Khotbah Family Camp IV - 2001     

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

  Tema: Kerajaan Allah dalam Rumah Tangga 

                            Cipanas, Villa Via Renata, 16-17 Agustus 2001               

Minggu, 16 Agustus 2001 

Sesi I

Kerajaan Allah adalah satu tema yang utama di seluruh Alkitab. Allah adalah raja dari semua raja-raja. Nah, Yesus yang kita sembah - Dia adalah raja dari kerajaan rohani. Di mana pemerintahan Yesus itu ada di dalam hati  umat Tuhan di seluruh dunia. Jadi Kerajaan Allah tidaklah terlihat dari benda yang dibangun oleh manusia tetapi KA adalah Tuhan memerintah kerajaan-Nya di dalam hati  semua umat Tuhan. 

Untuk ayat dasarnya kita akan membuka Injil Lukas pasal 17:20-21 bersama-sama: 
17:20. Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 
17:21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." 

Dalam bahasa Inggris 'The kingdom of God is in you'. Kerajaan Allah ada di dalam kita!

Kenapa saya merindukan tema keluarga ini menekankan Kerajaan Allah dalam rumah tangga? Karena aneh kok orang kristen punya Kerajaan yang Rajanya Yesus kok tapi kenapa hidupnya ini tidak sesuai dengan kerajaan-Nya itu yang luar biasa ini. Tetapi kita akan lihat dipilah-pilah perlahan-lahan. Ada 2284 referensi seluruh Perjanjian Lama, Perjanjian Baru tentang kata raja, kerajaan dan otoritas. Kita akan baca mulai dari Perjanjian Lama bagaimana bahwa Allah mempunyai kerajaan di dalam kehidupan umat-Nya. Kita buka dahulu Mazmur 145:13: "Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya". 

Mulai dari PL Tuhan berkata Kerajaan-Mu adalah kerajaan segala abad. Bahasa Inggris: Kerajaan yang kekal. Tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya. Karena Allah sendiri tidak bisa dilihat maka kerajaan-Nya pun tidak bisa dilihat. Tidak bisa dilihat dengan tanda-tanda lahiriah. 

Nah, dengan ayat ini saja  saudara-saudara tidak bisa tertipu dengan seminar-seminar di Jakarta yang pendetanya tahu kapan  kedatangan Tuhan bahkan sampai hari dan sampai  jamnya tahu.  Kalau saudara-saudara sudah tahu pelajaran KA, saudara tidak gampang tertipu dengan hal-hal demikian. Di Israel sudah disiapkan katanya sapi lembu merah untuk dipersembahkan akan membangun Bait Allah. Sekarang belum dibangun-bangun dari tahun 1988 ributnya sudah. Tapi kalau saudara sudah mengenal Kerajaan Allah bahwa Kerajaan Allah, Tuhan tidak bikin dari tembok dari kayu karena Allah tidak bisa dilihat maka Kerajaan-Nya pun tidak bisa dilihat, tapi ada.

Berikut kita akan baca di dalam Yesaya 33:22 Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita. 

Jadi pemimpin kita di Indonesia Ibu Megawati - punya presiden kita, tapi secara rohani Raja kita itu Yesus. Dia Raja kita - Raja saudara dan Raja saya. Kita in rakyat-Nya, umat yang Dia perintah. Kita ini pengikut-pengikut-Nya. Yesaya 43:15 juga mengatakan lebih jauh:  Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel." 

44:6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. 

Ini kata Tuhan sendiri. Jadi sekarang saya ingin beritahu kepada saudara banyak kali kita kenal Yesus cuma sebagai Penebus, cuma sebagai Juru Selamat, cuma sebagai Tabib diatas segala Tabib, kalau ada kesusahan,  sebagai Penolong kalau bisnis mengalami kesulitan.  Cuma itu yang kita tahu. Kita perlu mengenal Yesus sebagai Raja kita. Kita ini rakyat dari suatu kerajaan yang  tidak nampak dan Rajanya yang tidak kelihatan tetapi ada yaitu Allah sendiri melalui Yesus Kristus. Nah, ini yang saya katakan di dalam Perjanjan Lama. 

Setelah Yesaya, saudara akan menemui Yeremia 

10:7 : Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau! 
10:8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. -- 
10:9 Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. -- 
10:10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.

Sekarangpun Allah memerintah. Dia tetap memerintah. Bumi goncang karena murkanya dan bangsa gentar karena namaNya. Satu lagi Maleakhi 1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Dari Mazmur sampai Maleakhi saya comot beberapa ayat  karena 2284 ayat itu banyak untuk mengingatkan saudara bahwa Tuhan memerintah sebagai Raja. Kita ada di dalam kerajaan-Nya. Perekonomian-Nya lain dengan perekonomian dunia. Pemerintahan-Nya pun lain.

Sekarang kita akan lihat dalam Perjanjan Baru.

Dalam Injil Matius 3, Yohanes Pembaptis memberitakan Kerajaan Allah:

3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 

Matius 

4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 
4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. 

Bukan hanya Yohanes Pembaptis, tetapi Yesus juga memberitakan Kerajaan Surga (KS) dan KA. Kalau begitu, apakah murid-murid-Nya juga memberitakan KA?

Matius 

10:5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 

Yohanes Pembaptis, Yesus sendiri, murid-murid Yesus juga memberitakan Kerajaan Surga. Kembali ke depan.

Dalam Matius 5 pengajaran  Yesus semua dilandaskan, karena, dan untuk Kerajaan Surga. 
5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 
13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. 

Jadi ajaran Yesus itu ajaran Kerajaan Surga. Apa hubungannya sekarang Kerajaan Surga supaya kita bisa masuk di sana? Bukan Surga setelah kita mati masuk kesana. Tetap Kerajaan yang tidak nampak dengan Raja yang tidak nampak, tapi Dia ada. Kalau saudara orang Indonesia bisa percaya takhayul ada Nyi Roro Kidul padahal kita tidak pernah ketemu. Sampai disediakan kamar... .Masa kita tidak percaya Allah yang benar pencipta langit dan bumi  yang ada pada sore hari ini dalam hati kita mau memerintah hati kita ini.

Kita buka Yohanes 

3:1. Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." 
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." 
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" 
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 

Jadi Ia sedang bicara mengenai  satu Kerajaan yg tidak nampak dengan  mata. Jadi bagaimana saya lahir di dalam air dan di dalam Roh. Apakah lahir di dalam Roh dan air itu artinya dibaptis. Bukan! Kalau baptis mah baptis tidak ada hubungannya dengan lahir. Inilah yg saya maksudkan dengan lahir baru - to be born again. Masuk dalam Kerajaan Surga, masuk dalam Kerajaan Allah. Dihisabkan dalam kerajaan. Bagaimana itu dilahirkan dalam air? Musti  Firman yg menerangkan Firman. Jangan Awondatu yang menerangkan Firman. Ayat  menerangkan ayat. Sabda Tuhan menerangkan Sabda Tuhan. Kalau Roh saudara tidak usah diterangkan lagi. Roh itu adalah Roh Kudus. Tapi bukan kepenuhan Roh Kudus berbahasa Roh. Bukan!  Ini yang disebut  roh kelahiran baru. Orang yang begitu bisa percaya pada Yesus dia itu disebut dipimpin oleh Roh tapi roh kelahiran baru. 

Air ini apa? Menurut Efesus
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 

Kata 'dan' itu salah. Bahasa Inggris: yaitu Firman-Nya. 

Luar biasa. Mari saya kasih ilustrasi. Ada yang tanya sama saya mengapa pak Awondatu  tidak ikut seminar pertumbuhan gereja. Karena pendeta-pendeta  sekarang bikin seminar pertumbuhan gereja. Saya bilang di Alkitab tdk ada pertumbuhan gereja, seminar pertumbuhan gereja. Mari kita adu dengan gereja di RRC. Gereja di RRC tidak ada seminar, diam-diam kebaktian juga. Baru-baru ini murid saya lulusan SAC (Sekolah Alkitab Cianjur) bawa Alkitab dari Hong Kong ke Guang Zhou. Dia terancam ditahan tapi Tuhan luputkan. Dia bilang dia bersaksi - begitu sampai itu Alkitab dirobek. Satu lembar dirobek dimasukkan ke-sela sela koper. Dalam 10 tahun dari 10 juta orang kristen menjadi 62 juta. Nggak punya seminar pertumbuhan gereja, tidak ada sistim cell group, tidak ada kebaktian Rumah Tangga. Tapi mengapa bertumbuh ? Tadi saya katakan Raja ini Raja yang luar biasa. Tidak kelihatan tapi ada.  Maka orang komunis bingung.

Di Gui Lin, orang kristen  bawah tanah ada ratusan ribu. Jadi saudara kita bisa senang di Hotel Via Renata senang saudara. Tapi kalah  pertumbuhan sama  dengan gereja RRC. Saya tidak ikut seminar  karena seminar itu buatan manusia, saya mau ikut yang buatan Tuhan.  Kalau ikut Tuhan mah bertambah. Itu otak yg bakar-bakar gereja  di Situbondo baru terima baptisan bulan Maret. Dia mendengar si pendeta yang gerejanya dia bakar bilang: "Mari saudara kita doakan orang-orang yang membakar gereja kita supaya Tuhan memberkati, supaya Tuhan menolong, supaya anak-anaknya diberkati. Dia bingung. Maka dia baru tahu orang kristen itu tidak suka bela agama. Kita kan tidak pernah bela Tuhan, Tuhan yang bela kita.

Setelah kebangkitan Yesus ternyata dalam Kisah Rasul 1,  beritanya juga berita dari Kerajaan Allah: 
1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. 

Jadi  Yesus sebelum salib dan sesudah kebangkitan juga berbicara tentang Kerajaan Allah. 

Kisah Rasul 
8:11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 
8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan

Satu ayat lagi Kisah Rasul  

19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. 
19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. 
19:8. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. 

Saya rasa cukup beberapa ayat ini untuk membuat kita yakin bahwa Kerajaan Allah ini memang ada di dalam Alkitab dan diajarkan untuk menjadi bagian kehidupan kita. Nah, sekarang saya ingin bicara mengenai Kerajaan Allah di dalam keluarga, di dalam rumah tangga. Dia Pemelihara. Ada yang suka bilang Yesus itu Satpam di atas segala satpam, karena Dia yang melindungi dan menjaga rumah tangga keluarga kita. Kita salah. Kita mesti belajar Dia adalah Raja. Justru kita kalah sama orang yang disalib di sebelah Yesus itu: "Ya Yesus bila Engkau datang kembali sebagai Raja, ingat sama saya ..." Oh Yesus menjawab: "Hari ini Engkau bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus". Orang menyalibkan Yesus selalu ditulis dengan INRI: Iesous Nazarenus Rex Iudaeorum. Inilah Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi. Ngenye. Ditaruhlah mahkota duri diatas kepala Yesus. Lalu tentara pakai jubah nyembah-nyembah sama Yesus: "Daulat Tuanku, Raja orang Yahudi". Ngenye. Judi di depan Yesus, robek pakaian Yesus. Siapa yang menang judinya dapat pakaian Yesus. Ngenye pada Raja itu.

Saudara, Ini saatnya saudara tidak bisa ngenye di hadapan Yesus. Mau atau tidak diperintah oleh Yesus. Mau menjadi salah satu pengikut dari Kristus atau tidak. Sekarang saya ingin masukkan bagaimana Kerajaan Allah itu memerintah  dalam rumah tangga. Suami sebagai raja, istri sebagai ratu, anak-anak sebagai putra-putri raja. Seringkali suami tidak memerintah rumah tangganya.   

Kita lihat Kitab Ulangan 17 lalu kita terapkan dalam rumah tangga 

17:14. "Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku, 
17:15 maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kauangkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu. 
17:16 Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi. 
17:17 Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak. 
17:18 Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi. 
17:19 Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya, 
17:20 supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel."

Ayat 14 dan 15. Seorang raja haruslah bagian dari keluarga atau family. Di dalam hal yang rohani perjanjian baru, yang dimaksud keluarga di sini adalah saudara di dalam Tuhan. Kita buka artinya dalam

1 Tim 3:1. Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." 
3:2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 
3:3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 
3:4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 
3:5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 

Perhatikanlah ayat 4 dan 5. Ini tugas seorang kepala keluarga, bicara kepada  suami, karena dia adalah salah satu anggota keluarga. Dialah yang jadi raja.  Ibu-ibu juga ratu. Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 

Coba bapa-bapa sekarang tanya apa saya disegani oleh anak-anak dan dihormati oleh keluarga. Apa saya sebagai suami ini jadi bahan omongan keluarga. Apa saya suami ini sudah memakai cara Kerajaan Allah, karena untuk jadi raja harus dipilih dari keluarga sendiri. Saudara sebagai suami adalah keluarga yang terdekat dari rumah tangga kita. Jadi keluarga yang lain harus tahu menghormat wibawa seorang suami jangan sampai jatuh. Ibu-ibu amin? Jangan sekali-kali ngomong suami itu: Ah, bapanya anak-anak. Jaga wibawa suami! 

Suami punya wibawa jangan dikorek! Bukan artinya istri nggak boleh tampar suami, suami boleh tampar istri. Bukan!  Maksud saya, jangan sampai istri itu menampar itu nggak hanya dengan tangan, tapi dengan omongan, ngomongin dibelakang. Sejelek-jeleknya suami, kan laki saudara. Siapa yang suruh saudara kawin sama dia. Saudara yang mau. Sekarang saudara mau ikut raja ini. Sekarang kita perbaiki sekrup-sekrup / baut-baut yang sudah longgar.  

Suami harus berwibawa - disayang, disegani sama keluarga. Jangan sampai kalau ada tukang pajak yang keluar itu istri. Suami ngumpet di WC. Tidak ada wibawa. Jangan suami sampai tidak punya kerjaan. Musti punya pekerjaan. Seorang raja harus diambil dari kaum keluargamu. Siapa lagi kalau bukan suami.  

Tidak lagi negatif bicaranya. Seorang kepala keluarga yang baik disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Apa yang diminta dari Firman Allah ini?

Ulangan 17:16 Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi. 

Yang kedua : Tidak boleh menambah kuda untuk dirinya sendiri.

Karena jaman dulu di Mesir harta paling besar itu bukan domba bukan lembu tapi kuda. Lihat dan baca di Kidung Agung. Jangan sampai raja ini memperkaya diri. Coba kalau di Indonesia pakai hukum-hukum Kerajaan Allah ini, tidak ada yang korupsi. Tidak boleh memperkaya diri menambah kuda. Dengan lain perkataan dia harus bersandar kepada Tuhan dengan apa yang ada sama dia. Artinya secara rohani: Kepala rumah tangga harus bersandar pada Tuhan.

Amsal
3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 
3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

Ini bicara dari rejeki, bicara dari bisnis. Tidak usah sampai kita serakah! Tuhan sanggup memberkati saudara. Jangan sandar pada pemikiran kita, kepandaian kita. Tuhan berjanji akan memelihara umat-Nya. Roti, air. Segala penyakit dilakukan, jikalau kita tidak serakah. Kalau kita bersandar kepada Tuhan.  Karena dikatakan : Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. Tidak dipakai believe tapi "Trust in the Lord". Trust lebih dari believe, "bersandar". Kalau kita bersandar kepada Dia, Raja yang tidak kelihatan, prinsipnya pun tidak nampak tapi Dia ada. Kerajaan-Nya pun tidak kelihatan. Tapi bila saudara tahu bersandar, ini kepala rumah tangga. Yakin. 

Saya terima SMS dari seorang jemaat: Oom, saya dalam keadaan cemas, takut, gelisah, khawatir. Saya yakin Raja segala raja tahu itu problem. Tahu persoalan saudara. Mungkin saudara tahu hanya dipermukaan saja. Tuhan tahu sampai dasarnya. Mungkin yang saudara tahu kesulitan itu cuma kulitnya Tuhan tahu sampai isinya. Bersandar pada Tuhan. Percaya pada Tuhan. 

Jangan khawatir soal bisnis. Kita mempunyai pilot. Tahu sampai saja. Saya yakin kita akan sampai ketujuan  asal saudara menerapkan Kerajaan Allah dalam rumah tangga. Kita tidak serakah. Jangan mencari kuda saja.  Jadi kuda. Cari kerja. Lihat Marta dan  Maria. Tuhan kita hidup, Ya dan Amin. Sebagai Kepala Rumah Tangga saudara akan berkata: Ah, Tuhan saya tidak akan terlalu serakah.  

Orang yang merasa cukup itu kaya. Yang kaya belum tentu cukup. Jangan pinjam matahari besok. Jangan pakai bayangan kemarin. Gimana besok: Jangan takut! Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 

Yang ketiga: Ulangan 17:17: Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perakpun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak. 

Jangan sampai ada PIL dan WIL. Apalagi BIL, banci lain. Secara moral Kerajaan Allah di dalam rumah tangga, suami-suami juga musti murni secara moral. Ada cinta kasih sayang sama istri, tiada nama lain, hanya Yesuslah yang lain. Ini yang ketiga. Raja jangan memperbanyak istri. Kejatuhan Salomo karena ia memperbanyak istri. Sampai 700 istri, 300 gundik. Kalau digilir semalam 1 orang 3 tahun baru kebagian semua. Serakah bener. Maka Tuhan pukul dia. Hancur kerajaan-Nya. Di akhir hidupnya justru Salomo menyembah berhala. Kejatuhan Daud kenapa? Karena ingin istri orang. Kenapa orang banyak kena serangan jantung? Ada yang kena serangan jantung itu di atas perut wanita yang bukan istrinya. Heran saya kalau khotbah bagian ini saja banyak yang batuk, pilek.  

Udah lah sampai di sini. Tapi saya mau kasih tahu suami-suami sebagai raja harus pure moral kita. Bener. Harus sayang. Saya kasih pengertian: Begitu kita selingkuh berkat Allah tidak ada - berat.  Tapi begitu kita jujur, terbuka,  begitu kita sayang sama istri berkat Tuhan terbuka. Jadi saya tidak salahkan istri-istri yang permak muka. Kenapa istri-istri sampai mempercantik diri? Karena ia takut kehilangan suami. Saya yakin kalau  istri-istri tahu bahwa suami-suami  bisa dipercaya dia akan memuji kepada Tuhan dan dia akan bersuka cita kepada Tuhan dan berkat Tuhan akan mulai dicurahkan. Saya yakin 100% berkat Tuhan itu  dicurahkan kepada keluarga  yang suami-suaminya mulai menjaga moral dan mulai menjaga perasaan istrinya. Tuhan akan memberkati!

Yang keempat: Ulangan 

17:18 Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi. 
17:19 Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya, 

Ini yang berat bagi suami-suami, tapi saya mesti sampaikan. Membaca Firman tiap hari. Yang tadi saya kirim sms begini: Berilah kepada Tuhan apa yang Dia tidak punya. Pasti Dia suka menerima. Maksudnya itu ayat berbunyi: Serahkanlah  segala khawatirmu kepada Tuhan, karena Ia yang memelihara kamu. Kan Tuhan mah nggak punya khawatir. 

Betul kita ini raja-raja! Wahyu 1:6. Tapi ini yang sangat sukar: Membaca Firman setiap hari. Bukan Kho Ping Hoo atau cerita silat. Bukan buku kecantikan, mode rambut, sepatu atau lainnya. Bukan itu sekarang. Saudara membaca nggak Firman Tuhan? Dengan mengirim sms saya harus baca, apa ayat Firman Tuhan  yang mesti saya kirim hari ini. Dengan membaca itu hati saya dikayakan, diluruskan, dibentuk. Saudara, suami-suami, saya rasa sampai di sini dulu. Bacalah Firman Tuhan. No Bible No breakfast. Jangan dulu makan pagi sebelum  baca Alkitab.

 

16 Agustus 2001

Sesi II

Kita kembali akan melihat Ulangan 17:20 supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel."

Jadi, raja yang dipilih oleh Tuhan diminta supaya hidup dengan tidak serakah, supaya pemerintahannya itu lama. Kita lihat Presiden kita yang pertama orang mau coba mengubur namanya tetapi terbukti sekarang bahwa ia tidak memperkaya diri,  tidak ada anaknya yang menjadi konglomerat, semua anaknya dalam posisi yang baik dalam masyarakat, tidak pernah dikejar-kejar polisi, tidak pernah mempunyai perusahaan  macam-macam. Penting sekali seorang raja tidak serakah. Dikatakan-Nya ia harus rendah hati dan jangan merasa lebih dari orang yang lain. 

Yang kelima. Seorang raja seorang kepala rumah tangga, ia  harus rendah hati. 

Untuk menerapkan hukum kerajaan di dalam rumah tangga dia harus rendah hati. Saya pikir saya harus aminkan ini. Karena banyak kali kita suami-suami merasa super di dalam rumah tangga, tidak bisa salah, tidak pernah salah. Kita anggap istri-istri itu  tidak tahu apa apa, bisa dikibulin, bisa diperbuat sekehendak hati kita. Bila hal ini terjadi dalam hidup kita,  sangat berbahaya bagi kelangsungan rumah tangga ini. Saya ingin mengajak saudara melihat kerajaan gelap dengan Kerajaan Allah. Apa yang ada di dalam kerajaan gelap dan KA. Apa yang kita perbuat dengan kerajaan gelap itu membuat kita tidak bisa masuk dalam Kerajaan Allah.

Galatia  
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 

Tidak peduli pendeta atau jemaat. Kalau kita melakukan semua yang baru kita baca tadi, segala perbuatan yang tidak baik itu kita lakukan, kita tidak  mendapat bagian,  kita tdk mengalami KA itu yang di dalam hati kita. Apa yang kita tidak alami dalam KA.  Ada tiga hal:

Roma
14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 

Jadi kalau kita mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak baik tadi, kita tidak akan mengalami kebenaran, damai sejahtera, sukacita dari Roh Kudus. Itu sebabnya seringkali kita tunggu sampai jauh malam ada acara late night show. Kita seringkali tunggu mau nonton Srimulat. Kenapa ? Apakah sukacita damai sejahtera dari Tuhan Yesus  itu tidak cukup ? Sampai kita musti tunggu Srimulat yang beberapa pemainnya itu pada narkoba. Kita nonton dan ketawa. Ketawanya yang diluar daging tapi di dalam hati kita tidak mengalami itu Kerajaan Allah yang benar, penuh damai dan suka cita. Karena kita berbuat dari 17 hal yang tidak baik tadi kita kerjakan. Aku peringatkan - kata Paulus, semua yang melakukan semua perbuatan tadi - engkau  tidak akan mengalami itu nikmatnya  suka cita di dalam Roh Kudus. Saya hanya berdoa supaya jemaat itu mengerti bahwa ikut Tuhan itu nikmat, indah, luar biasa indahnya. Tidak ada kata yang bisa menerangkannya. 

Kita baca Galatia apa yang ada di dalam terang Kerajaan Roh Kudus:

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 

Ada haleluyah, saudara ? Saya belum  pernah nonton patroli dalam Indosiar: Telah ditangkap 7 orang penjahat karena mereka bersabar. Telah ditangkap satu ibu karena ia penuh dengan kasih, dipenjarakan karena ia setia dengan suami, ditahan oleh karena ia memelihara damai sejahtera. 

Maksud saya tidak mungkin ada orang yang ditangkap karena ia sabar, setia, kemurahan, membagikan makanan pada orang miskin, mempunyai damai sejahtera, mempunyai suka cita.  Ada yang ditangkap karena ketawa sendiri, karena penyakit gila. Ini Kerajaan Allah yang harus kita miliki di dalam rumah tangga. Masa sih kita mau betah punya rumah tangga yang ribut terus. Ngomel terus. Istri cemburuan terus pada suami, dan sebaliknya. Ribut terus, anak melawan orang-tua.  

Kembali pada Firman Allah, betapa nikmatnya bila mempunya rumah tangga yang senang. Tidak ada orang yang akan rusak mengikuti Kristus. 

Yang keenam, harus rendah hati.

Yang ketujuh, kita tidak boleh menyimpang kekiri, kekanan atau kepada berhala.

Kalau Allah mulai berkerajaan, saudara-saudaraku jangan menyimpang ke kiri ke kanan, kepada berhala sana berhala sini. Ada yang tidak menyembah berhala lagi, tapi suka berhalakan anak. Anak saya mah bawa hoki. Hati-hati saudara, bukankah yang bawa hoki itu yang ngasih anak, yaitu Tuhan. Aneh ko Yoyo, waktu anak ke 1 saya belum ada hoki, anak ke 2 belum ada hoki, begitu si kampret  lahir, hoki datang. Padahal yang kasih si kampret itu adalah Tuhan Serwa Sekalian Alam. Kenapa kita tidak memuji  yang  memberinya? Atau ada  istri dianggap bawa hoki.  Ada yang tidak menyembah berhala tapi kalau sudah  malam  minggu baca koran Kompas lihat Virgo, Capricorn, Libra. Itu kerajaan gelap saudara, kita nanti tidak akan menikmati. Atau Cap Jie Shio.

Seringkali kita percaya perkara-perkara seperti itu padahal kita orang kristen. Kembali kepada Firman Allah. Jangan menyimpang kekiri dan kekanan! Ada juga yang menyembah pendeta. Biasanya pendetanya diangkat sama Tuhan karena sudah dijadikan berhala. Makanya kalau saudara ingin saya panjang umur, jangan disembah-sembah. Ada pak Awondatu atau tidak, masuk gereja. Nanti saudara diberkati Tuhan. Jangan sampai kita memberhalakan pendeta. Ada juga yang suka memberhalakan gereja. Kalau tidak ada nyanyian yang dia suka dia tidak mau ke gereja itu. Memberhalakan nyanyian.

Ada yang memberhalakan make up. Salah satu handicapped menerima Roh Kudus  itu make up. Ada yang handicapped nya itu medit. Makanya jangan medit supaya kita dipenuhkan dengan Roh Kudus. 

Yang terakhir, yang kedelapan.  

Panjang umur akan diberikan sebagai hasil dari ketaatan kita kepada Firman tadi. Ulangan 17. Panjang umur akan diberikan. Anak-anak kita jadi taat.  Kalau ayah ibu kebaktian, anak-anak kebaktian. Itu ada Kerajaan Surga. Ada seorang ayah yang berkata: Papa tidak apa apa biar tidak kaya asalkan kalian anak-anak hidup rukun. Nggak kaya  tapi papi bahagia karena kalian anak-anak itu rukun. Anak-anaknya di atas 5 orang. 

Ada yang anaknya cuma 1 tapi ribut terus tuh anak. Nggak tahu tuh ribut sama siapa. Ribut terus. Gedek aja terus. Kenapa dia gedek nggak tahu. Saudara mau dapat panjang umur? Saudara mau dapat hari-hari yang bahagia? Ikuti Firman tadi. Berkerajaan saudaraku. Berkerajaan di dalam rumah tangga. 

 

17 Agustus 2001

Pada pagi hari ini kita akan mulai mempelajari Lukas 16:16: "Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya". 

Haleluyah. Ini adalah kesaksian dari Yesus sendiri. Jadi kalau ada yang ngomong bangsa lembu merah segala rupa itu ngaco. Karena Taurat itu hanya sampai Yohanes Pembaptis. Kalau ada yang mau bawa saudara dengar seminar yang membawa saudara ke Perjanjian Lama lagi, itu adalah sudah degradasi, turun lagi. Kata "menggagahi" ini kurang tepat, agak tidak enak membacanya. Dalam bahasa Inggris memakai kata "to press into it", untuk maju berdesak-desakan masuk dengan semangat dengan kekuatan, dengan semampu kita masuk di sana. Pagi hari ini kita mendapat 2 perkara, yaitu 'Kerajaan Allah diberitakan' dan 'setiap orang menggagahinya berebut memasukinya'. 

Ada dua hal: Yang satu adalah memberitakan. Waktu memberitakan saudara diberikan autoritas untuk memberitakan, menyaksikan Kerajaan Allah. 

Sekarang saya ingin bicara mengenai menggagahinya atau menguasainya.

Apakah Kerajaan Allah itu? Kita melihat Roma 14 :17: Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Nah, inilah yang disebut Kerajaan Allah versi Alkitab, bukan versi manusia. Kita harus berebut masuk, menguasai Kerajaan Allah ini. Yang memberitakan sudah ada. Nabi-nabi memberitakan, Perjanjian Lama memberitakan. Tadi malam saya katakan bahwa Yohanes Pembaptis memberitakan Yesus sendiri memberitakan murid-murid-Nya memberitakan. Tapi sekarang adalah reaksi kita sebagai umat Allah, kita harus berebut masuk. Tentu saja Iblis tidak suka ada kebenaran ada damai ada sukacita dalam rumah tangga kita. Itu Iblis tidak suka. Ini  saudara harus tahu. Yang paling biang kerok itu Iblis.

Adapun pencuri itu datang untuk mencuri membunuh dan membinasakan tetapi Aku datang supaya dombaku beroleh hidup dengan berkelimpahan. Jadi saudara harus menolak semua pekerjaan Iblis apapun juga. Jadi pertanyaan sekarang bagaimana kita membangun Kerajaan Allah dalam keluarga kita dalam rumah tangga kita? Yang belum menikah juga perlu mengetahui ini sebagai guide booknya.

Kebenaran ini hanya bisa dikerjakan melalui ketaatan. Damai sejahtera hanya bisa dikerjakan melalui doa dan suka cita itu melalui iman. Inilah 3 hal besar yang harus kita kuasai. Kadang-kadang kita masuk gereja keluar hilang. 

Kita mulai dengan kebenaran. Ada 3 kebenaran. Ketiganya memerlukan ketaatan: 

1. Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. - Yesus adalah Kebenaran yang hakiki ! 

2. Yohanes 15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 
Roh Kudus adalah kebenaran !

3. Yohanes 17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 
Kebenaran datang dari Firman Allah!
Yesus adalah Kebenaran, Roh Kudus adalah kebenaran, Firman Allah adalah kebenaran.  

Kebenaran ini bisa kita miliki kalau kita taat kepada Yesus, taat kepada Roh Kudus, taat kepada Firman Allah. Mari kita mulai bangun ini. Sederhana sekali. 

Kita mulai bangun ini dalam keluarga kita. Kita mulai taat kepada kebenaran. Anak-anak mulai taat. Walaupun mungkin anak-anak itu punya roh berontak tapi karena ia ingin taat kepada Firman Allah, ia ingin taat kepada Yesus dan Roh Kudus, selalu sama karena kebenaran. Jadi biar pendeta bisa khotbah tapi tidak taat kepada kebenaran saya tidak bisa bangun rumah tangga sendiri karena saya sendiri, kepala rumah tangga, tidak taat kepada kebenaran. Pokoknya saya harus taat kepada kebenaran! Apapun kata orang, itu nomor 17. Yang harus dipelihara apa kata Tuhan tentang saya. Apa penilaian  Tuhan tentang saya.  Kalau penilaian manusia bisa dikamuflase. Penilaian Tuhan. Saya mungkin bisa dinilai sukses, berhasil, belum tentu di penilaian Tuhan. Itu sebabnya saya berusaha supaya  setiap hari penilaian Tuhan terhadap saya itu selalu baik. Karena saya taat kepada kebenaran ini. Saudara mau mulai bangun kebenaran ini, harus mulai dengan kebenaran. 

Saya harus kasih ini. Ada pengajaran yang menekankan kita harus kebaktian kebaktian. Dagang nomor dua. Ini sangat bahaya. Kita baca Alkitab di toko. Itu tidak diajarkan oleh Alkitab. Alkitab katakan ada waktunya berniaga, ada waktunya bekerja. Tapi yang sedang diajarkan Yesus adalah menerapkan kebenaran, yaitu kita taat kepada Firman Allah. Jadi ini suami-suami termasuk saya seringkali kalau sudah salah ini  gengsi, untuk ngaku salah itu gengsi minta maaf pada istri itu berat. Untuk bilang saya sudah berbuat salah itu susah sekali. Inginnya istri itu ngerti saja. Betul ya suami-suami? Karena Alkitab katakan suami-suami itu begitu. Ingat Adam ketika ditanya kenapa makan buah? Ini sih istri. Susah untuk ngaku ini. Waktu Hawa ditanya: Si ular yang ngasih. Jadi tidak ada yang salah. Seperti di Indonesia. Korupsi nomor 4 di dunia tapi koruptornya tidak ada. Ngaku salah itu paling susah. Tapi mau benar nggak? Benar itu menyinggung perasaan! Kebenaran menyakiti hati.  

Kalau orang ingin berebut masuk ke dalam Kerajaan Allah, ia harus membereskan pernikahannya. Pernikahan saya dikacau oleh Iblis. Lupakan itu gengsi, lupakan! Roma 

12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 

Perdamaian itu bergantung pada kita! Kita yang harus jalan, dobrak, dan menerobos untuk kita menang  menjadi pemilik Kerajaan Allah. Apalagi dalam soal suami istri. Salomo berkata: Hati yang dikecewakan sukar dihampiri.  Kalau suami sampai minta maaf sama istri itu bukan kalah. Itu gentleman! Itu orang besar. Dibikin bener ini urusan. Kalau ada anak kita sudah pergaulannya tidak benar, bikin lurus - jangan sampai addicted kena narkoba. Saudara, bisa nggak kita mengejar masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan kekuatan kita, kita membenarkan hal yang tidak benar itu. Jadi kalau saya cerita ini bukan berarti kita semua salah. Nggak! Seperti baju, di almari, benar sudah di setrika, cuma kusut lagi. Karena namanya rumah tangga si bapa sibuk dengan bisnis, istri sibuk dengan masak, si anak sibuk engan sms. Maka ada anak pendeta yang minta sms karena temennya pada ngirim sms ngaco padahal orang Kristen. Maka anak ini dia mau fight ingin benar,  maka ia minta, dia berusaha masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bisnis kita banyak yang nggak beres. Bon-bon yang belum dibayar. Bikin beres dulu. Ada tagihan, bikin beres dulu. Jangan menumpuk. Jangan tunggu besok.

Dalam Lukas 16: 16 kata 'menggagahi' ini ada dua arti. Arti yang pertama adalah 'attack', menyerang. Arti kedua diberikan power, kemampuan untuk berbuat itu.  

Tetapi saudara ingat ini 'attack', kita serang Iblis. Aku mempunyai kemampuan jangan ganggu aku. Demi nama Yesus Kristus, kita selesaikan semua persoalan kita. Itu kekuatan dari dari Roh Kudus. Kita juga mempunyai power/kekuatan untuk membereskan kartu kredit yang belum selesai pembayarannya, urusan dikantor. Bikin beres hari ini semua urusan sehingga malam saudara tidur tenang. 

Yang kedua : damai sejahtera. 'Peace', yang seringkali kita ngomongnya saja 'shalom'. Kata Yunaninya Eirene, yaitu  damainya Tuhan. Iblis tidak ingin bisnis kita maju. Hub. suami istri akur. Iblis tidak suka itu. Dia mah cemburuan. Nggak boleh lihat hidup anak Tuhan maju, senang. Dalam pernikahan anak-anak, finansial, bisnis, sekolah, hubungan kita sesama manusia, itu memerlukan damai sejahtera. Saudara lihat Indonesia sekarang sudah kehilangan damai. Maka omongannya rekonsiliasi. Akar permasalahannya tidak dikorek. 

Damai sejahtera ini, Eirene ini, damainya Allah yang beroperasi. Bukan teori saja. Karena 100 pendeta bilang damai, 1000 jemaat bilang damai - tapi tidak mengalami. Seperti anak kecil menyanyikan lagu rohani yang terlalu dewasa bagi dia.  Apakah tidak begitu Tuhan bilang sama kita? Kalau kita kekanak-kanakkan. Cuma bisa dengar khotbah saja, seminar doang - tapi tidak pernah mengalaminya. Ada jemaat yang baru menyanyi Yesus aku cinta kepada-Mu, tapi sudah menangis. Kenapa nangis kita nggak tahu, tapi itu pengalaman dia dengan Tuhan. Karena lagu itu menyentuh hatinya, karena dia pernah alami. Begitu besar Tuhan itu. Maka saya ingin jemaat kita ini jemaat yang dewasa yang MENGALAMI Yesus, bukan yg cuma tahu, tapi yang mengalami, ketemu loh saya sama Tuhan. Saya sembahyang itu ketemu sama Tuhan  ngobrol intim. Kalau berdoa rasanya Dia ada disamping kita. Kalau membaca Firman Tuhan rasanya seperti Dia ngobrol dengan kita. Ini tidak bisa saya ajarkan. Ini harus dipraktekkan sendiri.

Damai sejahtera ini bisa didapat melalui doa - tidak ada cara lain. Maka rumah tangga yang malas berdoa, dia hanya taruh bangunannya itu pada bangunan yang rapuh. Hidup ini sangat fragile, atasi dengan doa. Tidak ada jalan lain. Cuma melalui doa baru ada damai. Coba saudara praktek nanti. Berdoa, nanti ada ketenangan, ada damai, ada suka-cita, ada senang. Kenapa orang Jakarta malam minggu ke Cipanas, Puncak? Ingin mencari ketenangan. Orang itu memcari damai. Damai tidak bisa kita dapatkan karena kedudukan kita tinggi, karena teman kita orang berada, karena kita mempunyai kenalan yang hebat, punya jabatan, kehebatan ataupun bakat yang hebat. Nggak bisa! Damai itu bisa kita nikmati kalau sang Raja Damai itu, Pribadi Sang Causa Prima itu kita dekati melalui doa. Banyak orang berdoa salah. Itu monologue. Doa Bapa kami. Hanya itu saja yang kita doakan. Itu saja. Kita tidak ijinkan Tuhan bicara. Tambah berdoa tambah kita stress. Karena ngomong sendiri.

Tadi pagi saya berdoa apa yang Engkau mau saya bicara hari ini? Dia bicara saudara. Lukas 16:16. Mat 16:19. Coba telpon sama Dia. Saudara tahu kan telpon Tuhan Yesus. Itu  223335015818. HP apa saja sampai. Tapi SIMCARDnya musti Alkitab: Yunus  2:2, Yeremia 33:3, Mazmur 50:15. Mazmur 81:8. Keempat isinya sama: "Berserulah KepadaKu pada masa kepicikan Aku akan menjawab engkau". Kalau saudara berdoa saudara akan mendapatkan damainya Tuhan. Tidak sembarangan gampang bilang shalom. Inilah damai melalui doa.

Sekarang sukacita dalam Roh Kudus. Ini didapat oleh karena perspektif iman. Saya suka ngomong pada murid saya. Bila diluar kelas hujan deras, tapi  Alkitab bilang tidak hujan, kamu mau percaya mana? Murid saya tidak bisa jawab. Firman Allah bilang Aku akan pelihara kau, pakaian Ku jamin - tapi jualan tidak laku. Kan terpengaruh ini suka-cita. Loh, saya diajar oleh Firman Allah tidak usah khawatir tapi faktanya toko jualan kurang laku, putaran uang di bank nggak klop - mau percaya yang mana? Maka saya katakan harus kita pakai perspektif iman. Kalau saudara punya uang banyak, cukup, saudara tidak perlu iman. Justru iman diperlukan waktu kita kurang. Ada satu keluarga yang mau jual rumah. Saya doakan. Begitu kita doa, tidak besok  laku. Tapi saya senang dengan keluarga ini asal ketemu bilang: Doakan terus ya ko Yoyo, sudah hampir. Belum laku tapi imannya tidak hilang. Lalu ketemu dan bilang: 80 % lagi. Yang terakhir sudah laku dan ... ini ko Yoyo, perpuluhannya. Saudara musti beriman, Firman Allah ini ya dan amin. Memang susah faktanya hujan tapi bilang tidak hujan. Tapi ini Firman Tuhan. Saudara percaya ayat langit dan bumi akan lenyap tapi Firman Tuhan tidak akan lenyap. Seringkali kita membesarkan langit dan bumi yang akan lenyap tapi tidak perhatikan  Firman Allah ini. Maka sukacita kita tidak ada. Kita perlu Srimulat, kita perlu seminar yang lain. 

Kita buka Lukas 
17:20. Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 
17:21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." 

Ini Tuhan tegur saya waktu saya ada di New York. Tuhan saya mau ke Toronto - Holy Laughter. Tuhan tegur saya kenapa orang cari Cho Yong Gi ke Korea, cari Morris Cerullo ke USA,  Benny Hinn ke Orlando, tidak adakah yang  mencari Aku? Saya minta ampun pada Tuhan. Saya nggak jadi pergi. Padahal cuma 2 jam dari NY. Karena jawaban Tuhan bukan dari sana. Kerajaan Allah itu di dalam saudara, di dalam hati. Jadi jangan cari jawaban di luar. Puji Tuhan.

Jadi iman juga harus mengcover segala sesuatu. Apa maksudnya mengcover segala sesuatu? Ada dokter di sini. Waktu saya dioperasi maka saya akan dibius. Waktu saya dibius, saya tidak tahu apa-apa, tidak  mengerti apa-apa, tidak berbuat apa-apa - sampai dokter selesai mengoperasi saya. Saudara,  waktu saudara berdoa, saudara dibius. Serahkanlah segala kuatir saudara - saudara dibius. Serahkanlah segala kuatir saudara. Dia ahli operasi urusan materi, urusan finansil, bisnis,  perusahaan apapun juga. Cover segala sesuatu dalam doa. Pada waktu saudara berdoa, saudara dibius. Serahkan semua pada Tuhan. Biar Tuhan yang kerja. Dengan iman kita terima beres. Sudah selesai! Waktu saudara berdoa, saudara sedang order: Tuhan tolong bisnis saya, family saya, anak saya, Tuhan tolong ini ini ... Kalau sudah sembahyang sudah. Terima kasih. Dengan iman saudara jalan nanti ditengah jalan saudara terima. Saudara percaya ini akan terjadi!

Ayat terakhir 
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." 

Siapa di antara saudara yang dalam bisnis selalu ikut tender? Angkat tangan. Tender ini luar biasa. Tender ini saingan banyak. Kalau saudara mempunyai  semangat memasuki Kerajaan Allah, saudara ikat di dalam nama Yesus, Tuhan  aku ingin tender ini diberikan pada saya dalam nama Yesus. Terikat di Surga. Biar udah antri yang tender, dari Surga dikerjakan sama Tuhan. Jangan tidak percaya. Tuhan kasih kunci Kerajaan Surga pada kita. 

Saudara ditekan. Demi nama Yesus, apa yang kau lepas didunia terlepas di Surga. Saudara bilang aku lepaskan anak saya yang terikat narkoba, aku ikat demi nama Yesus terlepas. Terlepas saudara! Jangan tidak percaya. Percayalah Kerajaan Allah ada di dalam diri kita, di dalam Rumah Tangga kita. Haleluyah.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________