Khotbah Family
|
Kita akan membuka Alkitab kita dari Ibrani
13:1 Peliharalah kasih persaudaraan!
13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat
demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu
malaikat-malaikat.
13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah
orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan
sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu
mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi
Allah.
13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang
ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan
membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku.
Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
Di dalam ayat pertama sampai ayatnya yang terakhir, itu salinan ini saya kurang puas. Salinan bahasa Indonesia ini banyak kali tepat, banyak kali lebih baik tapi yang paling banyak kurang tepat. Termasuk Ibrani 13 ini. Bayangkan saudara kita diajar oleh firman Allah dari Alkitab Ibrani 13 dengan salinan yang tidak tepat tetapi itu sudah memberkati kita, apalagi kalau kita mengerti salinan yang tepat.
Dalaam ayat pertama dikatakan, peliharalah kasih
persaudaraan. Kata pelihara tidak ada dalam bahasa Inggris. Tetapi bahasa
Inggris bilang begini: Biarlah kasih persaudaraan berkesinambungan.
Apa artinya berkesinambungan itu? Kalau seperti ombak, itu bergulung-gulung. Sudah mau habis, dari belakang sudah ada lagi. Sudah mau habis, dari belakang sudah ada lagi. Jadi tidak pernah habis. Jadi selalu berkesinambungan. Ingat ini ayat dasar. Saudara-saudara yang kekasih, itu adalah dasar dari kekristenan. Jadi kalau saudara yang masih musuh, masih punya kebencian, masih punya kemarahan, masih punya dengki, masih punya rasa lebih dari orang lain, masih punya perasaan tidak enak, masih punya perasaan tidak suka, dia belum mengerti artinya kekristenan.
Nah, ini Tuhan bicara dari dasar. Sebab akhirnya nanti Yesus tidak akan meninggalkan. Tapi harus belajar dari dasar, yaitu biarlah kasih persaudaraan itu berkesinambungan. Terus menerus. Dalam suratan yang lain, Paulus berkata kepada satu jemaat tentang kasih persaudaraan aku tidak usah ajarkan kepadamu karena kamu sudah mempraktekkannya. Bahasa Yunaninya, philadelphia, kasih persaudaraan. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara, kata Petrus.
Jadi kasih persaudaraan adalah kasih yang paling dasar. Begitu kita jadi orang Kristen, selalu ada rasa menyayangi mengasihi saudara-saudara yang lain, ada amin saudara? Kita lihat kasih persaudaraan ini harus berkesinambungan. Dan kalau kita mau jujur, betapa lemahnya kita di sini, kasih persaudaraan. Jangan dulu ngomong kasih Tuhan dah, terlalu tinggi. Kasih persaudaraan. Kebanyakan kita seperti orang Parisi: Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, aku bukan orang jahat, aku bukan orang lalim, aku bukan pezinah, atau aku seperti pemungut cukai itu; dia tunjuk. Aku berpuasa dua kali satu minggu, aku membawa persepuluhan, aku begini aku begini. Tidak ada rasa belas kasihan kepada sesama saudara.
Pernah Tuhan Yesus didatangi oleh satu orang doktor ahli taurat: Apa yang wajib saya perbuat supaya saya mendapat hidup yang kekal? Apa kata Alkitab?, kata Tuhan Yesus. Kasihilah Tuhanmu dengan segenap hatimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Benar ucapanmu. Sekarang praktekkan. Itu yang paling dasar itu kamu praktekkan. Tapi karena dia rasa sudah doktor, dia bilang, siapa sesama manusia itu? Ceritalah.
Kalau ke
Datang lagi satu lagi orang Lewi. Sama. Hierarkinya itu
tinggi di agama. Begitu juga. Ini Yesus cerita. Tapi dari bawah, naiklah orang
Maka pelajaran pertama dari pelajaran yang disebut agama yang
paling dasar: Kasih persaudaraan. Saya heran orang ingin masuk sorga tapi
musuhan di dunia. Kalau saudara musuhan di dunia nanti di sorga juga musuhan.
Saudara harus belajar damai dulu di sini karena waktu Yesus lahir Damai di
bumi .. kita musti damai dulu di bumi.
Sekarang ada orang rela pakai rompi bom meledakkan diri membunuh orang Amerika. Tidak ada belas kasihan kepada yang namanya sesama manusia. Karena mereka bilang, Amerika membom juga rakyat-rakyat di Afghanistan di Irak yang tidak ada salah sampai mati. Tidak ada kasih sesama manusia.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, ...
Do not forget to entertain strangers. Jangan lupa untuk entertain … melayani. Stranger ini orang asing. Tapi dalam bahasa Alkitab, stranger ini orang yang belum kenal Tuhan, orang yang dianggap kafir.
Nah, kalau menurut Alkitab, orang yang disebut kafir adalah yang bukan Yahudi - menurut orang Yahudi. Kalau menurut orang Yahudi, semua di dunia ini orang lain yang non Yahudi, itu kafir. Tetapi setelah kita kenal Yesus bahwa kita menjadi anak-anak Tuhan kita dapat ayat bahwa baik Yahudi baik kafir tidak lagi jadi masalah. Semuanya sudah dipersatukan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tetapi Paulus dia rasa ini karena dia paling benci orang kristen dulunya, dia anggap orang kristen itu orang kafir sampai dia bunuhin orang kristen sekarang dia jadi rasul, dia berkata: Do not forget untuk entertain … untuk melayani, menyenangkan orang kafir.
Adakah di dalam keluarga kita mereka yang belum kenal kepada Tuhan, yang
belum mau kenal kepada Tuhan. Sebab kalau soal kenal kepada Tuhan orang sudah
kristen juga suka ke gereja juga masih banyak yang belum kenal kepada Tuhan.
2:11
Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi
menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang
menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh
tangan manusia, --
2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan
tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa
pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh",
sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14
Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan
yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat
dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi
satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
Jadi rencana Bapa itu,
Dia mau bikin satu manusia baru dari macm-macam bangsa yang Yahudi atau
kafirpun dipersatukan melalui darah Yesus diperdamaikan sebab Dia mau
menciptakan satu manusia baru di dalam Kristus. Siapa manusia lama? Adam. Itu
manusia lama. Yesus disebut manusia baru atau Adam yang terakhir.
Dalam Adam yang lama, Hawa dipisahkan dari tulang rusuknya. Kenapa dia diambil dari tulang rusuk? Karena rusuk ini yang melindungi hati. Jadi Tuhan ambil dari sisinya Adam, dijadikan Hawa. Kalau Tuhan ambil dari tulang jari jadi Hawa nanti diinjak-injak sama suami. Nggak boleh. Atau, Tuhan ambil dari satu tulang kepala jadi Hawa, wah nanti istri jadi kepala rumah tangga. Terbalik. Tapi Tuhan pakai rusuk, ada di sisi. Sejajar. Sebab rusuk ini melindungi hati; hati sang suami dijaga oleh istri.
Kemarin saya nonton. Baru
kemarin betul. Itu orang Jepang suami istri, orang berduit, mau berlibur berdua.
Hanya untuk cari makanan. Satu macam ikan di satu
Nah Hawa yang terakhir, gereja, juga dilahirkan waktu Yesus ditusuk di Golgota, keluar air dan darah. Saat itulah gereja dilahirkan. Nah sekarang Tuhan kumpulkan kembali Yahudi, non-Yahudi, disatukan di dalam Kristus satu manusia baru. Dikembalikan lagi dalam Kristus.
Jadi sekarang ini kita
sedang dalam proses Tuhan sedang mempersatukan kita untuk dijadikan satu
manusia baru di dalam Kristus. Maka Dia tahu sekali pelajaran paling dasar,
kasih persaudaraan. Kasih mempelai terlalu tinggi. Kasih persaudaraan saja
tidak bisa.
Begitu kita terima Yesus, darah-Nya menyucikan kita. Nggak ada lagi si ini si itu, nggak ada lagi. Kita semua satu manusia yang baru di dalam Kristus. Ibrani
13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.
Kata menjamu ini kata entertain itu jadi sebetulnya jangan lupa menjamu orang asing dengan kasih persaudaraan tadi. Kita jangan ngobrol injil dulu, jangan. Hanya kasih persaudaraan, kasih Kristus, kita entertain dia, kita menjamu dia. Orang itu betah dekat dengan kita karena kita nampaknya orang yang bisa menerima dia, ngobrol, entertain. Menjamu. Tanpa kita tahu, tanpa kita sadar - yang ngomong ini Paulus - tanpa kita sadar, tanpa kita tahu engkau sudah menjamu malaikat-malaikat. Bukan satu ... malaikat-malaikat.
Kalau sudah mau bulan puasa banyak peminta-minta ya, saudara. Apalagi kalau sudah di daerah Safari, waduh, macam-macam. Saya suka suruh supir saya, kasih, biar sedikit kasih. Tapi ada kalanya saya ini kayanya kita ini ada hutang, dia minta-mintanya ketuk-ketuk kaca. Jangan dikasih dah, saya bilang. Yang ketuk-ketuk kaca jangan dikasih. Tapi ada suara: Kalau itu malaikat bagaimana? Ya, kasih dah. Dia kan tangannya terbuka, minta. Peribahasa bilang, tangan yang tertutup lebih hebat dari tangan yang terbuka.
Jadi kalau kita memberi,
orang yang memerlukan itu berdasarkan kasih persaudaraan. Jangan dulu kasih
Yesus. Kasih persaudaraan di dalam Kristus. Tanpa kita sadar, tanpa kita tahu,
kita sudah menjamu malaikat-malaikat. Kita tidak tahu yang mana malaikat, kita
tidak tahu. Tapi ketika saudara berbuat demikian, tanpa saudara sadar, saudara
nggak usah cari tahu apa dia malaikat atau bukan, tanpa saudara tahu saudara
sudah menjamu. Kalau kata menjamu bukan memberi biasa saudara. Orang itu dijamu,
silahkan makan.
Kalau secara rohani, saudara selalu punya roti sorga itu, saudara mempunyai makanan rohani. Walaupun di sekolah, walaupun saudara masih SMP, walaupun saudara baru SMA tapi kalau teman saudara nanya ngomong apa, saudara mempunyai itu makanan untuk menjamu mereka.
Dalam injil Lukas ada satu perumpamaan, ada satu orang sahabat datang dari jauh. Dia mengetuk pintu sahabatnya. Karena ada sahabat lain yang datang dari jauh datang, jadi orang ini yang kedatangan tamu, dia ketuk pintu mau minta roti karena saya kedatangan tamu. Orang yang dimintai roti: Anak-anak saya sudah tidur. Sebab waktu itu orang zaman dulu tidur itu kalau mau ke dapur orang harus melangkahi anak-anak atau istri yang lagi tidur. Sudah pada tidur semua. Tapi karena orang ini bilang, sahabat saya datang dari jauh, kita nggak punya makanan, pinjam dulu roti, besok saya ganti. Akhirnya karena dia minta bertalu-talu saudara, maka orang ini akhirnya memberi roti yang diperlukan. Orang yang kedua ini akhirnya dia kembali ke rumah dan memberi makan kepada orang yang pertama.
Dia stranger, dialah orang asing itu. Saudara punya teman. Teman itu nggak tahu tentang Tuhan. Saudara ngobrol sama dia tapi saudara minta kepada sahabat kita, Yesus. Minta roti itu: Tuhan, saya ada tamu, saya tidak punya roti, dia tidak tahu apa-apa tentang Firman Allah tapi saya tidak punya roti Tuhan. Beri saya roti.
Makanya saya lagi didik jemaat untuk memberikan renungan supaya dia akan minta sama Tuhan: Roti apa yang saya musti kasih Tuhan. Dan Tuhan tidak pernah sibuk, Dia pasti memberi roti kepada saudara dan roti yang saudara terima bukan hanya mengenyangkan saudara tetapi mengenyangkan juga orang asing tadi, stranger itu, ada haleluyah?
Saya mau tanya: Adakah roti di dalam hati saudara? Adakah makanan di dalam hati saudara? Dalam Yohanes
21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak,
adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan
perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka
tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu
Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia
mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari
darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh
ikan itu.
21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan
dan roti.
Sekarang saudara
perhatikan baik-baik. Yang saya baca barusan dalam injil Yohanes, ada satu
kata, kata apa yang paling menarik buat saudara? Penuh! Pak, mau isi berapa
liter? Penuh! Minuman apa yang refill? Karena saudara ingin dipenuhi. Malam
hari ini Tuhan ingin memenuhi saudara.
Ketika Yesus bertanya:
Adakah lauk pauk? Mereka jawab dengan jelas: Tidak ada. Dan dari tidak ada
sampai kepada penuh itu, saudara, kita memerlukan Yesus. Dan kita harus menurut
kepada Yesus. Tetapi setelah kita mendapatkan ikan yang begitu banyak 153 ekor,
tidak kuat ditarik karena terlalu banyak, kita memerlukan saudara-saudara yang
lain.
Orang yang bersalah sama
Tuhan, dia terjun. Petrus kan salah sama Tuhan, dia ngaku: Saya nggak kenal
Yesus. Sekarang Yohanes bilang: Itu pasti Tuhan. Dia terjun. Tapi dia nggak
kenal dulu sebelumnya. Tapi wahyu itu datang sama Yohanes: Itu pasti Tuhan.
Sebab Dia kalau kasih berkat, penuh. Kalau Dia memberkati kita, Dia memberkati
dengan limpah. Kalau Yesus memberkati, Dia memberkati dengan limpah. Sampai
masuk dalam hati sanubari saudara. Saya tidak mau dengar lagi ada yang
bersaksi: Saya kurang. Sebab kalau Tuhan memberi berkat, penuh. PENUH! Sampai
saudara memiliki limpah. Ini rencana Tuhan. Mula-mula Dia tanya: Kamu punya
nggak makanan? Tidak ada.
Sama dengan sahabat kedatangan orang, dia bilang:
Aduh, saya nggak ada roti. Minta tolong. Sama. Malam hari ini kalau kita tidak
ada roti, tidak punya makanan, kita minta kepada Yang Empunya roti, yaitu
Tuhan. Yesus nggak perlu ikan yang dari langit. Ketika mereka sampai di darat,
ih sudah ada di panggangan, ikan panggang sama roti. Dari mana itu ikan? Yesus
nggak tangkap ikan. Penuh. Sukacitaku
penuh.
Maka kalau bersaksi, saksikanlah kemurahan Kristus,
saksikan kelimpahan Dia. Seperti tadi pagi kita dapat renungan mengenai
persepuluhan, dari waktu dia baru menikah sampai sekarang, belum pernah dan
tidak pernah dan saya akan pastikan, tidak akan pernah dia akan kekurangan
karena Tuhan yang berjanji adalah Tuhan yang memberi; kita punya jala itu
penuh. Yohanes
2:1
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di
situ;
2:2
Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
2:3
Ketika mereka kekurangan anggur, - Ini
lagu zaman sekarang .. kurang .. aduh, kurang .. kurang manis, kurang ini,
kurang bagus, kurang ini, sampai kurang ajar. Itu kurang. Itu bukan hidup
kekristenan - ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan
anggur."
Kurang dan habis menjadi lagu zaman
sekarang. Orang kristen kekurangan dan kehabisan. Hidup di zaman Adam yang
lama, bukan di dalam Adam yang baru. Oh, kita berjalan bukan di dalam
kekurangan tapi kita berjalan di dalam kelimpahan, kita berjalan di dalam
kepenuhan. Saya tidak peduli ketika orang bertanya, mereka berkata tidak ada
kerja, tidak ada jalan, tidak ada rezeki. Bagi saudara dan saya yang melakukan
kasih persaudaraan, akan ada selalu pukat yang penuh dengan ikan, penuh dengan
ikan, penuh dengan ikan. Tidak bisa ditarik karena berkat terlalu besar.
Panggil saudara-saudara seiman. Orang kalau mau bagi ikan tidak ada yang nolak,
saudara. Didorong bantu dan masih kelimpahan saudara. Tapi Yohanes tahu siapa
yang menyebabkannya: Ini Tuhan!
Bisa nggak ketika saudara sukses, saudara
diberkati habis-habisan oleh Tuhan, saudara bukannya tinggi hati, saudara takut
saudara bilang: Ini Tuhan! Hanya Tuhan yang bisa beri berkat ketika kita bilang
tidak ada, kekurangan, habis air anggur.
2:4
Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum
tiba."
2:5
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan
kepadamu, buatlah itu!"
2:6
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang
Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan
itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun
mengisinya sampai penuh.
Jadi kalau Tuhan suruh isi penuh, kita
harus menurut, isi sampai penuh. Bukan ¾, bukan 9/10 tapi sampai penuh isi …
baru mujizat terjadi, air menjadi air anggur. Dan ini bicara dalam perkawinan.
Kalau kita kembali kepada Ibrani
13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri
juga adalah orang-orang hukuman.
Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu
sendiri juga masih hidup di dunia ini.
Dalam salinan bahasa Inggris: Ingatlah
akan orang yang ditawan. Karena Paulus
sendiri juga seorang tawanan. Dia lihat banyak tawanan. Dan dia tahu di penjara
banyak yang di-mistreated, nggak salah tapi dibikin-bikin salah, dituduh-tuduh
salah. Yesus disalib karena Dia dituduh salah padahal tidak ada kesalahan Dia.
Jadi sejarah selalu berulang. Sampai sekarang pembunuh Munir nggak ketahuan
tapi bom bisa cepat ketahuan. Tapi siapa pembunuh Munir tidak yang bisa tahu,
siapa pembunuh Udin tidak ada yang tahu, siapa pembunuh Marsinah tidak ada yang
tahu. Sampai sekarang. Mistreated.
Jadi kalau
saudara menghadapi orang yang diperlakukan salah, ingat katanya, kamu sendiri
juga masih hidup demikian. Karena engkau sendiri di dalam tubuh juga. Tubuh apa
ini? Nah, ini yang saya bilang kasih persaudaraan. Kalau kita baca Korintus,
tubuh Kristus satu kepalanya Kristus tapi macam-macam. Ada yang jadi tangan,
ada yang jadi kaki, ada yang jadi apa-apa. Nah ini kalau satu tertawan, satu
disakiti, katanya, kamu harus mengingat mereka yang disakiti karena kamu sama
tubuh Kristus.
Jadi nggak
boleh kita nggak peduli kalau ada saudara … biarin saja dah, boro-boro kita mau
bantu doa, biarin saja dah. Nggak, kita nggak boleh mistreated, karena kita
satu tubuh bersama dengan dia. Kepalanya Yesus. Puji Tuhan.
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu
mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi
Allah.
Dalam salinan lain. Pernikahan itu dihormati di atas
semua yang harus dihormati di dunia. Pernikahan. Baru tempat tidur. Setelah
pernikahan, tempat tidur dihormati. Jangan sampai tercemar. Jadi kita kasih
persaudaraan tapi soal pernikahan harus dihormat setinggi-tingginya. Jangan
sampai ada kata-kata cerai dari mulut kita. Sebab pernikahan sangat dihormati
oleh Tuhan dan kita juga patut menghormatinya. Makanya Yesus mau mengadakan
mujizat air jadi air anggur dalam pesta pernikahan. Karena Dia tahu pernikahan
adalah puncak dari segala sesuatu.
Dalam satu hal yang dihormati, presiden dihormati,
raja dihormati, lurah kita hormati, bupati kita hormati, guru kita hormati.
Orang tua kita hormati. Tapi di atas semuanya, pernikahan. Baru setelah
pernikahan ini benar, saudaraku, kita hormati dengan kita menghargai juga
tempat tidur, dan kita tidak sampai dihukum sebagai seorang pezinah dan sundal.
Yang kelima ini sekarang, ayat kelima,
13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada
padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan
engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Biarlah tingkah lakumu tanpa keserakahan.
Buatlah merasa cukuplah dengan apa yang ada yang kita miliki. Maka kalau
saudara-saudara mau dipenuhi oleh Tuhan, saudara harus merasa puas dengan apa
yang saudara miliki sekarang.
Ini arloji yang saya pakai ini, saudara,
merknya Ray. Ini arloji adalah tiruan yang dibuat oleh orang-orang
Apa bedanya orang Kristen yang penuh
dengan Roh Kudus yang asli dan yang palsu? Bentuknya sama, tulisannya sama,
gerejanya sama, seragamnya sama, batiknya sama tetapi yang palsu itu tidak
boleh kena air … tidak boleh kena sedikit persoalan, tidak boleh kena sedikit
percobaan. Tetapi kalau yang asli, saudara mau ditenggelamkan dalam percobaan
yang 1.000 meter, saudara tidak akan pecah karena saudara asli. Kita punya
Yesus yang benar.
Dan itu sebabnya saya mau katakan kepada
saudara malam hari ini. Kalau saudara menghormati pernikahan sebagai puncak,
puas saudara dengan apa yang ada pada saudara. Kalau orang lain diberkati bukan
iri, ah puji Tuhan dia diberkati Tuhan. Kalau orang lain pakai baju bagus, puji
Tuhan dia diberkati Tuhan. Kita puas dengan apa yang ada. Kalau saudara merasa
puas dengan apa yang ada, saudara hidup berkemenangan. Sebagai ayat-ayat yang
terakhir,
13:5 … Karena Allah telah berfirman:
"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak
akan meninggalkan engkau."
13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan
adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia
terhadap aku?"
Kalau saya yakin Tuhan tidak
akan membiarkan. Ini adalah kata-kata Musa kepada Yosua ketika dia berkata di
dalam Kitab Yosua dan di dalam Kitab Ulangan: Tuhan akan berjalan di depan
kamu, kamu akan mengikuti Dia. Jangan kecut dan jangan takut dan jangan gentar
karena Dia sekalipun, sekali saja, Dia tidak akan meninggalkan kita, Dia tidak
akan membiarkan kita.
Pemain musik.
-- o --
_________________________
_________________________