Khotbah Minggu Pagi Mei - Juni 2008

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 11 Mei 2008

BERKAT MENUNGGU

Menurut sejarah, hari ini adalah hari turunnya Roh Kudus atau hari Pentakosta, berarti juga hari kelahiran dari gereja kita. Gereja kita yang percaya kepada Pentakosta sudah hampir 2.000 tahun, berusia secara organisasi 80 tahun. Dan kita harus berpikir merenungkan apa yang Tuhan buat dan apa yang kita belum buat kepada Tuhan.

Dalam Kisah Para Rasul 3, kita akan membaca beberapa ayat tentang khotbah Petrus waktu dia sudah penuh dengan Roh Kudus.    

3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.
3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
3:17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.
3:18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,
3:20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. 

Saudara, pada waktu Roh Kudus turun, di dalam Kisah Rasul 2, penuhlah orang-orang dengan Roh Kudus dan 120 murid dipenuhkan dengan Roh Kudus. Mereka berkata-kata dengan bahasa yang baru, bahasa yang mereka tidak pernah belajar sebelumnya, mereka tidak ikut les sebelumnya. Mereka berbicara dalam 17 bahasa termasuk bahasa Arab, bahasa Kapadokia, bahasa yang sangat langka di dunia. Tetapi mereka berbicara dalam bahasa-bahasa yang berbagai-bagai macam bahasanya, itu ditulis dalam Kisah Para Rasul 

2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

Jadi ada 17 bahasa mereka berbicara. 120 orang berbicara dalam bahasa yang mereka sendiri tidak tahu, yaitu datang dari baptisan Roh Kudus. Nah, sejak saat itu saudara-saudara, orang-orang berjemaat jadi lain. Kita baca Kisah Para Rasul

2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Ini akibat dari Roh Kudus. Bukan bahasanya yang penting, bukan dia bisa berbahasa roh, bukan. Itu setelah berbahasa rohnya itu. Mereka cinta doa, mereka cinta berkumpul di kebaktian, mereka senang dengan perjamuan Tuhan, mereka senang dengan kebaktian. Tiap hari mereka kebaktian, perjamuan kudus itu tiap hari bergilir di rumah jemaat masing-masing berputar, mereka bersukacita, mereka selalu berkumpul memecahkan roti. Dan anehnya mereka sekarang ini orang-orang senang beli tanah. Dulu itu jual tanah. Apa yang mereka punya mereka jual lalu hidup mereka bersama-sama menolong; yang lebih menolong yang susah supaya mereka bisa makan bersama. Tidak ada kekurangan, dan sebagainya. Sambil suka memuji Allah.

Lalu tiap hari, ayat 46, mereka bertekun dengan sehati berkumpul tiap hari dalam Bait Allah. Suka gereja, suka kebaktian. Pada satu sore, pasal 3, ada orang lumpuh di depan serambi Salomo, pasal 3 itu, dan Yohanes dan Petrus ke sana lalu dia doakan orang itu: Angkat tempat tidurmu dan berjalan. Emas dan perak aku tidak punya tapi di dalam nama Yesus orang Nazaret, berjalanlah. Berjalanlah. Ketika berjalan saudara, lalu orang bertanya-tanya, kenapa hal ini bisa terjadi? Berkhotbahlah Petrus dari ayat 11 pasal 3 dan kita tadi baca apa yang dia khotbahkan mulai dari ayat ke-14.

Dia berkhotbah: Kamu telah menolak Yang Kudus dan Yang Benar. Kalau kita suka menolak yang kudus, kalau kita suka menolak kekudusan, maka yang kita tolak bukan sesuatu tetapi Seseorang. Dan ditulis di sana Yang Kudus itu dengan Y besar K besar, yaitu Tuhan Yesus. Kamu telah menolak Yang Kudus. Bagaimana tanda saya ini seorang kristen? Saudara harus menerima yang kudus, harus senang dengan yang suci. Kalau kita tidak mau hidup benar, tidak mau hidup suci, tidak mau hidup kudus, tidak senang dengan yang kudus, kita menolak Yesus. Kita orang kristen yang menolak Yesus.

Berikutnya, kamu telah menolak yang benar. Orang kristen harus selalu suka akan hal yang benar: Perkataannya benar, janjinya benar, pekerjaannya benar, tidak jual narkoba, semuanya benar. Kalau kita tidak mau benar, kita bukan menolak sesuatu tetapi menolak Seseorang karena Yesus disebut Yang Benar. Bahkan, kamu menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Heran, orang senang kepada pembunuh, yaitu Barabas.

Dalam surat Yohanes dikatakan, kalau kamu membenci saudaramu, kamu membunuh. Sama dengan membunuh, sama dengan seorang pembunuh. Dan heran, kita ini orang kristen senang membenci orang, senang marah sama orang, senang membenci, senang tidak senang sama orang lain. Kita suka sembahyang, kita suka berdoa tapi kok kita suka marah, bikin orang sakit hati, tidak suka sama orang. Nah, itu sama dengan pembunuh.

Maka, setelah 2.000 tahun Roh Kudus turun, coba, ada dampaknya nggak sama hidup kita, ada perubahan dalam hidup kita ini nggak? 
3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Itu rendah hati Petrus berkata. Dan karena kepercayaan dalam nama Yesus yang ditolak tadi. Kepercayaan kepada nama Yesus, maka Nama itu - nama Yesus itu - telah menguatkan orang yang kamu lihat - yang lumpuh tadi, dan kamu kenal dan kepercayaannya itu telah memberi kesembuhan kepada orang itu di depan kamu semua.

Petrus berkata, bukan kami. Jangan lihat kami seolah-olah kami hebat, tidak. Kepercayaan orang itu kepada Nama yang kamu tolak, Nama yang kamu bunuh dan Nama itu yang menyembuhkan orang itu. Coba kita kembali kepada Kisah Para Rasul

3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. 

Begitulah saudara apa yang terjadi. Tetapi dalam ayat yang ke-12, biasa orang suka senang kepada manusia:

3:12 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? 

Begitu rendah hati Petrus. saudara. Tidak seperti dulu sombong, sebelum penuh Roh Kudus, dia bilang Petrus: Aku tidak akan menyerahkan diriku, aku tidak akan menyangkal Yesus. Setelah dipenuhkan Roh Kudus, ia begitu rendah hati: Jangan kamu kira aku, aku tidak punya apa-apa, bukan aku yang menyembuhkan. Tetapi tadi kita baru baca "kepercayaan kepada Nama itu." Demikian juga kita kelompok yang sederhana pada pagi hari ini.

Tuhan selalu bekerja, Tuhan selalu menolong. Mujizat-Nya belum berhenti. Itu tergantung kepercayaan saudara kepada Nama Yesus. Percaya atau tidak, itu terserah kepada kita. Dan kalau saudara percaya Nama Yesus nama di atas segala nama itu, akan menyembuhkan, akan menolong, akan melepaskan, akan memberkati dan memberikan kemenangan kepada saudara.

3:17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. Ia tidak marah sama orang Israel yang membunuh Yesus, saya tahu kamu tidak tahu, kamu tidak kenal Yesus itu siapa, sampai kamu bunuh.
3:18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

Orang Israel kan paling bangga: Aku punya Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, kami ini bangsa pilihan, kami ini didukung di atas sayap burung Nazar, kami ini bangsa yang terpilih. Yang lain disebut kafir, hanya Israel yang benar, hanya Israel yang kudus, hanya Israel yang betul. Tetapi saudara sekarang dikasih tahu sama Petrus, kamu harus sadar dan bertobat. Bahasa lain dari sadar, eling.

Sekarang banyak orang kristen tidak eling, tidak sadar. Jadi kristennya cuma di dalam gereja saja, dua jam dia kristen, keluar gereja dia tidak eling lagi ... mabok. Kalau orang Israel eling, masa Yesus disalib? Tidak mungkin. Karena sudah tidak eling, pembunuh dipilih, Barabas dipilih. Karena tidak eling hidup ditolak, yang benar ditolak, yang kudus ditolak, yang najis dipakai diterima, yang kotor dikerjakan sebab lagi tidak eling.

Karena saya tidak bisa bikin orang eling. Hanya Roh Kudus bisa bikin orang eling. Saya cuma sampaikan firman Allah ini. Sama seperti Petrus, Petrus pun tidak bisa berbuat apa-apa, dia cuma bilang sadar. Nah, setelah sadar, begitu sadar kan kita berhenti berbuat dosa, bertobat. Bertobat itu berbalik dari dosa kepada kebenaran, itu ada berkatnya. Berkatnya itu banyak.

Yang pertama, dosamu dihapuskan. Jangan saudara kira oh, Yesus sudah mati bagi saya, saya percaya sama Yesus, saya mau dihapuskan, saya yakin saya punya dosa sudah dihapuskan tapi nggak bertobat, tapi nggak berubah, nggak sadar, apa dosa dihapuskan? Kalau orang ngaku kristen, tapi dia tidak berubah, dia tidak sadar, dia tidak eling, dia tetap berbuat dosa, apa Tuhan sia-sia mati di atas Golgota? Maka itu dosa dihapuskan setelah kita sadar dan bertobat. Pentakosta itu bukan berbahasa Roh tapi sadar dan bertobat. Satu, dosa dihapuskan.  

Ini berkat yang kedua, ayat 20a: Agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan.

Saudara mau diberikan kelegaan sama Tuhan? Di rumah tangga lega. Mencari nafkah, berniaga lega. Segala keperluan dicukupkan sama Tuhan. Lega. Pendidikan di sekolah sukses, berhasil, lega. Apa yang kita butuhkan, Tuhan sediakan. Lega hati kita.

Untuk supaya saudara tahu lega itu seperti apa, saya mau bersaksi tahun 2.000, waktu saya sendirian di kamar mau tidur siang, tiba-tiba saya seperti ada batu 100 kg itu menekan dada saya, ngapnya itu luar biasa, tarik nafas itu tidak ada. Saya seperti ikan di luar air, ngap-ngapan, bayangin nafas kok nggak ada. Hujan deras, saya sendirian, pengerja tidak ada, istri saya lagi ke Sukabumi. Saya angkat telepon, telepon siswa-siswi supaya semua dibangunkan. Kalau lagi istirahat berdoa buat saya, saya telepon istri saya suruh pulang, cepat pulang. Saat itu saya bilang, kalau Tuhan mau ambil saya, saya sudah siap, saya sudah minta ampun segala salah dosa, saya siap. 

Tapi kalau boleh Tuhan, saya mau ngawinkan dulu dua anak saya, dua-duanya belum kawin, saya minta Tuhan tolong. Seperti Tuhan kasih hikmat, di sebelah kanan saya itu ada bantal listrik, untuk panaskan badan untuk rheumatik, itu saya nggak jauh dari tangan saya, saya pegang masukkan ke listrik saya taruh di dada saya. Kalau panas mulai, mungkin peredaran darah menjadi baik, saya boleh lega lagi, saya bernafas, mulai bernafas lega, saya mulai menangis, saya berterima kasih sama Tuhan, doa siswa-siswi di dengar.

Istri saya datang, eh sorenya datang dari Australia anak, saya sudah anggap anak sendiri, dia datang dari Australia sengaja dari Australia sampai Jakarta langsung ke Cianjur nggak tahu saya sakit, mau lihat oom. Ada di tempat tidur, sakit apa? Begini begini, wah, musti langsung bawa. Bawa ke Jakarta. Ada dua penyempitan di dada saya. Saya tidak usah bayar satu sen pun - rumah sakit, dokter semua tidak mau dibayar. Itu baru di situ saya baru tahu arti kelegaan nggak bisa nafas.

Setelah dipasang, coba nafas bapak. Saya seperti anak muda lagi, enakan saudara. Saudara mau dapat kelegaan dari Tuhan? Itu adalah pahala dari Tuhan bagi saudara yang mau sadar dan bertobat, bukan cuma dosa diampuni, Tuhan kasih kelegaan. Biar saudara lihat baca dengar di televisi, susah orang antri, macet, antri minyak tanah, antri ini, antri BBM, semua di dunia semua, Amerika resesi. Memang menakutkan, betul. Tetapi kalau Tuhan janji Dia mau memberi kelegaan, Dia tidak akan bohong, pasti Dia memberi kelegaan. Dia memberikan kelegaan kepada saya, Dia pasti memberi kelegaan kepada saudara.

Berkat yang ke-3: Dan mengutus Yesus, yang dari semula diutuskan bagimu sebagai Kristus.

Kristus itu gelar Yesus yang diurapi atau nama dari Roh Kudus itu Kristus. Jadi Roh Kudus itu sudah dipaketkan sudah dari sananya memang untuk saudara, cuma saudara belum terima. Ada yang terima peket itu, belum mau dibuka. Di dalam Roh Kudus itu ada 9 buah roh, di dalam Roh Kudus itu 9 karunia roh, saudara belum mau buka. Ada yang buka paket itu tapi saudara belum mau pakai. Buat apa saudara dikasih minyak rambut, kalau tidak dipakai? Buat apa saudara dikasih minyak wangi kalau tidak dipakai? Buat apa saudara dikasih perhiasan kalau tidak dipasang? Pakai saudara Roh kudus itu.

Saudara banyak orang berkata, Waduh saya sudah tunggu lama Roh Kudus memakai saya. Terbalik. Roh Kudus tunggu lama kita memakai Dia. Pakai Roh Kudus itu. Bukan hanya dalam doa, dalam perdagangan, dalam segala, dikatakan itu paket dari Tuhan yang diperuntukkan bagimu.

Dan yang ke-4, yang terakhir, ayat 21: Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Yang keempat, pemulihan. Saudara tahu pemulihan? Kalau seorang sakit, dari orang sakit jadi baik nah, bahasa Sundanya mamayu. Mamayu makannya banyak benar. Keur mamayu, mau cageur ... mau sembuh, nah, itu pemulihan.

Dulu gemuk sekarang kurus tetapi sudah sembuh, kata dokter sudah sehat sudah sembuh, makan yang banyak, makan. Kalau makan banyak tidak mungkin dia gemuk satu hari, harus dipulihkan. Ada yang 1 bulan, ada yang 2 bulan dipulihkan. Demikian juga kalau bisnis kita hancur, kalau Tuhan mau pulihkan nggak mungkin pulihkan 1 hari, nggak mungkin. Dipulihkan itu pelan-pelan, sedikit demi sedikit, mulai ada kecukupan, mulai ada kecukupan, mulai cukup, mulai bertambah, mulai bertambah, sampai akhirnya lebih dari cukup, ada haleluyah? Itu pemulihan dari Tuhan, itu kegunaan Roh Kudus.

Siapa yang belum dipenuhkan dengan Roh Kudus jangan putus asa, minta kepada Tuhan. Tunggu. Saya baru baca satu peribahasa dalam bahasa Inggris kemarin dari televisi. Peribahasa itu berbunyi begini: Ada sesuatu yang luar biasa yang disediakan bagi mereka yang mau menunggu. Padahal itu peribahasa orang dunia yang bikin. Ada sesuatu yang luar biasa yang disediakan bagi orang yang mau menunggu. Maka Yesus bilang, tunggulah sepuluh hari di Yerusalem. Kenapa? Apa Yesus nggak bisa penuhkan satu hari? Bisa. Tapi Tuhan musti saring orang.

Yang sembahyang 500 orang tapi yang menungggu hanya 120 orang. Maka dipenuhkanlah yang 120 orang itu. Ada sesuatu yang luar biasa yang disediakan bagi orang yang mau menuggu. Saudara sembahyang, itu menunggu. Kita datang kebaktian, kita berharap kepada Tuhan ... itu menunggu. Mari kita berdiri.

-- o -- 

Minggu, 25 Mei 2008

EMPATI & SIMPATI

Pagi hari ini saya ingin berbicara mengenai bedanya empati dengan simpati.

Bedanya empati dengan simpati. Di dalam II Korintus

1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.
1:7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

Rasul Paulus berbicara kepada jemaat Korintus. Jemaat Korintus adalah jemaat yang paling panjang ditulisi surat oleh rasul Paulus - I Korintus dan II Korintus - sebab permasalahan di Gereja Korintus itu sangat kompleks. Di gereja Korintus ada perpecahan. Ada yang berkata golongan Kefas, ada yang berkata golongan Paulus, ada yang berkata golongan Apollos, ada yang berkata golongan Kristus.

Jadi dalam satu jemaat ada empat golongan di dalamnya, yang masing masing terpecah. Sama dengan zaman sekarang. Nggak partai terpecah, nggak gereja juga terpecah-pecah. Baru-baru ini saya di Manado saya punya langganan tukang cukur namanya Udin, dia ada di tempat tukang cukur Barrela. Saya suka dikorek telinga, untuk cabut kapas-kapas yang ada di telinga saya. Tidak ada Udin tapi ada kakaknya. Ternyata Barrela sudah tidak ada, sudah pecah jadi 2. Tukang cukur itu bilang sama saya: "Pak, sekarang bukan hanya partai yang pecah, tukang cukur juga pecah. 13 tukang cukur pecah jadi 2. 7 dengan 6 orang. Udin di seberang padahal saudara; saya di sini di seberang sini. Nanti saya sampaikan salamnya bapak sama Udin."

Sekarang ini musim perpecahan. Bayangin di gereja yang dia lahirkan sendiri, Paulus melihat ada perpecahan. Sangat menyakitkan kalau dalam suatu jemaat ada perpecahan. Ada orang yang tidak senang sama yang lain, ada orang yang tidak simpati sama yang lain.

Ini saya sedang berbicara bedanya empati dengan simpati.

Rasul Paulus menulis surat paling keras dan paling panjang tetapi datang lahir dari hati yang cinta kepada jemaat Korintus, supaya jemaat Korintus itu menjadi sesuatu yang baik, jemaat yang baik.

Kedua, di sana juga ada dosa berzinah. Bahkan Paulus berkata: "Dosa zinah di dalam jemaat ini nggak pernah ada di dalam orang dunia." Orang dunia tidak berbuat senajis ini tapi kamu berbuat satu perzinahan yang sangat najis.

Yang ketiga, saudaraku, persoalan di dalam sidang jemaat di Korintus ini mereka masih manusia duniawi. Mereka bukan manusia rohani. Kemajuan satu jemaat kalau jemaat itu lebih banyak manusia rohaninya dari pada manusia jasmani. Manusia yang lebih senang hal yang rohani, lebih senang firman Tuhan dari pada senang hal duniawi. Lebih banyak dalam jemaat, nah jemaat itu maju. Jemaat itu lebih senang lagu rohani dari pada lagu duniawi. Jemaat itu lebih senang perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi. Jemaat yang lebih banyak mencari Kerajaan Allah dari pada mencari kesenangan duniawi. Kalau di jemaat yang orang-orang manusia rohaninya lebih banyak, itu jemaat maju. Tapi kalau di balik jemaat itu lebih senang duniawi maka saudara lambat atau cepat jemaat itu akan ambruk.

Maka Paulus menuliskan surat dalam I Korintus sangat keras tetapi dalam II Korintus, ia mulai menghibur. Itulah ayat yang kita baca tadi. Kita mulai baca dari ayatnya yang ke-3,

1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan.

Pagi hari ini kita mempunyai Allah yang penuh belas kasihan. Saya mendengar banyak jemaat sedang mengalami kesusahan. Pindah rumah sakit bukan karena hal yang besar tetapi pindah rumah sakit karena biaya yang tak kita duga.

Tuhan yang kita sembah dua-duanya Dia miliki: Dia sanggup bersimpati, Dia sanggup berempati.

Nanti kita akan pecah dua. Simpati adalah kita bersimpati kepada kesusahan orang lain walaupun kita tidak mengalami, walaupun kita belum mengalami kesusahan yang orang itu sedang alami. Itu sifat dan Allah yang kita sembah melalui Yesus Kristus, Ia adalah Allah yang berbelas kasihan. Dia mempunyai simpati. Kita lihat dulu Ibrani 

4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Ada kata turut merasakan, dalam bahasa Yunani dipakai kata "sumpateo." Dari kata "sumpateo" ini datang kata simpati.

Yesus yang kita sembah, Dia bersimpati kepada saudara, percaya apa nggak?  Yesus yang kita sembah, Dia bersimpati kepada saudara, jauh sebelum saudara berbicara sama saya, kesulitan yang saudara sedang hadapi. Jauh sebelum saudara lipat lutut berdoa kepada Tuhan meminta pertolongan, Ia maha tahu dan Dia bersimpati kepada segala kesulitan kita.

Dari ayat ini saja kita tahu bahwa kita, satupun tidak perlu ada yang kita kuatirkan, kita sukarkan. Karena kita mempunyai orang yang bersimpati bukan manusia tetapi Allah Pencipta langit dan bumi, Tuhan sumber segala sesuatu. Di dalam II Korintus, Dia disebut sumber penghiburan adalah bersimpati kepada kita. Dia berbelas kasihan, Dia mempunyai belas kasihan kepada kita.

Salah satu kata kunci di dalam injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes adalah Dia jatuh belas kasihan melihat orang-orang yang bercerai-berai, tidak tahu mau pergi ke mana seperti domba tidak ada gembala. Hati Yesus jatuh dalam belas kasihan. Dan saya merasa bahagia, saya bisa beriman kepada Yesus yang penuh dengan belas kasihan; Dia bersimpati.

Kalau kita kembali kepada II Korintus 1:3, Dia juga disebut sumber segala penghiburan.     

1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

Yang kedua, saya ingin berbicara mengenai empati. Empati adalah kita turut merasakan apa yang orang itu rasakan karena kita sudah mengalaminya. Kalau simpati kita belum mengalaminya tapi kita sayang, kita berbelas kasihan. Empati, kita turut merasakan, kita ikut turut merasakan, turut berduka karena kita sudah lewat hal tersebut.

Sebagai contoh. Dulu di Cibeber ada satu keluarga. Dia punya anak banyak, ada Hendra, ada Hince, ada ... saya lupa. Salah satunya adalah gadis umur 17 tahun. Dia lincah, harapan. Dari seluruh saudara-saudaranya, ini anak paling lincah. Satu kali dia ikut piknik dengan SMA sebab habis sekolah. Di daerah Cibadak mengalami kecelakaan, bis jatuh. Tidak ada yang mati kecuali gadis ini. Dan gadis ini dibawa ke rumahnya.

Papah mamanya tidak mau lihat wajah sebelum saya datang ke Cibeber. Waktu saya datang, dibuka, mukanya biru, tetapi dia kehilangan oksigen karena tertutup mukanya dengan tempat duduk sehingga dia meninggal. Hanya dia, semua tidak. Sang ayah menangis dan saya sebagai pendeta waktu itu bilang begini: "Jangan takut, jangan susah, Oom", saya pegang, dia lebih pendek dari saya: "Jangan susah Oom, anak ini sudah senang di tangan Tuhan, anak ini sudah selamat." "Jangan susah, Tante". Tantenya nangis, hancur hatinya. "Jangan susah, jangan takut, dia sudah senang."

Waktu saya khotbah, saya bilang: "Ayub itu kehilangan 10 anak tapi dia tetap menyembah kepada Tuhan. Kita cuma kehilangan satu anak, masih ada anak yang lain". Saya seperti khotbah buang garam di laut, nggak ada dampak.

Waktu dikubur, namanya Marta. Saya khotbah tentang anak. Sampai satu hari, saya punya anak umur 15 bulan meninggal, baru saya bisa rasakan orang kehilangan anak itu seperti apa. 3 bulan saya tidak mau khotbah, 3 bulan hampir tiap hari saya ke kuburan, 3 bulan saya seperti hilang ingatan. Saya pernah mau khotbah di gereja, dasi sudah pakai, masih pake sandal, lupa untuk tukar dengan sepatu.

Sampai tahun 1974, saya sudah bisa, langsung saya dibawa ke Sulawesi Utara menginjil 3 minggu. Pagi sore khotbah, tapi luka tetap luka. Tiba-tiba saya terima surat. Pendeta John Pangalila, anaknya umur 4 tahun. Dia tidur siang. Tempat tidurnya pendek, sudah meninggal di situ. Selidik-selidik, ada bekas gigitan ular; dokter bilang, ini ular patuk dia.

Itu pendeta John Pangalila bilang: "Hari ini saya berhenti jadi pendeta." Dia kecewa sama Tuhan. Saya tulis surat, saya menulis surat dengan air mata. Saya tidak tahu dia mau berhenti, saya tulis surat dengan air mata berlinang-linang. Dan ceritakan pengalaman saya kehilangan anak, saya kirim. Dia balas. Dia cerita, sebetulnya saya mau berhenti jadi pendeta tapi suratmulah yang membuat saya urung meninggalkan. Sampai sekarang saya tetap mau jadi hamba Tuhan.

Baru-baru ini dia kehilangan anak yang kedua, jatuh dari tempat penampungan air, istrinya sedang mengandung. Dia jatuh meninggal. Tapi dia sudah dapat kekuatan. Waktu saya tulis surat itu, saya berempati kepada dia. Sebab yang saya tulis mutlak dihatinya, perasaan saya cocok dengan hatinya. Saya sudah mengalami.

Itu sebabnya Paulus berkata: Aku menghibur kamu sama seperti Tuhan sudah menghibur saya. Aku menghibur kamu bukan dari teori tetapi aku menghibur kamu dari pengalaman karena Tuhan yang menghibur saya, sekarang saya menghibur kamu. Itu empati.

Sekarang manusia perlu empati, tidak cukup simpati. Apakah kita sudah mengalami pengiburan Tuhan, saudara dihibur. Saya lebih senang pakai bahasa Inggris. Paulus menghibur, bahasa Inggris "comfort", bukan supaya saudara merasa tenang "comfortable" tapi saudara menjadi penghibur "comforter". He comforts us not because you become comfortable but you become comforter. Dia menghibur kita bukan supaya kita merasa lega tapi supaya kita menjadi penghibur.

Nah, kalau begitu waktu kita sedang mengalami persoalan, waktu kita sedang mengalami percobaan Tuhan izinkan supaya kita nanti mengalami pertolongan dari pada Tuhan. Ketika kita ditolong oleh Tuhan, kita akan sanggup nanti menghibur orang lain, menguatkan orang lain dengan penghiburan kekuatan yang kita terima dari Tuhan.

Sekarang saya ingin menceritakan kepada saudara satu cerita seperti apa itu empati.

Di Amerika satu keluarga. Dia pasang iklan di depan rumahnya: "Dijual anak anjing yang lucu!".

Berhentilah satu anak: "Bapak katanya mau jual anak anjing?" "Ya". Dikasih lihatlah anak anjing itu masih seperti bola masih lucu, berguling-guling, dia senang sekali. Ditawar 5.000 rupiah, itu 50 sen. Masa anjing bagus begini, tidak dijual kalau 50 sen.

Tapi papa saya juga bisa beli ini tapi harganya berapa? Dia kasih tahu, harganya tinggi sekali. Tapi dia lucu. Waktu dia lihat anjing ini, tiba-tiba dari dalam kamar lain ada anjing lebih kecil dan jalannya pincang karena satu kakinya cacat. Nah, ini ada anjing cacat. Dia lihat anjing itu dia pegang, dia peluk: Yang ini berapa? Itu murah sekali, anjing cacat pincang.

Saya ambil ini saja, saya ambil yang pincang saja. Saya mau ambil anjing yang pincang, yang jelek ini. Yang punya anjing kan kaget, ini anjing yang bagus kamu nggak mau, kok kamu pilih anjing yang pincang, yang saya sembunyikan. Saya mau kasih tahu sama papa saya supaya beli anjing yang pincang ini. Kenapa kamu beli anjing yang pincang? Anak itu angkat celananya, dia kasih lihat kakinya dari besi. Dia sendiri pincang. Tidak punya kaki dari lutut ke bawah, diganti besi. Jadi saya sendiri cacat jadi biar saya ambil yang pincang.

Alkitab katakan, Yesus yang tidak ada dosa dijadikan dosa supaya kita yang berdosa dijadikan kebenaran Allah. Kalau saya pakai istilah anjing ini, Dia yang tidak pincang dijadikan pincang supaya kita yang pincang boleh berjalan dengan baik dalam Kerajaan Sorga.

Elia berkata kepada orang Israel: "Kenapa kamu tetap berjalan timpang di hadapan Allah?" Artinya apa? Namanya umat Israel tapi kelakuannya seperti orang dunia ... itu timpang di hadapan Tuhan. Kembali kepada Tuhan saudara. Itu empati karena dia sendiri mengalami maka dia punya feeling yang kuat untuk seseorang untuk satu binatang yang timpang dia lebih kasihan, karena dia tahu dia sendiri timpang. Itu empati.

Nah, pada pagi hari ini kita mau masuk dalam perjamuan kudus. Jangan saudara bilang, ah ini kebiasaan. Perjamuan kudus setiap akhir bulan kita perjamuan kudus, oh tidak. Kalau kebiasaan, Yesus tidak akan bilang: Perbuatlah ini. Dia suruh kerjakan menjadi peringatan akan Aku, peringatan akan kematian sampai Aku datang kembali.

Ingatlah! Dia yang tidak ada salah dijadikan salah, Dia yang tidak ada dosa dijadikan dosa supaya kita yang berdosa dijadikan kebenaran di dalam Kristus Yesus. Rahasia ini besar, saya pun tidak mengerti, tetapi saya mau ambil putusan, saya mau mempercayai-Nya. Dia Yesus yang tidak ada dosa dijadikan dosa supaya kita yang berdosa dijadikan kebenaran di dalam Tuhan.

Kembali lagi kepada II Korintus

1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.

Saudara tidak akan mengalami penghiburan sebelum saudara mengalami kesulitan, kesusahan. Kalau kesusahan saudara kecil, penghiburannya kecil. Kalau kesusahan saudara berat, penghiburan dari Tuhan juga berlimpah-limpah.  

1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

Ayat ini buat saya ayat yang paling luar biasa dalam kehidupan Kristen. Ayat yang ke-1:6 Jika kami menderita, - Paulus dan teman-temannya menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu. - Dia menjadikan penghiburan karena dalam penderitaannya dia mendoakan supaya orang Korintus itu jadi baik, orang Korintus itu yang asalnya banyak salah menjadi banyak pertolongan dari Tuhan. Tetapi, jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, ...

Supaya kita dihibur, supaya orang Kristen dihibur. Untuk apa sih penghiburan? Untuk mau naik rumah baru, selalu bikin pesta. Oh, hati saya terhibur sebab gembala saya datang waktu saya mau naik rumah baru. Tidak. Dikatakan supaya kamu terhibur, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

Dari mana kesabaran? Kesabaran dari mana? Waktu kita sabar menderita, setelah kita mengalami penghiburan, ah, saya mendapat penghiburan sebab penderitaan ini hanya sementara, kesulitan ini hanya sementara ... nanti akan lewat. Soal dunia hanya sementara.

Coba kita renungkan. Waktu kita baru jadi kristen, minta apa dikasih, kayanya baru berlutut amin, sudah dapat jawaban dari Tuhan. Luar biasa. Sebab kita masih anak kecil. Tetapi ketika kita sudah menjadi dewasa, kadang-kadang Tuhan bilang sabar, tunggu. Bahkan kalau kita sudah sangat dewasa, Dia bilang: Tidak.

Paulus minta 3 kali durinya supaya dicabut, Dia bilang: Tidak. Yesus minta 3 kali, kalau bisa cawan ini disingkirkan, Aku tidak mau disalib, Aku tidak mau. Bapa di sorga tidak jawab. Karena sudah sangat dewasa.

Coba kita lihat di mana posisi kita. Apakah posisi kita orang yang perlu penghiburan, apakah posisi kita menjadi penghibur orang lain yang di dalam kesusahan, apakah posisi kita sudah mengalami penghiburan ini? Sehingga kita mengalami persoalan sehari-hari, kita tahan dengan sabar. Sabar dan setia. Sabar, tahan. Nggak lama kok persoalan ini lewat. Kita sedang ada di perahu yang goyang, sabar. Nggak selamanya ombak itu goncang. Satu kali ombak itu tenang, kita bisa berlayar dengan baik. Kalau naik pesawat goncang, pilot bilang ikat tali keledar, ikat, supaya kita tidak terlempar sebab cuaca tidak baik. Tapi sabar! Tidak lama, sebentar lagi tenang lagi penerbangan.

Demikian juga kita. Mari kita belajar sabar di dalam penderitaan sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

1:7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

Ternyata jemaat Korintus juga bisa berempati kepada Paulus karena mengambil bagian, turut mengambil bagian. Ini beban terlalu berat, saya ikut gotong ... itu mengambil bagian. Belum bisa terangkat baik, coba saudara yang lain ikut gotong ... itu mengambil bagian. Dari beban rasul Paulus yang sedang di dalam penjara, dia mengangkat beban. Kamu mengambil turut bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga akan mendapat  bagian penghiburan kami.

Saudara, penghiburan kita ada, sama dan sebangun dengan kesusahan kita. Ketika kita susah sepuluh persen, penghiburan dari Tuhan sepuluh persen. Susah 90%, penghiburan dari Tuhan 90%. Kita susah 50%, penghiburan Tuhan 50%. Kita setia sampai ke akhir, kita akan dapat mahkota kehidupan.

Pagi hari ini bapak ibu, apa yang sedang bapak ibu alami dalam rumah tangga, dalam keluarga, dari segi kesehatan, dari segi persoalan, ini satu hal yang saya ingin bicara: Manusia di Indonesia sekarang ini kita di jurang keributan. Kalau sampai tidak ribut kini ... terima kasih Tuhan tolong kita bangsa Indonesia.

Sampai tadi malam orang unjuk rasa terus. Mereka protes sebab polisi pukul mahasiswa. Kalau mahasiswa sudah jadi penggila, tidak ada yang tidak bisa, mereka berani menghadapi peluru, mereka berani menurunkan Presiden. Tapi tadi malam saya baca sesuatu yang mengerikan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Kalau ini dibiarkan maka ada tragedi Mei yang kedua.

Aduh, saya bilang kenapa semuanya terjadi selalu bulan Mei. Cianjur dulu jadi lautan api jadi kota mati, 19 Mei 1963. Kenapa kerusuhan di Jakarta bulan Mei? Kenapa kalau kita mengalami bulan Mei selalu ada kerusuhan? Apakah karena bulan Mei ini adalah kelahiran negara Israel? Saya tidak tahu.

Tetapi saudara, buat saudara dan buat saya, saya ingin beritahu, tidak ada yang patut kita kuatirkan karena Dia bersimpati kepada kita, Dia terempati kepada kita. Barang-barang mahal, bensin naik, semua sulit, segala macam. Orang menyanyi semua ngomongin susah, susah, susah. Nggak ada berita yang baik. Di dalam Kristus Yesus, kalau saudara sabar menderita, saudara akan dapat penghiburan dari pada Tuhan.            

-- o -- 

Minggu, 01 Juni 2008

KELUAR DARI KESUSAHAN

Saudara saudara yang kekasih, selamat pagi, selamat kita berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita pada pagi hari ini kita dapatkan dari kitab Ulangan

6:21 maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.
6:22 TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita;
6:23 tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.
6:24 TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.
6:25 Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."

Ini adalah kata-kata dari nabi Musa yang mengulang cerita bagaimana orang Israel dahulu keluar dari tanah penjajahan dari Mesir. Renungan kita pada pagi hari ini ada tertulis dalam ayat dua puluh tiga, dalam sepotong ayat yang pertama ia berkata, tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dibawanya masuk, kita dibawanya keluar dari Mesir dengan maksud supaya kita dibawanya masuk. Sekali lagi, orang Israel dapat perintah dapat peringatan, kamu atau kita semua dibawa keluar untuk maksud dibawanya kita masuk. Orang Israel dibawa keluar dari Mesir dari tempat penjajahan, untuk dibawa masuk ke tanah perjanjian, dibawa keluar dari kesulitan untuk dibawa masuk kepada kemenangan, dibawa keluar dari kesesakan untuk dibawa masuk ke dalam kelegaan.

Nah saya berpikir kenapa sih orang Israel umat Tuhan harus mengalami kesulitan dulu? Entah saya entah saudara, sepertinya Tuhan izinkan mengalami kesulitan, mengalami persoalan, mengalami problem, mengalami seribu satu macam hal-hal yang tidak mengenakan hati kita, kita mengalami perkara-perkara yang berat. Sampai pernah orang Israel itu ngomong sama Musa waktu baru keluar: Kita mau makan apa di sini? Apa yang kita mau makan? Kami mengingat di Mesir ada bawang merah, makanan di Mesir jauh lebih enak. Apakah engkau membawa kami keluar dari Mesir untuk supaya kami mati kelaparan di padang belantara?

Orang Israel mulai bernostalgia ingin bawang merah, ingin makanan yang enak di Mesir. Di padang pasir ini kita mau makan apa? Mau makan apa di padang pasir ... tiga juta orang Israel. Nah, Musa lari sama Tuhan dan dia bilang: Tuhan, apa yang saya harus ngomong sama orang Israel? Tuhan bilang: Setiap pagi ia harus buka tikar, buka kain, Aku akan kirim manna dari surga, manna dari langit turun. Dan mereka makan manna.

Manna artinya apa sih itu. Jadi ketika pada jatuh, itu putih bulat, manis seperti ketumbar tapi manis rasanya ... seperti madu. Orang Israel itu nggak tahum, dia ngomong: Manna? Artinya, apa sih ini, apa ini? Dia tidak tahu itu manna ... roti dari surga.

Nah, selama empat puluh tahun mereka di padang belantara, justru mereka hidup dengan manna itu, dengan makan manna. Jadi ketika mereka bertanya: Hari ini saya mau makan apa? Hari ini kita mau makan apa Musa? Musa tinggal tunjuk ke atas dan tiap pagi manna turun. Bosan makan manna tiap hari. Pagi manna, besok pagi manna, lusa pagi manna. Terus manna. Ada variasi dong makan daging. Tuhan kirim burung puyuh. Burung puyuh terbang rendah cuma lima puluh centi, satu meter. Orang bisa tangkap. Tapi saking gilanya, saking rakusnya orang Israel, mereka makan mentah-mentah itu burung, tidak dibakar dulu, tidak dipotong dulu. Mereka makan mentah sampai dagingnya masih tertinggal di giginya. Nah, itulah Tuhan marah.

Mari kita perhatikan di dalam ayatnya yang ke dua puluh empat bagian akhir:


6:24  ...  supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. 

Coba kita renungkan hari ini kan kita hidup, amin? Dia tak pernah tinggalkan kita, Dia tak pernah melupakan kita. Stop dari pada kita ngomong, mau makan apa kita? Tuhan bosan ini. Firman Tuhan lagi, Firman Tuhan lagi. Sebab manna itu bayangan dari Firman Tuhan. Orang-orang yang seperti kita ini kita nggak ngerti Firman Tuhan ini apa sih Firman Allah, apa sih Alkitab, apa ini sabda Tuhan? Tetapi empat puluh tahun orang kita beredar-edar di dunia. Sebetulnya kita hidup itu empat puluh tahun dipotong masa kecil, dipotong masa tua, kita hidup itu empat puluh tahun. Masa kecil sepuluh tahun lah, masa tua sepuluh tahun. Maka peribahasa bilang, orang hidup itu mulai dari umur empat puluh, katanya.

Dan di dalam Matius pasalnya yang keempat, Yesus berkata, manusia hidup tidak hanya dari roti, dari nasi, dari ketan, dari gandum. Tapi dari setiap Firman yang keluar dari mulutnya Tuhan. Jangan anggap remeh Firman Tuhan. Firman Tuhanlah yang menjadikan saudara ada seperti sekarang ini. Kita dipelihara, kita dijaga, kita diberikan kekuatan.

Saudara, biar kita jaga makanan, biar kita pakai dokter pribadi. Pak Harto kurang apa? Dia disuntik dengan suntikan supaya jantungnya kuat ... makanya matinya susah. Dia disuntik dengan suntikan yang luar biasa, anti tua. Dokter pribadi 24 jam, bukan satu ... 8 dokter. Kita jaga makanan, kita nggak makan daging, ayo. Namanya saja manusia, pasti ada kurangnya.  

Tahukah saudara bahwa kita ini seperti mobil. Begitu kita beli mobil baru tidak ada kesulitan kan. Begitu lima ribu kilometer, ganti oli. Nggak lama lagi aduh businya mati, ganti busi. Ban gundul, ganti. Wiper bunyi, ganti. Mesin sudah pincang nih, harus diganti. Catnya sudah lecet penyok, ketok.

Pada akhirnya satu kali kelak, ada onderdil yang tidak dibikin lagi. Ada seorang ahli mobil dia bisa bikin tiruan, hidup lagi mobil tapi stirnya musti hati-hati, ah itu kita sudah umur di atas enam puluh. Masih hidup tapi musti hati-hati. Jalan musti pakai tongkat. Hati-hati. Karena kita mobilnya sudah tua.

Tuhan membawa kita keluar dari Mesir, dengan maksud untuk membawa kita masuk ke dalam tanah perjanjian. Sekarang saya bertanya, saudara ada di Mesir, atau ada di tanah perjanjian?

Ini Mesir ... kurang. Tidak cukup. Selalu kurang. Dijajah, menderita, tidak cukup.

Masuk di padang gurun. Cukup. Ada manna. Tapi nggak boleh lebih. Lebih ... busuk. Musti makan secukupnya.

Atau tanah perjanjian ... berkelimpahan air susu dan madu. Engkau akan makan dengan tidak usah berhemat. Itu firman Allah bilang. 

Ini menjadi bayangan 3 tingkatan rohani orang Kristen. Ada orang percaya sama Yesus tetapi ngomongnya selalu kurang ... nggak cukup, kurang. Ada orang Kristen yang cukup. Tiap pagi ada. Cukup. Tapi dia tidak percaya bahwa di dalam Tuhan itu ada hidup kelimpahan, dia nggak percaya itu. Di sinilah orang ngomel: Mau makan apa? Orang cukup tapi ngomong, ngomel. Bosan Firman Tuhan terus tiap minggu, Alkitab lagi, Firman Tuhan ... bosan. Di sinilah mereka makan daging, di sini mereka dibantai oleh Tuhan karena rakusnya. Mereka lupa bahwa Tuhan itu punya yang terbaik, Aku membawa kamu keluar dari Mesir yang kekurangan ini bukan untuk ke sini tapi untuk masuk ke dalam tanah perjanjian yang berkelimpahan air susu dan madu. Ini yang harus kita percaya.

Nah, dari orang Kristen yang begitu banyak dalam satu gereja, hanya beberapa orang yang menikmati ini, bahwa di dalam Tuhan itu ada kelimpahan, bahwa di dalam Tuhan itu ada satu pemeliharaan yang saudara tidak pernah bisa pikir dengan pikiran kita. Saya mau bicara dengan tiga hal. Pertama, jangan lupa ya. Coba kalau saudara sudah berumur lima puluh tahun, coba lihat ke belakang sejak saudara berusia kecil sampai kita berusia lima puluh tahun. Saya cuma ngomong begini: Bagaimana Tuhan memelihara saudara sampai lima puluh tahun, bagaimana caranya Dia memelihara kita?

Yang kedua, perhatikan sekeliling kita. Sekeliling kita orang berteriak susah, sulit, harus demo, ngamuk. Di mana hanya dua ribu orang yang kaya di Indonesia yang menguasai, ngangkangi duitnya rakyat Indonesia. Saya lihat di Jakarta, uih ini bangunan mewah begini, sampai oom Brodland bilang, nggak ada di Amerika bangunan begini mewah. Siapa punya? Dia sebut perusahaan rokok. Itu hotel, perusahaan rokok itu lagi yang punya. Itu ... dia punya, perusahaan rokok itu lagi.

Jadi Jakarta perusahaan rokok yang bangun itu. Mereka kaya dari kemiskinan orang Indonesia. Orang yang paling banyak merokok itu orang miskin, orang susah di desa-desa. Nah, merekalah yang nyumbang sampai pabrik rokok itu jadi konglomerat. Dan dengan uang rakyat yang miskin itulah mereka bikin gedung yang besar. Di tengah-tengah hal seperti ini, ada gap antara orang miskin dan orang kaya. Kita hidup dipelihara oleh Tuhan sampai hari ini. Renungkan itu.

Yang ketiga, kita harus tahu bahwa ada hari depan. Yeremia

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Jadi saudara dan saya orang yang beruntung. Masa lalu Dia sudah pelihara, masa sekarang Dia jaga, masa yang akan datang Dia jamin. Maka itu Firman Tuhan katakan, Aku membawa kamu keluar dari Mesir dari dijajah untuk masuk kepada tanah perjanjian.

6:23 tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.

Tuhan, Allah kita, dalam bahasa Ibrani Yahweh, Elohim kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan Tuhan Allah kita supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup seperti sekarang ini. Banyak orang bikin seminar Rahasia Hidup, 7 Langkah Untuk Sukses. Di Jakarta banyak sekarang. Harus bayar empat ratus lima puluh ribu, satu juta setengah. Seminar. Dikasih kopi. Hanya untuk dengar manusia ngomong.

Saudara, Firman Tuhan, jalan untuk hidup, takut akan Tuhan, setia kepada-Nya, baik keadaan kita. Melakukan segala ketetapan itu. Cuma melakukan. Tuhan bilang rajin kita rajin, cuma itu saja. Tuhan bilang maju, kita maju. Tuhan bilang sabar, kita sabar. Tuhan bilang mengalah, kita mengalah. Tuhan bilang tenang, kita tenang. Tuhan bilang berhenti, kita berhenti. Makanya waktu orang Israel jalan itu, Tuhan pimpin pakai tiang awan. Sebab perjalanan mereka ke timur. Dari Mesir ke Israel itu ke timur. 

Nah, kalau pagi matahari dari sana panas, dikasih tiang awan. Jadi mereka jalan dalam keteguhan. Kalau malam berubah padang pasir jadi dingin, Tuhan ganti pakai tiang api. Selain menjadi obor penerang jalan tapi menghangatkan juga. Mereka tidur dihangatkan oleh api. Tapi kalau mereka malam ini api jalan, mereka musti jalan. Tuhan juga tahu kalau mereka musti tidur, dia berhenti. Waktu berhenti, mereka tidur. Kita tak pernah bayangkan itu tapi Tuhan pimpin dengan tiang api setiap hari setiap malam.

Jadi orang Israel tidak pernah dalam gelap, mereka dalam terang. Di padang pasir yang dingin dapat kehangatan, di padang pasir yang panas dapat keteduhan. Inilah bayangan kita. Dunia yang susah kita dapat perlindungan, dunia yang panas kita dapat keteduhan, dunia yang dingin kita dapat kehangatan dari Tuhan. Ini bedanya umat Tuhan dengan orang Israel. Asal kita takut akan Tuhan, nurut, melakukan perintah-perintah-Nya, apa Dia bilang? Dia akan membiarkan kita hidup seperti sekarang ini.

6:25 Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."

Dalam bahasa Inggris, ... itu akan menjadi kebenaran kita. Tuhan akan anggap kita akan menjadi seperti tidak pernah berdosa, benar bagi kita, kalau kita dengan hati-hati menyelidiki dan melakukan segala perintah-perintah di hadapan Tuhan. Bukan di depan pendeta, bukan di dalam gereja saja. Di depan Tuhan. Jadi di mana saja kita ada, kita jaga Firman Allah.

Maka Daud menyanyi  Maka perkataanmu telah .. Ku taruh dalam hatiku .. Supaya jangan .. Supaya jangan .. Aku berdosa pada-Mu. Toh, Daud masih berdosa. Toh, Daud masih jatuh. Padahal dia sudah jaga baik-baik perintah Tuhan. Apalagi orang yang tidak mau melakukan, tidak mau memperhatikan perintah Tuhan. Bisa berantakan. Engkau akan dinilai tidak pernah berdosa kalau engkau menyelidiki dan menurut segala perintah yang dengan setia atau dengan baik di hadapan Tuhan Allah kita seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita.

Saya bisa dinilai orang sukses, saya bisa dinilai orang hebat, tapi bagaimana penilaian Tuhan? Kita bisa dibilang oleh orang, suami yang baik; kita bisa dinilai orang, istri yang bijak. Kita bisa dinilai orang lain, wah dia mah sudah sukses. Kita bisa dinilai oleh orang lain, wah dia orang pintar.

Nah, saya mau tanya: Bagaimana penilaian Tuhan dengan kita, bagaimana apakah kita righteousness di hadapan Tuhan? Apakah kita melakukan firman Allah dengan diselidiki, dengan setia di hadapan Tuhan Allah kita seperti yang di perintahkan-Nya kepada kita?

Perhatikan itu kalimat terakhir: ... dan kita akan menjadi benar. Dulu kita tidak benar tapi kata akan itu adalah proses. Ada jemaat yang saya nikahkan di Jakarta, hamil. Berapa bulan lagi, saya tanya? Lima bulan, oom. Dia akan punya anak tapi belum.

Tuhan, kenapa ada kejadian percobaan seperti ini? Ingat, supaya Dia membawa kita keluar dari kesusahan untuk membawa masuk ke dalam kemenangan. Saudara dibawa keluar dari kegagalan untuk dibawa masuk ke dalam keberhasilan. Saudara dibawa keluar dari ketakutan, dibawa masuk ke dalam ketenangan, keberanian dari Tuhan. Setialah di dalam Tuhan supaya kita sampai masuk Sorga.  

-- o -- 

Minggu, 22 Juni 2008

BERSANDAR PADA TUHAN

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dengan Firman Allah pada pagi hari ini, kita bisa dapatkan dari

Mazmur

37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Dalam salinan bahasa Inggris, bunyinya lain sedikit saja. Dia bilang, ikatkanlah jalanmu kepada Tuhan, percayalah juga kepadanya dan Ia akan mengabulkan doamu.

Pertama kita dimohon menyerahkan hidup kita. Dalam bahasa Inggris, commit your way, ikatkanlah. Seperti satu perjanjian jual beli, kita mengikat perjanjian jual beli, barang datang baru di bayar, bayaran pertama 30%, ini hanya contoh. Lalu kalau barang sudah datang semua, kita bayar lunas. Itu kalau saudara menggenapi perjanjian itu, saudara artinya commit dengan janji itu, saudara terikat dengan janji itu.

Kalau saudara memakai credit card, lalu pembayaran yang paling sedikit sekian, tetapi setelah batas waktu pembayaran saudara lupa tidak bayar, saudara terkena bunga, saudara terkena denda. Tapi kalau saudara commit, kalau saudara menepati sebelum tanggal jatuh tempo, saudara sudah bayar minimalnya saja, artinya saudara sudah commit kepada perjanjian saudara dengan kartu kredit itu.

Nah, dalam Fiman Allah pagi ini, dikatakan, commit your way, ikatlah perjanjian untuk jalan-jalan kita kepada Tuhan. Jadi jangan kita commit kepada manusia tapi kita commit kepada Tuhan. Commit kepada Tuhan artinya jangan sampai melewati limit yang Tuhan sudah izinkan kepada kita, kita tidak melakukan, tetapi kita harus menyerahkan hidup kita atau jalan kita kepada Tuhan.

Ada ayat di dalam Amsal berbunyi begini: Ada banyak jalan yang kelihatannya seperti menuju kepada hidup tetapi pada akhirnya menuju kepada maut.

Nah, kelihatan kepada kita manusia, jalan ini benar, tetapi ujung-ujungnya kepada kematian. Ada jalan yang kita anggap ini kita punya kebijaksanaan, kita anggap kita pintar, kita anggap kita betul, kita anggap kita ini baik. Sama dengan satu ayat di dalam Matius, dikatakan jangan kamu berdoa  mengulang-ulang doamu. Karena kita menyangka kalau kita mengulang-ulang doa, doa kita akan didengar oleh Tuhan. Padahal itu dikatakan oleh Tuhan, doa dari orang-orang yang tidak kenal Tuhan, harus mengulang-ulang doa; mereka berdoa dengan doa yang panjang-panjang. Monoton. Itu lagi-itu lagi yang didoakan. Janganlah mengira orang itu akan mendapat upahnya.

Jadi banyak hal yang kita anggap betul tetapi ujungnya kita tidak mengalami sesuatu dari Tuhan. Ada yang kita anggap benar, kebijaksanaan kita ini benar, tetapi ujungnya ternyata keliru, salah. Ada yang kita anggap orang ini betul tetapi ujungnya tidak benar. Demikian juga saya kalau melihat murid-murid saya sekolah Alkitab, saya lihat orang ini pasti berhasil ternyata tidak. Tapi ada yang saya anggap wah orang ini agak sulit dia berhasil, tetapi dia bertahan, ternyata dia berhasil. Ada yang saya lihat wah ini murid lahap-lehep begini, mana bisa berhasil - dalam hati saya -, tapi akhirnya dia berhasil.

Kenapa perbedaannya seperti itu? Maka orang ini menyerahkan jalan-jalannya kepada Tuhan. Dia tidak pernah menggangap dirinya pandai, dia selalu menyerahkan jalannya, dia selalu commit jalannya itu dengan Tuhan. Sebagai contoh. Raja Daud pernah berperang dan dia seorang ahli strategi ahli peperangan. Dan strategi raja Daud ini sampai sekarang dipakai oleh Israel dalam melawan orang-orang Arab yang 500 juta mengelilingi negara kecil yang hanya 3 juta penduduknya, yang ingin menghancurkan Israel. Tetapi dari tahun 1948 tanah selalu tambah besar, tambah besar, tambah besar. Pernah dikurung Mesir, Syria, dan Yordania, tetapi 3 negara itu dikalahkan.

Sekarang mempersiapkan diri untuk perang melawan Iran, sudah latihan perang ini, sudah keadaan yang sangat gawat. Tetapi raja Daud, dia menghadapi satu tentara datang berhadapan muka dengan muka, dia bisa langsung bilang serang tetapi dia commit jalannya kepada Tuhan. Dia tanya sama Tuhan: Tuhan, boleh nggak saya serang ini musuh? Tuhan bilang, boleh ... diserang sama dia. Besoknya musuh itu datang dengan cara yang sama, di tempat yang sama, dalam keadaan yang sama. Nah, Daud bisa saja bilang, kemarin saya menang perang, dengan teknik begini saya akan serang juga, pasti menang lagi seperti kemarin. Tapi dia tidak berbuat itu, dia commit jalannya kepada Tuhan.

Dia berkata sama Tuhan: Tuhan, ini ada musuh di depan saya, boleh diserang apa tidak? Heran jawaban Tuhan itu berbeda. Jawaban Tuhan, jangan di serang. Tetapi kamu memutar dari belakang atau serangan mendadak, putar dan serang dari belakang. Dia ikuti, tentara itu lalai, dia menang perang. Dalam keadaan yang sama, posisi yang sama, situasi yang sama, jawaban Tuhan belum tentu sama. Itu sebabnya kita harus menyerahkan jalan kita kepada Tuhan.

Mari kita lihat dulu sebelum kita teruskan, bagaimana jalan manusia pada umumnya. Dalam Roma

3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.
3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal;
3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

5-6 ayat yang terakhir akibat dari ayat 11 bagian b: Tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Tidak ada yang mau mencari Tuhan dalam commit jalannya, mereka memakai jalannya sendiri, mereka memakai jalannya sendiri. Di dalam Kisah Para Rasul

8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. 

Perhatikan Filipus disuruh oleh Tuhan, dia commit jalannya kepada Tuhan, disuruh pergi ke jalan yang sunyi. Sedangkan manusia senang jalan yang ramai tetapi Tuhan suruh Filipus pergi ke jalan yang sunyi.

8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.
8:28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.
8:29 Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"
8:30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"
8:31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.
8:32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.
8:33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.
Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan orang itu duduk di keretanya dan membaca kitab Yesaya. Lalu kata roh kudus kepada Pilipus, pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu.
8:34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
8:35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. 

Yang menarik sida-sida ini, kitab Yesaya itu ada 66 pasal, tapi yang menarik sida-sida ini pasal 53, kok ada orang yang nggak salah diseret diam saja mengikuti seperti domba bisu mau dibawa ke pembantaian dia tidak melawan, seperti dia tidak membuka mulutnya, dia dibawa ke pembantaian seperti anak domba yang kelu yang dibawa untuk digunting bulunya.

Jadi dalam pemikiran sida-sida ini, yang menarik sida-sida ini, kok ada Orang nggak berontak, Dia dibawa ke jalan pembantaian, Dia dibawa ke jalan kehinaan? Sebab ayat 33 berkata, dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya. Nyawa-Nya diambil dari bumi. Kok, Orang ini memilih jalan kehinaan, kok Orang ini mengizinkan nyawa-Nya diambil? Dan dia bertanya: Ini Yesaya bicara tentang siapa? Tentang dirinya atau tentang orang lain? Maka Filipus menceritakan tentang injil Yesus. Cerita selanjutnya saudara tahu, sida-sida minta dibaptis, tiba-tiba Filipus diangkat oleh Roh Kudus dan menghilang. Kalau saudara baca ayat 40, tetapi ternyata Filipus ada di Asdot. 

8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. 

Sebetulnya saya sedang menunggu ayat ini digenapi ulang pada zaman sekarang. Tidak ada lagi Filipus. Seorang yang mengikuti jalan-Nya Tuhan, seorang yang menurut jalannya Tuhan. Filipus, dia mengikuti jalannya Yesus, sebab jalan Yesus itu begitu. Ya Bapa, bukan kehendak-Ku yang jadi tetapi kehendak-Mu yang jadi. Bukan jalanku yang terjadi tapi jalan-Mu. Yesaya pernah berkata, jalan Tuhan sangat berbeda dengan jalan kita; seperti langit dan bumi, demikianlah bedanya jalan Tuhan dengan jalan kita.

Ada banyak jalan yang kelihatannya baik tetapi akhirnya menuju kepada maut. Yesus menarik jiwa-jiwa percaya kepada-Nya karena Dia mengikuti jalan Tuhan. Waktu saya masih kecil saya masih ingat di gereja itu ada sangkoor, papa saya suka pimpin sangkoor, kalimat itu saya tidak bisa lupa sampai sekarang: Kuturut jalan salib heran ..

Aku menurut jalan salib yang heran. Jalannya orang kristen harus mengikuti jalan salib. Kalau saudara ikut jalan salib, Roh Tuhan akan meraibkan kita. Apa yang terjadi? Tiba-tiba Filipus ada di Asdot, kurang lebih 30 kilometer dari tempat dia membaptis sida-sida. Kaya Superman saja, dia terbang, dia tidak tahu, tahu-tahu ada di Asdot. Sekejap mata. Allah yang kita sembah itu sanggup melakukan begitu asal kita commit jalan kita kepada Tuhan. Mari kembali kepada Mazmur

37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Ada satu kata yang hilang, kata 'juga': Dan percayalah juga kepada-Nya. Kata percaya di situ tidak dipakai kata believe. Dalam bahasa Inggris dipakai kata trust ... pasrah, bersandar. Bagi saudara yang duduk, nggak cape kan? Sebab saudara bersandar. Coba kursi kita tidak ada sandaran. Cape kita bukan? Trust artinya kita bersandar. Segala berat badan kita, kita sandarkan kepada kursi itu. Yang menopang berat badan kita kursi ini. Lebih besar kursi, lebih enak saudara duduk.

Oleh anugerah Tuhan, saya pernah duduk di ekonomi class pesawat terbang, saya pernah duduk di business class, saya pernah duduk di first class. Saya duduk di business class sampai di Amerika Eva Air bilang, bapak pulang pakai first class. Kenapa? Di upgrade. Beda saudara, lebih besar kursi, first class itu lebih besar.

Apakah saudara mau taruh Tuhan itu saudara anggap ekonomi class, apa saudara anggap Tuhan itu business class atau saudara anggap Tuhan itu first class? Itu tergantung saudara. Ada orang duduk ikut Tuhan, sandar sama Tuhan tapi kok serba salah, serba kuatir, serba takut ... dia anggap Tuhan itu ekonomi class. Ada yang agak mending, dia bisa lebih percaya kepada Tuhan, dia lebih bersandar segala sesuatu bukan hanya jalannya di commit kepada Tuhan, dia juga percaya, dia juga sandar kepada Tuhan.

Sandar pada Tuhan. Tetapi orang yang percayanya besar, trustnya besar, dia anggap Yesus Kristus itu first class, dia sandar dengan seenaknya, dia yakin dia bisa istirahat, dia bisa tidur. Kalau first class itu kursinya bisa sampai jadi tempat tidur, kita bisa tidur, ... Tuhan itu seperti itu. Nah, tinggal saudara, trustnya saudara sama Tuhan ekonomi, bisnis, atau first class? Kita ada di dalam pesawat keselamatan cuma trust kita ini berbeda, ada yang trustnya ekonomi class ... berdesak-desakkan, sempit-sempitan. Makan sih makan tapi ini susah, itu susah, itu begini susah, itu kuatir, ini takut.

Bukannya commit jalan kita kepada Tuhan, tapi percaya juga di dalam Tuhan.  Saudara mau sandar kepada Tuhan?

Yang terakhir, yang ke-3, dan Ia akan bertindak. Kalau kita baca bertindak itu kaya Dia itu balas dendam. Tetapi dalam bahasa Inggris, dan Dia akan membuat itu terjadi.

Jadi nampaknya ayat ini bersusun 3: Kita commit jalan kita kepada Tuhan, sama juga kita mohon, sama juga kita berdoa kepada Tuhan, kita commit jalan kita sama Tuhan. Tuhan, saya serahkan jalan saya. Tuhan, saya serahkan hidup saya, commit jalan saya kepada Tuhan.

Tapi kata ayat ini, jangan kita commit saja. Trust also, percaya juga kepada-Nya. Nah, kalau kita juga percaya kepada-Nya, yang ke-3, Ia akan membuat apa yang kita commit, apa yang kita minta, apa yang kita mohon itu, terjadi.

Saudara akan mengalami apa yang saudara commit kepada Tuhan, apa yang saudara serahkan kepada Tuhan. He shall bring it to us, it itu sesuatu barang, bukan yang bernyawa. Saudara mohon apa saja akan terjadi. Saya cuma yakin satu hal, kalau sorga saja Tuhan kasih, masa Tuhan nggak kasih rumah? Kalau sorga saja Tuhan kasih, masa Tuhan nggak kasih kendaraan nggak kasih berkat? Sekarang anak-anak pada lulus ujian, pada naik kelas, orang tua juga ikut naik kelas, orang tua juga ikut mikir bagaimana uang pangkal, bagaimana ini. Ingat ayat ini, commit jalan kita kepada Tuhan dan percaya juga. Sandara sama Tuhan pasti segala kebutuhanku akan digenapi oleh Tuhan.

Kalau saudara yakin dengan sesungguh-sungguhnya kepada Tuhan, tidak ada hal yang terlalu berat bagi Tuhan. Dia akan bertindak. And He shall bring it to us. Yohanes 14:14. Sangat sederhana ayat ini. Tetapi karena sederhananya kita seringkali tidak pernah melakukan. Kita tidak pernah percaya tidak pernah mengerjakan ayat ini.

14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Tetapi dalam salinan bahasa Inggris tidak disebut meminta, disebut bertanya. Jika kamu bertanya sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. Nah, bertanya kepada Tuhan bagaimana? Berdoa. Saya lebih yakin berdoa lima menit tapi dengan iman dari pada berdoa 3 jam ke sana kemari nggak ada iman, nggak ada juntrungannya. Berdoa lima menit kata-kata sedikit tapi ada hati ada iman. Lebih baik hati dengan kata-kata sedikit, dari pada kata-kata banyak tanpa hati, tanpa iman.

Bahasa Inggris, if you ask. Dalam bahasa aslinya, kalau engkau bertanya kepada-Ku dalam nama-Ku. Di sini ada catatan dalam Alkitab. Dalam aslinya, barang siapa kamu meminta/bertanya kepada-Ku dalam nama-Ku. Jadi kalau sembahyang, sembahyang apa saja, sembahyang perjalanan, sembahyang makan, sembahyang tidur, apa saja doa saudara, jangan lupa alaskanlah doa itu Dalam Nama Yesus. Sebab Dia suruh. Begitu saudara mengalaskan doa saudara dalam nama Yesus, ada satu kepastian Dia akan menjawab. Jawaban Tuhan bisa langsung, bisa hari itu, bisa besok, bisa 1 minggu, bisa 1 bulan, tapi pasti Dia jawab, asal kita surrender, kita commit jalan kita kepada Tuhan, kita sandar kepada Tuhan karena Dia yang akan membuat hal itu terjadi.

Saya tutup dengan satu kesaksian. Hari jumat yang lalu malam saya diundang ke Ciloto untuk mendoakan satu jemaat di Jakarta yang menyelesaikan satu bungalow. Dia pindah tanah, dia biasa pindah ya, dan dia bilang waktu beli tanah itu sudah diduluin oleh Christine Hakim. Tapi asal dia lewat tempat itu, dia bilang: Duh Tuhan, kalau boleh tanah ini buat saya. 3 tahun kalau dia lewat jalan ini, kalau bisa tanah ini buat saya. Sekarang 3 tahun dia coba tanya-tanya lagi, ini tanah sudah dibeli sama Christine Hakim belum? Pendek cerita, dia beli juga. Sebelum saya tahbiskan, dia bersaksi, saya bangun villa ini bukan untuk saya. Siapa saja yang mau pake, oom Yoyo mau pake boleh, siapa saja boleh. Kaum muda mau pake boleh, siapa saja boleh, silahkan pakai. Ini semua untuk Tuhan. Dan bangunannya besar luar biasa, halamannya besar luar biasa.

Dulu tahun 85-86, isterinya itu tukang gunting rambut. Saya kenal mereka dari dulu, setia mereka dalam membawa persepuluhan. Waktu Sekolah Tinggi Teologi dibangun dia menyumbang 100 ribu US Singapura. Tuhan bisa berkati dia begitu besar tapi dia harus sabar 3 tahun, dia sudah commit kepada Tuhan, dia bersandar kepada Tuhan, dan akhirnya Tuhan membuat hal itu terjadi. Saudara juga sama anak emas. Kalau saudara commit kepada Tuhan, tetap sandar kepada Tuhan pasti Tuhan mengabulkan doa saudara. Mari kita berdiri. 

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________