|
|
Gereja Pentakosta di Indonesia-CianjurJalan Hasyim Asyari 75, Cianjur. Tel (62-263) 261161 |
|
BOOKLET
|
Facebook: Gpdi Cianjur
|
Ada beberapa cuplikan buku/kutipan ... yang dirasa berkesan oleh pengelola, yang ingin berbagi rasa dengan saudara. Kiranya menjadi berkat! _____________________________________________________________________________________________ "Seperti analisis Benyamin Intan, suara rakyat belum tentu suara Tuhan. Bisa juga menjadi suara massa yang berteriak: "Salibkan Jesus" dan "Bebaskan Barabas." Ketika WTC ditabrak dan orang AS tanya, Tuhan di mana Engkau, Tuhan menjawab: Saya tidak ke mana-mana, kalian yang mengusir saya dari ruang publik. Vox Populi belum tentu Vox Dei, tapi Vox Satan. (Christianto Wibisono. Suara Pembaruan, Senin 06 Juli 2009, hal. 7) -- o -- "Doa merupakan sarana kita untuk masuk dalam kesatuan dengan Dia yang telah membentuk kita dalam rahim ibu dengan kasih." (Henri Nouwen. Suara Pembaruan, Jumat 24 Oktober 2008, hal. 5) -- o -- Akar adalah kayu, batang adalah kayu, dan cabang adalah kayu, dan ketiganya bagaimanapun juga tidak diucapkan sebagai tiga kayu, namun hanya satu ... (Dengan demikian) tak seorangpun boleh memandang bahwa tidak masuk akal kalau kami nenyebut Tuhan Bapa, Tuhan Putra, Tuhan Ruh Kudus, dan bahwa ketiga-tiganya ini bukanlah tiga tuhan dalam Trinitas, melainkan satu Tuhan, dan satu substansi. Jika kitab suci pada esensinya dipandang sebagai dokumen abadi dan bebas dari kesalahan, dan bukannya sebagai dokumen manusiawi dan historis, maka berbagai pendekatan ilmiah menjadi tidak sah. Fundamentalisme akan jatuh ke dalam bibliolatri (penyembahan terhadap kitab), yang kiranya tidak lebih baik dari pada pemujaan terhadap berhala. Kepercayaan buta kiranya lebih merupakan fanatisme dibandingkan kesetiaan kepada perintah Tuhan. (Diambil dari buku Muhammad dan Isa oleh William E. Phipps. Penerbit: Mizan, 1998. Hal. 270-1 dan 291) -- o -- "Berdoa bukanlah meminta. Berdoa adalah suatu kerinduan jiwa." (Mohandas Karamchand Gandhi. Suara Pembaruan, Jumat 21 September 2007, hal. 5) -- o -- Jika Anda punya seorang teman sejati, itu berarti Anda sangat kaya. (Thomas Fuller. Suara Pembaruan, Kamis 13 September 2007, hal. 5) -- o -- Only when the last tree is cut; Only when the last river is polluted; Only when the last fish is caught; Only then they will realize that you cannot eat money ... (Suara Pembaruan, Rabu 06 Juni 2007, hal. 1. Diambil dari Kearifan Indian) -- o -- "Mempelajari Firman Allah ibaratnya menambang mineral-mineral berharga dan batu-batu permata." (Suara Pembaruan, Jumat 12 Januari 2007 hal 9, yang diambil dari buku Tetap Tegar Di Tengah Masa Sukar (1993), hal. 142, oleh Edwin Louis Cole) -- o -- "Dosa punya sifat menggelapkan akal budi, mengeraskan hati, dan merusak karakter. Sebab itu, jangan sedikitpun diberi hati." (Suara Pembaruan, Sabtu 15 April 2006 hal 9, yang diambil dari buku 365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan (2005), hal. 40 oleh Eka Darmaputera) -- o -- "Agama adalah wujud jeritan manusia untuk kehidupan yang lebih penuh, lebih berarti, lebih abadi." (Suara Pembaruan, Jumat 7 April 2006 hal 10, yang diambil dari buku 365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan (2005), hal. 14 oleh Eka Darmaputera) -- o -- "Aku tahu pasti kapan pengalaman rohaniku dimulai. Altar pertama tempat aku pertama kali bersujud adalah di lutut ibuku." (Suara Pembaruan, Selasa 4 April 2006 hal 9, yang diambil dari buku Embun Bagi Jiwa Ibu (2001), hal 50 oleh I.D. Weatherhead) -- o -- Baru-baru ini saya berjumpa dengan seorang asisten dosen yang mengoceh pada sebuah seminar sarjana bahwa "setiap orang yang masuk ke gereja menjadi Kristen.'' Saya menyahut, ''Apakah masuk ke garasi membuat anda jadi mobil?'' Tidak ada korelasinya. Seorang Kristen adalah seseorang yang menaruh keyakinannya di dalam Kristus. (Diambil dari Benarkah Yesus Itu Allah? oleh Josh Mc Dowell. Penerbit: PT. BPK GUNUNG MULIA. 2000, hal. 113) -- o -- Sebuah masyarakat tanpa ide-ide tidak bakal memiliki sejarah. Mereka, barangkali, hanya memiliki eksistensi. (Diambil dari Desain Yahudi atau Kehendak Tuhan oleh Max I. Dimont. Penerbit: Eraseni Media. 1993, hal. X) -- o -- Orang kristen tidak menyatakan diri menyembah salib, tetapi menyembah Allah Putra yang tergantung di salib. Mereka tidak mengklaim menyembah kubur kosong, tetapi Kristus yang bangkit dari kubur itu. Simbol dapat menjadi penolong besar bagi pemahaman kita. Namun, apa (atau lebih baiknya, siapa) yang ingin kita pahami? (Diambil dari Cracking Da Vinci's Code oleh James L. Garlow dan Peter Jones. Penerbit: PT. Bhuana Ilmu Populer - Kelompok Gramedia, hal. 234) -- o -- "Concepts about God were useless unless they were imaginatively transformed by feeling and personal religious experience"(Pengertian tentang Tuhan percuma saja bila pengertian itu tidak secara imajinatif diubah melalui perasaan dan pengalaman beragama secara pribadi - SC).(Diambil dari A History of God: The 4000-Year Quest of Judaism, Christianity and Islam oleh Karen Amstrong. Published by Alfred A. Knopf, Inc. 1993, p. 351) -- o -- Suatu KenanganMenurut legenda, Zakheus selalu bangun pagi-pagi dan berangkat dari rumah. Istrinya sangat ingin tahu perilaku aneh suaminya. Dia memutuskan untuk membuntutinya pada suatu pagi. Dia memperhatikan bahwa suaminya mengambil sebuah ember menuju sumur, mengisinya dengan air dan kemudian berjalan keluar dari gerbang kota. Zakheus berhenti pada sebatang pohon sycamore. Dia meletakkan ember itu dan membersihkan sampah di bawah pohon itu. Sesudah itu dia menuang air di sekitar pohon itu, membelai cabang pohon itu dan berdiri memandang dengan rasa kagum. Pada saat itu istrinya keluar dari tempat persembunyiannya, dan bertanya mengapa dia melakukan itu. Tanpa ragu, Zakheus memberikan jawaban terhadap pertanyaan istrinya, 'Di sinilah tempat saya menemukan Kristus'. (Diambil dari buku 111 Cerita & Perumpamaan Bagi Para Pengkhotbah dan Guru oleh Paul J. Wharton. Penerbit: Kanisius. 1994, hal. 65-66) -- o -- Simon dari Sirene~ Dia yang memanggul Salib ~Waktu aku pergi ke kebun, di tengah jalan aku melihat-Nya memanggul salib. Banyak orang yang mengikuti-Nya. Lalu aku pun berjalan di samping Yesus. Berkali-kali beban itu menghentikan jalan-Nya sebab Dia tak berdaya lagi. Kemudian seorang serdadu Roma menghampiriku dan berkata, "Kemarilah kau, seorang yang tegap dan kuat; tolong pikul salib Orang ini."
Hatiku sangat gembira dan bersyukur, mendengar suruhan itu. Dan aku memikul salib-Nya. Salib itu sangat berat karena dibuat dari batang kayu yang terendam selama hujan musim dingin.
Yesus memandangku. Peluh-Nya mengalir dari dahi ke janggut-Nya. Sekali lagi Yesus menatapku dan berkata,"Engkau juga minum piala ini? Sesungguhnya engkau akan minum bersama-Ku sampai akhir masa."
Sesudah berkata demikian Ia meletakkan tangan-Nya ke atas bahuku yang bebas. Dan kami berjalan beriringan hingga sampai di atas Bukit Tengkorak.
Tetapi kini aku tidak lagi merasakan beban berat salib itu. Aku hanya merasakan tangan-Nya, seolah-olah sayap burung di atas bahuku.
Sesampai diatas puncak, mereka telah siap menyalibkan-Nya. Baru pada saat itu kurasakan beratnya pohon itu.
Dia tak mengucapkan sepatah katapun ketika mereka tancapkan paku pada tangan dan kaki-Nya, Dia tidak mengeluh. Tangan dan kaki-Nya tidak gemetar dihantam pemukul, seolah-olah sudah mati dan hanya hidup lagi sesudah bermandi darah. Tampaknya Ia rela menerima paku-paku itu, seperti anak raja menerima tongkat kerajaan, dan Dia ingin ditinggikan.
Dalam hatiku tidak merasa kasihan, sebab aku sangat keheranan.
Kini Orang yang kutanggung salib-Nya itu telah menjadi salibku.
Andaikan orang berkata lagi kepadaku,"Pikullah salib Orang ini,", aku pasti memikulnya sampai ke pintu kuburku.
Namun aku akan meminta-Nya meletakkan tangan-Nya di atas pundakku.
Kejadian ini telah terjadi bertahun-tahun yang lampau. Namun sampai saat ini aku tetap mengenangkan Orang kesayangan itu, setiap kali aku menyusuri alur bajak di kebun dan di saat aku terkantuk sebelum tidur.
Dan kurasakan tangan-Nya yang bersayap itu di sini, di pundakku sebelah kiri. (Diambil dari buku JESUS, The Son of Man oleh Kahlil Gibran. Penerbit, Desain Grafis dan Pencetak: Tarawang Press, Agustus 2001, hal. 210-11) -- o -- Kebencian Tak Berdasar
“Apakah kamu ingin membunuhnya, Buck?” “Oh, sudah tentu, jangan tanya lagi.”
“Kenapa? Apa yang dilakukannya kepadamu?”
“Dia? Dia tidak pernah melakukan sesuatu kepadaku.”
“Lalu, kenapa kau ingin membunuhnya?”
“Mengapa? Bukan karena apa-apa - hanya karena
suatu permusuhan.”
“Permusuhan apa?”
“Untuk apa kau mengungkit-ungkitnya? Kau tidak
tahu permusuhan apa?"
“Belum pernah mendengarnya - coba ceritakan
kepada saya." “Baik,” kata Buck, “Permusuhannya begini: Seseorang telah bertengkar dengan seseorang yang lain, dan membunuhnya; lalu saudara orang terbunuh itu membunuh orang itu; kemudian saudara-saudara kandung kedua belah pihak saling membunuh satu sama lain; selanjutnya menyusul saudara-saudara sepupu melibatkan diri; kemudian saudara-saudara dari saudara-saudara sepupu menyusul, lalu saudara-saudara dari saudara dari saudara dari saudara dari saudara-saudara sepupu, sampai akhirnya setiap orang saling bermusuhan dan saling membunuh.”
“Oke, tunggu, saya ingat-ingat dulu. Yah, saya
kira bermula kira-kira 30 tahun yang lalu, atau yah sekitar-sekitar
itulah, mungkin lebih sedikit. Ada perselisihan mengenai sesuatu, dan
dibawa ke pengadilan untuk mendapatkan penyelesaian; pengadilan
memenangkan salah satu pihak dan mengalahkan pihak yang lainnya. Pihak
yang dikalahkan marah dan menembak pihak yang dimenangkan. Tindakan
inilah satu-satunya yang dapat dia lakukan. Saya kira wajar, setiap
orang pasti melakukannya." “Apa objek perselisihan itu, Buck? - tanah?”
“Lalu, siapa yang melakukan penembakan tersebut?
Apakah Grangerford atau Shepherdson?” “Ya,Tuhan, bagaimana saya tahu? Kejadiannya sudah begitu lama terjadi."
“Apakah tidak ada seseorang yang tahu?” “Oh, ya, tentu saja ada, saya kira bapak saya tahu, dan beberapa orang tua lainnya; tetapi mereka tidak tahu apa pokok perselisihan yang pertama."
- Mark Twain (The Adventures of Huckleberry Finn) (Diambil dari buku Dari Beirut ke Jerusalem oleh Thomas L. Friedman. Penerbit: Erlangga. 1989. Halaman pertama) -- o -- YBU ... Yahweh/Yesus Bless You, Stephen Chandra ___________________________________________________________________________________
|Halaman Utama | Informasi | Khotbah | Judul Khotbah | Audio | Booklet | Related Link |
|