakan hubungan yang lebih erat dengan Tuhan, karena Dia ada didalam kita.   

Sore hari ini saya ingin membuka satu rahasia bagaimana kita melihat Tuhan memberkati kita dengan jauh daripada yang kita pikirkan itu justru didalam kita. Dia kasih tahunya itu didalam sini. Efesus
3:14. Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, - Boss ini kebetulan Bapa kita, ada haleluyah saudara?
3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 
3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan - Bukan miskin, bukan pas-pasan, bukan kurang - kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya - Dimana? di dalam batinmu, 

Bahasa Inggris: In the inner man, didalam manusia yang didalam. Ini manusia yang diluar yang kelihatan mata. Kalau mati dia mati. Manusia yang di dalam nggak bisa mati. Manusia yang di luar mati, manusia yang di dalam itulah yang naik kekal ke surga atau ke neraka. Lihat, Tuhan mau memperlihatkan kekayaanNya kemulianNya, katanya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batin, di dalam the inner man, di dalam manusia yang di dalam, didalam hati saudara - disinilah Tuhan mau berkarya! 

Tuhan nggak peduli saudara pakai baju apa ke gereja, Tuhan nggak peduli saudara bawa uang berapa. Yang Tuhan perhatikan bagaimana kondisi hati saudara. Apa hati saudara seperti bunga yang mekar, mau menerima Firman. Apa saudara punya hati seperti bunga yang masih kuncup, belum bisa terima Firman. Itulah Tuhan. Dia mau berbicara memberikan ...

Kemarin saya dapat kiriman seekor anjing doberman, masih kecil, dari Krawang. Ini anak Tuhan ini hobi anjing. Dia beli anjing mahal-mahal dari Jerman, juara-juara terus. Saya dapat anaknya. Dikasih. Ketemu sama yang ngasihnya juga belum. Dikirim aja kesini. Begitu sampai disini dikasih air, dikasih minum. Waduh, kata istri saya itu, minum seperti nggak makan tiga hari. Doberman. Mungkin saya didepan Tuhan seperti doberman itu kalau sudah ketemu Firman. Seperti tadi kesaksian, saya rindu kepada Firman. Kenapa? Karena kontak batin kita sama Tuhan itu didalam sini, didalam hati. Tiap hari saya ketemu Firman, tiap hari saya baca, tiap hari saya renungkan Sabda Tuhan. Di dalam hati kita, di dalam batin. Baca baca terus.

3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam - Dimana? di dalam hatimu ...

Luar biasa. Sekarang injil diterangkan lebih jelas. Jangan tinggal dalam Matius Markus Lukas Yohanes tetapi mari kita hidup didalam Suratan-suratan. Sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu. Supaya kita bisa usahakan ... dengan iman Dia betah tinggal di dalam diri kita. Dia betah tinggal di dalam hidup kita, tinggal di dalam hatimu ...

3:17 ... dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 

Yang diukur oleh Tuhan sekarang diakhir jaman - maaf, bukan cara saudara nyanyi. Saudara bisa nyanyi begini. Ini karangan saya. Jadi kalau ada di gereja lain begini-begini, ini niru-niru dari kita. Dari sini lahirnya. Satu hal telah kuminta - dari gereja ini lahirnya. El Shaddai<, dari gereja ini lahirnya. Tuhan Yesus setia dari gereja ini lahirnya. Peganglah tanganku Roh Kudus, dari gereja ini lahirnya. Lagu-lagu. Karena disuruh Tuhan saya. 

Tapi saya ingin kasih tahu kepada saudara, yang diukur Tuhan, bukan cara saudara menyanyi. Yang diukur Tuhan justru kasih saudara. Karena dimana ada kasih, ada harmoni, dimana ada kasih ada kebahagiaan, dimana ada kasih ada ketaatan, dimana ada kasih ada kasih sayang, dimana ada kasih ada hormat kepada atasan kepada pimpinan, dimana ada kasih disana ada kekuatan, dimana ada kasih disana ada persatuan, dimana ada kasih disana ada kesembuhan, dimana ada kasih disana ada kegerakan besar, dimana ada kasih saudara disana ada mujijat terjadi.

Itu sebabnya dasar pertama hidup kita harus berlandaskan kamu berakar ... Berakar artinya tumbuh, tidak cepat roboh, tidak cepat tercabut. Berdasar didalam kasih. Jadi saya punya tanda, punya tes dari alkitab. Kita bisa tahu orang ini ada Kristus didalam atau tidak, itu dari caranya dia mengasihi. Sebab bagaimana mungkin ada Kristus di dalam kita tapi kita ini musuh sama orang lain. Bagaimana kita ngomong ada Kristus di dalam hati saya tapi kita dendam sama orang. Kita ngomong ada Kristus di dalam diri saya, kita medit skaker pelit itungan sama Tuhan. Kita ngomong ada Kristus di dalam diri kita tapi kita nggak ngomong sama sesama saudara seiman. Kita bicara kita mengaku ada Kristus didalam diri kita, kita berpindah-pindah dari gereja satu ke gereja lain, kita cicipi semua pendeta-pendeta punya khotbah, tapi kita musuh kesana musuh kesini, ribut kesana ribut kesini, petantang-petenteng kesana petantang-petenteng kesini, jadi jeger kesana jadi jeger kesini. Saudara tahu jeger ya ... jelema geuring, orang sakit. Kesana ngajak geulut kesini ngajak geulut. 

Orang yang ada Kristus itu tandanya dia mulai tumbuh kasihnya, dia mulai berakar didalam kasih, dia mulai bertumbuh dalam kasih, dia mulai berbunga dalam kasih, dia mulai berdaun dalam kasih. Akhirnya dia berbuah dalam kasih. Kenapa? Karena benihnya itu Kristus. Makanya Paulus berkata, aku berdoa supaya dengan imanmu Kristus diam. Nah, sekarang yang diam dihati kita, kalau kita ada Kristus, tak mungkin kita nggak sembahyang pagi. Kalau kita ada Kristus ngggak mungkin kita lupa doa. Tes saja begini. Saudara mau ke pasar sembahyang dulu nggak? Jangan dijawab sama saya. Nggak usah, karena soal sembahyang itu bukan urusan saudara sama saya - urusan saudara sama Tuhan. Tadi pagi saudara sembahyang apa nggak?  

Kalau Kristus diam disini, ingin ketemu Yesus, pengen ketemu Tuhan. Yesus ... Yesus ... Yesus waktu pagi Yesus waktu siang ... Yesus Yesus, sampai dimalam hari. Yesus saja. Firman Firman. Tidak bosan Firman Tuhan terus? Sama saja, kita juga nggak bosan sama nasi. Nasi lagi, nasi lagi. Nggak bosan-bosan. Masa kepada Firman Allah kita bosan? Maka itu Raja Daud berkata, FirmanMu telah kutaruh dalam hatiku supaya jangan aku berdosa kepadaMu, ada haleluyah saudara? Mari kita baca terus.   

3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 

Kalau saya khotbah sekarang, hayang kapuji saya teh supaya dipuji oleh saudara, nggak karena kasih - nggak ada harganya saya didepan Tuhan. Kalau saya khotbah hayang dibere duit supaya saya ini dapat uang, nggak ada harganya saya. Saya musti khotbah berdasarkan kasih. Kalau saudara ke gereja karena pacar saudara ada di gereja atau yang saudara cintai ada di gereja, sampai di gereja juga nggak bisa diam ... terhalang sanggul orang - tidak ada harga kita ke gereja. Tapi kita ke gereja karena kita mengasihi Tuhan - ada harganya. Jauh-jauh dari Bandung, jauh-jauh dari Jakarta kebaktian mencari Tuhan karena aku perlu Tuhan, aku mencintai Tuhan. Jauh-jauh dari Sukabumi, jauh-jauh dari Cipanas, jauh-jauh dari Jakarta datang ke Cianjur ngapain? Cari Tuhan Yesus mau dengar Firman Allah. 

3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

Ada 2 kata yang menarik hati saya. Yang pertama: Bersama-sama. Saya itu kalau bikin lagu selalu pake kata 'sama-sama.' Mari kita sama-sama memuji nama Tuhan. Ada lagikan yang sama-sama. Mari kita sama-sama Puji namaNya Yesus. Saya selalu membuat lagu ada kata sama-samanya. Kenapa? Karena pekerjaan Tuhan nggak bisa dilakukan sendirian saja. Harus bersama-sama. Saya memerlukan saudara, saudara memerlukan saya, saudara memerlukan saudara yang lain. Saling kita memberi. Karena saudaraku, anugerah kita dapat sama, tapi talenta kita berbeda. Ada yang talentanya bisa sabar ... 

Kita harus melakukan secara sama-sama. Besok saya akan bertemu dengan satu orang dari Departemen Agama untuk berbicara tentang membangun kelas 3 dari sekolah alkitab. Ada satu doktor, satu-satunya doktor di GPdI, yang lain mah dokter honoris causa, ini mah doktor asli, dia mengajar di sekolah Alkitab, saya suruh tinggal sampai hari minggu karena kita akan bicara tentang bagaimana kita membangun membuat kelas 3 sekolah alkitab karena banyak eks Cianjur mau masuk lagi di kelas 3 kalau dibuka, dan sebagainya. Saya nggak bisa sendiri, saya perlu orang lain, saya perlu departemen agama, teman kebetulan. Dia senang perkutut, saya senang sekolah alkitab. Kalau televisi saya ada rusak, saya panggil orang yang tahu televisi; kalau listrik saya gelap, saya panggil yang ahli listrik. Jadi kita harus bisa sama-sama.                                                                                                                                                                  

Yang kedua, yang menarik hati saya, adalah kata 'memahami.' Orang Sunda punya kata 'surti.' Kalau ditempat pesta ada nih pemuda sama pemudi sepasang terus mojok we, kita teh jangan memata-matai, jangan - kita harus memahami. Itu anak muda, senangnya ke pojok-pojok. Jarang saudaraku orang berpacaran di lapangan sepak bola. Makanya kita harus surti ... memahami.

Nah, Tuhan juga ingin supaya saudara-saudara juga kalau berdoa itu dengan dibeubeur-beaskeun ... dengan jelas. Maka saya katakan, kalau saudara malas berdoa, perlindungan Tuhan juga nggak ada. Karena seolah-olah saudara ngomong sama Tuhan, aku nggak perlu Kamu Tuhan, aku bisa jalan sendiri. Dia mah terus baterainya udah nggak di charge-charge, nggak lagi ngomong. Aku nggak perlu sembahyang, aku nggak perlu Tuhan, aku dagang nggak perlu Engkau, aku ke Bandung ke Jakarta nggak perlu perlindunganMu, aku ke pasar bisa jalan sendiri. Perlindungan Tuhan ditarik. Oh, anak ini sudah hebat ... Dia nggak perlu lagi Tuhan. 

Tapi kalau kita sembahyang, itu artinya saya bilang: Tuhan saya mah nggak bisa tanpa Engkau. Saya harus bersama-sama dengan Engkau. Maka Tuhan ingin supaya kita memahami apa isi hatinya Tuhan, apa keinginannya Tuhan. Saya mah satu hal yang saya jaga, jangan sampai hati Tuhan itu raheut, jangan sampe hati Tuhan itu disakiti, jangan sampai hati Tuhan itu dikecewakan oleh saya. Maka saya berusaha walaupun banyak kekurangan untuk menyenangkan hati Tuhan dengan segala tindak tanduk saya. 

Dengan baik-baik. Tuhan akan memberi apa saja yang saudara minta, tapi mungkin yang saudara dapat, saudara nggak akan suka. Minta apa-apa kepada Tuhan harus jelas. Harus bicara dengan jelas.    

3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

Apa yang kita pahami? Justru kasih Kristus. Pertama dia bilang lebar - bicara penerimaan. Hati kita ini musti lebar. Jangan cupek, jangan picik. Kita musti menerima banyak orang. Musuh satu terlalu banyak, teman sepuluh ribu terlalu sedikit. Musti bikin, jadikan orang-orang teman. Kita musti terima banyak teman. Karena kasih Kristus itu nerima semua. Yudas saja masih disebut hopeng, masih disebut sahabat baik sama Yesus. Lebar kasih Tuhan itu. Kalau Kristus diam didalam hati kita, kita nerima orang, nggak lihat kekurangannya, nggak lihat kejelekannya, nggak lihat kealpaannya kelalaiannya - tapi kita terima dia apa adanya.  

Yang kedua panjang. Panjang bicara dari sabar. Panjang sabar. Saya berterima kasih sama Tuhan tidak seperti saya. Saya mah nggak sabaran. Makan juga cepat. Nggak sabaran saya mah. Tapi Tuhan mah sabar. Kita jatuh bangun ... jatuh bangun, Dia mah masih tanya saja: Masih mau ikut Aku apa nggak? Panjang sabar. 

Yang ke tiga, tinggi. Tinggi bicara kualitas. Hidup kita teh musti kualitasnya tinggi. Jangan kawin itu sama siapa saja. Tuhan mau memberi jodoh yang terbaik untuk saudara. Bukan sama siapa saja. 

Yang  ke empat, dalam. 'Dalam' artinya sama dengan katanya, kedalaman ... deep. Bicara pengalaman. Yang dalam dengan Kristus. Saya mah lebih senang punya jemaat nggak pintar tapi dia suka sembahyang daripada pintar tara sembahyang. Dia nggak pintar tapi suka sembahyang. Nggak tahu buka internet nggak tahu IC apa, dia mah nggak tahu, tapi dia suka berdoa. Daripada orang yang tahu internet nggak suka sembahyang. 

Maka saya itu aneh orang kok lebih senang membaca bukunya Harry Potter daripada baca Firman Allah. Lebih senang nonton sepak bola nonton TV daripada melihat Firman Allah. Yang busuk-busuk, yang jelek-jelek, yang bakal hancur itu hanyalah sementara ... itu yang dilihat sama kita. Yang kekal, yang bakal bawa kita selamat sampai di Surga, kita nggak pernah lihat.   

3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 

Bayangkan. Tuhan mau memenuhi kita dengan kepenuhanNya, lho. Cuma kitanya mau nggak? Siap nggak? Saya ulangi. Apakah kita ini mekar seperti bunga mawar yang siap menerima Tuhan? Saya yakin kalau Kristus ada didalam kita, kita nggak mungkin bisa dihipnotis orang. Kita jalan dipasar, Kristus ada didalam kita. Orang mau menghipnotis kita, nggak mempan. Kenapa mempan? Karena kita kosong, kita nggak suka berdoa. Kita lemah, tidak suka baca Firman, ... ya kosong. 

Sekarang saudara lulusan silat ... shaolin. Tapi tara latihan. Beuki lila teh ... bukan dada nya yang hebat, beuteung nu ngagedean .. nggak bisa saudaraku. Boro-boro lompat keatas, tina jojodog ge labuh. Tara latihan deui. Makanya saudara, biar kita orang kristen, anak Tuhan, anak Raja, tapi nggak suka berdoa, tidak suka berdoa - itu penjagaan dari Tuhan nggak ada! 

Kurang berdoa, kurang iman. Banyak berdoa, banyak iman. Sedikit berdoa, sedikit mujijat. Banyak berdoa, banyak mujijat. Sedikit berdoa, sedikit pertolongan. Tidak suka berdoa, tidak ada pertolongan. Suka berdoa, suka ada pertolongan. Rajin berdoa, pertolongannya banyak. Banyak berdoa, banyak pertolongan. Banyak berdoa, berkat banyak berkelimpahan. Haleluyah. 

Ini ayat yang paling akhir ini yang luar biasa. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan ... 

Saudara, nah kalau kita nggak berdoa, bagaimana Tuhan mau bisa berbuat apa-apa? Dia berbuat jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan. Sekarang kita nggak suka berdoa, bagaimana Dia mau berbuat? Bagaimana Dia mau kontak? Dia didalam hati kita. Dia tidak Bapa kami didalam Surga lagi - Dia didalam kamu! Berikut. 

3:20  ... atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja, - Dimana? di dalam kita, 

Bagi orang yang senang kepada Kristus, Firman Tuhan menarik. Bagi orang yang tidak senang Kristus, Firman Tuhan biasa saja. Bagi orang yang ada Kristus dihatinya, gereja menarik. Bagi orang yang tidak ada Kristus, gereja membosankan. Sama dengan orang yang senang catur, disuruh main dam-daman .. ngeselin. Ayo dam-daman. Saya mah nggak suka dam-daman. Hatinya bukan di situ, hatinya di catur. Tapi kalau orang itu di catur di kasih papan catur, nggak ada musuh juga dia main sendiri. Karena dia suka catur. Kalau orang memang suka Firman, suka doa, suka senang deman sama Tuhan Yesus, nggak malam nggak di mobil, nggak lagi mandi nyanyi terus ... berhubungan sama Tuhan, kontak batin terus. 

Seperti yang ternyata ... Jadi Tuhan mau melakukan, mau memberitahu berkat, memberitahu kekayaan, memberi keberhasilan kepada saudara, sesuai dengan apa yang ada didalam hati kita.   

Terserah saudara. Mau maju mau di belakang, mau teukeuweuk ti tukang, mau setengah-setengah, mau ikut. Hamba Tuhan maju ikut Yesus lebih maju lagi lebih dekat sama Tuhan. Semua terserah saudara. Kalau saudara berdoa, yang diberkati saudara. Kalau saudara berdoa, yang happy saudara. Kalau saudara berdoa, yang damai harmoni saudara. Kalau saudara tidak berdoa, yang susah juga saudara. Mari kita berdiri bersama-sama.  

-- o -- 

Minggu sore, 18 Januari 2004

Hidup yang Berhasil - Seri 3

Lukas 5. Ini seri ke tiga dari kehidupan yang berhasil. Lukas 

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Ceritera ini ceritera yang klasik tetapi karena klasiknya kita seringkali banyak lupa hal-hal yang indah dari firman Tuhan. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret. Danau Genesaret ini punya empat nama saudara. Lihat kedepan. Genesaret, Kineret, Tiberias, Galilea. Sama danaunya ... namanya empat.

·        Genesaret artinya kegagalan.

·        Kineret artinya puji-pujian, nyanyian karena bentuknya seperti kecapi. Kineret itu artinya kecapi.

·        Tiberias artinya angin yang besar. Dan,

·        Galilea artinya ketenangan dan berkat yang melimpah.  

Hidup kita ini seperti ada di danau Genesaret. Kadang-kadang kita gagal, kadang-kadang kita menyanyi, kadang-kadang kita menghadapi angin topan, kadang-kadang kita mengalami, saudara-saudara, adalah ketenangan dari berkat Tuhan. Tetapi melalui firman Tuhan sebentar, kita akan melihat bahwa kita tidak perlu gagal, kita tidak perlu takut menghadapi angin ribut, kita tidak perlu takut menghadapi segala hal yang menghadang - kalau kita melakukan perkara-perkara yang dilakukan oleh murid-murid terhadap perintah Yesus di sini. 

Saudara-saudara, ketika Yesus ada di pantai. Saudara bayangkan ya, di pantai ... ini pantai ini laut. Dia ada di pantai. Banyak orang mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Jaman dulu belum ada puji-pujian, jaman dulu belum ada musik, jaman dulu belum ada nyanyian. Orang itu berkerumun kepada Yesus mau dengar firman. Jadi jangan sampai lupa saudara bahwa di dalam kehidupan kita, yang penting adalah firman Allah. 

Maksud saya yang penting firman Allah adalah maksudnya bagaimana kita ini respon, respek terhadap firman Allah. Yang khotbah bisa khotbah, bagus khotbahnya, enak didengar tapi kalau kita tidak respek, kalau kita tidak berbuat apa yang dikatakan firman Allah maka saudaraku firman Allah itu tidak ada gunanya sama sekali. Jadi kalau saya katakan bagaimana orang-orang berkerumun mereka hendak mendengarkan firman Allah. Kalau firman Allah saya katakan petunjuk, orang-orang ini berkerumun hendak mendengar petunjuk. 

5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.  Angka 2 adalah angka jamak yang terkecil. Yesus melihat dua perahu di pinggir pantai, jadi Yesus mendekati. Eh, nelayan-nelayan sudah turun dan sedang mencuci jalanya. Ini aneh, biasanya nelayan kalau pagi itu menghitung ikan, menjual ikan hasil tangkapan tadi malam. Ini mencuci jala berarti gagal total, tidak ada satu ikan yang didapat. Nah, Yesus datang kepada nelayan ini. 

5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 

Ini pelajaran pertama. Siapa sih yang mau berteman sama orang yang gagal? Kalau saudara punya uang banyak, banyak orang ngaku teman, banyak orang ngaku keluarga, banyak orang ngaku family. Dulu sebelum saya menginjil rasanya saya itu anggap Awondatu ini binatang langka. Ya, kalau orang Manado itu dengar nama Awondatu itu langka sekali. Yang biasa itu Tumbel, Rombot, Mandey, Injiriwang, Pesot, Rompas, ini terkenal semua. Lontoh. Tapi Awondatu, orang suka nulis nama saya dipisah lagi Awon pisah Datu, itu salah! Karena Awon itu jelek, datu itu dukun. Jadi Awondatu itu jelek dukun, dukun jelek. Kalau sambung Awondatu itu marga saya. 

Tapi setelah saya menginjil, setelah saya jadi hamba Tuhan mulai dikenal sana-sini banyak orang ngaku family. Berhenti di Surabaya di Airport suami-istri, aduh kita cucu ba saudara, cucu ba saudara. Saya itu baru tahu istilah cucu ba saudara ... kita masih keluarga dekat. Dekat dari mana? Ini - ini - ini terus - ini terus - nama-nama terus - terus blurr masih cucu ba saudara. Masuk Airport di Jakarta bayar Palang Merah Indonesia nyumbang, tuh Awondatu ya ... satu gadis. Awondatu ya ... Kenal Rudy Awondatu? Itu oom saya, kenal Rudy Awondatu? Siapa yang nggak kenal dia, dia Jaksa. Oh ya! Bapak dari mana? Saya dari Cianjur. Di Cianjur ada Awondatu? Nah, ini orangnya! 

Rame, saudara-saudara. Tapi beginilah orang kalau sudah mulai dikenal wah banyak. Sampai di Tondano, aduh ada ema-ema tua umur delapan puluh tahun, saudara. Udah berat, tujuh puluh tahun udah jalannya begini. Eh, Tole! Tole! Tole! Nama saya Yoyo, oma, bukan Tole. Eh, Tole ngana ... ngana mesti panggil oma pa kita. Kenapa? Ngana masih ape cucu ngana. Ngana masih itu ada darah dengan rumoko dengan awe dengan ini, dengan ini semua runtuk kau itu family, ngana mesti panggil oma. Iya, oma. Selamat pagi oma? Ya, begitu jo, panggil oma he ... minta uang lima ribu. Oh, goreng buntutna, saudara-saudara ya.

Kembali kepada cerita kita saudara-saudara bahwa siapa sih yang mau kenal sama orang gagal? Ketika saudara nggak punya uang, ketika saudara nggak punya apa-apa, satu persatu teman menjauhi saudara. Mungkin saudara telepon mereka, mereka udah nggak mau lagi open saudara karena mereka sudah tahu saudara lagi jatuh, saudara lagi nggak punya apa-apa. 

Yesus tidak demikian. Justru Dia datang kepada perahu yang gagal. Dan Dia datangi ini orang yang gagal namanya Simon. Dia datang dan berkata di sana menyuruh, Dia naik meminjam, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Maksudnya, Yesus mau pinjam perahunya untuk dijadikan mimbar, tempat duduk. Dia mau ngajar supaya orang itu nggak terlalu dekat kepada Dia. Orang itu di pinggir laut, di pinggir pantai selalu dekat, ya mau pegang jubah Yesus. Jadi Yesus naik ke perahu coba tolong dorong ke tengah sedikit, tolong ke tengah masih di pantai orang-orang dengar. 

Saya bayangkan nelayan-nelayan mulai dengar apa yang Yesus ajarkan. Ini pagi-pagi saudara, pagi-pagi, perut lapar, tidak ada hasil, Yesus mengajar. Apa yang diajarkan Yesus, saya tidak tahu. Tetapi, Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Kenapa saya adakan PA, Pelajaran Alkitab? Karena Yesus banyak mengajar daripada khotbah. Ia mengajar, mengajar Dia lebih banyak dari khotbah. Dia mengajar.

5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon.  

Mungkin Dia berkata begini, sudah, ajaran Saya sudah selesai, renungan Saya ya, pidato Saya pagi hari ini sudah selesai, bubar-bubar-bubar-bubar. Ketika sudah bubar, Dia ngomong sama Simon yang perahunya dipinjam. Perahu di dalam firman Allah berarti dua hal:

1.      Perahu berbicara dari hidup kita, hidup orang kristen.

2.      Perahu bicara daripada bisnis kita. Karena bisnis kita, perahu itu dipakai untuk tangkap ikan, maka perahu bicara dari hidup kita dan bisnis kita.  

Yesus mulai pinjam itu perahu dan sekarang Dia ngomong kepada orang yang Dia pinjam ini. Ada ayat di dalam Amsal Sulaiman berkata begini: “Orang yang mengasihani orang miskin, dia memberi pinjam kepada Tuhan.” Dan kalau saudara memberi pinjam kepada Tuhan, Tuhan nggak mau kehutangan, Dia pasti bayar. Boleh saya katakan Dia pasti bayar bersama dengan bunganya sekaligus. 

Saudara kalau kita berbuat baik uang seratus ribu kita bisa beli makan di restoran satu kali makan habis itu seratus ribu. Saya pernah diajak makam bakmie di Jakarta satu mangkok bakmie sembilan belas ribu. Tapi memang diakui enak, sederhana tapi enak sembilan belas ribu, bacang lima belas ribu. Kita makan itu yang bayar saya bilang, berapa ini? Dua ratus ribu. 

Saudara bisa keluarkan uang seratus ribu dan uang hilang, beli pakaian uang hilang, pakai untuk makan uang hilang, pakai untuk piknik uang hilang. Tapi uang yang saudara pakai untuk pekerjaan Tuhan, saya mau kasih tahu tidak pernah hilang, dia akan dikembalikan kepada saudara. Gambarannya ini! Yesus datang sama Simon, Dia mulai berbicara kepada Simon yang sudah memberi pinjam perahu sama Dia.

Siapa yang memberi sama Tuhan, itu Tuhan perhatikan. Ia berbicara: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” 

Ayat 3, diminta menolak perahunya sedikit jauh dari pantai. Sedikit jauh. Bahasa Inggris tidak ada kata menolak dalam ayat ke-3, bahasa Indonesia tolakkan perahu sedikit jauh tetapi dalam bahasa inggris dorong sedikit ke dari pinggir pantai ke tengah sedikit. Baru di dalam ayat ke-4, bertolaklah ke tempat yang dalam. Kata bertolak adalah sesuatu yang pergi, bahasa Inggris memakai kata launch into artinya mulailah maju, maju pergi ke tempat yang dalam. 

Tadi kita berkata satu sama lain “kita pasti berhasil”. Ada satu rahasia keberhasilan, itu kita menurut, saudara. Asal kita menurur firman Tuhan, kita pasti berhasil. Tahu saudara saya menyanyi, mengajarkan sama saudara, memberi nyanyian begini gerakan, itu ditanya sama orang Jakarta itu gerakan ciptaan siapa? Saya bilang saya juga nggak tahu, tiba-tiba aja - tiba-tiba aja. Tadi saya lihat ada yang begini ... bukan begini saudara, begini ... lalu mengalir tapi ada yang begini.

Sebetulnya Roh Kudus sedang men-tes saya dan saudara, nurut apa nggak? Saya lihat tadi sembilan puluh persen nurut, ya ikut nyanyi, tapi saya lihat ada yang nggak. Roh Kudus itu bisik, yang nurut dia dapat berkat, yang nggak nurut dia belum dapat. Bagaimana mereka bisa menurut sama Aku, yang belum kelihatan, kepada pimpinan pujian aja belum menurut. Satu pekerja kami di Kapten Musa, saya sudah bebas-tugaskan suruh pulang kembali karena sudah melanggar aturan berkali-kali ya saudara Oldi. Kalau masih saudara lihat berkeliaran di Cianjur, bukan pengerja saya lagi, bukan pengerja gereja saya lagi. Waduh, bandelnya luar biasa, belum pernah saya mempunyai pengerja seperti dia, bandelnya. Mimbar ini bukan tempat untuk cerita tapi untuk saya umumkan bahwa dia bukan pengerja saya lagi. Saya sudah suruh pulang, karena tidak menurut - karena tidak menurut.

Nah, sekarang ini kami baru rapat majelis pusat kemarin, waduh, banyak perobahan-perobahan. Salah satu perobahan saudara bayangkan, Sekolah Alkitab akan berobah mulainya tidak bulan Agustus tetapi mulainya akan bulan Februari. Jadi nanti mulai bulan April juga akan dipercepat karena bulan April ini ada pemilu, jadi saya usahakan harus dipercepat. Sebelum pemilu itu Sekolah Alkitab sudah selesai. Oktober akan kita punya Presiden yang baru. Februari 2005 baru angkatan ke tujuh belas nanti. Delapan belas atau tujuh belas? Angkatan ke tujuh belas akan di buka. Jadi ada delapan bulan, sembilan bulan prei ... ya. Itu akan dipakai katanya untuk menatar guru-guru Sekolah Alkitab di seluruh Indonesia, kemungkinan di Cianjur akan dipakai untuk ditatar bagaimana mengajar supaya ajarannya sama semua. 

Ada yang protes. Waktu kita rapat ada yang protes. Kita bingung - bingung - bingung, tapi akhirnya harus menurut. Karena itu sudah keputusan pimpinan, pimpinan bilang robah, kita menurut semua. Kita harus menurut, harus berobah. Jadi ini angkatan enam belas ini saya juga bingung apa maksud dari Tuhan, kita musti nurut. 

Jadi saudara saya ngukur jemaat itu dari yang kecil, dari nyanyi, dari datang ke gereja. Nurut apa nggak? Dengar-dengaran apa nggak? Dari tepuk tangan. Sederhana, yang kecil karena kalau yang kecil nurut pasti Tuhan akan berkati. Kenapa? Ada dua suruhan Tuhan. Suruhan yang pertama “coba perahumu ke tengahkan sedikit.” Nurut Petrus! Nah, ini. Baru yang ke dua kali sekarang Aku mau bikin mujizat. Sekarang yang ke dua kali “kamu bawa ke tempat yang dalam”. Tidak masuk akal saudara-saudara. Nggak masuk akal, itu sebabnya setengah protes Petrus berkata sudah semalam-malaman saya menangkap ikan, Guru. Telah sepanjang malam kami bekerja keras. Bahasa Inggris toil bersusah payah dan kami tidak menangkap apa-apa tapi karena Engkau menyuruhnya aku akan menebarkan jala juga. 

Apa artinya gelar nelayan tapi tidak ada ikan? Apa artinya perahu gede tapi tidak ada ikan? Apa artinya jalanya bagus tapi tidak dapat ikan? Apa artinya spirit hebat tapi pulang ke rumah tidak bawa ikan? Jadi saudaraku Petrus sudah hoplos, aduh Tuhan sepanjang malam saya udah nggak dapat apa-apa, sudah susah-payah sepanjang malam. Tapi dia panggil Yesus itu Guru, Lao tse, Guru ~ Yang di gugu dan di tiru. Guru! Sebetulnya saya ini cape tadi malam tapi karena Engkau yang suruh, saya mau menurut. 

Rahasia kedua. Walaupun di dalam pikiran saudara tidak masuk akal firman Tuhan, itu nomor tujuh belas. Yang pertama - yang pertama: Saudara harus menurut. Turut saja dah! Pokoknya yang Tuhan suruh itu, nurut! Dorong saudara ke tempat yang dalam, di layar launch out dia mulai berlayar. Labuhkan pukatmu untuk menangkap ikan. Bahasa Inggris lebih indah saudara-saudara, bahasa Inggris. Yesus berkata tebarkan jalamu untuk menangkap ikan ... bahasa Inggrisnya, tebarkan jalamu for a catch ... untuk sebuah tangkapan. Kerugian yang satu malam ... dua puluh empat jam, dua belas jam semalam suntuk, mungkin Aku akan ganti dalam satu koma dua menit, Aku akan ganti. For a catch. Nggak usah berkali-kali tebarkan jala, sekali saja, menurut - kau akan bisa menutupi kerugian yang tadi malam. 

Saudara kehilangan tahun dua ribu tiga? Saudara ditipu orang tahun di dua ribu tiga? Saudara dimakan uang saudara tahun dua ribu tiga? Saudara ditipu orang? Saudara dihipnotis? Dengar baik-baik. Tuhan akan kembalikan - Tuhan akan kembalikan! Karena, dalam bahasa Gerika ada satu peribahasa berbunyi begini: “rejeki mah moal pahili.” Itu bahasa Gerika. Orang dari Manado nggak tahu. Rejeki tidak akan tertukar. Kalau Tuhan sudah kasih buat saya sekian umpamanya lima ribu, diambil orang, Tuhan ganti. Diambil orang lagi, Tuhan ganti. Itu udah haknya saya. Diambil orang lagi, Tuhan ganti. Karena tiga kali diambil, Tuhan ganti sekalian lima belas. Saudara percaya? 

Sudah hilang, aku tidak dapat ikan apa-apa sudah nihil, kosong, nol, aduh-aduh-aduh. Anak kecil kalau di tanya, kelas berapa sayang? Kelas nol. Nol kecil, nol besar? Nol besar. Dia nggak tahu nol besar sama nol kecil sama, nol-nol juga. Biar perahu besar biar perahu kecil, biar usaha besar usaha kecil kalau nggak ada hasil ... nol-nol juga. Kalau Yesus ada berdiri menjadi angka satu di depan nol, kalau nol saudara cuma satu ...  jadi sepuluh, nol saudara dua ... jadi seratus. Maka saudara harus undang Yesus dalam perahu saudara. Ada haleluYah?

Berikutnya dikatakan.  

5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

Ini pemikiran yang ke tiga. Kalau Tuhan mau kasih berkat, nggak kepalang tanggung. Nggak ada yang bilang amin? Nggak kepalang tanggung! Oh, haleluyah, Dia akan kasih berkat sampai jala saudara hampir mau koyak karena banyaknya berkat.  

5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya. 

Nah, saudara boleh lihat ke depan. Saudara ini Petrus lagi ngambil, dia tarik. Ini tangan tidak boleh lepas dari ikan. Dia memberi isyarat. Ketika saya baca bahasa Yunaninya, memberi isyarat dengan anggukan kepala. Hei, sini! Karena tangan nggak bisa lepas. Sini ... sini ... sini, tolong saya. Ini begitu banyaknya. Sini! Sini! Dengan anggukan kepala. Berbicara mengenai memberi isyarat saudara, tangan kita sering kali penuh dengan isyarat. Kalau kita ngomong sama anak jangan ribut, pssst. Begini aja orang sudah tahu, anak sudah tahu, jangan ribut. Nggak mungkin bapa mama datang sama anaknya ribut, hei jangan ribut ya, nggak mungkin. Lalu bilang jangan ribut. Kalau bagus, udah beres. Jadi kalau dari jauh nggak usah teriak udah kasih kode. Berhasil, lulus ujian, wah, lulus. 

Ada satu pendeta teman saya orang Manado di satu pesta makan, dia minta temannya ambilkan sayur pangi. Pangi itu saudaraku semacam daun sayuran yang diiris kecil-kecil seperti rambut, seperti bulu jagung begitu. Tapi digoreng dengan minyak dengan daging babi, itu pangin. Jadi dia kasih tahu temannya pangi - pangi - pangi, ambilkan pangi, karena ribut pesta dia nggak ngerti temannya bilang. Ha?! Pangi - pangi. Jadi akhirnya si pendeta bilang pangi. Begitu nunjuk ke kelek ... ketiak, ngerti saudara. Oke ... langsung. Karena sayur itu memang seperti bulu ketek, saudara-saudara. 

Pernah kita masuk di rumah satu jemaat yang terima suaminya datang istrinya, duduk om. Suaminya cuma bilang mam ... gitu aja, ngerti, si istri itu ke dapur ke belakang. Keluar udah bawa susu coklat. Saya bingung. Kok itu artinya susu coklat, saudara. Mungkin kalau ke kiri begitu kopi susu, kalau ke atas itu saudara-saudara mungkin teh ya, kalau ke bawah jamu galian singsat, saya tidak tahu. Tapi itu kode ini, ini memberi isyarat. 

Saudara, kalau saudara diberkati oleh Tuhan, saudara mesti kasih isyarat sama teman saudara. Berkat jangan makan sendiri, amin? Saya suka ngomong sama teman saya pendeta, karena pendeta-pendeta di Jawa Barat ini suka ribut karena rebutan lahan penggembalaan. Saya bilang kalau kamu pendeta besar sekarang ditempat ini punya jemaat seribu orang apa mau bisa selamatkan satu Bekasi ini dengan satu gereja kamu? Nggak bisa. Panggil teman-teman yang lain. Bahkan saya berani katakan panggil gereja yang lain mari kita kerja bersama-sama.  

5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Kalau saudara perhatikan lagu-lagu nyanyian yang saya buat, itu selalu ada kata “bersama-sama”. Mari kita sama-sama puji namaNya. Coba kita perhatikan. Ada dua tiga lagu yang saya pakai kata bersama-sama. Karena saya tidak mungkin kerja sendirian. Saudara tidak mungkin kerja sendirian, kita harus bekerja bersama-sama. Maka saya bangkitkanlah gembala-gembala kecil ini. Nah, sekarang saya sudah di majelis pusat dimana ada pelprub, dimana ada pelwab, dimana ada pelnak, dimana ada pelkap, ada macam-macam pelprip, pelprup ... pelkina yang nggak ada. Pel ... terus macam-macam ini pel. Nanti kita bentuk di gereja ini, ya. Gembala tidak usah dibubarkan tetapi pelayanannya bertambah.

Ketika Simon, lalu membantu dan mereka itu datang lalu bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Bayangkan saudara, semalam-malaman kosong sekarang penuh dengan ikan. Saya sederhanakan. Semalam-malaman.  

Saudara mau berhasil? Rahasianya: Menurut firman Tuhan, menurut kepada sabda Tuhan! Menurut kepada, ... sebetulnya sederhana kok untuk diberkati: Menurut! Nurut aja sama Tuhan, nurut yang di perintahkan Tuhan.  

5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, ... "   

Ayat 5. Simon menjawab “Guru”. Pertama dia panggil Guru. Tapi sekarang setelah dia lihat mujizat begini dia tidak lagi berani menyebut Guru, dia bilang Tuhan. Yesus itu bukan manusia biasa, Yesus itu bukan Guru yang baik, Yesus itu bukan nabi tok - tidak! Dia itu Tuhan! Mana ada sih manusia bisa mengadakan ikan dari yang tidak ada jadi ada? Nggak ada! Mana ada manusia bisa membuat ikan yang dari tidak ada ikan menjadi ada? Tidak ada! Kun faya kun, kata orang arab, dari tidak ada menjadi ada. Nggak ada manusia bisa begitu. Kalau Yesus bukan Allah, mana bisa Dia jalan di atas air? Mana mungkin Dia buka 5 roti dan 2 ikan, lima ribu orang kenyang. Mana mungkin Dia bilang kepada pohon: Keringlah kamu - langsung pohon itu kering kalau Dia bukan Tuhan. Mana mungkin Dia berkata sama angin dan gelombang: Diam dan teduhlah engkau - berhenti, diam. Dia Tuhan! 

Maka Petrus terbuka matanya. Ini mah bukan nabi, ini bukan guru. 

5:8  ... "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 

Bangun dia. Aduh, tinggalkan saya Tuhan, karena aku nggak layak bareng-bareng sama Tuhan. Karena apa? Aku ini orang berdosa. Nah, sekarang saya tanya: Dosa apa yang dilakukan oleh Petrus? Petrus tidak menyerahkan Yesus waktu itu. Dia tidak membunuh, dia tidak memaki, dia tidak membenci, dia tidak berkelahi, dia tidak potong kuping orang. Dosa apa sampai dia berkata, tinggalkan aku orang berdosa? Saya beritahu: Dosanya itu dalam cara berpikir. Sudah semalam-malaman Tuhan aku ini kerja. Orang yang ngomong begitu sama Tuhan, itu orang tidak percaya. Sudah semalam-malaman sepertinya saya kerja. Tuhan bilang, labuhkan pukatmu. Tapi karena Engkau yang suruh, aku lakukan juga. Memang dia menurut tapi antara iya dan tidak, antara was-was dan ragu dan iya. Akhirnya dia dapat mujizat. 

Bukankah kita sering berdosa begini? Kita sering bertanya, berapa lama lagi Tuhan saya mesti ngalami kesusahan? Sampai kapan saya musti menderita begini? Sampai kapan sih Tuhan? Itu ungkapan-ungkapan berdosa dari Tuhan. Kita nggak percaya Tuhan sayang sama kita. Kita nggak percaya Tuhan itu sangat mengasihi kita. Kita nggak percaya Tuhan itu sangat memperhatikan kita. Kita nggak percaya Tuhan itu memperhatikan sampai  didalam dasar hati kita. Kita nggak percaya. Kalau sampai kita punya pikiran seperti itu. Makanya Petrus itu berkata: "Tuhan, tinggalkan saya, saya nggak cocok dah bersama Engkau."  Lalu di jawab oleh Yesus.  

5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;  

Kemungkinan, kemungkinan ini selama mereka jadi nelayan, belum pernah mereka menangkap ikan sebanyak ini. Sebab yang takjub bukan hanya Petrus, semua teman-temannya termasuk Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, takjub. Karena belum pernah dapat ikan begini banyak. 

Saudara, dengar baik-baik ini pesan dari Tuhan ya. Dengar baik-baik. Apa yang saudara dapat dari Tuhan di hari-hari yang lalu, itu belum apa-apa ... itu baru gerimisnya saja. Di depan saudara Tuhan sedang sediakan berkat yang luar biasa. Asal nurut! Nurut saja. Apa yang Tuhan suruh, menurut. 

Bahasa Inggris memakai kata astonished. Lalu kata takjub ini dipakai kata astonished  bengong, melongo. Kok bisa ya? Kok jadi banyak? Bengong, melongo, astonished. Ada satu pengerja kami suka melongo, itu melongonya melongo benar itu bukan melongo astonished disini. Melongo, melongo benar, kemana ya? Dia cari-cari kemana kaca mata saya ya? Mana kaca mata saya? Padahal dipakai sama dia, kaca mata saya di mana ya? Kaca mata saya di mana ya? Itu bengong betul-betul, betul-betul bengong. Astonished, kok bisa ya? Begitu banyak, kok bisa ya?

Ada dua orang yang dulu ngasuh Revi. Satu Iyong yang tadi bersaksi, ia ngasuh Revi sekarang diberkati Tuhan. Satu lagi orang Jawa, Siman. Sekarang sudah punya toko di Cianjur Selatan. Diberkati! Ngasuh anak pendeta aja di berkati. Apalagi kalau saudara ngasuh itu firman, itu sabda Tuhan itu, Yesus, saudara asuh jangan keluar dari hati saudara, jangan keluar dari perahu ini. Saudara berkata, masa orang lain di berkati, anak-anak Tuhan tidak. Pasti saudara diberkati asal nurut!

Lalu Yesus berkata kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia”. Bahasa Inggris saya pakai ya. Pertama, coba tebarkan jalamu untuk membuat sebuah tangkapan, menangkap ikan. Aduh, Tuhan tinggalkan saya, saya ini orang berdosa banyak pikiran yang tidak baik. Jangan takut. Pelajaran yang ke enam ini Yesus ngerti keadaan saudara dan saya, Yesus ngerti kondisi kita. Saudara nggak usah ngomong Tuhan saya ini orang yang banyak kekurangan. Saya udah tahu. Ada yang suka sembahyang begini padahal saya suka ketawa juga, Tuhan tanpa Engkau kami binasa. Tuhan mah udah tahu. Kenapa ngomong lagi sama Tuhan. Mungkin saudara bersaksi sama orang lain, boleh. Tanpa Tuhan kita binasa. Lalu ngomong lagi sama Tuhan, Tuhan tanpa engkau kita binasa, Tuhan mau jawab apa? Ya betul atuh, gimana sih kamu ini?

Ada yang suka sembahyang, Tuhan kami ini hanya manusia biasa. Tuhan tahu kita manusia biasa. Terdiri dari daging dan tulang. Siapa yang bilang kita dari plastik sama besi? Nggak ada! Tuhan, pakailah saya Tuhan menjadi lilin-lilin yang kecil saja ... lilin yang kecil saja. Saya paling sebal dengar yang sembahyang begitu. Lilin yang kecil itu nggak ada di Alkitab. Bayangkan lilin yang kecil disukai anak kecil untuk urusan-urusan kecil di kamar kecil. Jadi saudaraku jangan saudara ajarin lilin yang kecil, saudara adalah terang dunia ini. Amin ?

Kembali kepada firman. Jangan takut mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia. Saudara lihat nggak isi hatinya Tuhan Yesus? Semua berkat yang Dia demonstrasikan kepada Petrus hanyalah jembatan, hanyalah batu lompatan untuk Tuhan memakai Petrus untuk menjala manusia menyelamatkan orang lain. 

Saya punya keyakinan berkat yang Tuhan kasih kepada saya adalah hanya jembatan dari Tuhan untuk saya kerja melayani dalam menjala manusia, menjala orang, menangkap jiwa. Saudara kalau dapat berkat, punya toko diberkati jadi besar, punya rumah bertambah besar diberkati, ingat! Ingat! Apa tujuannya dari Tuhan memberi berkat yang begitu besar? Sebetulnya itu hanya batu lompatan - Tuhan mau memakai Simon untuk menjala manusia. Satu jiwa bertobat seisi sorga bersukaria. Yesus berkata dalam Markus 8:36, apa untungnya bagi sorga jikalau dia memiliki seluruh harta dunia tetapi jiwanya binasa? Apa artinya ribuan ikan, ratusan ikan yang didapat dengan satu jiwa. 

Maka itu dikatakan sesudah mereka menghela perahu-perahu ke darat, mereka pun meninggalkan sagala sesuatu lalu mengikut Yesus. Sekarang mereka tahu harganya Yesus, bukan hanya untuk disembah, bukan hanya untuk dikagumi, bukan hanya untuk ditepuki tangan, bukan hanyak untuk dinyanyikan, tapi harganya Yesus adalah untuk kita mengikut Dia seumur hidup kita. Mengiring Dia supaya Tuhan bisa pakai hidup kita. 

Bahasa asli dari kata mengikut ternyata artinya mengikut sepanjang jalan tetapi juga berarti mengikut cara hidup Yesus. Nah, hidup Yesus selalu untuk menyelamatkan manusia untuk keselamatan orang lain. Segala gerak-gerik membuat orang sakit sembuh itu untuk keselamatan manusia, untuk jiwanya supaya selamat. Orang yang dirasuk setan disembuhkan, orang yang mati dibangkitkan untuk keselamatan jiwanya, keselamatan roh. 

Saudara-saudara, dua ribu empat saudara kita masih hidup, itu adalah satu kesempatan dari Tuhan yang diberikan kepada kita untuk bersaksi, untuk mendapatkannya jiwa. Memang hari ini saya lelah sekali, oke ... pulang sampai di rumah jam setengah tiga udah nggak sadarkan diri sepertinya settt ... hilang tidur, bangun setengah empat. Tapi kalau saya sudah melihat jiwa-jiwa, mengingat jiwa-jiwa entah dari mana itu kekuatan. Bisa berdiri lagi. Saya rasa itu datang dari Tuhan. Malam hari ini jangan jauh dari jangkauan Tuhan. Satu jiwa bertobat seisi sorga bersukaria.

-- o -- 

Minggu sore, 25 Januari 2004

Hidup yang Berhasil - Seri 4

Ini seri yang terakhir. Roma

11:16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.
11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 

Dari kedua ayat yang kita baca ini, sebetulnya rasul Paulus sedang berbicara mengenai Israel yang akan diterima kembali. Karena Israel sekarang ditolak oleh karena mereka sudah menyalibkan Yesus. Tapi, nanti satu kali katanya, Israel akan di terima kembali karena kalau adonan, dikatakan ayat 16 “kalau roti sulung yang pertama itu Abraham itu kudus, maka ke bawahnya ke sananya, juga turunan Abraham juga akan kudus, akan diselamatkan.” 

Tetapi sore hari ini, kita mau belajar hal yang lain. Di dalam sore ini kita mau lihat bahwa roti sulung dan akar adalah ungkapan lain dari modal, dari awal, ya. Segala sesuatu yang awalnya baik, itu ke  sananya juga baik. Kalau pohon itu akarnya baik, maka pohonnya akan baik, daunnya akan baik, buahnya pun akan baik. Kalau roti sulung yang utama itu adalah baik maka nanti berikutnya, adonannya juga akan menjadi baik. 

Nah, tahun 2004 itu diawali oleh bulan Januari. Kalau dalam bulan Januari saudara 'sudah baik,' saya yakin maka sebelas bulan yang akan mengikutinya juga akan baik. Kalau saudara awali pada bulan Januari ini dengan cara dan hal yang kurang baik atau tidak baik maka saya agak ragu kalau ke sananya saudara akan dapat yang baik. Kenapa? Karena bagaimana awalnya, bagaimana adonannya, bagaimana roti sulungnya, bagaimana first stepnya, langkah pertamanya.

Memang langkah pertama tidak menentukan tapi langkah terakhir. Tapi langkah pertama kalau sudah baik, saudara sudah memiliki lima puluh persen perjalanan. Kalau saudara mengawali ya, bulan Januari ini dengan pikiran baik, dengan iman baik, dengan tingkah laku baik, dengan cara yang baik, dengan hal-hal yang baik, maka saudara orang Sunda bilang tinggal ngagandeuang, hanya tinggal jalan biasa santai saja sampai nanti akhir tahun 2004 akan ada saudara mengalami, menikmati keberhasilan dan keberhasilan. Ada haleluyah, saudara-saudara? 

Kenapa saya usir, saya hentikan dua siswa yang praktek di sini, karena awalnya sudah kelihatan tidak baik, ya sudah tidak baik. Kalau saya tarik benang dari sini beda dengan garis lurus, sedikit saja sudutnya beda, sedikit saja beda, ke sononya bisa satu kilometer saudara. Maka kalau dari awalnya kita sudah nggak sejajar dengan Tuhan, sepuluh tahun lagi saudara udah jadi orang dunia.

Maka tiap hari itu kita harus mensejajarkan diri dengan kehendak Tuhan - apa saya ini repeh, betul-betul rapi dengan kehendak Tuhan apa tidak? Apa saya ini betul-betul baik sesuai dengan sabda Tuhan apa tidak? Karena kalau awalnya baik, ke sananya baik. Kalau caranya saja ya caranya bertindaknya sudah tidak seperti pendeta, tidak seperti hamba Tuhan, tidak seperti anak Tuhan, saya nggak bisa punya percaya untuk dia bakal jadi benar. Nggak! Karena awalnya tidak baik. Itu mulai dari kata selamat pagi saudara, mulai dari kata selamat pagi. Dari sana penilaian dimulai. Jikalau dari ucapan selamat pagi saja sudah tidak bisa dipercaya, susah kita akan bisa percaya, kalau kasih kepada dia kunci. Kunci disembunyikan aja bisa diterobos, karena apa? Selamat pagi pun sudah tidak. Ini hanya ilustrasi.

Maka saudara-saudaraku, di dalam kehidupan kita, ini Januari tinggal tujuh hari lagi akan berhenti. Apakah selama bulan ini saudara sudah menanam yang baik? Apakah pada bulan Januari saudara sudah awali dengan iman yang baik? Apakah saudara-saudara dengan penilaian yang baik? Maka kalau saudara mengawali segala sesuatu dengan yang baik, saya tidak pakai insya allah, pasti Tuhan akan berikan yang baik. Karena saudara-saudara memberi, mengawali segala sesuatu dengan yang baik.

Enam hari Dia bikin dunia, baiklah adanya. Tuh! Tuhan mah bikin yang baik. Bahkan pada hari ke enam Dia bikin manusia. Waktu dilihat, amat baiklah adanya. Jadi dimulainya dengan baik. Hari ke satu baik, hari ke dua baik, baik - baik baik, sampai hari ke enam amat baik. Hari ke tujuhnya apa? Santai, sabat, istrahat. Siapa yang mau cape hati di dalam hidup? Bodoh sendiri, penyakit dicari sendiri, padahal Tuhan memberikan sabat, sentosa, senang, nggak cape pikiran. Kalau saudara-saudara memulai, mengawalinya dengan yang baik. Awalilah segala sesuatu dengan yang baik. Januari masih ada tujuh hari, awali dengan iman yang baik, tingkah laku yang baik, perbuatan yang baik, pikiran yang baik, segala sesuatu yang baik, semuanya akan berjalan dengan baik. Puji Tuhan! 

Nah, setiap tahun baru kita memakai pakaian yang baru. Ini kemeja ini dikasih sama orang India. Ada jemaat saya orang India bertobat. Dia selalu memberi pakaian dari kemeja, celana dan jas. Dia punya dua orang India yang lain. Jadi ada tiga empat orang India saya kenal, tukang jahit semua. Kemarin saya dapat jas satu stel dari orang India yang lain. Dia mengaku dua puluh tahun yang lalu saya peminum, suka main perempuan. Setelah dengar firman Allah ko Yoyo didik saya tanpa sadar, tanpa tahu saya berobah. Sekarang saya mau jadi baik.

Dulu dia datang dari India, dia nggak punya apa-apa. Dia kerja dengan uang, dengan gaji enam puluh ribu sebulan. Dia bawa tas masuk keluar toko, mau bikin jahitan? Mau bikin jahitan? Setelah dia ketemu Yesus sekarang dia punya toko besar, satu di Pasar Baru, satu di Juanda. Kapan saja saya mau datang minta makan, dia pasti ajak makan kepala ikan. Dimulainya dengan baik bersama Tuhan pasti kebelakangnya dengan baik. Haleluyah saudara-saudara? Baju saya ini dibikin oleh orang India, saya katakan ini, dan dia memberi saya, ada banyak macam warna.  

Nah, saya memberi kepada saudara hari ini ada lima baju. Saya memberi lima baju untuk saudara tapi bajunya nggak kelihatan, nggak bisa dilihat mata, hanya bisa kelihatan dalam kuping. Saya memberi lima baju dan satu ikat pinggang. Kita akan lihat baju-baju ini di dalam surat Kolose. Dalam surat Kolose 3, kita mau awali tahun ini dengan keberhasilan. Bukan hanya secara materi tetapi secara rohani. Kolose

3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
3:6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
3:7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
3:9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Tidak ada lagi cungkuo ren, meikuo ren, tidak ada lagi orang khe, orang hokian, tidak ada lagi orang kong hu, tidak ada lagi orang sunda, jawa, manado, ambon, tidak ada lagi - seorang Kristen harus punya wawasan yang baru, dia ada di dalam Kristus Yesus karena Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Perhatikan! Awalnya kekristenan kita adalah Kristus. Fondasi kekristenan kita adalah Kristus. Tempat kita berjejak berdiri adalah Kristus. Dasar kita bernafas dan hidup adalah Kristus. Saya berkhotbah harus berdasarkan Kristus. Saudara datang ke gereja harus karena Kristus. Saudara-saudara bekerja, bertindak berbakti dan sebagainya harus dan karena Kristus. Karena Kristus adalah semuanya dan di dalam segala sesuatu. Apapun yang saudara kerjakan saudara ketemu di mana, ini adalah Kristus. Dimanapun saudara ada, apapun yang saudara terima, sedikit atau banyak, ucapkan syukur karena itu adalah pekerjaan dan karya Kristus.

Kalau saudara dipercayakan memegang banyak, puji Tuhan dan puji kepada Kristus. Kalau saudara belum dipercayakan memegang banyak masih secukupnya, jangan ngerasula, terima dengan sabar karena Kristus. Segala sesuatu di dalam hidup kita karena Kristus. Hujan atau angin, bocor atau tidak, rumah bagus rumah sederhana - karena Kristus. Maka segala orang Kristen kalau sudah tahu dia hidup karena Kristus, dia tidak akan ngomel, dia tidak akan mengkritik orang lain, dia tidak akan melihat kesalahan orang lain, dia tidak akan bicara apa-apa karena saya ada sebagaimana saya ada, karena Kristus. Dan karena Kristus itulah, Dia memberikan lima baju. Saya beri kepada saudara lima baju.

Baju yang pertama. Ayat 12, Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihiNya, kenakanlah ... bahasa Inggris lebih jelas put on pakai, kaya  pakai baju. Kenakanlah.

1. Lapis paling dalam, yaitu belas kasihan, belas kasihan.

     Dalam bahasa Inggris dipakai kata tender  mercy. Mercy itu  sudah belas kasihan tapi ada tender nya lembut. Belas kasihan. Belum ada yang bilang amin atau haleluyah, saya ngomong aja terus. Belas kasihan. Belas kasihan. Belas kasihan ini, isi hatinya Tuhan. Coba aja saudara bayangkan waktu Tuhan berkata sama Yunus, kasih tahu sama orang Niniwe empat puluh hari lagi Aku akan bongkar-balikkan negara ini saudara, dosanya sudah naik ke langit. Kasih tahu! Empat puluh hari lagi Aku akan putar balik Niniwe ini, yang atas jadi ke bawah, dihancurkan. Begitu tiga hari mereka puasa, bertobat dari raja sampai binatang sampai sapi, nggak boleh makan tiga hari tiga malam, bertobat, nangis pakai pakaian karung, raja juga. Jatuhlah hatinya Tuhan, menyesal, jatuhlah Dia dengan belas kasihan. Maka Niniwe yang penduduknya yang seratus dua puluh ribu mau dibunuh, mau di hancurkan ... diampuni. Itu belas kasihan. 

      Kemarin tiga hari lalu kurang sehat memang ada tugas harus di Jakarta, saya makan di Kelapa Gading. Waku makan ada yang nyanyi, ngamen. Bapa-bapa, ibu-ibu, ... yang ngamennya ini tidak boleh masuk ke restoran, dia boleh nyanyi tapi di depan. Bapa-bapa, ibu-ibu, kami mau menyanyikan lagu-lagu rohani. Berhenti saya. Mereka menyanyikan tiga orang, trio ..., enak betul itu lagu, aduh ..., enak betul itu lagu, enak sekali. Sudah dua lagu, kan dia nggak tahu saya pendeta, nggak tahu! Tapi saya meja paling depan. Ah, kasih uang. Biasanya kasih go pe, karena dia nyanyi lagu rohani udahlah kasih go ceng. Terima kasih pak. Dia nyanyi lagi, dia nyanyi lagi ... terus nyanyi - nyanyi - nyanyi. Tiba-tiba hati saya menangis aduh, anak masih muda gini mesti ngamen cari uang. Nggak tahu dia besok makan apa? Banyak yang nodong itu karena memang nggak tahu harus makan apa lagi.

     Jadi saya panggil lagi itu, yang nyanyi masih nyanyi, datang, kamu sudah makan belum? Belum. Mau makan nggak? Nggak ke dua kali saudara. Ayo makan tiga orang. Makan! Makan. Di situ makanannya soto semangkok, dia nggak mau, nggak mesan soto, dia nggak mau. Dia tahu soto nggak kenyang. Dia pesan nasi goreng. Saya tuh mau nangis tuh, mau nangis tuh saya itu, aduh ... kasih benar nih pengamen. Dia nyanyi lagu rohani sungguh-sungguh. Saya cari lagi supaya setiap selasa bisa nyanyi di gereja saya. Kalau bisa jadi anggota jemaat saya, suaranya bagus. Makan! Tapi setelah makan mereka lupa terima kasih. Tapi nggak apa-apa, saudara-saudara. Seperti itulah kira-kira hati Tuhan berbelas kasihan kepada orang yang buta.          

     Dan saudara perlu tahu bahwa Tuhan itu nggak buta. Tuhan tahu pergumulan saudara. Tuhan tahu keperluan saudara. Tuhan tahu apa yang cocok untuk saudara. Tuhan tahu kalau Dia kasih saudara sekarang, mungkin saudara lupa lagi Dia. Tuhan tahu sekarang Dia sedang coba saudara. Tuhan tahu kelemahan kita. Tuhan tahu kekurangan kita. Tuhan tahu apa yang Dia mau kerjakan - Dia tahu! Dia punya belas kasihan. Tapi sekarang Dia minta kita pakai belas kasihan.  

     Ini baju pertama yang orang Kristen mesti punya, yaitu belas kasihan. Kalau kita punya belas kasihan, kita nggak nilai orang dari jeleknya - kita akan nilai orang dari baiknya. Kalau kita punya belas kasihan kita nggak akan ngerasula, kita nggak akan saudara-saudaraku menyimpan salah orang. Kalau kita punya belas kasihan kita nggak sayang lagi, nggak hitungan lagi ya, apa yang kita akan kasih ... kalau kita punya belas kasihan.

     Tiga hari tiga malam ikut Yesus, lebih dari lima ribu orang nggak makan nggak kerja. Dia ikut Yesus  saja,  dengar firman Allah lalu Yesus bilang coba cari roti karena Aku melihat mereka seperti domba-domba, tiada bergembala. Jatuhlah hati Yesus dengan belas kasihan. Waktu natal saya kan ngomong, saya cuma minta satu waktu natal, jangan ribut ...  jemaat-jemaat satu dengan yang lain, jangan ribut! Jangan ribut! Jangan ribut! Biarlah kita memiliki belas kasihan. Tender mercy. Ada belas kasihan tapi ribut, nggak ada tender. Miliki ini! Karena pakaian dalam ini, karena pakaianya tipis, di dalam. Belas kasihan.  

2.   Lapis yang kedua adalah kemurahan.

      Bahasa Inggris, kebaikan. Orang Kristen itu harus terkenal baik. Peristiwa Tanjung Priok sudah terjadi tahunan yang lalu. Sekarang korban-korbannya minta mengadukan kepada Komnas HAM. Minta ganti rugi sampai ke seluruh dunia, sampai ke PBB mereka tulis surat. Ada dua ratus gadis Tionghoa yang hamil di gugurkan kandungan di Hongkong ketika kejadian tiga belas Mei di perkosa secara masal di Jakarta. Dua ratus yang digugurkan oleh dokter di Hongkong karena hamil. Mereka menuntut balas, minta dibalas, minta diadakan  pembalasan cari orangnya. Yang nggak kedengaran apa? Tujuh ratus lima puluh gereja di Indonesia dibakar, satu keluarga pendeta dibakar hidup-hidup di Jawa Timur, satu pendeta di cincang di Kalimantan ... masih muda, satu pendeta dua puluh lima tahun Nias saudaraku di injak-injak dipukulin sama polisi sampai mati - orang kristen nggak pernah ngadu sama Komnas HAM minta dibalas.

     Biar orang dunia tahu bahwa orang kristen itu baik, bukan pendendam, bukan pembalas. Alkitab ada tertulis, pembalasan itu hak-Nya Tuhan, Aku pasti balas kata Tuhan. Tapi orang kristen nggak pernah membela Tuhan. Karena apa? Karena Tuhan yang membela kita! Kita nggak pernah membela agama kristen, nggak! Karena apa? Tuhan yang membela kita. Kita nggak perlu membela. Haleluyah! Kalau kita membela Tuhan, berarti Tuhannya perlu dibela karena Tuhannya lemah. Kalau Tuhan kita nggak perlu di bela-bela. Dia mah kuat, Dia yang membela kita.

     Tetapi kita harus dikenal kita ini baik. Maka kalau adonan itu baik, ke sononya itu baik. Kalau adonannya, rotinya baik, kalau akarnya baik, pohon, buah, daunnya pun baik. Kalau awal Januari saudara awali dengan hal yang baik, ke sananya saudara-saudaraku pasti akan mendapatkan hal yang baik. Awali dengan pakaian yang baik, bungkus hidup rohani kita dengan belas kasihan, lapis dengan kata kebaikan. Surat Filipi 4, menulis “biarlah kebaikanmu diketahui oleh semua orang.” Nggak usah kita ngomong tapi biar orang lain itu tahu bahwa orang kristen itu baik. Miliknya saja kalau diminta, dikasih. Masa yang bukan miliknya diminta nggak di kasih.  

     Saudara yakin kalau kita baik segala sesuatu akan jadi baik? Hendaklah terangmu bercahaya cahaya, katanya, Matius 5 : 16. Sehingga orang akan melihat kebaikanmu dan Bapamu  di sorga dipermuliakan, dipuji. Jangan cuma kita nyanyi: Yesus Engkau baik, sungguh baik, sangat baik. Nyanyian itu nggak usah dinyanyiin, memang Yesus mah baik. Tapi kita ini baik apa tidak? Apakah kita orang baik, sehingga orang itu mau belanja di toko kita?Karena udah ketahuan kita ini baik. Sehingga orang itu mau belanja kepada kita senang ngobrol sama kita karena kita ini baik.

     Beli duku. Nggak mungkin orang ambil yang busuk, mereka cari yang baik. Beli duren, nggak mungkin aya duren nu buruk? Cari duren yang baik. Ini ada toko Maju, saudara, “Toko Maju. Kan maju itu kedengarannya kan baik, Toko Maju. Saya cari-cari di Indonesia dimana di Indonesia Toko Mundur, nggak ada. Semua memakai kata yang baik. Apa itu? Gong Xi Fa Cai, minta ang pau, kalau tidak nanti ditutup, iya kan? Orang mah kalau ... udah.

     Kemarin ada cucu-cucu datang, oom Yoyo kiong hi, oom Yoyo kiong hi ... tapi nggak mau lihat muka saya, oom Yoyo kiong hi. Sebetulnya kalau kiong hi malam uangnya harus sedikit, tapi karena saya memang harus berbelas kasihan, ya puji Tuhan hujan-hujanan, terima kasih. Cucu-cucu. Demikian juga Tuhan lihat kita sebagai cucu-cucu, Dia ingin memberikan yang baik, ya. Coba saudara sekolahkan anak di kuat-kuatin untuk dapat yang baik. Saya ingat mama saya, waktu saya masih di Ibu Jenab. Saya masih ingat samar-samar, paha kanan saya ini borok saudara karena daging saya disebut daging manis, borok. Buat beli salep, bursalep aja obat borok nggak bisa. Pakai apa saudaraku? Ini obat nggak pernah ada di toko obat. Ini obat pun saudaraku nggak di luar negeri, dimana nggak ada. Namanya ini obat jawer kotok. Itu ada di depan PLN jawer kotok, ambil - ambil - ambil, ambil.. beureum - beureum - ambil - ambil ... pakai air panas, kucek-kucek ditaplokin saya punya borok. Nggak bisa punya uang untuk beli salep.

     Pernah dia harus pinjam uang sama tetangga saya tahu untuk beli jaket warnanya hijau untuk adik saya Paulus karena dia masuk angin, dia nggak punya jaket, pinjam dulu. Orang tua ingin kasih yang baik sama anaknya. Apalagi Tuhan. Sehingga kita pasti mau memberi yang baik bagi Tuhan. Kalau belum ada bukan berarti Dia tidak kasih, berarti belum! Belum saja, masih di jalan. Pasti Dia beri yang baik. Tetapi sebaliknya kebaikan harus menjadi senjata kita, harus menjadi pakaian kita, lapis ke dua. Janganlah kamu ditewaskan oleh kejahatan tapi tewaskanlah kejahatan oleh kebaikan. Musuh satu terlalu banyak, teman seribu masih kurang. Maka yang ada teman ini, jangan di musuh-musuhin, jangan dicurigain. Apa tugas kita curigain orang, memusuhi orang? Apa itu tugas Kristus dalam kita? Menilai orang pintar! Tapi menilai diri kita sendiri kita kurang tahu.

     Tapi, mari kita punya hati yang baik, mari kita mempunyai tekad yang baik, mari kita mempunyai pikiran yang baik, mari kita mempunyai saudara-saudaraku motivasi yang baik. Segala-galanya baik. Tiba saatnya kita pakai pakaian yang ke tiga. Pakaian yang ke tiga adalah ...

3.  Kerendahan hati.

      Bahasa Inggris, humility ... kerendahan. Kerendahan hati ini hanya kita bisa belajar dari Tuhan Yesus. Yesus bilang dalam Matius 11:28,29, “belajarlah kepadaKu karena Aku lemah-lembut dan rendah hati.” Yohanes Pembaptis berkata,patutlah Dia makin bertambah aku ini makin kurang.” Paulus berkata kepada jemaat Filipi “hendaklah seorang menganggap orang lain lebih utama. Hendaklah yang seorang menganggap orang lain lebih utama dari dirinya. Orang rendah hati tidak akan tersinggung kalau orang lewat nggak nanya dia. Orang rendah hati tidak akan marah kalau tempat dia duduk didudukin orang. Sekarang sudah ke sorga tante itu.  

      Tapi dulu ada jemaat, dia musti duduk di kursi itu. Pas dia datang ke gereja terlambat, sudah ada satu ibu yang duduk di situ: Ci, sana ci, pindah! Ah, saya reuseup didieu. Ci, ieu mah tempat saya, ini mah tempat saya. Nggeus, oom Yan ge nyaho ieu ti baheula ayeuna geus anakna si Yoyo nyaho saya mah diuk didieu. Tumbila-tumbila ge geus wauh kena bujur saya. Dulu kursinya masih kursi rotan. Sampe nggak enak, dua-duanya baeud, cemberut. Memperebutkan kursi, leuheung caleg, calon legislatif. Ieu mah calo egois meureun nya caleg teh. Ayo, ini mah tempat duduk saya.

     Ada yang duduk di bangku, dulu gereja pakai bangku: Oh, ini tempat duduk saya. Saya di penuhkan Roh Kudus di bangku ini brur, jadi nggak bisa duduk di mana-mana. Bekas air mata saya ada tuh ... tuh, bekas-bekasnya, noda-nodanya air mata saya tah. Saya teh dipenuhkan Roh Kudus, makanya heunteu bisa didudukkan oleh orang lain. Wo boga. Pokoknya langit dan bumi akan lenyap, wo mah kudu duduk didieu we. Orang rendah hati tidak demikian.

     Ada suatu ungkapan yang tiba-tiba Tuhan kasih “Dia siap dirugikan tapi Dia nggak mau merugikan orang lain.” Itu orang rendah hati. Kamu dirugikan nggak apa-apa saya di rugikan, saya belajar dari oom Brodland. Dia beli mobil kemahalan harganya mustinya sekitar tiga juta, dia beli mobil enam juta. Dari orang Amerika juga. Ketemu teman saya di Bandung, ini mah oom, mobil mah murah ini paling tiga juta kenapa oom beli sampai beli enam juta? Aduh, biar saya di tipu, nggak apa-apa, asal saya tidak menipu orang. Saya belajar itu. Biar saya dirugikan asal saya tidak merugiin orang. Mari kita belajar rendah hati, mari Tuhan miliki. Nggak ada yang bilang amin?

     Saudara-saudara, kerendahan hati ini adalah bahasa sorga: “berbahagialah orang yang rendah hatinya karena dia yang memiliki kerajaan sorga.” Sungguh pun Tuhan duduk di atas sorga yang tinggi tapi Dia bersemayam dalam hati orang yang rendah dan hancur hatinya. Orang yang sombong dikesampingkan tapi Dia memberikan anugrah kepada orang yang rendah hati. Saudara, rendah hati nggak usah minta berkat, berkat pasti dikasih sama Tuhan, sama orang yang rendah hati. Mana ayatnya? Ayo kita buka. Amsal 22:4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Nggak ada minta! Cuman rendah hati aja, Tuhan udah kasih. Pakaian yang keempat.

4.  Kelemah-lembutan.

     Bahasa Inggris Meekness lemah-lembut. Bahasa Yunani bahasa aslinya  praotes,  p r a o t e s. Praotes,  itu lemah-lembut.

Sayang banyak orang kristen tidak praotes tapi protes. Kalau orang protes itu tidak lemah-lembut. Orang praotes itu lemah-lembut. Ternyata kata praotes ini lemah-lembut diambil dari hukum kapiler. Ibu-ibu barangkali tahu itu busa, karet busa. Dulu jaman tahun saya enam puluhan, mandi suka di kasih karet busa untuk gosok badan. Nah, ini kalau karet busa masih kering saudara taruh di pinggir bak air, nggak usah ditenggelamin, dekatin aja ke air dengan hukum kapiler, itu air nyerap, nyedot. Itu air naik kepada karet busa, sekejap karet busa ini basah. Dari kata itulah praotes diambil. Maka orang yang lemah-lembut itu demen, suka, doyan, senang kepada firman Allah. Dia suka menyerap, menikmati, belajar, dididik oleh sabda Tuhan. Dia senang apapun juga terjadi oleh firman Allah, dia rela basah oleh sabda Tuhan. Dia mau ada disisi dari sabda Tuhan. Dia tidur, bergerak, bertindak dengan firman Allah.

Seorang yang lemah-lembut saudara-saudaraku, seperti Musa dalam Bilangan 12:3, ditulis di sana “Musa orang paling lemah-lembut di dunia setelah Yesus.” Kenapa? Apa Musa itu kaya orang Sunda, su muhun ... kumaha ieu teh. Tuhan bilang, pergi kepada Firaun! Kalau nabi Musa seperti itu mah embung saya ge, saudara-saudaraku. Musa, begitu ditulis oleh Alkitab, dia berdiri di depan Firaun, dia tunjuk Firaun: Lepaskan umat Allah, pergi! Nunjuk sama raja. Keluarin umat Allah! Tapi ditulis di Alkitab, hatinya paling lemah lembut. Jadi lemah-lembut di sini bukan kalamar-kalemer. Kondisi hati, nyerep firman nggak? Saya nggak usah ngomong nyerap dah. Suka baca firman apa nggak? Itu aja. Suka baca firman.

Roti yang pertama baik, adonannya semua baik. Kalau awalnya, akarnya baik, pohon itu juga semua baik. Peribahasa bilang begini “kehilangan harta artinya nggak kehilangan apa-apa - karena harta masih bisa di cari, kehilangan harga diri adalah kehilangan segala-galanya.” Ini yang saya tekankan sama murid saya di sekolah Alkitab, kamu mesti punya harga diri. Ada jual harga dirinya untuk dua ribu, tiga ribu untuk lima juta rupiah, dia jual harga diri sebagai hamba Tuhan. Kalau mulanya dia sudah bisa jual harga diri nanti Yesus juga imannya dia jual. Jangan tunduk sama pendeta bule, jangan tunduk-tundukan, ngomong biasa. Bule sama kamu sama! Dia hamba Tuhan kamu juga hamba Tuhan. Ini saya sedang ajar murid saya, punya harga diri. Sopan boleh tapi jangan tunduk-tunduk sampai menjilat, jangan! Punya harga diri. Minta boleh! Minta-minta, jangan! Jangan kehilangan harga diri. Lemah-lembut boleh tapi jangan mau dijajah. Berdiri, lepaskan umat Allah pergi. Hati lembut dihadapan Tuhan tapi tegas tetap tegas.

Biar kita di sebut jemaat kecil di Cianjur tapi punya harga diri. Gereja kita dibangun nggak dibantu dari luar negeri, nggak! Sekolah Alkitab dibangun nggak ada dolar dari luar negeri, nggak! Kita punya harga diri, kita nggak minta-minta. Siapa mau bantu, silahkan bantu. Kita nggak pernah minta. Tuhan memberikan hati yang lembut bagi saudara untuk gampang diajar oleh firman. Jadi kalau nasehat saya saja sudah nggak masuk, nggak mempan, sudah ! Kalau firman Tuhan saja tidak bisa meyakinkan saudara, tidak ada lagi sesuatu di dunia dan di sorga yang bisa meyakinkan kita kalau firman Allah sudah tidak bisa meyakinkan saudara. Karena hati saudara keras - tidak bisa lagi diyakinkan. Yang terakhir, pakaian kelima. 

      5. Kesabaran.

      Ini kesabaran di dalam bahasa Yunani macrotumia. Makro itu besar. Mikro bus itu bus kecil. Makro, kalau saudara belanja di Toko Makro di Jakarta itu makro, toko besar. Tapi ini ada kata tumia macrotumia. Tumia ini, kalau saya salin macrotumia itu panjang sabar. Bahasa Inggris longsuffering. Long itu lama, suffer itu menderita. Menderita lama ..., nah itu sabar! Kesabaran itu menderita lama, itu kesabaran. Ini pakaian paling luar, yang kena angin, yang di lihat orang. Urang geus sembahyang-sembahyang, geus satahun, dua tahun can didenge oge ku Tuhan. Sabar! Saya udah minta mujizat dari Tuhan, pertolongan dari Tuhan kok belum-belum aja ya? Saudara mungkin sudah meminta ini, meminta itu, minta pekerjaan belum dapat, minta ini - minta itu belum dapat, ingin punya rumah belum dapat, ingin punya pekerjaan, naik pangkat, naik gaji belum dapat, ingin mendapat berkat, ingin mendapat pekerjaan belum dapat, ingin ... seribu satu keinginan tapi belum dapat. Saya cuma bisa beri nasehat, sabar! Ini pakaian luar, mestinya pakai jaket. Pakaian luar itu jaket kulit. Dingin, dia tahan dingin, sabar - sabar - sabar!

Saya masih di SD kelas dua, menulis halus “orang sabar kasihan Tuhan, orang sabar kasihan Tuhan,” nempel di kepala. Kelas dua SD, orang sabar kasihan Tuhan, orang yang sabar disayang Tuhan. Sabarnya Ayub, menderita ... akhirnya apa? Dua kali ganda berkatnya. Sabarnya Abraham, dua kali berkatnya. Saudara pernah lihat pak tani tanam padi di sawah ... tilu bulan .... sabar! Maka orang Sunda pintar, sabar sekali begitu udah nabur besoknya bawa seruling ... udah satu bulan udah hijau besar, dua bulan udah mulai kuning, udah mulai tua.

Sabar, jodoh mah moal kamana. Jodoh mah moal kamana, ya. Tak akan lari gunung dikejar, hilang awan tampaklah ... sabar, sabar apa? Ya, nanti angin bertiup awannya lewat kelihatan gunung. Orang Tionghoa bilang ... biarkan itu airnya tenang batunya kelihatan. Biarkan tenang dulu jangan ribut-ribut, tenang dulu supaya batunya nanti kelihatan. Sabar! Saya sudah lewat air mata, saya sudah lewat waktunya saya nggak punya apa-apa. Saya tanya, jujur ya - jujur ya. Siapa saudara yang pernah makan lotek, angkat tangan! Gado-gado, lotek, angkat tangan, angkat tangan! Siapa yang pernah makan lotek tapi bumbunya diletakkan? Ada? Nggak ada. Batur, tuh ... ko Hai Ing batur. Saya, saya teh sampai diletakkan bumbu teh karena satu lotek dibagi empat: oom Yan, tante, Yoyo, Paulus. Karena Paulus sudah adalah yang bungsu maka badannya gemuk sekarang saudaraku. Karena dia dapat terus feeding dari mama. Saya mah paling gede kudu banyak ngelehan. Dari mama ke Paulus, dari papa karena galing sarua jeung papa oom Yan ke Paulus. Makanya gemuk, saya kieu. Sabar dulu. Makan maranggi, satu maranggi dibagi opat, pernah saya. Kolose  

3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Ini ikat pinggang. Untuk mengikat lima pakaian ini tidak lepas, kenakanlah kasih. Apa yang saudara sudah pakai cara saudara dengan berbagai-bagai cara dan gagal, cobalah pakai kasih. Karena ada ayat berbunyi “kasih tidak pernah gagal.” Bukan hanya Tuhan yang tidak pernah gagal, kasih tidak pernah gagal. Ikat pinggang! Saudara-saudara lihat Hand Phone saya. Maaf, celana saya tergantung pada ikat pinggang. Sangat-sangat berpengaruh didalam kehidupan saya. Ini ikat pinggang. Kasih pun demikian.

Dengan ikat pinggang ... kasih, saudara bisa gantungkan apa-apapun dalam kehidupan saudara. Segala keperluan tetek bengek setiap hari, apapun yang penting sampai kurang penting itu bisa tapi kasih. Coba! Coba! Sabar, lalu ikat pakai kasih. Nanti saudara lihat. Ini Januari saudara mulai awali dengan baik, rotinya sudah baik, akarnya udah baik. Saya percaya Tuhan berkati saya, aku yakin, saya percaya, saya yakin, saya percaya tahun ini adalah tahun keberhasilan. Nanti saudara lihat Februari, Maret, April. Itu akan menjadi berkat buat saudara.

Nah, saya ingin kasih kepada saudara apa yang Tuhan beritahu sama saya. Begini ... mungkin belum pernah, belum dikasih tahu apa sudah, saya juga belum tahu. Kalau sudah nggak apa-apa. Saya masuk ke Jagorawi pada tanggal 25 Desember, desemberlah. Masuk ke Jagorawi itu hujan besar luar biasa - luar biasa. Sopir jalan pelan padahal di tol, gede sekali. Sudah pakai hazard  lampu, ini dikasih cepat, masih nggak bisa lihat itu mobil di depan, jadi slow. Tapi ketika kami sudah, sedang besar-besarnya ini, tujuh kilometer kemudian reda. Reda - reda. Lho! Terus sampai Jakarta nggak hujan.

Seperti itu kira-kira tahun 2004. Jadi kalau dari Januari sampai April sudah gelap hujan deras sekali, jangan kaget! Jadi, hendaklah saudara jalan terus saja, nanti di ujung tahun cerah, ke sananya cerah. Tidak ada apa-apa! 

Nah, saudara-saudara ada pengumuman dari majelis pusat karena kami rapat pertama kemarin, empat belas, lima belas, enam belas Januari. Pengumumannya demikian. Saudara-saudara dalam pemilihan umum diminta tidak golput. Saudara diminta ... tidak disuruh, dipaksa nggak. Diminta jangan golput. Tetapi gereja Pentakosta tidak menyuruh saudara menentukan pilih partai ini, pilih partai itu, tidak! Silahkan pilih partai yang saudara suka. Mau pilih partai kudu, mau pilih partai mudu, nggak apa-apa, silahkan! Hak saudara, saya tidak berhak ngatur-ngatur saudara.

Tapi kalau saya diberikan usul, pilihlah partai besar. Kalau partai besar, suara orang kristen di partai besar diwakili. Kalau kita pilih partai kecil atau pilih partai yang baru aja mendadak, ya, berapa sih suaranya nanti di parlemen? Nggak ada. Tapi kalau partai besar kita ke bawah, kita masih bisa bicara. Pilih Golkar, atau pilih PDI Perjuangan, pilih PAN - pokoknya yang gede-gedelah, ya. Ah, saya mau pilih partai lilin kecil, terserah sama saudara. Mau ke WC tiap malam nggak apa-apa pakai lilin kecil, nggak apa-apa. Terserah apa saja.

Tapi dari majelis pusat kalau ada pendeta mau jadi caleg, silahkan! Tidak dilarang asal dia berhenti jadi pendeta. Dia harus tinggalkan kependetaannya. Umpamanya saya jadi caleg, umpamanya saya dapat nomor satu caleg jadi, silahkan! Saya jadi caleg tapi nggak boleh lagi jadi gembala sidang, harus keluar dari kependetaan, harus tinggalin jemaat. Jadi caleg. Dengan lain kata dilarang pendeta-pendeta GPdI jadi caleg. Calik boleh saja di mana tapi jangan jadi celeg.

Nah, saya rasa sampai di sini dulu kita akan masuk dalam perjamuan kudus. Marilah masuk perjamuan kudus dengan hati yang sudah dibungkus dengan pakaian tadi. Kita awali tahun ini dengan yang baik.        

-- o --    

Minggu sore, 01 Februari 2004

Semut - seri ke 1/4

Pada bulan Februari ini kita akan melihat empat macam binatang yang akan kita pelajari sebagai dasar pengiringan kita kepada Tuhan. Kita akan membuka Amsal

30:24 Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:
30:25 semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,
30:26 pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,
30:27 belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,
30:28 cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.

Salinan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris agak berbeda. Saya akan baca yang di dalam salinan bahasa Inggris, dikatakan di sana: “ada empat perkara yang kecil di bumi ini tetapi yang sangat bijaksana”. Itu cekatan, bijaksana. “Semut adalah bangsa yang tidak kuat tetapi mereka menyiapkan makanannya pada musim panas”.

Yang kedua di sini di pakai kata pelanduk karena tidak ada bahasa Indonesianya. Tetapi dalam bahasa Inggris di pakai kata badger .... satu semacam, nanti saya akan terangkan pada minggu ke dua apa itu badger. Badger   adalah satu binatang yang lemah tetapi membuat rumahnya pada celah-celah batu.

Belalang tidak punya raja tapi semuanya berbaris dengan teratur.

Yang ke-empat disini dipakai kata cicak tapi dalam kata bahasa Inggris dipakai kata spider, laba-laba. Laba-laba yang dengan keahliannya ... Jadi kalau baca ayat bahasa Indonesia cicak dapat kau tangkap dengan tangan, bahasa Inggris tidak begitu, laba-laba yang menangkap segala sesuatu dengan tangannya, katanya, tetapi juga ada pada istana raja.

Jadi kita akan belajar empat binatang: semut, pelanduk, belalang dan laba-laba, ya. Sore hari ini kita mau belajar tentang semut. Sudah kita banyak dengar khotbah tentang semut tapi sore hari ini kita melihat dari sisi yang lain. Semut bangsa yang tidak kuat. Ini menggambarkan kita. Orang-orang percaya, orang-orang kristen disebut orang yang tidak kuat, lambangnya saja domba, nggak ada tanduk. Lambang orang kristen juga ikan. Ikan kalau ditusuk sama tombak dipotong sama pisau nggak ada suaranya. Sekarang kita diumpamakan sebagai semut.

 Memang orang kristen ini selalu jadi minoritas. Dia ada di negara yang beragama posisinya kuat, dia dapat tekanan, dia ada pada negara yang islamnya besar dia dapat tekanan. Bahkan dia ada pada negara yang katoliknya kuat dia dapat tekanan. Ini orang kristen bangsa yang tidak kuat. Tuhan Yesus suka bilang “kamu adalah seperti domba di antara serigala.” Kita harus tahu bahwa kita tidak dibikin oleh Tuhan untuk membalas.

Maka saudaraku walaupun 750 gereja di Indonesia dibakar, dari berbagai-bagai merk gereja dibakar. Di Jawa Barat baru dua gereja sekarang, tahun yang baru dibakar sudah dua gereja, satu di Subang satu di Purwokarta. Satu Gereja Pentakosta dibakar kita tidak protes, kita tidak unjuk rasa, kita tidak cabut pedang, kita tidak ikat kepala. Kalau kita membela Tuhan kita, membela agama kita, tidak! Kenapa? Karena kita bangsa yang tidak kuat, bukannya bangsa bangsa yang suka melawan. Kita ini orang kristen ini bangsa yang nerima. Tampar pipi kanan kasih pipi kiri, diminta baju luar kasih baju dalam, suruh jalan satu mil jalan dia dua mil. Ini tidak boleh kita lupa, kita disebutkan harus mengalah.

Paulus menasehati orang Korintus, tidak relakah kamu dirugikan? Saya sampai baca ayat itu sampai nangis karena keakuan saya mau melawan, mau berontak. Tapi firman Allah bilang kita bangsa yang tidak kuat. Kalau saudara merasa saudara adalah orang yang kuat, kita tidak perlu Tuhan. Tapi kalau saudara tahu bahwa kita tidak kuat, kita akan perlu Tuhan. Kita bangsa yang tidak kuat. Tadi pagi saya katakan jangan sekali-kali kita membaca Alkitab dan merasa tahu dan merasa pandai dan merasa so nyaho so tahu - kita tidak akan dapat apa-apa. Tapi kalau membaca Alkitab kita rasa tidak tahu apa-apa dan berkata Tuhan Yesus Roh Kudus bukalah rahasia supaya saya tahu apa ini persoalan. Tapi aneh, bangsa yang tidak kuat, semut, semut ... bangsa. Dalam bahasa Inggris itu “people”, orang itu. Jadi saudara memang diumpamakan sebagai semut.

Ada empat binatang yang kecil di bumi tapi yang sangat-sangat bijaksana:  Semut, bangsa yang tidak kuat tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas. Ini kekuatannya, ini kelebihan dari semut. Dia punya kebijaksanaan menyiapkan makanan pada musim panas. Bilang amin? Amin? Haleluyah. Kita menyiapkan makanan. Kalau kita bicara makanan di dalam gereja, itu bicara dari firman Tuhan bicara dari sabda Tuhan - ini makanan kita.

Yesus berkata “bukan oleh roti saja manusia boleh hidup tetapi oleh setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Satu kali murid-murid Yesus cari makanan dalam Yohanes 4, ya dia pulang dia lihat Yesus sedang berbicara dengan perempuan Samaria, tidak berani nawarin makan tapi setelah pulang itu perempuan ya, silahkan rabi makan. Yesus bilang, ada padaKu makanan yang kamu tidak tahu. Ya, Tuhan punya makanan bukan gado-gado, bukan nasi goreng pete tetapi firman Allah. Saudara punya makanan bukan makanan dunia, bukan roti dunia tapi makanan kita adalah roti hidup yang akan membawa kita kepada kehidupan yang kekal, kerajaan sorga. Ada haleluyah saudara-saudara? Inilah arti kehidupan kita. Tadi paduan suara berkata, hidup manusia ini hanyalah seperti rumput. Dalam ayat yang lain seperti asap. Di dalam ayat yang lain seperti bunga rumput. Di dalam Mazmur di katakan hanya  setelempap, hanya beberapa lompatan saja hidup manusia. Apa maksud kita hidup di dalam dunia ini? Apa kita sibuk mempercantik diri?

 Ada satu ibu di Amerika dia mati, ketika mati sampai di sorga Tuhan bilang, kamu belum waktunya mati. Kamu masih ada umur empat puluh tahun, pulang sekarang ... balik lagi ke dunia. Maka rohnya kembali lagi, saudaraku. Baru mau dipindahi ke peti mati, hidup lagi. Lalu dia bersaksi kesana-kemari: Tuhan menceriterakan saya ini akan masih punya umur empat puluh tahun, dia merasa sukacita. Tetapi lalu dia merobah mukanya karena dia ingin kelihatan cantik karena dia orang kaya. Alis di tato ya, pipi dibikin ada kempot, dagu ada belahannya, bibir seperti Awondatu, hidung saudara-saudaraku di sepertikan mancung, kantong di sini kantong mata dihilangkan. Waduh, semuanya di face lift, ditarik - ditarik - ditarik.

Karena pulang dari face lift, dia jalan nyebrang jalan tidak hati-hati ketabrak mobil, mati. Rohnya balik ke sorga dan dia bilang sama Tuhan: Tuhan bilang umur saya empat puluh tahun, kenapa baru dua tiga bulan saya sudah mati lagi. Tuhan bilang: Maaf, saya nggak kenal, kamu ini siapa? Saudara-saudara, jangan sampai Tuhan nggak kenal sama kita, udah dah ... Kalau saya lihat itu bintang-bintang sinetron, wah saudara-saudara bijaksananya bukan cari firman tetapi cari dokter.

Jadi disini dikatakan yang pertama dia membuat, menyiapkan makanannya pada waktu musim panas. Apa itu musim panas? Saya cuma ngomong dua hal saja, apa ini musim panas? Dalam umur, musim panas itu waktu kita sehat, buta tulang buta daging, kehujanan kena angin tidak ada salesma. Kena angin ribut jalan pulang sekolah saudaraku dibuka kemeja, kehujanan kering di badan pulang, nggak salesma! Itu lagi buta tulang, buta daging. Itulah musim panasnya, masa-masa ketika muda.

Tadi malam saya bermimpi ngobrol dengan teman saya yang sudah meninggal, teman sekolah. Ngobrol duduk, aneh! Ngobrolnya di rumahnya ibunya pak Onesimus di Cikidang. Sama nggak berobah, duduk disitu rumah, ... ngobrol. Aduh, saya bilang ingat waktu kita masih sekolah ya, waktu kita masih di SMA, ingat ya. Ingat, dia bilang, padahal dia udah meninggal. Sekarang udah meninggal, sampai saya terbangun. Ketika kita muda, ketika kita mampu, itulah musim panas. Pakai kemampuan kita, pakai kekuatan kita, pakai kemudaan kita untuk mencari firman Allah. Waktu kita sehat bisa ke gereja, ke gereja! Sebab ada masanya musim berganti menjadi musim hujan, menjadi musim dingin dimana kita tidak bisa lagi. Mau ke gereja tapi tidak bisa karena sakit, mau kebaktian tidak bisa karena tidak sadar. Waktu saudara bisa kerja cari uang, kerja cari uang karena ada waktunya nanti kita tidak bisa cari uang.

Ada satu bapak. Aduh pak Awondatu, sekarang saya cari uang untuk anak-anak tapi tujuh anak saya apa kira-kira dari tujuh anak itu kira-kira ada satu yang mau kasih makan sama saya kalau saya sudah tua? Saya bilang, jangan takut, pak ... bukan anak yang kasih makan tapi Tuhan. Tuhan punya cara. Dia sudah tahu bahwa dia nanti pada waktu tua tidak bisa kerja lagi. Ada masa pensiun, ada masa dimana kita lemah.

Inilah musim panas. Dan di dalam musim panas rohani adalah pada waktu kita bisa berbakti. Kita tidak tahu negara kita mau jadi apa? Tapi sekarang masih mumpung musim panas bisa ke gereja, bebas, apalagi yang punya tanah di belakang gereja sudah nawarkan, sudah bisa dibeli sekarang tanah di belakang, 400 meter. Ini di belakang tuh blong nanti ke belakang. Haleluyah? Blong ke belakang. Waduh. Nanti saudara mau batuk nggak apa-apa heg wae ... silahkan! Masih mampu, silahkan kerja. Papa mama masih bisa bayarin sekolah, sekolah! Saya dulu mau sekolah tinggi nggak bisa, papa mama nggak mampu. Adik bisa okey, saya bantu sekuat-kuatnya terus sampai dia jadi Insinyur.

Saya mah nggak bisa jadi Insyinyiur, pendeta aja, dari SMA langsung ke Beji, dua kali tujuh bulan. Yang ini lebih hebat sebenarnya bulat dua kali, saya mah dua kali tujuh bulan. Tapi kenapa sampai jadi begini? Karena saya pakai musim panas saya sebaik-baiknya, saya pakai musim panas saya. Pakai musim panasmu, masih bisa kerja, kerja! Jangan tidak memakai kesempatan. Pakai! Pakai musim panas. Ketika kita masih bisa sekolah, papa mama siap membayar, sekolah! Sepandai-pandainya. Sebab nanti bisa-bisa kita tidak bisa sekolah lagi. Waktu kita mampu, kerja, ya. Waktu kita berbakti bisa, berbakti! Waktu bisa bedston bisa, ya. Saudara-saudara, kalau bangun tidur berdoa, berdoa! Karena ada kalanya nanti kita waktu bangun tidak bisa bangun lagi. Karena kan hidup kita ini bertambah tua - bertambah tua - bertambah tua.

Berdoalah waktu pagi ~ itu kata nyanyian ... Berdoa juga waktu siang ... Waktu masuk matahari ... Bikin hatiku senang. Berdoalah waktu pagi - remaja, pemuda, itu masa pagi-paginya. Waktu pagi, berdoalah waktu pagi, itu masa paginya remaja dan pemuda, bekerja berdoa, cari firman Allah. Berdoa juga waktu siang - empat puluh tahun sudah menikah, lagi top-topnya umur kita baru berobah dari hitam kepada putih. Waktu masuk matahari - nah, dari empat puluh tahun itu rela nggak rela sadar nggak sadar, kita udah menurun. Udah tua saudara-saudara, jalan juga kan pelan-pelan. Saya udah mau ngalami saudara-saudara, sebentar lagi nggak lama udah punya cucu, cucunya udah mau dua. Saya turun aja, saudara ini latihan. Ya, saya baca-baca semua itu latihan supaya saya tidak jangan cepat tua. Ikut teka-teki silang ngisi, supaya otak saya nggak cepat ciut. Ini masa-masa musim panas.  Ayo kita lihat dulu injil Matius

24:32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
24:33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
 

Sekarang banyak orang takut, banyak orang khawatir, banyak orang yang tidak mengerti harus berbuat apa, bingung dan bimbang. Ada seorang suami, ia menunggu istrinya melahirkan. Ini anak pertama, dia tunggu diluar kamar bersalin, dia tunggu dengan takut was-was, belum ada suara ea-ea-ea belum ada. Aduh, bagaimana, bagaimana, bagaimana. Tiba-tiba ada satu laki-laki lari masuk langsung di kamar bersalin, dia takut. Siapa ini laki-laki sampai di kamar bersalin? Kira-kira lima menit dia keluar lagi menangis aduh, dia menangis. Lalu di belakang dia ada suster, ini laki-laki yang pertama dia tanya, suster itu siapa? Dia itu suami, dia mau mengantar istrinya melahirkan. Kenapa dia menangis? Dia menangis karena begitu dia masuk dia lupa istrinya ketinggalan, belum dibawa. Saudara, orang kalau sudah bingung kalau sudah bimbang, dia bisa masuk rumah sakit, istri mau melahirkan tapi istri masih di rumah, ketinggalan saudara. Inilah orang-orang yang tidak beriman.

Tetapi saudara dan saya di katakan kalau ada tunas pohon ara bertunas, ingat musim panas sudah dekat. Apa pohon ara ini? Israel. Bertunas kapan? Tahun empat puluh delapan, Israel sudah merdeka. Sekarang Israel punya negara besar - besar - besar dan Palestina, Palestina ngebom terus tiap hari ngebom, tiap hari ngebom. Sudah tukar tawanan ngebom terus, bunuh diri berani. Ingat saudara, ini musim panas. Ini musim panas sekarang, sudah mau. Mari kita cari firman, kita semut-semut rohani ini, mari kita cari sabda Tuhan. Mari kita kumpulkan firman, makanan pada musim panas. Nanti kalau pabrik Alkitab dihancurkan ditutup tidak boleh cetak Alkitab, orang masuk keluar gereja ambil Alkitab lalu dibakar, saudara tidak usah takut karena firman Allah sudah di taroh di dalam hati saudara. Saudara sudah baca, saudara sudah kumpulkan, saudara tidak usah takut lagi. Itu sebabnya, mari kita kumpulkan sekarang. Minggu kebaktian datang, pagi sore kalau bisa, Rabu kebaktian datang cari firman, tiap pagi baca firman, isi hatimu, isi kumpulkan, kumpulkan ... memusatkan, mengumpulkan makanan pada musim panas.

Jadi kembali lagi kepada Amsal 6, disana kita membaca sekali lagi apa yang dikatakan oleh firman Allah tentang semut ini.

6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
6:7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,
6:8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.
6:9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?
6:10 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" --
6:11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Firman Allah melalui raja Salomo berkata, 'Hei pemalas, pergilah kepada semut dan perhatikanlah lakunya.' Bahasa Inggris, perhatikanlah jalan-jalannya.

Kedua. Semut ini terkenal dengan gotong-royong. Ini soal gembala-gembala ciptaan saya ini, gembala ibadah raya, gembala ini ...   gembala ini ... ini ditiru, diminta, dipinjam, dipakai oleh satu gereja besar di Surabaya, gereja lain. Saya bilang, silahkan saja. Tahu artinya gotong saudara-saudara? Gotong itu mengangkat beban bersama-sama. Royong, bahasa Jawa, itu makan makanan bersama-sama. Kebanyakan dari kita mau royongnya, makannya bareng, yu! Makan, tapi gotongnya nggak mau. Tapi puji Tuhan, jemaat di Cianjur mau menggotong beban dari gembala saudara. Sekarang kalau ada yang meninggal nggak telepon saya, ada bagiannya. Saya nggak usah cari lagi nyanyian kalau meninggal ada yang meninggal itu ketemu di tempat yang meninggal nggak saya bagikan buku nyanyian. Khotbah saya sekarang disiarkan ke seluruh dunia melalui internet, bapak Stephen ini yang membuatnya. Banyak saya terima juga SMS bahkan dari luar negeri, mereka mendapat berkat. Bahkan ini renungan harian Pentakosta sudah terbit, itu banyak dari tulisan saya. Saya bilang, kok bisa tahu dari mana? Dia ambil dari internet, dia ambil dari website gereja di Cianjur.

Ada yang sakit tadi bersaksi, bapak Samuel Rahmat dan ibu yang berdoa, itu bagiannya. Kalau semuanya saya, saya yang pembukaan, saya puji-pujian, saya pemain musik, saya yang bersaksi, saya yang khotbah, saya yang tutup doa, saya doakan orang sakit, saya yang jalan kolekte, saya doa berkat akhirnya saya yang mati. Tapi puji Tuhan, kita belajar gotong royong. Amin saudara-saudara? Ada bagiannya.

Satu anggota majelis daerah ngomong begini sama saya, kamu itu saya tuh angkat topi, dia nggak pakai topi saudara, saya angkat topi kok kamu bisa kamu sekretaris MD, kamu punya sekolah Alkitab, kamu menginjil, kamu gembala sidang, sekarang anggota majelis pusat, gimana kamu ngatur waktunya? Saya juga nggak tahu, saya bilang. Sekolah Alkitab jalan, jemaat jalan, penginjilan jalan, MD jalan, ada bagian- bagiannya. Saya nggak ngetik surat, nggak! Saya minta bantuan, tinggal tangan saja, cap saja ... udah beres. Jadi saudara-saudara, kita harus gotong-royong. Gotong beban yang diangkat sama-sama. Royong, makan bersama-sama. Kalau ada beban boleh kasih tahu tolong bantu doa, kita berdoa. Jangan kita minta orang lain berdoa buat kita, kita sendiri nggak sembahyang. Doakan ya, kita minta berdoa, mereka berdoa. Itu tidak baik. Saudara harus gotong dan saudara harus royong makan bersama-sama.

Yang ketiga, semut itu tidak ada pemimpin, tidak ada penggerak, tidak ada pengatur, tidak ada penguasa tapi dia menyediakan rotinya di musim panas, mengumpulkan makanan. Ini pada waktu panen. Punya siapa? Punya Yusuf. Raja Mesir itu Firaun, dia mimpi: ada tujuh lembu ditelan sama tujuh lembu, tujuh lembu gemuk ditelan sama tujuh lembu yang kurus. Ada gandum yang gemuk ditelan sama gandum tujuh bulir gandum yang kurus. Nggak ada yang tahu! Panggil Yusuf. Dia bilang: Tuan, ini sekarang ada tujuh tahun panen besar-besaran, panen. Tapi setelah tujuh tahun panen, ada tujuh tahun kekurangan. Jadi harus bagaimana saya? Beli semua gandum di seluruh dunia di daerah mana, beli ...  beli ... beli saja. Oke. Dibeli semua. Beli! Sampai gandum di seluruh dunia itu kumpul di Mesir. Begitu tahun kedelapan sampai ke empat belas, kelaparan. Orang-orang seluruh dunia beli dari Mesir. Kalau saudara punya gandum pasti ada bahan buat saudara ... orang dunia sama saudara, saya perlu firman, saya perlu sabda Tuhan, saya perlu firman. Saudara nggak, saya mah tidak tahu - nggak bisa! Karena saudara sudah punya gandum.

Baik saya ceritera, apa artinya hidup, saudara ceritera, siapa Yesus itu, saudara ceritera, ya. Bagaimana caranya ikut Yesus, saudara ceritera. Kenapa? Karena saudara sudah punya gandum. Seperti semut ngumpulin pada waktu panen. Jadi sekarang lagi panen. Pendeta luar negeri nggak dilarang sekarang ke Indonesia. Gereja-gereja Indonesia nggak dilarang terima bantuan, takut sekarang. Karena Indonesia di cap negara teroris. Takut sekarang! Siapa yang mereka bilang, nggak ada teroris di Indonesia? Dulu Wakil Presiden bilang di sini nggak ada Al-Qaeda ... padahal balatak. Sekarang nggak bisa ngomong, buktinya bom terus. Bahkan Arab Saudi sekarang naik haji, mereka takut di bom. Orang Islam sendiri takut dibom sama Al-Qaeda. Ngeri sekarang dimana-mana.

Nanti ketika kelimpahan sudah berhenti lalu kekurangan ada dimana-mana, orang akan tanya sama saudara. Tok ... tok ... tok. Geus tutup toko mah. Akan terjadi orang ketok pintu, orang telepon, orang SMS, mau tanya apa artinya firman? Saya baru dapat SMS dari Kalimantan Barat tadi sore tentang firman Allah, tentang sabda Tuhan, bertanya tentang firman. Aduh, ternyata banyak problem. Tapi berbahagialah kita kalau kita mempunyai firman. Ada haleluyah?

Berikutnya. Coba lihat semut kalau ketemu semut. Tidak pernah acuh beibeh. Nggak pernah saya lihat ada semut ketemu semut ... nggak ada. Secape-capenya kita, sesibuk-sibuknya kita jangan lupa saling menghormati dengan sesama orang kristen. Ada haleluyah? Jangan hanya di Jakarta saja sesama bis kota dilarang saling mendahului. Bukan itu. Tetapi sesama anak Tuhan jangan acuh, jangan cuek ... jangan saudara-saudara. Janganlah hal-hal yang kecil dibesar-besarkan, hal yang besar dibikin kecil. Hal yang kecil dilupakan saja. Ada amin saudara-saudara? Saling menghormat, itu saja.  

Sekrang yang berikutnya mungkin tidak pernah saudara pikir. Saya memperhatikan kadang-kadang semut membawa beban yang lebih besar dari dia. Semut itu lebih kecil dari nasi tapi bisa bawa nasi. Maka kadang-kadang nggak semuanya, Tuhan ijinkan kepada sebagian anak Tuhan itu mendapat beban yang berat. Jangan saudara kira saya tidak sembahyang, beban ekonomi, beban toko, orang nagih hutang, dan sebagainya, saudara belum dapat pekerjaan, belum ada peningkatan dalam ekonomi. Itu beban saya. Saya juga mendoakan saudara. Tapi kalau Tuhan belum buka jalan, kemungkinan Tuhan sedang mengajar untuk kita mengangkat beban yang lebih berat dari kemampuan kita. Memang 1 Korintus 10:13 berkata “Tuhan tidak akan memberi percobaan lebih dari kekuatan kita.

Coba kita lihat 1 Korintus, Ia berkata saudara-saudara, Tuhan tidak pernah memberi percobaan lebih dari kekuatan kita.
10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
 

Kalau saudara ambil ayat ini ditarik dari konteksnya, seluruh dunia dicap oleh ayat ini. Tidak ada orang kristen yang dicobai lebih dari kekuatannya. Tapi rasul yang sama, Paulus, menulis dalam 2 Korintus 1. II Korintus

1:8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.  

Tidak ada ini bahasa Indonesia tetapi bahasa Inggris ada above strength ... lebih dari kekuatan kami. Nggak ada dalam bahasa Indonesia, bahasa inggris ada. Above strength. Saudara, saya tanya mau jadi semut? Mau belajar dari semut? Mau belajar dari semut? Kadang-kadang Tuhan kasih kepada saudara beban yang saudara sebetulnya tidak kuat. Lalu Paulus sendiri bilang.

Ada suami di Jakarta, sekarang sudah punya hotel di Cipanas. Istrinya selingkuh, sudah punya anak tiga. Istri selingkuh sama teman SMA. Saking dia sayang sama istrinya, semua rumah, semua hotel, semua restoran, semua tanah atas nama istrinya. Jadi waktu selingkuh, dibawa semua itu harta. Dia orang Pentakosta ini suami. Dia ngomong sama saya, waduh oom, saya sudah bayar pembunuh bayaran, suruh bunuh itu dua manusia istri saya dan lakinya yang selingkuh, suruh bunuh saja. Cuma minta lima juta pembunuh bayaran waktu itu, siang. Besok akan dikirim uang lima juta, pagi-pagi dia baca Alkitab, ketemu Matius 7 “jangan kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi.” Wah, dianya minta ampun sama Tuhan, dia telepon itu pembunuh bayaran, maaf nggak jadi, biarkan saja. Dia ampuni istrinya. Dia kasih semua rumah yang atas nama istri dia kasih.  Beban terlalu berat.

 Ada satu pendeta di Mojokerto dulu almarhum bapak pendeta ... Waktu itu saya masih pengerja, masih staff sekolah Alkitab. Dia menciptakan lagu, sampai sekarang saya tidak bisa lupa. Kalau bebanmu terlalu berat ...      Tak seorangpun mau tolong ... Larilah saja kepada Yesus ... Pasti kau di tolong ... Ada haleluyah? Tak seorangpun mau tolong. Mereka bisa nolong lho, tapi nggak mau.

Dokter yang menghandle istri saya, dokter Herdiman, saya lihat bonnya gratis tidak mau di bayar. Dia mau tolong, dia bisa tolong dia mau tolong. Tapi ada orang yang bisa tolong tidak mau tolong. Namanya saja manusia, sia-sia. Siapa yang saudara mengangkat beban terlalu berat, lebih berat dari kekuatan saudara. Seperti semut yang mengangkat nasi, dua tiga kali ukuran badannya. Tapi Tuhan ijinkan, diberi kekuatan untuk memikul itu. Karena apa? Karena nasi itu adalah makanan dia. Beban itu akan dirobah sama Tuhan menjadi berkat bagi kita. Asal kita mau rajin seperti semut, tahu memakai masa musim panas dengan sebaik-baiknya. Rajin - rajin - rajin. II Korintus
1:9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

Malam hari ini, dihadapan Tuhan, kita tidak lebih tidak kurang dari semut-semut yang kecil yang tidak berdaya. Tapi kalau saudara mau bertindak rajin seperti semut karena tidak pernah Tuhan memakai orang yang malas, orang yang kedul - Tuhan selalu memakai orang yang rajin. Rasul-rasul yang dipanggil semua sedang bekerja. Matius ada di meja cukai. Petrus, Yohanes, Andreas, Yakobus sedang menjala ikan. Dipanggil sedang bekerja semua. Semua sedang bekerja, semua tidak ada yang malas. Lukas, ia dokter ... semua yang bekerja tidak ada yang malas. Jadi kalau saudara-saudara mau di berkati Tuhan, belajar seperti semut.

Yang pertama menyiapkan makanan pada musim panas, pada musim kemarau. Pesiapkan rotinya, makanannya karena ada hujan yang akan datang, ada musim dingin. Ketika musim dingin datang saudara tidak takut karena saudara mempunyai makanan. Haleluyah.

-- o --   

Minggu sore, 08 Februari 2004

Pelanduk - Seri 2/4

Haleluyah? Lihat kiri-kanan dan berkata satu sama lain,Jangan susah, kita punya Tuhan!” Haleluyah! Jangan susah, kita punya Tuhan. Ada haleluyah? Seri yang kedua dari 4 binatang yang terkecil, kita kembali melihat Amsal 30 dan kita membaca ayat yang kita sudah baca bersama-sama ayat ke 25. 

Amsal 

30:25 semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,
30:26 pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,

Pelanduk, dalam salinan lain dipakai kata tunis atau kelinci, satu binatang yang sama sekali tidak berbahaya dan tidak mempunyai kekuatan untuk membela diri. Pelanduk atau kelinci atau badger itu tidak mempunyai taring yang makan tajam, tidak punya cakar tetapi dia disebutkan mempunyai satu kepandaian, membuat rumahnya dibukit batu. Dalam bahasa inggris ... di celah-celah batu. Dia lemah, ya dia menjadi mangsa dari burung elang rajawali, dia bisa jadi mangsa dari ular, dia bisa jadi mangsa serigala, dia bisa dimangsa oleh anjing hutan, dia bisa dimangsa oleh binatang buas yang lain tetapi dia punya cuma satu perlindungan, yaitu dia membuat rumahnya di bukit batu.

Menurut bahasa Alkitab, bukit batu selalu berbicara tentang Tuhan Yesus. Dan menurut bahasa Alkitab, kita juga adalah orang yang lemah, tidak mempunyai kekuatan untuk membalas. Tetapi kita mempunyai kebijaksanaan, kita harus bersembunyi dibalik bukit batu, di celah-celah gunung sehingga kita terlindung dari segala marabahaya. Bisa bilang amin, saudara-saudara?  

Tetapi lebih jauh dikatakan bahwa pelanduk ini disebut bangsa, dia tidak hidup sendirian. Dia disebut bangsa, dia hidup berkelompok. Bahasa Inggris memakai kata flock ... kemana-mana itu bergerombol. Ini saudara-saudara harus mengerti karena orang kristen jangan hidup sendiri, jangan hidup sendiri. Dulu kalau ada orang jalan sendiri suka ditanya, sorangan wae yeuh? Jangan hidup sendiri, jangan jalan sendiri. Kita suka menyanyi, Ku tak dapat jalan sendiri.

Saudara tidak mungkin jalan sendiri, kita harus berjalan bersama-sama. Saya memerlukan saudara, saudara memerlukan saya, kita memerlukan saudara-saudara yang lain. Waktu kita lemah, saudara yang lain menguatkan; waktu orang lain lemah, kita yang sedang kuat memberikan kekuatan. Kita tidak bisa berjalan sendiri, kita harus mempunyai kemauan, kita harus mempunyai kerinduan untuk berjalan bersama-sama.  

Lebih jauh kita mau baca dulu saudara, pegang Amsal ini. Kita mau baca dulu Mazmur 104. Di dalam Mazmur 104, disana kita mendapatkan satu ayat, saya harus cari dulu supaya tidak salah. Mazmur

104:18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Di sini dipakai kata pelanduk lagi. Bahasanya sama dengan Amsal, badger, tunis ... kelinci. Bukit-bukit batu memang dibikin oleh Tuhan untuk menjadikan perlindungan ... a refuge, tempat ... refuge ini kata juga pengungsi, tempat mengungsi, tempat perlindungan bagi pelanduk.

Saudara kalau saudara meninggalkan rumah saudara karena ada kesusahan, karena ada peperangan, karena ada pertempuran saudara disebut refugee, saudara disebut pengungsi. Nah, tempat yang terbaik untuk kita berlindung, tempat yang terbaik untuk kita bersembunyi adalah bukit batu, adalah Tuhan sendiri. Puji Tuhan. Di dalam, kembali kepada Amsal. Di dalam Amsal 30 tadi ayatnya yang ke-26, kita mendapatkan kata “membuat”, membuat.

Di dalam bahasa asli, kata membuat, saudara boleh melihat gerak-gerik saya ya karena saya melihat ini dari bahasa asli. Membuat, kelinci tidak bisa membuat rumah. Batu, siapa yang buat? Dia tidak buat rumah, dia tidak bikin. Tetapi kata membuat itu 'memposisikan diri.' Dia masuk kedalam lubang itu, itu bukan kepala dia, dia mundur. Dia memposisikan diri serendah mungkin ada dibawah batu, dia mundur. Lebih kecil lubang itu lebih baik buat dia, dia mundur dan memposisikan diri walaupun elang datang dia tidak bisa masuk. Ular pun tidak bisa masuk, dia memposisikan diri sedemikian rupa. Serigala tidak bisa masuk.

Saudara-saudara, sekarang kita didalam keadaan yang sangat gawat. Kata gawat maksud saya sedang didalam banyak percobaan, banyak persoalan, banyak kesusahan, banyak kesulitan, macam-macam tantangan. Bukan hanya banjir, gempa bumi tetapi banyak kesusahan, banyak hal yang bisa membuat kita menangis. Posisikan diri saudara, posisikan diri saudara. Dan kalau saya pakai kata memposisikan diri saudara dari bawah batu gunung tidak ada lain ini artinya berdoa, berdoa.

Posisikan diri saudara pada posisi doa. Orang yang khotbah berdoa dan kurang berdoa lain rasanya. Orang yang memimpin pujian berdoa dan tidak berdoa, lain rasanya. Orang yang menyanyi berdoa dan tidak berdoa, lain rasanya. Jamaat yang berdoa dan tidak berdoa berbeda. Oran yang berdoa dia memposisikan dirinya di bawah kekuatan dari Tuhan Yesus Kristus. Angin ribut boleh datang, percobaan ancaman boleh datang tapi dia terlindung ... aman dibawah naungan Tuhan. 

Nah, saya ingin membaca satu pasal dalam firman Allah yang menerangkan bagaimana kita memposisikan diri kita dengan Tuhan. Mazmur 84. Di dalam Mazmur 84, saudara-saudara, disana ada kata-kata yang indah, saya harap saudara sabar. Dalam Mazmur 84 ada tiga belas ayat, saya baca. Mazmur

84:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur bani Korah.                                                                                                                                     84:2  Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam!
84:
3 Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
84:
4 Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
84:
5 Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela
84:
6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
84:
7 Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
84:
8 Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.
84:
9 Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela
84:
10 Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kauurapi!
84:1
1 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.
84:1
2 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
84:1
3  Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!

Perhatikan sepuluh menit pertama ini. Mazmur terdiri dari dua bagian: Puji-pujan dan keluhan. Maka Mazmur menjadi gambaran dari hidup kita orang kristen. Kadang-kadang kita menyanyi dengan sukacita, kadang-kadang kita mengeluh mengadu kepada Tuhan karena beban yang berat. Kadang-kadang kita menyanyi di gereja meneteskan air mata. Kadang-kadang sukacita kita melompat, menari di kebaktian, kita berteriak haleluyah dan menyembah Dia dengan air mata. Tangisan mungkin tidak keluar tapi ada beban yang berat di hati. Ketahuilah saudara bahwa itu adalah satu keseimbangan. 

Nah, waktu kita dilahirkan orang memberi selamat dan bersukacita, Gong Xi ... , ada anak sudah dilahirkan. Pada waktu kita mati, orang tidak bilang Gong Xi, orang bilang turut berdukacita, dia sudah meninggal. Sukacita dan dukacita berjalan bersama-sama. Sama seperti sekarang musim hujan ...  ada kalanya panas terang-terangan panas terik, ada kalanya dingin sampai masuk di sumsum. Itu adalah dua musim yang berlainan dalam satu tahun yang Tuhan berikan kepada kita.  

Nah, didalam Mazmur ini terdiri dari tiga puisi. Saudara, ibu Sambas orang yang senang menulis puisi pasti senang dengan Mazmur. Mazmur adalah tulisan puisi dari raja Daud, dari Salomo, dari Musa. Dan ini Mazmur 84, puisi itu terbagi tiga. Dibagi dengan dua kata 'sela.' Kalau saudara membaca kata 'sela,' ayat lima, itu memisahkan ayat dua sampai lima dengan ayat enam sampai ayatnya yang ke sembilan. Membedakan yang kedua, ayat enam sampai sembilan dengan ayat sepuluh sampai tiga belas. Dari semuanya ada tiga puisi.

Dan tiga puisi ini dipisahkan dua kata 'sela.' Sela artinya istirahat sebentar, tenang ... reste. Rest sebentar dan merenung. Kadang-kadang dalam hidup kita harus rest untuk merenung. Itu sebabnya Tuhan kasih hari kebaktian. Enam hari kita kerja, hari ketujuh, hari minggu hari pertama maksud saya hari minggu kita rest, kita mesti ke gereja, kita mesti tenangkan jiwa, tenangkan untuk tenang sebentar, memikir merenung dari kehidupan. Kalau di dalam nyanyian itu titik-titik, ya. Murid-murid sekarang banyak yang pandai-pandai musik, dia pandai mengarang lagu. Saya ini mengarang lagu tapi nggak tahu membaca titik koma dimana saya nggak bisa, biar aja orang lain. ya. Tapi kalau lagu itu Tuhan Yesus (titik) Tidak berobah (titik) Tidak berobah (titik) Tidak berobah (titik)

Itu titik itu sela. Untuk apa? Untuk mengambil napas. Tuhan Yesus ... Tidak berobah ... Tidak berobah ... Tidak berobah. Jadi bisa panjang kita. Coba kalau nggak ada titik. Tuhan Yesus Tidak berobah Tidak berobah Tidak berobah ... cilaka, eungap. Satu lagu aja kita itu sudah bisa ngompol. Dan ini karena tidak ada istirahatnya. Itu sebabnya harus ada sela, harus ada titik. Itu maksudnya kita ke gereja, itu maksudnya kita bedston, itu maksudnya kita doa malam, itu maksudnya kita berhenti sebentar karena kita memerlukan mengambil nafas. Ada haleluyah saudara-saudara? Inilah posisi dari satu kelinci di bawah gunung batu. Posisikan diri, mengambil ancang-ancang. Tunggu sudah aman baru keluar.  

Tiga puisi ini mempunyai tiga kata berbahagia. Kita akan mulai dari yang pertama, ayatnya yang ke-5,  

Ayat 5, Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Bahasa Inggris, berbahagialah orang yang tetap tinggal di rumah Tuhan yang terus, yang tetap memuji-muji Tuhan. Kenapa dikatakan tetap? Karena ada kalanya kita tidak ada kemauan untuk memuji Tuhan karena lagi susah. Tapi dikatakan, berbahagia kamu ... jikalau kita tetap mau memuji Tuhan dalam kondisi apapun juga. Mulai dari ayat yang ke-2. 

Ayat 2, Betapa disenangi tempat kediamamMu, ya Tuhan semesta alam! Orang kristen harus menyenangi rumah Tuhan. Dia harus menyenangi bukan gerejanya bukan modelnya. Saya lagi memikir kalau jadi kita ambil tanah yang dibelakang empat ratus meter, saya lagi mikir-mikir model gereja kita bagaimana ya? Pasti mimbarnya akan berobah nggak disini lagi tapi disana. Jadi orang-orang yang dari sini mimbarnya disana. Balkon dari atas, dari atas ke situ, barang kali bagaimana ya? Jadi segi empat, mimbarnya ... terpikir lagi ngelamun. Tapi bukan itu!

Rumah Allah itu fungsinya yang harus menarik, dimana hati yang pecah dibalut, air mata disapukan, orang yang sakit didoakan ... disembuhkan oleh Tuhan, orang yang khawatir diberikan keberanian, orang yang lemah dikuatkan oleh firman, orang yang putus asa mendapat pengharapan, orang yang takut diberikan keberanian, orang yang bimbang diberikan ketetapan hati. Ini yang membuat rumah Tuhan menjadi disenangi. Ada haleluyah, saudara-saudara? Rumah Tuhan bukan tempat kita cari salah orang, rumah Tuhan bukan tempat kita show off ...  sanggul siapa yang paling besar, lippen stip siapa yang paling merah, pipi siapa yang paling tembem, alis siapa yang paling seperti jembatan Semanggi, dagu siapa yang paling ada belahannya, pipi siapa yang paling kempot, badan siapa yang paling sehat, rambut siapa yang paling kelimis, minyak siapa yang paling wangi, sepatu siapa yang paling mahal, ikat pinggang siapa yang ada merknya, cincin siap yang paling hebat, dan seterusnya dan seterusnya. Bukan itu! Tapi di gereja, kita mau menyenangi Tuhan Serwa Sekalian Alam. Haleluyah!

Ayat 3, Jiwaku hancur karena merindukan. Bahasa Inggris, jiwaku sampai pingsan karena merindukan halaman-halaman Tuhan. Hatiku dan dagingku berseru kepada Allah yang hidup. Sampai jiwa itu sampai merindukan gereja, merindukan kebaktian. Baru saja hari minggu selesai masih senin selasa sudah nanya, aduh, hari minggu ini lama sekali, ingin lekas ke gereja kembali, hari Rabu lekas ingin kebaktian. Orang tuh rindu, rindu kepada suasana di dalam kebaktian. Bukan suasana curiga tapi suasana saling percaya, suasana saling mendukung, suasana saling membimbing, suasana salaing mendorong. Ini yang membuat rumah Tuhan menjadi disenangi. 

Ayat 4, Bahkan burung Pipit. Burung Pipit ini bahasa Inggrisnya sparrow, burung gereja. Burung paling murah di dunia itu burung gereja. Ayo, siapa yang pernah beli burung gereja? Tapi katanya di Sukabumi ada yang beli burung yang nyanyi itu sampai pingsan itu burung apa tuh? Burung Anis. Saya pernah lihat saudara dia nyanyi, nyanyinya teh kasihan nyanyi ... nyanyi ... plek aja. Sampai ada yang dua puluh juta, tiga puluh juta, juara Indonesia empat puluh juta. Karena apa? Pingsannya lama. Tapi burung gereja, siapa yang  mau beli? Nggak ada harga, murah.

Yang kedua, disebutkan burung layang-layang. Ini bahasa Inggris memakai kata swallow. Itu yang sarang burungnya itu suka dimakan, walet! Walet adalah burung paling mahal di dunia saudara. Dia nggak minta dibikinin rumah, eh, orang bikinin rumah, tingkat lagi. Dibikinkan rumah tingkat. Di Krawang saya lihat ada rumah tingkat lima pakai cat biru. Kok, norak benar ini rumah? Pak, itu bukan rumah manusia itu, itu rumah burung, burung Walet.

Nah, Walet ini dalam bahasa Inggris dibaca wallet itu dompet. Memang burung Walet ini luar biasa, sarangnya saja dua puluh juta sekilo. Sampai dibangunkan rumah. Pendeta mah jarang dibangunin bangunan dibikinin rumah sama jemaat. Jarang. Ada tapi jarang. Yang ada mah burung Walet.

Jemaat saya saudaraku ada yang punya rumah burung Walet yang paling besar di Bangka. Untung jemaat saya. Karena setiap bulan ada panen, saya tahu dari persepuluhan, eh panen besar ya, pak? Besar. Saya punya besan di Bali juga, punya rumah burung Walet. Seringkali bawakan buat saya, ini katanya besan makan minuman sehat. Sekarang udah berapa bulan dia nggak kirim-kirim, lupa kali.

Tapi burung Gereja burung murah, sama burung Walet burung yang mahal, itu kok sembunyinya di rumah Tuhan saudara? Dua-dua tuh diatur sama Tuhan. Maka kalau sudah masuk gereja, apakah saudara golongan Walet apakah saudara golongan burung Gereja ... dua-duanya sama ciptaan Allah. Saudara burung Gereja memang kadang-kadang memang munafik, kenapa munafik? Dia namanya burung Gereja tapi kadang-kadang tinggal di mesjid. Tapi nggak apa-apa saudara. Tetapi Tuhan sayang sama dua macam burung ini. Yang miskin sama yang kaya, Tuhan sayang.

Nah, burung Walet, burung dompet ini burung Walet, menjadi lambang orang Yahudi, umat pilihan Allah. Burung Gereja menjadi lambang orang-orang kafir - saudara dan saya. Tetapi baik burung Walet - orang Yahudi, maupun burung Gereja - orang biasa, itu tinggalnya ada di rumah Tuhan. Kenapa? Inilah tempat persembunyian kita, memposisikan diri kita di dalam rumah Allah! Karena di dalam rumah Allah adalah hal yang luar biasa. Dikatakan, tempat menaruh anak-anaknya dan mempunyai sebuah sarang di rumah Tuhan. 

Ayat 5, Berbahagilah orang-orang yang diam di rumah Tuhan yang terus menerus memuji-muji Engkau. Sela.

Dalama Matius 6 Yesus berkata, jangan kamu khawatir dari hal apa yang kamu makan, apa yang kamu minum dan apa yang kamu pakai. Lihatlah burung di udara, itu burung Gereja. Dia nggak ngomong, lihatlah burung Walet, nggak! Lihatlah burung di udara - burung Gereja. Tidak menanam tetapi Tuhan pelihara. Di sini dikatakan, burung Gereja dan burung Walet bersembunyi di tempat yang sama ... di rumah Tuhan. Sekarang saudara dan saya yang lemah, marilah kita bersembunyi, marilah kita memposisikan diri kita di rumah Tuhan. Karena disinilah saudara dirawat, disinilah saudara dibebat. Saudara ingat orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho? Dirampok habis-habisan, dipukul setengah mati. Lalu orang Samaria menolong dia, tarohkan minyak dan anggur. Dibebat lukanya, diangkat diatas keledai, ditaroh di rumah penginapan. Tolong rawat orang ini, di kasih dua dinar. Kalau kurang nanti, aku bayar kembali waktu aku datang. Tolong rawat dia.

Saudara-saudara dan saya sedang dirawat oleh dua hal: Firman Tuhan dan Roh Kudus. Tidak akan kurang, tapi kalau kurang, nanti Tuhan Yesus menyempurnakan pada waktu Dia datang kembali. Ada haleluyah, saudara? Itu sebabnya mari kita posisikan diri kita pada tempat yang baik. Yang kedua.

Ayat 6, Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah. Kata bahagia yang kedua adalah orang yang punya kekuatan bukan di dalam uang, bukan di dalam pangkat, bukan karena keturunan - tapi di dalam Tuhan. Sudah lama kita nggak nyanyi itu. Di dalam Tuhan ada kemenanganDi dalam Tuhan, ... saya ingat pertama kali saya nyanyi itu udah keluar air mata, ...ada kemenangan. Di dalam Tuhan ada kedamaian selamanya. Di dalam Tuhan ada kekuatan. Saudara dan saya ini rapuh - kelinci-kelinci. Rapuh! Kita nggak punya cakar, kita nggak punya lemari besi untuk sembunyi, kita nggak punya taring, kita cuma sembunyi di bukit batu, pada celah-celah batu. Paulus berkata kepada orang Korintus:Yang merasa kuat, hati-hati! Jangan jatuh.” Firman Allah berkata,Bukan oleh kuat dan bukan oleh gagah tapi oleh rohKu juga semuanya akan jadi.”  

Jadi kalau hidup kekristenan itu, kita nggak bisa dengan kekuatan diri kita. Hidup kekristenan bukan kaya fitness, jadi banyak pakai ..., tidak! Hidup kekristenan kekuatannya bukan di dalam otot tetapi di dalam spiritual, didalam hal yang rohani. Maka saya ini kalau saudara nggak kebaktian, bagaimana saudara bisa menyerap kekuatan dari Tuhan? Kalau saudara malas baca Alkitab, malas berdoa, dari mana saudara dapat menyerap kekuatan, nggak bisa! Kekuatan itu dari Tuhan. Saya ini, saya menyelidiki, saya merasakan dan saya merasakan ... asal habis doa malam saja, khotbah saya itu minggunya itu enteng luar biasa. Enteng. Di Jakarta enak, khotbah diurapi, gampang sekali.

Saya merasa bangga kepada saudara-saudara yang berdoa bersama-sama dengan saya. Kalau doa selalu dikatakan: Tuhan tolong hambaMu, berikan kekuatan - berikan kekuatan - berikan kekuatan. Karena mereka tahu saya manusia biasa terdiri dari daging dan tulang. Saya bukan superman walaupun saya makan supermie, karena saya bukan superman. Kita semua lemah, kita semua rapuh.

Tadi malam saya dapat SMS dari dokter Tris Pohe. Pak, minta doa, bantu doa sekarang juga. Salah satu eks Cianjur punya anak harus dioperasi otak, dibelah kepalanya. Hari ini juga sekarang juga ini sedang di..., tolong doa sekarang. Oke! Kadang-kadang percobaan mendadak datang, problem mendadak datang. Rapuh hidup kita ini. Dari mana kita dapat menghisap kekuatan? Hanya dari Tuhan! Hanya dekat Allah saja aku ...   DaripadaNyalah ke selematan ...   Hanya Dia gunung batuku - tapi kita kelinci yang menyembunyikan dirinya - ... Hanya Dia kota bentengku ...  Aku tidak akan goyah selama-lamanya. Tanpa Dia goyah kita, memble. 

Ayat 7, Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air. Coba saudara baca ayat ke-7 kata melintasi, ulangi? Melintasi. Ku dayung-dayung perahuku, menuju ke seberang. Melewati ... Bukan tinggal! Tadi berbahagia orang yang tinggal di rumah Tuhan tetapi sekarang melintasi. Bapa-ibu, pemuda-pemudi remaja yang sedang di dalam percobaan, saudara jangan tinggal di dalam percobaan karena saudara hanya melintasi saja percobaan. Jakarta-Surabaya naik pesawat terbang satu jam sepuluh menit. Begitu sepuluh menit, keluar makanan. Tetapi lewat yang bergejolak, lewat ada awan yang gelap dikasih tahu karena punya radar: Bapak-bapak dan ibu-ibu tolong ikat kembali ikat pinggangnya ya karena kita lewat cuaca yang berubah-ubah. Kalau udah keras sekali saudara kadang-kadang saudara lihat kiri lihat kanan aduh ini bagaimana bahaya apa tidak? Tetapi saudara-saudara saya mau katakan bahwa tidak ada pesawat terbang yang dari pertama berangkat sampai terakhir turun, itu goyang terus begini. Tidak ada yang mau naik pesawat terbang begitu.

Naik pesawat terbang itu tenang tapi kadang-kadang melintasi, melintasi sesuatu yang goyang. Ada haleluyah? Jadi kalau saudara sedang dalam percobaan sekarang, tenang saja. Cuma sebentar. Saudara hanya melintasi Lembah Baka. Baka ini air mata artinya. Ayo, Lembah Baka sebetulnya harus di tulis Baaka, itu artinya air mata. Tetapi kalau saudara baca di dalam Alkitab tadi, mereka merubahnya menjadi mata air. Bukan Tuhan yang robah, bukan Tuhan. Tiba-tiba saya dapat wahyu dari iman. Bukan Tuhan yang merobah lembah air mata menjadi mata air. Bahkan dalam salinan Inggris saudara mendapatkan kolam-kolam yang banyak ... di tengah-tengah padang gurun.

Saya mau berani katakan ini, tenang dan perhatikan kata-kata saya. Saudara nggak bisa bikin mata air tanpa air mata. Kita tidak bisa bikin mata air tanpa air mata! Tanpa air mata saudara nggak bisa. Karena air mata itu modal dasar. Saudara punya kolam air yang banyak, kita punya telaga-telaga yang penuh dengan air nggak kekurangan - itu mulainya dari air mata!

Kau rangkai air mataku jadi permata. Dari Tuhan kata-katanya. Tuhan nggak bisa memberi permata kepada kita kalau kita nggak ada air mata. Kadang-kadang Tuhan memberikan air mata supaya kita bisa membuat mata air. Saudara senang bahwa Tuhan merubah memberi air mata kepada kita untuk membuat kita saudaraku mempunyai kolam. Lihat Hana. Dia tidak punya anak, dia menangis. Dan dia berkata: Hanya air mata yang bisa kita membuat mata air atau kolam yang luar biasa. Berikutnya.

84:7  ... bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Saudara tahu, kata menyelubungi bahasa Ingggris memakai kata cover. Saya telepon sama satu jemaat di Jakarta: Brur, tolong tanyakan harga saya punya mobil ini suka cepat berdebu. Dan pengerja saya malas nggak pernah melapin saya punya mobil. Tolong, carikan cover mobil. Oke. Ini oom, ambil. Berapa? Nggak usah. Begitu dicover, pas betul sampai ke kaca spion ketutup, dicover, udah nggak usah takut lagi. Debu boleh datang tapi mobil tidak akan kena debu.

Tuhan itu mau memberi cover bagi saudara, mau menyelimuti saudara. Bahkan dibikinin membuat kolam. Hujan menyelimuti menjadikan kolam pada awal musim. Ini kan awam musim, baru Februari. Dari tahun 2004, ini masih awal musim. Gempa bumi dimana-mana. Eh, baru bulan Januari ada flu burung. Bahkan nanti ada batuk babi, selesma kambing ... saya ini bingung saudara. Tapi saudara apapun yang terjadi, tidak akan kena kepada kita ya. Puji Tuhan.

84:8 Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Bahasa Inggris berkata, mereka berjalan dari kekuatan kepada kekuatan hendak menghadap Allah di Sion. Dalam bahasa aslinya, hendak menghadap Allah dari allah-allah kecil. Tuhan suka disebut Raja segala raja ... Raja dari raja-raja. Dia disebut Imam dari imam-imam, disebut Imam Besar. Tapi belum pernah saya tahu bahwa Dia adalah Allah dari allah-allah kecil.

Saya harap saudara tidak akan salah paham dengan khotbah saya malam hari ini. Bukan saya menyebut diri saya allah, bukan saya menyebut diri saudara allah, tapi Firman Allah. Mazmur 
82:6. Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --

Berani nggak saudara bilang amin? Kamu adalah allah. Dan anak dari Yang Mahatinggi. Domba beranak domba. Sapi beranak, anaknya disebut sapi. Kalau kita disebut anak-anak Allah dan kita percaya kita-anak-anak Tuhan, kita disebut allah ... tapi dalam 'a' kecil. Saudara berjalan dari kekuatan kepada kekuatan. Jangan cengeng jangan susah, pasti Dia kasih kekuatan untuk menghadap Allah dari kita, allah-allah kecil. Apa maksudnya? Waktu Dia menciptakan adam dan Hawa, Dia ciptakan Adam dan Hawa menurut peta dan teladan Dia. Model manusia dibikin menurut peta dan modelnya Tuhan.

Didalam diri saudara, ada sesuatu yang berhubungan erat dengan Tuhan. Didalam hati saudara ada satu kamar yang tidak bisa diisi dengan apapun juga. Ada satu kamar ... kamar hobi. Begitu saudara ketemu hobi, puas. Ada satu kamar, yaitu kamar bakat. Begitu saudara mengerjakan bakat saudara, puas. Ada satu kamar yang bernama lapar. Ketika saudara dapat makanan, saudara puas. Tapi ada satu kamar yang tidak bisa dipuaskan oleh apapun juga kecuali oleh Tuhan. Dan itu sebabnya Dia berkata, kamu adalah anak-anak dari yang Mahatinggi. Kaget kan kita baca ini. Belum pernah saya khotbah padahal saya sudah ketemu 2 tahun lalu tapi belum pernah saya bawa. Dalam diri kita ada karakter itu. Maka kita tidak dikatakan dari lemah kepada kuat, dari gagal kepada berhasil - dari kuat kepada kekuatan. Yesus kekuatanku dalam hidup ini. Jadi saudara sebentar pulang, jangan susah, Kita kuat berjalan, tambah hari tambah kuat, sampai kita ketemu dari Allah dari allah-allah kecil. Tuhan kita. Roma

8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Kita anak Allah. Kita allah-allah kecil. Posisikan diri kita dibawah perlindungan batu karang yang besar. Nanti kita akan berjalan dari kuat kepada kekuatan. Kenapa? Kita memposisikan diri pada batu karang yang kokoh. Kembali kepada Mazmur
84:9 Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela

Kehidupan orang kristen tidak bisa melebihi kehidupan doanya. Dia bisa ngomong macam-macam, dia bisa trio, bisa teori, macam-macam ... tapi kerohanian seseorang tidak bisa melebihi dari kehidupan doanya. Saya pernah mempunyai seorang staff di sekolah alkitab. Kalau khotbah luar biasa, disenangi oleh anak-anak kaum muda. Dan dia disebut kalau khotbah bagus sekali. Tapi sayang malas berdoa. Murid sekolah alkitab berdoa jam 5, dia tidur ... dia baru bangun jam 7. Staff. Saya bilang, kamu nggak bisa dong staff kaya begitu. Nggak ada urapan. Maka saya bilang, orang kristen nggak bisa hidup melebihi hidup doanya.

Maka kalau saudara mau ketemu Tuhan, dengan berdoa. Mau dapat kekuatan dari Tuhan, sembahyang! Bukan di gereja, sendiri saudara berdoa. 15 menit di kamar, mengadukan segala persoalan saudara kepada Tuhan. Berdoa kepada Tuhan, maka saudara akan kuat disana. Saya sudah lihat pengerja-pengerja yang kacau balau itu yang malas berdoa. Nggak ada mau berdoa. Berdoa tidur. Maka saya paling kesel dengan doa malam kemarin pengerja. Jemaat semua berdoa, pengerja tidur. Berikut, yang ketiga      

84:10 Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kauurapi!
84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.
84:12 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
84:13 Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!

Kata percaya disini adalah trust. Yang pertama, berbahagialah orang yang tinggal diam didalam rumah Tuhan. Berbahagia kedua, berbahagialah manusia yang kekuatannya ada didalam Tuhan. Berbahagia yang ketiga, berbahagialah orang yang trust, percaya kepada Tuhan. Saudara, kita harus trust kepada Bapa. Dia tidak akan membiarkan kita. Bahkan di dalam beberapa ayat terakhir, Dia tidak akan menahan yang baik dari kita. Asal saudara tahu harganya rumah Allah. Satu hari didalam rumah Allah lebih baik dari 1.000 hari ditempat orang jahat. Sembunyikan seperti satu kelinci pada bukit batu. Ketika kita didalam rumah Tuhan, kita dilindungi oleh Tuhan. Kita dijaga oleh Tuhan.

Dua kali Dia disebut perisai. Saya mau tanya, perisai itu dipakainya kapan? Waktu perang, waktu nggak aman. Nah, kalau Tuhan jadi perisai saudara, panah mana yang bisa nerobos, pedang mana yang bisa membacok, tombak mana yang bisa lolos - kalau Tuhan yang jadi perisai saudara?

Ada seorang anggota FBI di Amerika, anak Tuhan, setiap pagi dia baca alkitab sebelum kerja. Perjanjian Baru kecil. Tiap pagi dia baca. Habis baca dia masukkan di sebelah kiri kantongnya. Tutup, dia pergi kerja. Tiap hari. Satu kali dia ditugaskan dengan teman-temannya untuk menggerebek gembong narkotik. Siapkan pistol, dia persis ada dibagian belakang gedung. Dan ketika digerebek gembong itu lari ke belakang berhadapan dengan dia. Baku tembak, dia kena tembak, jatuh. Dia lihat tidak ada luka. Baru dia tahu didadanya itu sakit tapi tidak ada apa-apa. Dicabut itu perjanjian baru. Itu peluru saudara, ada di perjanjian baru. Coba kalau dia baca komik. Firman Allah akan melindungi saudara. Firman Allah akan menjadi perisai bagi saudara. 

84:12b ... Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. Dia matahari kita. Seluruh dunia dari tumbuh-tumbuhan, binatang, alam, air ... semua memerlukan matahari. Matahari adalah sumber energi. Sekarang Jepang sudah membuat mobil tanpa bensin tetapi dengan tenaga matahari. Dia jalan sendiri tidak ada suara, tidak ada polusi karena dengan tenaga matahari. Memang tidak cepat jalannya tapi dia bisa jalan. Ada orang punya pemanas sudah banyak di Cianjur yang punya, dia tidak pakai listrik, tapi pakai tenaga matahari. Air jadi hangat tidak bayar PLN. Dari tenaga matahari. Bisa bikin air dingin menjadi panas. Itu energi luar biasa.

Nah, sekarang Tuhan matahari kita. Yang dingin didalam diri kita bisa dihangatkan oleh Tuhan, yang kering bisa dibasahkan, yang lemah bisa dikuatkan, yang tidak mungkin dijadikan mungkin - Dia matahari kehidupan kita. Dia akan memberikan energi kepada kita - energi yang luar biasa. Saya ini baru ketemu dua dokter. Dia anggota GBI, dua-duanya. Dia dengar khotbah saya di seminar. Habis kebaktian, dia bilang: Pak, saya mau suntik bapa dengan vitamin C dengan vitamin B. Oke. Supaya bapak kuat. Pak, saya ini dokter ini baru buka saya punya cabang. Saya baru membuka satu praktek. Kami mempunyai cara, Detox namanya. Tox itu toxin, detox itu menghilangkan racun. Itu sari buah dimasukkan di nadi, lalu dihangatkan dengan laser. Sekitar 30 menit. Jadi semua saluran-saluran di pembuluh darah yang kotor, ada gula-gula nyangkut, semua bekas combro misro - itu semua dibersihkan supaya. Tapi bapak harus 6 kali. Ini baru satu kali. 

Saudara, Tuhan juga bisa membuat detox di dalam pikiran kita yang susah-susah, yang bingung-bingung, yang kotor-kotor, yang gelap-gelap, yang takut-takut, yang tidak baik-tidak baik, selalu mengganggu dari sini, bikin kepala pusing - Tuhan sanggup membuat Detox. Melalui Firman Allah, melalui Roh Kudus ... Dia sanggup membersihkan saluran pikiran kita, saluran hati kita - sehingga kita bisa bersih mendapatkan kekuatan. Ingat, Dia tidak aka menahan yang baik dari saudara.

Nomor handphonenya Tuhan saudara boleh tahu: 2233355015818. Tapi jangan pakai Telkomsel, jangan pakai Satelindo, saudara tidak akan nyambung. 2233355015818 adalah kependekan Yunus 2:2, Yeremia 33:3, Mazmur 50:15, dan  Mazmur 81:8. Empat ayat ini isinya sama: Berserulah kepadaKu pada masa kepicikan, Aku akan menjawabnya.

Malam hari ini, kita adalah kelinci-kelinci yang lemah, tidak punya cakar, tidak punya alat untuk membela diri tapi posisikan diri saudara. Merendahkan diri dibawah batu karang Tuhan Yesus - nanti Tuhan Yesus yang melindungi kita. Dia menyelamatkan kita. Kita berdiri bersama-sama.   

-- o -- 

Minggu sore, 15 Februari 2004

Belalang - Seri 3/4

Kita buka Amsal

30:24 Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan:
30:25 semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,
30:26 pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,
30:27 belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,

Malam ini kita akan melihat binatang yang ketiga, yaitu belalang. Dikatakan oleh Firman Allah, tidak punya raja tapi dikatakan semuanya berbaris dengan teratur. Dalam bahasa Inggris, advance in ranks, maju dengan rankingnya. Jadi ada belalang kepala - pimpinan, ada belalang bawahan. Itu tidak ada pimpinan, tidak ada raja tapi tahu rankingnya .. tahu bagiannya, tahu si ini pemimpin, si ini pemimpin, ya. Jadi maju dalam hal yang luar biasa.

Secara sederhana saya akan berkata bahwa belalang ini menjadi lambang hidup kebersamaan, hidup didalam kebersamaan. Kita akan lihat yang pertama. Dimanakah telinga belalang? Orang menyelidik telinga belalang itu dimana. Karena kalau saudara lihat ini penampang belalang, itu punya kaki sepasang didepan, sepasang ditengah sepasang dibelakang. Jadi saudara tidak akan ketemu dimana telinganya belalang.

Seorang profesor ahli binatang mulai mengadakan penelitian dengan satu belalang. Asal dia tepuk tangan, itu binatang lompat. Jadi ada pendengaran, dia bisa dengar. Jadi dicari dimana dia punya telinga. Tidak ada. Lalu mulai di tes. Tesnya agak unik. Kaki depan dari belalang itu diputus. Jadi profesor ini tepuk tangan. Belalangnya diam, tidak lompat lagi. Tepuk tangan lagi, belalangnya diam, tidak lompat. Diketahuilah bahwa pendengaran belalang itu ada pada lutut depan. Lutut depan - itulah pendengarannya dari belalang.

Saudara, kita kan bingung kita mendengar suara Tuhan itu seperti apa. Kok ko Yoyo kalau ngomong mendengar suara Tuhan. Mendengar suara Tuhan itu seperti apa. Nah, suara Tuhan itu didengar itu ... pendengaran kita orang kristen juga tidak pada telinga ini tetapi pada lutut kita. Kalau kita tahu berdoa maka saudara akan satu kali akan mendengar suara Tuhan. Kalau saya bilang mendengar, itu berarti juga bimbingan pimpinan dari Tuhan apa yang kita harus lakukan, apa yang harus kita kerjakan.

Jadi kalau saudara lihat sekarang Salomo merasa heran dengan binatang ini. Tanpa ada pimpinan tetapi dia bersatu luar biasa. Itu karena lutut depannya itu mempunyai gendang-gendang telinga dan disanalah telinga dari belalang ... dia bisa dengar suara-suara itu dari lutut depannya.

Nah, kembali lagi kepada renungan kita. Mereka itu advance, dikatakan maju. Dikatakan disana, belalang tidak punya raja tapi semuanya berbaris. Bahasa Inggris bukan berbaris tapi advance, berbaris maju ke depan. Dengan rankingnya, rank nya. Mungkin saya gembala tapi rank di dalam Tuhan itu melalui usia. Makanya ada ayat berkata, hormatilah orang tua - itu rank nya. Kasihilah istrimu, belalah dia. Tunduklah kepada suamimu. Kasihilah anakmu. Itu yang saya maksudkan contoh dari ranking. Taatilah pemimpinmu di dalam dunia ini. Boleh saja saya gembala saudara tetapi kalau sudah bicara umur, saya harus menghormati yang lebih tua dari saya.

Bahkan sebetulnya kalau makan di jemaat, seringkali saya dapat piring pertama. Dihormati saya ini. Tapi sebetulnya harus orang tua didahulukan, harus orang yang rambut putih yang tua secara usia. Saya kasih contoh. Bapak Samuel Rahmat lebih tua dari saya usianya. Ibu Samuel Rahmat lebih tua, mereka yang harus dikasih piring pertama. Kalau urusan gereja memang saya gembala saudara, saya pimpinan saudara. Rankingnya begitu, ya. Tapi diluar itu, yang lebih tua harus dihormati. Saya ingin mengajak saudara mempelajari hidup kebersamaan ini sebelum saya khotbah dari Sabda Tuhan bagaimana hidup kebersamaan.

Di dalam Filipi 2, disana Yesus digambarkan oleh rasul Paulus sebagai pimpinan dari ranking ini.       

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

Jadi sekarang yang saudara harus perhatikan bagaimana kita hidup bersama, cara hidup orang kristen secara bersama ini bagaimana. Mari kita akan lihat satu pasal dalam Firman Allah yang mengungkapkan cara kita hidup bersama sebagai jemaat Tuhan. Mazmur

122:1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
122:2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
122:3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
122:4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
122:5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud. 122:1. Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." 
122:6. Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
122:7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
122:8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
122:9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Mazmur 122 ini sangat indah. Saya mau kasih tahu ini mazmur belalang, mazmur kebersamaan, mazmur bersama-sama. Ayat 1. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."

Dengar baik-baik. Aku bersukacita ketika ada orang ngomong kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." Ayat 1 dan ayat 9 disebut tentang rumah Tuhan. Ayat 1, mari kita pergi ke rumah Tuhan. Ayat 9, oleh karena rumah Tuhan. Kita suka menyanyi Satu hal telah kuminta kepada Tuhan ... Itulah yang kuingini ... Diam dirumah Tuhan, katanya raja Daud, ... sepanjang umur hidupku ... Memandang keajaiban firman-Nya, dan sebagainya. Pernah Tuhan Yesus marah. Dia memukul orang-orang yang berdagang di rumah Tuhan. Dan Dia marahnya begini: Kamu jadikan rumah tempat berdoa menjadi sarang penyamun. Dia marah.

Paulus mengerti tentang rumah Tuhan. Dia tulis dalam 3 ayat: Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Roh Kudus, dimana Allah tinggal didalam kamu? 3 kali: 1 Korintus 3:16, 1 Korintus 6:19, II Korintus 6:14. Kita adalah rumah Allah. Sekarang pertanyaannya. Dalam ayat 1 dikatakan disana, aku bersuka cita ketika orang berkata kepadaku, mari kita pergi ke rumah Tuhan. Apa saudara suka? Nggak usah dijawab. Apa saudara senang kalau ada orang mengajak saudara ke gereja? Apa saudara suka mengajak orang ke gereja? Apa saudara senang diajak orang ke gereja? Apa kita suka mengajak orang ke kebaktian. Ini rahasia pertama dalam hidup kebersamaan didalam rumah Tuhan, akan adanya sukacita jikalau saudara mulai dengan rumah Tuhan.

Rumah Tuhan adalah tempat dimana kita hidup bersama. Kalau kita datang di rumah Tuhan bukan untuk ngobrol haha ... hehe, bukan untuk arisan, bukan untuk cerita tentang jalan pagi - tidak. Tentang harga beras, tentang harga makanan - tidak. Didalam rumah Tuhan, saudara belajar hidup bersama, saling mengajak, saling mengangkat, saling mendorong, saling membimbing, saling menerima, saling mengangkat. Ini saya lebih senang, saling mengangkat. Karena tidak semua orang datang di rumah Tuhan dengan suka cita. Ada yang datang dengan susah, ada yang datang dengan beban berat, ada yang datang dengan percobaan dengan problem. Maka saudara harus hidup dalam kebersamaan. Senang bahwa saya diajak ke gereja, senang karena saya mengajak orang ke gereja. Ini rahasia pertama.

Tidak usah disuruh raja, tidak usah. Nggak usah ada pimpinan. Tapi dimana saudara duduk. Kebetulan saya duduk dibawah, apa kebetulan saya duduk di balkon, eh, di sebelah saya ada satu saudara, yang kelihatannya kok murung. Memberi nasehat, memberikan bimbingan. Kasih tangan. Gimana ci, gimana ko, gimana brur, bagaimana baik-baik saja? Kalau dia dalam kesulitan, tidak salah saudara berdoa. Saya paling tidak suka orang ribut di gereja. Tapi kalau ributnya berdoa, saudara mendoakan orang lain, silahkan. Jikalau saudara ribut karena saudara mendoakan orang lain. Tuhan, tolong sus ini, Tuhan tolong bapa ini. Silahkan.

Karena rumah Tuhan disebut rumah berdoa, bukan rumah untuk ngobrol tapi rumah untuk berdoa. Mari kita mulai dengan kehidupan bersama ini, yaitu kita merasa suka cita ketika 'mari kita,' ada orang mengajak mari kita ... nggak mungkin sendirian kita. Tapi mari kita pergi ke rumah Tuhan.

Yang kedua. Sekarang kaki kami. Jadi saudara nggak usah sendirian datang di kebaktian. Kaki kami. Bersama-sama di dalam rumah Tuhan. Kaki kami berdiri di pintu gerbang. Bahasa Inggris, kaki kami berdiri di bagian dalam dindingMu, di bagian dalam pintu gerbangMu. Bahasa rohani kaki itu iman. Dalam surat Korintus, Paulus berkata dengan iman kamu berdiri teguh. Haleluyah. 

Ini Yerusalem. Saudara tahu ini gunung kaya begini. Puncaknya ini Yerusalem. Jadi dari Bethlehem orang jalan, 4.5 km jalan sambil nyanyi. Dari Baitani mereka jalan 3 km, kelihatan Yerusalem. Itu naik bukit turun lembah 4.5 kilometer. Nah, sekarang sudah sampai di Yerusalem, mereka berkata, kaki kami. Artinya apa? Waktu mereka maju ke Yerusalem nggak sendirian, mereka maju bersama-sama. Dan rahasia hidup kerohanian itu harus tahu mengenai hidup bersama. Hidup bersama sebagai orang yang percaya. Sekarang kaki berdiri di pintu gerbangMu. Pintu gerbang itu bukan pintu wc. Kalau pintu wc sempit. Kalau pintu gerbang itu luas. Hanya orang yang tahu untuk hidup kebersamaan, memerlukan hati yang lapang, hati yang luas. Kita nggak bisa hidup bersama dengan sesama masyarakat kalau hati kita picik, kalau pikiran kita picik ... sempit pikiran. Musti punya dada yang lapang,  musti punya pikiran yang lapang seperti pintu gerbang.

Sekarang ada orang kalau pergi ke tempat judi nggak apa-apa tapi kalau pergi ke gereja dimusuhin. Ini saatnya jamannya sekarang. Ke gereja dimusuhin tapi ke tempat yang lain, yang tidak ada gunanya nggak apa-apa. Itu yang aneh. Ada anak-anak sekolah minggu yang dilarang sekolah minggu tapi kalau lihat-lihat yang nggak karu-karuan majalah nggak karu-karuan boleh.

Minggu lalu kebetulan capgome. Saya melihat beberapa anak Tuhan dengan semangat mengebu-gebu, dengan payung ditangan nonton capgomeh. Ai kitu ko Yoyo ge nempo? Keur lewat we. Saya didalam mobil. Wah, nonton capgomeh, hebat. Tapi kalau ke gereja? Kamari teu ka gereja? Pilek. Ai ka capgome mah euweuh pilek. Mari kita belajar dalam hidup kebersamaan. Kaki bicara iman.    

Yang ketiga. Ayat 3, Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,

Ternyata Yerusalem ini dibangun sebagai kota yang bersambung rapat, nggak ada celah. Bahasa Inggris, as a city that is compacted together. Kompak bersama. Saudara nggak usah beliin mobil sama saya - nggak usah, saya udah punya. Nggak usah belikan rumah seperti jemaat lain harus membelikan membangunkan rumah buat pendetanya - nggak usah. Saya cuma minta satu hal, saudara harap kompak bersama. Jangan ada perpecahan, jangan keluar kata-kata kasar. Kompak bersama. Jangan ada celah, jangan sampe iblis masuk memecah-belah kita. Sampe urusan kecil digede-gedein, urusan besar yang dibikin kecil, urusan kecil dilupakan. Maka kita harus kompak bersama. Jangan pecah, jangan saling menjelekkan, jangan saling curiga, jangan saling menuduh, jangan saling marah, jangan saling maki. Tapi mari kita saling mengerti dan kompak - ini hadiah buat saya. Dalam saya ulang tahun, saya nggak perlu dikasih kemeja nggak perlu. Tapi nyatakan persatuan saudara, nyatakan kekompakan saudara, nyatakan di dalam doa, di dalam kebaktian bahwa saudara itu kompak.

Kalau saudara kompak ... mazmur 133 berkata: Oh, betapa indahnya dan betapa eloknya bila saudara seiman hidup dalam kesatuan. Bak urapan di kepala Harun yang ke janggut dan jubahnya turun ... Seperti embun yang dari Hermon .... Mengalir ke bukit Sion ... Ke sanalah dip'rintahkan Tuhan ... Agar berkat-berkat dicurahkan ... Kalau saudara bersatu, nggak usah minta berkat, berkat nya disuruh datang sendiri sama Tuhan. Saudara digrojoki berkat. Baru mau ngomong: Tuhan, tolong suami saya, eh Tuhan sudah tolong. Baru mau ngomong, oh Tuhan tolong istri saya, eh Tuhan udah tolong. Baru mau ngomong: Tuhan, tolong keluarga saya, usaha saya, pekerjaan saya ... Tuhan: Aku tolong. Asal saudara bersatu. Asal saudara mulai menyatakan kompak bersama.    

Inilah kehidupan dari belalang itu begini. Kompak bersama walaupun nggak ada raja. Dia pergi kemana-mana. Dalam ranking dia pergi terbang. Tidak ada raja. Raja belalang - nggak ada. Tapi rankingnya ada. Sebetulnya Indonesia ini gagalnya cuma satu - persatuan udah nggak ada! Dulu jaman Bung Karno, semua itu bersatu untuk Indonesia Raya. Nggak ada Jawa, nggak ada Ambon, nggak ada Manado - semua bersatu untuk Indonesia Raya. Maka Presiden Soekarno nggak pernah pake blangkon. Dia bilang: Saya bukan Presiden Jawa - saya Presiden rakyat Indonesia. Saya presidennya orang Batak, saya presidennya orang Bengkulu, saya presidennya orang Jawa, saya presidennya orang Bali ... jadi saya nggak pake blangkon. Saya adalah presiden dari bangsa Indonesia. Itu Bung Karno.

Nah, begitu kedua, pak Harto ... blangkon. Ketiga, sudah udahlah. Tapi sekarang kita harus bersatu. Rakyat Indonesia kenapa jadi melarat kaya begini, karena nggak bersatu. Karena banyak koruptor juga nggak bersatu. Kalau bersatu ... tadi di televisi dilihat kebaktian HKBP di Jakarta satu kebaktian, dibubarin sama 100 orang muslim. Nggak boleh kebaktian karena tidak ada ijin. Hebat sekarang, agama kok ngurus agama lain. Agamanya sendiri pada mati nggak diurusin. Orang kristen lagi kebaktian kok disuruh berhenti. Kalau saudara mau diberkati Tuhan ... bersatu. Sebagai kota yang bersambung rapat ... as a city that is compacted together.

Yang keempat

122:4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

Kata suku-suku berarti memang bukan sendirian kita. Banyak orang datang ke Yerusalem. Tadi saya dalam renungan antara sadar tidak sadar, antara ngantuk dan tidak, saya bilang, Tuhan belalang ini lambangnya apa? Lambang bangsa apa belalang ini kalau di dunia? Berbisik ... Tiongkok - orang Tionghoa! Rakyatnya 1.3 milyar. Suku-suku Tionghoa itu banyak tapi kalau sudah keluar - Cungkuo! Asal tahu saudara, papa saya kan Manado, Indonesia. Memang mama saya Tionghoa. Tapi kalau saya dengar itu lagu Wo Te Cungkuo ... saya nggak ngerti kata-katanya apa ... saya bisa keluar air mata. Belalang. Di jemaat ada orang Tionghoa nya nih, aman aja. Orang Tionghoa itu suka korban, suka memberi. Jangan aja jemaatnya orang Yahudi ... cilaka. Aduh, kopet medit skaker pelit. Irung we gede bengkung tapi kopet.     

Nah, belalang ini bangsa ini dia tidak peduli siapa presiden nya, mau Mao Tse Tung, mau apa   ... dia nggak peduli. Wo Te Cungkuo. Saudara musti begitu. Nggak peduli siapa yang khotbah, itu gereja kami. Ini gerejaku. Ini GPdI. Jadi tempat dimana saya berbakti. Hanya 2 lagu yang bikin saya nangis: Indonesia Raya dan Wo Te Cungkuo. Yang saya nggak tahu itu, wo pu cetau. Lagu ini lagu luar biasa.   

122:4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

Ini yang pertama dari yang ke 4a, ini adalah bersyukur. Saudara saya ingin beritahu, bersyukur ini luar biasa. Dia punya kekuatan luar biasa dia punya pengaruhnya. Kalau saudara sedang didalam 'penjara,' penjara apa saja, kesulitan percobaan, tapi saudara tetap bersyukur kepada Tuhan, maka saudara akan melihat gempa bumi dikirimkan sehingga Paulus dan Silas yang dipenjara itu terlepas dari ikatannya. Oleh karena mereka bernyanyi tengah malam bersyukur kepada Tuhan. Bukan bersyukur karena tengah di penjara, bukan. Waktu walaupun dipenjara, dia tetap bersyukur.

Kalau saudara sedang susah, tetap saudara bersyukur sama Tuhan, ini nanti hasilnya luar biasa. Kalau saudara sedang ditutup pintu tertutup pintu, pintu rejeki pintu apa sajalah rasanya kok susah tapi saudara tetap bersyukur berterima kasih kepada Tuhan, saudara akan nanti lihat perubahannya.

Itu sebabnya saudara mari kita belajar bersyukur. Jangan saling menyalahkan. Ada suami istri lagi sayang-sayangan sayang tapi kalau sudah marah main ungkit-ungkitan satu dengan yang lain. Istrinya bilang, tuh arloji kamu itu pakai uang saya. Suaminya bilang, ini baju kamu, uang saya yang beli. Istri bilang, itu mobil kamu uang saya yang beli. Kamu punya sepatu juga saya yang beli. Ngomong begitu terus. Akhirnya si suami kesel: Lu tau nggak, gua kamin sama lu juga gara-gara duit elu. Memang suami kawin, katanya, karena istrinya lebih kaya, jadi dia kawin. Udah main bangkit-bangkitan.

Oh, kalau kita tahu bersyukur kepada Tuhan, itu jadi dupa yang harum kepada Tuhan. Saudara tahu Mazmur? Mazmur itu terdiri dari dua nyanyian, yaitu nyanyian pujian dan nyanyian keluhan. Kita harus bersyukur pada Tuhan. Lagu pertama Marilah kita bersyukur pada Tuhan. Kita harus bersyukur pada Tuhan. Dan kalau saudara bersyukur, ini lagu adalah ciptaan dari sorga. Kalau orang yang suka ngomel, ngamuk ngamuk terus ngomel ngarasulah, itu aslinya di neraka.

Saudara tidak usah baca disini tapi nanti di rumah. Waktu nabi Yunus ada di dalam perut ikan, dia sembahyang. Ayat 1 dia berdoa: Oh Tuhan ... gini, gini gini ... Tuhan biarin. Ayat 3 dia berdoa: Oh Tuhan, gini gini gini ... Tuhan biarin. Di dalam perut ikan dia berdoa, Tuhan biarin. Tapi begitu ayat terakhir, Yunus berkata begini: Aku bersyukur kepadaMu Tuhan, ayat berikutnya, Tuhan suruh ikan muntahkan Yunus ke darat.

Jadi Tuhan itu senang dengan ucapan syukur. Kalau saudara datang bersyukur kepada Tuhan, aduh Tuhan, saya sedang dalam percobaan tapi saya bersyukur saya masih bisa berbakti. Terima kasih Tuhan. Saya agak sakit Tuhan tapi saya bersyukur saya masih beribadah kepada Tuhan. Nanti saudara lihat mujijat Tuhan akan terjadi. Yang tidak ada menjadi ada, yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang lemah menjadi kuat, yang sakit menjadi sembuh. Kalau sedang tertutup pintu akan dibukakan oleh Tuhan - asal kita tahu bersyukur!

Tetapi kata yang lain berikutnya, 'sesuai dengan peraturan bagi Israel.' Itu kata peraturan itu tidak ada. Bahasa Inggris : To the testimony of Israel. Testimony adalah kesaksian. Orang bersaksi tidak usah ke depan. Memang kalau kita sakit kita mau saksikan ke depan silahkan ke depan. Tetapi kesaksian Israel itu trade mark nya tandanya Israel itu tandanya orang yang bersaksi itu ... bersyukur! Itu tandanya orang kristen. Bersyukur. Ya kita pernah mungkin kesel ngomong negatif ya, namanya manusia, tapi mari kita latih diri kita untuk bersyukur. Itu tandanya orang kristen. Testimony. Kesaksiannya orang kristen itu bersyukur. Orang akan tahu dia ini orang kristen kalau bersyukur.

Saya lihat tadi di televisi orang pakai topi putih marah marah, gereja harus tutup, wah, teriak-teriak. Orang kristen nggak ngelawan, diam. HKBP itu orang Batak semua. Bisa marah. Tapi bisa sabar. Kesaksian orang kristen itu bersyukur. Itu tandanya orang kristen.

Satu kali waktu perang Jepang sama Tiongkok Cungkuo, kedengaran katanya di Tiongkok ada mata-mata Jepang menyusup ke daerah Tiongkok. Wah, orang Tiongkok cari dimana ini bingung. Lalu dicurigai satu orang. Satu persatu diperiksa. Ketahuan. Sebab orang Jepang sipitnya sama, susah diketahui. Tapi satu kali, waktu cuci muka, ternyata satu orang lihatin semua ini cuci muka tentara-tentara ... ada yang satu aneh. Karena orang Tiongkok mah kalau cuci muka begini. Itu Jepang ketangkap. Karena kebiasaan orang Jepang begitu, ketangkap.    

Jadi saudaraku, waktu Petrus berkata: 'Saya bukan murid Yesus,' apa katanya mereka? Bahasamu membuktikan kamu murid Yesus. Ada tanda. Nah, tandanya orang kristen bersyukur. Dia berterima kasih kepada Tuhan didalam setiap keadaan.    
122:5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Saya perhatikan senang juga dengan kata kursi-kursi. Lebih dari satu. Throne ... singgasana. Saya baca Daud nggak pernah mengadili. Salomo pernah mengadili, Daud tidak pernah mengadili. Tapi disini ditulis kursi-kursi milik keluarga Raja Daud. Siapa? Ternyata dalam Matius 1:1 inilah silsilah Yesus Kristus anak Daud, anak Abraham. Yang dinubuatkan dalam ayat ini adalah Yesus, Hakim diatas sekalian hakim. Kalau Yesus jadi hakim paling adil, saudara. Tidak akan ada permainan keuangan, permainan nyogok menyogok, nggak. Itu Tuhan itu Hakim diatas segala hakim. Maka saya mah nggak takut orang mau ngomong apa sama saya, saya nggak peduli. Saya tahu saya punya Hakim diatas segala hakim. Dia adalah yang akan menghakimi saya. Dia yang berkata saya salah Dia yang berkata saya benar. Kalau Dia berkata saya benar, saya tidak peduli orang menyalahkan kaya apa. Tapi kalau Dia bilang saya salah walaupun orang bilang saya benar, saya bilang saya salah. Karena Tuhan bilang saya salah. Dia hakim. 

122:6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.

Dalam hidup kebersamaan sekarang ada satu hal, yaitu berdoa. Berdoa sendirian baik tetapi kalau berdoa bersama-sama akan jauh lebih baik. Kalau saudara lihat, dulu kita bikin setrika itu pakai arang, sekarang sudah pake listrik. Dulu pake arang. Kalau arang itu satu saya taruh disini ... satu saya taruh disini ... satu saya taruh disini, mau dibikin api susah ... terpisah terlalu jauh. Tapi kalau arang itu saya persatukan saya gabung lalu saya taruh api lalu saya mulai kipas, maka arang itu mulai menyala. Dan nyala satu arang dia kena dengan arang yang lain karena bersatu nempel semua jadi arang. Orang bilang jadi ruhai ... jadi menyala. Setrika sudah panas cukup untuk bisa disetrika, bisa dipake.

Demikianlah kita. Berdoa itu seperti membakar arang. Kalau sendirian susah tapi kalau bergabung bersama-sama ... di bedston dimana saudara paksakan diri saudara datang berdoa. Maka saya suka bilang jangan berdoa terlalu di belakang, jangan, arangnya jauh. Maju ke depan rapat di sini. Karena kalau ada satu orang penuh dengan Roh Kudus, dia penuh dengan Roh Kudus ... karena saudara dekat dengan dia, nanti kena sama saudara Roh Kudusnya. Itu nanti kena hangatnya kuasanya. Karena di dalam kebaktian itu memang kuasa Roh Allah itu bekerja di depan ini di depan mimbar walaupun di belakang juga saudara bisa menyatakan kuasa Allah, tapi kebanyakan sudah disini. Lain kalau sudah kebaktian, sudah amin, lain lagi. Tapi kalau sementara kebaktian  diundang siapa ada keperluan maju ke depan, saudara berdiri disini memang disini keadaannya. Maju ke depan bersatu.

Dikatakan, berdoa untuk kesejahteraan Yerusalem. Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Mu ini siapa? Bisa jadi Yerusalem. Tapi mu juga bisa jadi tentang doa. Siapa yang mencintai doa, dia akan mendapat sentosa. Bahasa Inggris bukan sentosa tapi prosperity, keberuntungan, perkembangan. Saya mau tanya apa saudara mau berkembang? Saudara dagang - dagang saudara berkembang. Saudara beribadah sama Tuhan - iman saudara berkembang, bertumbuh.

Ternyata satu saja syaratnya - saudara mesti cinta doa, cinta sembahyang. Saya lihat sendiri, saksi hidup saya, kok. Ada anak muda yang suka berdoa malam ikut, itu perkembangan hidup rohaninya lebih baik. Tapi begitu dia berhenti ... turun. Siapa mencintai doa, dia akan mendapat prosper. Kalau kita pakai Yerusalem kota damai, siapa mencintai damai, dia akan mendapatkan prosper, perkembangan. Ada perkembangan. Semua murid-murid saya yang banyak berdoa inilah yang berhasil di ladang Tuhan.

Berikutnya. 122:7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"

Ini yang paling berat tapi saya harus beritakan karena ada disini dalam hidup kebersamaan. Biarlah kesejahteraan ... damai, within your walls, ada di lingkungan dalam, di bagian dalam tembokmu. Bagian dalam bukan di luar. Tapi sejahtera itu ada di bagian dalam dari tembokmu. Ini urusan -urusan dalam harus diurus. Jangan sampai dari luar kelihatan bagus tapi di dalam bobrok. Saudara musti urus urusan-urusan dalam.

Berikutnya. Sentosa ... prosper lagi ... within your palaces .. di dalam istana-istanamu. Dalam bahasa Inggris kata puri. Salinan lain, tempat kamar tidur kita. Uruslah persoalan dalam rumah dan kamar tidur kita. Ibrani 13
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Tempat tidur selalu bicara di bagian kamar, didalam. Kembali kepada Mazmur 122. Mari kita urus baik-baik urusan rumah tangga yang di dalam. Kamar tidur kita. Bicara dari kehidupan seks saudara harus benar dihadapan Tuhan. Mari kita bebenah diri, jangan nanti kita dihakimi Tuhan. Bebenah diri supaya kita benar dihadapan Tuhan.

Ada nyanyian pentakosta yang dulu kuno, lagunya ngomong begini: Hidup tah kau benar ... Dihadapan Allah. Yang penting dihadapan Allah hidup kita benar atau tidak. Jaga bagian dalam rumah. Persatuan kita dengan sesama anggota jemaat bersatu, jangan sampai mengorek bagian dalam kamar. Itu urusan sangat pribadi di dalam kamar. Benahi baik-baik. Hormati perkawinan. Berikutnya.

122:8 Oleh karena saudara-saudaraku - Saudara lihat lagi hidup kebersamaan <- dan teman-temanku.

Nah, ini 2 hal yang penting: Ada saudara ada teman. Ada famili ada keluarga ada teman. Bahasa Alkitab berkata dalam Amsal, ada teman yang lebih dekat dari saudara. Ada teman yang kita bisa percaya lebih dekat dari saudara. Ada saudara yang malah memusuhi kita. Tetapi ada teman yang membela kita. Ada begitu dalam kehidupan ini. Nah, dikatakan di sini. 

122:8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"

Tadi ayat yang sebelumnya, kesejahteraan di dalam kamar kita, di dalam diri kita, di dalam tembok kita. Setelah beres, baru kita doakan teman kita. Semoga urusan dalam kamu juga penuh damai, semoga keluargamu penuh damai, semoga hidupmu juga penuh damai. Luar biasa. Belalang bersama-sama, kesana kemari sehati sejiwa, makan bersama-sama, terbang bersama-sama. Selalu bergabung bersama-sama.

Setelah urusan pribadi beres, urusan dalam beres, lalu mulai berdoa, kiranya damai juga di dalam dirimu.  Kata semoga bahasa Inggris, I will now say peace will be in you, sekarang aku berkata damai ada di dalam mu. Kita sudah tidak lagi nyanyi itu lagu, Damainya bagimu ... nah musti begitu kita. Jadi mulut kita ini penuh dengan perkataan damai. Bukan perkataan menyakitkan orang, seperti keris yang menusuk jantung. Jadi penuh dengan damai.

122:9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Ini kurang tepat ayatnya. Bahasa yang betul, aku hendak mencari kebaikanmu, I will seek your good. Jadi kalau kita bersama-sama datang di gereja, kita kebaktian ketemu ... jangan cari salah orang. Carilah kebaikannya. Ada haleluyah, saudara? Cari kebaikan saudara kita, cari kebaikan teman kita. Kalau mau cari salah mah semua kita jelek, semua kita salah. Kata rasul Paulus, didalam diri kita tidak ada yang baik. Semuanya jelek. Daud berkata sama Tuhan: Ya Tuhan, kalau Engkau mengamat-amati salahku, siapa yang bisa berdiri dihadapan Engkau? Semua kita orang berdosa, semua kita orang salah.

Tapi mari kita belajar mencari kebaikan dari orang-orang di sekitar kita. Coba lihat kiri kanan, lalu berkata: Saudara baik. Coba lihat mukanya begitu disebut baik. Mukanya kan jadi baik jadi manis. Coba saudara ngomong tadi: Saudara jelek ... marah dia. Tapi karena saudara bilang saudara baik, eh mukanya bercahaya. Ciptaan Tuhan selalu baik. Saudara kalau lihat terus perhatikan saya banyak kejelekkannya. Tapi lihatlah kebaikannya. Nanti itu memperngaruhi hati saudara. Mempengaruhi pikiran saudara.

Demi rumah Tuhan. Ah, aku ke rumah Tuhan bukan mencari salah, aku mencari kebaikan. Cari kebaikan orang lain. Coba nanti saudara lihat. Makan bersama belalang. Tidak ada raja tapi bisa bersama. Tidak dikomando tapi bisa nganyahokeun, bisa tahu mengerti, bisa nauin, bisa tahu, kenapa? Karena kita mencari kebaikan. 

Mazmur ini dimulai dengan 'mari kita pergi ke rumah Tuhan,' diakhiri dengan 'di rumah Tuhan aku mencari kebaikan.' Saudara lihat ke depan. Di rumah Tuhan kita cari kebaikan Tuhan dan kebaikan sesama. Kita berdiri bersama-sama. 

-- o --   

Minggu sore, 22 Februari 2004

Cecak/Laba Laba - Seri 4/4

Kita buka Amsal

30:24 Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: 
30:28 cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.

Dalam Alkitab bahasa Inggris, cicak ini ternyata adalah spider atau laba laba. Kaki atau tangan laba-laba ada 8 buah. Angka 8 melambangkan kebangkitan. Ketika Nuh, istri, anak dan menantunya selamat dari air bah, mereka berjumlah 8 orang. Angka 8 tidak ada ujungnya. Bila saudara penggemar nomor cantik, akan tahu nomor handphone yang banyak angka 8 nya itu mahal. Dalam bahasa Mandarin, angka 8 juga berarti berkembang.

Laba-laba memiliki kemampuan yang luar biasa. Saya akan perkenalkan kepada saudara 7 kemampuan dari Roh Kudus, yang akan saudara pegang pada sore hari ini. Seperti apa dan bagaimana Roh Kudus itu, kita akan melihat semuanya di dalam injil Lukas 12
12:10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
12:11 Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.
12:12 Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."

Bukan pak Awondatu, bukan pendeta gereja, bukan manusia - Roh Kudus! Ingat - bukan saya, bukan pendeta rasul, bukan.  Bukan gereja. Roh Kudus akan mengajar. Yang pertama keistimewaan Roh Kudus, dia jadi guru, dia menjadi pengajar. Jangan saudara kira dia tidak tahu ilmu dagang. Sebelum saudara ada, Dia sudah ada. Sebelum ekonomi ada, Dia sudah ada. Apa yang pertama saudara, Dia apa keistimewaannya? Dia adalah guru, Dia mengajar kepada kita.

Yang kedua. Di dalam injil Yohanes  

14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Yang kedua adalah Dia menghibur. Nggak ada dah yang bisa menghibur kita seperti Roh Kudus. Tidak ada. Dia  sungguh luar biasa menghibur hati kita. Ini keistimewaan yang kedua dari Roh Kudus - Dia menghibur. Jadi kalau saudara lagi susah, bukannya nonton Srimulat dan muter kaset-kaset yang lucu-lucu - tidak. Tetapi datanglah kepada Roh Kudus, sebab Dia akan menghibur kita. Saya punya banyak teman bisa menghibur, istri saya bisa menghibur saya, dia baik. Anak saya bisa menghibur - tidak boleh dihilangkan itu. Dalam jemaat banyak gembala-gembala kecil suka membantu saya bahkan menghibur saya, jemaat juga tidak sedikit menghibur saya. Tapi tidak ada yang menghibur komplitnya seperti Roh Kudus. Nggak ada. Ini istimewanya.

Yang ketiga masih dalam ayat 26, ... dan akan mengingatkan kamu ...

Dia adalah yang suka mengingatkan kita. Maka di dalam alkitab itu ada 66 buku, salah satunya buku yang ke lima itu namanya buku Ulangan, kitab Ulangan, kenapa? Karena kitab Ulangan ini mengulang kitab Kejadian, Keluaran, Bilangan, Imamat, itu diulang dalam kitab Ulangan. Kalau kitab Ulangan dicabut dari Alkitab, tidak akan mengurangi arti Alkitab. Tetapi karena orang Israel itu pelupa suka lupa, maka diingatkan. Walaupun kita sudah diajar oleh Firman Allah, saya sudah sekolah alkitab, saudara sudah bertahun-tahun ikut kepada Tuhan, tapi kita sering lupa.

Nah, Roh Kudus ini punya keistimewaan - Dia mengingatkan! Waktu kami akan ke Bali, ada utusan ke Bali itu 30 orang lebih. Lalu dari majelis daerah memberi sangu kepada hamba-hamba Tuhan 30 utusan masing-masing 250 ribu. Saya lihat kekecewaan mereka. Kecewa sekali mereka dapat uang sangu 250 ribu. Cukup apa gitu 3 hari. Jadi saya tergerak, saya bilang, ya saya tambah dah satu orang 250 ribu, jadi 30 orang 7.5 juta ... nanti saya bantu. Oke, terima kasih. Rapatnya di Cianjur. Sampe ke Bali hari pertama hari kedua, saya lupa. Nah, ini pendeta-pendeta ini sudah deket-deket saya kalau makan pagi dia kumpul sama saya. Saya nggak tahu, nggak ngeuh apa maksudnya. Akhirnya nggak berani ngomong saudara, dia suruh Ferry Rompas: Ko Yoyo mungkin lupa ko Yoyo janji mau kasih uang sangu 250 ribu? Aduh, ... betul ... bener bener bener ... iya iya iya. Kita suka lupa.

Tapi Roh Kudus akan mengingatkan. Ada haleluyah? Ada kalanya kita lupa mengampuni salah orang, lupa menolong orang yang susah, lupa ini ... lupa itu. Nah, Roh Kudus akan mengingatkan kita. Ini keistimewaan dari Roh Kudus yang ketiga.

Yohanes 15, kita lihat yang keempat. Ayat 26: Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran ...

Dia akan memberikan kebenaran kepada kita, ini yang keempat. Jadi kalau saudara dipenuhkan dengan Roh Kudus, tidak mungkin saudara dipenuhkan dengan roh kesurupan. Bukan, ini bukan capgomeh, potong lidah, jalan diatas bara api, bukan. Kalau saudara dipenuhkan dengan Roh kudus, saudara tidak akan kesurupan, saudara dalam trance dalam kuasa Roh Kudus tapi saudara akan dibawa dalam prakteknya kepada segala kebenaran. Saudara akan diajarkan kebenaran. Jadi saudara diisi dengan kebenaran. Ini yang keempat.

Yang kelima masih ayat 26, ...  yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Dia akan memuliakan atau bersaksi, menyaksikan tentang Tuhan Yesus - ini yang ke lima. Dia yang akan memberitahu tentang Yesus. Saudara banyak kali kita kan nggak ngerti Yesus itu apa. Apa Yesus itu nabi, mana lebih hebat Yesus sama Kong Hu Cu, mana lebih hebat Yesus sama nabi Muhamad? Apa nabi Muhamad sama Yesus itu sama, dengan nabi Musa? Seringkali begitu.

Roh Kudus akan memberi kesaksian tentang Yesus kepada kita. Siapa yang suruh saudara nangis waktu bersaksi, siapa yang bikin saudara nangis waktu dibaptis? Itu Roh kudus! Dia memberi kesaksian betapa baiknya Tuhan Yesus. Dia memberi kesaksian betapa setianya Tuhan. Dia memberi kesaksian betapa manisnya janji-janji Tuhan. Itu untungnya kita punya Roh Kudus.

Keenam. Yohanes 16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.

Saya beri nama Roh Kudus itu Roh keinsafan. Tadi kita dengar kesaksian suami saya adatnya kaya batu. Saudara, bila ada Roh Kudus, Dia bisa jadikan hati yang batu menurut Yehezkiel, jadi hati yang lembut seperti daging ... yang bisa ditanami Firman Allah. Hanya Tuhan yang bisa merubah karakter seseorang, hanya Roh Kudus yang bisa memberi keinsafan. 

Yang terakhir yang ketujuh, saudara, keistimewaan Roh Kudus adalah ayatnya yang ke 13.
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Ia adalah seorang leader, seorang pemimpin. Dan anehnya, Dia membawa kepada semua kebenaran yang ada di dalam Firman Tuhan. Saya rasa cukup sampai disini dulu bahwa ini modal yang Roh Kudus, yang Tuhan berikan kepada kita. Kita mau lihat keistimewaan dari laba-laba yang lain.

Amsal 30, Laba-laba yang memegang dengan tangannya. Jadi dengan kuasa kebangkitan, kita bisa mengatasi percobaan. Dengan kuasa kebangkitan kita bisa mengangkat segala sesuatu yang kita tidak mampu, dengan kuasa kebangkitan yang sakit bisa disembuhkan dengan kuasa kebangkitan, ya.

Lihat keistimewaan yang kedua dari laba-laba. Laba-laba ini punya keistimewaan di dalam dirinya, memproduksi satu macam lendir yang kalau keluar dia langsung menjadi seperti benang. Kadang-kadang dia ada di jurang yang curam. Kadang-kadang yang tidak bisa dipikirkan manusia, dia ada di satu tempat yang curam sekali. Di sana ada sarang laba-laba. Supaya saudara tahu, bahannya yang dia bikin sarang itu, itu diselidiki dan dipakai menjadi bahan, saudara-saudaraku, parasut yang menahan lajunya pesawat ulang alik Amerika itu kalau turun ke bawah itu nggak bisa pakai parasut biasa dengan tali. Nggak bisa. Harus pakai semacam bahan yang sama bahannya dengan jaring laba-laba itu. Luar biasa, kuat sekali. Jadi dengan jaring ini, dengan sesuatu yang keluar dari dalamnya ini, tangannya yang berbulu itu dia bisa jalan dengan lincah diatasnya. Dia tidak pernah keseleo, tidak pernah jatuh, tidak pernah. Tetapi yang lain, kupu-kupu atau binatang yang kena di situ nggak bisa lagi jalan, kena nempel seperti lengket. Tapi laba-laba tidak nempel. Karena di kakinya ini seperti ada minyak. Licin dia berjalan tapi tidak nempel.

Kita akan lihat apa artinya ini. Saudara tahu nggak Firman Tuhan itu modal yang kedua selain Roh Kudus. Dia ditaruh di dalam kita untuk segala-gala dari kehidupan kita. Wah, tempat itu saya nggak mungkin bisa disini. Apa yang tidak mungkin kata orang, itu tidak mustahil kata Tuhan. Firman Allah yang ada di dalam kita yang akan memelihara kita menjaga kita - di jurang yang curam kita tetap terpelihara terjaga sampai alkitab katakan apa? Dia ada di kamar raja. Firman Tuhan bisa membawa kita kepada raja.

Saudara kira yang bawa saya ke Gus Dur sebagai presiden, itu saya punya pendidikan yang cuman SMA? Perkenalan pertama diajak makan duduk makan ngobrol-ngobrol, bapak siapa? Saya bilang, saya pendeta dari Cianjur. Ngobrol. Ngobrolnya iu agama terus. Diundang, mau nggak masuk ngajar di sekolah alkitab satu jam saja? Datang Gus Dur. Kita undang lagi. Mau nggak bicara di depan 600 pendeta Jakarta sama Jawa Barat di Cipanas? Mau. Sudah dua kali saya undang. Ketiga kalinya dia yang ngundang, mau nggak bapak datang ke rumah saya? Datang saya ke rumahnya. Wiranto, Megawati sama Habibie di kamar tamu. Awondatu di kamar tidurnya dia. Laba-laba. Ada haleluyah saudara? Oh, Puji Tuhan.

Saya datang dengan bapak Rompas, saudara. Jam 6 sudah di sana. Silahkan masuk, karena dia baru keluar dari rumah sakit. Masuk saja ke kamar. Masuk ke kamar. Ada tiga keler makanan kue kue kue. Nggak ada yang bilang, silahkan. Oom Rompas ngobrol terus sama Gus Dur, saya mah lapar ... makan. Pan dia nggak lihat. Setelah  jam 7, saudara: Silahkan, pak Yoyo makan kuenya? Sudah dari tadi.

Jadi Firman Allah yang membawa saya kemana-mana. Bulan depan saya diundang lagi ke Belanda, Jerman dan Perancis. Apa karena saya sekolah SMA? Tidak - Firman Allah! Yang membawa saya keliling dunia Sabda Tuhan. Dimana saya berada - di tempat yang berbahaya saya mampu, di tempat yang aman saya mampu, di tempat raja bisa, di tempat yang susah bisa.

Nah, di dalam Amsal tadi pasal 30, saya ajak saudara naik sebentar kepada ayat

30:7 Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni:
30:8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
30:9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Ini Salomo yang bilang tentang laba-laba, dia menulis hal yang sama sebelumnya. Menulis hal ini: Jangan kasih aku kaya, jangan kasih aku miskin. Biarlah aku makan rejekiku ... Banyak orang suka nganggap begini: Ah, saya teh keur dicoba. Bisnis ini gagal, bisnis itu gagal. Ah, lagi kering sekarang mah. Memang itu cobaan dari Tuhan. Tapi ingat, kekayaan juga cobaan dari Tuhan. Berapa banyak orang yang kaya lupa ke gereja. Berapa banyak orang yang semuanya cukup semuanya, sudah nggak kebaktian lagi. Coba. Maka Salomo itu pinter, aduh Tuhan jangan sampe aku curang jangan sampe aku bohong. Jangan kasih aku miskin, jangan sampe aku kaya keterlaluan. Kalau miskin mencuri, kalau kaya siapa sih Tuhan itu - jangan sampe begitu Tuhan. Inilah laba-laba. Entah bagaimana, ini daun ini daun ... tau-tau ada aja jaring. Dan jaringnya luar biasa. Kalau saudara pegang, itu seperti elastis. Itu bahan yang luar biasa.

Kembali kepada Amsal. Laba-laba yang dengan ahli mencapai dengan tangannya. Pada sore hari ini saudaraku saya ingin supaya kita menjadi laba-laba yang bijaksana. Dengan tangan kuasa kebangkitan, saudara bisa mencapai, saudara bisa peka waspada ada apa di depan. Tetapi saudaraku, dengan Firman Allah kita bisa membuat sarang, dengan Firman Allah kita bisa membuat mendapatkan menangkap berkat rejeki kita, dengan Firman Allah yang bisa membawa kita sampai di tempat raja ataupun di tempat yang curam berbahaya sekalipun tidak akan berbahaya karena dia seperti lem, dia seperti power glue yang akan menahan kita.

Itu sebabnya saudara, pada malam hari ini, dimana posisi saudara, dimana keadaan kita - sudah tidak usah ada yang kita khawatirkan, tidak usah yang ada kita takutkan. Kalau kita mau diberkati oleh Tuhan ... dikatakan disana, spider laba-laba dengan tangannya bisa menangkap tetapi juga ada di istana-istana raja.

Sekarang kita ada di lembah dunia, ada di lembah yang gelap di dalam dunia. Kita memegang, kita membuat sarang di dunia ini. Ada yang lebar, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang dapat besar, ada yang dapat kecil. Tapi satu kali kelak, kita akan ada di tempat Raja segala raja. Sama dengan Dia nanti kita besar. Sekian renungan Firman Allah.    

-- o -- 

Minggu sore, 29 Februari 2004

Perkataan

Kita buka Mazmur 

141:3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! 

Sore hari ini kita akan mendengar Firman Tuhan tentang orang kristen dengan mulutnya. Mengapa seorang raja Daud yang hidup 3.000 tahun lalu, menulis ayat yang sangat luar biasa ini? Karena ternyata manusia sejak 3.000 tahun lalu sudah diketahui, penyakit yang paling susah disembuhkan adalah penyakit dari mulut. Dan sayang kebanyakan orang kristen menghias mulut, mewarnai bibir, sikat gigi, robah warna lipenstip, tanpa merubah cara dia menggunakan mulut.

Dalam salinan bahasa Inggris, ayat ini berkata, Set a guard, taruhlah penjaga, ya Tuhan di depan mulutku. Taruhlah pengawas, taruhlah penjaga. Lalu, tetaplah jaga di atas pintu bibirku. Berapa banyak keluarga hancur oleh karena mulut tetangga? Dalam tahun 70-an di Bandung pernah ada aksi unjuk rasa yang menghancurkan semua toko-toko orang Tionghoa bahkan yang menikah pun diperkosa, kebetulan terjadi pada hari minggu, karena mulut seorang yang ngomong bahwa Tosin, yaitu tukang roda yang tabrakan dengan VW, mati - padahal tidak mati. Justru VW nya yang rusak. Roda rusak tapi kusir dari roda tidak mati.

Tapi ada orang keluarkan omongan bahwa itu kusir rodanya mati. Seluruh Bandung dilanda kerusuhan rasial. Jadi saudara-saudara, betapa berbahayanya mulut kita kalau dipakai salah. Itu sebabnya pada waktu Yesaya didatangi sama Tuhan, dia bilang dengan jelas sama Tuhan, "Aku ini yang najis bibirku." Seorang yang dekat dengan Tuhan, dia akan sadar yang pertama kali bahwa mulut-mulut itu najis. Maka ketika Roh Kudus turun di atas loteng Yerusalem, tanda yang mula-mula dikerjakan oleh Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa yang baru pada mulut seseorang.

Dan ini sebabnya, saudara-saudara, saya ingin mengajak saudara-saudara melihat bahwa mulut kita bisa membawa kita kepada berkat, mulut kita bisa membawa kita kepada bencana. Tetapi pertimbangannya sekarang, antara berkat dengan bencana, saya heran lebih banyak orang kristen memilih bencana. Mungkin bandingannya 95% dengan 5 %.Mereka memakai mulutnya untuk jadi bencana bukan untuk jadi berkat. Untuk mengkritik bukan untuk membangun. Untuk menggerutu bukan untuk memuji Tuhan. Untuk mengata-ngatai pendeta bukan untuk mendoakan pendeta. Untuk memuji manusia bukan memuji Tuhan.

Dan kita sudah salah kaprah dengan memakai mulut kita. Dari pagi sampai sore mulut kita, kita pakai dengan bahasa yang negatip. Bahasa disebutkannya, dikatakannya halus, pelan tapi negatip. Dan dengan mulut orang Israel, pernah ribuan orang dibantai dalam satu hari oleh malaikat El Maut, diijinkan oleh Tuhan karena salah memakai mulutnya. Nah saudara-saudaraku, dikatakan disana oleh Pemazmur, taruhlah penjaga didepan mulutku, Tuhan. Dan jagalah pintu dari bibirku. Taruhlah penjaga.

Sekarang Daud mengenal dirinya, Mengenal penyakit yang banyak bikin susah kepada dia, yaitu mulutnya. Saudara-saudaraku, mulut ini yang bisa bikin kita sukses, berhasil. Tetapi bisa juga bikin kita gagal. Pertama kita akan lihat dalam Amsal pasalnya yang ke 6. Amsal pasal 6, disana kita membaca apa yang dikatakan oleh Firman Allah. Firman Allah berkata dengan jelas dalam ayat 16.

6:16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
6:17 Satu: mata sombong, - itu Tuhan benci sekali. Tetapi, saudara perhatikan ayat yang keduanya. Dikatakan disana - lidah dusta, - dia menduduki ranking ke dua. Kalau kita baca terus - tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
6:18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,
6:19 seorang saksi dusta -

Di dalam tujuh hal yang dibenci oleh Tuhan, dua berhubungan dengan mulut, dua berhubungan dengan bibir. Dua berhubungan dengan kata-kata, yang dihubungkan dengan kata dusta. Dan begitu gampangnya kita, licin dengan lidah ngomong syalom, ngomong puji Tuhan, ngomong haleluyah, tapi kalau sudah di dalam bisnis kita mulai berdusta, kita mulai berbohong, kita mulai berdusta. Kita mulai menggerutu. Kita mulai dengan dusta. Dengan dusta, dengan bohong. Orang kristen tuh tidak boleh bohong, tidak boleh dusta ... tidak boleh dusta, tidak boleh bohong. Tapi tanpa kita sadar, kita berbohong berdusta dengan kata-kata. Pegang Amsal 6, kita lihat Pengkhotbah. Setelah Amsal itu ada Pengkhotbah. Di dalam Pengkhotbah pasalnya yang ke 5, apa yang terjadi dengan mulut manusia. Firman Allah

5:1 Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.
5:2 Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.
5:3 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.
5:4 Lebih baik engkau tidak bernazar - tentu semuanya dengan mulut - dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
5:5 Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?
5:6 Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.

Di dalam perikop ini, takut akan Allah dihubungkan dengan berhati-hati menggunakan mulut. Berhati-hati memakai kata-kata. Berhati-hati berbicara. Berhati-hati berjanji kepada Tuhan. Berkali-kali kita janji sama Tuhan. Contoh, kalau Tuhan sembuhkan saya, saya mau dibaptis. Penyakit sudah sembuh tapi dibaptisnya belum. Apa Tuhan harus merusak pekerjaan saudara, menurut ayat ini. Kita berjanji, kalau nanti gereja dibangun, kita mau memberi. Itu di hati kita, janji sama Tuhan, nggak ada yang dengar. Tapi pas waktunya gereja mau dibangun, kita pura-pura bego. Kita pura-pura bloon. Tuhan mah lihat. Tuhan tahu. Apa Tuhan harus merusakkan pekerjaan kita? Nah, itu sebabnya dikatakan oleh Amsal ini, pembicara ini, hati-hati dengan memakai mulut kita.

Yang pertama tadi saya mau bicara tentang dusta tadi. Orang itu gampang sekali berdusta, ngomong itu berdusta. Kristen ini, kita jangan ngomong orang dunia. Kristen ini, masih hobi bohong dusta. Ngomongin orang itu sudah jadi kebiasaan. Dia bisa selesma, bisa pilek, bisa mati kalau nggak ngomongin orang sehari. Dia berpenyakit, mulutnya itu berpenyakit. Harus ngomongin orang, baru dia senang, sampai dia dapat gelar transistor berjalan. Karena dia kemana-mana warta berita RCTI belum, seluruh Cianjur sudah tahu, karena dia ngomong sana ngomong sini, telepon sana telepon sini. Bocor mulutnya.

Di dalam Amsal kembali, kita membuka Amsal      

4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
4:24 Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.

Habis hati dijaga, mulut diurus. Ke sini ngomong ini, ke sini ngomong begini. Bijak sana sini. Buang. Apa Tuhan perlu merusakkan pekerjaan kita? Tapi kita tidak mau, kita mau supaya Tuhan memberkati semua pekerjaan kita, amin sudara?

Itu sebabnya jaga mulut, jaga ini mulut. Lemes, hati-hati. Banyak laki-laki juga yang suka dikasih gelar, mulutnya mulut perempuan. Ongkoh lalaki tapi mulut perempuan. Kadang-kadang kita menganggap diri kita rohaninya sudah disini padahal masih dibawah, karena apa? Mulut nggak dijaga. Fitnah sana, fitnah sini; ngomongin sana, ngomongin sini. Bahkan seorang istri berani jual kelakuan suaminya sama orang lain, ooohh, ini bukan seorang istri yang baik.

Begitu kita berdiri di depan pendeta, di hadapan Tuhan, di hadapan sidang jemaat, dihadapan keluarga kedua belah pihak, bersediakah anda melaksanakan Firman Allah? Mulut kita bilang ... bersedia! Waktu penganten itu ngomong, aku berjanji mengasihi engkau, di dalam susah atau senang, waktu miskin atau kaya, sakit atau sehat ... sampai maut memisahkan kami berdua - itu dia ngomong bukan di depan pendeta, tapi di depan Tuhan. Istri: Saya berjanji menerima saudara ini menjadi suami saya, saya berjanji akan tunduk kepada dia ... dalam segala sesuatu, dalam susah atau senang, berkekurangan berkelebihan, sakit atau sehat - sampai maut memisahkan kami berdua. Banyak penganten nggak sadar, dia itu ngomong di depan pendeta. Apa perlu Tuhan merusakkan pekerjaan?

Kita sering berdusta, kita anggap Tuhan itu barang mainan. Asal saja ngomong, asal bicara tapi tidak dipikir. Ketika berjanji itu di depan Tuhan. Apa perlu Tuhan merusakkan pekerjaan kita? Kita menikah, jeleknya baiknya ya sudah. Jeleknya lebihnya sudah, itu pasangannya jangan dijual tetangga. Ngomong ke sana ngomong ke sini, brengsek itu orang kaya begitu. Saya aja dengarnya kesel, apalagi Tuhan. Udah, bagus nggaknya udah ya terima. Dijual sama keluarga lain, suami saya begini, istri saya begini. Ongkoh katanya mencintai, tapi masih hidup belum mati, udah disuruh mati. Dijual namanya, dijual kelakuannya. Keluarga seperti ini, dia mengundang kutukan bukan ngundang berkat. Dia mengundang musibah, bukan mengundang berkah.

Karena itu Daud berkata, aduh Tuhan, jaga mulut saya. Tuhan taruh penjaga, mulut saya suka salah. Kalau saudara perhatikan, semua problem, percobaan, peperangan, persoalan negara dari mulut. Semua ... baik di politik - dari mulut. Masih saya ngomong tentang berdusta. Di Amerika ada orang yang jualan ayam. Jualan ayam ditaruh di atas meja, lalu di bawah meja ada juga. Ini orang kristen. Sudah laku. Tinggal satu ayam lagi yang belum laku. Jadi pas dia mau beres beres, datang satu ibu: Aduh, saya perlu ayam, ko. Oh ada. Diambil itu ayamnya. Memang tinggal satu, digantung. Udah dikilo, ibu ini liat itu ayam terlalu kecil. Dia bilang: Ada yang besar nggak, itu ayam kelihatannya terlalu kecil? Kalau dia jujur, dia bilang: Aduh ibu maaf, ayam ini tinggal satu-satunya. Ngomong aja gitu, jujur, udah beres. Tapi karena dia mau untung besar: Oh, no problem, ada yang lebih besar. Dia taruh ayam itu ke bawah meja, dia cabut lagi itu ayam, pura-pura kiloannya ditambah 1 ons 2 ons. Si ibu teh lihat ayam ini juga masih kecil. Ngomong begini si ibu: Udahlah dua-duanya ayam itu saya beli. Ceritanya sampe situ. Akhirnya saudara sudah tahu. Dipermalukan orang ini. Karena dia berdusta.    

Yang kedua, kita sering memakai mulut kita mengkritik orang. Ada suami istri yang bawa anak, pulang dari gereja sepanjang jalan ngomongin kebaktian tadi. Itu kebaktian jelek amat, ya, si bapa ngomong, duh ampun katanya, sudah khotbahnya udah nggak ngerti, muter ngalor ngidul, kita nggak ngerti dia ngomong apa. Lalu si ibu nimpalin, iya sangkurnya penyanyinya ada yang gembrot, ada yang pendek. Si anaknya nyeletuk: Ya udah pah, udah mah, udah jangan ribut ajalah, sesuai sama kolekte mama cuma seribu.

Kita seringkali tidak sadar dengan bibir kita, dengan mulut kita. Kita mengkritik sesuatu bahkan tanpa sadar kita mengkritik ciptaan Tuhan, mengkritik seseorang yang diciptakan Tuhan. Kita ini spesial. Di dunia ini tidak ada satupun manusia yang sama dengan saudara. Saudara spesial dihadapan Tuhan, ciptaan Tuhan. Ayo, mau kita pakai posisi mulut kita untuk apa? Kita lihat apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam injil Matius  

12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Saudara yang saya kasihi, saya biasa nonton film binatang di televisi, animal world, dunia binatang. Banyak ternyata yang saya tidak tahu. Waktu saya sekolah di SD, SMP sampai SMA, tentang fauna dan flora, banyak saya tidak tahu. Dan saya masih belajar, dipelajari melalui national geography, melalui dunia binatang. Baru saya tahu ular itu ada dua macam. Saya bertanya sama saudara, ular itu bertelur atau beranak? Bertelur? Salah. Bertelur dan beranak. Kebanyakan ular bertelur. Membuat telur, taruh disampah, dierami atau ditinggalkan, dia menetas sendiri. Tapi saya baru tahu, ular beludak itu tidak bertelur tapi melahirkan. Dan saya tidak percaya kalau saya tidak lihat di film. Film di close-up, dia mengeluarkan ular. Ular keluar, ular lagi keluar. Setelah beberapa ular, dia pecah dari selaputnya langsung dia bisa berdiri.

Ini yang dimaksud Yeus, kamu keturunan ular beludak. Yang di dalam kamu itu yang keluar, kamu keluar itu dari bapamu - ular beludak menghasilkan ular beludak. Jadi yang ada di dalammu ini apa, sampai yang keluar ini ular, itu apa yang di dalammu ini? Nah, perlu kita periksa yang di dalam hati kita ini apa. Karena Tuhan melihat waktu keluar kata-kata, itu keluar dari dalam hati, itu keluar dari dalam kita, apa yang ada di dalam kita. Ular beludak melahirkan ular beludak. Orang yang baik perbendaharaan hatinya pasti keluarnya ngomongnya nggak akan fitnah, nggak akan ngejual pasangan hidup, nggak akan urusan rumah tangga dijual sama tetangga, dijual ke luar kota, dijual di telepon - nggak! Buruk-buruk papan jati goreng-goreng salaki sarangan, jelek-jelek istri sendiri.

12:34  ... Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Jadi ular beludak kalau keluar kan hasilnya jadi ular beludak, udah hidup ularnya. Lain kalau yang bertelor. Yang bertelor itu bisa bantut, bisa jadi, bisa dimakan binatang lain, bisa dimakan ular lain. Tapi kalau ular beludak, kalau keluar dia melahirkan ular beludak, udah jadi ularnya. Jadinya di dalam perut. Jadi apa yang ada di dalam hati kita, apa yang ada di sini, apa yang ada di dalam ini, kita harus pertanggungjawabkan.  

12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Ini membawa kita kepada Efesus, pasal 5, pasal yang sama dengan pasal pernikahan.     

5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.

Kata-kata yang hampa, termasuk ngomong cabul, termasuk ngomong jorang, itu kata-kata yang hampa, yang kosong, tidak ada juntrungannya. Itu dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Setiap kata yang sia-sia.

Ada satu pendeta diomongin sama satu ibu. Diomonginnya begini, itu pendeta adalah saya curiga, homo dia. Karena pendeta in tidak kawin. Homo dia. Itu ngomong tidak sadar tuh si ibu, homo. Ngomong satu menit dua menit tiga menit, uh semua orang, ... pendeta itu homo. Setelah satu tahun, sampai dipanggil oleh gembala gereja. Ternyata dia baik, ternyata dia seorang hamba Tuhan yang bahkan sangat baik. Si ibu sadar. Setelah satu tahun, si ibu minta maaf, gentleman juga. Dia bilang, boksu, pendeta, saya minta maaf, saya sudah ngomongin boksu kesana kemari. Oh, katanya, ibu, no problem, saya maafkan, saya ampuni, sudah itu urusan sudah beres.

Tapi saya mau tanya sama ibu satu pertanyaan. Apa pertanyaannya. Kalau ibu punya bulu ayam dan sekarang ibu dari sini pulang ke rumah ibu, sampai pulang cabut itu bulu ayam, sebarkan bulu ayam dimana ibu sembari jalan sebarkan saja bulu ayam, sampai habis itu pemoceng, sampai di rumah, lalu dari rumah ibu, ibu balik lagi ke rumah saya, pungut itu bulu ayam satu persatu, kira-kira ibu dapat semua bulu ayam itu nggak? Tentu tidak. Tentu ada bulu ayam yang sudah kebawa angin, ada bulu ayam yang kena gas buang mobil ketiup angin nggak tahu kemana, saya akan dapat kesulitan mengumpulkannya. Nah, itu saja yang saya mau tahu. Itulah yang dihasilkan oleh ibu. Ibu sudah minta maaf tapi apa yang ibu katakan keluar seluruh Indonesia tentang saya homo, pendeta itu bilang, nggak bisa kembali lagi. Sudah di kepala orang. Wah nangis ini ibu minta maaf. Nggak bisa diralat kalau udah ngomong.    

Setiap kata yang hampa yang tidak ada isinya nggak ada juntrungannya, itu ditanya sama Tuhan, perkataan itu. Tetapi kita akan lihat yang positifnya. Markus 11, ini maksudnya dari Daud kenapa dia minta dijaga supaya dia selalu berbicara hal yang positif

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Terus terang salinan ini kurang sreg saya. Saya mau salin dari bahasa Inggris, sesungguhnya aku berkata kepadamu, siapa saja yang berkata kepada gunung ini terangkatlah engkau dan tercampaklah ke dalam laut dan tidak bimbang di dalam hatinya tetapi yakin bahwa semua kata-kata yang dia katakan akan terjadi - ini yang nggak ada dalam bahasa Indonesia - ia akan mendapat apa saja yang dia katakan!

Saudara dan saya akan mendapat apa saja yang kita katakan. Gunung itu bisa berupa percobaan, gunung itu bisa berupa penyakit, gunung itu bisa berupa ujian, gunung itu bisa berupa keperluan sehari-hari, gunung itu bisa berupa apa saja yang saudara perlukan. Saudara sebelum berdoa, saudara musti ngomong dulu, musti berbicara dulu dengan positip. Itu yang tadi saya katakan berbandingnya 95 - 5%. Ngomongnya negatif terus.

Ini satu ibu selalu kirim sms sama saya mengenai suaminya. Memang suaminya ini agak sontoloyo. Memang ini ibu sabar sekali: Aduh Pak Awondatu, bantu doa. Suami saya sudah pergi ke kuntilanak. Jadi dia itu kirim sms, minta bantu doa, minta ayat Firman Allah. Didengar doanya. Suaminya pulang. Bukan dari Pontianak, dari kuntilanak. Ketika pulang, istrinya bilang, aduh Puji Tuhan, pak Awondatu, suami saya sudah kembali ke rumah. Terima kasih atas doanya. Tak lama dia kirim lagi, aduh pak Awondatu, suami saya ke kuntilanak nomor dua.

Saya mulai ajar sedikit-sedikit, jangan ngomong negatip, sebab lama-lama nanti ke kalongwewe. Jangan ngomong yang negatip. Ngomong yang positip. Terima kasih Tuhan, suami saya sudah baik. Yang amin jangan suami dong. Istri. Terima kasih Tuhan, suami saya baik. Suami saya kembali. Bisnis belum ada, terima kasih Tuhan, suami saya sudah punya bisnis yang baik. Terima kasih Tuhan. Sudah, jangan ngomel. Terima kasih Tuhan untuk berkatMu. Terima kasih Tuhan, Engkau tidak akan membiarkan saya yatim piatu. Terima kasih Tuhan, suami saya akan eling. Terima kasih Tuhan, suami saya akan sadar. Terima kasih Tuhan, suami saya akan kembali berkata sama saya, i love you. Terima kasih Tuhan, dia akan menyayangi saya kembali. Terima kasih Tuhan, istri saya akan kembali. Terima kasih Tuhan. Terima kasih Tuhan. Dan kalau saudara Tuhan dengar selalu saudara bicara positip, gunung yang besar terangkat ke dalam laut, problem yang besar diangkat, apa janji Yesus? Engkau akan mendapat apa saja yang engkau katakan.

Pantas Daud bilang, jaga mulut saya, Tuhan. Jangan sampai ngomong negatip. Jangan sampai ngomong salah. Jangan sampai ngomong keliru. Jangan sampai saya punya omong seolah-olah Tuhan tuh nggak ada. Percaya bahwa Tuhan sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Yang tidak bisa menjadi bisa. Yang mustahil menjadi tidak mustahil di hadapan kita. Karena apa? Karena Tuhan selalu memberkati kepada kita dari perkataan kita. Amsal 18. Di dalam Amsal pasal 18, kita lihat kembali apa yang dikatakan oleh Amsal ini. Apa yang dikatakan disana dalam Amsal 18, kita membaca ayat 20 dan 21.

18:20 Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.
18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Perut bicara ekonomi. Kita akan dikenyangkan ekonomi kita oleh buah-buah mulut kita. Buah-buah mulut kita janganlah ular beludak. Tetapi biarlah mulut kita selalu mengatakan yang positip. Terima kasih untuk rejeki hari ini. Sebelum saudara buka toko, sebelum saudara ke toko, berlututlah. Dan jangan minta begini, Tuhan berkati. Jangan. Tapi selangkah lebih maju: Terima kasih Tuhan untuk berkat-Mu bagi toko saya hari ini. Aku bersyukur Tuhan, terima kasih untuk berkatMu. Terima kasih. Yang belum dapat pekerjaan, jangan mengeluh. Bilang, terima kasih Tuhan, Engkau sudah membuka satu pekerjaan. Yang belum menikah, jangan mengeluh. Jangan bilang, oom, bagaimana saya. Bajaj belum lewat-lewat? Jangan. Berkatalah dengan positip, terima kasih Tuhan, bajaj pasti berlalu.

Saudara mau positif? Lihat, kata-kata saudara akan menggema jadi satu bersipongang di dalam perkataan iman. Jangan lupa mengatakan yang positif. Jangan lupa anak kita, usaha kita, kesehatan kita, urusan kita semua dipelihara, mati dan hidup dalam kuasa iman. Bukan kanker. Saya sudah lihat banyak penderita kanker masih hidup. Kankernya hilang, dokternya bingung. Sudah dua dokter ini ngundang saya kebaktian, suruh pilih bulan, suruh pilih minggu.. Bingung saya karena saya lebih sibuk tahun ini juga. Dokter sekarang cari Tuhan. Dokter sudah tahu sekarang bahwa di dalam Tuhan ada sesuatu yang lebih dari ilmu kedokteran.

Firman Allah katakan, mati dan hidup dikuasai. Nah pada malam hari ini, kita melihat perjamuan kudus, Tuhan, kami menjaga supaya mulai hari ini saya nggak ngomong lagi negatif, nggak ngomong lagi takut, nggak ngomong lagi bimbang, nggak ngomong lagi kuatir, nggak ngomong lagi susah. Tapi hari ini saya mau percaya bahwa Tuhan menolong. Para pelayan perjamuan maju ke depan.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________