Khotbah Minggu Pagi Mei - Juni 2007

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 27 Mei 2007

BERKAT UMUM DAN BERKAT KHUSUS

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita punya tiga hari besar: Hari Natal, Paskah dan hari Pantekosta. Kita mau pakai ketiga hari raya itu menjadi hari raya gereja. Biarin gereja lain nggak mau rayakan, kita mau rayakan. Hari ini adalah, kebetulan hari minggu, jadi orang tidak perhatikan. Padahal kalau terjadinya hari senin, kalau di Belanda, di luar negeri, hari senin hari pantekosta kedua, yaitu hari besarnya gereja dari aliran-aliran pantekosta.

Kalau di Amerika, mereka berpakaian bagus, berwarna-warni karena ini hari yang kelima puluh dari kematian Yesus, yaitu hari ketuangan Roh Kudus. Sangat disayangkan, bertahun-tahun kita miss, gereja ini kita miss, kita tidak kenal hari raya kita sendiri. Orang protestan tidak akan merayakan ini. Orang katolik hanya rayakan secara liturgi. Tetapi kita gereja pantekosta harus merayakan, mengingat ketuangan Roh Kudus hampir dua ribu tahun yang lalu. Dan hari ini jam sembilan pagi, itu digenapi bahwa Roh Kudus turun di atas loteng Yerusalem. Seratus dua puluh murid dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Tetapi pada sore nanti saya akan buka cerita bagaimana Tuhan membuka luas-luas pintu anugerah-Nya, dan membuka luas-luas kesempatan yang belum pernah diberikan kepada gereja di zaman mana. Kita buka Mazmur

24:1 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
24:2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela
24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
24:8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!"
24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
24:10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

Sebagai anak Tuhan, kita mempunyai dua macam berkat, yaitu berkat yang umum dan berkat yang khusus. Kesalahan kita, banyak kali kita salah. Mungkin dari seratus yang salah sembilan puluh sembilan. Kita datang di kebaktian untuk berkat umum. Kita miss berkat yang khusus dari Tuhan. Karena memang untuk dapat berkat khusus ini banyak sekali syaratnya, berat sekali syaratnya. Dan kita genah, tenang dengan berkat umum. Tapi Tuhan bukan hanya mau memberi kepada kita berkat umum, Dia ingin memberi kita berkat khusus.

Ayat 1 dan ayat 2 adalah ungkapan dari berkat umum. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Dia bicara umum. Tuhan yang mempunyai bumi. Siapa yang tinggal di bumi? Manusia. Tidak dibagi-bagi kristen, budha, islam. Tidak. Manusia, semua manusia. Tuhan mau memberkati semua manusia. Tuhan yang empunya bumi. Dia yang menciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku dan berbahasa-bahasa. Dia yang ciptakan. Umum.

Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

Baik laut, ikan di laut maupun di sungai, itu adalah berkat umum. Saudara boleh dapat, copet boleh dapat, orang miskin boleh dapat, orang kaya boleh dapat, laki-laki boleh dapat, perempuan boleh dapat, orang pandai boleh dapat, orang bodoh boleh dapat. Semua berkat-berkat ini adalah berkat umum. Berkat umum inilah yang kita salah. Kita datang ke gereja untuk cari berkat umum. Tuhan berkati toko saya. Tuhan berkati warung saya.

Tadi malam setelah bedston ada satu ibu: Oom, minta bantu doa untuk warung saya. Saya baru buka warung supaya Tuhan mau berkati. Pasti, saya bilang, saya akan doakan. Tetapi saya merasa sedih karena permohonan anak Tuhan hanya kepada berkat umum, hanya kepada berkat materi. Oom, tolong supaya toko saya ... saya baru buka, supaya pabrik saya ... saya baru buka, supaya bengkel saya ... saya baru buka, diberikan berkat, diberikan kekuatan, diberikan langganan banyak yang luar biasa. Berkat umum.

Dan berkat umum ini cuman di dalam hidup ini. Waktu kita mati, kita nggak pakai berkat umum. Waktu kita mati, kita nggak pakai mobil kecuali yang ngantar ke kuburan. Waktu kita mati, kita tidak tahu harganya berlian. Biarpun saudara pakai berlian di sini 10 karat, waktu mati nggak dipasangin. Yang dipasangin yang palsu. Walaupun kita pakai sepatu yang mahal, waktu kita mati dibeliin sepatu tenis. Bahkan jantung seringkali orang nyumbang, jantungnya dikasihkan, matanya dikasihkan, disumbangkan kepada orang yang memerlukan. Tidak dipakai di sorga. Salahnya kita itu, kita ke gereja hanya cari berkat umum.

Saya perkenalkan sekarang: Berkat Khusus!

Di dalam ayat ke 3, Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?

Kata siapakah artinya nggak semua. Kalau Tuhan berdiri di mimbar ini, Dia tanya: Siapa yang mau naik ke gunung Tuhan? Ada yang mau, ada yang nggak. Sama dengan kalau pendeta tanya: Siapa yang mau dipenuhkan dengan Roh Kudus? Ada yang rindu, ada yang nggak. Dianggap apa itu Roh Kudus? Dia tidak ada kerinduan. Siapakah? Artinya nggak semua. Siapakah yang boleh naik? Tidak semua.

Yang kedua, siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Tidak semua. Siapa yang boleh naik? Berat naik itu. Saya ingin berkat yang umum saja - lautan, daratan, hujan, semua yang biasa-biasa saja, makanan sehari-hari dalam sehari-hari. Miss, kita salah. Siapa yang boleh naik? Sudah naik, siapa berlayak berdiri di depan, di tempat suci-Nya, di depan Tuhan? Boro-boro kita bisa berdiri, mungkin tersungkur di hadapan tempat kudus. Lalu Tuhan memberikan empat syarat. Keempat syarat ini berlaku bagi semua, nggak pendeta, nggak jemaat.

Biar dia pendeta, nggak melakukan empat syarat ini cuma bisa tiga, nggak boleh naik, nggak boleh berdiri. Biar dia jemaat - ini empat syarat - saudara bisa tiga, yang keempat nggak, nggak bisa naik. Saudara bisa tiga, ininya nggak bisa, nggak bisa naik. Harus empat-empatnya. Sama kalau saudara mau ngisi formulir, mau bikin paspor. Diisi semua kotak. Isi dengan baik, isi dengan benar. Saudara nggak jawab satu, dikembaliin lagi. Harus diisi, musti penuh. Saudara sudah isi, tanggal lahir saudara nggak isi, tulis kembali tanggal lahir. Tanggal lahir saudara isi, nama ayah saudara tidak isi, dikembalikan lagi. Harus isi. Demikian juga Tuhan, musti empat.

Yang pertama, orang yang bersih tangannya dan murni hatinya.

Tangan bicara pelayanan, hati bicara sumber. Bersih tangan, murni hati, tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan yang tidak bersumpah palsu. Satu, orang yang bersih tangannya. Baru beberapa hari yang lalu ada hari cuci tangan. Sebab banyak penyakit datang melalui tangan. Sebelum makan kita harus cuci tangan, setelah makan kita harus cuci tangan. Diusulkan supaya kuku itu bersih selalu. Tangan harus bersih.

Uang yang kita pakai itu harus bersih. Kalau ada hutang harus kita bayar. Jangan pinjam uang, kita nggak mau bayar. Nama kita busuk. Tangan harus bersih. Tangan, pelayanan harus benar. Jangan melayani untuk diri sendiri supaya nama saya hebat. Jangan kita melayani supaya dapat nama. Tangan ini harus bersih. Tangan harus menolong orang lemah. Tangan harus menolong orang yang kurang imannya. Sebab orang ke gereja nggak semua imannya kuat. Yang lemah, tangan harus menolong. Jangan cularlur wae, di gereja sama-sama, keluar gereja sudah. Tangan harus bersih.

Waktu saya mau keluar negeri, saya tukar uang. Saya tukar uang di money changer. Mereka sudah tahu saya pendeta. Saya tukar uang, kasih saja. Dia hitung. Sudah, dapat saya uang. Saya pulang. Bebarapa waktu lamanya saya mau cukur. Tukang cukur itu persis di sebelah yang tukar uang itu. Pemiliknya, satu perempuan: Bapa, pak, sini pak. Uang bapa kelebihan. Kelebihan? Saya kira kelebihan lima puluh ribu. Kelebihan lima ratus ribu. Oh, ya? Saya bukan kaget karena jumlahnya besar. Kaget, kok masih ada orang jujur. Kalau dia diam saja, sudah. Tidak salah. Saya sudah terima, sudah tanda tangan. Waktu saya hitung, saya salah. Dia kembalikan. Ini salah satu contoh tangan yang bersih.

Tangan kita harus bersih. Sebelum Roh Kudus turun, tangan harus bersih. Nggak boleh nunjuk salah orang. Tangan musti bersih. Ada yang masih suka kritik pendeta, ada. Jemaat kaya begitu itu ada. Tapi pertama tangan ini harus bersih. Tangan yang tertelungkup lebih bagus dari tangan yang terbuka. Kalau ini telungkup, tangan memberi. Kalau ini terbuka, tangan yang minta. Terlebih berkat memberi dari pada menerima, kata firman Allah. Tangan harus bersih.

Bagaimana pelayanan saudara? Apa saudara di gereja jemaat yang begini saja? Mau bekerja, biarin ada pendeta sama gembala kecil. Mari, kalau mau dapat berkat khusus, tangan kita harus bersih. Tangan kita harus pakai bagi pekerjaan Tuhan.

Yang kedua, dikatakan murni hatinya. Bahasa Inggris, pure heart. Segala sesuatu yang murni itu bagus.

Coba bayangkan kalau yang murni itu hati. Nolong, nolong murni. Memberi, memberi dengan murni hati. Menyanyi, menyanyi dengan hati yang murni. Bermain musik, bermain musik dengan hati yang murni. Sekarang sudah susah cari orang yang murni hatinya. Susah cari orang yang tulus hatinya. Nolong, nolong benar. Berbakti, berbakti benar. Hatinya itu murni.

Tapi ini yang dicari oleh Tuhan, orang yang hatinya murni. Tuhan tidak cari orang yang punya duit. Tuhan tidak cari orang yang suka nyumbang. No, no, no. Tuhan mau lihat yang murni. Dia suka nyumbang, tapi hati datang dari hati yang murni. Saudara mau jadi orang yang punya hati yang murni? Betapa indahnya kalau kita punya hati yang murni. Kata Yesus, Natanael, waktu kamu duduk di bawah pohon ara. Aku sudah lihat kamu. Inilah orang Israel yang tidak ada tipu daya dalam hatinya. Murni hatinya. Tuhan cari orang yang murni hatinya.

Yang ketiga, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan. Yang tidak menyerahkan dirinya bukan kepada penipuan - di dalam bahasa Inggris, yang tidak menyembah berhala. Yang saya heran, saya kira orang Cianjur sudah modern. Kalau sudah modern sudah tidak ada yang nyembah patung lagi. Ternyata di Tiongkok, negara komunis, masih banyak yang nyembah tepekong. Waktu saya ke Tiongkok ada orang yang mati, iring-iringan orang mati, kita rada macet. Masih pakai tradisi zaman dulu. Dibawakan rumah-rumahan, dibawakan mobil-mobilan.

Saudara yang datang hari minggu di mana ada orang Malaysia datang, dia dulu begitu juga. Tetapi setelah bertobat, dia mulai bersaksi kepada orang-orang itu. Ini berhala. Ini mobil buat apa? Oh, nanti supaya dia bisa naik mobil kalau di alam baka. Kalau begitu you musti beli bensin, bakar sekalian bensinnya. Ah, kamu gila, masa bensin dibakar, bisa kebakaran semua. Loh, kalau bensin nggak dikirim, mobilnya mau maju bagaimana? Karena mobil perlu bensin. Terbuka mata. Banyak orang masih tertutup.

Ratusan juta dia nyewa di Cianjur hanya untuk gotong tepekong. Ratusan juta hanya untuk tepekong masuk di rumahnya dan pergi lagi. Saya sedih. Orang berani nyumbang kepada berhala. Kalau gereja memerlukan uang, susahnya luar biasa. Kalau kita lagi mau bangun sesuatu, nyumbang nggak, ngomelnya iya. Ada orang nyumbang, dia tidak ngomel. Ada orang nyumbang sambil ngomel. Yang banyak, ada orang ngomel nyumbangnya nggak. Yang tidak mempersembahkan dirinya kepada berhala.

Yang keempat, dan yang tidak bersumpah palsu.

Sumpah itu di depan Tuhan itu begini: Aku mencintai engkau sampai maut, kematian yang memisahkan kami berdua. Biar suaminya jahat seperti apa, biar suami kurang ajar seperti apa, dia bikin sakit hati seperti apa. Walaupun istri nyeleweng segala rupa. Hanya kematian yang memisahkan kami berdua. Saya nggak mau cerai. Itu sumpah. Tapi kalau saudara nggak tahan, tiap hari disakiti, tiap hari dipukuli. Kalau saudara mau memisahkan diri dari pasangan saudara, Alkitab mengijinkan. Tetapi, saudara tidak bisa kawin lagi sebelum pasangan saudara itu mati.

Bukan itu saja. Tuhan, saya berjanji, kalau Tuhan menolong anak saya sampai anak saya yang tidak ada harapan ini sembuh, saya akan dibaptis. Sudah sembuh anaknya, saudara tidak dibaptis. Itu di depan Tuhan sumpah palsu. Nggak bisa naik di gunung Tuhan. Nggak bisa menikmati berkat khusus. Kenapa? Baca ayat berikutnya, Itulah angkatan - atau generasi - orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub."

Saya baca dalam bahasa Inggris, lain. Inilah Yakub, yaitu generasi yang mencari Dia, yang mencari wajah-Mu. Ayat 5,

24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

Ini berkat-berkat khusus. Yang ayat ke-1, ke-2 berkat umum. Sekarang ada berkat khusus. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Keselamatan sudah dapat, sekarang Aku akan kasih berkat. Berkatnya berkat khusus, yaiu berkat rohani. Bukan uang, bukan emas, itu berkat umum. Bukan nama baik, itu mah berkat umum. Berkat khusus yang saya katakan, berkat rohani. Kita dipenuhkan dengan Roh Kudus, nikmatnya penuh Roh Kudus. Kita selain penuh dengan Roh Kudus juga dihibur oleh Roh Kudus. Kita dikasih, dibimbing, dipimpin oleh Roh Kudus.

Sekarang orang kristen ada Roh Kudus. Saudara semua punya Roh Kudus di dalam. Tapi saudara perlu penuh dengan Roh Kudus. Saudara harus penuh dengan Roh Kudus. Menghibur, menolong, membimbing, Dia Guru, Dia Sahabat, Dia Kekasih jiwa kita, Dia Teman yang baik. Teman saya yang paling baik sekarang Roh Kudus. Nggak ada yang sebaik Dia. Kadang-kadang saya cuman rasanya sendirian. Tapi kadang-kadang Roh Kudus itu datang dan Dia ngomong, di dalam madah saya itu Dia ngomong ... kenapa kamu susah-susah, kan ada Aku. Roh Kudus bicara. Ya, memang ada istri, ya memang ada anak, tapi mereka kan tidak bisa menghibur sesuatu.

Jadi setiap manusia itu punya, umpamanya, sepuluh kamar di hatinya. Dari sepuluh kamar itu ada satu kamar yang nggak bisa diisi oleh hal yang lainnya. Nggak bisa diisi oleh kesenangan dunia, oleh uang, nggak bisa. Dia hanya bisa diisi oleh Roh Kudus. Maka kalau kita punya hati itu sembilan kamar sudah penuh, yang satu masih kosong, kita rasa kurang karena ini berkat rohani. Berkat rohani itu diberikan ketika kita melancarkan empat hal tadi. Dialah yang akan mendapat berkat. Kita mendapat berkat rohani.

Saudara menikah, saudara kawin, saudara ulang tahun, itu berkat umum. Orang dunia juga bisa. Tapi berkat rohani orang dunia nggak bisa ngerti. Hanya saudara-saudara yang boleh menikmati berkat yang khusus, berkat khas dari Tuhan. Nah, salah satunya hari ini adalah kepenuhan Roh Kudus. Ayat 7 sampai ayat 10 sama. Dibaca ayat 7 dan 8 sama dengan ayat 9 dan 10.

24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

Sudah berabad-abad, itu kata Firman, itu pintu gerbang tertutup terus. Siapa ini orang kristen, ini orang pantekosta, dia kebaktian, kebaktian tapi pintu gerbang untuk Raja Kemuliaan, Raja Rohani masuk membuka, Dia mau duduk, bersinggasana di dalam hatinya tertutup terus? Dia kebaktian untuk berkat jasmani. Dia kebaktian untuk anak supaya ditolong Tuhan. Dia kebaktian, anaknya mau masuk sekolah, mau naik kelas perlu uang. Dia kebaktian untuk berkat jasmani. Tapi pintu gerbang untuk Raja Kemuliaan masuk, berfungsi, tertutup terus. Nggak dibuka-buka. Ini yang menyedihkan hati saya.

Jemaat tutup hatinya sama Roh Kudus, nggak mau dibuka. Maka Roh Kudus itu menjerit, buka pintu gerbang yang berabad-abad. Sampai Dia nyindir, berabad-abad tertutup, sudah karatan, kenapa nggak dibuka? Aku ada di luar, Raja Kemuliaan mau masuk.

Siapa itu Raja Kemuliaan? Dialah Tuhan jaya dan perkasa, Tuhan perkasa dalam peperangan. Siapa yang menyertai kita dalam peperangan? Roh Kudus sebab Dia Mikhael. Dia yang menyertai kita dalam peperangan, menghadapi hari-hari, tantangan setiap hari, banyak peperangan.

Ayub 7:1 berkata: Hidup manusia seperti orang perang di dalam hidup sehari-hari. Apa emas bisa tolong kalau kita dalam peperangan? Tidak bisa tolong. Hanya Roh Kudus yang bisa menolong saudara. Siapa yang mau bela saudara? Hanya Roh Kudus!

Kita berdiri bersama-sama.  

-- o --   

Minggu, 10 Juni 2007

HAL KESIA-SIAAN

Selamat pagi, selamat bertemu, berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita buka kitab Pengkhotbah  

1:1 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.
1:2 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.
1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?
1:4 Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.
1:5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.
1:6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.
1:7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.
1:8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
1:9 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
1:10 Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.
1:11 Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
1:12 Aku, Pengkhotbah, adalah raja atas Israel di Yerusalem.
1:13 Aku membulatkan hatiku untuk memeriksa dan menyelidiki dengan hikmat segala yang terjadi di bawah langit. Itu pekerjaan yang menyusahkan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan diri.
1:14 Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
1:15 Yang bongkok tak dapat diluruskan, dan yang tidak ada tak dapat dihitung.
1:16 Aku berkata dalam hati: "Lihatlah, aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih dari pada semua orang yang memerintah atas Yerusalem sebelum aku, dan hatiku telah memperoleh banyak hikmat dan pengetahuan."
1:17 Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal inipun adalah usaha menjaring angin,
1:18 karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan.

Empat kali di dalam pasal 1 Pengkhotbah, dikatakan hidup di dunia adalah sia-sia, menjemukan dan seolah-olah kita menjaring angin. Kalau yang ngomong ini orang miskin, yang putus asa, yang tidak punya pekerjaan, yang susah cari uang, lalu dia tulis ini, kita bisa mengerti. Tetapi yang menulis ini adalah raja paling kaya di dunia, raja yang belum pernah ada duanya dan raja itu bernama Salomo. Dia memperhatikan kehidupan dengan hikmatnya. Dia perhatikan keadaan alam dengan hikmat dari Tuhan.

Maka dia katakan, hidup di dunia ini adalah kesia-siaan. Seolah-olah semua seperti menjaring angin. Di dalam ayat ke 2 saja, tiga kali dia bilang sia-sia. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan, segala sesuatu adalah sia-sia. Dalam ayat ke-2 saja, tiga kali dikatakan sia-sia. Baru pembukaan saja ayat ini, dia buka dengan kata sia-sia. Di dalam bahasa Inggris dipakai kata vanity artinya sesuatu yang tambah lama tambah hilang. Itu vanity. Sama seperti asap, kita lihat pertama asap. Perhatikan terus itu asap, lama-lama tipis, lama-lama tipis, lama-lama hilang. Itu yang dimaksud dengan kesia-siaan, vanity.

Jadi, raja yang berhikmat ini, raja yang luar biasa ini, dia sudah menangkap sesuatu dari hidup di dunia ini. Saya berhenti dulu di sini, saya mau kembali kepada kejadian sebelumnya, pada waktu Salomo masih muda. Dalam Salomo masih muda, dia didatangi Tuhan. Dan Tuhan bertanya sama dia: Salomo, minta apa saja kepada-Ku, Aku akan beri. Di dalam kitab Raja-raja, di situ Salomo berkata: Tuhan, berilah aku akal budi.

Tetapi di dalam kitab Tawarikh ditulis: Tuhan, berilah aku hati yang mendengar. Hati yang bisa menangkap arti, makna dari suara Tuhan. Tuhan bilang: Karena kamu minta hikmat, kamu tidak minta kekayaan, Aku akan kasih kekayaan juga. Karena kamu minta hati yang mendengar - Bahasa Ibraninya madah, sesuatu yang terbuka kepada Tuhan - Aku juga nanti akan memberikan kekayaan. Jadi kekayaan, Salomo tidak minta. Tuhan bikin dia jadi raja paling kaya di dunia. Belum ada saingannya sampai sekarang. Luar biasa. Paling kaya di dunia.

Sebelum engkau, tidak ada raja seperti engkau dan sesudah engkau, tidak akan ada raja lagi seperti engkau. Kaya dan berhikmat. Ahasyweros bisa kaya tapi tidak sehikmat seperti Salomo.

Setelah dia usia mau meninggal, mau mati, dia tulis Amsal dan Pengkhotbah. Pengkhotbah ini dia tulis, dia tangkap apa yang dia tangkap dengan madah tadi. Dia bilang hidup di dunia ini kesia-siaan, vanity. Coba saya ngomong sama kaum muda, khotbah ini sama kaum muda, mereka tidak akan ngerti apa itu sia-sia. Dua puluh lima tahun ke bawah, saya khotbah mengenai kesia-siaan, mereka tidak bisa ngerti. Hidup ini senang. Hidup ini mempunyai jangkauan cita-cita. Hidup ini kita harus nikmati.

Coba saya bicara kepada orang yang di atas lima puluh tahun. Mereka akan mengerti. Ob, betul, hidup ini sia-sia. Ini yang ngomong raja yang paling kaya. Untuk naik ke singgasana dia, ada dua belas singa. Dan dua belas singa itu, semua dibikin dari emas murni, bukan emas dalamnya kosong. Nggak. Emas satu gelundungan, emas murni, diukir dari emas. Dua belas singa. Baru dari singgasana. Seperti apa kekayaan Salomo.

Sampai Ratu Syeba bilang: Tidak setengahnya yang aku lihat dan yang aku dengar. Tidak setengahnya. Luar biasa kekayaan Salomo. Tetapi saudara-saudara, ini yang saya pikir kehebatan Salomo, dia bisa menilai hidup ini sia-sia. Wai bagi kita, kalau kita anggap kekayaan itu segala-galanya? Wai bagi kita, kalau kita anggap pangkat dan kedudukan adalah segala-galanya, Wai bagi kita, kalau kita anggap segala hal di dunia ini yang kita miliki ... emas, perak, berlian, permata, itu segala-galanya. Tidak! Alkitab katakan, semuanya sia-sia. Di dalam pasal

5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Orang yang cinta uang, kalau umpamanya saudara mau medit, skaker, pelit, tidak mau kasih uang - apalagi kalau bilang kolekte, apalagi perpuluhan, kita tidak mau kasih - justru uang yang kita simpan itu tidak akan memuaskan kita. Dan siapa mencintai kekayaan, tidak akan puas dengan penghasilannya. Itupun sia-sia. Mau apa? Kalau uang saja sia-sia. Kalau kekayaan saja tidak dinilai oleh raja yang paling kaya, sia-sia. Tetapi, di sisi yang lain, firman Tuhan mengajar, ada hal yang kita bisa perbuat yang dinilai oleh Tuhan. Kebalikan dari tadi. I Korintus 

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Di dalam kesia-siaan yang besar dan global, mendunia ini, sampai kekayaan dan uang dianggap sia-sia oleh Salomo. Yesus Kristus melalui Paulus, Dia menilai satu hal yang kita harus kerjakan: Janganlah goyah, berdirilah teguh, dan giat. Kalau giat itu rajin. Kalau kita rajin, giat di dalam pekerjaan Tuhan maka pekerjaanmu itu tidak sia-sia. Usahamu, jerih payahmu. Dalam bahasa Indonesia lama, usahamu, barangkali, tidak sia-sia. Saya akan baca dalam bahasa Indonesia lama supaya meyakinkan saudara.

Dia berkata di dalam I Korintus 15:58, Sebab itu, hai saudara-saudara yang kukasihi, hendaklah kamu tetap dengan tidak bergerak dan senantiasalah berusaha - di dalam bahasa Indonesia baru, giat - di dalam pekerjaan Tuhan karena kamu mengetahui bahwa usahamu tidak sia-sia di dalam Tuhan. Aduh, hati masih ingin tidur, tapi kita berusaha bangun karena mau ikut kebaktian. Aduh, ini bagaimana ya, lagi repot ini, banyak pekerjaan, tapi ini jam kebaktian. Kita berusaha dalam pekerjaan Tuhan. Semua usaha kita tidak sia-sia.

Tidak pernah satu rupiah saya ambil dari gaji saya - dari sekolah alkitab dibangun sampai sekarang - bukan gaji, itu honor buat guru yang mengajar, ganti ongkos. Saya nggak pernah ambil. Karena saya tahu firman Allah, terlebih berkat memberi dari pada menerima. Karena saya tahu firman Allah, orang yang memberi, akan diberi. Karena saya tahu firman Allah, usaha kita di dalam pekerjaan Tuhan tidak sia-sia.

Baru saya kembali dari Rantepao. Satu perjalanan yang sangat jauh, delapan jam dari Makassar dengan mobil. Pulang pergi. Badan saya lelahnya luar biasa. Karena saya harus memilih majelis daerah baru menjadi pemimpin. Yang saya senang, saya melihat eks Cianjur semua sudah jadi gembala sidang. Semua eks Cianjur. Ini sudah jadi gembala, ini sudah jadi gembala. Dapat jiwa berapa? Sepuluh keluarga - jadi kira-kira empat puluh. Ini berapa? Saya sudah ada sepuluh keluarga. Aduh, senang hati saya. Usaha mereka tidak sia-sia di dalam pekerjaan Tuhan. Karena mereka sedang mencari jiwa yang kekal itu. Usaha mereka tidak sia-sia.

Di dalam nasehat Paulus kepada Timotius, kita buka I Timotius 6. Bukan berarti saudara dilarang untuk bekerja, dilarang untuk kaya, tidak boleh saudara kaya, tidak! Ayat itu tidak berbunyi demikian. Cuma kekayaan tidak akan memuaskan kita. I Timotius 6:5-13, Saya akan gabung ini antara yang tidak sia-sia dan yang sia-sia.

6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

Jangan sampai terbalik pikiran kita ya. Ini ada orang begini: Ah, saya mau ke gereja supaya siapa tahu saya diberkati Tuhan, toko saya rame, semuanya ada. Salah kalau kita begitu. Tapi ayat berikutnya bilang,

6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

Jadi kalau kita datang kebaktian, kita harus datang dengan ucapan syukur, terima kasih Tuhan. Terima kasih, Engkau sudah cukupkan. Walaupun kita masih ada kekurangan. Saya perlu ini, saya perlu ini. Tapi kita bersyukur dengan rasa cukup. Terima kasih Tuhan, Engkau sudah cukupkan. Walaupun kita mungkin perlu baju baru, kita perlu sepatu baru. Tapi bersyukur dengan apa yang ada. Terima kasih Tuhan. Kita ibadah, datang kebaktian: Terima kasih Tuhan untuk berkat-Mu, saya masih hidup. Saya masih bernafas. Saya masih bisa bangun. Saya bisa datang ke gereja, Tuhan. Saya bisa menyembah Engkau. Saudara pasti akan nangis. Pasti saudara akan meneteskan air mata.

Terima kasih Tuhan, dulu saya masih bayi, sekarang saya sudah berkeluarga, saya punya anak. Engkau tidak pernah meninggalkan saya. Saudara bersyukur kepada Tuhan, berterima kasih kepada Tuhan ... itu orang yang punya rasa cukup! Apa ayat setelahnya? Membawa, memberi keuntungan besar. Ada haleluyah? Pasti ada berkat. Pasti. Tapi jangan ke gereja supaya saya diberkati. Itu salah. Tapi datang ke gereja dengan rasa cukup dengan berterima kasih, pasti berkat itu ada. Amin? Ada dua lagi,

6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Ini membuat kita sadar. Seperti Salomo tadi, sia-sia. Waktu lahir kita tidak bawa emas. Waktu lahir kita telanjang. Demikian juga waktu kita meninggal, kita akan telanjang. Ayat 8,

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Saudara musti sambut ini dengan kata haleluyah. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Apa artinya? Tuhan pelihara makanan saudara pasti ada. Tuhan pelihara pakaian saudara pasti ada. Daud berkata: Dulu aku muda sekarang aku tua. Tidak pernah aku lihat orang benar anaknya minta-minta sedekah.

Tidak pernah. Jadi Tuhan pelihara. Dan kata cukup itu berhubungan dengan tadi saudara merasa cukup di hadapan Tuhan. Terima kasih Tuhan, saya merasa cukup. Terima kasih, Engkau sudah memberkati kami.

Ini rahasia berkat. Rasa cukup. Cukup saja. Orang kaya, mereka tidak bisa tidur karena itu uang bank harus dikembalikan. Tapi kalau dengan rasa cukup, segala sesuatu akan mendapatkan kebaikan, kalau saudara disertai rasa cukup

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya - yang tidak cukup - terjatuh ke dalam pencobaan,

Jadi siapa yang kena percobaan adalah dia yang ingin kaya.

Ada satu teman saya di Jakarta, orang kristen dia. Sekarang sudah hampir dua bulan di penjara, belum keluar. Dia orangnya baik, usahanya juga jalan, hubungan dengan luar negeri ada. Tapi nggak ada kerjaan. Rasanya nggak cukup padahal sudah cukup. Mobil ada, anak sekolah di sekolah internasional. Cukup dong? Dia ditangkap oleh polisi di tempat judi gelap. Saya kira orang itu rohaninya sudah cukup. Makan ada, pakaian ada. Bukan pakaian murah, bukan makanan murah. Ada. Mobil ada, usaha ada, ekspor impor ada. Kenapa ikut-ikutan judi?

Roh Kudus sudah bicara sama dia. Dia sudah keluar. Tapi entah kenapa dia balik lagi. Nah, pada waktu dia balik lagi, tertangkap polisi. Pakai pengacara ini, pakai pengacara itu, nggak bisa. Ditahan, sudah dua bulan. Karena ingin jadi kaya. Betul firman Allah.

Berikutnya dikatakan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa - hampa itu sia-sia, kosong - dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Kata keruntuhan itu destruction, rusak. Tetapi kebinasaan ini adalah kata yang sama dengan Yudas, disebut anak kebinasaan. Dengan antikris disebut dia pergi ke tempat yang penuh kebinasaan. Neraka!

Aduh, bahayanya kita kalau kita merasa nggak cukup. Neraka akhirnya. Bahayanya kalau kita tidak merasa puas dalam hidup kita. Neraka akhirnya. Berikut,

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Padahal Tuhan sudah jamin, makanan ada, pakaian ada. Cukup. Tetapi karena kita memburu uang. Memburu itu bukan mengejar. Mengejar ... kejar, kejar, kejar. Nggak terkejar, ya sudah. Itu mengejar.

Kalau memburu ... dicari, pakai senjata, memburu macan. Terus dicari mau ditembak. Tapi apa akhirnya? Merusak diri, menyiksa diri, menyimpang dari iman. Beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka. Coba saudara pukul diri sendiri. Nggak mau, oom. Kalau disuruh pukul sendiri nggak mau. Kenapa nggak mau? Masa saya pukul diri sendiri? Saya itu menyiksa diri itu. Tapi kalau saudara memburu uang terus ... celaka.

Beda sekali orang Jakarta dengan orang Cianjur. Beda. Kalau di Jakarta, baru pagi sudah malam. Baru malam, tidur, sudah pagi. Kalau di Cianjur lain. Kita tidur sudah bangun berkali-kali, belum pagi-pagi. Kalau siang ... panjang benar siang. Aduh, kapan sore? Karena apa? Karena lebih santai di Cianjur dari pada di Jakarta. Orang Jakarta dikejar-kejar waktu.

Tapi itulah manusia, kejar, kejar, kejar. Menyiksa diri. Ayat 11,

6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. - Kalau tadi mengejar uang, sekarang coba rebut hidup yang kekal, kejar kehidupan yang kekal.
6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: 

6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan - Apa yang tidak tentu itu, saudara? -, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya - Ada dua kekayaan. Yang pertama kekayaan yang kita cari-cari di dunia, itu tidak tentu. - Tetapi kepada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Jadi kalau saudara punya berkat, nikmati. Jangan dikeukeuweuk, jangan ditaruh di bank. Nikmati. Kalau saudara ingin ke luar negeri, nikmati. Jangan pura-pura papaehan. Kalau ada family camp, susah, nggak ada uang. Dosa, saudara. Allah kita Allah yang besar, Allah yang kaya. Kalau kita berusaha giat di dalam hal yang rohani, ikut family camp, ikut ini, ikut itu yang rohani, Tuhan akan kasih berkat lagi. Pakai, nikmati. Saudara ingin makan itu, beli. Nikmati. Saudara ingin beli pakaian itu, beli. Nikmati.

Saya belajar dari makan dim sum, yam ca. Selalu dikasih teh. Begitu teh datang, saya selalu minum teh dulu sebelum makan. Saya minum sedikit-sedikit karena panas. Masih penuh, itu pelayan sudah isi lagi. Memang begitu tata caranya. Belum habis, datang pelayan.

Nikmati berkat Tuhan, tapi jangan lupa dipakai untuk Tuhan, untuk pekerjaan Tuhan. Kalau saudara pakai berkat dari Tuhan untuk Tuhan, Tuhan akan kembalikan lagi, Tuhan akan berikan lagi. Kita berdiri bersama-sama. 

-- o -- 

Minggu, 17 Juni 2007

TUHAN YANG MENYELAMATKAN

Kita buka Mazmur  

34:16 Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;
34:17 wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
34:18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
34:20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Kita mulai dari ayat ke-16 dikatakan, mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar.

Mana sih ada orang benar di dunia? Semua orang ada kesalahan. Tetapi kita sudah disebut sebagai orang yang dibenarkan oleh Tuhan, bisa bilang amin? Jadi artinya dibenarkan itu, Tuhan tidak memperhitungkan dosa dan kesalahan kita tapi Dia membenarkan kita. Kita nggak benar tetapi di dalam Kristus Yesus ... oleh darah-Nya, Dia sudah membenarkan kita. Jadi di sorga tidak ada orang yang benar nanti. Saudara tidak akan melihat orang benar di sorga tetapi di sorga justru adalah orang-orang yang berdosa tetapi yang sudah dibenarkan oleh Tuhan.

Nah, di dalam bahasa Indonesia dikatakan, tertuju. Jadi mata Tuhan itu tertuju, katanya, kepada orang-orang benar. Dalam bahasa Inggris, tidak dipakai kata tertuju tetapi di atas orang-orang benar. Saya menaruh cangkir di atas meja. Saya menaruh buku di atas lemari. Mata Tuhan ada di atas orang benar. Jadi kalau kita sudah dibenarkan oleh Tuhan, kemana saja kita pergi, apa saja yang kita kerjakan, apapun yang kita alami, tidak usah kita kecil hati karena ada mata Tuhan yang selalu ada di atas kita. Amin?

Kalau mata Tuhan ada di atas kita, orang mempersulit kita, dia mempersulit Tuhan. Orang memfitnah kita, dia memfitnah Tuhan. Orang bikin susah kita, dia bikin susah Tuhan. Jadi saudara-saudara tidak usah bimbang, tidak usah kuatir ketika saudara mengalami kesulitan.

Di dalam bagian yang kedua dikatakan telinga-Nya kepada mereka minta tolong. Dalam bahasa Inggris, telinga-Nya terbuka kepada jeritan mereka. Telinga Tuhan terbuka. Banyak orang punya telinga tapi tertutup, nggak mau peduli kepada kesulitan orang, nggak mau peduli kepada teriakan orang minta tolong.

Tetapi puji Tuhan, pagi hari ini kita punya Tuhan yang telinga-Nya terbuka, mendengar teriakan kita minta tolong, telinga-Nya selalu terbuka. Saya pikir, betapa kita rugi kalau kita sembahyang, sembahyang, sembahyang terus, sembahyang kita hampir tiap hari, sembahyang, sembahyang, tapi telinga Tuhannya tertutup. Biar kita nungging-nungging, sembahyang sampai setengah mati, kaki di atas kepala di bawah, jerit-jerit, guling-gulingan minta sama Tuhan tapi kalau Tuhan tidak membuka telinga-Nya, kita menjadi orang yang sangat rugi. Kita buka Amsal 

1:24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
1:26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
1:27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.
1:28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan Ku jawab ...

Ini kalau telinga Tuhan tertutup. Tetapi puji Tuhan, kalau kita berdoa, berdoa, berdoa, berdoa, berdoa, mereka akan berseru, berteriak tetapi tidak akan Ku jawab. Jadi yang menentukan bukan rajinnya saudara berdoa, bukan lamanya saudara berdoa tetapi apakah telinga Tuhan itu terbuka kepada doa kita apa tidak? Saudara bisa berdoa satu hari lima kali, kalau Tuhan tidak mau jawab, mau apa? Kita bisa berdoa tiga kali satu hari seperti Daniel tapi kalau telinga-Nya Tuhan tertutup, tidak mau dengar, kita mau apa? Kita bisa berpuasa tapi puasa kita bisa ditolak Tuhan. Kita buka Yesaya 

58:1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
58:2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:
58:3 "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
58:4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
58:5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
58:8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.

Saudara, kita lihat, puasa tapi telinga Tuhan tertutup. Puasa, tapi kamu mendesak-desak, kamu menekan-nekan buruhmu. Puasa tapi cuma muka saja yang tertunduk seperti gelagah tapi urusan-urusan kita masih kerjakan. Kita menekan orang miskin, menekan orang susah. Ini yang membuat telinga Tuhan tertutup. Tetapi kalau kita kembali kepada Mazmur 34, dikatakan di sana, mata Tuhan tertuju kepada orang benar dan telinga-Nya kepada teriak minta tolong. Artinya apa teriak minta tolong? Dalam kesulitan. Jadi kristen itu tidak bebas dari kesulitan.

Saya musti ingatkan itu supaya saudara siap. Jadi orang kristen tidak bebas dari kesulitan. Ada kesulitan, tapi ini hiburannya Tuhan dengar kalau kita berseru minta tolong. Amin, saudara? Tuhan punya telinga terbuka.

Yang ketiga, adalah wajah. Ayat ke-17, wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. Tidak ada di antara kita semua yang pernah melihat wajah Tuhan. Cuma digambar saja. Wajah Tuhan berarti waktu kita berdoa itu artinya kita mencari wajah Tuhan.

Tetapi apa gunanya kita menyanyi, berdoa kalau wajah Tuhan menentang? Orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan mereka dari muka bumi. Kata untuk melenyapkan dipakai kata cut, memutus. Pernah ada konsleting di rumah kami, di televisi, tiba-tiba api menyala. Saya cabut dari stop kontak itu setrum. Mati sendiri. Di cut, hubungan listrik tidak ada. Bagaimana kalau hubungan kita sama Tuhan, Tuhan yang cut. Dia nggak mau  ingat lagi orang-orang jahat. Dia berdoa-berdoa tapi Aku tidak mau. Dia doa,doa tapi dia tetap berbuat jahat, tetap kasar sama guru.

Aku tidak mau dengar doa mereka. Bagaimana kalau begitu? Wajah Tuhan menentang orang yang berbuat jahat untuk memotong ingatan kepada mereka dari muka bumi. Jadi kita hidup di dunia, Tuhan nggak mau ingat lagi. Kamu mau hidup, kamu mau susah, kamu mau senang, Dia nggak mau ingat. Buat apa kita jadi orang kaya, kita senang, diberkati secara materi, tapi Tuhan nggak ingat lagi kita. Lebih baik kita jadi orang sederhana, kita jadi orang biasa, tapi Tuhan selalu ingat.

Apakah kau susah dan penuh takut .. Janganlah kau takut .. Yesus ingat padamu .. Waktu kita susah dan perlu teman .. Pandanglah Yesus .. Dia ingat padamu. Saudara senang kalau Tuhan ingat kepada kita? Orang-orang lupa sama kita, orang yang kita pernah berbuat baik dia melupakan kita, itu sudah biasa, namanya saja orang dunia. Namanya saja manusia, suka lupa balas budi, suka lupa kebaikan orang. Tapi nggak usah kecil hati, asal Tuhan ingat kepada kita. Dia tidak memotong arus hubungan kita dengan Dia.

34:18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

Kata kesesakannya itu dipakai kata troubles, dari keributannya, persoalannya. Bahkan dipakai kata dari kesukaran-kesukarannya, dari kesesakan-kesesakannya, dari kesulitan-kesulitannya, dari keributan-keributannya, dari permasalahannya. Itu kita mendapat bukti bahwa ayat 18, Tuhan bukan cuma punya telinga untuk mendengar tetapi Dia juga mempunyai kuasa untuk melepaskan. Kata melepaskan datang dari kata deliver. Seperti Superman menolong teman baiknya yang lagi ditahan oleh musuh di satu tempat yang tidak bisa dibobol. Kamarnya dari baja, kuncinya tidak ada yang tahu, pakai elektronik, senjata-senjata tidak bisa tembus. Saudara ada di dalamnya. Tetapi dalam film Superman, Superman bisa jebol itu baja dan dia bisa mengangkat kita, dia bawa terbang. Yang tidak masuk akal dari si jahat, musuhnya itu.

Seperti itulah Tuhan melepaskan kita. Kadang-kadang kita dikurung oleh satu keadaan di mana kita tidak bisa keluar dari permasalahan. Tapi kita berseru kepada Tuhan. Tuhan adalah Superman di atas superman. Dia bisa membobol tembok apa saja. Dan Dia melepaskan kita dari segala kesulitan-kesulitan kita.

Itu sebabnya, orang kristen tidak usah takut masalah, tidak usah takut kesulitan. Sebab apa? Tuhan Yesus itu bisa membobol tembok manapun juga. Ingat waktu murid-murid-Nya setelah kebangkitan sedang berkumpul. Mereka takut sama orang Yahudi. Digembok, dikunci pintu mereka. Yesus masuk dari tembok, tembus tembok, Dia masuk. Inilah Aku. Aku sudah bangkit. Kaget mereka dan berkata, aduh Tuhan, karena Dia datang dengan kata sejahteralah kamu, damailah kamu, jangan kamu takut. Ini hebatnya Tuhan kita. Ini hebatnya kekuasaan Tuhan. Berikutnya. 

34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Sebetulnya yang remuk, rohnya. Di sini kita mendapatkan Tuhan bukan seperti Superman tetapi dia menjadi super friend, teman baik kita. Bisa bilang haleluyah? Saudara punya teman baik, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Sobat dunia gampang bisa berubah .. Sobat dunia gampang bisa marah .. Cintanya Tuhan tak pernah b'rubah .. Buat s'lama-lamanya. Jadi teman baik kita. Istri bisa berubah, suami bisa berubah, anak bisa berubah, orang tua bisa berubah, family bisa berubah, keluarga bisa berubah tapi ada yang tidak berubah ... Tuhan Yesus tidak berubah. Dia mau menjadi bukan hanya Superman tetapi super friend, Tuhan dekat kepada orang yang patah hati.

Patah hati itu kata lain dari kecewa. Patah hati karena disakiti orang, patah hati karena banyak hal yang saudara perbuat itu seperti dirusak oleh orang. Patah hati karena kebaikan kita dilupakan orang. Tidak usah kita patah hati. Tuhan dekat kepada orang yang patah hati.

Lalu Dia berkata. Ia menyelamatkan. Bahasa Inggris, dan menyelamatkan orang-orang yang sedemikian, yaitu orang-orang yang remuk rohnya ... dalam bahasa Inggris. Semangat itu ada pada roh. Siapa yang bisa memperbaiki semangat orang, kata Amsal Salomo. Kalau hatinya sudah patah semangat, biar dia punya senjata komplit tentara, kalau sudah nggak ada semangat?

Tadi malam saya dengar di berita, pemain bulu tangkis Indonesia menang 3-2 dari Inggris. Tapi pertama sudah kalah 2-0. Sudah Inggris menang. Pertandingannya 5 pertandingan. Bagaimana kalau 3 yang terakhir tidak punya semangat? Ya, kita sudah kalah. Sekali lagi kita kalah, sudah sudah. Bagaimana kalau mereka tidak mempunyai semangat? Akhirnya mereka semangat dan penentuannya single menang lagi. Jadi menang tipis 3-2. Dari kalah kepada menang, itu memerlukan semangat.

Saya tidak pernah lupa dulu Rudy Hartono main badminton dengan Pans Gunalan dari Malaysia. Pans Gunalan sudah 14, sudah last one, gamenya 15. Rudy Hartono masih 5. Sudah 14-5. Jadi Pans Gunalan pasti menang di atas kertas, dia cuma tinggal satu saja. Tapi dengan semangat baja, ini Rudy Hartono naik, 5 .. 6 .. 7. Oper bola, oper bola 8. Oper bola, oper bola 9. Gugup Pans Gunalan. 10 .. 11 .. 12 .. 13. Orang-orang kena serangan jantung. Ada teman saya orang tuanya keluar dari rumah karena hatinya berdebar karena cuma nonton di televisi. 14 sama. Dibalik. Menang Rudy Hartono. Itu memerlukan semangat. Hebatnya semangat.

Tapi kalau semangat saudara sudah patah, kalau roh saudara tidak ada lagi tenaga, dikatakan oleh firman Tuhan, Ia mau menyelamatkan orang yang patah semangat.  

Saya mau pakai satu contoh saja, yaitu Elia. Elia baru menang perang melawan 850 nabi baal dan nabi hutan-hutan digabung 850. Dia sembelih, dia potong sebab Tuhan suruh. Bantai itu penjahat-penjahat yang ajarkan ajaran sesat. Dibantai. Tetapi setelah dibantai, dia takut sama Izebel, dia lari. Dan dia tidur di satu gua. Dari kemenangan yang tinggi turun sampai pengecut yang paling rendah.

Jadi saudara, apa yang terjadi pada saat dia di gua? Dia nangis, dia minta mati: Tuhan, angkatlah saya, saya nggak tahan lagi problem ini, saya minta mati. Tuhan, kalau Engkau angkat saya, saya senang. Sampai Tuhan datang kepada dia dengan suara sepoi-sepoi: Sedang apa engkau Elia? Kaget dia. Melalui malaikat suruh makan apam minum air. Dia tidur lagi. Dibangunkan lagi malaikat. Makan lagi apam dan minum air. Perjalananmu masih jauh. Maka dengan kekuatan yang baru, Elia jalan 40 hari 40 malam tidak makan tidak minum ... terus jalan sampai ke bukit Allah. 

Nah, saya ingin bicara mengenai 40 hari 40 malam itu tidak bisa dipungkiri, tidak mungkin, mustahil. Bagaimana orang tidak istirahat, tidak tidur 40 hari 40 malam jalan nggak makan nggak minum jalan terus sampai ke bukit Allah? Cuma itu satu-satunya untuk bisa lepas dari kejaran Izebel.

Mari saya kasih ilustrasi. Dia lari, Izebel kejar. Waktu malam Izebel tidur tapi Elia jalan terus. Pagi bangun, kejar lagi. Malam Izebel tidur, ini jalan terus. Jadi tambah lama tambah jauh, tambah lama tambah jauh. Sampai akhirnya Elia luput dari Izebel.

Jadi Tuhan sanggup memberikan kekuatan yang ekstra kepada kita kalau kita sedang remuk roh kita, sudah tidak ada lagi kekuatan, tidak mungkin lagi.

Sekarang saya ngerti, apa yang dimaksud oleh Paulus: Itulah sebabnya aku senang dalam kesesakan dalam kelemahan sebab pada waktu aku lemah, pada saat itulah aku kuat. Inilah rahasia orang-orang kristen. Pada saat dia merasa lemah, pada saat dia merasa tidak mau lagi jalan, pada saat itulah Tuhan akan menguatkan kita.  

34:20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Jadi orang kristen itu saudara bukan hanya banyak berkat ... banyak juga kemalangan. Saya tidak suka dengan istilah kemalangan tapi persoalan. Affliction, kesulitan. Kesulitan orang benar itu banyak tapi jangan berhenti di situ terus baca, ... tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya. Ada haleluyah, saudara? Ada persoalan ... lepas, ada banyak persoalan ... lepas.

Kita itu nggak jauh dari orang sekolah. Waktu kita kelas 1 SD, ada ulangan ... tapi disesuaikan dengan umur kita. Tidak susah. Begitu naik kelas 2, ulangannya tambah sulit tapi kita sudah lewat kelas 1. Naik kelas 3, ulangan lagi. Sulit lagi tapi kita bisa atasi. Naik kelas 4 sulit lagi. Sampai akhirnya naik kelas 6, mau ujian. Ujiannya seluruh Indonesia. Kita bisa lulus naik, 1 SMP. Ulangan terus. Nah, ulangan di SMP jauh berbeda dengan ulangan di kelas 1 SD. Jauh. Lulus SMP ada SMA. Jauh lagi persoalannya. Udah SMA ada universitas, jauh lagi problemnya.

Tapi akhirnya kita punya gelar doktor, punya gelar insinyur, pernah jadi punya gelar sarjana ini sarjana itu karena saudara sudah lewat itu banyak persoalan-persoalan dari kelas 1 SD sampai SMA kelas 3 sampai universitas, persoalan yang saudara sudah hadapi, saudara sudah lewati maka saudara jadi sarjana.

Sekarang saya mau tanya saudara? Bagaimana rasanya kalau kita punya anak sudah umur 24 tahun tapi masih kelas 1 SD? Dia harus sekolah di sekolah luar biasa. Masa umur 24 tahun masih kelas 1 SD? Habis dia nggak bisa naik kelas, persoalan dia tidak bisa jawab. Nah, begitu juga dengan kita. Kita sudah tahunan ikut Tuhan tapi urusan kecil kita belum bisa lulus, urusan kecil kita belum bisa atasi. Nggak naik-naik.

Saya pernah tanya satu dokter: Dokter, apa yang bikin kecewa sama dokter? Dokter itu sudah professor. Yang bikin kecewa saya, kalau saya mengobati pasien, nggak sembuh-sembuh. Dia tertantang untuk mengobati, dia tertantang untuk bikin pasien ini sembuh. Tapi dikasih obat ini dikasih obat itu nggak sembuh-sembuh.

Professor Doktor Tuhan Yesus Kristus juga seringkali jengkel kalau Dia mengurus umat-Nya anak-anak-Nya nggak naik-naik kelas, tetap aja di kelas 1 SD. Orang lain sudah pada jadi sarjana, dia tetap aja di kelas 1 SD. Nggak baik-baik, nggak jadi-jadi, nggak sembuh-sembuh. 

Pada pagi hari ini, Tuhan mau kita menjadi orang yang sanggup lepas dari dari segala sesuatunya.

34:22 Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.

Kalau kita orang benar dibenci orang, siapa yang celaka, saudara? Yang menanggung hukuman siapa? Yang membenci kita. Asal kita jangan benci sama dia. Ayat 23

34:23 TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bahasa Inggris, siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dihukum. Tuhan menebus jiwa hamba-hamba-Nya.

Yang disebut hamba-hambanya itu ada 3 macam. Satu, orang Israel. Umat Tuhan itu disebut hamba-hamba Tuhan. Yang kedua, hamba-hamba Tuhan sendiri, pendeta. Yang ketiga itu satu bangsa, Israel rohani, itu disebut hamba juga. Jadi secara pribadi, yang pengikut Kristus disebut juga hamba-hamba-Nya.

Tuhan menebus. Apa artinya menebus? Membeli kembali. Saudara jual anjing saudara dengan harga 2.5 juta. Karena itu hasil ternak saudara, saudara mau beli balik. Tapi yang jualnya harganya tidak boleh 2.5 juta dong. Sekarang dia sudah juara. Nggak apa-apa, saya musti beli balik karena saya sayang.

Tapi yang dibeli balik oleh Tuhan, itu jiwa kita yang rusak. Jiwa kita yang sudah hancur yang remuk. Yang tidak ada harapan lagi. Itu yang dibeli balik. Untuk diperbaiki, untuk ditebus, untuk dibentuk, untuk dimuliakan, untuk diamplas ulang, untuk dicat kembali, untuk diperbaharui seperti sedia kala. Ini yang dilakukan oleh Yesus.

Ketika manusia semua jadi hancur berantakan terjual kepada dosa, Tuhan beli balik dengan harga yang mahal. Dia kirim anak-Nya yang tunggal supaya mati di atas Golgota, darah-Nya tercurah untuk membeli kembali saudara dan saya yang sudah tergadai kepada dosa, untuk dibeli kembali, untuk dibentuk kembali, untuk diamplas kembali, untuk dicat kembali, untuk dimelamin kembali - sehingga saudara menjadi satu ciptaan yang baru, yang lebih baik dari semula.

Tuhan kiranya memberkati. Kita berdiri bersama-sama.      

 -- o --

Minggu, 24 Juni 2007

DARAH YESUS

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Renungan pada pagi hari ini kita mau mendengar mengenai Darah Yesus. Salah satu tanda dari seorang pantekosta, itu mengetahui kuasa dari darah Yesus. Dan orang pantekosta sekarang sangat jauh berbeda dengan orang pantekosta zaman dulu. Orang pantekosta zaman dulu begitu dekat dengan istilah darah Yesus. Kita seringkali dengar orang pantekosta kalau kaget atau lihat sesuatu yang mengerikan, dia bilang darah Yesus atau darah Yesus berkuasa. Yang sudah biasa itu dia selalu bilang darah Yesus.

Tapi orang pantekosta sekarang seringkali atau sering kita tidak pernah dengar lagi orang kristen pantekosta bilang darah Yesus. Dan ini haruslah saudara-saudara biasakan diri kembali untuk berkata darah Yesus. Karena darah Yesus itu sangat berkuasa di dalam banyak hal.

Jadi darah Yesus ini, kita akan melihat di dalam Ibrani 

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Saya ulangi, Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri.

Di dalam bahasa Inggris, ayat ini keliru. Saya baca dalam bahasa Inggris, therefore brethren having boldness to enter the holiest by the blood of Jesus. Holiest artinya tempat maha kudus. Jadi bukan tempat kudus. Tempat maha kudus. Mari saudara lihat ke depan dan visualisasikan apa yang saya gambar.

Ini adalah halaman dari tabernakel. Di dalamnya ada dua kotak, ruangan, yaitu ruang tempat kudus dan tempat maha kudus. Dari bawah, dari halaman ada empat tiang. Empat tiang ini lambang Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Ini tertutup kain, ini tertutup kain tetapi ini terbuka, jalan masuk, ke bawah ke atas.

Jadi Matius, Markus, Lukas, Yohanes memberitakan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan bukan jalan masuk, Kristus bukan jalan masuk, tapi Yesus jalan masuk. Yohanes 10:9, Akulah pintu. Itu dari halaman. Naik di dalam halaman ada mezbah korban, lambang percaya kepada Tuhan, bertobat kepada Tuhan. Di atas mezbah korban ada kolam basuhan, lambang baptisan air.

Jadi saudara, orang kristen yang sudah percaya dan dibaptis, itu masih di dalam halaman. Tidak cukup. Dia musti masuk di dalam ruang suci. Di sebelah sininya ada kaki dian dari emas, lambang Roh Kudus. Sebelah kanannya ada meja roti pertunjukan, disusun enam-enam, bayangan suami istri. Dan segi tiga diatasnya ada mezbah dupa, lambang doa. Jadi gereja itu harus ada kebaktian kesaksian, penuh dengan Roh Kudus, ada PA - Pelajaran Alkitab - harus ada penyembahan, doa kepada Tuhan. Nah, di atas inilah ada tirai. Tirai yang memisahkan antara ruang kudus dengan ruang maha kudus.

Ayat 19 berkata: Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat maha kudus. Bukan tempat kudus karena untuk masuk tempat kudus nggak ada tirai. Tetapi tempat maha kudus ada tirai. Lalu, karena Ia telah membuka jalan baru yang hidup melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri. Jadi badan Yesus itu adalah lambang dari tirai. Saya balik, tirai ini lambang dari tubuh Yesus.

Pada waktu Yesus disalib dan Dia mati dan Dia berkata: Sudahlah genap! ... tirai Bait Allah itu terbelah jadi dua.

Jadi kalau ini tirai, terbelah jadi dua, robek, dia jatuh begini. Jadi tempat kudus yang ada tabut perjanjian, itu bisa dilihat dari halaman, dari bawah. Dari halaman orang tidak perlu lagi imam tapi dia bisa lihat langsung ke tempat maha kudus.

Ini kegunaan pertama dari darah Yesus. Oleh karena darah Yesus, kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat maha kudus. Jadi melalui darah Yesus, ini yang pertama, kita mempunyai akses, mempunyai jalan masuk. Jadi akses itu jalan masuk.

Kita nggak perlu lagi pastor, nggak perlu lagi imam karena Imam kita adalah Yesus. Dia mati, ketika Dia mati, tirai itu robek. Jadi yang memisahkan ruang maha kudus dengan ruang kudus tidak ada lagi. Yang memisahkan ruang maha kudus, ruang kudus, dan halaman tidak ada lagi. Orang dari luar bisa lihat melalui empat pintu di bawah itu, bisa lihat ke dalam, dari belakang ke dalam sampai di sini. Kalau ini tabut, asalnya ada tirai, lalu tirai itu robek, saudara tidak usah lagi melalui imam besar. Saudara bisa lihat ini. Kalau imam besar itu setahun sekali masuk. Nggak berlayak, mati dia.

Itu sebabnya dia bawa darah anak domba dan sebagainya. Tiap tahun musti bolak-balik, tiap tahun dia musti bolak-balik bawa darah anak domba, bawa korban. Tetapi ketika Yesus mati, Dia bawa darah-Nya sendiri. Dan tirai itu robek sehingga melalui darah Yesus, saudara dan saya mempunyai akses atau jalan masuk ke dalam ruang maha kudus - saudara bisa lihat tabut - tanpa bantuan siapapun.

Ini yang pertama. Kegunaan darah Yesus, kita mempunyai akses, mempunyai jalan masuk ke dalam ruang maha kudus.

Yang kedua, di dalam Efesus

1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Di sini kita lihat dua hal yang menjadi hasil dari darah Yesus. Ketika Yesus mati dan darah-Nya tercurah, tombak masuk, darah tercurah. Mahkota duri dipakai, darah tercurah. Dicambuk badan-Nya seratus dua puluh lobang, darah tercurah. Saat itulah kita beroleh bukan hanya jalan masuk tetapi yang kedua adalah penebusan. Redemption, penebusan.

Mari saya pakai istilah voucher. Saudara beli sesuatu, karena saudara setia, saudara dapat voucher. Voucher itu tertulis saudara dapat kompor gas. Saudara tidak akan dapat kompor gas kalau saudara tidak menebus. Voucher ini saudara bawa kepada yang mempunyai perusahaan dan saudara tebus itu kompor gas dengan voucher itu.

Kalau voucher ini saudara tidak tebus, ada deadline-nya. Kalau sampai tanggal sekian saudara tidak ambil, hilang itu kompor gas. Yesus dengan darah-Nya seolah-olah memberi voucher kepada kita untuk menebus kita. Bahasa Inggris to buy back, membeli kembali. Kita sudah digadai kepada Iblis dengan harga yang murah. Dari orang berdosa kita jadi budak setan, budak dosa. Disuruh berdosa, kita mau. Disuruh nyeleweng, kita mau. Jadi budak setan.

Tapi Yesus oleh darah-Nya, Dia menebus, buy back, membeli kembali. Dan menebus jauh lebih mahal daripada menggadaikan. Orang kalau sudah mau lebaran, pegadaian negeri itu banyak sekali. Arloji yang harganya satu juta digadaikan empat ratus ribu. Kalau nebus lagi musti lima ratus ribu. Menebus itu lebih mahal daripada menggadaikan. Saudara sudah ditebus bukan oleh mas dan perak tetapi oleh darah Anak Domba, darah Yesus, darah yang kudus, darah yang suci. Ada haleluyah?

Yang ketiga, saudara bukan hanya ditebus, saudara mendapat pengampunan dosa. Ini kita harus ingat, ini kita harus tahu bahwa di dalam Yesus, kita dapat pengampunan dosa. Saudara dan saya sudah tidak boleh lagi ada urusan dengan dosa. Tidak boleh lagi ada hubungan, disebut pun tidak usah. Karena dosa kita, kalau kita percaya kepada Yesus, sudah ditebus oleh darah Yesus. Sudah mendapat kita pengampunan dosa. Barang yang ditebus itu sekaligus diampuni. Orang yang ditebus itu sekaligus diampuni.

Dosa dapat dihapus .. Hanya oleh Darah Yesus .. Dosa dapat ditebus .. Hanya oleh Darah Yesus .. Oh, Darah yang kudus .. Darahnya Penebus .. Dosaku ditebus .. Hanya oleh Darah Yesus. Hanya oleh darah Yesus, bukan dengan mas dan perak, bukan dengan pangkat kekayaan dan kita punya prestasi dengan kemampuan. Nggak. Bukan dengan hidup beragama, bukan dengan punya liangsimnya baik, cohosim. Tidak, tidak. Dosa kita hanya ditebus, hanya oleh darah Yesus. Jadi biasakan di mulut kita, kita bilang darah Yesus. Ketika kita ada persoalan, kita bilang darah Yesus, selalu kita bilang darah Yesus.

Kita mendapatkan sudah tiga hal. Yang pertama, jalan masuk. Yang kedua, penebusan. Yang ketiga, pengampunan dosa.

Yang keempat, saudara tidak usah buka alkitab, saya cerita. Di tanah Mesir ketika mau paskah, Tuhan bilang sama Musa: Siapa saja yang punya rumah, taruh tanda darah di atas pintu dan di kedua jenang pintu. Ini kalau pintu, ini diambang pintu, di atasnya, dan di kiri kanannya taruh darah domba. Semua rumah yang tidak ada darah domba ini, anak sulungnya akan mati. Nggak Mesir, nggak Israel, siapa tidak ada tanda darah pasti mati.

Tetapi kalau ada rumah itu pakai tanda darah, dia selamat. Dia dilewatkan dari malaikat Elmaut. Maut tidak lagi masuk di rumahnya. Orang Israel, umpamanya, ah, masa sih Tuhan ngomong gitu. Dia tidak potong domba, dia tidak taruh darah, anak sulungnya mati. Malaikat maut masuk keluar, masuk tiap rumah di Mesir dan di Goshen di Israel. Tetapi kalau yang ada iman, taruh tandanya. Umpamanya ada orang Mesir, karena dia berkutat dengan orang Israel empat ratus tahun, dia percaya. Lalu rumahnya ditaruh tanda darah ... selamat, tidak akan ada kematian.

Di sini kita menjadi lambang. Darah Yesus itu bukan hanya yang tiga tadi. Tetapi yang keempat, Dia melindungi, Dia membungkus. Kalau saudara makan atau mau pergi ke mana-mana, saudara berdoa begini, kurang lebihnya: Tuhan, saya mau ke Bandung - kita nggak tahu apa yang akan terjadi. Kita nggak tahu - tapi lindungilah kendaraan. Jangan merasa pinter. Saya sudah biasalah, ke Bandung mah dekat, saya tahu. Jangan, jangan merasa pintar. Lindungi kendaraan saya oleh darah-Mu. Lindungi. Saudar jalan, selamat pasti.

Kalau saudara mau makan: Tuhan, sucikan makanan ini oleh firman-Mu dan oleh darah-Mu. Dikuduskan. Kalau ada racun, dia tidak ada, dia akan jadi luntur. Kalau ada orang kasih racun, saudara sudah bilang, lindungi oleh darah-Mu.

Zaman dulu ada lagu Lindung di darah-Hu .. Angin ribut menderu .. Lindung di darah-Hu .. Sampai susahpun lalu .. Bila gelombang menempuh .. Pada-Mu aku berteduh .. Atas batu Isa ku teguh .. Lain alasan hancur luluh. Berlindung di darah-Hu.

Mungkin ini yang menjadi kebiasaan orang Tionghoa suka pakai kain merah di atas pintunya di atas tokonya supaya rezeki masuk. Kemungkinan itu pengaruh dari orang Yahudi karena orang Yahudi dulu taruh darah. Tiga. Bukan hanya di atas tapi kiri kanan.

Kalau saudara-saudara mau buka toko, sekarang banyak garong masuk. Nggak pagi, nggak malam, nggak siang bolong. Tapi saudara berdoa: Tuhan, lindungi toko saya ini oleh darah Yesus, kelilingi oleh darah-Mu. Saudara akan dapat perlindungan! Tidak kelihatan tapi akan ada malaikat Tuhan melindungi. Karena pada waktu orang Israel menaruh darah itu, dikatakan, malaikat itu melewati dari rumah itu, tidak membunuh. Malaikat Elmaut melewati. Ada darah Anak Domba. Kita bukannya pakai darah benaran. Kalau kita - orang Sunda bilang mangmang - aduh, anak saya mau sekolah ke luar kota, gimana ya. Mangmang, ... kita bisa minta perlindungan. Ya Tuhan, lindungi anak saya oleh darah-Mu. Lindungi dari pergaulan yang jahat. Penuhi dia dengan firman-Mu. Lindungi, bungkus dia dengan darah-Mu.

Saya tes lagi. Yang pertama darah Yesus memberi apa? Jalan masuk. Yang kedua? Penebusan. Yang ketiga? Pengampunan dosa. Yang keempat? Perlindungan. Coba kita lihat I Yohanes

1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
1:6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Ini lebih berat lagi sekarang. Darah Yesus itu berfungsi kalau kita hidup dalam terang, kalau kita tidak berdusta, kalau kita tidak korupsi, kalau tidak selingkuh, kalau tidak nyeleweng, kalau tidak berbuat macam-macam - baru darah Yesus itu berfungsi menyucikan kita dari dosa. Ini yang kelima, darah Yesus menyucikan kita. Memang kita sudah ditebus dua ribu tahun yang lalu oleh darah Yesus. Kita sudah dapat penebusan. Tapi hari-hari kita ada salah. Sehari-hari kita ada salah ngomong, kita ada salah berpikir, kita ada salah pendapat. Kita ada salah bertingkah laku. Ada salah.

Tetapi kalau kita punya hati bersih, hati kita bening di hadapan Tuhan. Memang kita masih manusia, tapi hati ini memang mau berbuat baik, hati kita ini mau bersekutu dengan Dia, hati kita mau maju dengan Tuhan, hati kita ini mau bersama-sama dengan Tuhan. Ada persekutuan. Dan kalau ada salah, langsung, otomatis ... darah Yesus menyucikan kita dari segala dosa.

Saudara ingat dokter? Saya perhatikan dokter kalau mau operasi, dia bungkus semua. Mulut dibungkus, tangan sudah cuci dengan suci hama, lalu dia suruh suster siapkan sarung tangan. Musti suci hama. Baru dia ambil operasi. Setelah selesai, dia buka kembali. Eh, ada pasien lagi, kedua. Dia begitu lagi. Dia harus disemprot suci hama, cuci tangan lagi, semua baru operasi.

Nah, kita sama seperti dokter itu. Kita sudah ditebus oleh darah Yesus. Kita sudah jadi dokter, contoh ini. Tapi hari-hari, mungkin kita kena virus, ada apa. Ketika kita harus bertugas sebagai orang kristen, kita harus suci hama. Kita cuci tangan semua. Ini yang saya maksud, darah Yesus menyucikan kita dari dosa. Selain saya berbahasa Roh kalau pagi, saya selalu berkata, sucikan saya.

Doa raja Daud: Ya Tuhan, sucikanlah aku dengan darah-Mu. Saya mau kasih kata-kata mutiara. Saya tidak bisa ajarkan tapi saudara bisa nikmati sendiri. Betapa nikmatnya kita hidup disucikan oleh darah Yesus. Nikmat. Nikmat karena Dia menyucikan kita. Kita nggak berdosa besar tapi kita kalau malam-malam mau tidur: Tuhan, segala kemuliaan yang saya terima sehari tadi, saya kembalikan kepada Engkau. Dan kalau saya tidak sengaja sudah berbuat salah, keluarga saya sudah salah, saya tahu darah-Mu menyucikan dari segala dosa. Amin, saudara? Yang terakhir, kita lihat Wahyu

12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, 

Ada haleluyah? Darah Yesus mengalahkan Iblis. Ini saudara musti sadar. Iblis itu musuh yang sudah dikalahkan. Papa saya dulu kasih nasehat sama saya begini dan itu diulangi oleh guru di sekolah alkitab dulu tahun 68: Kalau kamu mau berdoa untuk orang sakit, kamu mau berdoa untuk siapa saja, berdoa lebih dulu gini: Tuhan, sebelum kami berdoa, ampunilah dosa kami yang disengaja atau tidak disengaja, yang sadar atau tidak sadar. Bersihkanlah tangan kami, sucikani, ampuni kesalahan kami. Saudara yang akan kami doakan, dosa saya juga, kesalahan dia, kesalahan saya, Tuhan sucikan. Supaya saya berkenan boleh dapat jalan masuk ke dalam rumah-Mu. Dan kami minta demi nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan sembuhkan jemaat ini. Tuhan tolong apa yang dia perlu. Tumpang tangan.

Selalu harus ada minta darah Domba. Roh Kudus bekerja. Tumpang tangan. Imam dulu waktu mau dilantik jadi imam harus ambil darah dulu. Taruh di kuping. Darah taruh di ibu jari kanan, darah taruh di ibu jari kaki. Setelah darah baru minyak. Minyak taruh di kuping kanan, minyak di ibu jari, minyak di ibu jari kaki. Maksudnya apa? Sebelum urapan Roh Kudus, harus ada dulu penyucian dari darah Yesus. Jangan hidup memakai kepintaran kita sendiri. Tapi serahkan semua kepada darah Yesus, pasti saudara akan dapat berkat. Kita berdoa bersama-sama.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________